Rabu, 29 April 2015

[Book Review] Majo&Sady

Judul Buku : Majo&Sady
Penulis : Jung Chul Yeon
Penerbit : Haru
Tebal : 300 Halaman
Terbit : Februari 2015
Available @bukupedia
Sady adalah seorang wanita karier dan Majo adalah suami yang mengurus rumah tangga.

Majo selalu berpikir bahwa pelatihan untuk menjadi suami pengurus rumah tangga memang seharusnya diadakan.

Majo & Sady memarodikan kehidupan sehari-hari masyarakat Korea Selatan usia 20-30 tahunan yang bisa membuat kita terharu dan tertawa sambil berkata, “Ternyata tidak hanya aku saja yang mengalaminya”.

--------------------
Apa kau tahu? Hidup itu seperti perang. Pengurus rumah tangga adalah komandannya. Kemahirannya sama seperti tentara, tapi dalam bidang lain. Mulai bersih-bersih, mencuci, memasak, mengasuh.
Pengurus rumah tangga adalah sosok yang harus tampil di semua aspek kehidupan. Dan kau tahu, apa yang lebih mengejutkan lagi? Pengurus rumah tangga tidak mendapatkan pelatihan sama sekali...tapi langsung dilempar ke medan perang.
Kisah Majo dan Sady merupakan web toon karya Jung Chul Yeon yang menceritakan kehidupan rumah tangganya melalui versi Majo dan Sady. Majo dan Sady yang bertukar peran. Majo, sang suami menjadi pengurus rumah tangga sedangkan Sady menjadi wanita karier.

Profesi Majo menjadi kartunis membuat dirinya bisa bekerja melalui rumah, sehingga ini tahun ketiganya menjadi seorang pengurus rumah tangga. Benar-benar mengurus rumah tangga, mulai dari memasak, bersih-bersih, belanja bahan makanan, mencuci dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Sesuatu yang mungkin masih amat sangat jarang terjadi.

Melalui kisah Majo dan Sady, kita diajak untuk mengenal karakter keduanya. Dengan ilustrasi yang full colour, membuatku betah membaca kisah Majo dan Sady, pasangan yang saling melengkapi. Kehidupan pernikahan mereka memang tidak sempurna, tetapi apa yang mereka alami memang nyata dan mereka tidak sendiri.

Komik ini benar-benar lucu, menggemaskan dan membuatku gregetan dan senyum-senyum sendiri membayangkan kisah Majo dan Sady. Apalagi ilustrasinya itu benar-benar menggambarkan dengan jelas semuanya.

Karakter Majo dan Sady pun ternyata punya satu kesamaan, mereka sama-sama konsumtif. Majo yang hobby sekali dengan mobil dan senantiasa merayu Sady untuk mengganti mobil dengan mobil impiannya, juga Sady yang suka berbelanja barang-barang bermerk padahal lebih sering menumpuk tidak digunakan.

Tetapi aku bisa merasakan Majo sangat menjiwai perannya sebagai pengurus rumah tangga, karena Majo selalu saja menginginkan barang-barang yang mendukung pekerjaannya sebagai pengurus rumah tangga. Bertengkar dengan Sady pun, Majo malah melarikan diri ke swalayan 24jam. Ah, benar-benar menggemaskan. Majo dan Sady bagaikan 2 kutub yang saling melengkapi^^

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati komik ini. Kalau kamu ingin bacaan ringan dan bisa menghiburmu, yuk baca "Majo & Sady" dijamin bakal suka.

Happy reading.^_^
Selasa, 28 April 2015

[Book Review] Misteri Buku Harian Johanna

Judul Buku : Misteri Buku Harian Johanna
Penulis : Aulia Hazuki
Penerbit : GPU
Tebal : 232 Halaman
Terbit : Oktober 2014
Available @bukupedia
Dharma dan kawan-kawan berencana menghabiskan liburan semester di vila kakeknya. Mereka tidak tahu bahwa vila kakek Dharma yang dulu ditempati keluarga Belanda itu menyimpan banyak misteri. Sampai akhirnya Lutfie menemukan diary Johanna yang menjadi awal petualangan panjang mereka.

Demi misi menuntaskan penasaran tentang isi diary Johanna, Dharma dan kawan-kawan bertualang menelusuri seluk-beluk vila. Mereka menemukan beberapa ruang rahasia, sampai akhirnya terjebak di dalam ruang bawah tanah bersama kerangka Johanna.

Lalu, bagaimana mereka bisa lolos? Dan kenapa Pak Zul, si tukang kebun, menginginkan kematian Dharma dan kawan-kawan di vila itu?

------------------------

Sejak membaca pertama kali sinopsis novel ini jujur aku cukup tertarik. Agak berbeda dengan teenlit lainnya yang pernah kubaca, teenlit ini menawarkan sebuah kisah misteri didalamnya. Dan ternyata setelah membaca halaman demi halaman dalam novel ini, rasa penasaranku cukup terpuaskan.

Ini tentang kisah 6 orang yang bersahabat, Dharma, Lutfie, Dika, Riris, Ullie dan Uzzie. Mereka berenam memutuskan untuk menghabiskan liburannya bersama di sebuah villa, milik Kakek Dharma. Awalnya liburan mereka hanyalah liburan biasa saja, hingga Lutfie menemukan sebuah buku harian yang ternyata milik Johanna, istri dari pemilik pertama villa itu, Johann. Melalui buku harian itu, Lutfie dan teman-temannya mengetahui bahwa ada sesuatu yang besar yang pernah terjadi dalam villa itu, yang melibatkan keluarga Johanna. Sayangnya itu semua hanya menjadi sebuah rahasia tanpa pernah terungkap.

Melalui buku harian Johanna, Lutfie dan teman-temannya menjadi penasaran. Apalagi mereka begitu penasaran dengan apa yang ditulis oleh Johanna mengenai kematian Annette, putri kesayangannya. Mengenai Johanna yang dituduh membunuh Annette, mengenai kue yang telah diracuni dan fakta-fakta lainnya yang terungkap dalam buku harian itu.

Lutfie dan teman-temannya pun memutuskan untuk menyelidiki kasus tersebut, apalagi ternyata villa itu bukanlah villa biasa. Villa itu merupakan villa istimewa yang punya banyak ruang rahasia didalamnya. Benar-benar villa yang merupakan "masterpiece" dari Johann, yang memang seorang arsitek terkenal. Mereka pun dengan petunjuk-petunjuk yang didapat dari Buku Harian Johanna didukung kemudian oleh Jurnal kakek Dharma akhirnya menemukan ruang-ruang rahasia dalam villa itu. Tetapi ternyata mereka tidak sendiri, ada seseorang yang ternyata mengikuti segala aktivitas mereka dan begitu tidak suka dengan penyelidikan mereka.

Dan dimulailah teror demi teror berupa ancaman kepada Lutfie dan teman-temannya. Tetapi mereka hanyalah remaja yang penasaran dan memutuskan untuk tetap melanjutkan penyelidikan mereka. Mereka pun akhirnya malah terjebak dalam suatu ruang rahasia dan malah menemukan sesuatu yang sungguh mengejutkan. Nyawa mereka pun terancam. Bagaimana akhir kisah mereka? Berhasilkah mereka menyelidiki kasus tersebut? Siapa sesungguhnya yang senantiasa mengikuti mereka?

Membaca novel ini hanya membutuhkan beberapa jam saja. Aku dibuat larut dengan kisah Lutfie dan sahabat-sahabatnya. Liburan yang tidak biasa, yang membuat mereka mengalami petualangan yang cukup menarik. Keping demi keping fakta yang diungkap pun begitu rapi. Walau memang adakalanya aku dibuat mengernyitkan dahi ikut memikirkan mengenai kisah ini, tetapi aku pun bisa menebak siapa sesungguhnya orang itu. Perasaanku dibuat naik turun selama membaca kisah ini dan ingin cepat-cepat menyelesaikan novel ini.

Tahu-tahu aku sudah dihalaman akhir dan aku cukup puas dengan endingnya. Aku bisa merasakan nuansa kisah misterinya, juga persahabatan mereka yang begitu erat. Semua terasa pas khas remaja. Kalau kamu penyuka kisah misteri yang ringan, apa salahnya mencoba membaca novel ini.
Senin, 27 April 2015

[Book Review] Not A Perfect Wedding

Raina Winatama:
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya.

Prakarsa Dwi Rahardi :
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya.

Pramudya Eka Rahardi :
Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi.

---------------

Bagaimana perasaanmu jika ternyata orang yang menikahimu bukanlah pria yang kamu cintai? Bahkan sekalipun dia adalah kakak dari pria yang kamu cintai tetapi dia hanyalah orang asing bagimu. Itulah yang menjadi premis dalam kisah ini.
Raina begitu kaget saat hari pernikahannya ternyata pria yang berhadapan dengan papanya dan mengucapkan ikrar ijab kabul bukanlah Raka, kekasihnya. Dimana sesungguhnya Raka? Apa yang sesungguhnya terjadi? Mengapa malah Pram yang sekarang resmi menjadi suaminya? Mengapa dia harus mengalami semua ini?

Itu semua yang sedang bermain di pikiran Raina. Raina begitu kaget karena ternyata pria yang dinikahinya bukanlah Raka melainkan Pram. Padahal hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu olehnya. Hari dimana dia dan Raka telah berjanji untuk mengikrarkan diri dalam ikatan sebuah pernikahan.

Ternyata takdir berkata lain. Kecelakaan yang menimpa Raka sehari sebelum hari pernikahan mereka membuat Raka harus pergi selama-lamanya. Hal yang baru diketahui oleh Raina setelah ijab kabulnya dengan Pram, kakak lelaki Raka.

Ini sungguh mengejutkan dan Raina berharap ini semua hanyalah mimpi buruk. Rasanya baru kemarin dia mengobrol bersama Raka ternyata Raka sudah pergi selamanya meninggalkannya. Meninggalkan dirinya untuk menerima kenyataan bahwa dia telah terikat pernikahan dengan Pram.

Awalnya Raina ingin menolak pernikahannya dengan Pram. Raina pun menjadi amat sangat marah kepada keluarganya karena membiarkan semua ini terjadi. Tetapi Pram begitu teguh dengan keyakinan dan janjinya kepada Raka. Pram telah berjanji untuk menjaga Raina.

Dimulailah kehidupan pernikahan Raina dan Pram yang bukan karena cinta. Hanya berawal dari sebuah janji terhadap Raka. Janji untuk selalu menjaga Raina. Tetapi perlahan-lahan hubungan mereka pun semakin mencair. Mereka mulai saling bisa menerima satu sama lain. Pram ternyata sosok pria dewasa yang begitu sabar menghadapi Raina yang manja dan kadang-kadang egois. Perlahan-lahan CINTA pun hadir diantara keduanya. Namun, tetap saja mereka terlalu gengsi untuk mengakui.

Kemudian datang sosok masa lalu Pram, Sashi wanita yang pernah sangat dicintai oleh Pram yang membuatnya begitu patah hati. Sashi yang mengharapkan bisa kembali kepada Pram. Pram pun mulai terusik dengan kehadiran Sashi. Dan mulai berbohong kepada Raina. Raina pun tidak yakin dengan perasaan Pram terhadapnya. Malah meminta untuk bercerai. Bagaimana akhir kisah mereka? Sanggupkah mereka bertahan dalam pernikahan mereka?

Premis cerita ini menarik, tentang calon suami pengganti. Sebagai debut, penulis cukup mampu membuat ceritanya mengalir. Aku bisa merasakan perlahan-lahan chemistry diantara Raina dan Pram terbangun. Raina dan Pram bagaikan 2 kutub yang saling berbeda tetapi bisa saling melengkapi. Kadang-kadang aku dibuat gregetan dengan sikap Raina yang egois dan manja.

Melalui kisah Raina dan Pram, sebagai pembaca aku jadi tahu bahwa tidak ada pernikahan yang sempurna. Masing-masing pasangan harus mampu bertahan dan saling mendukung dalam membangun fondasi pernikahan, tidak cukup 1 pihak saja. Tidak hanya butuh cinta, tetapi juga kesabaran, pengertian dan kesetiaan akan janji pernikahan itu sendiri.

Walau memang masih kutemukan typo dan penempatan tanda baca yang tidak sesuai, aku masih tetap menikmati kisah ini. Semua elemen dalam novel ini begitu saling terkait. Kehadiran tokoh-tokoh pendukung, seperti Arman dan Pasha kakak lelaki Raina pun menjadikan novel ini jauh lebih menarik. Interaksi mereka begitu dalam sehingga aku pun membayangkan begitu beruntungnya Raina memiliki kakak yang sangat mencintainya.

Endingnya tentunya sesuatu yang sudah kuduga sejak awal. Tidak dipaksakan dan memang itulah takdir...Sampai di akhir cerita, aku malah berharap penulis bisa membuat cerita lainnya khusus untuk Arman, Pasha dan Dilla.^^
Sabtu, 25 April 2015

[Book Review] Remedy

Judul Buku : Remedy
Penulis : Biondy Alfian
Penerbit : Ice Cube Publisher
Tebal : 207 Halaman
Terbit : Februari 2015
"Lo yang nemuin dompet gue, kan?" tanya Navin.

"Ya," jawabku.

"Berarti lo sudah lihat semua isinya?"


"Ya," jawabku lagi.

"Berarti lo sudah-"

"Melihat kedua KTP-mu?" tanyaku. "Sudah."

Navin menarik napas panjang. Kedua matanya melotot padaku. Rahangnya tampak mengeras.

Ada yang aneh dalam diri Navin, si anak baru itu. Tania tidak sengaja menemukan dompetnya di tangga sekolah dan melihat di dalamnya ada dua KTP dengan data-data yang sama, hanya berbeda nama. Satunya tertera nama Navin Naftali, satunya lagi tertera nama Budi Sanjaya. Selain itu, ternyata Navin sudah berumur 20 tahun. Apa yang dilakukan seorang pria berumur 20 tahun di SMA? Sebagai seorang murid pula. Tania memutuskan untuk mencari tahu kebenaran tentang identitas ganda Navin. Sementara itu, Navin juga penasaran dengan sosok Tania yang kini mengetahui rahasianya. Karena sepertinya gadis itu punya rahasia yang lebih besar darinya.

-------------------------

Ini tentang kisah Navin dan Tania, dua remaja yang sama-sama punya rahasia yang berusaha untuk ditutupi. Berawal dari Tania yang menemukan dompet milik Navin, anak baru disekolahnya cerita ini bermula. Tania menemukan sesuatu yang mengagetkannya, 2 KTP dalam dompet Navin yang mengungkap identitas Navin sesungguhnya. KTP yang memuat nama yang berbeda dan tentunya usia Navin sesungguhnya. Tania pun penasaran kenapa Navin mengubah namanya? Ada apa sesungguhnya?

Tania pun mengembalikan dompet Navin secara diam-diam karena Tania sebelumnya telah "mengosongkan" uang dalam dompet Navin. Tetapi Navin terlanjut memergoki Tania dan berusaha mencari tahu tentang Tania. Akhirnya Navin pun berusaha untuk mendekati Tania dan memintanya untuk merahasiakan apa yang diketahuinya.

Tania tetap penasaran apa yang sesungguhnya dirahasiakan oleh Navin. Tetapi Tania tidak pernah ingin memaksa. Karena Tania pun menyimpan rahasia sendiri. Rahasia yang tidak ingin orang lain tahu, kalau selama ini Tania selalu menyakiti dirinya sendiri dengan membuat sayatan-sayatan kecil ditubuhnya. Karena dengan melihat sayatan itu, Tania merasakan hidup. Ada apa dengan Tania sesungguhnya?

Sebagai debut penulis, aku cukup menikmati ceritanya. Perlahan-lahan Tania dan Navin menjadi semakin dekat. Dan aku pun dibuat makin penasaran dengan apa sesungguhnya yang membuat Navin harus mengubah identitas diKTPnya? Tetapi setelah mengetahui rahasia Navin, aku malah tidak merasakan apa-apa hanya biasa-biasa saja karena alasannya terkesan terlalu biasa saja malah rahasia Tania yang membuatku tercengang dan bahkan terharu terhadapnya.

Namun, anehnya terlalu janggal bagi Tania dengan kasus seperti itu, bisa dekat dengan pria. Harusnya dia menjadi trauma bahkan menghindari untuk dekat dengan pria. Tetapi Tania malah yang ingin lebih dekat dengan Navin, bahkan penasaran dengan jati diri Navin sesungguhnya.

Dibalik itu semua, aku cukup puas dengan endingnya. Memang itu jalan terbaik buat semuanya.
Kamis, 23 April 2015

[Book Review] Alpha

Judul Buku : Alpha
Penulis : Nathalia Theodora
Penerbit : Moka Media
Tebal : 264 Halaman
Terbit : Januari 2015
Namaku Violet. Adalah takdirku menjadi Makary, menjaga dunia kami tetap ada. Karena jika kami mati, monster penghancur dunia akan bangkit. Kami pernah hancur dan takkan pernah membiarkannya terulang kembali.

Lalu aku bertemu dengannya, Jesse. Ia begitu indah, begitu sempurna. Bersamanya aku bebas. Bersamanya aku menemukan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan. Tetapi dapatkah aku memercayainya?

Ia adalah bagian dari Suku Gruev, bangsa yang ingin menghancurkan kami, membangkitkan monster itu. Ia adalah android. Dan ia, diciptakan untuk membunuhku.

---------------------


Namaku Violet dan aku seorang Makary. Sudah merupakan takdirku bersama 12 remaja lainnya terpilih menjadi Makary. Kami, para Makary mempunyai darah yang bisa menghentikan sang monster yang bisa menghancurkan dunia. Tugas kami hanyalah mencoba untuk selalu bertahan hidup selama masa tugas kami. Kami harus bisa membuat sang monster untuk tidur selama Waktu Kosong, dan itu membutuhkan waktu yang lumayan lama, 18 tahun. Dan setiap 18 tahun akan lahir kembali Makary-Makary lainnya.

Tinggal 3 bulan lagi tugasku sebagai Makary dan aku bisa kembali ke kehidupan normalku. Tetapi ada Suku Gruev yang senantiasa mengincar nyawa kami para Makary. Suku Gruev yang dari generasi ke generasi senantiasa saling bertikai dengan sukuku, Suku Makaros.

Profesor William, sang kepala suku Gruev pun tidak tinggal diam. Segala cara dia upayakan, termasuk menciptakan Alpha, android yang mempunyai fisik layaknya manusia dan memiliki perasaan yang senantiasa bisa berkembang. Selain Alpha, ada juga Beta yang layaknya robot biasa. Misi Alpha dan Beta hanyalah membunuh Makary agar bisa membangkitkan monster itu.

Para Makary yang hidup dalam sebuah desa yang tertutup, punya 1 hari yang disebut Hari Hutan, yang bisa mereka nikmati untuk menjelajahi hutan. Tetapi setiap Makary akan terus mendapatkan penjagaan dari pengawal mereka masing-masing. Hingga suatu hari Violet bertemu dengan Jesse, sang Alpha. Awalnya Violet sudah pasrah jika Jesse akan membunuhnya. Tetapi hal lain terjadi, Jesse malah melepaskannya.

Pertemuan Violet dan Jesse pun menjadi lebih intens. Violet kemudian sadar bahwa Jesse tidak seperti Alpha lainnya yang ingin membunuh Makary. Jesse tahu bahwa semua itu tidak benar. Violet pun selalu ingin bertemu dan bertemu Jesse diluar Hari Hutan, yang membuat dia harus berbohong dan pergi ke hutan tanpa sepengetahuan Makary lainnya bahkan pengawalnya sendiri.

Hingga suatu hari Suku Gruev menyerang Desa mereka dan membunuh 3 Makary, salah satunya Debra sahabatnya. Dan ternyata Suku Gruev menggunakan jalan rahasia yang selama ini dia gunakan untuk bertemu Jesse. Awalnya Violet berpikir Jesse yang membocorkan mengenai jalan rahasia itu ternyata ada yang sedang mengintai mereka.

Kematian 3 Makary dan 1 Makary sebelumnya menjadikan hal yang tidak bisa dihindari datang juga, sang monster pun bangkit. Bagaimana akhir kisah Violet?

Membaca novel ini, aku cukup menikmatinya. Aku bisa menyelesaikan novel ini hanya beberapa jam saja. Sayangnya kehadiran monster yang selalu menjadi momok dalam cerita ini terasa hanya sepintas lalu saja, terkesan terlalu biasa. Padahal aku membayangkan akan ada adegan klimaks disini. Akhirnya novel ini hanya menjadi anti-klimaks saja.

Aku merasakan bahwa novel ini malah condong ke kisah romansa Violet dan Jesse, sang android. Aku sulit membayangkan deskripsi setting tempatnya sama sekali, karena hanya digambarkan sebagai sebuah desa tertutup yang dekat dengan hutan.

Overall, aku suka dengan kisah Violet dan Jesse. Chemistry mereka perlahan-lahan begitu terasa. Endingnya pun cukup memuaskanku^^
Rabu, 22 April 2015

[Book Review] Pay It Forward

Judul Buku : Pay It Forward
Penulis : Emma Grace
Penerbit : GPU
Tebal : 256 Halaman
Terbit : April 2015
Tedjas
Astaga, gadis itu sudah gila. Pasti! Gue nggak pernah berminat untuk komentar di status orang di Facebook, apalagi ikut-ikutan dalam permainan apa pun. Tapi, gadis itu bilang apa tadi? Pay It Forward? Cih, permainan apa itu?

Gitta
Aku nggak pernah mengira bisa membenci seorang pria, seperti aku membenci Tedjas. Sejak pertama bertemu, dia selalu bersikap menyebalkan. Seakan belum cukup, dia juga menghinaku habis-habisan di depan banyak orang. Semakin jauh jarak terbentang di antara kami, itu semakin baik! Itu yang Tedjas dan Gitta pikirkan. Tapi ketika rasa cinta menggedor semakin kuat, sanggupkah mereka berdua tetap berpura-pura bahwa kedekatan itu tak pernah nyata?

-------------------

"Secara umum, Pay It Forward berarti kebaikan yang kau terima dan kau berikan pada orang lain, alih-alih mengembalikan perbuatan baik tersebut pada si pemberi."

Berawal dari sebuah status di Facebook oleh Yunike, yang memainkan permainan "Pay It Forward" dimana Yunike akan menantang 3 orang yang memberikan komentar pertama distatusnya itu dengan cukup "I'm In" dan 3 orang tersebut harus membuat status yang sama lagi seterusnya. 3 orang tersebut akan mendapatkan kado khusus dari Yunike dan tentunya mereka pun harus memberikan kado lagi ke orang yang mengomentari status mereka.

Secara impulsif, Gitta pun ikut ambil bagian dari permainan Yunike itu. Namun, betapa kagetnya Gitta ketika dia membuat status yang sama, orang pertama yang mengomentari adalah Tedjas, teman sekampusnya yang terkenal itu. Tedjas yang terkenal satu angkatan Gitta karena dulu pernah hampir menggagalkan ospek kelompok mereka dan terancam harus mengulang kembali ospek.

Namun, anehnya Tedjas sama sekali tidak merespon Gitta, seperti dulu saat ospek. Tedjas seakan-akan tidak tahu dengan ide "Pay It Forward" itu. Gitta pun mencoba mendekati Tedjas, akhirnya membuat mereka pun jadi mengenal cukup dekat. Berkat kedekatan mereka, Gitta pun akhirnya tahu mengenai sosok Tedjas sesungguhnya. Apa yang selama ini disembunyikan oleh Tedjas.

Disamping itu, Gitta pun harus mengalami sedikit konflik dengan papanya yang sangat protektif terhadapnya. Ternyata ada rahasia besar didalamnya dan lagi-lagi Tedjas lah orang yang membantunya menghadapi permasalahannya dengan papanya.

Aku cukup menikmati kisah ini. Premisnya menarik. Tidak hanya membicarakan mengenai kisah Gitta dan Tedjas saja dan permainan "Pay It Forward" tetapi lebih dari itu ada masalah keluarga yang juga ikut dibahas dalam masalah ini. Aku malah lebih merasakan chemistry antara Gitta dan papanya dan aku bisa merasakan kasih sayang yang begitu besar dari papa Gitta walau sosoknya memang cenderung sangat protektif. Setelah mengetahui alasannya pun akhirnya aku bisa mengerti dan memakluminya.

Overall, sebagai debut penulis aku cukup menikmati kisah ini^^
Senin, 20 April 2015

[Book Review] 4 Ways to Get a Wife

Judul Buku : 4 Ways to Get a Wife
Penulis : Hyun Go Wun
Penerbit : Haru
Tebal : 356 Halaman
Terbit : Desember 2012
Dicari: Istri Kontrak

Persyaratan: Usia 25-30 tahun, fisik sehat, dan penampilan rapi. IQ di atas 130. Memiliki pekerjaan tetap.

Kesepakatan: Diberikan uang kontrak dan upah per tahun standar lulusan universitas. Disediakan pakaian dan pembantu rumah tangga. Setelah kontrak selesai, akan diberikan keuntungan khusus seperti belajar di luar negeri.

Perhatian: Bukan kontrak seumur hidup. Masa kontrak maksimal 3 tahun. Kontrak akan diperbarui setiap tahun. Tidak diperbolehkan adanya kontak fisik atau keluhan apa pun.

Lampirkan CV, surat keterangan kesehatan, dan sertifikat tes IQ. Wawancara akan dilakukan setelah lulus seleksi dokumen.

#########

Dunia sepertinya sudah semakin gila ketika aku melihat iklan untuk mencari'istri kontrak' yang terpasang di koran hari itu. Apalagi, adikku sendiri yang baru berumur 20 tahun, yang memiliki perbedaan umur lebih dari 12 tahun dengan lelaki itu. Benar-benar sinting!

Setelah bersusah payah menjauhkan dan menyelamatkan adikku, lelaki itu malah berkata padanya dengan wajah datar. 'Tidak ada burung pedar, ayam pun jadi.'

Ayam? Siapa yang ayam? Sekarang ia malah menawariku menjadi istri kontraknya!

-------------------

Another stories about "NIKAH KONTRAK"
Berawal dari sebuah iklan koran "Dicari:Istri Kontrak" dimulailah pertemuan antara Kim Geon Hyeong dan Kang Jung Won. Jung Won yang awalnya ingin melabrak Geon Hyeong karena memasang iklan tersebut sehingga membuat adiknya, Hee Won tertarik untuk melamar karena iming-iming apa saja yang bisa dia dapatkan jika menjadi istri kontrak Geon Hyeong. Tapi, Jung Won tidak tahu kalau Hee Won ternyata memakai nama dan biodatanya untuk melamar menjadi istri kontrak, karena Hee Won tidak sesuai dengan kriteria yang dimaksud dalam iklan koran itu.

Melihat Jung Won yang pemberani dan cerdas yang melabraknya langsung, Geon Hyeong malah memutuskan bahwa Jung Won adalah "wanita yang tepat untuk menjadi istri kontraknya" yang dia yakin mampu menghadapi keluarganya. Awalnya Jung Won jelas-jelas menolak, tapi segala cara diperbuat oleh Geon Hyeong yang akhirnya malah Jung Won bersedia untuk menjadi pasangan Geon Hyeong.

Hubungan mereka yang dipenuhi dengan adu mulut, perlahan-lahan mulai mencair, apalagi saat Geon Hyeong memilih untuk tinggal sementara dirumah mungil Jung Won. Disanalah Geon Hyeong melihat sosok lain Jung Won dan mendapatkan kehangatan dan kenyamanan sebuah rumah dan keluarga. Tanpa mereka sadari, perasaan diantara mereka pun mulai tumbuh dan merekah ^^

Diwarnai dengan permasalahan keluarga, kisah masa lalu ayah Geon Hyeong yang ternyata melibatkan Jung Won dan keluarganya, kesalahpahaman yang terjadi, kehadiran Shin Hee dan Jae Hyun membuat cerita ini menjadi menarik. Bagaimana akhir kisah Geon Hyeong dan Jung Won?

Aku cukup terhibur dengan novel terjemahan korea ini, walau memang entah kenapa sampai sekarang aku belum bisa terlalu menikmati terjemahan korea yang menurutku masih agak kaku. Alur ceritanya membuatku terus membolak-balik halaman demi halaman, didukung dengan karakter para tokoh yang saling mendukung membuatku tidak bosan dan penasaran hingga akhir ^^

Walau sampai akhir membaca kisah ini, masih ada yang sedikit mengganjal, "4 ways to get a wife" yang dimaksud di judul novel ini apa?

[Book Review] Sylvia's Letters

Judul Buku : Sylvia's Letters
Penulis : Miranda Malonka
Penerbit : GPU
Tebal : 200 Halaman
Terbit : April 2015
Ada surat-surat yang takkan pernah dikirim. Ada surat-surat yang telah dikirim dan mungkin tak pernah dibaca penerimanya.

Hidup mengajari Sylvia tentang obsesi. Persahabatan mengajarinya tentang masalah. Dan Sylvia yakin semua orang bisa diselamatkan dari masalah hidup mereka.

Hingga ia bertemu dengan Anggara, yang mengajarinya tentang cinta yang melepaskan ikatan. Dan untuk pertama kalinya Sylvia menyadari bahwa ia tidak bisa menjadi penyelamat semua orang.

Terkadang peraturan keselamatan tidak lagi berlaku ketika berkaitan dengan obsesi dan cinta.

--------------------------

"Mungkin, orang paling masokistik di dunia adalah orang yang masih berani mencintai walaupun hatinya tergores-gores dalam."
Wow, aku suka banget YA lokal ini. Rasanya ini salah satu novel YA Lokal terbaik dari lini penerbit ini yang aku benar-benar dibuat larut dengan kisahnya. 200an halaman hanya cukup beberapa jam saja sudah selesai kubaca.

Ini tentang kisah Sylvia, gadis remaja yang suka menulis surat-surat untuk seseorang, tepatnya untuk seorang cowok bernama Anggara, yang biasa dipanggilnya Gara. Surat-surat yang tak pernah berani dikirimnya. Dalam surat-suratnya itulah Sylvia mencurahkan semua perasaannya, semua hal tentang kehidupannya, semua mimpi dan juga tentang orang-orang terdekatnya.

Sylvia mulai menulis surat-surat itu sejak dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada Gara saat pementasan kelas. Entah kenapa sosok Gara dengan aktingnya begitu sangat melekat dihatinya, membuat Sylvia menjadi terobsesi terhadap Gara. Sylvia pun menjadi seorang stalker, selalu mengamati semua aktivitas Gara. Hanya melalui surat-suratnya lah Sylvia mampu bercerita.

Sylvia pun sangat menyukai melukis, namun lukisannya lebih ke abstrak. Tiap dia merasakan sesuatu Sylvia akan melukis dengan warna-warna yang dia tentukan sendiri untuk menggambarkan perasaannya. Warna yang tentunya berbeda dengan arti warna pada umumnya.

Melalui surat-surat Sylvia, kita diajak menyelami kehidupan Sylvia sebagai seorang remaja yang berbeda dengan remaja seusianya. Sylvia seakan berusaha lebih keras untuk memikirkan nasib teman-temannya, sayangnya hal ini tidak berlaku bagi diri Sylvia sendiri. Sylvia yang selalu bisa diandalkan teman-temannya harus takluk dengan obsesi terpendamnya untuk menjadi "kurus". Sesuatu yang perlahan-lahan malah berubah menjadi menakutkan bahkan membahayakan dirinya sendiri.

Tetapi apakah Sylvia berhenti? TIDAK, Sylvia bisa menahan lapar bahkan tidak makan berhari-hari hanya untuk melihat timbangan yang sesuai dengan yang dia harapkan. Namun, keinginan ini sempat pupus saat Sylvia bisa mulai dekat dengan Gara, tidak hanya sekedar pemuja rahasia melalui surat-surat saja. Kebersamaan bersama Gara yang disebutnya "Teman Tapi Saling Suka" membuatnya mau kembali makan. Tapi ini tidak bertahan lama, kebahagiaannya terenggut kembali. Gara tiba-tiba pindah ke luar negeri dan membuat Sylvia patah hati.

Sylvia pun mulai kembali menyiksa dirinya untuk diet ketat bahkan memutuskan untuk tidak makan berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Ketika semuanya terasa  benar bagi Sylvia, hal yang selama ini dia takutkan pun kembali datang menyergap? Bagaimana akhir kisah Sylvia???

Membaca novel ini sungguh menarik, format bercerita yang tidak biasa, menggunakan surat-surat dan email, membuatku larut dengan perasaan Sylvia. Kita diajak menyelami kehidupannya juga teman-teman terdekat Sylvia. Aku dibuat gregetan dengan sosok Gara yang selama ini hanya kukenal melalui surat-surat Sylvia. Hingga akhir cerita, aku tak mampu berkata-kata lagi, hanya bisa  prihatin...

Kalau kamu butuh cerita remaja yang tidak ringan dan ada "isi"nya, terutama buat kamu yang terobsesi dengan kata "kurus", kamu wajib baca buku ini^^
Sabtu, 18 April 2015

[Book Review] Good Memories

Judul Buku : Good Memories
Penulis : Lia Indra Andriana
Penerbit : Haru
Tebal : 336 Halaman
Terbit : September 2013
Available @bukupedia
"Tiga bulan lagi, di waktu dan tempat yang sama, aku akan mengevaluasi apakah kau layak diberi tambahan kupon pertemanan."

Saat banyak orang berharap bisa kuliah di luar negeri, Maya malah rela melakukan apa pun agar bisa meninggalkan Kwanghan University dan kembali bersama kekasihnya, Alva, di Indonesia. Sayangnya semua tidak semudah itu.

Seakan hidupnya sekarang belum cukup rumit, Maya harus menghadapi Luc, teman sekelasnya, seorang pria berkebangsaan Prancis yang terang-terangan menyatakan suka kepadanya.

Luc bahkan tidak keberatan hanya menjadi teman Maya setelah mendapatkan kupon Friendvitation buatan gadis itu.

Ketika kupon Friendvitation yang Maya berikan kepada Luc telah expired, akankah Maya memperpanjang masa berlaku kuponnya? ataukah Maya akhirnya akan kembali kepada Alva dan melupakan semua yang terjadi di Korea?

"Inikah cinta? Membuatmu rela melakukan tindakan bodoh yang tak masuk akal?

--------------------

Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya penulis dan aku lumayan terhibur dengan cerita ini, walau memang aku bukanlah pecinta novel bertema korea, tapi novel ini cukup ringan dan menarik untuk dibaca.

Novel ini berkisah tentang kehidupan Maya dan kehidupannya sebagai mahasiswa asing asal Indonesia yang belajar di Korea, suka dukanya sebagai mahasiswa asing. Maya awalnya ingin segera pulang ke Indonesia, hasil ujian kemampuan bahasanya tidak memuaskan sehingga dia harus tetap dilevel dua, tidak bisa naik ke level berikutnya.

Dan di level dua lah hidupnya berubah, pertemuannya dengan teman-teman sekelasnya membawa perubahan yang cukup berarti baginya. Maya bukanlah seorang yang pemalas, sehingga membuat dia harus mengulang level yang sama, tapi karena dia sedang sakit akhirnya nilainya pun tidak bisa maksimal. Di level dua, Maya bertemu dengan teman-teman baru dan salah satunya adalah Luc, mahasiswa asal Perancis yang pada akhirnya menjadi temannya.

Kenyataan bahwa nilai Maya buruk dan harus tetap mengulang level dua, membuat angan Maya melayang jauh, ya dia sangat berharap ayahnya akan segera menyuruhnya pulang dan dia dapat segera bertemu dengan kekasihnya, Alva. Tapi harapan tinggallah harapan, ayah Maya malah memblokir semua kartu kredit Maya dan hanya memberikan uang saku bulanan saja.

Hal ini membuat Maya harus memutar otak bagaimana caranya mengumpulkan uang agar bisa balik ke Indonesia, karena disatu sisi kekasihnya Alva tidak ingin LDR dan ingin Maya segera kembali. Maya akhirnya berusaha untuk mencari pekerjaan part-time dan itu tidaklah mudah karena dia hanyalah mahasiswa asing dan kemampuan berbahasa koreanya pun masih standar saja.

Dengan ide dari adiknya Rani, Maya pun bertekad untuk membuat "good memories project" selama perkuliahannya. Berbekal kamera polaroidnya dia ingin mengukir kenangan bersama temannya. Dengan tugas yang diberikan oleg gurunya, Maya pun membuat Friendvitation walau memang kedengarannya aneh dimata teman dan gurunya, karena semua teman sekelasnya otomatis adalah temannya ^^

Ternyata hanya Luc, cowok Perancis yang mengambil kupon Friendvitation tersebut dan dimulailah kisah pertemanan mereka. Maya dan Luc pun semakin dekat, dan kedekatan mereka membuat Luc menyukai Maya. Tapi Maya seakan menutup hatinya dari pria manapun, pernyataan cinta Luc pun hanya dianggap biasa saja dan terkesan menghindar, di pikiran Maya hanya ada Alva...Alva dan Alva kekasihnya di Indonesia dan bagaimana caranya dia bisa pulang.

Kesabaran Luc ternyata benar-benar teruji, walau dia tahu Maya sudah punya kekasih, tapi dia tetap berusaha merebut hati Maya. Apalagi sejak dia tahu bahwa Alva, bukanlah pria yang pantas untuk Maya, dengan sikapnya yang tidak pernah menghargai Maya.

Bagaimanakah akhir kisah Maya? Akankah Maya pulang ke Indonesia demi Alva? Bagaimana hubungan Maya dengan Luc?

Yuk dibaca novel yang ringan dan mengalir ini, terutama buat penyuka novel bertema korea dan ingin suatu hari nanti belajar di Korea, lumayan bisa menambah referensi tentang sistem pembelajaran disana =)

"Togetherness is a very important ingredient of friendship. By that you can create good memories"

[Book Review] Haru No Sora

Judul Buku : Haru No Sora
Penulis : Laili Muttamimah
Penerbit : Ice Cube Publisher
Tebal : 298 Halaman
Terbit : Februari 2015
“Aku berharap musim dingin dapat membekukan rasa sakitku,” ujarku lirih.

“Begitu?” tanya laki-laki itu, asap putih yang hangat keluar dari mulutnya. “Kau pikir, ketika rasa sakit itu membeku, kau tidak akan merasakan sakit lagi?”

“Mungkin begitu.”

“Kurasa kau tidak akan bisa membekukan rasa sakitmu.”

“Kenapa?”

“Karena rasa sakitmu akan mencair ketika musim semi tiba.”

Tiap tahun, Miyazaki Sora selalu menantikan kedatangan musim dingin. Titik-titik putih yang jatuh dari langit berarti tiba waktunya untuk bermain di halaman bersama sang ayah, sementara si ibu akan menyiapkan hidangan lezat di meja makan. Di balik gunungan salju yang menumpuk di halaman, Sora menemukan kehangatan kasih sayang kedua orangtuanya. Namun itu dulu. Sebelum suatu rahasia yang terbongkar di musim dingin tiga tahun lalu merenggut nyawa ibunya. Sebelum judi dan alkohol menjerat perhatian ayahnya. Sebelum Sora memilih melanjutkan hidupnya dengan menapaki jalan yang salah.

-------------------

Dulu, aku selalu menyukai musim dingin. Tetapi sejak kematian ibu, semuanya terasa berbeda. Bagiku musim dingin, sudah tidak sama lagi. Aku ingin sekali musim dingin mampu membekukan hatiku, sehingga aku tidak merasakan rasa sakit lagi.Ternyata....

Namaku Sora, aku hanyalah gadis remaja. Tapi bebanku begitu berat. Sejak kematian ibu, aku harus berusaha lebih keras lagi. Aku yang dulunya bisa menikmati masa remajaku dengan bahagia, sekarang harus menjadi penopang keluarga. Ayahku hanya bisa mabuk-mabukkan dan bermain judi, meninggalkan sejumlah utang yang membuatku harus membayarnya...

Tak ada jalan lain lagi, aku pun memutuskan untuk bekerja. Bukan sembarang pekerjaan. Aku menjadi "wanita malam", hanya itu yang kupikirkan jalan pintasku untuk mencari uang sebanyak mungkin untuk membiayai hidup kami dan utang-utang ayahku.

Hingga aku bertemu dengan Haru. Hidupku tak sama lagi. Haru layaknya musim semi yang membuatku perlahan-lahan jatuh cinta. Tetapi anehnya sikapnya begitu berbeda terhadapku, layaknya orang asing. Haru menjadi pribadi yang begitu dingin terhadapku, berbeda dengan wanita lain, apalagi terhadap Ai, gadis yang selalu kuganggu. Tidak, aku tidak membenci Ai, aku hanya membenci kehidupannya yang begitu sempurna...

Aku suka gaya bercerita Laili, lincah dan mengalir lancar. Twist yang hadir walau sejak awal sudah kutebak, tetapi tetap saja membuatku terus larut dengan ceritanya. Haru dan Sora, dua orang yang sama-sama punya rahasia, hadir untuk menyembuhkan satu sama lain...

Chemistry antar tokoh juga begitu terasa, tidak ada satupun tokoh yang sia-sia dalam novel ini, saling mendukung dan berkaitan membuat kisah ini menjadi sesuatu yang jauh lebih berwarna.

Tidak hanya menyoroti kehidupan Sora saja, tetapi sekelumit kisah persahabatan dan kasus pembullyan di sekolah yang memang sudah biasa terjadi.

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati dan menyukai kisah Haru No Sora ini.^^
Kamis, 16 April 2015

[Book Review] Her Sunny Side

Judul Buku : Her Sunny Side
Penulis : Koshigaya Osamu
Penerbit : Haru
Tebal : 224 Halaman
Terbit : April 2013
Available @bukupedia
“Apakah kau sendiri juga menganggap bertemu denganku adalah takdir?”
Setelah sepuluh tahun, aku bertemu kembali dengan teman masa kecilku.
Berbeda dengan dirinya dulu yang dijuluki ‘Anak Paling Bodoh Di Sekolah’ dan sering ditindas, kini ia bertransformasi menjadi seorang gadis jelita yang serba bisa, sekaligus sukses dalam pekerjaan.

Tetapi, ternyata gadis itu menyimpan sebuah rahasia masa lalu yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit rahasia itu terbongkar.
Apakah aku bisa menerima rahasia itu apa adanya?
Apakah kisah cinta kami bisa berakhir bahagia?

Selalu ada kegetiran yang mengiringi sebuah kebahagiaan saat kita menyukai seseorang. Novel ini menggabungkan keduanya dengan manis.

-------------------

Novel ini merupakan novel terjemahan Jepang, dan ini pengalaman baruku membacanya, menyuguhkan kisah cinta yang menurutku biasa awalnya namun menjadi sesuatu yang mengejutkan pada akhirnya.

Novel ini menceritakan tentang Kosuke dan Mao, dua orang yang terpisah selama 10 tahun dan akhirnya bertemu kembali dalam keadaan yang sudah jauh berbeda. Pertemuan kembali mereka, mengingatkan kisah masa kecil mereka yang memang tidak begitu menyenangkan tapi cukup membekas dihati keduanya. Jujur pada awalnya aku cukup bosan dengan ceritanya yang terkesan datar, tapi lama kelamaan aku makin menikmati kisahnya.

Perjumpaan Kosuke dan Mao malah makin mendekatkan mereka dan tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya memutuskan untuk ke tahap yang lebih serius, pernikahan. Walau sempat ditentang keluarga Mao, mereka akhirnya tetap menikah dengan jalan kawin lari. Dan disanalah kisah mereka mulai terbangun, kisah kehidupan rumah tangga mereka yang cukup membuat aku tersenyum karena membawa sisi keromantisan, tapi ada kalanya aku menimbulkan semacam kepingan-kepingan cerita yang agak janggal dan menimbulkan pertanyaan mau dibawa kemana cerita ini. Sempat mulai agak ilfil ketika ada isu amnesia, tapi gaya bercerita yang lumayan mengalir membuat aku penasaran untuk menamatkan kisah Kosuke dan Mao.

Dan, aku baru bisa mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan itu di akhir cerita, ada apa antara Kosuke dan Mao sebenarnya?

Endingnya tidak biasa dan cukup mengejutkan, benar-benar jauh dari bayanganku, walau aku jujur tidak membayangkan akan kejadian di kehidupan nyata ^^ Nice story
Senin, 13 April 2015

[Blog Tour] LARA+GIVEAWAY

Judul Buku : Lara
Penulis : Sybill Affiat
Penerbit : Stiletto Book
Tebal : 233 Halaman
Terbit : April 2015
“L-a-r-a? Tolong aku?!”
Tampilan layar komputer memunculkan sosok
perempuan yang berwajah putih pucat, Rambut
panjang kusut masai menutupi sebagian wajahnya yang
semakin mendekat, hingga hanya tampak
sepasang mata yang terus menatap dengan sorot dingin
dan hampa. Lara menjerit sekencang-kencangnya dan
menutup komputernya dengan sekali empasan.
--------
Namaku Larashinta. Panggil aku Lara.
Aku benar-benar tak mampu lagi menyangkal
perasaan aneh yang semakin berat menggelayuti hati
dan pikiran. Aku merasa seperti mengambang dan
tidak berada di dalam kehidupanku. Aku bahkan tidak
bisa mengingat jadwal kuliah dan tugas-tugasku.
Aku benar-benar terasing, seolah hidup sendirian di
dunia ini. Aku tidak bisa bertemu dengan sahabat dan
teman-temanku, aku juga tidak bisa mengobrol santai dengan Mbak Saras, kakakku.

Situasi ini membuatku frustasi. Rasanya bagaikan
berjalan di atas bumi yang kehilangan daya gravitasi.
Segala usaha yang aku lakukan untuk menjejakkan
kaki di atas daratan terasa sia-sia. Apa yang
sebenarnya terjadi padaku?
 ------------------------------
Membaca sinopsis novel ini, membuatku ikut bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Lara? Ketika mulai membuka halaman awal ini, aku disuguhkan dengan suasana yang cukup kelam, aku dibuat tercengang dengan suatu adegan di sebuah rumah sakit.
Memasuki halaman demi halaman selanjutnya, aku dibuat menebak-nebak mengenai sosok Lara dan kehidupannya. Dan ternyata memang seperti dugaanku. Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama, kita diajak menemani sosok Lara menghadapi hal yang membingungkan dirinya.
Lara yang kebingungan mengenai dirinya, dengan apa yang sesungguhnya terjadi, sejak Lara bangun di atas sofa ruang tengah di depan televisi, mulai muncul perasaan ganjil yang menyesakkan dadanya, seakan Lara telah menjalani sebuah perjalanan yang terasa begitu nyata dan juga seperti mimpi buruk.
Sejak hari itu Lara mulai bingung dengan eksistensi dirinya, termasuk dengan waktu. Lara pun entah kenapa sulit berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya, Mba Saras, Ibunya serta Mbok Yam, seakan dirinya ini sudah tidak ada lagi di dunia.
Walau memang sudah sejak lama komunikasi diantara Ibu dan Lara serta kakaknya hanya melalui Mbok Yam dan catatan-catatan yang tertempel di kulkas. Ibu Lara seakan menutup dirinya bahkan menyelami kesedihannya tanpa kedua putrinya, Lara dan Saras sejak kepergian ayah Lara.
Diceritakan dengan alur campuran, disertai flashback kenangan masa kecil dan kehidupan Lara sebelum hari itu, sebagai pembaca aku dibuat menyusun kepingan demi kepingan yang akhirnya menjadi sebuah kepingan utuh mengenai apa yang sesungguhnya terjadi pada Lara. Perasaan dan emosiku dibuat campur aduk, aku bisa ikut merasakan kebingungan Lara hingga akhirnya Lara harus menerima kenyataan mengenai dirinya.
Novel ini bisa dikatakan “a dark story” seperti judulnya, karena kita akan diajak untuk mengenal sosok Lara dan kehidupannya yang tidak biasa sejak Lara terbangun di hari itu.
Novel ini paket kompleks, tidak hanya tentang Lara, tetapi juga mengenai orang-orang terdekatnya, Ibu, Mba Saras dan juga Mbok Yam yang terkait erat dengan Lara.
Membaca novel ini membuka pemahaman baru bagiku sebagai pembaca untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki dan tentunya menghargai waktu sebaik-baiknya bersama orang-orang yang kita sayangin sebelum terlambat.
Over all, aku sangat menikmati kisah Lara dan sekelumit kehidupannya yang gelap ini. Buat kamu yang ingin mencoba membaca novel dengan tema yang berbeda, apa salahnya mencoba novel ini.
4 bintang kusematkan untuk kisah Lara yang begitu menguras emosiku^^
Nah, sekian review singkat dariku, semoga kamu jadi tertarik juga untuk membeli dan membacanya.

******GIVEAWAY TIME*****
Tertarik dengan novel Lara dan penasaran ingin membacanya? Penerbit Stiletto sudah menyediakan 2 eksemplar novel Lara untuk kamu yang beruntung. Caranya mudah saja kok:
1.   Follow twitter @Stiletto_Book dan @RizkyMirgawati

2.   Like Fanpage Stiletto Book 

3.   Follow blog ini via GFC atau email (optional)

4.   Share giveaway blog tour ini di media social masing-masing dengan mention @Stiletto_Book dan @RizkyMirgawati dan jangan lupa hashtag #Lara

5. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar:

Jika kamu diminta untuk menulis sebuah cerita bertemakan "a dark story", cerita apa yang akan kamu tulis? Yuk share ceritamu!!!!
6.  Jawab pertanyaan dengan format Nama, akun twitter, email dan jawaban ya.

7.   GA dibuka dari tanggal 13 – 15 April 2015 Pukul 23.59 WIB.

8.  Pengumuman pemenang tanggal 16 April 2015 Pukul 12.00 WIB melalui blog ini dan twitter @RizkyMirgawati

Oke, itu saja caranya dan tentunya mudah banget khan. Saya menantikan jawaban menarik kalian, dan semoga beruntung ya.^_^


*****UPDATE*****
Alhamdulilah, pertama-tama mau ngucapin terima kasih banget buat semuanya sudah ikutan BlogTour sekaligus Giveaway Lara. Wah, jawaban kalian semua sangat menarik sekali, andai bisa memilih semuanya. Tetapi, karena aku diharuskan hanya memilih 2 orang saja yang beruntung mendapatkan 2eks Lara, maka aku memilih.....
1. Neneng Lestari
2. Pattrycia Sunjaya

Nah, buat yang menang harap segera DM nama, alamat lengkap beserta kode pos juga no.hp yang bisa dihubungi ya. 

Bagi yang belum terpilih, jangan kapok ya, tetap pantau blog ini, karena ini bukan satu-satunya Giveaway yang akan ada kok. Raih kesempatan di Giveaway berikutnya ya^^

Regards,


Rizky Mirgawati

[Book Review] Then I Hate You So

Judul Buku : Then, I Hate You So
Penulis : Andry Setiawan
Penerbit : Haru
Tebal : 320 Halaman
Terbit : Maret 2012
Available @bukupedia
"Suatu malam aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu.
Saat aku menyadari hal itu, kau tiba-tiba menghilang"

Semua berawal dari bencana tsunami yang mengguncang Jepang.

Itoyama Luca, mengira dia sudah memiliki segalanya. Kepintaran, karir yang sukses, dan bahkan tampang yang keren. Tapi semuanya seolah tidak berarti setelah bencana itu. Kekacauan di Jepang membuat sebuah perasaan yang sempat menghilang muncul kembali. Dan takdir menuntunnya menyelesaikan perasaan anehnya itu.

Han Naran, model cantik yang wajahnya menghiasi papan iklan Korea itu berhasil menyembunyikan isi hatinya selama tujuh tahun. Bencana alam di Jepang membuat perasaannya itu bangkit kembali dan malah semakin menggebu.

------------------

Sebagai novel debut, novel ini cukup menarik, bersetting korea dan jepang dan bertemakan cinta yang berlatar dendam masa lalu.

Novel ini tentang Luca Itoyama dan Han Naran. Gempa yang disusul dengan tsunami di Jepang, kembali membuka kisah masa lalu, membawa ingatan akan sosok keduanya 7 tahun lalu di bangku SMA. Mempertanyakan tentang kisah diantara keduanya yang belum selesai, tanpa penjelasan, dan membuka luka yang sudah lama ingin dilupakan Han Naran.

Takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali. Namun, Luca tak pernah tahu sosok Han Naran yang dikenalnya dan akhirnya menjadi kekasihnya adalah Isobe Nana, mantan pacarnya di masa lalu, yang meninggalkannya tanpa pesan dan penjelasan. Luca tak pernah tahu Isobe Nana yang telah mengubah identitasnya menjadi seorang model cantik, Han Naran sedang menjebaknya. Han Naran membawa dendam kepada Luca, atas peristiwa menyakitkan diantara keduanya, yang ternyata mengubur semua impian dan cita-citanya menjadi seorang pelukis, yang notabene sangat ditentang orang tuanya. Bagaimana akhir cerita ini?

Novel ini sebenarnya mudah ditebak, tapi penulis mampu membuat alur yang tidak membosankan, membuat kita larut dalam cerita ini. Perkembangan hubungan diantara Luca dan Naran pun mengalir, permainan emosi dan karakternya pun kuat ^^

Dan aku suka part surat Luca untuk Naran, it's so touchy =) Dan ya ampun, dibalik semua sikap Luca yang terkesan keras, ada cinta luar biasa selalu untuk Naran ^^
Kamis, 09 April 2015

[Book Review] Gloomy Gift

Judul Buku : Gloomy Gift
Penulis : Rhein Fathia
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 288 Halaman
Terbit : Maret 2015
Available @bukupedia

Kupandangi kamu dengan wajah memelas. Berharap kamu mau menyingkap apa yang sedang kita alami sekarang. Kamu tetap pada pendirianmu, bungkam. Pura-pura tak ada hal besar yang baru saja terjadi.

Bagaimana mungkin semua baik-baik saja? Di hari pertunangan kita, segerombolan orang menyerbu rumah. Tembakkan diletuskan. Peluru. Jeritan orang-orang. Dan, kamu membawaku kabur masih dengan kebaya impian yang kini terasa menyiksa dipakai di saat yang tak sepantasnya.

Hari yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkah aku mengenalmu sejauh ini?

Aku tak siap menyambut kenyataan. Tak siap jika harus kehilangan. Tak kuat menahan rasa takut yang berkepanjangan.

------------------

Aku merasa sangat menyesal setelah membaca buku ini. Penyesalan yang bukan dalam arti buku ini tidak bagus, bukan jelas bukan itu. Aku menyesal kenapa aku tidak cepat-cepat menyelesaikan novel ini...

Wow, baca buku ini ibarat naik roller-coaster, kita dibuat sport jantung dengan alurnya yang naik turun. Ditambah kepiawaian penulis yang mampu menggambarkan adegan-adegan action secara detail, sehingga aku serasa mendapat front-row seat untuk menonton adegan-adegan itu secara live. Sewaktu si tokoh merasa curiga, aku pun ikut merasa curiga. Waktu dia merasa takut & bingung, aku pun turut merasakan hal yang sama.

Bukan, aku bukanlah orang yang empatis, yang bisa merasakan perasaan orang lain. Sang penulis lah yang berhasil membuatku bisa merasakan perasaan Kara, tokoh di dalam cerita ini melalui tulisannya.

Buku ini dimulai dengan scene yang cukup wow menurutku, sebagaimana digambarkan di blurb, hari itu adalah hari pertunangan Zeno dan Kara. Hari yang seharusnya membahagiakan bagi Kara mendadak berubah menjadi mencekam dan penuh dengan teror karena kehadiran tamu-tamu tak diundang bersenjata api yang merupakan kroco Lintang Samudera. Zeno yang tak ingin Kara terluka akhirnya membawanya pergi secara diam-diam. Kara yang kebingungan dan kalut mau tak mau mengikuti tunangannya itu.


Kara kemudian dibawa bersembunyi dari kejaran orang-orang yang mengincar nyawanya dan nyawa Zeno. Ia pun harus menyamar & merubah penampilannya. Sesampainya di apartemen Zeno, ia mendapat panggilan dari salah satu pelanggan dari tokonya. Pelanggan tersebut menyampaikan suatu pesan yang aneh, ia mewanti-wanti Kara agar waspada terhadap Zeno. Kara merasa Zeno yang membawanya kabur berbeda dengan Zeno yang biasanya ia kenal. Apalagi Zeno menolak untuk memperjelas keadaan pada Kara karena alasan keamanan.

Kara pun mulai menaruh rasa curiga terhadap Zeno. Dari apartemen Zeno, mereka menuju satu safehouse di daerah Bekasi. Tak disangka, nyawa Kara hampir melayang oleh peluru Sniper. Ia pun berusaha untuk kabur dari safehouse itu. Dalam usahanya untuk kabur, ia dihadang oleh kroco LS. Untungnya Zeno berhasil menyelamatkan Kara untuk kedua kalinya. Perjalanan pun dilanjutkan ke Bandung. Disinilah akhirnya cerita mencapai klimaks dengan scene penculikan lengkap dengan adegan baku tembak. Scene ini lah yang berhasil membuat saya ternganga-nganga saking serunya. Disitu terungkap juga pengkhianat yang memberikan info kepada kroco LS untuk menangkap Zeno dan Kara.

Selama ini Kara sangat menghindari laki-laki dengan profesi yang membahayakan nyawanya karena ayahnya yang seorang anggota kepolisian meninggal waktu menjalankan tugas. Kara pun dibuat kaget begitu mengetahui Zeno ternyata menjalankan profesi yang juga mengancam nyawa.

Menurutku, buku ini cukup sukses sebagai debut penulis yang mengusung tema action romance. Tidak kalah deh sama buku-buku action luar. Aku dibuat terpesona dengan adegan klimaks yang walaupun sebenarnya agak klise dalam dunia action, tetapi penulis berhasil membangkitkan suasananya. Aku suka dengan adegan waktu Violet dan Dewo, rekan kerja Zeno mengumpulkan info di kantor LS. Berasa banget deg-degannya. Aku juga suka sama nama-nam samaran yang diberikan penulis pada anggota team Zeno. Dan untuk Zeno, aku bisa merasakan besarnya rasa cinta dan sayangnya pada Kara, istilah kerennya protective instinct lah.

"There’s no safer place in the world than right here with me, Kara.”
Kalau ada cowo yang ngucapin kalimat tersebut kepadaku, mungkin aku pun bakal klepek-klepek terkena pesonanya.

Namun, dibalik semua cerita dalam buku ini, aku masih merasakan ada sesuatu yang mengganjal, terutama di bagian menuju endingnya. Walau memang itu hanyalah sebuah karya fiksi, aku masih menanyakan kenapa hukuman yang diterima hanya 1 bulan apalagi kejadian penembakannya itu di area publik yang pastinya melibatkan banyak orang.

Endingnya pun dibuat agak menggantung, coba kalau buku ini ditutup dengan happy ending layaknya sebuah buku romance, lengkap dengan adegan Zeno & Kara plus anak-anaknya, pasti saya gak akan segan untuk menobatkan buku ini sebagai salah satu karya lokal terbagus yang pernah saya baca.


All in all, this book is really worth the time I spent reading & the money I spent on it. Thanks to Ms Rhein! Semoga karya-karyanya makin sukses ya ke depannya.
Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design