Selasa, 30 Juni 2015

[Book Review] Reva's Tale

Judul Buku : Reva's Tale
Penulis : Ruby Astari
Penerbit : Ice Cube
Tebal : 202 Halaman
Terbit : Mei 2015
Alkisah, di sebuah kastil di daerah pinggiran kota, hiduplah Sang Raja beserta Sri Ratu dan kedua putri mereka, yang masing-masing bergelar Tuan Putri dan Penjaga Kastil.

Selain mereka, di dalam kastil itu tinggal pula Pangeran Kecil, bocah tampan, baik hati, dan polos, putra semata wayang Tuan Putri.

Siapa ayahnya?

Sang Monster.

Setelah tiga tahun tidak bertemu. Jenar tidak menemukan ada perubahan dalam diri Reva, sahabatnya. Reva masih suka menulis cerita, bicaranya selalu ceplas-ceplos, dan hubungan cewek itu dengan kakaknya tetap buruk. Namun sejak kecelakaan yang menimpa keponakan kesayangannya dan disusul oleh kematian sang ayah, Reva menutup diri, kabur dari rumah, dan menolak berkomunikasi dengan siapa pun. Jenar berusaha menghubungi sahabatnya itu dengan berbagai cara, termasuk lewat Facebook, media sosial yang paling sering digunakan Reva. Dari situ Jenar menemukan kumpulan dongeng yang ditulis Reva, tentang Kastil Sunyi dan para penghuninya. Tapi… kenapa intrik dalam dongeng itu sangat mirip dengan apa yang terjadi dengan keluarga Reva? Apa ada hubungannya dengan alasan Reva kabur dari rumah?

-----------------------
Aku suka YARN ini, sukses membuatku penasaran dan hanyut dengan ceritanya. Agak berbeda juga dengan YARN yang sudah kubaca, novel ini lebih condong ke cerita thriller/mystery, dan penulis sukses membuatku penasaran dengan kisah kehidupan Reva.

Novel ini mengisahkan kehidupan Reva yang tidak baik-baik saja. Reva yang mempunyai keluarga yang berantakan sejak kehadiran seseorang yang disebutnya "Monster". Monster yang tak lain tak bukan adalah kakak iparnya sendiri.

Sejak lama, Reva hanya bisa bungkam dengan semua kejadian yang terjadi di sekelilingnya. Reva sebenarnya ingin menceritakan ke dunia, tentang semuanya, tetapi Reva hanya bisa diam alih-alih berbicara demi "kehormatan keluarga".

Reva pun hanya bisa menceritakan kisahnya melalui catatan-catatan di facebooknya tentang sebuah Kastil yang sunyi. Hingga kematian ayah dan Gandhi, keponakan kesayangannya membuat Reva tidak lagi bisa bertahan dengan semuanya. Reva ingin menceritakan kepada Jenar, sahabatnya tetapi semuanya terlambat, nyawanya pun melayang.

Hanya menyisakan sebuah buku harian, Jenar akhirnya berusaha untuk mencari siapa pelakunya dan apa yang sesungguhnya terjadi dengan kehidupan Reva? Banyak pertanyaan yang saling datang menghampiri benak Jenar dan membuatnya yakin untuk menolong Reva...


Membaca kisah ini, aku dibuat terus menebak-nebak siapa pelaku pembunuhan Reva? Penulis mampu meramu novel ini dengan baik, tidak terlalu berat untuk novel sejenis thriller/mystery. Catatan-catatan facebook Reva berupa kisah dongeng ternyata tidak lain cerminan kehidupannya dan menjadi "bukti awal" bagi Jenar selain buku harian Reva.

Aku dibuat bertanya dan terus bertanya dan cukup kaget saat tahu siapa pelakunya, penulis bisa mengecoh dengan baik kisah ini. Akhir kata, aku tidak akan ragu membaca karya lain penulis =)
Jumat, 26 Juni 2015

[Blog Tour] Giveaway Winner : Tuhan Untuk Jemima


Akhirnya, Blog Tour Tuhan Untuk Jemima diblogku selesai juga. Terima kasih kuucapkan untuk Mba Indah Hanaco yang telah memberikan kepercayaan kepadaku untuk mengadakan Blog Tour "Tuhan Untuk Jemima", semoga kita bisa bekerja sama lagi di lain kesempatan.

Terima kasih juga untuk semua yang telah berpartisipasi dalam mengikuti Blog Tour sekaligus Giveaway Tuhan Untuk Jemima. Setelah membaca semua komen yang masuk, saatnya aku untuk memilih yang berhak mendapatkan 1eks Tuhan Untuk Jemima...

Dan pemenangnya adalah......

Rizqa Nurul Hidayanti/@nurul_rizqa

Selamat ya, kamu berhak mendapatkan 1eks Tuhan Untuk Jemima bertandatangan Mba Indah Hanaco. Aku akan hubungin kamu via twitter ya, harap segera direspon. Jika tidak ada respon lebih dari 2x24jam, akan dipilih pemenang lainnya.

Buat yang lain yang belum terpilih, jangan khawatir kamu masih punya kesempatan untuk dapatin Tuhan Untuk Jemima di blog peserta Blog Tour lainnya.

Kamu juga bisa mengikuti rangkaian Blog Tour "Tuhan Untuk Jemima" di blog peserta lainnya ya:

1. Ky's Book Journal (22-25 Juni 2015)

2. Books Over All (26-29 Juni 2015)

3. Nurina Mengeja Kata (30 Juni - 3 Juli 2015)

4. Delina Books (4-7Juli 2015)

5. The Anti-Books! (8-11 Juli 2015)

[Book Review] Dosa Terindah

Judul Buku : Dosa Terindah
Penulis : Monica Petra
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Tebal : 176 Halaman
Terbit : Juli 2014
Vincent,

Aku tahu dialah yang terbaik,

tapi aku tidak bisa mencintainya...

Bukan karena dia tidak memiliki cinta setulus hati,

tetapi karena hatiku masih dirantai oleh masa lalu...

Ketika orang yang pernah aku cintai datang kembali dan menghadirkan cinta yang sama,

aku hanya berharap dia tidak mengkhianatiku lagi.

Aku berharap,

hatinya hanya untukku seorang.

Jika aku kembali ke dalam pelukannya,

apakah ini menjadi sebuah dosa?

Selamanya, Edmund....

aku mencintainya.

-------------------------

Wah gak nyangka membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, aku benar-benar dibuat gregetan sampai menjurus jengkel dengan Sean, tokoh wanita dalam novel ini.

Novel ini menunjukkan bahwa cinta itu buta, dan ini benar-benar terjadi sama Si Sean. Novel ini mengisahkan mengenai kehidupan Sean. Rencana pernikahannya dengan Edmund, kekasih yang telah dipacarinya selama 5 tahun kandas sudah. Semua impian indahnya bersanding di pelaminan musnah sudah, Edmund membatalkan pernikahannya dan memilih Gisel.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, Sean kehilangan Edmund sekaligus menjadi pengangguran, karena Sean telah memutuskan untuk resign saat mereka akan menikah. Sean pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti kursus-kursus sambil mencari pekerjaan. Saat Sean mengikuti kursus bahasa Inggris, Sean bertemu dengan sosok Vincent, berondong yang berbeda usia 4tahun dengannya.

Kehadiran Vincent yang walaupun lebih muda tetapi ternyata bisa tampak dewasa. Tak membutuhkan waktu lama, Vincent dan Sean pun memutuskan untuk berpacaran. Namun, ternyata Sean masih saja memikirkan Edmund. Tiba-tiba datanglah undangan pernikahan Edmund dengan Gisel, yang membuat dunia Sean seakan runtuh. Untungnya ada Vincent yang mendampinginya.

Tetapi kisah percintaan Sean dan Vincent pun tidak berjalan mulus, perbedaan usia, lingkungan pertemanan dan gaya hidup begitu mencolok diantara keduanya. Sean yang terbiasa hidup mewah dan diberikan perhatian serta barang mewah oleh Edmund, harus bisa menerima bahwa Vincent hanyalah mahasiswa dengan isi kantong mahasiswa pula. Apalagi Vincent bukanlah sosok pria romantis yang gampang mengumbar perasaannya.

Hingga kemudian Edmund hadir kembali. Edmund datang meminta kesempatan kedua, karena Gisel kecelakaan. Sean pun semakin dilema, antara tetap bersama Vincent atau menerima kembali Edmund.

Ah, aku benar-benar dibuat jengkel dengan Sean, karena Jean ini seorang guru dan berusia 24 tahun harusnya sudah bersikap lebih dewasa, tetapi Sean malah seperti ABG labil. Apalagi kehadiran Edmund kembali, membuat Sean tergoda untuk berkhianat, yang dibilangnya "dosa terindah".

Sampai menjelang ending, aku cukup terkejut. Penulis sukses membuatku tercengang. Ya, kisah Sean ini benar-benar dramatis...
Kamis, 25 Juni 2015

[Book Review] All You Need is Love

Judul Buku : All You Need is Love
Penulis : Fakhrisina Amalia
Penerbit : GPU
Tebal : 240 Halaman
Terbit : Juni 2015
Ketika hubungannya dengan Aiden berakhir, tanpa pikir panjang Katrina mengiyakan ajakan mamanya untuk terbang ke kampung halaman mereka di Skotlandia. Di negara yang indah itu Katrina berharap bisa melupakan kesedihannya.

Untuk pertama kali Katrina bertemu dengan keluarga besarnya. Ia mempunyai sepupu jauh yang tampan bernama Mac. Namun, entah kenapa Istas—kakak perempuan Mac—memusuhinya, tanpa Katrina tahu dimana letak kesalahannya. Tapi itu tidak menghentikan Katrina untuk semakin dekat dengan Mac.

Dan ternyata Skotlandia menyimpan misteri masa lalu yang tidak terduga. Tidak hanya indah, ada rahasia tersembunyi tentang Katrina di negara itu, juga tentang cerita cinta berlapis kota legenda!

------------------------

Benar, cinta memang tidak cukup.
Karena cinta selalu ingin bersama.Karena cinta selalu ingin percaya.Karena cinta selalu ingin lebih. Lebih mencintai, lebih bahagia, lebih berbagi...
Benar, kadang cinta saja memang tidak cukup.
Tapi tanpa cinta, takkan ada lagi yang tersisa.
Ini kisah tentang Katrina. Katrina yang putus cinta dengan Aiden memutuskan untuk pergi ke Skotlandia bersama kedua orang tuanya. Selain ingin menjenguk Granny, neneknya yang sedang sakit, Katrina berharap kepergiannya bisa sedikit menghibur dirinya.

Katrina sangat antusias bertemu dengan keluarga mamanya di Skotlandia, apalagi dia tidak pernah sama sekali bertemu dengan mereka. Apalagi mendengar kalau mamanya tidak terlalu akur. Sambutan hangat dari Granny, paman dan bibinya, serta Mac, sepupunya membuat Katrina bahagia. Tetapi, anehnya Istas sepupu lainnya terkesan sangat membencinya, ada apa sebenarnya?

Teryata kehadiran Katrina membuka keping rahasia di masa lalu. Granny seakan menunggu kehadirannya untuk membuka tabir masa lalu. Masa lalu yang selama ini ditutup rapat olehnya, tentang kisah cinta Granny dan hadirnya mama.

Ketika kesehatan Granny semakin memburuk, Aiden pun hadir kembali. Disamping itu, Mac sepupunya ternyata menunjukkan kesan bahwa dia tertarik terhadapnya.

Novel ini diceritakan dengan beberapa bagian yang membuatku begitu menikmati kisahnya. Novel ini mungkin lebih menonjol dari segi drama keluarganya yang sedikit berbalut kisah dongeng daripada kisah cinta Katrina sendiri. Rasanya sulit membayangkan kisah cinta Granny yang begitu mengharukan. 


Overall, 3bintang untuk cinta....
Rabu, 24 Juni 2015

[Book Review] Stay with Me Tonight

Judul Buku : Stay with Me Tonight
Penulis : Sofi Meloni
Penerbit : Elex Media
Tebal : 280 Halaman
Terbit : Juni 2015
Available @bukupedia
Mereka bilang hubungan di atas tempat tidur dan cinta itu dua yang berbeda. Katanya lagi hubungan intim bisa dilakukan dengan ataupun tanpa cinta.

Dengan cinta? Bullshits..!

Cinta itu hanya ada di cerita dongeng belaka, setidaknya itu yang kupercaya sampai aku bertemu dengannya...

Mungkin pertemuan kami diawali dengan cara yang salah dan mungkin juga pada dasarnya dua orang yang sama-sama terluka tidak seharusnya bersama.

Pada akhirnya kami harus mengakui kalau kami adalah dua orang yang salah untuk satu sama lain.

-Ayu-

--------------------------
Hidup bersamanya seperti bom waktu yang berhenti pada detik 00:01. Tidak ada yang tahu apakah mesin itu sudah berhenti sepenuhnya atau punya kemampuan untuk kembali bekerja dan meledak begitu saja.
Ini novel debut penulis yang membuatku begitu hanyut dengan ceritanya. Mengisahkan mengenai Ayu dan Benny, dua orang asing yang bertemu karena "kebutuhan". Awalnya hubungan mereka berdua tidaklah lebih dari "teman tidur" saja, menghabiskan malam berdua tanpa komitmen apa-apa.

Tapi perlahan-lahan mereka tidak bisa mencegah kenyamanan telah terbentuk diantara keduanya. Kenyamanan yang membuat mereka saling merindukan tetapi terlalu takut untuk mengungkapkannya.

"Sulit dipercaya bagaimana dua orang yang sama-sama terluka berusaha untuk saling menyembuhkan luka yang ada"
Awalnya nama pun mereka tidak tahu, tetapi perlahan-lahan benteng pertahanan itu pun runtuh sudah. Ayu menemukan kenyamanan di apartemen 1109, kenyamanan yang tidak pernah ditemukannya di rumahnya sendiri. Apalagi Ayu sudah bukan Ayu yang dulu lagi, sejak lahir sudah tidak diinginkan oleh ibu kandungnya sendiri, makin diperparah dengan kelakuan ayah tirinya yang menjualnya demi uang.

Ayu pun menjalani 2 kehidupan yang sungguh berbeda, di siang hari bekerja di sebuah Bakery, sedangkan malamnya Ayu menghabiskan malamnya dengan menemani tidur Benny. Namun, tak disangkanya, hubungan mereka malah berakhir dengan "CINTA", sesuatu yang mungkin paling terakhir diinginkan oleh keduanya, terutama Benny.

Benny yang patah hati dan tidak lagi percaya dengan pernikahan. Karena Yuana, tunangannya memutuskan untuk pergi meninggalkannya demi karirnya. Benny pun menggunakan Ayu untuk menunjukkan kepada Yuana bahwa dia sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi. Yuana yang menyesal pun hadir kembali, tetapi tetap saja semua tidak lagi sama.

Ketika cinta mulai dipertanyakan, kenapa sulit sekali untuk jujur? Ayu pun menghilang sejauh-jauhnya bak ditelan bumi. Benny yang baru sadar akan perasaannya pun menyesal dan berusaha menemukannya tetapi....

"Aku rela menjadi gila jika bisa membuatnya muncul meski hanya dalam halusinasiku."
Wah, membaca novel ini aku dibuat larut dengan kisah Ayu dan Benny. Diceritakan dengan sudut pandang Ayu dan Benny, aku bisa merasakan gejolak perasaan yang ada diantara keduanya. Berawal dari orang asing menjadi dekat hingga cinta pun hadir. Chemistry yang hadir begitu terasa, didukung oleh Yuana dan Ditto, cerita pun menjadi semakin menarik.

Penulis mampu merangkai katanya dengan baik, cerita yang sederhana tetapi begitu dramatis apalagi part-part ketika Ayu pergi dan Benny berusaha menemukannya. Aku benar-benar bisa merasakan penyesalan yang dalam oleh Benny. Sayangnya entah kenapa penulis seakan berusaha main aman saja, endingnya terlalu cepat diselesaikan, tetapi cukup manis untuk menghiburku yang sudah larut dengan kisahnya.
Selasa, 23 Juni 2015

Giveaway Winner : Lho, Kembar Kok Beda+Kembar Dizigot



Akhirnya, Giveaway Lho Kembar Kok Beda+Kembar Dizigot selesai juga. Lega rasanya, apalagi melihat komentar teman-teman semua yang luar biasa keren-keren membuatku senyum-senyum sendiri saat membacanya, terima kasih banyak atas partisipasinya ya.

Andai bisa memilih, ingin rasanya aku bisa memenangkan kalian semua, sayangnya aku hanya punya 2paket buku untuk kubagi di Giveaway kali ini.

Setelah melihat-lihat jawaban yang masuk dan syarat-syarat yang telah dipenuhi, akhirnya Mba Netty secara khusus memilih 2 nama dibawah ini:

1. Pemenang yang kembar tapi beda dari teman-teman di dunia nyata:
Thia Amelia/@Thia1498
2. Pemenang yang kembar tapi beda dari artis:

Rini Cipta Rahayu/@rinicipta 

Selamat ya, kalian berdua berhak mendapatkan masing-masing 1 paket buku dari Mba Netty Virgiantiny. Aku akan hubungin kalian via twitter ya, harap segera direspon. Jika tidak ada respon lebih dari 2x24jam, akan dipilih pemenang lainnya.

Buat yang lain yang belum terpilih, masih ada GA Tuhan Untuk Jemima yang bisa kamu ikutin dan GA lainnya yang insya allah menyusul.
Senin, 22 Juni 2015

[Blog Tour] Tuhan Untuk Jemima : Book Review + Giveaway


Hai all, setelah postingan Interview with Indah Hanaco, saatnya aku membedah "Tuhan Untuk Jemima" dan siap-siap saja di akhir postingan ada 1 eks "Tuhan Untuk Jemima" buat kamu yang beruntung loh....

Judul Buku : Tuhan Untuk Jemima
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : GPU
Tebal : 312 Halaman
Terbit : Juni 2015
Jemima, gadis gelisah yang merindukan Tuhan, tapi tidak tahu harus mencari ke mana. Diberi kebebasan memilih agama, Jemima malah makin bimbang. Apalagi sederet tragedi sedang mengintai gadis itu dan keluarganya.

Kenneth, pria belia yang sangat tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini, sibuk berjuang untuk kelestarian lingkungan. Saat menyaksikan paus-paus kesayangannya dibantai, dia berkesimpulan tidak memercayai keberadaan Tuhan adalah keputusannya yang paling cerdas.

Kala keduanya bertemu di Selandia Baru, negara cantik berangin dengan berjuta keajaiban, otak dan hati mereka seolah diadu. Di antara keindahan pohon rimu, di antara pertarungan hidup dan mati, serta tamu khusus berwajah cahaya, akankah mereka menemukan hidayah-Nya?

--------------------------

Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Indah Hanaco. "Tuhan Untuk Jemima" adalah novel ke-22 yang telah diterbitkan. Sebagai pembaca setianya, aku begitu antusias sekali saat tahu novel ini terbit. Sejak pertama kali membaca novelnya "Mendua" beberapa tahun silam, aku sudah jatuh cinta sama tulisannya dan selalu berburu buku-bukunya.

Kali ini, Mba Indah Hanaco hadir kembali dengan karya terbarunya. Masih mengangkat tema romance, Indah Hanaco mencoba membawa kisah tentang Jemima dan Kenneth ini. Menurut Mba Indah Hanaco, "Tuhan Untuk Jemima" ini merupakan sekuel dari novel sebelumnya "Cinta Sehangat Pagi" yang masih bernuansa religi, tetapi kamu jangan khawatir kalaupun kamu belum pernah membaca novel itu sebelumnya, kamu tetap bisa membaca novel ini kok. "Tuhan Untuk Jemima" hanya mempunyai "benang merah" yang sama yaitu "tokohnya seorang aktivis lingkungan"...

"Tuhan Untuk Jemima" mengisahkan tentang kehidupan Jemima, seorang gadis yang gelisah dan merindukan sosok Tuhan. Jemima sibuk mencari keberadaan Tuhan. Ketika Ashlyn, kakak satu-satunya meninggal dunia karena kecelakaan, hidup Jemima seakan hilang arah. Apalagi orangtuanya seakan tidak bisa meredam dengan dukacitanya yang mendalam, Jemima merasakan kesepian dan tersisih dari keluarganya sendiri. Disinilah, Jemima mulai mencari akan sosok yang bisa diajaknya bercerita dan mengeluhkan segala kerisauan yang ada dihatinya. Jemima membutuhkan sosok Tuhan, yang tidak tahu dimana dia mencarinya.

Disamping itu, ada sosok Kenneth, seorang pria berambut merah dan bermata hijau yang begitu tampan dan memikat. Kenneth yang seorang aktivitas lingkungan, yang bergabung dalam sebuah organisasi "Sea World Conservancy" yang memfokuskan kegiatan upaya penyelamatan paus dari ulah-ulah orang yang tidak bertanggungjawab. Karena pengalaman hidupnya, Kenneth menjadi seorang yang tidak percaya akan Tuhan. Ya, Kenneth memilih menjadi seorang atheis. Tapi, Kenneth tetaplah Kenneth, dia tetap menghargai orang-orang disekelilingnya yang memilih suatu agama.

Jemima pun memutuskan untuk sementara tidak melanjutkan kuliahnya, walaupun dia sudah diterima di Fakultas Kedokteran seperti yang diinginkannya selama ini. Jemima pun memutuskan untuk berlibur ke Selandia Baru, ke negeri berangin. Jemima berharap bisa menemukan Tuhan disana. Apakah Jemima akan menemukannya?

Jemima pun bertemu dengan Kenneth. Kenneth yang penasaran setengah mati dengan Jemima dan Nick, tante Jemima sejak dibandara mencoba untuk berkenalan dengan mereka. Akhirnya mereka pun menjadi dekat dan Jemima serta Nick pun akhirnya bergabung dengan Kenneth, Remy dan Stu rekan Kenneth di SWC untuk berkeliling Selandia Baru membuat sebuah film dokumenter.

Kedekatan dan interaksi Jemima dan Kenneth menimbulkan perasaan lain dikeduanya. Tapi Jemima terlalu takut untuk ke-GRan. Kenneth pun mengakui perasaannya, apalagi sebuah teror datang menyapa. Yang membuat hidup Jemima tidak aman lagi. Apalagi datang berita, bahwa Ashlyn, kakaknya bukan meninggal karena kecelakaan tetapi karena sengaja dibunuh.

Jemima pun harus lebih hati-hati lagi, karena sang pelaku bisa saja mengincar nyawanya. Kebutuhan akan Tuhan pun semakin menggelora. Ketika Jemima harus berhadapan dengan sang pembunuh dan Jemima pun dihadapkan dengan kematian, apakah Jemima bisa menemukan Tuhannya? Ada apa sebenarnya?

Kenneth yang sejak awal sudah menaruh hati terhadap Jemima pun dihadapkan dengan kebimbangan. Awalnya dia merasakan hidupnya aman-aman saja, hingga Jemima hadir. Ketika melihat Remy, sahabatnya beribadah diantara pohon rimu, ada sesuatu keinginan yang datang begitu besarnya yang membuat Kenneth mulai mempertanyakan keputusannya menjadi seorang atheis?
Bagaimana akhir kisah Jemima dan Kenneth? Akankah mereka menemukan hidayah-Nya?

Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, aku begitu larut dengan kisah Jemima dan Kenneth. Interaksi diantara keduanya menimbulkan chemistry yang erat dan bagaimana mereka akhirnya menemukan Tuhan, membuatku terharu., mengingatkanku kembali bahwa Tuhan selalu ada di hati kita, tak pernah kemana-mana.

Novel ini memang sedikit ada unsur religinya, tetapi nuansa romancenya pun tetap terjaga dengan baik. Diceritakan dengan sudut pandang baik Jemima dan Kenneth, sebagai pembaca aku bisa merasakan pergolakan hati keduanya mengenai dirinya masing-masing.

Mba Indah Hanaco lagi-lagi membuatku terpikat dengan kisahnya, tulisan yang mengalir dan rapi, membuatku benar-benar dibuat larut dengan kisahnya. Bacaan yang pas sekali saat ramadhan seperti ini. Apalagi sejak awal, aku dibuat bertanya-tanya akan sosok pembunuh Ashlyn, makin penasaran dengan kepingan demi kepingan fakta yang terungkap dan ternyata aku bisa menebak siapa pelakunya.

Overall, aku merekomendasikan buku ini untuk kamu penyuka kisah romance. Salam cinta dari negeri berangin....


----------------GIVEAWAY TIME---------------

Saatnya bagi-bagi buku ini buat pengunjung Ky's Book Journal. Mba Indah Hanaco menyediakan 1eks "Tuhan Untuk Jemima" bertandatangan ini untuk kamu yang beruntung.

Caranya mudah kok:
1. Peserta harus berdomisili di wilayah Indonesia.

2. Follow akun twitter @RizkyMirgawati dan @IndahHanaco . Jangan lupa share GA ini dengan mention dan tagar #GATuhanUntukJemima ya.

3. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect)/G+

4. Tinggalkan komentar di postingan sebelumnya Interview with Indah Hanaco

5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, kota tempat tinggal dan jawabanmu. 

"Apakah kamu sudah pernah membaca karya Indah Hanaco, kalau sudah pernah apa kesanmu saat membacanya? Kalau belum pernah, kenapa kamu tertarik baca Tuhan Untuk Jemima"

6. Giveaway ini dimulai hari ini sampai tanggal 25Juni 2015 Pkl.23.59. Pengumuman pemenang pada tanggal 26Juni 2015.

7. Ayo jawab yang paling menarik ya, karena yang paling menarik yang akan terpilih untuk mendapatkan 1 eks Tuhan Untuk Jemima bertandatangan penulisnya, Indah Hanaco.

Kamu juga bisa mengikuti rangkaian Blog Tour "Tuhan Untuk Jemima" di blog peserta lainnya ya:

1. Ky's Book Journal (22-25 Juni 2015)

2. Books Over All (26-29 Juni 2015)

3. Nurina Mengeja Kata (30 Juni - 3 Juli 2015)

4. Delina Books (4-7Juli 2015)

5. The Anti-Books! (8-11 Juli 2015)

Selamat menikmati!!!!!!

[Book Review] Rust in Pieces

Judul Buku : Rush in Pieces
Penulis : Nel Falisha
Penerbit : Ice Cube
Tebal : 224 Halaman
Terbit : Maret 2015
“Pantas belakangan ini pernak-pernikku hilang satu-satu. Ternyata dia pelakunya!” Sarah menunjuk-nunjuk ke arah Tiana.

Yunita memicingkan mata dan melipat lengan di depan dada. Pom-pommerah jambu tergeletak di kakinya. “Baru kemarin ikat rambut favoritku hilang.”

“Bukan gitu, aku cuma mau pin—”

“Nonsense!” cetus Sarah.

Yunita menyeringai puas. “Kamu klepto, Ti.”

Usaha Tiana mempertahankan popularitas di SMP sia-sia setelah aksi mengutilnya dipergoki teman-teman di klub pemandu sorak. Tak hanya didepak dari klub, ia juga harus menerima julukan Miss K alias Miss Klepto hingga lulus sekolah. Namun Tiana tidak bisa berhenti mengutil. Ia frustrasi dan memutuskan untuk menghindar dari teman-teman lamanya dengan memilih SMA yang berbeda. Sayangnya, prediksi Tiana meleset. Masih ada Dinda yang di SMP dulu ikut memusuhinya setelah aib Tiana terbongkar. Ada Stefan yang terkenal kepo dan tahu ada yang tak beres dengan Tiana. Ada Sherry yang sering memperhatikan Tiana dari jauh. Ada Ardhan yang cuek tapi berani bicara frontal. Semua orang tampaknya mencurigai tindak-tanduk Tiana. Tiana pun sadar ada yang salah dengan dirinya. Namun Tiana tetap tak mampu mengendalikan jari-jarinya.

----------------------------
Novel ini mengisahkan mengenai Tiana. Dulunya dia seorang remaja yang punya banyak teman, termasuk dalam geng populer disekolahnya, tetapi semua berubah sejak Tiana ketahuan mengutil saat SMP. Tiana pun disisihkan oleh teman-temannya.

Tiana pun memutuskan untuk bersekolah di SMA yang tidak terkenal, SMA yang tidak mungkin dilirik oleh teman-teman SMPnya dulu. Sayangnya, keinginan Tiana hanyalah khayalan. Tiana bertemu lagi dengan Dinda, teman SMPnya dan entah kenapa Dinda seakan ingin sekali dekat dengannya.

Tetapi Tiana sudah bukanlah Tiana yang dulu lagi. Tiana terlalu takut teman-teman SMAnya tahu akan dirinya yang suka mengutil. Apalagi kebiasaannya itu tetap masih berlanjut. Tiana seakan tidak bisa membendung keinginan untuk "mencuri" ketika dia datang. Padahal barang-barang itu pun bukanlah barang-barang yang diinginkannya, tetapi ada rasa puas ketika berhasil mendapatkannya.

Tiana pun malah didekati oleh Stefan, teman sekolahnya yang selalu ingin tahu. Stefan pula yang akhirnya berhasil membujuk Tiana untuk mendapatkan pertolongan dari ahlinya.Tiana yang awalnya ragu pun, akhirnya mau untuk berobat, karena tidak mungkin selamanya Tiana akan seperti ini terus.

Tetapi ketika Tiana sedang berusaha untuk sembuh, tetap saja keinginan itu terus datang. Berhasilkah Tiana? Apalagi ada sosok Dinda, dan teman-teman lainnya yang seakan tahu rahasianya.

Novel debut yang cukup mengalir. Novel ini sukses menceritakan mengenai seorang remaja yang menderita "kleptomania" karena lingkungan. Bagaimana seorang kleptomania perlu pertolongan, bukan dijauhi.

Nice debut =)

[Blog Tour] Tuhan Untuk Jemima : Interview With Indah Hanaco


Hai, terima kasih sudah berkunjung di Ky's Book Journal...

Alhamdulilah, terima kasih sekali kuucapkan untuk Mba Indah Hanaco yang memberikanku kesempatan untuk pertama kali mengadakan Blog Tour untuk buku terbarunya "Tuhan Untuk Jemima". Walau memang sempat ada salah paham dikit, akhirnya Blog Tour ini bisa terlaksana juga^^ Semoga berkenan ya, Mba...

Sejak mengenal Mba Indah Hanaco pertama kali waktu membaca "Mendua", aku benar-benar dibuat jatuh cinta dengan tulisannya. Dan aku begitu bahagia sekali, karena aku bisa lumayan bisa mengenal dirinya.

Nah, buat kamu yang belum pernah membaca bukunya, ada pepatah "Tak Kenal Maka Tak Sayang, simak yuk sedikit profil singkat tentang Indah Hanaco:

Indah Hanaco penyuka novel-novel historical romance. Tergila-gila pada segala hal yang berbau tahun 90-an. Juga sederet serial kriminal dan film-film romance. Mendadak mellow hanya karena gerimis. Kolektor majalah dan buku-buku resep yang jarang dimanfaatkan.

Fans sejati Michael Schumacher yang memilih berhenti menonton balapana Formula Satu begitu sang idola pensiun. Tidak bisa lepas dari kopi meski sangat tidak menyukai kopi. 

Indah Hanaco pernah bekerja kantoran, tetapi benar-benar merasa menemukan "dunia" saat menjadi penulis. Cita-cita saat ini adalah pindah dan menetap di Yogyakarta, keliling Eropa serta menghabiskan sisa hidup untuk menulis.


Indah Hanaco telah menerbitkan 23 novel, beberapa buku anak dan parenting. Novel-novel yang telah terbit antara lain: Mendua (GagasMedia), Black Angel (Stiletto), Jungkir Balik Dunia Mel (Bentang Belia), Loves in Insa-Dong (Rumah Ide), Cinta Tanpa Jeda (Bukune), The Curse of Beauty (Rumah Kreasi), Love Letter (Caesar), Everything for You (Bentang Pustaka), Meragu (Bukune), Cinta 4 Sisi (Grasindo),The Vanilla Heart (Bentang Pustaka), Rainbow of You (Grasindo),
Beautiful Temptation (Bentang Pustaka), Run to You (GagasMedia), Les Masques (Grasindo), After Sunset (Elex Media), Crazy Little Thing Called Love (GPU), Stand by Me (Elex Media), Cinta Sehangat Pagi (GPU), My Better Half (Elex Media), A Scent of Love in London (Elex Media), Tuhan Untuk Jemima (GPU) dan Heartling (GPU).

Indah Hanaco bisa dihubungi melalui:
Facebook : Indah Hanaco

Twitter : @IndahHanaco

Mba Indah Hanaco termasuk salah satu penulis Indonesia yang cukup produktif, dalam waktu yang berdekatan mungkin kamu sering melihat karyanya yang terbit. Alhamdulilah, aku berkesempatan untuk mengajaknya berdiskusi tentang novel terbarunya ini via email (walau jujur kepengen banget pengen ketemu langsung).

Ini cuplikan wawancara singkatku dengan Indah Hanaco:

1.       Hai, Mba Indah. Lagi sibuk apa sekarang?
Halooo. Aku lagi membereskan naskah novel sekaligus mematangkan ide untuk buku anak.
2.     Boleh cerita sedikit bagaimana Mba Indah mendapatkan inspirasi menulis “Tuhan Untuk Jemima”? 
Idenya dari kondisi beberapa kerabat yang dibesarkan di keluarga dengan agama yang berbeda. Ada di antaranya yang “bingung” untuk memilih agama setelah dewasa. Diberi kebebasan penuh ternyata tidak cukup mampu membuat mereka memantapkan hati. Perjalanan spiritual berliku itu yang kemudian kurasa sangat cocok untuk ditulis. 
Cerita  ini dikombinasikan dengan ide yang sudah lama mengendap, tentang para aktivis Sea Shepherd yang berjuang menyelamatkan paus. Awalnya tidak sengaja menonton film dokumenter berjudul Whale Wars dan Viking Shores. Akhirnya malah jatuh cinta setengah mati. Buatku, perjuangan mereka sungguh luar biasa. Andai mungkin, aku sangat ingin bergabung dengan organisasi itu dan berkampanye dengan mereka.
3.     Apakah sejak awal novel ini sudah berjudul “Tuhan Untuk Jemima”? Ada kendala gak saat menulisnya?
Aku adalah penulis yang mengenaskan kalau untuk urusan judul. Nyaris tidak ada judul dariku yang disetujui editor. Tapi kali ini situasinya agak beda. “Tuhan untuk Jemima” memang sudah menjadi judul awal dan langsung di-ACC editorku tersayang. Aku bahkan lebih dulu menemukan judulnya belum mulai mencari ide cerita. 
Saat menulis, nyaris tidak ada kendala. Mungkin agak repot karena aku harus mengecek beberapa informasi dari novel “Cinta Sehangat Pagi”. Karena “Tuhan untuk Jemima” adalah sekuelnya, aku harus lebih hati-hati. Jangan sampai ada keterangan yang tidak sesuai dengan buku sebelumnya.
Juga harus bolak-balik membuka setumpuk buku travel karena sebagian novel ini mengambil seting di Selandia Baru, negeri impian yang ingin kukunjungi suatu saat nanti. Jadi sebelum penulisnya ke sana, biarlah Jemima mencicipi negeri berangin ini lebih dulu.
4.     “Tuhan Untuk Jemima” khan bukan karya pertama Mba Indah, dari semua novel yang pernah Mba Indah tulis mana sey yang punya cerita khusus saat menulisnya atau ada gak novel Mba Indah yang paling favorit? 
Semua ada cerita khusus. Tapi memang ada karya tertentu yang begitu dekat dengan hatiku dan punya keterikatan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. 
“Cinta Tanpa Jeda”, karena kisah pelecehan seksual yang dialami tokoh utamanya berdasarkan kisah nyata. 
“Black Angel”, karena pertama kalinya aku menulis jenis kehidupan yang mengejutkan hasil “kuliah” ratusan jam dari serial CSI. 
“Meragu”, ide awalnya sudah mengendap sepuluh tahun. Tokoh utamanya, Leon, kutulis berdasarkan kecintaanku pada Tao Ming She. 
“Cinta 4 Sisi”, karena novel ini bisa kuselesaikan dalam waktu 9 hari. Dan karena ide awalnya menyambar hanya setelah menonton adegan makan siang antara Sandra Bullock dan Hugh Grant di film “Two Weeks Notice”. 
“Beautiful Temptation”, karena mengambil seting penuh di kampung halamanku, Pematangsiantar. Aku juga cinta luar biasa pada nama dan tokoh utamanya, Tristan. 
“Run to You”, novel yang kutulis dengan penuh perasaan. Ini kali pertama aku menggunakan “soundtrack” saat menulis. Tiap kali mendengar lagu “Kau Ada di Mana” dari Atiek CB, aku langsung terlempar kembali pada saat menulis kisah Jenna dan Melvin ini. 
“Stand by Me”, karena aku sangat ingin mengalami kisah seperti Mya dan Ralph. Sayang, tidak kesampaian. 
“Cinta Sehangat Pagi”, karena ada penggalan kisahku di novel ini. Selma yang kadang “dilecehkan” karena pilihan busana atau warna rambut, dipetik dari pengalamanku. Karena wajahku yang dianggap “tidak islami”, aku berkali-kali menghadapi keheranan atau pertanyaan orang-orang saat mereka tahu agama yang kuanut. 
“My Better Half”, karena hatiku selalu hangat tiap kali mengingat cinta yang melibatkan Kendra dan Maxim. Ini novel pertama yang kutulis didasari kegilaan baru pada reality show. 
“A Scent of Love in London”, karena ini kali pertama aku serius menggarap naskah dengan seting luar negeri. Novel ini punya keterikatan emosi yang kental denganku. Saat menulisnya, aku benar-benar “tersedot” ke London, tempat kisah ini bergulir. Ada dua hari penuh di mana aku tidak sanggup meninggalkan laptop dan hanya menulis cerita Ivana dan Hugh. Novel ini menguras energiku dengan cara yang positif. Saat naskahnya selesai, aku butuh libur berhari-hati untuk mengembalikan energi. 
“Tuhan untuk Jemima”, karena aku akhirnya bisa menulis detail tentang kehidupan para aktivis paus di luar sana. Bagiku, ini kisah yang beda sekaligus istimewa. 
“Heartling”, karena novel ini mengangkat sisi kelam akibat dari perkosaan. Aku benci melihat banyak perempuan dieksploitasi dan direndahkan. Aku juga mau bilang, korban perkosaan tidak pernah menjalani hidup dengan mudah. Mereka dikelilingi trauma yang siap membinasakan kebahagiaan untuk selamanya. Perkosaan bukan tentang seks, melainkan tentang dominasi dan kekuasaan.
5.     Siapa inspirasi terbesar Mba Indah saat menulis novel?
Sidney Sheldon. Beliau yang bikin aku kepengin nulis lagi setelah 13 tahun hiatus. Sampai saat ini, belum menemukan penulis dengan plot luar biasa seperti Mr. Sheldon
6.     Mba Indah khan cukup produktif saat menulis novel, dalam 1 tahun bisa beberapa novel terbit. Boleh tahu gak, rahasianya bisa tetap menulis yang produktif?
Tidak ada rahasia atau mantra khusus. Aku cuma berusaha konsisten dan menulis tiap hari. Kadang naskahku ditolak atau harus dibongkar dan direvisi. Aku menghadapi semuanya dengan santai. Meski jujur, dulu aku menanggapi dua hal itu dengan panik. Sekarang, jika ditolak aku segera mengirimkan naskah itu ke penerbit lain. Jika harus merevisi, aku tidak pernah mengerjakannya lebih dari dua hari. Kecuali ada plot yang harus diubah atau karakter yang harus dibongkar. Mungkin butuh waktu lebih lama. 
Intinya, sekarang aku benar-benar menganggap kalau waktu sangat berharga. Aku pernah membuang waktuku selama 13 tahun begitu saja. Kini aku tidak mau mengulanginya. 
Sebenarnya aku tidak lebih produktif dari penulis lain. Mungkin aku cuma lebih mencintai dunia menulis dan terlalu keras kepala untuk menyerah. Detlen, kritik, atau penolakan tidak mampu membuatku kapok menulis. Ini duniaku, meski mungkin aku menemukannya terlambat. Sejak tiga tahun terakhir ini aku baru tahu kalau aku ternyata orang yang gigih dan pantang menyerah. Semua itu karena menulis.
7.     Bagaimana Mba Indah mempromosikan novel-novel Mba Indah yang kadang-kadang terbitnya berdekatan? Ada strategi khusus kah?
Aku tidak punya strategi khusus. Aku hanya berpromo di akun sosial media yang kupunya atau memasang stiker bergambar kover novelku di kaca belakang mobil. Ada teman yang dengan baik hati membuatkan book trailer. Dan baru kali ini aku menjajal blog tour. 
Ketika ada dua novel yang terbit dengan jarak berdekatan, disyukuri saja. Tidak semua penulis punya kesempatan seperti itu. Aku berusaha selalu melihat dengan kacamata positif.Aku juga tidak mau ribet karena urusan angka penjualan dan kekhawatiran lain yang di luar kuasaku. Bukan karena tidak peduli, tapi urusan seperti itu benar-benar hak prerogatifnya Tuhan.  Aku cuma harus berusaha maksimal di area yang memang mampu kulakukan. 
Fokus utamaku adalah menulis sebaik mungkin, sesuai kemampuanku. Tidak pernah punya ambisi tertentu. Tujuanku menulis adalah membahagiakan pembaca. Dan orang pertama yang wajib kubuat bahagia adalah diriku sendiri. Jika sebuah naskah tidak bisa membuatku nyaman dan hepi, maka pasti ada yang salah dengan naskah itu. Ketika seorang penulis bahagia dengan buah karyanya, maka pesannya akan sampai kepada pembaca. Mereka akan merasakan hal yang sama. Makanya, hal terpenting buatku adalah menulis dengan hati. Dengan ikhlas. Dengan cinta.
8.     Mba Indah pernah gak merasakan namanya “blank idea” buat menulis? Bagaimana caranya selama ini Mba Indah menemukan ide-ide tulisannya? 
Duluuuuuu aku pernah mengalami hal itu. Hingga aku mengikuti sebuah kursus menulis online bertahun silam. Oleh guru menulisku, aku diminta untuk memerah ide. Karena tidak selamanya ide berbaik hati menyapa dan menyodorkan dirinya di meja persembahan untuk penulis.  
Sejak itu, aku mulai rajin berburu ide. Karena terus diasah, ide bukan lagi menjadi hal keramat. Aku punya buku ide yang isinya belum terealisasi semua.
Sekarang ide bisa datang kapan saja. Saat membaca, aku kadang menemukan potongan dialog yang menjadi ide. Saat menonton film, aku sering terpesona hanya karena sepotong adegan. 
Sekadar contoh, aku lumayan suka dengan Boyzone. Personel favoritku bukan Ronan Keating, melainkan Keith Duffy. Aslinya, ada celah di gigi depan Keith. Kalau tidak salah, istilahnya diastema. Ini akhirnya jadi ide untuk novelku, tapi belum terbit. 
Intinya, hal-hal sederhana pun bisa dijadikan ide cerita. Tidak usah terjebak pada pemikiran bahwa ide novel itu harus “wah” dan “antimainstream”. Pada dasarnya, hidup ini memang mainstream, kok. Kecuali hidupnya Benjamin Button J
9.     Apa yang ingin Mba Indah sampaikan kepada pembaca saat menulis “Tuhan Untuk Jemima”?
Aku cuma mau bilang, pada akhirnya tiap manusia akan merindukan Tuhan sebagai tempatnya bersandar. Hati yang kosong tidak akan menemukan makna bahagia. 
Aku juga mau bilang, orang-orang yang berjuang untuk mempertahankan kelangsungan hidup salah satu makhluk ciptaan Tuhan, pantas mendapat respek dari kita. Mereka benar-benar mempertaruhkan nyawa secara harfiah.
Hidayah itu bisa datang dari mana saja. Ketika Tuhan memutuskan untuk meniupkan iman di dada seseorang, tidak ada yang bisa mencegahnya. Seperti Kenneth, si ateis, yang mendapatkan keteguhan hati saat melihat sahabatnya beribadah di antara keindahan pohon rimu. Atau Jemima yang mendapat tamu istimewa di saat sedang bertarung antara hidup dan mati. Hal-hal seperti itu bisa dan sering terjadi di sekitar kita. 
Satu lagi, kalam Tuhan dan sabda Rasul-Nya, tidak bertentangan dengan sains. Sains malah membenarkan apa yang sudah diberitahukan Tuhan kepada hamba-Nya. Ada beberapa bagian yang kutuliskan di sini, untuk  memenuhi sisi idealismeku.
10.  Pertanyaan terakhir, bocoran dikit dunk ada beberapa novel lagi yang akan terbit?
Ada beberapa, tapi aku belum tahu apakah semua akan terbit tahun ini atau malah tahun depan. Jadi, aku cuma bisa menunggu dengan hati berdebar. Tidak rewel bertanya kepada editor meski ada naskahku yang sudah berbilang tahun ada di tangan editor. 
Aku selalu percaya, waktu yang dipilih Tuhan adalah waktu yang terbaik.
Nah, sekian wawancara singkatku dengan Mba Indah Hanaco. Ah, aku ikut bangga banget dengan produktivitasnya. Terima kasih banyak, Mba Indah Hanaco untuk waktunya dan sukses terus menulisnya. Kutunggu selalu karya terbarumu...
Minggu, 21 Juni 2015

[Book Review] Singapore Begins

Judul Buku : Singapore Begins
Penulis : Agata Barbara
Penerbit : Ice Cube
Tebal : 229 Halaman
Terbit : April 2015
“Tepparapol Goptanisagorn.”

“Hah?” ujar Kanna spontan tanpa dia sadari.

“Namaku. Tepparapol Goptanisagorn,” sang cowok mengulangi, kali ini dengan sedikit lebih lambat.

Kanna mengerjap. Tep… teppa… Gopta… “Apa?”

Kanna tahu dia bukan anak kesayangan Mama-Papa, tapi dibuang ke Singapura tidak pernah ada dalam rencana hidupnya. Namun apa boleh buat, hasil tes kepribadiannya yang minus membuat keputusan orangtuanya tak dapat diganggu gugat. Dan di sinilah Kanna akan tinggal sekarang, di sebuah rumah kos bersama empat orang lainnya dari empat negara berbeda pula. Baru saja menginjakkan kaki di sana, Kanna sudah disambut oleh ibu kos superheboh. Dia juga harus berbagi kamar dengan gadis bule yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengannya. Oh, dan suara tangisan siapa itu dari lantai dua? Cuma setahun, sih, tapi bagaimana cara Kanna bertahan kalau menyebutkan nama salah satuhousemate-nya saja sudah begitu sulit?

-----------------------

Novel YARN yang ceria dibanding YARN lainnya yang sudah kubaca. Novel ini mengisahkan mengenai kehidupan Kanna dan temannya yang merasa "terbuang" dari keluarganya. Karena hasil tes bakatnya, orangtuanya mengirim Kanna ke Singapura untuk belajar hidup dengan orang lain.

Awalnya Kanna yang memang tertutup dan sulit percaya dengan orang lain sungguh menentang ide tersebut. Tapi mau tak mau akhirnya Kanna harus menerima nasibnya untuk melanjutkan sekolahnya setahun. Di Singapura, Kanna menjadi anak kos bersama 5 orang yang sungguh benar-benar berbeda kepribadian dengannya. Kanna pun harus berbagi kamar dengan Sally, yang benar-benar gaul dan suka sekali bercerita. Sungguh berbeda dengan Kanna, yang sulit mengungkapkan perasaannya.

Sebagai pembaca, aku diajak berkenalan dengan Kanna dan teman kosannya, Shelly yang ramah, Paresh yang super duper iseng, G yang lebay dan Joon Hee yang baik hati dan paling terlihat normal diantara semuanya. Interaksi mereka yang penuh warna membuat kisah ini menarik.

Penulis mampu membuat Kanna berubah dalam artian yang baik secara perlahan-lahan. Setiap tokoh yang ada punya peranan masing-masing dan tentunya mendukung perkembangan Kanna. Kanna belajar banyak hal dari teman-temannya.

Kisah persahabatan yang indah dan debut yang sungguh manis =)
Kamis, 18 Juni 2015

[Book Review] Haute Heart

Judul Buku : Haute Heart
Penulis : Regina Alexandra
Penerbit : GPU
Tebal : 256 Halaman
Terbit : Juni 2015
Sukses sebagai sous chef di restoran Prancis ternama ternyata tidak menjadi jaminan sukses dalam hubungan asmara. Bosan diabaikan dan tidak mau lagi mendapat janjijanji palsu, Diandra memutuskan hubungan dengan Edgar. Walau Edgar berusaha memohon, Diandra berkeras tidak mau kembali padanya. Apalagi di saat seperti itu muncul pria tampan yang menjadi chef kepala di restoran tempat Diandra bekerja, Aloys.

Aloys yang ramah dan tampan berbeda 180 derajat dengan Edgar yang pendiam dan eksentrik. Kehadiran Aloys membuat Diandra yang tenang sehingga menjadi penuh warna dan... drama.

Jika Diandra memilih Aloys, ia akan mempertaruhkan kariernya. Jika ia memilih Edgar, ia harus memikirkan segala perbedaan di antara mereka berdua. Diandra berusaha berkonsentrasi pada karier, namun ternyata drama percintaannya memengaruhi kariernya, dan memaksa Diandra membuat keputusan.

--------------------------

Ini pertama kalinya aku membaca karya penulis dan hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja aku berhasil menyelesaikan kisah ini.

Novel ini mengisahkan kehidupan Diandra, seorang sous chef restoran Paris yang terkenal, Parisian Chic. Atasannya, Mr. Damian yang memutuskan untuk kembali ke Paris menimbulkan hasrat dalam dirinya untuk bisa menggantikan posisi Mr. Damian, apalagi Diandra juga didukung oleh rekan-rekannya di Parisian Chic.

Sayangnya, keinginan Diandra tidak berbalas. Pemilik restoran telah memilih pengganti lainnya, dan dia langsung diimpor dari Paris. Kehadiran Aloys, chef yang menggantikan Mr. Damian awalnya mematahkan mimpi Diandra apalagi dia sudah berharap banyak. Tetapi Diandra sulit untuk membenci Mr. Aloys, sang chef yang ramah dan malah ternyata tertarik kepadanya.

Apalagi Mr. Aloys, seperti bule lainnya yang terang-terangan melakukan pdkt terhadapnya. Awalnya Diandra risih dengan semua perhatian Mr. Aloys, tetapi sebuah tantangan yang berujung kekalahannya membuat Diandra harus memenuhi janji kencan dengan Mr. Aloys. Mr. Aloys yang tampan lumayan menghibur Diandra yang memang sedang patah hati.

Diandra yang telah bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Edgar, akhirnya memutuskan untuk berpisah. Walau Edgar tetap saja berusaha untuk meminta maaf dan menjalin kembali kisah mereka. Tetapi Diandra seakan enggan, bahkan tidak peduli dengan semua usaha Edgar. Edgar yang tidak romantis, cuek bahkan kadang-kadang lupa waktu kalau sudah bekerja membuat Diandra tidak bisa menolerir lagi. Putus adalah pilihan terbaik bagi keduanya. Walau kadang-kadang Diandra masih saja merindukan sosok Edgar.

Namun, kedekatan Diandra dengan Mr. Aloys menjadi bumerang untuknya. Apalagi pemilik Parisian Chic tidak menyukainya. Ketika semua menjadi rumit, Diandra berada di persimpangan, apalagi sejak mengetahui Mr. Aloys menyimpan rahasia sendiri mengenai statusnya. Karir Diandra pun terancam dengan kejadian demi kejadian yang membuatnya tertekan dan malah mengacaukan semua masakannya.

Diandra pun bertemu dengan sosok Sekar, temannya di komunitas "Cinta Memasak" yang membuatnya memikirkan ulang mengenai mimpinya. Bagaimana akhir kisah Diandra?

Novel ini ringan dan sederhana. Aku cukup dibuat larut dengan kisahnya, selingan resep masakan Paris yang ada dalam novel ini, patut banget untuk dicoba. Rasanya saat membaca novel ini aku ingin makan karena membayangkan menu-menu yang dibuat oleh Diandra =)

Awalnya aku yang dibuat gregetan dengan sosok Edgar, malah di akhir aku dibuat jatuh cinta dengannya. Walau memang twistnya sudah bisa kutebak dan tidak mengejutkan, aku menutup novel ini dengan puas.

[Book Review] My Fiancee is A Secret Agent

Judul Buku : My Fiancee is A Secret Agent
Penulis : Mayya Adnan
Penerbit : Elex Media
Tebal : 319 Halaman
Terbit : Juni 2015
Radisti Putri Mahesa, seorang desainer muda yang berbakat, cantik, menarik, dan juga cerdas. Ia adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga Mahesa, sebuah keluarga yang berpengaruh di Indonesia. Tak heran jika sikapnya terkadang manja dan sangat jail.

Tetapi di balik kehidupan keluarganya yang bahagia dan karier desainernya yang cemerlang, ia mempunyai kehidupan lain yang tidak diketahui siapa pun termasuk keluarganya. Kehidupan yang tak pernah disangka-sangka…

Paundra Pratama Danubrata adalah putra kedua dari keluarga terpandang, keluarga Danubrata. Dia memiliki wajah yang tampan, pintar dan berwibawa. Sikapnya yang sangat mandiri membuat dirinya tidak suka terhadap semua perempuan manja.
Ketika keduanya dipertemukan melalui pertemuan yang tidak disengaja, apakah mereka akan saling cocok satu sama lain? Atau mungkin lebih dari itu?

---------------------


Baru pertama kali membaca karya penulis dan aku cukup menikmatinya. Sayangnya, editannya benar-benar gak mulus banget, penuh typo yang cukup mengganggu padahal ceritanya lumayan menarik untuk dibaca.

Ini tentang kisah Radisti, seorang desainer. Ternyata Radisti punya kehidupan lain yang tidak diketahui orangtuanya. Radisti mempunyai pekerjaan lain sebagai seorang "secret agent". Bersama timnya, Radisti menganalisis hal-hal aktual yang terjadi di negeri ini.

Di usianya yang cukup matang, dan satu-satunya anak perempuan, membuat orangtuanya mulai sibuk menjodohkan dirinya. Radisti pun dijodohkan dengan Paundra, kolega keluarganya. Yang Radisti tidak pernah tahu, bahwa Paundra adalah Pratama, pria yang sama yang sedang dekat dengannya. Pria yang telah membuat Radisti jatuh cinta.

Paundra memang sengaja merahasiakan identitasnya terhadap Radisti, karena dia ingin mengenal Radisti lebih dekat. Untuk meyakinkan dirinya bahwa dia tidak salah pilih, dan semakin lama Paundra memang jatuh hati terhadapnya.

Hubungan Paundra dan Radisti pun semakin lama semakin dekat, hingga akhirnya Radisti tahu bahwa Pratama tidak lain adalah Paundra. Mereka pun akhirnya tetap melangsungkan perjodohan. Tetapi tidak hanya sampai disitu...

Ketika mereka sudah mulai menyesuaikan diri dan saling mengenal, cobaan datang menerpa. Apalagi mereka berdua terlalu ragu untuk menyatakan perasaan sesungguhnya satu sama lain. Radisti pun tiba-tiba menghilang. Dan betapa kagetnya dirinya, di tempat pelatihan sebagai agen, dia bertemu dengan sosok yang tidak diduga-duganya. Bagaimana akhir kisah Radisti?

Ah, membaca novel ini cukup sekali duduk saja. Cerita yang cukup mengalir, twistnya pun cukup mengejutkan walau sejak awal aku sudah menebaknya. 
Rabu, 17 Juni 2015

[Book Review] (S)He is My Girl

Judul Buku : (S)He is My Girl
Penulis : Chyntia Yanetha
Penerbit : GPU
Tebal : 240 Halaman
Terbit : Juni 2015
Di kali keempatnya mengikuti audisi Akademi Golden Voices, meski sempat mendapatkan penolakan pahit dari Phillip−si Tuan Arogan yang menjadi salah satu juri−akhirnya Alexa berhasil lolos. Tapi… bukan tanpa syarat. Syarat itu bahkan begitu tak masuk akal. Bayangkan! ALEXA HARUS MENYAMAR JADI LAKI-LAKI!

Alasannya sederhana, karena Phillip menganggap Alexa sebagai itik buruk rupa yang tidak menarik menjadi perempuan, tapi cukup menarik sebagai laki-laki. Tawaran itu begitu tidak masuk akal, sekaligus begitu menggiurkan. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Alexa menerima tawaran itu. Lagi pula, Alexa memang sudah sering dikira laki-laki, jadi apa susahnya sih menyamar jadi laki-laki? Tapi, bagaimana jadinya kalau ternyata si Tuan Arogan malah jatuh cinta pada si Itik Buruk Rupa? Dan… apa iya, menyamar jadi laki-laki itu mudah seperti yang dibayangkannya?

-------------------------

Sebenarnya ide ceritanya menarik, tentang cewek yang terpaksa menyamar menjadi pria karena keadaan. Ya, ini tentang kisah Alexa, yang untuk ke-4 kalinya mengikuti audisi Akademi Golden Voices. Alexa yang sehari-hari sudah berpenampilan seperti pria, mencoba peruntungannya kembali untuk mengejar mimpinya sebagai penyanyi.

Sayangnya, perjuangan meraih mimpi itu tidak mudah. Philip salah satu juri saat audisi malah tidak respek terhadapnya, bahkan cenderung menolaknya. Tetapi Dikta, juri lainnya malah melihat ada potensi baik dalam diri Alexa. Philip yang terdesak pun memunculkan sebuah ide gila, dia akan memberikan kesempatan kepada Alexa untuk lolos audisi, kalau Alexa mau menyamar sebagai pria.

Awalnya Alexa sangat marah terhadap Philip, apalagi Philip terkesan menyepelekan dirinya. Philip benar-benar menganggapnya sebagai seorang itik buruk rupa yang tidak ada apa-apanya. Tetapi, Alexa ingin lolos audisi, karena Alexa punya niat lain, mencari ayahnya yang sudah lama meninggalkan dia dan keluarganya.

Akhirnya, Alexa pun menerima ide Philip dan menyamar sebagai Alex. Alexa pun bersama kontestan lain harus hidup bersama-sama dalam Akademi dan melakukan segala aktivitas latihan bersama. Tetapi perlahan-lahan Philip pun menyadari ada sebuah perasaan yang berbeda dihatinya untuk Alexa. Sesuatu yang membuat dia tidak lagi menganggap Alexa sebagai seorang itik buruk rupa. Sayangnya Philip terlalu sombong untuk mengakui, sehingga Philip malah membuat Alexa semakin tidak menyukainya.

Tetapi perlahan-lahan Philip pun mulai tidak kuasa menahan perasaannya, dia pun mulai melakukan segala cara agar bisa dekat dengan Alexa. Alexa pun ternyata tidak bisa menghindar, kalau dia juga menyukai Philip. Tetapi mereka tetap harus menjaga sikap, Alexa sedang menyamar sebagai Alex dan ini tidak boleh terbongkar.

Dan ketika situasi menjadi tidak terkendali, dan ada orang yang ternyata ingin memanfaatkan situasi yang ada, bagaimana kisah ini akan berakhir?

Sebenarnya aku cukup menikmati kisah ini, cukup sekali duduk saja. Tetapi aku tidak begitu merasakan chemistry diantara Philip dan Alexa, apalagi Alexa terkesan gampangan sekali mudah luluh terhadap Philip, bahkan dengan mudahnya dicium oleh Philip....Ah, tapi ini mungkin kembali ke selera ya.

Konflik tentang keluarga Alexa juga tidak terlalu dieksplor dengan baik, hanya seperti tempelan saja. Tetapi untuk usaha Philip mendapatkan Alexa dan bertanggungjawab atas semua ide gilanya, cukup mengharukan =)
Selasa, 16 Juni 2015

[Book Review] You are (not) My Best Friend

Judul Buku : You are (not) My Best Friend
Penulis : Esi Lahur
Penerbit : GPU
Tebal : 208 Halaman
Terbit : April 2015
Mau tahu rasanya jadi murid pindahan yang masuk saat tahun ajaran baru sudah berjalan dua setengah bulan? Itu yang dirasakan Ingrid ketika kembali ke Jakarta setelah lima belas tahun tinggal di Kopenhagen.

Peraturan sekolah memaksa Ingrid mengikuti ekskul jurnalistik. Ekskul ini pula yang menyebabkan Ingrid harus berhadapan dengan Mirabel dan Mita, cewek cantik dengan antek-anteknya yang selalu mencari masalah.

Seiring waktu, kebencian Ingrid terhadap Jakarta dan rasa rindu pada Kopenhagen pelan-pelan terkikis. Tapi misteri kematian seorang siswa baru pada tahun kedua Inggrid di SMA Bhinneka membuatnya ragu apakah Jakarta benar-benar membuatnya betah.

--------------------
Awalnya Ingrid benar-benar membenci Jakarta dan lingkungan barunya, namun sejak Ingrid dekat dengan Orella dan Shirley, teman barunya Ingrid mulai bisa beradaptasi. Tapi tetap saja Ingrid merindukan Denmark, karena sudah menghabiskan hampir seluruh hidupnya disana.

Ingrid pun mencoba masuk ekstrakurikuler Jurnalistik, karena setiap siswa harus memilih satu 1 ekskul. Pilihan pun jatuh ke Jurnalistik, untungnya Orella pun 1 ekskul dengannya. Disanalah Ingrid bertemu dengan Elang, pimred Majalah Sekolah “Bhinneka”. Sebagai siswi baru, Ingrid mendapatkan tugas untuk mewawancarai Salvo, pemain futsal andalan sekolah untuk edisi terbaru majalah sekolahnya. Karena wawancara itulah, Ingrid kemudian menjadi terkenal dan akhirnya Mirabel dan Mita, mulai mendekatinya.

Ingrid, Orella, Shirley, Mirabel dan Mita pun menjadi sahabat dan sering menghabiskan waktu bersama. Namun, tetap saja ada yang janggal, Mita seakan ada dan tiada. Sosoknya yang pendiam menjadi agak terasing dari sahabat-sahabatnya. Mita seakan berteman dengan Ingrid, Orella dan Shirley karena Mirabel, bukan keinginannya.

Mereka layaknya remaja biasa sehingga mereka pun lebih sering bersama, belajar bareng dan tentunya sesi curhat bareng. Hingga muncullah teror itu. Tiba-tiba sekolah digemparkan dengan kematian salah satu siswi baru, Leora di sekolah mereka. Apalagi kemudian sering ditemukan bangkai kucing yang mengenaskan. Setelah hasil penyelidikan, Leora ternyata bukan bunuh diri, tetapi dibunuh dan pembunuhnya dicurigai masih berkeliaran di lingkungan sekolah. Dan ketika nyawa mereka pun ikut terancam, apa yang terjadi?

Novel ini ringan dan cukup beberapa jam saja aku sudah selesai menamatkannya. Novel ini lebih menekankan mengenai kisah persahabatan dan sedikit dibumbui thriller yang mewarnai persahabatan mereka. Aku pun bisa menduga siapa pelakunya.

Ceritanya mengalir lancar, dimulai dari kepindahan Ingrid, kebenciannya kepada Jakarta hingga perlahan-lahan Ingrid pun mulai bisa beradaptasi.

Jika kamu suka novel remaja yang sedikit membuat adrenalinmu terpacu, kamu bisa mencoba membaca novel ini.
Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design