Rabu, 30 Desember 2015

[Book Review] Girls in the Dark

Judul Buku : Girls In The Dark
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerbit : Haru
Tebal : 284 Halaman
Terbit : Mei 2014

Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu...?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.

Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?

Tidak ada yang tahu.

Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

--------------------------
Kesan awal saat membaca sinopsis novel ini aku sudah penasaran banget, bayangkan sudah sejak awal kita dipaparkan mengenai kisah pembunuhan Itsumi, sang Ketua Klub Sastra. Kematian Itsumi membuat gempar seluruh sekolah, khususnya Klub Sastra, apalagi salah satu dari 6 gadis anggotanya dicurigai sebagai pembunuh Itsumi. 

Hingga kemudian, untuk mengenang kematian Itsumi, Sayuri sahabat sekaligus wakil ketua Klub Sastra mengadakan pertemuan rutin sesama anggota Klub Sastra. Ritual yang mereka sebut sebagai Yami-Nabe, sebuah ritual pembacaan cerita pendek dari masing-masing anggota Klub Sastra dengan hidangan makanan yang mereka sama sekali tidak tahu dan dalam keadaan gelap. Yang mengejutkan adalah saat sesi pembacaan cerita pendek itu masing-masing anggota ternyata membuat analisis mereka mengenai kematian Itsumi. Apa yang sesungguhnya terjadi, benarkah Itsumi memang dibunuh?

Novel ini KEREN sekali, aku benar-benar ketagihan saat membacanya, terus membuka halaman demi halaman dan tidak ingin berhenti hingga akhir. Novel ini dibagi menjadi prolog, 6 cerita pendek dari masing-masing anggota dan epilog. Sejak prolog saja, suasana yang dibangun sudah sangat mencekam sekali, aura "dark"nya begitu terasa sekali. Aku seperti sedang berada bersama anggota Klub Sastra mengikuti ritual Yami-Nabe.

Saat satu demi satu cerita pendek dibacakan, aku dibuat makin penasaran dengan sosok Itsumi sesungguhnya. Sosok Itsumi ini begitu kuat sekali, hanya dari cerita para anggota klub sastra, aku bisa membayangkan sosok Itsumi yang "sempurna" dan dominan sekali. Membaca kisah anggota klub sastra mengenai Itsumi ini juga begitu mendebarkan, karena mereka ternyata membuat analisis-analisis sendiri yang berbuah kesimpulan mengenai salah 1 dari mereka sebagai tersangka pembunuh Itsumi dan apa motifnya.

Jujur awalnya aku bingung menebak siapa gerangan pembunuhnya, apalagi masing-masing anggota punya alibi dan motif masing-masing yang bisa menjadikan mereka sebagai tersangka. Tetapi perlahan-lahan ketika aku mulai menikmati kisah ini, dugaanku semakin menjurus ke 1 orang. Walau memang aku bisa menebaknya, tetapi endingnya tetap menjadi twist yang cukup mengejutkan sekali, apalagi ternyata penulis memilih ending lain yang jauh diluar perkiraanku. Ending yang sukses menutup novel ini dengan baik.

Sayangnya, karena novel ini dibangun dari beberapa sudut pandang, aku merasakan ada "warna" yang sama dalam setiap cerita, tidak ada pembedanya. Setiap cerita seperti sudah punya kerangkanya masing-masing, dimulai dari latar belakang mereka berkenalan dengan Itsumi, masuknya mereka ke Klub Sastra, hingga kesimpulan mereka mengenai siapa yang membunuh Itsumi dan motifnya. Tetapi, penulis cukup sukses membangun karakter tiap tokoh yang membedakan satu dengan yang lainnya, mereka punya ciri masing-masing.

Semakin dalam aku membaca kisah ini, aku dibuat makin penasaran dengan kisah kematian Itsumi ini dan wow puncaknya saat membaca cerita milik Itsumi, sang Ketua Klub Sastra yang meninggal, adrenalin makin bertambah. Penulis benar-benar sukses membuatku sebagai pembaca ikut hanyut dalam kisah ini dan bisa merasakan ketegangan yang semakin lama kian memuncak.

Terjemahannya juga cukup rapi dan mengalir, tidak terkesan kaku, sehingga aku bisa membacanya hanya beberapa jam saja. Puas sekali membaca novel ini dan tidak akan ragu untuk membaca karya lainnya.

Overall, walau novel ini bukanlah cangkir tehku, tapi aku sukses dibuat terkagum-kagum dengan ceritanya. Seru dan menegangkan. REKOMEN BANGET buat kamu penyuka kisah misteri :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design