Kamis, 28 Januari 2016

[Blog Tour] Ask Author Daylight - Nightfall : Robin Wijaya



Halo, alhamdulilah Ky's Book Journal mendapat kesempatan untuk menjadi pembuka dari Blog Tour Daylight & Nightfall karya Koh Robin Wijaya.

Sebelumnya, Ky's Book Journal berkesempatan untuk ngobrol seru dengan Koh Robin ney. Yuk disimak:

Halo, Koh Robin. Selamat ya atas terbitnya novel terbarumu, Daylight. Kenalan dunk kepada pembaca Ky's Book Journal, kesibukan sekarang selain menulis apa?
Kesibukan sehari-hari masih ngajar di salah satu sekolah swasta di Tangerang. Kebetulan sekarang aku nggak hanya ngajar kelas SD, tapi juga SMP, jadi agak lebih sibuk dari tahun-tahun sebelumnya.
Selain menulis, Koh Robin tentunya suka membaca dunk. Genre dan penulis favorit siapa?
Sebetulnya aku baca hampir semua genre, kecuali horror. Tapi belakangan mulai suka drama dan romance karena sesuai dengan genre yang aku tulis. Penulis favorit? Nicholas Sparks, Jodi Picoult, Dan Brown, ada beberapa juga penulis lokal seperi Raditya Dika dan Winna Efendi
Biasanya menulis kapan dan apakah ada tempat khusus untuk menulis?
Dulu, nulis bisa kapan aja. Tapi sekarang seringnya kepala agak susah di-switch dari urusan kantor dan rumah. Jadi ngambil waktu khusus. Kalau di rumah biasa nulis pagi-pagi sebelum berangkat kerja. Tapi kadang nulis di luar rumah juga. Kalau jalanan macet, daripada stress, mending melipir dulu ke kedai kopi, sambil nyicil tulisan sedikit-sedikit.
Saat menulis, Koh Robin biasanya membuat outline terlebih dahulu atau biarkan mengalir saja?
Bikin outline, tapi belum bisa sampai spesifik banget sih. Biasanya aku dibantu dengan garis besar cerita secara keseluruhan di setiap chapternya. Untuk tambahan lain-lain seperti karakter, setting, dll, aku punya catatan sendiri di buku. Semacam spider chart gitu.
Nighfall dan Daylight khan memang dibuat dwilogi, apakah sejak awal memang sudah berencana membuat Dwilogi? Inspirasinya darimana sey?
Nggak sama sekali. Bahkan Nightfall bisa dibilang novel yang terbitnya nggak disengaja. Dulu aku nulis Nightfall di blog, cuma buat memenuhi request pembaca aja. Kebetulan Elex Media berminat menerbitkannya jadi buku. Baru deh pas nulis Nightfall, kok jadi suka sama tokoh Gabriel ya? Akhirnya mulai plotting dan kepikiran untuk bikin spin off-nya. Jadi deh Daylight dan Nightfall :)
Ada kendala gak saat menulis Nightfall maupun Daylight? 
Waktu nulis Nightfall kendalanya cuma riset aja. Selebihnya lancar. Kalau Daylight kendalanya adalah...... naskahnya nggak selesai-selesai. Hampir setahun nulisnya karena waktu itu kepala penuh sama pekerjaan di kantor. Sampai akhirnya aku bertekad untuk menyelesaikannya. Hehehehehee
Baik Nightfall maupun Daylight khan ada beberapa tokoh tuh, tokoh mana yang sulit Koh Robin bangun karakternya?
Di Nightfall, paling susah membangun tokoh Benjamin (Ben). Membangun karakter orang yang sakit dan nyaris depresi itu ternyata susah banget. Bagaimana menceritakan kesedihan dan rasa putus asanya bikin aku berkali-kali milih untuk melewatkan bagian ini dan menulis bagian akhir duluan. 
Untuk Daylight sendiri yang pasti tokoh Gabriel sebagai sentral cerita. Mengelola perasaan, cara pikir, dan emosi Gabriel dalam menghadapi berbagai masalah di hidupnya kadang bikin aku linglung sendiri. Ini, real atau surreal?
Apa keistimewaan Nightfall dan Daylight dibandingkan novel Koh Robin lainnya?
Pertama. Ini adalah pertama kalinya aku nulis serial sendiri. Yay! Walaupun cuma dwilogi sih. Tapi tetap aja senang banget. Karena kan selama ini cuma nulis novel lepas. Kedua, Nightfall itu menurut aku novel yang dari segi penulisan paling pas. Waktu aku baca ulang dalam bentuk buku, aku seneng banget. Proporsi antara narasi, deskripsi, dialog, terasa seimbang. Aku juga suka banget hubungan Kris dan Natalie. Suka dialog-dialog mereka. Dan menurutku, novel ini manis. Untuk Daylight, ini novel aku yang risetnya paling detail dalam hal profesi. Mengingat finalisasinya ketika bulan puasa kemarin. Aku berkali-kali berusaha nahan liur dan perut karena membayangkan apa yang Gabriel masak di dapur kompetisi. Dan satu lagi, meski bukan yang pertama, tapi novel ini menyinggung keluarga lebih banyak dari novel-novel aku sebelumnya.
Sekarang khan banyak novel yang terbit, bagaimana strategi Koh Robin mempromosikan novel Koh Robin biar pembaca mau membaca novel ini?
Memastikan kalau aku nggak kehilangan sentuhan tulisanku, karena itu yang jadi trademark dari Robin Wijaya. Kedua, bikin novel ini jadi beda. Dengan menjadikannya dwilogi menurut aku membuat Daylight & Nightfall berbeda dari novel-novel lain yang terbit. Mau nggak mau, orang jadi ingin tahu apa sih isi dari 2 buku ini. Ketiga, menjaga hubungan dengan pembaca. Aku adalah penulis yang berangkat dari nol. Dari nggak punya pembaca sampai akhirnya kenalan dengan pembaca. Menurut aku, sama halnya dengan dunia mengajar, kalau kita punya hubungan yang baik, sedikit-banyak akan berpengaruh pada kehidupan kita, termasuk pada novel yang aku hasilkan.
Pesan apa yang ingin Koh Robin sampaikan melalui Nightfall maupun Daylight?
Nightfall: keberanian untuk memilih antara sesuatu yang hadir sebagai hal baru dalam hidup kita atau bertahan dengan kisah lama.Daylight: ketika kita ingin mendapatkan sesuatu, kita juga harus rela kehilangan sesuatu. Kalau digabung, keduanya punya benang merah yang sama: tentang kehilangan dan memulai lagi.
Pertanyaan terakhir, bocoran dikit dunk Koh Robin saat ini apa sedang menulis buku lagi?Kalau iya, tentang apa ya?
Ada beberapa project yang sedang aku kerjakan. Pertama, aku sedang dalam tahap finalisasi novel yang udah lama banget ditungguin editor (dan ya ampun editornya pasti udah kesal banget). Novel ini pokoknya kamu harus baca. Karena ini proyek yang udah lama banget pengin aku tulis. Masih seputar cinta, tapi kali ini melibatkan lebih banyak tokoh. Kalo boleh bocorin dikit aja, kurang lebih mirip film Love Actually. And, I'm totally in love with this script. Sweet, romantis, menyenangkan, hangat, lucu, campur aduk deh.
Project kedua adalah kisah Adhit dan Tala. Pernah aku pos juga di wattpad, tapi sekarang nggak aku lanjutin karena ada penerbit yang tertarik untuk nerbitin. Plottingnya udah selesai, segera dirampungkan kalau project pertama sudah beres. 
Project ketiga, aku belum dapat penerbitnya, tapi rencananya aku mau nulis tentang sebuah band bernama Summer Glad. Ceritanya lebih remaja, akan mengangkat musik-musik easy listening juga. Aku sih bayanginnya kayak Ten To Five atau Sixpence None the Richer ya. Rencananya novel band ini mau aku jadikan serial lagi (menantang diri). Sudah ada omong-omongan dengan editor, tapi aku belum berani menawarkan karena plotnya belum final. Doakan cepat selesai semua ya. Dan jangan lupa baca Daylight dan Nightfall juga.
Nah, makin penasaran dengan sosok Robin Wijaya khan?
Kamu bisa menghubungi Robin Wijaya melalui:

Twitter : @robinBieWijaya
Website : www.robinwijaya.com 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design