Jumat, 27 Februari 2015

[Book Review] Blue Vino

Judul Buku : Blue Vino
Penulis : K. Fischer
Penerbit : GPU
Tebal : 328 Halaman
Mereka terdiam.
Tanpa kata, namun bukan tanpa makna.
Ketika cinta menebarkan mantranya, sebuah senyum mampu membuka seluruh bulir rasa.

Langenlois. Wilayah perkebunan anggur di selatan Austria itu menjadi tempat Roz menyembuhkan luka hati karena dikhianati rekan kerjanya.

Di tengah deretan pohon anggur serta penduduk pedesaan yang ramah dan menyenangkan, Roz berharap bisa menata lagi kehidupan pribadinya yang terlupakan demi ambisinya berkarier.

Bjorn Baum dan Dagny Kerulaner adalah dua pria yang membuat Roz menemukan sisi lain dirinya. Tapi tak disangka oleh Roz, satu dari dua pria tersebut melakukan hal keji yang nyaris membuat Roz melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

----------------------

Ini novel pertama penulis yang kubaca dan memang sejak awal tidak terlalu berekspektasi tinggi terhadap amore ini. Seperti tipikal amore yang sudah pernah kubaca, ini tetap mengangkat tema percintaan yang tidak ada habisnya untuk dibahas.

Novel ini menceritakan kisah romansa yang berbeda, dengan setting perkebunan anggur di Austria. Kita seakan diajak berpetualang dipedesaan yang didominasi dengan kebun-kebun anggur dan memang Langenlois terkenal dengan penghasil "wine".

Jujur awal membaca kisah ini, agak sedikit bosan dengan deskripsi yang terlalu detail dan narasi yang tak berkesudahan untuk menggambarkan Langenlois, apalagi sampai berlembar-lembar. Tapi untungnya tidak terlalu kepanjangan juga, akhirnya kisahnya pun bergulir mengalir dan lancar.

Novel ini mengisahkan tentang Rozalia, yang sering dipanggil Roz, yang merasa dikhianati oleh rekan kerjanya, Hubert untuk proyek yang mereka tangani bersama, yang malah diakui Hubert sebagai hasil kerjanya sendiri.

Roz pun memutuskan untuk rehat sejenak dari rutinitas kantornya, dia memutuskan untuk mengambil liburan selama 3minggu. Akhirnya, karena belum ada tempat tujuan, Roz pun tertarik untuk berlibur ke Langenlois, tempat tinggal Lisa, sekretarisnya. Disanalah, Roz tinggal di Hennerhof, rumah yang dikelilingi oleh perkebunan anggur yang sangat luas.

Roz pun bertemu dengan 2 sosok pria yang berbeda, Bjorn dan Dagny. Kesan pertama yang begitu berbeda. Interaksi yang lebih intens, akhirnya menyadarkan Roz bahwa tidak bisa menilai seseorang begitu saja dari wajah dan penampilannya, seperti kata pepatah "don't judge a book by it's cover".

Perlahan-lahan semua fakta terungkap, mana pria yang benar-benar tulus atau hanya sekedar memanfaatkan Roz saja, apalagi Roz ternyata tidak hanya berlibur di Hennerhof, dia malah terlibat lebih dalam dengan kasus yang terjadi pada Hennerhof.

Roz merasa tidak bisa tinggal diam begitu saja, membiarkan Lisa dan Hennerhof harus bangkrut dan semua disita oleh bank karena utang yang telah jatuh tempo. Dan ternyata, hal ini makin diperparah bahwa diantara Bjorn dan Dagny ada yang memang sangat menginginkan Hennerhof.

Bagaimana akhir kisah Roz? Siapakah yang akan dipilihnya? Bagaimana nasib Hennerhof, masih bisakah diselamatkan? Baca sendiri kisah Roz dengan segala problematikanya dengan setting perkebunan anggur yang begitu memikat, kita akan terpesona.

Jalinan cerita yang mengalir, pengetahuan tentang jenis-jenis wine, cara pembuatannya merupakan bonus yang menarik, sayang untuk dilewatkan ^^. Walau aku kurang begitu suka dengan sikap Roz yang terkesan "gampangan", padahal baru kenal dan berkencan, tapi overal Blue Vino bisa menjadi pilihan. Gak sabar untuk membaca karya penulis lainnya.

[Book Review] Bintang Jatuh

Judul Buku : Bintang Jatuh
Penulis : Silvarani
Penerbit : GPU
Tebal : 172 Halaman
Terbit : November 2014
Available @bukupedia
Bintang, seorang jurnalis muda, tidak pernah ambil pusing soal kuasa Allah yang satu ini, sampai... PLAAAK! Tamparan keras mendarat di pipinya. Alena, gadis genius yang beberapa detik lalu masih dia yakini sebagai calon istri, kini malah resmi menjadi mantannya.

Bintang pun disadarkan pada satu kenyataan: Begitu mudah hati manusia berubah jika Allah sudah berkehendak.

Bingung dan patah hati, Bintang lantas menerima tawaran pergi ke Yogya untuk menenangkan diri sekaligus menyelesaikan tugas. Dalam perjalanan naik kereta, seorang gadis kembali menamparnya, kali dengan pesona dan keluasan pengetahuan agama—seluk-beluk shalat, tata cara bertayamum, juga sejarah Islam di nusantara. Tak pelak suatu rasa, perlahan namun pasti, tumbuh dalam hati Bintang.

Akankah Bintang menemukan cinta baru? Siapkah dia menjalani rencana Allah yang lebih besar?

---------------------------------

Ini pertama kalinya aku membaca karya penulis, sehingga aku tidak terlalu berekspektasi tinggi. Membaca sinopsis buku ini, mungkin sedikit banyak kita bisa tahu mau dibawa kemana penulis akan membaca kisahnya.

Ini tentang kisah Bintang, hubungannya dengan Alena, kekasihnya harus putus ditengah jalan. Karena Alena dan keluarganya yang terus mendesak untuk menikah, sedangkan keadaan belum memungkinkan bagi Bintang untuk melamar Alena. Ya, ayah Bintang sedang sakit keras sedangkan kakaknya, Mba Winta pun belum menikah, dan Bintang pun enggan untuk melangkahi.

Di lain sisi, Alena pun sudah tidak bisa menunggu lagi. Alena pun memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Bintang. Bintang yang patah hati pun akhirnya memilih untuk menerima pekerjaan ke Jogja, lumayan untuk menyembuhkan patah hatinya.

Selama perjalanannya menuju Jogja, yang kali ini menggunakan kereta api, Bintang bertemu dengan “Saya”, seorang gadis berkerudung yang mengubah pandangan hidupnya, yang kembali mengingatkannya akan cinta yang sesungguhnya, “Cinta kepada Yang Maha Kuasa”.

Perjalanan beberapa jam itu semacam perenungan bagi Bintang, dimana Bintang sudah lama jauh dari-Nya. “Saya” yang cukup paham mengenai seluk-beluk shalat, tata cara tayamum hingga sejarah Islam di Nusantara menimbulkan sepercik rasa di hati Bintang.

Akankah Bintang berhasil move-on dari sosok Alena dan menemukan cinta yang baru? Silahkan baca sendiri “Bintang Jatuh”.

Novel ini sungguh ringan, tema yang diangkat pun sudah familiar dan sering diangkat dalam novel-novel serupa. Kali ini penulis menyisipkan kisah dalam balutan nuansa islami. Penulis banyak menyelipkan mengenai tata cara shalat, tayamum hingga sedikit sejarah Islam, yang lumayan cukup menambah pengetahuan. Jika kamu membutuhkan novel yang ringan, yang bisa kamu baca sekali duduk, mungkin apa salahnya kamu mencoba membaca novel yang satu ini ^^ Namun, karena keterbatasan halaman, sehingga membuat novel ini kurang klimaks, jadi terkesan "flat" untukku.

“Bukan perkara gampang melupakan orang yang pernah dekat dengan kita. Namun, aku belajar dari rasa sakitku. Semua hal di dunia ini, entah menyenangkan atau menyakitkan, tak mungkin terjadi tanpa seizin-Nya.”
Rabu, 25 Februari 2015

[Book Review] Almost 10 Years Ago

Judul Buku : Almost 10 Years Ago
Penulis : Trini
Penerbit : Ice Cube, KPG
Tebal : 336 Halaman
Terbit : Juni 2014
Available @bukupedia
“Mana mungkin aku tertarik padanya? Dia membuatku takut.”

“Itulah masalahmu. Kau jarang telihat bahagia. Karena saat kau menyesapnya, kau langsung menguburnya secepat perasaan itu datang.”

“Kau sepertinya sangat ahli tentangku,” kataku datar.

“Jika kau tidak mau terlihat mendung sepanjang waktu, mulailah dengan hal kecil seperti berterima kasih saat orang memujimu, bukan malah menatapnya curiga.”

Jangan salahkan Anna Mollan yang selalu memandang sinis kehidupan. Sepuluh tahun lalu, umurnya baru sembilan. Di musim panas yang seharusnya menyenangkan, ibu dan kakaknya meninggal dalam kecelakaan. Ayahnya memang selamat, tapi mengalami gangguan kejiwaan. Itu sebabnya Anna tidak percaya lagi pada kebahagiaan, termasuk yang hadir dalam bentuk cinta. Tidak pada Joshua Madison—psikiater tampan yang menangani ayahnya, tidak juga pada Nolan Vervain—bassist keren yang tergila-gila padanya. Tidak pada siapa pun sampai pria misterius itu datang memberinya bunga setiap hari, lalu tiba-tiba menghilang saat Anna mulai membuka diri, dan kembali hanya untuk membuat hidup Anna terhempas sekali lagi.

-----------------------
“Jika kau tidak mau terlihat mendung sepanjang waktu, mulailah dengan hal kecil seperti berterima kasih saat orang memujimu, bukan malah menatapnya curiga.”
Sebagai novel debut, novel ini sukses membuatku betah banget membacanya, hingga enggan untuk melepasnya. Karakter yang kuat, plot yang rapi, setting yang begitu berasa nyata membuatku ikut melebur dalam kisah ini. Walau memang gaya menulisnya seperti layaknya membaca novel terjemahan, aku tetap saja menikmati novel debut ini.

Ini tentang kisah Anna Mollan, hidupnya yang jatuh bangun karena di saat usianya masih relatif muda, harus kehilangan mama dan abangnya tercinta karena suatu peristiwa kecelakaan. Dan itu makin diperparah oleh kondisi ayahnya yang malah seakan tidak peduli kepadanya bahkan melupakan sosoknya hingga ayahnya harus dirawat bertahun-tahun di rs kejiwaan.

Anna pun berubah menjadi seseorang yang tidak percaya lagi dengan kebahagiaan, apalagi cinta. Walaupun sebenarnya hidupnya cukup baik-baik saja. Dikelilingi sahabat juga seorang Nollan, pria yang begitu jatuh cinta setengah mati kepadanya. Namun, Anna seakan menutup hatinya, hati dan pikiran seakan saling menolak untuk mengakui apa yang dirasakannya.

Hingga hari itu, Danny Branson datang mengusik hatinya. Berawal dari Danny yang selalu setia memberikannya bunga setiap hari tak peduli Anna menolaknya, tapi perlahan-lahan benteng pertahanan Anna pun runtuh. Namun, entah kenapa sosok Danny begitu misterius, Anna tak pernah tahu siapa Danny sesungguhnya.

Bersama Danny, Anna pun mulai merajut mimpi untuk bahagia kembali, tetapi lagi dan lagi Anna harus terempas oleh kenyataan, Danny tiba-tiba menghilang.

Anna pun menjadi dilema antara Nolan dan Danny, dua pria yang sedang dekat dengannya. Bagaimana akhir kisah Anna? Sanggupkah dia memaafkan dan meraih kebahagiaanya?

Ah, aku suka novel ini. Walaupun twistnya sudah bisa kutebak sejak awal tetapi aku tetap menikmati bagaimana penulis membawaku hingga ke titik klimaks sampai akhirnya aku menutup halaman akhir. Endingnya pun cukup menarik, walau memang jujur aku berharap lain dari kisah ini^^

Overall, aku tak akan berpikir dua kali untuk membaca karya penulis lainnya^^
Sabtu, 21 Februari 2015

[Book Review] Akulah Arjuna

Judul Buku : Akulah Arjuna
Penulis : Nima Mumtaz
Penerbit : Elex Media
Tebal : 452 Halaman
Terbit : Agustus 2014
Available @bukupedia
Pencarian Cinta seorang Arjuna. Antara hati dan logikanya. Oke, inilah masalah pelik yang membelitku. Aku beristri dua! Upss... punya pacar dua, tepatnya. Eehhh, enggak juga. Yang pasti saya punya dua pasangan tapiii… gak tepat juga ini, jadi apa istilah yang pas, ya?

Dalam khayalanku yang terliar pun gak akan pernah aku bayangin dapet nasib kayak gini. Aku adalah tipe lelaki setia yang tak akan pernah mempunyai dua pasangan dalam satu waktu bersamaan. Itu pantangan buat aku.Tapi sialnya itulah yang terjadi sekarang ini. Walaupun ini bukan mauku dan gak pernah kusengaja. Suer!

Di satu sisi aku udah punya Nina – walaupun dia gak secara langsung mengiyakan permintaanku, tapi boleh, dong aku kepedean nyebut dia pacar. Secara dia juga memperlakukan aku seperti pacarnya. Tapi di sisi lain ada anak bos si setan cilik yang nyebelin itu, yang memproklamirkan diri sebagai pasanganku di kantor. Indah bukan? Banget! Bahkan terlalu indah untuk playboy terganteng seperti aku sekalipun.

---------------------
Saat kuhirup nafasmu, menjadikannya satu dalam paru-paruku. Tahukah kamu kalau itu adalah inginku? Selamanya hanya kamu yang kumau, berjanji dalam ikatan yang Tuhan berkahi dan ingini. Saat kamu menjadi satu-satunya halalku, ijinkan aku memujamu dalam penghormatanku. Memuliakanmu seperti kumemuliakan ibuku dan mencintaimu seperti kumencintai ayahku. Kamu adalah satu, bidadari yang akan kuijinkan tinggal dalam hatiku yang akan mendampingi setiap langkahku, dalam hidup maupun matiku. Aku mencintaimu...mencintaimu...
Aku suka banget novel ini, ceritanya memang klise, standar atau apalah itu tapi benar-benar bisa membuatku terhanyut membacanya. Sejak membaca debut Nima di Cinta Masa Lalu, aku suka gaya nulisnya dan ketika Akulah Arjuna terbit, aku pun gak sabar untuk membaca novel ini.

Akulah Arjuna, bisa dibilang sekuelnya Cinta Masa Lalu. Kali ini Nima ingin menceritakan kisah hidup Arjuna, kakaknya Viona di buku sebelumnya. Arjuna yang tampan, menarik, karir cemerlang namun belum juga punya pendamping hidup. Hal yang sungguh berkebalikan dengan Viona, adiknya yang sudah menikah dan punya anak.

Ternyata walau tampan dan jelas-jelas narsis, bahkan cenderung digilai wanita, Arjuna tetaplah Arjuna. Pria yang sangat berhati-hati dalam memilih pasangan. Setahun terakhir Arjuna telah melabuhkan hatinya pada Nina, rekannya sekantor tetapi hanya dalam diam, belum sampai taraf untuk jadian. Hingga ketika kesempatan untuk lebih dekat dengan Nina hadir, Arjuna pun tidak berlama-lama lagi, Arjuna langsung menyatakan perasaannya.

Semua awalnya baik-baik saja, hingga Arjuna bertemu dengan Ayana, anak bosnya, Pak Surya. Ayana yang masih muda, ya baru sekitar 16 tahun yang sangat memuja Arjuna bahkan tidak segan-segan memproklamirkan bahwa dia dan Arjuna berpacaran. Arjuna pun menjadi serba salah, harus menghadapi tingkah Ayana yang bak ABG labil itu. Yang selalu ingin dekat dengannya, walaupun sudah sering diketusin olehnya. Segala penolakannya pun hanya seperti angin saja, sambil lalu, Ayana tetap lengket disamping Arjuna.

Hal ini membuat Nina cemburu dan mulai sering konfrontasi. Tetapi Arjuna pun menjadi serba salah bingung menghadapi dua wanita yang sedang dekat dengannya. Ketika Arjuna pun mulai menunjukkan keseriusannya pada Nina dengan mengajaknya bertemu keluarganya, lagi dan lagi Arjuna harus menelan kenyataan pahit dengan kondisi Nina. Arjuna pun patah hati. Kehadiran Ayana malah bagaikan pengalih perhatian dan lama-lama Arjuna pun menjadi merindukan sosoknya.

Arjuna dan Ayana jadi semakin sering bersama, tapi lagi dan lagi Ayana harus pergi jauh dan ingin Arjuna melupakannya dan melanjutkan hidupnya. Dan ketika Arjuna tahu alasan semuanya, Arjuna memilih untuk memperjuangkan perasaannya...

Bagaimana akhir kisah cinta Arjuna???

Membaca novel ini mengalir lancar, aku dibuat takjub dengan kenarsisan Arjuna, yang kadang-kadang membuatku tersenyum sendiri membayangkan cowok satu itu. Karakter Arjuna benar-benar bisa kubayangkan dan aku bisa menyelami perasaannya ketika jatuh cinta, patah hati, kemudian jatuh cinta lagi...Ah aku bisa larut dengan pencarian cinta sejati seorang Arjuna.

Didukung oleh kehangatan keluarga Arjuna, terutama interaksinya dengan Viona, Dave dan Daiva cukup menghibur.

Yang jelas aku puas dengan ending kisah Arjuna, walau setelah kupikir-pikir baik Akulah Arjuna maupun Cinta Masa Lalu ternyata punya 1 kesamaan tokoh wanitanya masih dibawah umur =)
Rabu, 18 Februari 2015

[Book Review] Tiga Cara Mencinta

Judul Buku : Tiga Cara Mencinta
Penulis : Irene Dyah Respati
Penerbit : GPU
Tebal : 196 Halaman
Terbit : Juni 2014
Aliyah : Gue hamil, Jeng... dan kayaknya bukan anak Takuma.

Ajeng : Menurut gue Takuma enggak akan nyadar itu bukan anaknya.

Miyu : Kecuali kalau golongan darahnya berbeda denganmu atau Takuma-san.

Ajeng : Atau suatu saat perlu uji DNA.

Miyu : Atau... bayimu lahir berambut pirang...

Aliyah merasakan beratnya perjuangan berumah tangga dengan mualaf. Takuma suaminya bukan saja melupakan janji untuk belajar agama, tapi juga makin tak acuh dan lebih memilih menyibukkan diri dalam pekerjaan. Kala hati dan pikiran keduanya makin jarang bertemu, Aliyah pun bermain-main dengan cinta lain...untuk kemudian mendapati dirinya hamil.

Bersama dua sahabat yang baru dikenalnya, Ajeng gadis metropolis yang alergi terhadap kata “nikah” dan Miyu gadis Jepang yang lebih mirip putri Solo, Aliyah berusaha mengurai benang kusutnya. Akankah jalinan kisah di Jepang-Thailand-Indonesia ini semakin jauh memisahkan Aliyah dan Takuma, ataukah justru membukakan hati keduanya?

-----------------------------

3 orang 3 cerita, 3 kehidupan yang bertemu di persimpangan. Entah karena kesamaan keadaaan yang membuat mereka menjadi semakin dekat dan bisa bersahabat.

"Kekuatan apa yang tersimpan dalam cincin nikah? Cincin hanyalah benda bulat berlubang di tengahnya. Seperti donat. Tengahnya kosong. Kosong seperti hati. Kosong seperti otak laki-laki. Semua berlubang. Menyisakan celah untuk dimasuki.”
Aliyah, Ajeng dan Miyu, 3 orang yang bertemu tak sengaja di Festival Loy Krathong di Bangkok, Thailand. Pertemuan tak sengaja karena pertolongan Ajeng saat Aliyah hampir terpeleset saat melepaskan Krathong miliknya. Awalnya mereka hanya menertawakan peristiwa itu dan mengobrol dari hal-hal yang ringan tapi perlahan-lahan hubungan mereka mencair bahkan saling percaya untuk bercerita mengenai rahasia kehidupan mereka.

Aliyah, wanita Indonesia yang hidupnya layaknya "cinderella" berawal dari seorang pembantu yang dinikahi oleh Takuma, seorang pria Jepang yang mualaf. Bagaimana Aliyah berusaha menjembatani "cultural shock" diantara keduanya. Kesibukan Takuma yang membuat dia seakan jauh dari Aliyah membuat Aliyah sedikit tergoda dan bahkan menjalin affair dengan Je yang malah membuat dia hamil. Dan itu jelas-jelas bukan anak Takuma, suaminya.

Ajeng, wanita asal Solo yang memilih tinggal di Jakarta, dan kemudian karir membawanya untuk tinggal di Thailand. Seorang wanita yang anti-pernikahan namun akhirnya malah terjebak juga hubungan dengan Bara, dokter yang telah beristri.

Miyu, wanita Jepang yang memilih tinggal di Solo karena kecintaannya akan budaya Indonesia. Malah Miyu bisa lebih disebut wanita Solo daripada Ajeng yang asli Solo. Miyu yang juga punya perasaan khusus kepada Scott, sahabat Aliyah dan lagi-lagi telah beristri.

Kebersamaan Aliyah, Ajeng dan Miyu bak sahabat sejati, saling mendukung baik suka maupun duka. Apalagi saat Aliyah harus menelan kenyataan pahit, dia mengandung anak Je. Bersama Ajeng dan Miyu, Aliyah memikirkan cara untuk menghadapi kemelut keluarganya bersama Takuma?

Bagaimana akhir kisah mereka bertiga?

Membaca novel ini cukup menarik, diceritakan secara bergantian baik Aliyah, Ajeng dan Miyu. Sebagai pembaca, aku diajak berkenalan dengan mereka dan kehidupan percintaan mereka yang "tidak biasa-biasa saja".

Kenapa yang dilarang selalu justru membuat kita ingin melakukannya? Kenapa aku justru tidak bisa membenci orang ini, yang merayu bertubi-tubu sementara kutahu telah beristri? Kenapa benang pengikat hatiku harus datang dari dia yang tak boleh kusentuh?”
Namun, entah kenapa aku merasakan porsi yang lebih besar dari sosok Aliyah. Penulis seakan mencoba menceritakan kehidupan pernikahan Aliyah dengan Takuma, sang mualaf. Bagaimana Aliyah berusaha menjembatani perbedaan budaya diantara mereka? Kegelisahan, kekhawatiran Aliyah bahkan ketika Aliyah mulai tergoda dengan pria lain sampai dia harus menerima kenyataan mengandung bayi yang bukan anak suaminya. Disinilah konflik bergulir. Cukup mengalir.

Tapi keterbatasan halaman, membuatku merasakan banyak hal yang kurang dieksplor dengan baik, seakan sambil lewat saja. Sosok Takuma pun kurang terlalu menonjol, hanya melalui sudut pandang Aliyah saja. Tapi aku cukup senang dengan endingnya, dan banyak pelajaran tentang hidup dan pernikahan yang kupelajari. Walau memang penulis sengaja membuat kisah Ajeng dan Miyu agak "menggantung", ternyata baru kuketahui akan ada lagi lanjutannya. Semoga kisah Ajeng maupun Miyu bisa lebih dieksplor dengan baik.
Selasa, 17 Februari 2015

[Book Review] The Wedding Plan

Judul : The Wedding Plan
Penulis : Pia Devina
Penerbit : Grasindo
Tebal : 192 Halaman
Terbit : Februari 2015
“Wanita harus menikah sebelum usia dua puluh enam tahun agar kehidupan rumah tangganya bahagia.”

Bagi seorang Gayatri Windriya, menikah tidak menjadi prioritas dalam pilihan hidupnya. Permasalahan yang timbul mungkin tidak akan menjadi sangat keruh seandainya keluarga besar tidak menjodohkan dirinya dengan seseorang.

Mahesa Bhadrika, lelaki yang sangat dibencinya di masa lalu, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Bagaimanapun, Giya bersikeras untuk membubarkan rencana pernikahannya sendiri bersama laki-laki itu. Dia bahkan meminta Reksa untuk pura-pura menjadi kekasihnya.

Lantas… haruskah rencana pernikahan itu benar-benar karam?

----------------------------

The Wedding Plan merupakan salah satu dari seri "Wedding" yang diterbitkan oleh Grasindo. Novel ini menceritakan kisah Gayatri "Giya" Windriya. Giya yang punya karir yang cemerlang, tapi sudah memasuki "krisis umur" untuk sebuah pernikahan, sedangkan pernikahan buat seorang Giya bukan prioritas utama dalam kehidupannya sekarang. Giya tenang-tenang saja dengan keadaannya sebagai wanita single yang menginjak usia hampir 30 tahun tetapi keluarga besarnya, terutama mama papanya berkebalikan dengannya. Apalagi mamanya begitu khawatir dengan nasib putri sulungnya ini yang belum juga menikah di usianya yang cukup matang itu.

Dimulailah usaha perjodohan Giya dengan Mahesa "Badi" Badhrika, seorang pria yang sudah begitu lekat dalam kehidupan Giya. Seorang pria yang pernah menyakitinya di masa lalu yang hingga hari ini belum juga bisa dia maafkan. Tapi mama, papa dan keluarga besarnya seakan tidak peduli bahkan mengultimatum Giya untuk segera bertunangan dan menikah dengan Badi dalam beberapa bulan saja. Apalagi kenyataan dikeluarga besarnya bahwa "wanita sudah harus menikah sebelum menginjak usia 26 tahun".

Badi pun seakan tak menolak perjodohannya dengan Giya, dan dimulailah usaha penolakan demi penolakan Giya tentang rencana itu. Hingga Giya pun menyewa Reksa sebagai kekasih bayaran untuk menggagalkan pertunangannya. Namun, Badi tetap tak peduli. Badi tetap mendekati Giya walau sikap Giya jelas-jelas tidak bersahabat dengannya. Giya seakan membuat benteng pertahanan di hatinya, Giya begitu memendam rasa kebencian yang sangat mendalam untuk Badi karena peristiwa di masa lalu yang begitu membekas. Akankah Badi mampu meluluhkan hati Giya? Sanggupkah Giya berdamai dengan masa lalu dan menerima cinta Badi?

Kisah ini simple dan standar romance yang sering kubaca, alurnya begitu mudah ditebak dan cukup mengalir. Kisah ini lebih menitikberatkan ke kisah Giya pra-wedding, bagaimana Giya menyikapi rencana perjodohannya dengan Badi?

Sayangnya, karena terlalu fokus ke penolakan Giya terhadap Badi, membuat novel ini begitu "biasa" cenderung monoton, tidak ada konflik yang begitu berarti. Endingnya pun sudah bisa ketebak dari awal, untungnya Pia punya gaya menulis yang mengalir sehingga membuatku cukup betah membaca kisahnya. Walau aku berharap Pia bisa menghadirkan kisah yang jauh lebih dieksplor lagi, tidak terkesan memanjang-manjangkan cerita.

Sosok Reksa yang juga berpura-pura sebagai kekasih bayaran pun hanya terkesan lewat saja, tidak ada yang terlalu "wow" dalam novel ini. Padahal sebenarnya sosok Reksa bisa menjadikan novel ini klimaks dan lebih mengena.
Jumat, 13 Februari 2015

[Book Review] Finally You

Judul Buku : Finally You
Penulis : Dian Mariani
Penerbit : Stiletto Book
Tebal : 277 Halaman
Terbit : Juni 2014
Available @bukupedia
Luisa dan Raka, dipersatukan oleh luka.
Luisa yang patah hati setelah ditinggal Hans, memilih menghabiskan waktunya di kantor sampai malam. Bekerja tak kenal lelah. Siapa sangka, ternyata bos di kantornya juga baru putus cinta. Mereka sama-sama mencari pelarian. Mengisi waktu-waktu lengang selepas jam lembur dengan menyusuri jalan-jalan padat ibu kota. Berdua. Membagi luka dan kecewa.

Antara bertahan pada kenangan, atau membiarkan waktu yang menyembuhkan. Baik Luisa ataupun Raka membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya. Hubungan yang dewasa tanpa ungkapan cinta. Mungkin rasa aman dan nyaman bersama kenangan, membuat Luisa dan Raka malas menyesap rasa baru dalam hubungan mereka. 

Namun, bagaimana jika seiring berjalannya waktu, Raka mulai benar-benar jatuh cinta ketika Luisa justru sedang berpikir untuk kembali kepada Hans? Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu.


--------------------------------------
"Relathionship last long not because they're destined to last long. Relationship last long because two brave people made a choice. To keep it, fight for it, and work for it".
Ini tentang kisah Luisa dan Raka, dua orang yang sama-sama baru mengalami patah hati. Awalnya walaupun mereka sekantor, mereka tidak terlalu saling mengenal, tidak lebih sekedar hubungan profesional antara atasan dan bawahan saja, apalagi pekerjaan Luisa tidak terlalu terkait langsung dengan Raka.

Insiden kecil saat mendial number extension telpon malah mendekatkan keduanya. Berujung sebuah tawaran makan malam, berlanjut ke makan malam selanjutnya. Hubungan mereka pun semakin mencair, setelah "office hour" mereka pun sering berjanji untuk menghabiskan waktu sekedar untuk makan malam bersama dan ini mulai menimbulkan desas-desus dan gosip dilingkungan kantor mereka.

Akhirnya, mereka pun jadian. Sayangnya kebahagiaan tak berlangsung lama, konflik pun mulai bergulir ketika orang-orang dari masa lalu datang menggoda. Raka seakan tak kuasa untuk menolak kehadiran Saskia, mantannya yang telah mengkhianati dan memutuskan untuk pergi dari sisinya untuk pria lain. Raka seakan bertekuk lutut dihadapan Saskia karena gejolak nafsu yang sulit terbendung. Saskia pun diatas angin, buatnya kehadiran Luisa sebagai pacar Raka bukanlah penghalang baginya. Mereka sama-sama bebas berhubungan dengan siapa saja.

Hubungan Raka dan Luisa pun diujung tanduk, mereka akhirnya berpisah. Sekalipun Raka tahu ia mulai mencintai Luisa, tetapi dia bukanlah pria yang gampang mengungkapkan perasaannya. Akhirnya, Luisa yang memilih mundur dari kehidupan Raka kembali ke kantor lamanya. Disanalah dia bertemu dengan Hans, pria yang dulu sangat dia cintai namun telah berselingkuh dengan sesama teman kerjanya. Hans yang mengejar-ngejar Luisa membuat Luisa kembali berpikir untuk memberikan kesempatan kedua, tetapi masih ada sedikit keraguan dihatinya.
"Masa lalu nggak penting. Kalaupun penting, nggak sepenting kamu. Kamu lebih penting dari masa lalu kamu."
Bagaimana akhir kisah Raka dan Luisa? Sanggupkah mereka berdamai dengan masa lalu dan merajut kebahagiaan bersama?

Novel ini ringan dan mengalir lancar, tahu-tahu aku sudah dipenghujung cerita. Sayangnya aku masih menemukan beberapa typo sepanjang proses membacanya, untungnya semua itu tidak mengurangi kenikmatan membacaku. Sebagai novel debut, ini sebuah perkenalan yang manis untukku.^^
"Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu."

[Book Review] Akar Hati

Judul Buku : Akar Hati
Penulis : Rosa Amanda Salim
Penerbit : Elex Media
Tebal : 256 Halaman
Terbit : Februari 2014
Available @bukupedia
Lilac
Hatiku hanya sepetak tanah
Ditumbuhi tanaman yang tak akan punah
Namanya cinta sejati
Biarkan ia mengakar di hati
Seandainya hati adalah tanah dan cinta itu tanaman,
ia tumbuh dengan mengakar.
Hingga akhirnya mencengkeram.
Semakin kuat cengkeramannya,
akar dapat meremukkan tanah tempatnya bertumbuh.
Lantai bagaimana kalau tanaman itu dicabut hingga akarnya?
Mati, tentu saja.

Arya
Aku mencintai senyuman yang memuja itu
Sampai kapan aku bisa menikmatinya?
Aku ingin memilikinya seumur hidupku

------------------------------
"Seandainya hati adalah tanah dan cinta itu tanaman, ia tumbuh dengan mengakar."
Ini kisah tentang Arya dan Lilac, dua pasangan yang dipertemukan karena perjodohan keluarga. Sama-sama dengan ikhlas menerima perjodohan itu karena ternyata mereka saling memendam perasaan sejak dibangku sekolah bertahun-tahun yang lalu.

Tapi itu semua tak membuat pernikahan mereka menjadi pernikahan terindah. Mereka tak pernah saling mengungkapkan rasa yang ada. Apalagi Lilac benar-benar tidak yakin kalau Arya mencintainya. Diperparah dengan kehadiran Vita, mantan kekasih Arya yang sama-sama dokter, cantik dan juga menawan membuat Lilac terintimidasi, hanya cemburu dalam diam.

Untung ada sosok Jordan, sahabat masa kecil Lilac yang selalu menemani Lilac menjalani kisah pernikahannya dengan Arya. Sosok Jordan ini 'too good too be true" banget, sosok favoritku banget.^^

Perlahan-lahan hubungan Arya dan Lilac mulai mencair, mereka seperti pasangan pengantin baru umumnya belajar saling mengenal, belajar untuk menerima pasangan masing-masing akhirnya benteng-benteng pertahanan itu pun runtuh. Tapi sayangnya lagi dan lagi ada sosok orang ketiga yang senantiasa mengganggu kenyamanan hubungan mereka. Ditambah dengan kondisi Arya dan Lilac yang tak pernah bisa jujur dengan perasaan mereka sesungguhnya.
Bagaimana akhir kisah Arya dan Lilac?

Ah, sebenarnya jujur aku cukup tertarik dengan ide cerita novel ini. Menarik dan didukung dengan profesi dokter dipasangkan dengan penulis, bagaimana mereka menjembatani perbedaan, kesibukan masing-masing. Aku suka bagaimana penulis membuat sedikit sajak disetiap babnya, tapi sayangnya itu semua tidak bisa mengubah kalau novel ini hancur sehancurnya dari segi teknis.

Novel semenarik apapun jika tidak dikemas dengan baik, tetap saja akan terasa mengganggu. Aku biasanya tidak terlalu mempermasalahkan typo yang menyebar asalkan aku masih bisa menikmati ceritanya, sayangnya novel ini terlalu banyak hingga aku bingung kenapa novel ini bisa lulus sampai cetak.

Ada pertanyaan yang cukup menggelitik, apakah novel ini langsung naik cetak tanpa editing atau bagaimana? Rasanya kalau ada kesalahan dalam proses percetakan tidak mungkin sampai separah ini. Kesalahan berulang yang hampir kutemui sepanjang proses membaca dari awal hingga akhir.

Nama tokoh yang tak jelas, antara Arya dan Kev, aku sampai dibuat pusing sebenarnya penulis ini ingin menggunakan nama Arya atau Kev? Itu baru awalnya.
Belum kesalahan penulisan yang seharusnya papan tulis menjadi ayah tulis, Lilac menjadi Linda dsb, tertukarnya nama yang seharusnya Arya bukan Jordan dan lain-lain yang kalau kusebut satu per satu saking banyaknya.

Aku benar-benar dibuat speechless, sungguh sangat disayangkan cerita yang cukup menarik ini bisa benar-benar dihancurkan dari segi teknis penulisan. Aku berharap jika memang ada kesempatan, penulis bahkan penerbit bisa lebih memperhatikan untuk bisa melakukan proses editing kembali, biar novel ini lebih bisa dinikmati oleh pembaca.
Kamis, 12 Februari 2015

[Book Review] Sirius Secret

Judul Buku : Sirius Secret
Penulis : Dita Safitri
Penerbit : Elex Media
Tebal : 152 Halaman
Terbit : Desember 2014
Available @bukupedia
Setahun setelah kecelakaan, dunia Ayalisse berubah. Layaknya malam yang tidak menemui fajar—segalanya gelap. Hidup, karier, bahkan orang-orang di sekitar Ayalisse. Tapi, siapa sangka, surat-surat dan rekaman-rekaman berisi dongeng yang dikirimkan sosok misterius bernama Sirius perlahan membangkitkan kembali semangat hidupnya.

Tanpa disadari, Sirius menjadi bagian yang sangat penting dalam hidup Ayalisse, melebihi Karel—kekasihnya. Apa yang Ayalisse pikir tampaknya tak selalu sama dengan kenyataan. Ia lupa, di ujung angkasa yang gelap pun ada bintang yang tak terlihat. Ia lupa berprasangka, di dunia ini ada kebaikan yang tak tulus. Pertemuan dengan Sirius membuktikan semua itu. Ada rahasia yang tersembunyi bertahun-tahun dan akhirnya membuat Ayalisse semakin terpuruk. Juga membuat Ayalisse menyerah pada cinta yang bahkan belum sempat dia katakan. Pada pria itu. Pada Sang Sirius.


-------------------------------

“Kadang melepaskan adalah cara terbaik untuk tidak membuat orang lain terluka lebih dalam lagi.”
Ini tentang kisah Ayalisse, kecelakaan maut yang terjadi mengubah hidupnya. Hidupnya tak sama lagi. Tak ada lagi Ayalisse yang dulu, kecelakaan itu seakan menjadi mimpi buruk terpanjang baginya. Kecelakaan itu menjadikan karir keartisannya yang baru bersinar langsung meredup, semua yang tersisa hanya gelap dan gelap saja.

Hingga datanglah sosok Sirius, dengan kartu pos, surat dan rekaman-rekaman dongengnya yang perlahan-lahan mampu membangkitkan lagi harapan dan semangat hidup Ayalisse. Ayalisse menjadi terobsesi dengan sosok Sirius, melebihi kekasihnya sendiri, Karel.

Kecelakaan maut itu ternyata juga melunturkan rasa dihati keduanya, sosok Dre sebagai perawat pribadinya perlahan-lahan malah merebut hati Karel. Dan tanpa sepengetahuan Aya, mereka berdua menjalin hubungan.

Kemudian, sosok Sirius itu hadir kembali dan lebih dekat langsung kepada Ayalisse. Sirius ternyata punya motif tersembunyi melakukan aksinya itu, bukan sekedar penggemar rahasia tapi lebih kepada upaya balas dendam.

Bagaimana akhir kisah Ayalisse?

Novel ini sangat ringan, cukup beberapa jam saja aku sudah bisa menamatkannya. Tidak ada yang terlalu istimewa, gaya menulis yang cukup mengalir membuatku betah membaca hingga akhir. Walau memang alur yang coba disajikan rasanya terlalu cepat, klimaks ketika sosok Sirius sebenarnya dan alasannya terungkap juga kurang begitu "nendang"...
Rabu, 11 Februari 2015

[Book Review] Eiffel, Tolong

Judul Buku : Eiffel, Tolong
Penulis : Clio Freya
Penerbit : GPU
Tebal : 343 Halaman
Terbit : Maret 2009
Siapa sih yang nggak bakalan melonjak-lonjak kegirangan kalau ditawari liburan musim panas di Paris tanpa orangtua selama dua minggu?

Itu juga yang dilakukan Fay Regina Wiranata--yang baru saja naik ke kelas 3 SMA--ketika orangtuanya memberitahukan bahwa dia sudah didaftarkan kursus bahasa Prancis selama dua minggu di Paris.
Namun, setelah menginjakkan kaki di kota Paris, kegembiraan Fay berubah seketika; ia diculik oleh seorang pria yang memintanya berpura-pura menjadi seorang gadis Malaysia bernama Seena. Sejak itu, Fay menjalani kehidupan ganda selama dua minggu: kursus bahasa pada pagi hari dan latihan menjadi Seena pada sore hari.


Masalah mulai muncul ketika Fay jatuh cinta pada Kent, seorang pemuda asal Inggris yang juga keponakan si penculik. Hidup Fay juga makin runyam ketika muncul Reno, teman kursusnya yang secara terang-terangan menentang hubungannya dengan Kent.
Seperti apa hubungan Fay dengan Kent? Apa yang terjadi saat Fay melakukan tugasnya berperan sebagai Seena? Apa sebenarnya yang diinginkan oleh penculiknya?

----------------------------

Novel ini mengisahkan tentang Fay, gadis SMA yang biasa-biasa saja. Hidupnya awalnya menyenangkan, hingga sedikit keberuntungan membawanya ke Paris, ke kota asing yang belum pernah dia kunjungin. Dan itupun SENDIRIAN. Awalnya, Fay sudah mulai mencari tahu seluk beluk dan menyusun rencana selama kursus bahasa 2 minggunya di Paris. Tetapi semua rencananya itu buyar seketika dan berubah drastis. Hidupnya tak sama lagi...

Alih-alih Fay bisa mengeksplorasi Paris dengan bebas, hidupnya berubah 180 derajat. Fay diculik. Ya DICULIK oleh sebuah organisasi agen rahasia COU. Hal yang mungkin benar-benar mustahil. Andaikata itu mimpi buruk, mungkin Fay bisa tidur dengan nyenyak, tapi ini benar-benar nyata dan dimulailah segala kerumitan itu.

Dengan terpaksa, Fay harus menjalani 2 kegiatan sekaligus, pagi mengikuti kursus bahasa Perancis seperti rencana awalnya dan sore hari Fay harus mengikuti pelatihan khusus sebagai agen rahasia oleh seseorang bernama ANDREW. Andrew benar-benar tidak kenal kata "TIDAK", semua harus sesuai dengan rencananya. Fay benar-benar dilatih dengan keras, bahkan cenderung kasar. Tidak peduli dia wanita sekalipun. Dalam otak Andrew hanya membuat Fay layak menyamar sebagai Seena, gadis Malaysia yang akan dia gantikan perannya.

Dimulailah latihan demi latihan untuk menempa fisik dan mental Fay demi menjadi seorang Seena. Fay harus berjuang menyesuaikan dirinya dan nyawalah taruhannya. Fay tidak bisa menolak sama sekali.

Untunglah ada sosok Kent dan Reno, 2 agen rahasia juga yang bertugas untuk menjamin Fay bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan sesuai yang direncanakan. Tapi yang tak dapat dicegah, Kent dan Fay malah saling tertarik, bahkan Reno pun menggunakan perasaan selama melaksanakan tugasnya. Sosok Fay mengingatkan Reno akan Maria, adik satu-satunya yang telah meninggal.

Andrew tidak tinggal diam. Baginya melibatkan perasaan sama saja akan membuat tugasnya menjadi tidak sama lagi. Karena sifatnya yang menantang bahkan mempertaruhkan nyawa.

Bagaimana akhir kisah Fay?

Ini novel pertama dari trilogi Fay's Adeventure, jadi buku pertama ini masih menceritakan mengenai kisah Fay hingga perannya sebagai agen rahasia yang "terpaksa" karena keadaan. Sebagai pembaca aku dibuat gregetan, tegang dan perasaanku naik turun selama membaca novel ini.

Perkenalan yang cukup manis dan menarik, penulis mampu meramu kisahnya dengan baik, walau memang awalnya akan terasa sedikit bosan tapi makin lama aku semakin larut dengan ceritanya.

Kalau kamu membayangkan ini kisah romansa biasa, BUKAN...Kisah romansa tidak terlalu dikedepankan dalam novel ini, malah tentang agen rahasia itu titik sentral dari novel ini. Gak sabar untuk membaca buku ke2 dan ke3nya ^^
Senin, 09 Februari 2015

[Book Review] Picture Perfect

Judul Buku : Picture Perfect
Penulis : Pradnya Paramitha
Penerbit : Plotpoint
Tebal : 284 Halaman
Terbit : Juli 2013
Available @bukupedia
Pelukis satu itu tak seperti umumnya pelukis yang pernah dikenal Sadina. Tubuhnya kurus tapi tak kerempeng. Kulitnya bersih. Rambut ikalnya sedikit panjang namun tak berantakan. Penampilannya segar dan sedap dipandang. Tapi tak hanya itu yang membuat sosok Andi Samandjaya begitu berbeda bagi Sadina. Andi juga mantan aktivis antikoruptor garis keras.

Saat ini hidup Sadina seolah sedang dijungkirbalikkan oleh fakta bahwa ayahnya masuk penjara karena korupsi. Untuk meringankan beban tanggung jawab ibunya, Sadina bekerja sebagai reporter freelance di sebuah majalah. Salah satu tugasnya adalah mewawancarai Andi Samandjaya, pelukis muda yang sedang menanjak kariernya. Perjumpaan itu membuat Sadina mengubah pandangannya tentang dunia seni yang selama ini asing baginya.

Namun ketika cinta mulai hadir, apakah Sadina siap mengungkapkan bahwa dirinya adalah anak koruptor? Sebab, kesungguhan perasaan Andi terhadap Sadina justru menciptakan kerumitan baru dalam hidup Sadina, yang sedang berjuang dengan segala tantangan tanpa kemewahan dan kemudahan yang dulu dimiliki olehnya.

--------------------------

Novel ini sederhana dari segi cerita tapi begitu sarat makna tentang kehidupan. Bahwa apa yang kita jalanin bisa saja berubah sedetik kemudian tergantung skenario yang diatas.

Ini tentang kisah Sadina Andjani Harries. Hidupnya awalnya sempurna, kaya, cantik, menarik dan bisa mendapatkan apa saja yang diinginkan dalam hidup. Kemudian musibah itu datang mengubah hidupnya 180 derajat.

Papa Sadina, Effendi Harries yang divonis bersalah karena korupsi harus menjalani hukumannya dan itu berdampak kepada seluruh aset kekayaannya disita oleh negara. Sadina dan mamanya harus menelan kenyataan pahit, semua harta yang mereka miliki sudah bukan lagi menjadi miliknya. Rumah, mobil dan semuanya menjadi kekuasaan negara. Yang tersisa hanyalah rumah tipe 21 yang sudah lama sekali tidak dihuni.

Awalnya Sadina tidak bisa menerima kehidupan barunya, Sadina menolak untuk bertemu dengan papanya hingga tidak mau melanjutkan kuliahnya lagi. Tapi melihat kegigihan mamanya yang sudah tidak muda lagi, akhirnya Sadina pun harus berpikir ulang untuk mencari pekerjaan.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sadina bisa mendapatkan pekerjaan di sebuah majalah berkat bantuan sepupunya, Virga. Dan berawal dari pekerjaannya itulah dia bertemu dengan sosok Andi Samandjaya yang mengubah hidupnya.

Awalnya Sadina dan Andi berhubungan secara profesional. Malah awalnya Andi sangat terganggu dengan Sadina yang memberikan kesan awal kurang menyenangkan baginya, telat hampir 40menit disaat ingin mewawancarainya. Dan itu berefek ke pertemuan-pertemuan berikutnya.

Namun, perlahan-lahan hubungan mereka mencair. Walau tak terkatakan, mereka saling nyaman satu sama lain. Tapi Sadina belajar banyak hal, Sadina terlalu takut mengakui perasaannya terhadap Andi. Begitupun Andi, tidak pernah mengatakannya langsung.

Hidup Andi sebagai seniman pun benar-benar bukan seperti seniman pada umumnya. Walau Andi masih juga digambarkan sebagai seseorang yang "bebas" dan "tidak ingin terikat". Hingga dia bertemu dengan Sadina, dan mengubah pandangannya itu.

Bagaimana akhir kisah hidup Sadina? 


Membaca cerita ini mengalir lancar, ringan dan mudah ketebak. Gaya menulis yang mengalir lancar walau memang masih ada typo disana sini sepanjang proses membacanya, sama sekali tidak mengganggu dan aku masih tetap bisa menikmati kisah ini. Tak ada yang berlebihan,dan aku cukup salut dengan sosok Sadina yang bisa survive dan berusaha untuk kerja keras. Nice story =)

[Book Review] Riana

Judul Buku : Riana: I'm the Other Woman
Penulis : Fifi Mardhi
Penerbit : GPU
Tebal : 176 Halaman
Terbit : Februari 2015
NIEN:
Nien tidak membalas pagutan bibir Sam, pun tidak menolaknya. Nien hanya diam. Membayangkan Lena. Membayangkan pipinya yang merona setiap membicarakan Sam. Membayangkan matanya mencuri-curi pandang ke arah Sam.

NA:
“Brain is the sexiest part of a man’s body. And you have a brain, Sir, one of the best among all.” Na menyebutkan itu sambil mengerling manja pada Lukman. Hanya jam terbang Lukman yang tinggi dalam menghadapi perempuan yang membantunya tidak tersedak mendengar pernyataan seintimidatif itu.

RIE:
Jujur, sebenarnya aku lebih menikmati pembicaraan kami via Yahoo! Messenger. Di dunia maya aku bebas mendeskripsikan mimik dan wajah Adit sesukanya. Dan kalau suatu saat aku mati gaya, pembicaraan bisa ditunda dengan alasan ketiduran, ada telepon masuk, atau sinyal yang sedang tidak bersahabat.

RIA:
Yang terbayang dalam pelupuk mata Ria hanyalah Bagas. Bagas yang tidak ganteng. Bagas yang tidak gaul. Bagas yang gendut. Bagas yang aneh. Bagas yang nerd. Bagas yang menorehkan nyaman dan tidak mau pergi dari pikiran Ria.

AYA:
Aku menatap laki-laki di hadapanku dengan saksama. Mencari-cari keindahan di wajahnya, menganalisis seberapa tinggi tingkat keenakannya untuk dilihat, dan berharap ada hal yang cukup bagus untuk menjelaskan kegemaranku pada lelaki ini. Tidak Ada.

Namaku Riana. Aku mengenal mereka semua.


-----------------------

"Being the other woman is just like a curse to me."
Ini tentang kisah Nien, Na, Rie, Ria dan Aya...

5 pribadi yang punya 1 kesamaan, tidak beruntung dalam urusan percintaan. Padahal punya tampang menarik dan karir yang menjanjikan. Sayangnya yang mendekat malah para pria yang seharusnya dihindari, pria-pria terlarang yang sudah terikat hubungan dengan yang lain.

Ini tentang Nien, penyiar baru yang ingin menjodohkan sahabatnya Lena. Namun, ternyata Sam yang ingin dijodohkannya malah jatuh cinta kepadanya. Nien yang tidak punya perasaan yang sama malah memutuskan untuk pergi dan menjauh.

Ini tentang Na, karirnya yang sedang menanjak malah membuat Lukman jatuh cinta. Pria paruh baya yang pantas untuk menjadi ayahnya sendiri. Pria yang jatuh cinta setengah mati kepadanya, sayangnya bagi Na, Lukman hanyalah selingan sementara.

Ini tentang Rie, Rie yang kesepian dan butuh perhatian dari seorang pria. Kemudian muncul Adit, teman sekolahnya dulu yang menemani dan membanjirinya dengan perhatian. Tapi buat Rie, Adit hanyalah teman biasa, teman curhat tidak ada perasaan khusus kepadanya. Dan ketika Rie tahu Adit ternyata sudah berkeluarga bukanlah hal yang susah untuk melepasnya.

Ini tentang Ria, perjumpaannya dengan Bagas memercikkan harapan untuk pria terakhir sebagai pelabuhan cintanya. Sosok Bagas yang biasa, yang jauh dari pria impiannya. Sayangnya keberuntungan pun belum berpihak, Bagas telah bertunangan dengan wanita lain dan bukan dirinya...

Ini tentang Aya, kedekatannya dengan Teddy layaknya candu. Walau Teddy bukanlah seseorang yang masuk dalam kategori pria impianya. Tapi Aya selalu tahu, Teddy tak akan pernah menjadi miliknya karena Teddy telah terikat dengan yang lain.

Ah, bagaimana bisa 5 orang punya masalah yang sama? Tak beruntung dalam urusan percintaan. Entah kenapa panah cupid salah dalam mendeteksi signal pria single, malah yang terkena pria-pria yang sudah terikat.

Membaca novel setebal 176 halaman ini menarik, ringan dan tidak membosankan. Penulis bisa meramu ceritanya dengan baik dan mengalir.

Aku bisa merasakan setiap perpindahan karakter dari Nien, Na, Rie, Ria dan Aya tentang cintanya yang salah berlabuh. Bagaimana mereka menyikapi permasalahan itu. Ditutup dengan twist yang sudah sejak awal kuduga dan kutebak tapi sama sekali tidak mengurangi kenikmatanku membacanya.
Sabtu, 07 Februari 2015

[Book Review] Guilty Pleasure

Judul Buku : Guilty Pleasure
Penulis : Christian Simamora
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 410 Halaman
BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA.
MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI.


Dear pembaca,
Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini cara paling pas untuk mempertemukan Julien dan Devika, mengingat keduanya berasal dari dua dunia yang sama sekali berbeda.

Guilty Pleasure adalah sebuah cerita cinta, yang tentu saja terasa sangat sederhana kalau dibandingkan dengan rumitnya hubungan percintaan di dunia nyata. Novel ini bercerita tentang keraguan; bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?

Bolehkah aku bertanya sekarang, apakah bacaan yang seperti ini yang sedang kamu cari? Kalau benar begitu, aku bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa...

selamat jatuh cinta.

-------------------

Bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?
Bang Christian kembali dengan novel terbarunya "Guilty Pleasure", masih dengan gaya nulisnya yang blak-blakan aku dibuat larut dengan kisahnya. Seperti buku sebelumnya, buku ini tidak kurekomendasikan untuk kamu yang masih dibawah 17+ ya, karena ada adegan-adegan kipasnya^^

Guilty Pleasure diawali dengan sebuah adegan paling klise seperti di sinopsisnya, yaitu sebuah tabrakan yang mempertemukan Julien dan Devika. Tabrakan yang membawa mereka ke pertemuan demi pertemuan berikutnya.

Devika dikenal sebagai seorang aktris yang terkenal dengan peran antagonisnya, sedangkan Julien adalah seorang pengusaha buah. Ya, berawal dari sebuah tabrakan timbullah benih-benih cinta. Julien sudah sejak awal tertarik terhadap Devika yang mengingatkannya dengan seseorang di masa lalu, tetapi berbeda dengan Devika yang sejak awal menganggap Julien sebagai om-om. Ya, Julien ternyata sosok pria matang berusia 40 tahun.

Diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga, sebagai pembaca aku bisa menyelami apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh Devika dan Julien, bagaimana mereka menyikapi perbedaan yang ada. Rentang usia yang cukup jauh bukanlah penghalang keduanya untuk dekat. Apalagi sosok Julien yang digambarkan sebagai pria matang, sukses dan tentunya tampan, terlalu sulit untuk ditolak.^^

Devika dan Julien pun semakin dekat apalagi sejak pertemuan Devika dengan mantan kekasihnya, Heze. Devika pun mulai membuka diri terhadap Julien. Sayangnya Julien tahu semuanya tentang Devika, sebaliknya Devika tidak pernah benar-benar tahu mengenai Julien yang masih setia melajang di usianya yang sudah cukup matang untuk menikah itu. Ada sesuatu yang mengganjal di hati Devika, yang membuatnya ragu untuk melangkah lebih jauh...

Hingga hari itu, Devika mengetahui mengenai masa lalu Julien, mengenai Julien yang belum bisa move-on dari masa lalunya. Bagaimana akhir kisah Julien dan Devika?

Ah, tentunya sebagai pembaca aku bisa menebak akhir kisah ini. Tetapi Bang Chris begitu pandai merajut jalinan ceritanya menjadikan ceritanya begitu menarik sehingga aku terus membaca dan membaca. Seperti novel-novel JBoyFriend lainnya, novel ini pun masih bertaburan istilah fashion yang lumayan banyak dan tentunya adegan-adegan dewasanya.

Gak sabar untuk membaca karya lainnya...
Jumat, 06 Februari 2015

[Book Review] Dua Masa di Mata Fe

Judul Buku : Dua Masa di Mata Fe
Penulis : Dyah Prameswarie
Penerbit : Moka Media
Tebal : 224 Halaman
Terbit : Agustus 2014
Mei 1998, masa ketika aku genap berusia 21 tahun. Usia yang matang memang, apalagi untuk memahami kenapa api tiba-tiba datang membakar harapan dan kebahagiaan. Teriakan dan bau penderitaan itu, aku tak ingin membahasnya. Namun, satu hal, aku hanya ingin sejarah tak meminta waktu untuk mengulang kejadian yang sama. Seperti cinta dan rasa sakit.

Tapi, apa yang bisa kulakukan ketika waktu punya kuasa penuh untuk menentukan takdir? Saat anakku tiba-tiba menjadi diriku, mengalami hal yang sama, dan jatuh cinta pada orang yang berbeda warna kulit, mata, dan keyakinannya. Aku tak punya kekuatan. Namun, satu yang pasti, cerita ini membutuhkan akhir.

--------------------------

"Kompas hati tidak pernah keliru dan selalu menunjukkan belahan hati kita dengan tepat."

Ini kisah tentang Fe, seorang wanita Tionghoa yang mempunyai putri beranjak dewasa bernama Christie. Di hari specialnya, Christie mengundang teman-teman terdekatnya, salah satunya bernama Fathir. Entah kenapa sejak awal melihat Fathir, Fe menampakkan ketidaksetujuan bahkan terkesan "melarang" Christie untuk mengenal lebih dekat sosok Fathir. Ternyata ada alasan di balik itu.

Melihat Fathir, seakan membuka kisah masa lalu Fe. Masa lalunya yang pahit bertahun-tahun lalu. Sosok Fathir mengingatkannya akan sosok Raish, seorang pria yang dulu pernah begitu sangat dekat dengannya.

Layaknya kotak pandora, kehadiran Fathir membuat Fe mengenang kembali kisah perjumpaannya dengan Raish dan sejuta kenangan tentang kerusuhan Mei 1998 yang membuatnya kehilangan semuanya.

Sebagai pembaca, aku diajak Fe untuk mengenang kisah kerusuhan yang merenggut keluarganya, membuatnya menjadi yatim piatu. Suasana yang cukup mencekam dihadirkan, menjadi minoritas kala itu merupakan tantangan terberat bagi Fe dan keluarganya. Melihat rumahnya terbakar dan keluarganya dibunuh didepan matanya meninggalkan trauma yang sangat mendalam.

Untungnya Fe berhasil selamat saat kerusuhan itu, karena dia berhasil bersembunyi di bagasi mobilnya. Tapi itu tetap saja menjadi trauma berat untuknya. Hingga kemudian dia bertemu dengan sosok Raish, seorang pria yang awalnya dipikirnya sebagai malaikat penolongnya tetapi ternyata tak lebih dari salah seorang tersangka.

Fe perlahan-lahan mulai merasa nyaman dengan kehadiran Raish. Perjalanan dan interaksi mereka berdua dalam pelariannya hingga proses pengantaran Fe ke Surabaya untuk bertemu dengan keluarga ayahnya menumbuhkan bunga-bunga cinta bermekaran. Dan ketika rahasia Raish pun terkuak, apa yang terjadi????

Membaca novel ini menarik, aku begitu menikmati proses membaca novel ini. Aku seakan melihat sendiri proses kerusuhan Mei 1998 bersama kisah Fe. Kerusuhan yang begitu mencekam dan meninggalkan trauma dimana-mana khususnya kaum minoritas seperti Fe.

Sayangnya hingga akhir, aku amat sangat tidak puas dengan endingnya. Rasanya terlalu anti-klimaks, masih ada yang seakan "menggantung" dalam kisah Fe ini. Yang baru kuketahui memang sengaja disimpan oleh penulis dan dibiarkan berakhir seperti ini...

Plotnya mengalir lancar, sayangnya bagian konflik batin terkait Christie dan pasca perpisahan Fe dan Raish itu kurang dieksplor lebih jauh. Novel ini malah lebih menekankan kisah flashback kehidupan Fe saat kerusuhan Mei 1998.

Masih sering ditemui typo dan sedikit kejanggalan saat Fe dan Raish mencari alamat opa dan omanya, seharusnya itu alamat baru yang didapatkan, bukan alamat yang dikasih oleh Koh Asen, ayahnya Fe.

Overall, 3 bintang kusematkan untuk kisah hidup Fe...
Kamis, 05 Februari 2015

[Book Review] Kania

Judul Buku : Kania
Penulis : Hapsari Hanggarini
Penerbit : Moka Media
Tebal : 304 halaman
Aku yakin setiap orang pernah mengunjungi tempat yang membuatnya tak ingin kembali atau bahkan tak ingin mendengar namanya. Bukan karena tak istimewa, lingkungannya kumuh, atau makanannya tak lezat, tapi karena ia bisa menemukan dirinya yang lama di tempat itu. Seperti ibuku, yang tiba-tiba tak menyukai Yogya.

Aku lahir dan dibesarkan dalam budaya Sunda. Tingkah laku, sifat, peran, hingga kepribadianku pun diatur dalam norma-norma. Meski begitu, orangtuaku tak pernah mengajarkan untuk membenci apalagi memusuhi suku lain. Maka, aku heran ketika ibuku tiba-tiba menangis saat kakakku memutuskan untuk menikah dengan seorang Jawa. Ia pun hanya terdiam ketika aku menyebutkan seorang yang aku cinta, juga seorang Jawa.

Aku bertanya padanya, kenapa? Tapi dia tak menjawab. Sampai akhirnya, di Ketapang aku mendapatkan alasannya. Dan setelah itu aku berpikir, wajar jika ibuku menangis.

-----------------------------
”Kata orang kalau cinta itu kadang enggak memerlukan alasan. Aku percaya, dan itu kurasakan sejak awal. Tiba-tiba saja seperti ada bunyi “TRING” atau “KLIK” seolah pertanda aku mulai mencintai dia. Kemudian, pelan-pelan datang berpuluh alasan yang menguatkan rasa itu.”
Ini kisah Kania, wanita yang sedang jatuh cinta. Tidak ada yang salah sesungguhnya, yang salah hanya Kania mencintai pria yang sebaiknya dihindari untuk dicintai. Entah kenapa lagi dan lagi Kania harus memendam rasanya. Yang pertama Kania jatuh cinta terhadap Agus, sahabat sekaligus rekan kerjanya. Tapi karena alasan sebuah janji Kania pun harus berusaha melupakan.

Hingga suatu hari perjalanan dinasnya ke Yogyakarta, mempertemukannya dengan Danang, pria Jawa yang awalnya dingin dan terkesan ketus yang kebetulan menjadi kliennya. Kania tak pernah menyangka kalau pertemuan itu akan menjadi pertemuan-pertemuan selanjutnya, Kania dan Danang pun semakin dekat dan bunga-bunga cinta pun perlahan mulai tumbuh di hatinya.

Dan ketika Danang mulai menunjukkan keseriusannya, Kania pun menjadi dilema dan ragu. Karena Kania tahu, Amih ibunya akan menolak Danang. Kania tak pernah menyangka, Amihnya yang penyayang bisa berubah menjadi seseorang yang sangat keras kepala jika menyangkut suku Jawa, hal yang mustahil sekali dibayangkan. Kania tak pernah tahu ada rahasia besar dibalik sikap Amih itu.

Amih malah makin gencar menjodohkannya dengan Agus, sahabat yang juga menjadi cinta rahasianya. Bagaimana akhir kisah Kania? Kepada siapa hatinya akan berlabuh? Temukan jawabnya dalam novel ini.

Sebenarnya tema yang diangkat sudah biasa, tetapi penulis mampu meramu cinta dengan latar belakang budaya yang berbeda dengan mengalir. Membuatku betah untuk membacanya. Chemistry para tokoh juga begitu terasa, terutama Kania dan Amih, aku bisa merasakan kasih sayang Amih kepada Kania. Aku suka sekali part Kania menulis diary tentang perasaannya sesungguhnya, begitu menyentuh. Nice story =)

”Siapa bisa menentang takdir? Cinta itu bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja?”
Rabu, 04 Februari 2015

[Book Review] Miraculin

Judul Buku : Miraculin
Penulis : Didi Almeyda
Penerbit : GPU
Tebal : 182 Halaman
Terbit : Maret 2014
Available @bukupedia
Miraculin, gadis yang namanya diambil dari buah ajaib yang mengandung zat yang mampu mengubah rasa asam menjadi manis. Hidup Mira pun manis, penuh cinta, sampai datangnya Bara, api yang berkobar dalam pikiran dan hati Mira.

Cara berpikir Mira yang tidak seperti gadis kebanyakan, pasti membuat penasaran. Akankah mereka menemukan jalan ke hati masing-masing?

-----------------------
"Hidup kita selalu berjalan seperti seharusnya, dan begitu-begitu saja. Kitalah yang suka menambahkan drama. Drama yang nggak perlu, menurutku."- Mira
Ini tentang kisah Miraculin, gadis yang namanya diambil dari buah ajaib yang mengandung zat yang mampu mengubah rasa asam menjadi manis. Seperti namanya, kehadiran Mira itu selalu membuat semua situasi menjadi "manis" sekalipun pahit.
Benar-benar dibuat takjub dengan sosok Mira yang sangat "positif" dalam melewati liku-liku perjalanan hidupnya.

Novel ini begitu sederhana, ringan dan mengalir lancar. Tidak ada konflik yang mungkin terlalu wah dalam novel ini, tapi penulis membuat karakter Miraculin yang begitu unik, yang membuatku merasa "tertampar" berulang-ulang dengan filosofi hidupnya.

Kehidupannya terasa berjalan seperti biasa, karirnya mulus hingga saat melakukan penelitian di Padang, tepatnya Bukit Tinggi, Mira bertemu dengan sosok Bara. Sosok dengan kepribadiannya yang berbeda dengan dirinya. Bersama Bara, mereka melewati hari yang penuh dengan asam manis cinta. Kadang-kadang Bara agak tidak sepaham dengan pandangan hidup Mira yang "terlalu baik" kepada semua orang. Ya, mereka saling melengkapi. 

"Bara, kita hidup di dunia dengan jutaan orang, jutaan kepribadian. Masing-masing orang diciptakan unik, berbeda satu sama lain. Apa yang menurut kamu jahat, salah, belum tentu begitu juga buat orang lain."
"Bara, hiduplah dengan sederhana. Apapun yang sedang terjadi, apapun yang sedang kamu hadapi, make it simple."
Ya, seperti itulah Mira yang selalu ramah, baik hati dan sangat positif dalam hidup. Segala permasalahan selalu dianggap biasa...Benar-benar unik, berbeda dari wanita yang sering dikencani Bara. Itu yang membuat Bara tertarik dan jatuh cinta.

Mira yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, kadang-kadang membuat Bara merasa cemburu dan tersisih. Kemudian hadir kembali mantan pacarnya, membuat Bara menjadi "dilema". Bagaimana akhir kisah hidup Miraculin?

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menamatkan novel ini. Novel ini sederhana tapi begitu sarat mana tentang kehidupan. Bersama kehidupan Mira, aku belajar banyak tentang kebahagiaan. Kebahagiaan yang bisa tercipta hanya dengan membahagiakan orang lain. Nice story =)
Selasa, 03 Februari 2015

[Book Review] X : Kenangan yang Berpulang

Judul Buku : X, Kenangan yang Berpulang
Penulis : Devania Annesya
Penerbit : Grasindo
Tebal : 280 Halaman
Terbit : Februari 2014
Andra menengadah dan ia menggunakan tatapan mata teduhnya untuk melunakkan hati Ariel. “Aku hanya baru sadar kalau aku begitu mencintaimu dan tidak bisa melepaskanmu.”

“Kau tahu kan aku tidak percaya cinta? Jadi jangan gunakan alasan itu.” balas Ariel ketus.

“Aku membutuhkanmu.”

Ariel mengatupkan rahangnya erat-erat. “Lalu kau di mana saat aku membutuhkanmu?”

Tujuh tahun sejak terakhir Ariel Narinta bertemu dengan Andra Anggara – pria cinta pertamanya. Ariel sudah hampir bisa menjalani hidupnya dengan normal. Ia sudah baik-baik saja.

Namun laki-laki itu kembali muncul dalam hidup Ariel, sebagai atasannya. Ia muncul dan memaksanya kembali menoleh ke belakang. Kembali menatap kenangan yang sangat ingin ia lupakan.

Bagi Ariel, Andra adalah pelajaran terpahit dalam hidupnya. Darinya, Ariel belajar untuk tidak pernah mempercayai siapapun. Tuhan sekalipun.

--------------------

Ini tentang kisah Ariel dan Andra.Mereka datang dari keluarga yang berbeda, namun bisa saling melengkapi bahkan jatuh cinta. Andra yang datang dari keluarga kaya raya dan bisa mendapatkan semua yang dia inginkan. Sosok Andra digambarkan sebagai pria yang sempurna, tampan, kaya raya dan punya hati bagaikan malaikat. Sedangkan Ariel, gadis yang menarik, pekerja keras dan selalu serius dalam hal apapun. Perpaduan yang luar biasa, mereka berdua saling melengkapi. Karena hanya pada Ariel lah, ada sisi lain Andra yang bisa terkuak.

Awalnya semua terasa menyenangkan, hidup mereka begitu bahagia, hingga musibah itu datang merenggut semua kebahagiaan Ariel. Membuat dia menjadi pribadi yang berbeda, bahkan tidak percaya lagi terhadap CINTA apalagi TUHAN. Sejak hari itu, Ariel kehilangan semuanya, kehilangan dirinya yang dulu, kehilangan sahabatnya bahkan harus kehilangan ANDRA, sesuatu yang sangat dan sangat tidak ingin dia lakukan.

”Kau membuatku percaya bahwa keajaiban itu ada. Kau membuatku merasa bahwa tidak ada salahnya menulis puisi cinta dan menyimpannya dalam botol kaca. Aku datang hanya untuk mengatakan itu. Karena selanjutnya, aku akan selalu membencimu di sisa hidupku.”
Ariel pun tidak menyerah, dia mulai membangun kembali keping-keping kehidupannya yang tersisa. Disini, aku salut Ariel tetap bisa survive dengan kehidupannya walau Ariel harus banyak menerima guncingan orang.

7tahun kemudian, takdir berkata lain. Ariel yang baru saja kehilangan pekerjaan dengan senang hati menerima tawaran pekerjaan dari Ninna, sahabatnya. Yang tak disangkanya, Ariel akan bertemu dengan Andra kembali, sang mantan yang sangat dibenci sekaligus sangat dicintai dan dirindukannya.

Andra yang selama ini merasa menyesal dan selalu dihantui mimpi buruk pun, berusaha untuk memikat hati Ariel lagi. Segala cara dilakukannya, hingga akhirnya mereka pun menikah. Kupikir sampai disini, mereka akan baik-baik saja. Tapi disaat Ariel sudah mulai memaafkan dan menerima semua kejadian di masa lalu, sekali lagi Tuhan mencobanya...Andra direnggut oleh kecelakaan...
Gimana akhir kisah Andra dan Ariel???

Ah, membaca novel ini sungguh menarik. Diceritakan dengan gaya menulis yang cukup mengalir. Kita akan diajak untuk menemani Ariel melalui fase kehidupannya setelah ditinggal Andra, juga diselingin kisah flashbacknya saat jatuh cinta bersama Andra.

Membaca novel ini perasaanku campur aduk, gregetan, terharu, tertawa hingga bisa tersenyum lega. Penulis meramu kisahnya dengan baik sehingga aku bisa benar-benar menikmati novel ini...

Novel ini kurekomendasikan untuk kamu penyuka novel romance yang mampu mengaduk emosimu.^^

“Ada sesuatu yang tak pernah berakhir meski telah terhenti. Sesuatu itu disebut kenangan, yang membuat Andra kembali mencarimu setelah tujuh tahun. Dan yang membuatmu kembali lagi saat ini… adalah bentuk lain dari kenangan. Pada akhirnya, semua manusia akan kembali pada orang yang dicintainya dan tak bisa lari lagi.”
Minggu, 01 Februari 2015

[Book Review] Yang Tak Terlupakan

Judul Buku : Yang Tak Terlupakan
Penulis : Rini Zabirudin
Penerbit : GPU
Tebal : 344 Halaman
Terbit : Mei 2013
Cinta pertama tidak pernah mati. Mungkin itulah kalimat yang cocok untuk melukiskan keadaan Mel saat ini. Meskipun telah ada seorang pria dengan predikat nyaris sempurna di sisinya, jauh di dalam hatinya nama Elang tetap terukir.

Setelah bertahun-tahun hidup selibat, Elang tidak berharap lagi untuk bisa menemukan sebentuk cinta. Dia bahkan sudah berhenti mencarinya! Elang sadar sepenuhnya bahwa hidup yang dia jalani sekarang bukanlah jenis hidup yang bisa melibatkan cinta.

Ketika takdir mempertemukan mereka, mampukah Mel dan Elang mengumpulkan kembali serpihan-serpihan hati yang dulu pernah mereka patahkan? Ataukah mereka harus menyerah saat nyawa menjadi taruhan masa depan mereka?

---------------------

"Dunia memiliki dua sisi berbeda. Jika salah satu sisinya malam, maka sisi lainnya adalah siang. Memang berbeda, tapi bukan terpisah, kedua sisi tersebut memang saling melengkapi."
Novel ini sebenarnya menarik tentang cinta yang tak pernah mati dan tak pernah dilupakan. Tapi karena terlalu banyaknya informasi yang dipaparkan, aku menjadi tidak begitu menikmati kisah ini.

Ini tentang kisah Mel-Elang, sepasang kekasih yang begitu saling mencintai. Namun, karena satu dan lain hal mereka terpaksa berpisah. Perpisahan ini menimbulkan rasa sakit dan patah hati yang mendalam di hati Mel. Walau tahun berganti dan telah ada sosok Aji dalam kehidupannya, sosok Elang tidak pernah pergi dan selalu punya tempat khusus dihati Mel.

Hingga suatu hari, Mel melihat suatu kejadian yang membuatnya terjebak dan menjadi buronan orang-orang jahat. Yang Mel tidak menyangka, sosok yang menyelamatkannya itu sosok yang begitu tak ingin diingatnya tetapi juga sangat dirindukannya, Elang.

Mel pun dibawa ke rumah Elang dan menjadi tawanannya. Tapi Mel dibiarkan untuk hidup bebas tapi dibawah pengawasan Elang. Dari sanalah, Mel akhirnya tahu tentang kehidupan Elang yang sesungguhnya, yang membuat mereka harus berpisah.

Pekerjaan Elang yang begitu berbahaya untuk nyawanya dan orang-orang terdekatnya.

Mel pun menjadi dilema dengan perasaannya terhadap Elang, apalagi Mel masih terikat hubungan dengan Aji. Hingga hari itu, Mel malah diculik oleh musuh Elang dan menempatkannya dalam situasi antara hidup atau mati.

Bagaimana akhir kisah Mel dan Elang?

Novel ini menarik, tapi sampai akhir cerita ada sesuatu yang membuatku tidak terlalu bisa menikmatinya. Penulis seakan-akan ingin banyak memberikan info tentang pekerjaan Mel sebagai peneliti dan pengetahuannya yang luas.

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design