Rabu, 09 Desember 2015

[Blog Tour] Amora Menolak Cinta ------------------- Giveaway!!!!

Judul : Amora Menolak Cinta
Penulis : Rainy Amanda
Penerbit : AB
Tebal : 246 Halaman
Terbit : September 2015
Amora : 


Kalian percaya cinta? Aku tidak. 


Menurutku, cinta hanyalah khayalan para penyair renaissance yang kurang kerjaan. 
Jantung mereka berdebar, dan mereka artikan itu sebagai cinta. Bibir mereka bergetar dan mereka artikan itu sebagai cinta. Mereka susah tidur, susah makan, 
dan mereka artikan itu sebagai cinta. 
Bahkan yang kelewat posesif dan main tangan mengartikan tindakan mereka sebagai cinta. 
Padahal itu semua hanyalah reaksi kimia dari otak yang mempengaruhi kerja organ-organ tubuh kita. Bedah sedikit, suntik sedikit, hilanglah kupu-kupu dalam perut yang mereka elu-elukan itu. Apa istimewanya? 

Tapi kenapa semua orang masih saja memuja cinta?

-----------------------

"Tapi biar kamu bisa tenang... gimana kalau kamu anggap hubungan kita ini semacam antigen?""Ha?""Kayak vaksin. Efek sampingnya bisa jadi gak menyenangkan. Sakit hati, nangis, kecewa. Tapi kalau penanganannya benar dan kamu gak nyerah, bisa buat antibodi kamu lebih kuat lagi."

Awalnya, jujur aku agak ragu membaca sebuah novel self-publish, bukannya apa-apa tetapi beberapa novel yang kubaca sebelumnya bukan "my cup of tea". Tetapi, mencoba membaca beberapa bab novel ini, aku malah tertarik buat membaca dan mereviewnya.



Ini tentang kisah Amora, seorang ilmuwan cinta. Amora pernah dikecewakan oleh cinta. Pengalaman buruknya di masa lampau membuat dirinya tidak percaya lagi terhadap cinta. Kisah cinta pertamanya dengan Daniel, kakak kelasnya saat SMP membawa Amora menjadi seorang pribadi yang skeptis dengan urusan percintaan. Walaupun Amora menyangkal, Amora sebenarnya belum bisa move-on dari patah hatinya.

Bagi Amora, jatuh cinta itu hanyalah sebuah reaksi kimia yang mempengaruhi kerja otak dan hormon. Amora pun yakin semuanya bisa disiasati. Untuk itulah, Amora mempunyai buku suci yaitu "The Science of Love", untuk menjawab segala hal tersebut. Sayangnya, buku ini tidak terlalu dijelaskan lebih lanjut dalam novel ini, hanya beberapa kali saja disinggung, padahal berpotensi sekali untuk dikembangkan untuk lebih mewarnai kisah Amora dengan segala teori cintanya.
Cinta itu tidak ada. 'Cinta' adalah reaksi kimia akibat hormon dari otak yang mempengaruhi kerja organ tubuh kita. 'Cinta' yang kita kenal merupakan hasil romantisasi penyair-penyair melankolis.
Dan itu, adalah satu-satunya teori cinta yang perlu kupercaya.
Hingga suatu hari, sahabat sekaligus teman kosnya Erin putus dari Shinji kekasihnya. Shinji ternyata satu kampus dengan Amora. Bagi Amora, Shinji sama seperti para playboy yang suka memainkan perasaan wanita, untuk itulah dia berusaha agar Erin bisa move-on. Sayangnya, Erin masih saja sering menanyakan perihal Shinji, belum lagi dengan penggemar Shinji lainnya.

Karena Shinji dan Amora sekampus, akhirnya mereka malah sering berinteraksi. Tetapi jangan bayangkan interaksi mereka berjalan adem ayem saja, yang ada mereka saling meledek dan saling kuat-kuatan meyakini apa yang mereka yakini. Apalagi Shinji suka sekali menggoda Amora, yang membuat Amora kadang salah tingkah, speechless dan kalah berdebat.

Perlahan-lahan kenyamanan itu pun terjalin, namun Amora masih terlalu ragu untuk mengakui. Amora masih bersikap ketus terhadap Shinji, sebaliknya Shinji seakan tidak peduli, tetap memberikan perhatian demi perhatian yang membuat Amora bingung tujuh keliling. Ketika gosip semakin santer beredar tentang kedekatan Amora dan Shinji, Erin tiba-tiba menjauh. Amora pun dihadapkan dengan pilihan, antara perasaan atau persahabatannya? Bagaimana akhir kisah Amora?

Membaca novel ini sungguh menyenangkan. Aku yang sempat ragu membacanya, dibuat lancar membaca halaman demi halaman hingga akhir. Aku dibuat terhibur dengan kisah sang ilmuwan cinta ini.

Penulis menggambarkan kehidupan Amora ini dengan begitu mengalir sekali. Aku suka dengan gaya menulisnya yang dihiasi dengan humor yang tidak terkesan garing, malah cukup menghibur dan membuatku tersenyum sendiri saat membacanya. Interaksi para tokoh juga berasa sekali feelnya, semua dibuat mengalir lancar.

Aku seakan diajak bernostalgia dengan zaman menjadi mahasiswa baru. Ah, segar dan menyenangkan. Novel ini tidak hanya melulu berbicara tentang cinta, tetapi penulis mencoba menyisipkan sedikit pengetahuan tentang biologi dalam novel ini, membuat novelnya menjadi lebih berwarna dan berbeda dari novel lainnya.

Aku jatuh cinta dengan karakter Shinji, entah kenapa rasanya sulit untuk tidak menyukainya. Shinji ini tipikal cowok yang memang sulit untuk ditolak, apalagi berasa sekali ketulusan hatinya dari interaksi demi interaksinya dengan Amora. Pantes saja Erin susah sekali untuk move-on. Walaupun Shinji memang kadang-kadang sok narsis dan kepedean tapi aku tetap suka.

Konflik persahabatan Erin dan Amora juga terasa realistis. Amanda mampu mengeksekusi ceritanya dengan baik. Bagaimana pun tidak ada persahabatan yang berjalan mulus-mulus saja, dan akhir kisah ini ditutup dengan cukup baik oleh Amanda. 

Walau memang aku agak terganggu dengan kemasan novel ini, namun bisa dimaklumi karena self-published. Cover Amora ini memang sederhana dan menggambarkan sosok Amora seperti di bayanganku, tetapi sayangnya buatku "kurang menjual". Padahal kesan pertama melihat suatu buku bisa juga dilihat dari covernya. Semoga Amanda bisa menulis karya yang lebih baik lagi dan bisa diterbitkan secara mayor, karena Amanda punya potensi untuk itu, aamiiin....

Overall, aku cukup menikmati kisah Amora, sang ilmuwan cinta. Kisah yang ringan dan menghibur, cocok sekali dibaca di akhir pekan atau disaat luang.

Amora Menolak Cinta bisa didapatkan dalam bentuk paperback dan e-book. Untuk info mengenai pembelian, sneak peek 3 chapter awal novel, dan lainnya, kalian bisa mengunjungi blog penulis di tulisanmanda.wordpress.com atau via twitter @rainyamanda.


----------------GIVEAWAY TIME---------------



Kamu juga penasaran membaca "Amora Menolak Cinta", aku dan Rainy Amanda punya 2 (dua) buku gratis ney untuk kamu yang beruntung, syaratnya mudah kok:

1. Berdomisili di Indonesia

2. Follow twitter @RizkyMirgawati dan @RainyAmanda jangan lupa share info GA ini dengan mention kami sertakan hastag #GAAmora



2. Follow blog ini (GFC, G+ atau email) dan Tulisan Manda (email)

3. Jawab pertanyaan di kolom komentar, dengan format nama, akun twitter, domisili dan jawabanmu:

Apa tipsmu untuk bisa move-on? Share yuk!!!

4. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 14 Desember 2015 dan akan diumumkan setelahnya.

Semoga beruntung!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design