Senin, 02 November 2015

[Book Review] A Wedding After Story

Judul Buku : A Wedding After Story
Penulis : Merry Maeta Sari
Penerbit : Elex Media
Tebal : 264 Halaman
Terbit : April 2015

Available @bukupedia
Menikah dengan orang yang disayangi dan menyayangi kita pasti menjadi impian semua orang. Tapi apa yang terjadi kalau kita menikah dengan orang yang tidak kenal? Demi membahagiakan orangtua, kita harus melakukannya.

Itulah yang dialami oleh Aga dan Aira. Sempat kabur dari akad nikah yang kemudian digagalkan oleh keluarga, mau tidak mau pernikahan harus dilangsungkan. Ternyata pernikahan tidak seburuk yang mereka pikirkan, walaupun banyak kejadian-kejadian aneh, lucu, membahagiakan dan sedih. Kehadiran orang di masa lalu juga mewarnai pernikahan mereka.

----------------
Ini novel ke-2 karya Merry Maeta Sari yang kubaca setelah Serendipity kali ini penulis mengusung tema pernikahan. Kisah ini tentang Aga dan Aira, pasangan yang menikah karena dijodohkan. Aira yang belum punya kekasih akhirnya setuju dijodohkan dengan Aga, anak sahabat orang tuanya. Mereka belum pernah bertemu sama sekali (minus pertemuan yang gagal), hingga akhirnya bertemu saat ijab kabul dilaksanakan. Tunggu dulu, hebohnya sebelum ijab kabul, mereka sama-sama kabur di hari pernikahannya, tetapi ujung-ujungnya mereka tetap ditemukan dan akhirnya resmi menikah.

Dimulailah kisah pernikahan Aga dan Aira. Interaksi keduanya ini lucu sekali, mereka hobby sekali berdebat dan saling cela satu sama lain. Antara mau dan tidak mau, keduanya terlalu gengsi satu sama lain. Namun, Aga digambarkan sebagai suami yang suka ngegombal dan pikirannya terus-terusan menjurus ke hubungan fisik sedangkan Aira, istrinya masih belum mau. Mereka malah sepakat untuk saling mengenal dulu sebelum beranjak ke hubungan yang lebih serius.

Hari demi hari mereka saling menyesuaikan, interaksi keduanya mengalir lancar, masih dipenuhi perdebatan kecil khas suami-istri, hingga akhirnya mencair karena Aga mabuk dan terjadilah....Hingga suatu hari muncul Fian, sosok anak kecil yang memanggil mereka mama-papa, entah muncul darimana anak itu. Aira yang walau agak tomboy dan jago beladiri, tetap saja takluk sama anak kecil. Mereka pun memutuskan untuk mengadopsi Fian dan disanalah terkuak siapa sesungguhnya Fian...

Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, penulis membalut kisah pernikahan Aga dan Aira ini dalam perdebatan kecil yang manis. Kocak sekali interaksi keduanya. Membayangkan sosok Aga yang sudah kebelet untuk meresmikan hubungannya dengan Aira, sedangkan Aira lempeng-lempeng saja, membuatku senyum-senyum sendiri.

Tokoh sampingan yang hadir, seperti Bastian juga cukup menghibur. Cuma jangan kaget ya, banyak banget kata yang diCAPSLOCK untuk menggambarkan kemarahan maupun teriakan Aira. Selainnya, aku cukup menikmati kisah ini. Aku juga suka part mengenai hal-hal yang baru akan kita temui setelah pernikahan, dan memang itu benar adanya.

"Dan aku yakin setiap pasangan memiliki caranya tersendiri untuk berkompromi satu sama lain."
Overall, kalau kamu mencari kisah romantika pernikahan yang ringan dan bisa menghiburmu, silahkan mencoba membaca kisah ini.

1 komentar:

  1. apa novelnya tidak bisa di download?

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design