Selasa, 31 Maret 2015

[Book Review] Falling

Judul Buku : Falling
Penulis : Rina Suryakusuma
Penerbit : GPU
Tebal : 320 Halaman
Terbit : Maret 2015
Carly merasa hidupnya berjalan normal. Ia punya orangtua yang menyayanginya, calon tunangan yang tampan dan perhatian, serta sahabat-sahabat yang peduli padanya. Namun, Carly selalu merasahidupnya belum utuh, ada kehampaan dalam hatinya. Sampai satu titik ia bertemu Maggie, dan ia tahu hidupnya takkan pernah sama lagi.

Maggie memiliki karier sukses dan tahu bahwa dia tidak seperti perempuan kebanyakan. Dan, Maggie tidak pernah ragu dengan apa yang dia inginkan dalam hidup. Sampai ia bertemu dengan Carly dan menjalin hubungan kerja. Hubungan yang berlanjut pada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang dalam, dan mengubah pandangan serta perasaan mereka selamanya.

Hingga akhirnya Carly pun menyadari bahwa dia perlu jatuh cinta pada orang yang salah untuk menemukan dirinya yang sesungguhnya...

-------------------------

Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Mba Rina, selama ini aku mengenal tulisan Mba Rina dari lini Amore, sehingga ketika aku mendengar Mba Rina akan menerbitkan novel terbaru dengan lini Metropop, aku sangat antusias dan ingin segera membacanya. Apalagi setelah melihat sinopsisnya yang simple, aku sudah jatuh cinta, dan ketika membalik backcover untuk mengintip sinopsis ceritanya, aku membayangkan sebuah kisah yang tidak biasa.

Ini mungkin bukan pertama kalinya tema ini diangkat, tetapi buatku Mba Rina mengambil tema ini cukup mengejutkan, karena selama ini aku mengenal tulisannya memang tentang cinta, tapi ringan dan manis, tidak terlalu banyak konflik.

Diceritakan dengan sudut pandang Carly, seorang ODP cerita ini bermula. Ketika Carly harus menjalani sebuah training dan dimentori oleh Maggie, seorang atasan yang gila kerja dan sangat perfeksionis. Ya, Carly ditempatkan di divisi Leasing yang terkenal dengan bosnya yang galak dan menghendaki seluruh dibawah kendalinya.

Awalnya Carly merasa tertekan dengan sikap Maggie, tetapi perlahan-lahan hubungan mereka mencair. Sebuah kejadian tak sengaja saat melihat Maggie sedang sakit yang berakhir dengan sebuah kerokan di toilet menjadi titik balik cerita ini...

Hidup Carly menjadi tidak sama lagi. Entah kenapa Carly mulai merasakan sesuatu yang berbeda dengan dirinya terhadap Maggie. Apalagi saat itu, kekasihnya Seth terus mendesaknya dengan rencana pertunangan mereka. Entah itu sindrom pra pertunangan, hubungan Carly dan Seth malah menjadi berantakan, Seth seakan menjadi protektif dan pemaksa yang membuat Carly makin menjauh.

Ternyata ada hal lain yang jauh lebih besar daripada itu. Carly pun mulai galau dengan perasaannya sendiri, terutama rasa yang hadir datang menyelinap untuk seseorang yang sesungguhnya terlarang untuknya. Tetapi Carly seakan tak mampu membendung perasaannya.

Disinilah sebagai pembaca, aku seakan diajak menyelami perasaan Carly mengenai perasaannya. Antara menolak dan terus mempertahankan perasaan yang tidak semestinya ada itu. Tapi entah kenapa, aku malah benar-benar tidak suka dengan karakter Carly. Carly seakan mementingkan perasaannya sendiri, semua hanya tentang dia, terutama tentang Seth calon tunangannya mau berusaha untuk berubah. Carly berubah menjadi seorang yang egois, seakan Carly yang paling menderita dengan keadaannya. Ayahnya yang mau memperbaiki hubungan pun tidak dianggapnya sama sekali, padahal ternyata ayahnya sangat mencintainya dengan caranya sendiri.

Namun, ini semua hanyalah kisah fiksi. Dan kalau mau dibilang ini kisah romance biasa, tentang cinta segitiga, tentang perselingkuhan, tentang arti keluarga, yang berbeda adalah tokohnya saja yang kebetulan sedang dipermainkan oleh cinta yang sesungguhnya terlarang untuknya. Ending yang dipilih pun cukup mengejutkanku walau memang tetap berakhir happy ending.

[Book Review] Ally : All These Lives

Judul : Ally : All These Lives
Penulis : Arleen A
Penerbit : GPU
Tebal : 264 Halaman
Terbit : Januari 2015
Available @bukupedia
Apa yang akan kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah dari mana dan duduk di sampingmu mengaku sebagai adikmu? Apa yang kaulakukan jika kau menemukan foto di meja, menampilkan dirimu dan seseorang yang belum pernah kaulihat? Apa yang kaulakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain?

Kehidupan Ally memang bukan kehidupan biasa. Kerap kali ia mendapati dirinya ditempatkan dalam kehidupan yang seolah miliknya, tapi ternyata bukan. Dan tiba-tiba kata “pulang” punya makna yang baru. Apakah Ally akan memiliki kesempatan untuk “pulang”? Akankah ia bisa kembali pada cinta yang ditinggalkannya di kehidupannya yang lain?

Ini bukan kisah biasa. Ini kisah yang akan membuatmu berpikir kembali tentang arti hidup dan arti cinta yang sebenarnya.

------------------------

Sejak pertama membaca 2 bab awal novel ini, aku dibuat penasaran dengan kisah Ally ini. Pikiranku dibuat berkelana akan petualangan Ally. Aku membayangkan bahwa menjadi Ally tidaklah mudah. Ini bukanlah kisah romance biasa, ini tentang Ally, seseorang yang bisa berpindah ke dimensi lain.

Pertama kali terjadi, usia Ally masih sangatlah muda. Ally masih berumur 10 tahun, Ally yang anak tunggal tiba-tiba hanya sepersekian menit berubah menjadi seorang kakak dari seorang adik, bernama Albert. Awalnya Ally bingung tetapi akhirnya dia berpikir bahwa mempunyai seorang adik ternyata mengasyikkan juga.

Ketika kejadian serupa terjadi kembali untuk kedua kalinya, Ally sudah lebih dewasa, Ally duduk dibangku SMA. Ketika "Saat Ketidakberadaan" itu datang lagi menghampiri, Ally pun merasakan de javu. Ketakutan pun datang jauh lebih besar, Ally tidak bisa menduga apalagi yang akan dia hadapi, ketika kehilangan pun berada didepan mata, bagaimana Ally menyikapinya? Ya, Ally pun harus menerima di dunianya yang sekarang tidak ada lagi Albert, karena kecelakaan.

Setiap kali "Saat Ketidakberadaan" itu terjadi, selalu pasti ada yang berubah dalam hidup Ally, sekecil apapun itu. Tapi satu hal baik yang disadarinya, Ally tidak pernah menemukan perbedaan pada dirinya sendiri.

Semestinya hal itu membuatnya nyaman, lebih mudah untuk melanjutkan hidup, tapi sesungguhnya itu tidak benar. Ally tetap merasakan kehilangan dan ketakutan apalagi yang harus dia hadapi. Dunia seakan sedang mempermainkan hidupnya dan Ally sama sekali tidak bisa menolak, yang bisa dilakukan hanyalah menerimanya.

Hidup Ally pun tidak mudah, ketika itu terjadi lebih sering Ally hanya bisa memainkan perannya sebagai Ally di dunianya yang baru. Ketika akhirnya dia bertemu Kevin, pria yang membuatnya jatuh cinta dan percaya dengan kisahnya, lagi-lagi Ally harus kehilangan...

Ally pun mencoba untuk mencari tahu mengenai dirinya dan bagaimana untuk menghadapinya. Disinilah Ally bertemu dengan sosok Prof. Drone, seorang ahli yang Ally harap bisa membantunya. Namun, sayangnya di beberapa dunia yang dia tempati, Prof. Drone yang dia temui tidak bisa membantunya sama sekali, malah menasehatinya untuk menerima saja keadaannya.

Hingga, lagi dan lagi "Saat Ketidakberadaan" membawanya ke dunia Ally yang baru. Disinilah dia menjadi sosok Ally yang ternyata mengabadikan pengalaman perjalanan melintasi dimensi demi dimensi dalam sebuah buku catatan harian. Ally yang ini menginginkan agar Ally yang berganti peran dengannya bisa lebih jauh mengenal dirinya dan bisa menjalankan perannya dengan baik. Apalagi didunia yang sekarang, Prof. Drone yang ini ternyata punya sebuah alat yang bernama "Jangkar" yang bisa menghentikan waktu, dan membuat Ally tidak perlu lagi melintasi dunia lain.

Ketika Ally dihadapkan pilihan untuk memilih menjadi Ally yang bukan dirinya dan memakai Jangkar tersebut, atau tetap berusaha kembali ke dunianya, apa yang harus dilakukannya? Bagaimana akhir kisah Ally dan hidupnya yang tak pernah mudah itu?

Novel ini sungguh menarik, aku dibuat larut dan penasaran hingga akhir. Awalnya aku pikir ini novel terjemahan, ternyata aku salah. Hanya gaya berceritanya saja yang memang mirip dengan novel terjemahan.

Membayangkan kehidupan Ally yang bisa berpindah ke satu dimensi ke dimensi lain, membuatku lebih bersyukur dengan hidup. Rasanya tidak bisa membayangkan menjadi seorang Ally, harus kehilangan kekasih, adik bahkan kehilangan hidupnya sendiri, yang bisa dilakukan hanyalah menerima hidupnya yang baru dan terus seperti itu.


Kalau kamu penyuka novel yang bertema "dunia pararel" mungkin apa salahnya mencoba novel ini^^

[Book Review] A Painting of Pains

Judul Buku : A Painting of Pains
Penulis : Hanna Natasha
Penerbit : GPU
Tebal : 224 Halaman
Terbit : Desember 2014
Available @bukupedia
Nadia nyaris gila ketika ibunya melarang hubungannya dengan Ray, dengan alasan bahwa pria yang amat dicintainya itu ternyata kakak tirinya! Ia tak menyangka bahwa selama ini ia dicekoki kebohongan demi kebohongan oleh sang ibu.

Meski berat, Nadia berusaha mengendalikan diri agar tak terjebak dalam cinta terlarang. Membendung perasaannya kuat-kuat.

Tapi bagaimana caranya menghapus perasaan yang begitu dalam?

Mampukah Nadia berdamai dengan segala kepahitan dalam hidupnya dan menemukan cinta yang menggantikan segala hal manis yang direnggut darinya?

---------------------
"Kebenaran harus diterima dan disyukuri, bagaimanapun sakit yang ditimbulkan. Itulah bagian dari episode kehidupan kita, Raff."

Ini tentang kisah Nadia, seorang gadis yang manja dan anak mami. Selama bertahun-tahun dia tinggal di Singapura, dan ketika dia lulus kuliah, dia memutuskan untuk bekerja dan kembali ke Indonesia, tepatnya, Jakarta. Tak perlu bersusah payah, Nadia pun diterima bekerja di "Fashionita", salah satu majalah dimana maminya menjadi pemodalnya.

Nadia pun harus membuktikan eksistensinya tanpa embel-embelnya maminya. Didekat kantornya, Nadia kemudian menemukan sebuah galeri seni yang menarik hatinya. Nadia pun bertemu dengan sosok Raffi, sang pelukis yang menarik hatinya dan membuatnya de javu. Sosok Raffi seakan familiar di hatinya, tetapi Nadia tidak pernah ingat dimana mereka pernah bertemu.

Sedangkan di pihak lain, Raffi berusaha menahan perasaan untuk tidak mengungkap kebenaran bahwa Raffi adalah kakak tiri Nadia yang telah terpisah sekian lama. Ternyata Nadia tidak pernah mengenal sosok Raffi sejak Nadia meninggalkan Jakarta bertahun-tahun silam, mami Nadia seakan berusaha membuat Nadia lupa akan kisah masa kecilnya, terutama masa-masa dia punya seorang kakak, bernama Raffi.

Ada rahasia kelam yang seakan ditutupi oleh mami Nadia tentang hal itu. Hal ini pun makin diperumit lagi dengan Nadia yang malah menunjukkan ketertarikan bahkan jatuh cinta dengan Raffi. Raffi pun dilema untuk mengungkap semuanya atau bagaimana. Di sisi lain, ada sosok Heli, tetangga apartemen Nadia  juga sosok Abed, sahabat masa kecil Nadia yang sama-sama menaruh hati kepada Nadia. Untunglah ada sosok Dian, kekasih Raffi yang begitu dewasa dan bijaksana, yang bisa membuat semuanya menjadi cukup terkendali...

Bagaimana akhir kisah Nadia? Siapakah yang akan dipilihnya?

Sejak pertama melihat covernya, aku sudah menyukainya. Aku pun mencoba melihat sinopsisnya, aku pun dibuat penasaran. Sayangnya, selama membaca novel ini aku tidak merasakan chemistry dari kisah ini. Aku seakan bingung mau dibawa kemana kisah ini, untungnya novel ini cukup bagus dari segi editing, sehingga aku masih bisa menyelesaikannya dengan sekali duduk saja.
"Cinta semestinya realistis. Kalau memang terlalu banyak hambatan yang tak mungkin diterjang, untuk apa dilanjutkan? Kalau memang cinta itu merugikan dan bahkan akan merajut masa depan yang buram, sebaiknya tak usah diteruskan."
Senin, 30 Maret 2015

[Book Review] Sweet Melody

Judul Buku : Sweet Melody
Penulis : Baek Miyo
Penerbit : Haru
Tebal : 336 Halaman
Terbit : Juli 2013
Available @bukupedia
“Musik adalah kebebasan menuju dunia yang tidak diketahui.”

Hwan kabur dari rumah.

Selama berbulan-bulan, ia merasakan pahitnya kehidupan di jalanan, termasuk dikejar oleh kumpulan preman. Saat sedang bersembunyi di sebuah gereja, Hwan bertemu dengan empat pemuda tampan yang sedang berlatih musik. Mereka membantunya lepas dari kejaran para preman itu.

Hwan mengira ia cukup mengucapkan terima kasih pada mereka. Namun tiba-tiba, para pemuda itu mengajaknya bergabung dengan band mereka.

“Namamu bagus. Kau tahu apa yang terjadi kalau kita memilih anggota yang namanya bagus? Saat memperkenalkan diri dengan nama yang keren, penonton pasti akan bersorak-sorai!”

Alasan apa pula itu?!

Ketika akhirnya Hwan setuju untuk bergabung, keempat pemuda itu berteriak gembira, “Waah! Sekarang terbentuklah band beranggotakan lima pria!”

Mendengar seruan gembira itu, Hwan berpikir, Tunggu. Aku... aku kan perempuan!

-------------------------
"Musik adalah kebebasan menuju dunia yang tidak diketahui."
Sweet Melody merupakan buku pertama dari Dwilogi Sweet Melody oleh Baek Miyo.Aku cukup menikmati kisah ini, sejak pertama kali membaca sinopsis pada cover belakang novel ini, aku sudah bisa sedikit merangkai kisah ini.

Walau memang sebenarnya kisah novel ini membuatku dejavu dan teringat salah satu drama korea yang kutonton yang mengangkat tema cerita serupa, tentang seseorang yang "dikira" pria dan akhirnya jatuh cinta dengan rekannya sendiri ^^

Novel ini ringan dan klise, menceritakan tentang kisah Lee Hwan yang kabur dari rumah yang akhirnya berpindah-pindah tempat tinggal dan akhirnya menetap di sebuah motel. Postur tubuhnya yang lebih mirip pria membuatnya selalu dipikir sebagai seorang pria. Hingga hari itu, saat Hwan dikejar oleh sejumlah preman dan memilih bersembunyi di sebuah gereja, Hwan bertemu dengan 4 lelaki. Merekalah yang menyelamatkan Hwan, malah akhirnya mengajak Hwan bergabung dalam grup musik mereka menjadi anggota yang ke-lima, sayangnya Hwan sama sekali tidak tertarik. Namun, berkat desakan dari Chang Ryong, Hwan pun memutuskan untuk ikut bergabung dalam grup musik, yang mereka namakan "Sweet Melody". Sweet Melody beranggotakan dirinya, Chang Ryong, Ju Ho, si kembar Jin Woo dan Yin Seong, dan Hyeen Joo, seorang pianis genius yang melengkapi grup mereka.

Sebagai pembuktian diri Hwan kepada orang tuanya, Hwan pun bersama-sama dengan Sweet Melody berjuang untuk masuk ke Baekjaego. Mereka semua punya mimpi yang sama dan sayangnya untuk masuk ke Baekjaego tidaklah mudah. Mereka harus memenuhi tantangan terlebih dahulu, harus bisa memenangkan minimal medali emas di ajang "Green Music Festival".

Perjuangan mereka tidak mudah, karena banyak grup musik yang sama talentanya yang juga punya keinginan yang sama. Ditambah kesalahpahaman mengenai status Hwan makin memperumit hubungan diantara keduanya. Hwan menjadi bingung untuk menjelaskan perihal dirinya sesungguhnya. Apalagi, tanpa disadari Chang Ryong malah jatuh cinta kepada Hwan (yang dia kira seorang pria) dan bukan hanya Chang Ryong saja yang merasakan. Mereka seakan tidak bisa menolak daya tarik Hwan yang begitu besar.

Padahal Chang Ryong sudah memiliki tunangan Mi Rae, wanita yang sangat cantik tapi entah kenapa pesona Lee Hwan membuatnya susah untuk menghindar.

Aku cukup menikmati saat membaca terjemahan novel ini walau memang ada beberapa yang aku rasa sedikit kaku, tetapi aku bisa melahap novel ini hanya sekali duduk saja, sayangnya aku harus sedikit bersabar untuk mengetahui akhir cerita ini, karena harus terlebih dahulu melanjutkan ke sekuelnya, Sweet Melody 2.

[Book Review] Explicit Love Story

Judul Buku : Explicit Love Story
Penulis : Lee Sae In
Penerbit : Haru
Tebal : 386 Halaman
Terbit : Juli 2013
Available @bukupedia
Semua orang menganggapku ahli dalam berpacaran. Bahkan, pertanyaan mendetail tentang cara berciuman dan melakukan hubungan intim juga datang menghampiriku. Sejujurnya, aku merasa sedih setiap kali pertanyaan seperti itu muncul karena sebenarnya aku adalah "tong kosong yang nyaring bunyinya". Ucapan vulgar yang keluar dari mulutku sesungguhnya adalah hasil dari pengetahuan yang kudapat melalui Internet dan majalah.

Lalu, suatu ketika... saat sedang menonton film sendirian di klub film yang kuikuti, film yang tak kuketahui judulnya itu tiba-tiba macet. Sialnya, adegan yang tampil adalah adegan dewasa yang bisa membuat malu siapa pun yang melihatnya.

Sialnya lagi, satu-satunya cara mematikannya adalah mencabut colokan kabel listrik TV yang berada tepat di belakang TV berukuran besar ini. Saat aku sedang bersusah payah memeluk TV itu untuk memindahkannya, seorang pria tiba-tiba masuk.

Mati aku! Mau ditaruh di mana mukaku?

-----------------------
Warning!!!!
Novel ini khusus pembaca dewasa atau 21 tahun keatas


Ini pertama kalinya aku membaca karya penulis dan ini salah satu novel terjemahan korea yang kusuka, bukan karena banyaknya "adegan dewasa" yang diceritakan, tapi aku suka dengan gaya bercerita penulis yang mengalir, blak-blakan dan buat aku tersenyum-senyum sendiri. Jujur novel ini membuat aku ketagihan ingin membaca lembar demi lembar hingga tak terasa sudah sampai di ending.

Ini tentang kisah Han Lee Seon, wanita 24tahun yang cukup ahli dalam urusan "seks", tempat curhat sekaligus bertanya bagi orang-orang disekelilingnya terkait masalah hubungan pria dan wanita. Ini bukan karena Lee Seon itu seorang playgirl atau sangat ahli, yang ada dia hanya tahu teori tapi tidak pernah praktek (ya, Lee Seon belum pernah berhubungan dengan seorang pria).

Karena celetukannya yang terkesan agak nakal di sebuah ajang perjodohan, membuat Gyu Jin tertarik kepadanya dan selalu ingin dekat dengannya. Gyu Jin adalah kakak tingkat yang terkenal dengan citra playboynya dengan segala skandal yang menimpanya dengan mantan kekasihnya, Hyeon Jin yang diberitakan aborsi.

Dengan segala sepak terjangnya Gyu Jin mendekati Lee Seon, akhirnya mereka pun berpacaran tapi tetap backstreet dari teman-temannya, karena mengingat Gyu Jin yang punya banyak penggemar wanita. Kisah cinta Lee Seon dan Gyu Jin pun tidak berjalan mulus, karena Hyeon Jin mantan kekasih Gyu Jin hadir kembali dan Seon Ju, teman Lee Seon yang juga menyukainya. Bagaimana akhir kisah Lee Seon dan Gyu Jin?

Overall, novel ini cukup membuatku terhibur, aku benar-benar larut dibuat dengan interaksi antara Lee Seon dan Gyu Jin, chemistry diantara keduanya begitu terasa. Namun, karena novel ini cukup banyak memuat konten-konten dewasa, aku tidak merekomendasikan untuk kamu yang masih remaja ya^^
Jumat, 27 Maret 2015

[Book Review] Pre Wedding in Chaos

Judul Buku : Pre Wedding in Chaos
Penulis : Elsa Puspita
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 286 Halaman
Terbit : Januari 2015
"Ayo kita menikah."

What? Apa sih yang barusan kuucapkan? Mengajak Raga menikah? Padahal menikah bukan prioritasku. Tapi, rasanya jahat sekali kalau aku menarik ucapanku. Jelas-jelas aku melihat binar bahagia dari wajahnya, setelah beribu kali kutolak lamarannya.

Damn! But life must go on, Aria. Ketimbang kuping panas mendengar sindiran Mami dan ocehan Citra yang sudah kebelet nikah, tapi tidak dibolehkan Mami karena kakak perempuannya ini belum menikah. Mari, akhiri saja drama-desakan-menikah itu dengan menuruti keinginan mereka.

Namun, kekacauan itu terjadilah. Konsep acara, undangan, pakaian, catering. Ditambah perbedaan prinsip antara aku dan Raga. OMG, ke mana saja aku selama ini? Sudah pacaran sembilan tahun tapi belum mengenalnya luar dalam.

Belum menikah saja sudah begini, bagaimana besok setelah tinggal serumah dan seumur hidup?

------------------
“Nyatuin dua kepala itu nggak pernah gampang, makanya kompromi harus selalu di barisan terdepan dalam hal apapun.”

Novel ini mengisahkan tentang Aria dan Raga, sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan selama 9 tahun. Kisah hubungan mereka yang telah lama terjalin itu tidak membuat mereka langsung berniat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, terutama Aria. Menikah bagi Aria bukanlah prioritas utama dalam hidupnya, hingga ketika orang-orang terdekatnya mulai terus mendesaknya untuk menikah, Aria tidak punya pilihan lain. Apalagi adiknya, Citra yang ingin menikah tidak diperbolehkan untuk melangkahi Aria.

Aria pun secara impulsif memutuskan untuk mengakhiri segala sindiran dan desakan dari keluarganya, dengan mengiyakan untuk menikah dengan Raga. Seharusnya semua berakhir baik-baik saja, apalagi mereka telah saling mengenal cukup lama dan menjalin kisah hubungan yang tidak singkat.  Sosok Raga pun merupakan sosok calon suami dan menantu idaman, yang sulit untuk ditolak.

Dan dimulailah segala persiapan pernikahan Aria dan Raga yang tidak mudah. Konsep acara, undangan, catering hingga prinsip tentang pernikahan yang ternyata berbeda membuat semua menjadi semakin kacau. Aria yang termasuk wanita yang cukup keras kepala dengan segala prinsip-prinsip yang tidak masuk akal malah membuat rencana pernikahan mereka di ujung tanduk. Apalagi keinginan Aria untuk menikah tanpa kehadiran buah hati, yang tentunya sangat berbeda dengan keinginan Raga.
“Bagaimana mungkin bisa membangun rumah tangga kalau pandangan ke depan saja tidak sama?”
Akhirnya, baik Aria dan Raga harus kembali merenung apakah ingin melanjutkan segala rencana pernikahan ini atau harus mengakhiri semuanya? 
Ah, aku benar-benar dibuat larut dengan kisah pasangan Aria dan Raga ini. Aku dibuat terkejut dengan ending yang ditawarkan. Emosiku dibuat naik turun selama membaca novel ini, dan aku berharap akan menemukan ending seperti yang kubayangkan, ternyata.....

Membaca novel ini membuatku sadar bahwa lamanya hubungan tidak membuat kita bisa langsung saling mengerti satu sama lain, apalagi untuk berkomitmen menikah. Karena menikah itu mencakup 2 kepala dan ada kompromi di dalamnya.

Akhirnya, aku merekomendasikan buku ini bagi kamu yang menyukai kisah romance, khususnya bagi pasangan yang sedang berencana untuk menikah, semoga terhibur dan bisa mengambil hikmah dari kisah Aria dan Raga.
“Saat sebuah hubungan berakhir, saat itulah kita dibuat ingat bagaimana semua itu bermula”.
Selasa, 24 Maret 2015

[Book Review] Eleanor

Judul Buku : Eleanor
Penulis : Arumi E
Penerbit : GPU
Tebal : 264 Halaman
Terbit : Februari 2015
Impian Eleanor Saptajingga untuk mengunjungi London akhirnya terwujud saat diterima magang di Deluxe Boutique sebagai fashion designer. Baginya, London tak sekadar kota untuk merintis masa depan. Kota itu menyimpan kepingan masa lalu tentang jati dirinya, tentang ayahnya, pria Inggris yang meninggalkannya puluhan tahun lalu.

Penelusuran mencari jejak sang ayah mempertemukan Eleanor dengan Kyle Anderson. Pria itu mengajak Eleanor menelusuri sudut-sudut kota London hingga Liverpool, mengenalkan seni patung kontemporer yang memukau. Namun, ketika aroma cinta masih terasa manis, Eleanor mendapati kenyataan yang menyakitkan. Kyle ternyata menjalin hubungan dengan gadis lain demi membangun kembali kariernya sepagai pianis.

Saat-saat terpuruk ke jurang terdalam, Eleanor sadar ternyata Darrel Candranaya-lah yang selalu hadir di sisinya. Pria itu begitu tulus menawarkan perhatian dan mendukungnya. Tapi mampukah Darrel memperjuangkan cinta mereka? Karena ibu Darrel akan mati-matian menentang hubungan mereka.

------------------------------

London tidak hanya menjadi kota impian Eleanor Saptajingga selama ini, tetapi juga kota untuk menemukan ayahnya, ayah yang tak pernah dikenalnya sejak lahir. Hingga tawaran untuk magang sebagai fashion designer di Deluxe Boutique selama 1 tahun di London tidak disia-siakan oleh Eleanor.


Di London, Eleanor tidak hanya untuk bekerja dan merintis karirnya saja, tetapi ternyata lebih dari itu. Eleanor bertemu Kyle Anderson yang membuatnya jatuh cinta sekaligus pria yang membuatnya patah hati. Kyle ternyata lebih memilih karirnya sebagai pianis dan mendekati wanita lain daripada bersama Eleanor. Untungnya ada sosok Darrel Candranaya, pria yang menjadi pembimbingnya di Deluxe Boutique yang selalu ada disaat Eleanor butuh.

Awalnya bagi Eleanor, sosok Darrel hanya sekedar sahabat dan rekan kerja saja. Tapi perlahan-lahan timbul perasaan lain, apalagi setelah Eleanor tahu bahwa Darrel menyimpan cinta untuknya. Sayangnya lagi dan lagi hubungan Eleanor dan Darrel tidak disetujui oleh ibu Darrel, yang kebetulan merupakan pemilik Deluxe Boutique. Lady Caterine, tidak mengizinkan Darrel untuk memilih kekasih dari Indonesia, karena punya trauma masa lalu terkait papa kandung Darrel.

Mampukah mereka memperjuangkan cinta mereka? Apakah Eleanor akan menemukan jati dirinya, terutama menelusuri jejak papa kandungnya, Alan Stevens? Mari temani petualangan Eleanor selama 1 tahun di London....

Sebenarnya novel ini ringan dan standar romance biasa, untungnya gaya menulisnya cukup mengalir sehingga aku bisa menikmatinya dan gak kerasa sudah dipenghujung cerita. Setting London pun begitu memikat dan mendukung keseluruhan cerita. Sayangnya aku merasakan ceritanya terlalu cepat, proses untuk menemukan ayah Eleanor pun tidak terasa dieksplor dengan baik, hanya seperti tempelan saja. Padahal niat Eleanor ke London, salah satunya untuk mencari jejak ayahnya, tetapi niatnya itu seakan terbengkalai dengan adanya sosok Kyle. Penulis seakan fokus dengan hubungan cinta Eleanor saja, mulai dari Kyle yang ternyata hanya sambil lewat saja, tidak dibahas lebih lanjut, kemudian hubungannya dengan Darrel.

Overall, buat kamu penyuka kisah romance bersetting London, apa salahnya mencoba membaca novel ini^^
Senin, 23 Maret 2015

[Book Review] When You Love Someone

Judul Buku : When You Love Someone
Penulis : Hapsari Hanggarini
Penerbit : Media Pressindo
Tebal : 276 Halaman
Terbit : Desember 2014
“Anata ni aete yokatta, Rara-chan.” (Bisa bertemu denganmu sangat berarti bagiku, Rara.)

“Oh iya, ya? Itu judulnya.” Lala menoleh, lalu tersenyum. “Lagunya indah, ya?” Lala menikmati lagi alunan lagu dari kotak musik itu, sebelum tiba-tiba menyadari ada yang berbeda pada nada suara Hiroshi. Laki-laki di dekatnya ini tidak sedang memberitahu judul lagu yang tengah mengalun. Dia sedang menyuarakan isi hatinya. Lala tergagap. “Umm….”

“Maukah kamu menikah denganku? Aku menyukaimu. Aishiteru….”


***
Kehidupan Lala, gadis asli Indonesia, jungkir-balik ketika ia menjadi pusat perhatian lelaki-lelaki tampan asal Jepang. Kehadiran kembali Hiroshi membuatnya jadi serba salah. Mungkin tidak akan begini jadinya jika naluri Lala tidak mengatakan bahwa kehadiran laki-laki cool itu menawarkan rasa yang dulu pernah sangat dia harapkan. Rasa yang—dengan berat harus dia akui—ternyata masih tersisa di dalam hati.

Segalanya tak akan salah bila Lala belum terlanjur menjalin hubungan dengan Alvin. Ia benar-benar merasakan betapa beratnya menjalani hubungan jarak jauh. Terlebih lagi, ketika Daigo—sahabat dekat Lala—juga terlihat memunculkan “sinyal-sinyal aneh.”

Pada hati siapa Lala akhirnya menyandarkan hati?

-----------------------------

"Kita tidak pernah tahu kapan dan kepada siapa akan jatuh cinta."
Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Mba Hapsari, novel ini merupakan sekuel novel sebelumnya, Sapporo No Niji. Tapi jangan khawatir, tanpa membaca novel sebelumnya pun, aku masih bisa menikmati novel ini. Novel yang ringan dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membaca.

Kali ini, Mba Hapsari mencoba mengisahkan tentang Lala, wanita Indonesia yang sedang galau karena dihadapkan pada beberapa pria yang tertarik dan mengejarnya. Padahal status Lala, sudah tidak single lagi, Lala sedang berkomitmen untuk menjalani hubungan berpacaran dengan Alvin. Sayangnya, Alvin nun jauh di Indonesia, setelah menyelesaikan kuliahnya di Jepang.

Selama menjalani hubungan jarak jauhnya itu, hubungan Lala dan Alvin terasa baik-baik saja, hingga Hiroshi hadir kembali. Hiroshi, pria Jepang yang pernah sangat dicintai oleh Lala, pria yang meninggalkannya setelah memberikan harapan yang cukup besar untuknya. Disamping itu, ada sosok Daigo, sahabat yang begitu baik dan perhatian yang juga ternyata memendam perasaan terhadap Lala.

Harusnya Lala bahagia dan merasa tersanjung, dikelilingi oleh 3 pria yang mencintainya, sayangnya ketiga pria itu menempatkan dirinya pada pilihan yang sulit. Alvin, kekasihnya juga menunjukkan keseriusan untuk segera menikahinya. Tetapi kehadiran Hiroshi, membuat Lala dilema. Lala seakan tak mampu untuk menolak Hiroshi, Lala malah menikmati perhatian dan kebersamaannya dengan Hiroshi. Hingga kemudian, Hiroshi menyatakan cintanya pada Lala dan mengajaknya untuk menikah.

Lala pun harus memilih, untuk memberikan kesempatan kedua kepada Hiroshi atau terus memegang komitmennya untuk bersama Alvin. Kepada siapa cinta Lala berlabuh?

Novel ini ringan, Mba Hapsari mampu membuatku betah membaca kisah Lala ini. Aku bisa ikut merasakan bagaimana Lala yang dilema dengan pilihan cintanya? Setting Jepang begitu kerasa, Mba Hapsari benar-benar mendeskripsikan settingnya dengan sangat baik, aku jadi merasakan suasana Jepang yang sangat kental sekali.

Tokoh favorit disini tetap Daigo, entah kenapa sosok Daigo punya porsi yang cukup besar dalam novel ini. Dan ternyata memang seperti dugaanku sey dari awal. Sayangnya Alvin tidak terlalu dieksplor, hanya sekelebat saja padahal Alvin khan statusnya kekasih Lala.

Hiroshi yang hadir sebagai orang ketiga pun punya peran yang penting, yang mendukung jalannya ceritanya. Sayangnya ada beberapa part adegan yang bisa membuat novel ini menjadi klimaks, kurang dieksplor dengan baik. Kedatangan Alvin untuk membuat kejutan bagi Lala dan ketidakhadiran Lala pada pertandingan Daigo karena fokus ke Hiroshi.

Jika kamu menyukai cerita romance ringan yang bersetting di Jepang, novel ini bisa menjadi pilihan. Oiya, aku suka sekali dengan kemasan buku ini yang kertasnya penuh dengan gambar bunga-bunga pink yang cantik^^
Jumat, 20 Maret 2015

[Book Review] After D-100


Judul : After D-100
Penulis : Park Mi Youn
Penerbit : Haru
Tebal : 382 Halaman
Terbit : Juni 201
WANITA:
Aku mencintai laki laki itu dan menikahinya.
Akan tetapi setelah hari itu,
Aku memutuskan untuk bercerai dengannya

PRIA
Sampai sebelum hari itu,
Aku tidak mencintai istriku.
Akan tetapi setelah hari itu,
Aku mulai mencintai istriku

Wanita yang jatuh cinta dan lelaki yang tidak jatuh cinta.

Akan tetapi setelah hari itu, perasaan keduanya berubah drastis.

D-100, Apa yang terjadi kepada keduanya setelah hari itu?

-------------------------------

“Kisah cintaku dimulai dari diriku seorang dan pada akhirnya pun, aku sendiri yang mengakhirinya. Cinta bertepuk sebelah tangan memang biasanya mudah hancur dan sulit untuk bangkit kembali saat jatuh dengan keras seperti ini.”
Ini novel terjemahan korea yang lumayan membuat aku cukup betah membacanya, karena terjemahannya tidak terlalu kaku. Novel ini bercerita tentang kehidupan pernikahan Gyung Hee dan Jung Chul yang awalnya terkesan biasa-biasa saja, mengalir tanpa ada konflik berarti selama 2 tahun dan hanya karena keisengan Gyung Hee yang masuk ke ruang baca suaminya dan akhirnya menemukan bukti-bukti yang mengarah ke rahasia terdalam suaminya. Dan akhirnya Gyung Hee pun mulai sadar bahwa selama ini suaminya tidak pernah mencintainya, dan tekadnya pun makin kuat untuk bercerai dengan suaminya.

Disini kita diajak menyelami perasaan Gyung Hee tentang perasaannya terhadap rumah tangganya, 100 hari menuju hari perceraiannya dengan Jung Chul. Dan ketika lama kelamaan rahasia terdalam suaminya pun terungkap dan diketahui orang lain dan harapan satu-satunya bahwa dia masih bisa mempunyai keturunan walau hanya berapa persen pun harus kandas karena mal praktik dokter yang selama ini merawatnya, kebencian pun makin membesar kepada Jung Chul. Hal ini diperparah dengan mertua Gyung Hee yang selalu menyalahkan Gyung Hee sehingga membuat dirinya makin tidak nyaman.

Namun, ketika perceraian Gyung Hee dan Jung Chul pun akhirnya terjadi, itu tidak membuat Jung Chul menyerah karena ternyata dia menyadari bahwa dia sangat mencintai Gyung Hee dan ingin tetap bersama Gyung Hee.

Bagaimana akhir kisah Gyung Hee dan Jung Chul, apakah masih ada kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan mereka?

Novel ini cukup komplit, awalnya aku pikir ini tentang kisah pernikahan yang kandas karena orang ketiga. Ternyata aku salah, novel ini malah membahas mengenai "ketidakhadiran sang buah hati" yang menjadi titik sentral novel ini dan bagaimana kejujuran itu sangat penting dalam suatu hubungan terutama dalam suatu pernikahan.

Kehadiran buah hati memang penting, tapi ketidakhadiran buah hati bukanlah akhir dari segalanya, selama suami dan istri bisa menerima kenyataan yang ada.^^

[Book Review] A Beautiful Mess

Judul : A Beautiful Mess
Penulis : Rosi L. Simamora
Penerbit : GPU
Tebal : 344 Halaman
Terbit : Februari 2015
Sebuah rahasia kelam memaksa Freya, gadis manja dan “high maintenance”, meminta bantuan ayahnya, lalu dengan terpaksa menerima nasib menyingkir ke pulau terpencil.

Di sana ia harus bekerja, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Freya seumur hidupnya. Dan siapa lagi yang mengawasi Freya kalau bukan Lian, pria tampan yang sepertinya membenci Freya sejak awal?

Namun Lian juga menyimpan rahasia. Dan diam-diam, ia menyadari sesuatu telah tumbuh. Cintakah? Tidak. Tidak. Jangan cinta!

Dan benarkah Freya telah berhasil meninggalkan masa lalunya? Ataukah… hantu masa lalu yang kelam namun teramat memikat itu akhirnya mengejar Freya hingga ke ujung dunia, dan ia selamanya takkan pernah lepas darinya? Takluk kembali pada satu-satunya laki-laki yang membuatnya begitu hidup, dan sekaligus mati?

Kisah ini bercerita tentang cinta. Dan nafsu. Tentang jatuh. Dan bangkit. Tentang luka dan rasa takut. Dan bagaimana menaklukkannya.

-------------------------

"And in the end, we were all just humans,drunk on the idea that love, only love, could heal our brokenness."
Ini tentang kisah Freyanka Alyra, gadis manja dan kaya yang harus tinggal di sebuah pulau terpencil karena ada rahasia kelam di masa lalunya. Freya berusaha untuk kabur sejauh-jauhnya dari "hantu masa lalu"nya dan menerima tantangan ayahnya untuk bekerja.

Freya kemudian bertemu dengan sosok Lian, sepupunya yang bertugas mengurus resort di pulau itu, juga bisnis patung ayahnya. Tetapi kedatangan Freya ke pulau itu bukan untuk bersenang-senang layaknya turis, tetapi dia harus bekerja itu membayar utang yang sudah dilunasi ayahnya. Utang yang membuat dia harus meminta bantuan ayahnya untuk pergi sejauh-jauhnya yang dia biasa.

Awalnya Freya datang dengan kondisi hati dan pikiran yang tidak baik, terutama kebencian kepada ayahnya. Ayah yang entah kenapa selalu berdiri berseberangan dengannya. Apalagi ayahnya benar-benar keras menyuruh Lian untuk mengawasinya di pulau itu.

Entah kenapa sejak awal Lian seakan tidak suka padanya. Lian begitu dingin, ternyata Lian pun memendam rahasia di masa lalu, yang ternyata berhubungan dengan Freya. Ya, Lian tidak pernah lupa dengan sosok Freya. Lian mengenal Freya sejak kecil, dulunya bagi Lian Freya adalah sosok penyelamatnya tetapi hal itu berubah ketika mereka dewasa.

Perlahan-lahan hubungan mereka pun mulai mencair. Freya pun mulai berubah dan bermetamorfosis menjadi wanita yang jauh lebih baik. Apalagi melihat begitu banyaknya orang yang sangat bergantung dengan bisnis patung ayahnya. Melihat sisi kemiskinan langsung didepan matanya, hal yang mungkin tidak pernah Freya bayangkan sebelumnya.

Kedekatannya dengan Bapa Andros, chef di resort Lian, membuka dirinya. Frey pun mulai belajar untuk mengalahkan rasa takut, terutama "hantu masa lalu"nya yang sering menghampiri.

Namun, ketika hantu masa lalu itu datang kembali, bagaimana hidup Freya bergulir?

Diceritakan dari sudut pandang Freya, kita diajak menyelami hati dan pikiran Freya. Bagaimana dia belajar banyak hal, mulai cinta, keluarga, nafsu hingga mengalahkan rasa takut dan berdamai dengan dirinya sendiri.

"Tidak ada pengkhianatan yang lebih buruk daripada pengkhianatan terhadap diri sendiri."
Sebagai pembaca, aku cukup menikmati kisah ini. Walau emang awalnya aku agak bosan, tapi perlahan-lahan novel ini membuatku terus membaca lagi dan lagi. Bagian yang paling kusuka adalah dongeng tentang BIS.

Sayangnya, penulis tidak terlalu mengeksplor jauh mengenai setting dari pulau terpencil ini. Tetapi lebih mengeksplor ke kondisi masyarakatnya yang masih "serba kekurangan". Disinilah, aku benar-benar bersyukur bisa hidup cukup seperti ini. Aku bisa belajar banyak dari sosok Freya, perubahannya dari gadis kaya dan manja menjadi seseorang yang bisa berguna untuk orang lain. Belajar untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki, karena masih banyak diluar sana yang tidak merasakan hal yang sama seperti kita.

Jangan kaget kalau dalam novel ini, kamu bisa menemukan ada yang namanya "suara ego" dan "suara libido" yang bermunculan disepanjang cerita yang mendukung peperangan batin dari Freya menyikapi permasalahan hidup yang menderanya.

Overall, A Beautiful Mess cukup mengalir dan bisa menjadi temanmu untuk lebih menyelami hidup dengan penuh rasa syukur. ^^
Kamis, 19 Maret 2015

[Book Review] Maharesa

Judul Buku : Maharesa
Penulis : Maureen Theodora
Penerbit : GPU
Tebal : 232 Halaman
Terbit : Januari 2015
Available @bukupedia
Masa kecil Giana begitu sempurna dengan kehadiran dua sahabatnya, kakak-beradik Mahar dan Mahesa. Mahar, si kakak yang pendiam dan penuh kasih sayang, sedangkan Mahesa, si adik yang ekspresif dan penuh kejutan. Mereka bertiga selalu menghabiskan hari bersama-sama. Dunia kecil mereka terasa begitu indah dan penuh keajaiban. Hingga suatu ketika, kepergian Mahesa mengubah segalanya.

Bertahun-tahun berlalu, Giana berusaha melupakan Mahesa. Dan Mahar selalu berada di sisi Giana, mencintainya lewat persahabatan yang manis. Semua berjalan baik sampai seorang kakak senior di kampus masuk ke kehidupan Giana.

Siapakah yang akan Giana pilih, sahabat yang selalu di sisinya, cowok baru yang membuat hidupnya berwarna, atau kenangan masa lalu yang kembali mengusik harinya?

--------------------------
"Jangan biarkan masa lalu membuat kita tenggelam dalam kesedihan terlalu lama karena masa depan masih menyimpan banyak kebahagiaan untuk kita nikmati."
Ini tentang kisah Giana, Mahesa dan Mahar, 3 sahabat yang tumbuh besar bersama. Karakter yang berbeda membuat mereka bisa saling melengkapi. Hidup Giana terasa begitu sempurna dengan kehadiran Mahesa dan Mahar dua kakak beradik itu.

Hingga hari itu, saat mereka sedang bermain surfing, saat ombak datang, Mahesa pun hilang. Mahar tak bisa menolongnya, yang hingga dewasa pun menimbulkan trauma mendalam terhadap laut. Karena laut lah yang membuat Mahar dan orangtuanya kehilangan Mahesa, adik yang sangat dia sayangi.

Waktu pun berlalu, Giana dan Mahar pun tumbuh bersama dibalut dengan kisah persahabatan yang cukup manis. Namun, perlahan-lahan tumbuh perasaan lain di hati Mahar, sayangnya dia terlalu takut untuk mengakuinya langsung dihadapan Giana.

Apalagi sejak Giana sibuk dengan kuliahnya dan Mahar yang bekerja sebagai "ligeguard" di Pantai Kuta membuat hubungan mereka mulai merenggang. Giana mulai sibuk dengan dunia barunya, dengan teman-teman barunya. Giana pun bertemu dengan Al Varo, senior kampusnya yang "charming" juga Sutha, teman kampusnya yang mengingatkannya dengan seseorang di masa lalu.

Bagaimana akhir kisah Giana? Siapakah yang akan dipilihnya?

Sebenarnya novel ini cukup menarik, tidak hanya mengedepankan tentang kisah cinta saja, tetapi juga keluarga dan tentunya persahabatan. Aku bisa menebak sejak awal ceritanya akan dibawa, siapa Sutha sesungguhnya. Sayangnya aku belum bisa merasakan chemistry dalam novel ini. Padahal banyak pemahaman yang kupelajari dari novel ini, terutama tentang filosofi cintanya yang mewakili 4 kata berbeda Agape, Eros, Philia dan Storge.

"Cinta bukanlah sesuatu yang bisa dirasakan dalam sekejab mata. Cinta juga bukan dongeng yang selalu berakhir indah. Cinta kadang diwarnai air mata, pertengkaran, sakit hati, proses belajar, kekecewaan, bahkan perpisahan.Tapi semua itu justru membuat cinta kita menjadi utuh."
Selasa, 17 Maret 2015

[Book Review] Februari: Ecstasy

Judul Buku : Februari : Ecstasy
Penulis : Devania Annesya, Ari Keling, Ayu Welirang
Penerbit : Grasindo
Tebal : 212 Halaman
Terbit : Februari 2015
Mayang:

Napasku memburu. Bayangan Nugie mati di tanganku mulai berputar. Bagaimana aku bisa membunuh dia? Aku tumbuh besar bersamanya. Aku mencintainya.

Nugie:

Joya terus menatapku. Kutatap dia jauh lebih dalam, bila perlu sampai menembus hatinya. Biar aku bisa menetap di sana. Ya, aku harus bisa menguasai Joya.

Joya:

Kubakar ujung lintingan yang lebih besar, kuisap dalam-dalam asap organik itu. Sejenak aku lupa akan Nugie dan Mayang. Kalau aku boleh meminta, aku ingin melupa semuanya.

***
Mayang, Nugie dan Joya dicurigai sebagai pembunuh Sukoco, Sang Pemimpin Geng dan juga merupakan ayah Nugie. Si kembar Mayang dan Joya dibesarkan Sukoco setelah pria itu membunuh kedua orang tua mereka 12 tahun lalu. Tapi semua orang juga tahu, Nugie sangat membenci ayahnya sendiri. Hanya ada satu pemimpin yang boleh menguasai seluruh rusun. Mereka bertiga hanya punya dua pilihan, membunuh atau terbunuh.

-----------------------------

"Aku cuma baru sadar, dalam hidup, yang abadi itu cinta...dan luka."-Nugie
Februari selalu identik dengan bulan yang penuh cinta. Namun, tidak bagi si kembar Mayang dan Joya. Februari punya warna yang berbeda dan ceritanya sendiri, karena Februari selalu mengingatkan akan peristiwa pembunuhan orangtua mereka oleh Sukoco, geng pengedar narkoba. Namun, Sukoco tidak ikut membunuh Mayang maupun Joya, malah memutuskan untuk membesarkan keduanya.

Mayang pun menjadi anak kesayangan Sukoco, bagi Mayang Sukoco layaknya ayah yang dia inginkan, karena selama ini orangtuanya lebih memerhatikan Joya daripadanya. Inilah yang membuat Mayang sungguh membenci Joya, apalagi seiring bertambah usia mereka, Mayang pun jatuh cinta kepada Nugie, putra kandung Sukoco. Tetapi sayangnya, Mayang harus bertepuk sebelah tangan, lagi dan lagi Nugie lebih memilih Joya.

Hubungan Mayang, Joya dan Nugie bagaikan mengurai benang kusut. Saling cinta dan saling memendam kebencian. Hingga hari itu, di Bulan Februari kesekian, Sukoco dikabarkan meninggal dunia. Kematian Sukoco bagaikan bom waktu yang siap meledak. Apalagi kematian Sukoco diduga karena dibunuh, dan tersangkanya adalah salah satu dari mereka. Karena Mayang, Nugie maupun Joya sama-sama dicurigai punya motif tersendiri.

Kematian Sukoco membuka peluang bagi siapa yang berhak menjadi penguasa selanjutnya.Mereka tidak bisa menolak takdir, mereka harus bisa mempertahankan diri, memilih untuk membunuh atau dibunuh?

Diceritakan dari 3 sudut pandang, baik Mayang, Joya maupun Nugie kita akan diajak berkenalan dan menyelami apa yang sesungguhnya terjadi. 3 orang yang sebenarnya menjadi korban dari semuanya...

Membaca novel ini cukup membuat adrenalin sedikit meninggi, aku bisa membayangkan adegan demi adegan yang terjadi begitu cepat, layaknya menonton film action, bagaimana mereka berusaha saling mempertahankan diri sebelum dibunuh oleh satu sama lain.

Alur yang digunakan pun cukup cepat, tak terasa aku sudah mau sampai dipenghujung cerita saja. Dan ini mungkin seleraku pribadi, aku menginginkan akhir yang berbeda dari kisah ini, sayangnya....
Kalau kamu penyuka kisah thriller-romance, bisa mencoba membaca novel ini.
Minggu, 15 Maret 2015

[Book Review] Kismet

Judul Buku : Kismet
Penulis : Nina Addison
Penerbit : GPU
Tebal : 296 Halaman
Terbit : Maret 2015
Kismet//takdir//destiny. Kata yang melibatkan semacam rahasia kosmik, yang memberi letupan kejutan di sana-sini dalam hidup seseorang, menggiringnya ke tempat ia seharusnya berada.

Konsep itu menggelikan bagi Alisya.

Tetapi ketika di tengah hiruk pikuk New York City ia bertemu dengan Cia, perempuan yang seketika menjadi sahabatnya, Alisya bertanya apakah takdir sedang bekerja? Lalu muncul Raka, satu-satunya cowok yang bisa membuat Alisya jatuh cinta. Lelaki yang, lagi-lagi, dibawa takdir masuk ke hidupnya. Sayangnya, takdir yang satu ini berpotensi menghancurkan persahabatannya dengan Cia. Jadi, mana yang harus ia pilih?

Orang bilang persahabatan itu kekal, untuk seumur hidup. Namun, bukankah cinta sejati juga demikian?

--------------------------------

"Lo pikir di dunia ini yang namanya cinta sejati tuh kayak apa? Yang penghuninya nggak pernah berantem? Yang mulus dan lancar macam 'a walk in the park'? salah, Al! Cinta sejati itu penuh bompel-bompel, growakan, tambal sana-sini, retak sana-sini. But guess what? Ketika dia masih bernyawa, dia akan tambah kuat selepas tiap cobaan yang datang."
Ini bukan pertama kalinya aku membaca novel Kak Nina, setelah sebelumnya jatuh cinta dengan tulisan Kak Nina di novel debutnya "Morning Brew" dan juga cerpennya di Autumn Once More "Perkara Bulu Mata", kehadiran Kismet ini menjadi novel yang benar-benar kutunggu saat terbitnya.

Berawal dari covernya yang hijau pupus, juga sinopsis, pikiranku pun mulai melanglang jauh ke dunia khayalku merangkai kisah yang akan dibawakan. Dan ternyata memang seperti dugaanku, ini tentang "CINTA SEGITIGA".

Tetapi, tunggu dulu, walau tema yang diangkat begitu "mainstream", aku berani menjamin kamu sama sekali tidak akan bosan membacanya. Kak Nina mampu membuatku betah membaca kisah Alisya ini dan tahu-tahu aku sudah sampai dihalaman akhir.

Dengan menggunakan sudut pandang Alisya, kita diajak berkenalan dan menemani perjalanan hidup Alisya menjemput "takdir"nya. Takdir yang membuatnya bertemu dengan Cia, seseorang yang nantinya akan menjadi sahabat terbaiknya sekaligus yang membuatnya "hampir" kehilangan pria yang dicintainya.

Mengambil setting New York, berawal dari sebuah tonjokan kisah ini bermula. Alisya, gadis keturunan Indonesia-Amerika yang sedang diganggu oleh orang asing malah bertemu dengan Cia. Dan mereka pun akhirnya berkenalan dan malah Cia pada akhirnya menawarkan untuk berbagi kamar di apartemennya. Awalnya Alisya masih ragu, apalagi Cia masih orang asing baginya, tetapi kebutuhan akan tempat tinggal membuat Alisya pun mengiyakan untuk menjadi "roommate" Cia.

Alisya dan Cia ternyata sama-sama masih keturunan Indonesia, yang menjadikan mereka perlahan-lahan menjadi sahabat. Perkenalan mereka itu bagi Cia adalah sebuah "kismet"/takdir. Apalagi setelah hubungan mereka mulai semakin dekat, mereka menyadari bahwa hari ulang tahun mereka saling berdekatan, yang membuat mereka sepakat untuk membuat ritual "membuat suatu kebaikan".

Ritual inilah yang membawa Alisya bertemu dengan sosok yang dia sebut "Mr. Gajah". Pria yang awalnya ingin ditolongnya, yang malah akhirnya mereka pun menjadi dekat. Sampai kemudian muncul ide Mr. Gajah untuk menjodohkan Alisya dengan adiknya. Sayangnya kencan buta yang diatur oleh Mr. Gajah tidak pernah terjadi, di hari yang seharusnya menjadi hari pertemuan pertama Alisya dan adik Mr. Gajah tidak pernah terjadi, Mr. Gajah seakan menghilang tak tahu rimbanya.

Alisya pun mulai merindukan sosok Mr. Gajah yang entah kenapa begitu rapat menyembunyikan identitas aslinya. Alisya tak pernah benar-benar tahu dan bagaimana mencari Mr. Gajah. Hingga waktu pun berlalu. Persahabatan Alisya pun menjadi semakin erat saja, mereka layaknya dua bersaudara. Tetapi takdir lagi dan lagi menguji mereka.

Cia, sahabatnya harus menelan kenyataan pahit hamil diluar nikah. Cia pun memutuskan untuk tetap mempertahankan bayinya, walau sebelumnya sempat berpikir untuk aborsi. Akhirnya Cia pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia, pulang ke keluarganya. Namun, persahabatan Alisya dan Cia tetap terjalin walau jarak memisahkan mereka.

Hingga 5 tahun kemudian, Alisya kembali ke Indonesia untuk menghadiri ulangtahun Hope, putri Cia. Disanalah Alisya bertemu dengan Raka, pria yang sejak pertama membuatnya jatuh cinta, perasaan yang tak pernah sebelumnya dirasakan oleh Alisya kepada pria-pria yang dekat dengannya. Alisya seakan dejavu dengan sosok Raka, yang mengingatkan dirinya akan sosok yang begitu familiar dalam hidupnya, sayangnya Alisya tidak ingat pernah bertemu sebelumnya.

Namun, semua tinggallah cerita Alisya harus memendam perasaannya kepada Raka karena Cia ternyata punya perasaan yang sama terhadap Raka. Sayangnya Raka malah lebih tertarik kepada Alisya. Bagi Raka, Cia hanyalah seorang teman. Hal ini menempatkan Alisya dalam situasi yang begitu pelik antara memilih persahabatannya atau cinta sejatinya?

Ah, membaca novel ini hanya cukup beberapa jam saja. Ide cerita dieksekusi dengan baik oleh Kak Nina. Kebetulan-kebetulan yang hadir pun membuat jalinan cerita ini menarik. Kita akan diajak untuk menemani kisah Alisya dari awal persahabatannya dengan Cia hingga pertemuannya dengan Raka, pria yang juga dicintai oleh Cia.

Dengan menggunakan sudut pandang Alisya dan juga beberapa dari sudut pandang Ethan, adik Alisya dan juga Raka, aku bisa menyelami pikiran dan perasaan Alisya mengenai situasi yang dia alami. Semua terasa mengalir lancar.

Tokoh-tokoh yang hadir pun membuat chemistry dari cerita ini begitu erat. Semua punya porsinya masing-masing. Dan aku begitu kepincut dengan sosok Ethan, adik Alisya yang seorang chef.

Hingga aku menutup halaman akhir, aku begitu puas membaca kisah ini. Novel ini manis dan indah. Rasanya sudah lama sekali aku tidak membaca novel yang begitu ingin kuselesaikan secepatnya saking menikmati ceritanya.

Dan seperti pembaca-pembaca Kismet lainnya, aku sangat berharap Kak Nina akan membuat cerita tersendiri dengan Ethan sebagai tokoh utamanya

"Life may bring you wrong turns, but destiny will take you there."
4 bintang kusematkan untuk novel yang indah ini...
Kamis, 12 Maret 2015

[Book Review] Denting Lara

Judul Buku : Denting Lara
Penulis : K. Fischer
Penerbit : Bhuana Sastra (BIP)
Tebal : 334 Halaman
Terbit : Januari 2015
Esa tinggal hanya dengan ibu dan pengasuhnya dari kecil. Ibunya yang hanya memikirkan dirinya sendiri, membuat Esa tak merasakan kasih sayang. Terlebih, ayahnya menikah lagi dengan wanita yang tak menginginkan "boncengan" dari suami barunya.

Di sekolah, karena beberapa kali menolak untuk diajak clubbing, Esa kehilangan sahabatnya Ia bahkan dijauhi teman-teman satu sekolah.

Saat Esa merasa sendirian, sosok Erik datang menemani hari-hari Esa. Dengan Erik, Esa menemukan jati dirinya. Namun saat Esa mulai mencintai Erik, ibunya malah melakukan hal di luar dugaannya. Keadaan semakin parah ketika ayahnya tahu Esa menjalin hubungan dengan lelaki yang berusia nyaris dua kali umur anaknya.

---------------------------------

"Sa, kadang kala, perpisahan bukan untuk selamanya. Aku yakin, selama kita masih hidup, jika cinta kita benar murni, jalan hidup kita akan menyatukan kita lagi. Saat ini kita memang harus berpisah, tapi hanya untuk mempersiapkan diri, agar suatu hari kita dapat bertemu lagi, di situasi yang jauh lebih baik lagi."
Ini tentang kisah Esa, seorang remaja dengan segala problematika kehidupannya pasca orangtuanya bercerai. Ya, novel ini mencoba mengangkat tentang anak "broken home". Esa yang masih relatif muda harus menelan pahit bahwa papa dan mamanya tidak lagi bersama. Mamanya yang sibuk dengan dunianya sendiri, malah tidak peduli dengan kehadirannya, bahkan untuk uang belanja pun mamanya seakan tidak peduli. Di lain sisi, papa Esa pun memilih untuk meninggalkannya tanpa membawa dirinya, karena istri barunya tidak menghendaki dia.

Hidupnya tak sama lagi, kehilangan kasih sayang orangtua membuat Esa menjadi pribadi yang tangguh, Esa tidak terpuruk dengan kondisinya, Esa malah peduli dan memikirkan nasib Bi Titin, pengasuhnya sejak kecil. Walaupun papanya masih terus membiayai hidupnya, tetapi yang Esa butuhkan bukan hanya uang.

Hingga kehadiran Erik, sang penyewa paviliun didepan rumahnya mengubah hidupnya menjadi lebih berwarna. Perbedaan usia yang begitu terpaut jauh tidak menghalangi kuncup-kuncup cinta bermekaran dihati keduanya. Namun, sayangnya kebahagiaan tak terasa lama, mamanya ternyata tertarik dengan sosok Erik, bahkan ingin menjadikan Erik sebagai suaminya.

Esa dan Erik pun seakan tak terpisahkan, mereka saling melengkapi. Tetapi lama kelamaan papanya pun tahu kalau Esa berpacaran dengan Erik, pria yang usianya hampir 2x lipat usianya. Jelas-jelas papanya melarang dan tidak merestui.

"Bukan cinta kita yang salah, tapi waktunya. Yang kita miliki adalah cinta yang murni, tetapi pada waktu yang keliru."
Dimulailah pertengkaran demi pertengkaran dengan papanya dan puncaknya Esa memilih untuk kabur dari rumah, bahkan nekat untuk kawin lari dengan Erik. Esa yang masih labil langsung saja memilih Erik yang jelas-jelas sayang padanya, bukan papanya yang tidak pernah ada untuknya. Namun, lain lagi bagi Erik. Erik yang jauh lebih dewasa, malah memilih untuk menenangkan Esa dari kemelut keluarganya ini. Apalagi ujian akhir Esa sudah semakin dekat, Erik tidak ingin menghancurkan semuanya.
"Esa, aku ingin kita menikah karena kamu benar siap, bukan kawin lari, karena ribut dengan orangtua. Kamu akan menyesal kalau kamu menikah karena alasan yang salah. Aku pun benar-benar nggak dapat melihat diriku sendiri di depan cermin, kalau harga yang harus kamu bayar adalah kehilangan orangtuamu, kehilangan hakmu sebagai anak mereka. Bukan itu yang aku inginkan untukmu. Aku pun yakin, di hati kecilmu, itu juga bukan yang kamu mau."
Akhirnya Esa pun menerima keputusan Erik, tetapi setelah hari itu Erik benar-benar pindah dari paviliun yang disewanya bahkan menghilang sejauh-jauhnya dari radar Esa. Esa yang mencari Erik pun tidak pernah lagi menemukannya, seakan Erik begitu saja menghilang tanpa jejak.

Bagaimana akhir kisah Esa? Sanggupkah dia berdamai dan memaafkan orangtuanya? Bagaimana dengan cintanya kepada Erik?

Ah, membaca novel ini sangat mengalir. Aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Esa, bagaimana dia harus menerima kondisi keluarganya yang tidak utuh lagi, orang tua yang seharusnya mendukung, memberi perhatian dan kasih sayang malah tak ada. Jadi belajar banyak dari sosok Esa yang bisa "survive" dengan hidupnya.

Aku suka dengan gaya bercerita penulis, mengurai konflik satu demi satu hingga muncullah sosok Erik. Sayangnya aku sulit membayangkan seperti apa Erik, hingga membuat Esa bisa jatuh cinta. Mungkin karena penulis tidak terlalu mengeksplor ke deskripsi fisik, penulis lebih fokus ke cerita yang ada.

Diceritakan dengan alur flashback, kita diajak berkenalan dengan metamorfosis Esa dari remaja menjadi anak kuliahan, bagaimana dia menyikapi kehidupannya, perpisahan kedua orangtuanya hingga cinta pertamanya kepada Erik.

Endingnya pun sudah bisa kutebak sejak awal, walau memang setelah perpisahan dengan Erik di hari itu aku merasakan ceritanya menjadi agak "turun" ritmenya tetapi aku cukup bernafas lega dengan akhir cerita ini.

3,5 bintang kusematkan untuk kisah Esa dan Erik^^
Rabu, 11 Maret 2015

[Book Review] Let Me Be With You

Judul Buku : Let Me Be With You
Penulis : Ria N. Badaria
Penerbit : GPU
Tebal : 352 Halaman
Terbit : Februari 2015
Tidak tahan karena terus didesak menikah oleh keluarganya, Kinanti akhirnya menerima ide gila Rivan Arya, sahabat kakaknya yang telah ia kenal sejak SMA. Mereka akan menerima perjodohan yang diatur tersebut, menikah, dan tinggal bersama demi menyenangkan keluarga sambil menjalani aktivitas masing-masing. Tetapi, bila suatu saat salah satu pihak terganggu dan merasa tidak cocok bersama, mereka akan bercerai baik-baik.

Tak disangka, perjodohan bisa juga menyenangkan. Kebersamaan yang mulanya kaku dan canggung, perlahan mulai menumbuhkan perasaan nyaman, sayang, dan saling membutuhkan kehadiran masing-masing.

Namun sayangnya, bayang kelam masa lalu terus mengendapendap mengikuti. Satu demi satu rahasia yang disembunyikan Rivan terancam menghancurkan keeping-keping perasaan cinta yang pelan-pelan Kinanti serahkan untuk pria itu. Akankan mereka terus bersama, atau berakhir seperti kisah-kisah yang ditulis Rivan Arya, sang penulis novel best seller itu? Terpaksa mengakui bahwa cinta adalah rasa yang selalu mengguratkan luka dan menyisakan air mata.

----------------------------

"Cinta adalah sebuah rasa yang terkadang mengguratkan luka hingga menyisakan air mata. Rasa yang terkadang menciptakan senyum dan tawa bahagia. Namun, meski terkadang mengguratkan luka, cinta akan mengalirkan bahagia pada orang-orang yang tulus merasakannya karena keindahan cinta akan memulihkan segalanya."-Rivan Arya
Ini tentang kisah Kinanti dan Rivan. Dua pasangan yang menikah bukan karena "CINTA" tetapi keadaan. Sebenarnya mereka bisa memilih untuk tak bersama, tetapi karena saat itu menikah adalah pilihan yang terbaik buat mereka, mereka pun akhirnya memilih untuk menikah.

Awalnya, pernikahan ini merupakan solusi yang terbaik untuk mereka. Kinanti yang selalu didesak untuk menikah oleh keluarganya akhirnya menerima ide dari Rivan, sahabat kakaknya itu. Mereka yang awalnya saling canggung, perlahan-lahan hubungan mereka pun mencair dan tanpa diduga kebersamaan mereka menumbuhkan rasa yang berbeda. Rasa yang membuat mereka nyaman dan bahkan jatuh cinta satu sama lain.

Namun, lagi dan lagi kebersamaan mereka harus teruji kembali. Tiba-tiba datang seseorang dari masa lalu yang ingin menghancurkan hubungan mereka, disamping itu penyakit yang datang menimpa Rivan mengancam untuk menghancurkan kehidupan pernikahan mereka yang mulai mengecap kebahagiaan.

Rivan yang tidak ingin membuat Kinanti khawatir bahkan sedih memilih untuk menikmati penyakitnya sendiri. Malah Rivan berusaha semaksimal mungkin agar Kinanti tidak pernah tahu, bahkan Rivan akhirnya mulai berbohong untuk menyembunyikan kebenaran. Ternyata sepandai-pandainya Rivan menutupi, akhirnya Kinanti pun mulai sadar dengan perubahan Rivan. Malah akhirnya, timbullah kesalahpahaman yang malah berpotensi menghancurkan pernikahan mereka.

Bagaimana akhir kisah Kinanti dan Rivan? Mampukah mereka melalui badai dalam pernikahan mereka dan merajut kembali kebahagiaan bersama?

Sebenarnya novel ini klise banget, penulis seakan memfokuskan tulisannya pada hubungan Kinanti dan Rivan. Bagaimana mereka menyesuaikan diri terhadap pernikahan mereka hingga satu per satu permasalahan muncul. Konflik penyakit yang diderita Rivan, kehadiran Sherly maupun Rino pun tidak terlalu banyak mengambil "porsi" yang besar dalam kisah ini, sehingga membuatku kadang-kadang bosan dalam membacanya.

Rasanya hubungan Kinanti dan Rivan ini berputar-putar saja dalam hal yang sama, dan sampai sekarang aku masih tidak mengerti dengan keputusan Rivan yang memilih untuk berpisah dengan Kinanti, dengan segala alasannya yang tidak ingin membuat Kinanti sedih, khawatir atau merasakan lagi kehilangan. Namun, mungkin disitulah klimaks bahkan konflik yang diinginkan penulis. Penulis ingin pembaca larut dalam emosi dan perasaan Rivan bahkan Kinanti menyikapi badai dalam pernikahan mereka.

Hingga di penghujung akhir, aku cukup bisa merasa lega karena sejak awal aku sudah bisa menduga akhir yang dipilih untuk kisah Kinanti dan Rivan.
Senin, 09 Maret 2015

[Book Review] A Week Long Journey

Judul Buku : A Week Long Journey
Penulis : Altami N.D
Penerbit : GPU
Tebal : 264 Halaman
Terbit : Januari 2015
Available @bukupedia
Lina Budiawan baru saja lulus SMA dan dihadapkan pada kenyataan bahwa dia harus masuk ke fakultas yang tidak sesuai dengan minatnya karena orangtuanya menganggap jurusan itu memiliki masa depan yang cerah dibandingkan passion-nya, menulis.

Namun, Lina tetap tidak rela melepaskan genggaman pada mimpinya. Ketika dia dikelilingi orang-orang yang terus- menerus bicara mengenai bidang yang tidak sedikit pun Lina minati, justru semakin erat dia mencengkeram obsesi menulisnya. Meski harus mengesampingkan keluarganya.

Hingga liburan selama seminggu di Hong Kong menguak semua rahasia dan cerita lama yang tidak pernah Lina ketahui tentang sejarah keluarganya. Lina pun harus berpikir ulang. Menjadi idealis atau realistis?

-------------------------------
“Kalau aku pengen sesuatu terus nggak kesampaian itu ya pernah, pasti. Semua orang pasti nggak selalu bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Tapi nggak bikin aku kepaksa menjalani hidup, Ling. Yang aku, dapatkan sama yang hilang itu lebih besar yang aku dapatkan, kok. Yang penting disyukuri aja. Nanti rasanya juga nggak akan terpaksa. Malah justru semakin nikmat dan nggak pernah merasa kekurangan.”
Finally, selesai juga membaca novel debut Altami ini. Novel ini menceritakan tentang kehidupan Lina Budiawan, seorang remaja yang baru saja lulus SMA dan sedang dilema dengan mimpinya. Lina yang sangat menyukai dunia tulis menulis, namun ternyata keluarganya menghendaki dirinya untuk melanjutkan kuliah ke jurusan Peternakan, jurusan yang tidak pernah menjadi sesuatu yang menarik untuknya. Dimulailah semua pergulatan batin Lina antara melanjutkan mimpinya untuk masuk Fakultas Sastra atau mengikuti keinginan orangtuanya.

Untuk itulah, Lina pun dihadiahi papanya untuk berlibur selama 1 minggu bersama Samko Tour ke Hongkong, menjelajahi negeri yang belum pernah dikunjunginnya sebelumnya. Ternyata 1 minggu itu mengubah semuanya, mengubah semua pandangan hidupnya tentang keluarga, cinta dan tentunya mimpinya. Lina jadi belajar banyak hal tentang kehidupannya dan tentunya keluarganya sendiri.

1 minggu yang penuh dengan cerita, 1 minggu yang begitu berharga bagi Lina Budiawan. Disanalah dia bertemu dengan Chen Zhang, sosok pria yang perlahan-lahan membuatnya nyaman. Tapi ini bukanlah kisah Lina dan Chen Zhang, kalau kamu berharap kamu akan disuguhkan tentang kisah romansa, kamu salah, Altami tidak terlalu mengeksplor hal tersebut, bagiku kisah LIna dan Chen Zhang hanyalah bonus saja. Ini lebih ke perjalanan hati Lina dan pendewasaan dirinya.

“Apa gunanya aku kalau bisa menjadi apa yang aku mau tapi nggak berguna bagi orang2 terdekatku, keluargaku sendiri?”
Perjalanan 1 minggu ke Hongkong yang menguak rahasia-rahasia yang tidak pernah Lina tahu sebelumnya, Lina jadi belajar banyak hal bahwa mimpi itu akan jauh lebih berarti jika kita menikmatinya bersama orang-orang yang kita sayangin. Dan ternyata idealis dan realitas itu selalu berjalan beriringan...

Sebagai novel debut, aku cukup menikmati novel ini. Gaya menulis yang rapi dan mengalir lancar membuatku tak terasa sudah sampai di akhir cerita. Altami mampu membungkus novelnya dengan baik, walau memang tak ada gading yang tak retak ada hal-hal teknis yang memang terasa seperti typo yang bertebaran alhamdulilah tidak terlalu mengganggu banget, semua itu tertutupi dengan "isi" novel ini.

Novel ini cocok sekali dibaca buat remaja khususnya yang baru lulus SMA dan sedang galaunya memutuskan untuk melanjutkan kuliah kemana, jurusan apa. Mungkin kamu akan merasakan bahwa kamu pernah menjadi seperti seorang Lina, tetapi ini semua tetaplah kisah fiksi.

3 bintang untuk "A Week Long Journey"

Happy reading =)
Sabtu, 07 Maret 2015

[Book Review] Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri

Judul Buku : Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 300 Halaman
Terbit : Desember 2014
“Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri.

Untuk hal itu, aku setuju.”

Kebanyakan orang lebih senang menceritakan sisi manis dari cinta.

Sedikit sekali yang mampu berterus terang mengakui

dan mengisahkan sisi gelap cintanya.

Padahal, meski tak diinginkan, selalu ada keresahan

yang tersembunyi dalam cinta.

Bukankah kisah cinta selalu begitu?

Di balik hangat pelukan dan panasnya rindu antara dua orang,

selalu tersimpan bagian muram dan tak nyaman.

Sementara, setiap orang menginginkan cinta yang tenang-tenang saja.

Cinta adalah manis. Cinta adalah terang. Cinta adalah putih.

Cinta adalah senyum. Cinta adalah tawa.

Sayangnya, cinta tak sekadar manis. Cinta tak sekadar terang.

Cinta tak melulu tentang senyum dan tawa. Ini kisah cinta yang sedikit berbeda.

Masih beranikah kau untuk jatuh cinta?

-----------------------------

"Ibuku bilang, jika kau belum gila karena cinta, kau masih memberi hatimu setengah-setengah. Dan, kau tak hanya akan gagal mendapatkan cinta, tapi hal-hal yang lain juga dalam hidupmu jika kau memberi hati setengah-setengah."
“Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri” merupakan kumpulan buku berisi 15 cerita pendek yang masih menceritakan tentang CINTA. Namun, 15 cerita terpilih yang ada dalam buku ini mencoba mengupas tentang cinta dari segi lain. Jika biasanya kita membaca cerita cinta yang manis, kali ini penulis mencoba memberi warna yang berbeda dari kumpulan ceritanya. Kita akan dibawa ke sisi gelap, pahit, bahkan cenderung suram dan mematikan dalam novel ini.

Dari penampilan covernya dengan warna “ungu” dan judulnya yang begitu “menggoda”, kamu akan disuguhkan pengalaman membaca kisah cinta yang berbeda dari buku-buku yang mungkin telah kamu baca sebelumnya. Nuansa lokal yang dibangun, kali ini penulis banyak mengambil setting lokasi di Kalimantan, juga sudah memberikan warna tersendiri.

Buku ini memuat 15 cerita pendek terpilih, antara lain:

1. Hamidah Tak Boleh Keluar Rumah
2. Nyanyian Kuntilanak
3. Seorang Perempuan di Loftus Road
4. Hujan Sudah Berhenti
5. Bayi di Tepi Sungai Kayu Are
6. Seribu Matahari Untuk Ariyani
7. Langkahan
8. Meriam Beranak
9. Lukisan Nyai Ontosoroh
10. Bayang-Bayang Masa Lalu
11. Orang Yang Paling Mencintaimu
12. Nyctophilia
13. Bulu Mata Seorang Perempuan
14. Menjelang Kematian Mustafa
15. Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri

Dibuka dengan cerpen “Hamidah Tak Boleh Keluar Rumah” dan diakhiri dengan “Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri”, aku dibuat larut dengan cerita yang disajikan oleh penulis, hingga tak terasa sudah sampai di halaman terakhir. Aku dibuat terkesima dengan “twist” yang disajikan di setiap akhir ceritanya, sesuatu yang sungguh diluar pikiranku. Walau memang buatku masih ada saja yang mengganjal dan terkesan anti-klimaks, tetapi aku cukup menikmati buku ini. Jika kamu ingin membaca cerita cinta dari sudut pandang yang berbeda, kamu bisa mencoba membaca buku ini dan rasakan sendiri sensasinya. Kamu akan dibawa ke dalam dunia cinta ala Bernard Batubara yang penuh aura mistis, nuansa lokal, gelap, kepedihan dan pada akhirnya mematikan.
Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design