Rabu, 10 Februari 2016

[Blog Tour] Ask Author : Jenny Thalia Faurine



Baca juga Review Forever and Always disini


Setelah minggu ke-1, kami para host Blog Tour Forever and Always memposting review, di minggu ke-2 ini kami berkesempatan untuk ngobrol asyik bersama sang penulis kondang, Jenny Thalia Faurine. Salut loh sama Jenny, di usianya yang baru masuk angka 20, sudah bisa nerbitin novel sebanyak ini. Fyi, Forever and Always ini novel ke-16 Jenny loh, wow Jenny cukup produktif juga ya. Padahal Jenny sekarang masih tercatat sebagai salah 1 mahasiswi di salah satu universitas di Jakarta loh.

Sebelum dimulai ngobrol asyiknya, ini biodata singkatnya:



Jenny Thalia Faurine atau yang biasa dipanggil Jenny ini masih meneruskan pendidikannya sambil terus menulis. Ia juga rajin membaca buku dan (tentunya) menimbun. Saat ini punya keluarga kucing yang sering mampir dan jadi temannya di rumah. Penyuka green tea dan kopi pahit ini berharap kalau novel ini bukan novel terakhirnya. Forever and Always adalah buku pertama dari Forever Series.
















 
Buku-buku yang pernah Jenny tulis antara lain:
No One Like You, Love is The Answer, A Little Agreement, Playboy's Tale, Unplanned Love, Phobia, Pattern, Lov(e)nemy, If You Only Knew, Wedding Rush, Forever and Always. Serta serial Junior Player: Lovaddict, Love in Accident, Blitz!, Love Blossom, Love-O-Logy.

Jenny bisa dijumpai di:
Goodreads: https://www.goodreads.com/JennyThaliaF
Blog: https://jejenbacabuku.wordpress.com/
Twitter:
https://twitter.com/JennyThaliaF



Kamu penasaran khan dengan sosok penulis 1 ini, kali ini Ky's Book Journal mendapatkan kesempatan mengajukan 6 pertanyaan kepada Jenny. Yuk disimak obrolan singkatku:

Hai, Jenny. Saat menulis novel, Jenny termasuk penulis yang membuat outline terlebih dahulu atau biarkan mengalir saja?
Aku terbiasa menulis secara mengalir dulu sampai sekitar lima bab, setelah benar-benar yakin bisa dilanjut, baru bikin outline. X)) 
Penulis khan tidak pernah lepas dari editor, seberapa pentingnya arti editor dalam novel Jenny?
Hohoho, penting dong. Apalah naskahku kalau nggak ada editor. :’) *senderan di kubikel editorku* Pokoknya, dialah yang tau seperti apa perkembangan naskah-naskahku dan juga kemampuanku. :’D
Forever and Always khan sedikit banyak mengangkat tema "friendzone", apa istimewanya novel ini dibandingkan novel lain dengan tema serupa yang membuat kami (pembaca) harus mencoba membacanya?
Apa ya? Jujur, istimewanya friendzone adalah ketika kita bisa naik tingkat lebih dari temen aja. #lha 
Keistimewaannya novel ini … friendzone-nya diambil dari kisah nyata, juga dengan segala manis-asam-pahitnya. Aku nggak ngasih kalian manis-manisnya friendzone atau pahit-pahitnya doang. Jadi, ini friendzone dengan rasa yang lengkap. Semoga kalian juga bisa merasakannya ya. Kalau kamu punya pengalaman yang sama, mungkin kamu bisa membaca buku ini sambil bilang ‘O my God, ini gue banget. Berarti kalau tu cowok mulai gini, gue harus gini, biar nggak baper kayak Seva’. 
Saat menulis Forever and Always, Ren atau Seva yang paling susah membangun karakternya? Mengapa?
Dua-duanya sama-sama susah soalnya. Hahaha. Tapi lebih susah membangun karakter Ren sih. Aku harus bisa membuat pembaca sayang-sayang dulu sama semua tingkah Ren tapi juga harus bisa membuat Ren bertingkah menyebalkan. Pada nyatanya, manusia memang punya dua sisi itu—yang baik dan jahat, yang menyenangkan atau yang menyebalkan. Tapi di dunia fiksi, kadang kita terlalu dekat dengan karakter yang sepenuhnya sangat charming dan sekali pun dia melakukan kesalahan, semua masih bisa memaafkannya dengan sangat mudah.
Jika melihat sneak peak Now and Forever, masih berkisah tentang kehidupan Ren dan Seva. Apa ada pertimbangan khusus menjadikan Forever and Always sebagai 1 seri terbarumu? Mengapa permasalahan Ren dan Seva tidak diselesaikan saja dalam Forever and Always?
Jadi, pada awalnya Forever and Always adalah novel standalone. Novel ini ditulis ya untuk … bertahan hidup. Menyalurkan perasaan menjadi bentuk lainnya. Jadi ketika menulis, aku sudah tau bahwa ya sudah, sampai di sana saja ceritanya. Tapi ketika beberapa pembaca pertamaku selesai baca, mereka protes. Katanya masih ada beberapa pertanyaan yang nggak terjawab—sekali pun kalau nggak dijawab secara gamblang masih oke-oke aja.
Akhirnya aku mencoba untuk memanjangkannya sedikit lagi, setidaknya mencegah untuk jadi dua buku. Tapi nggak bisa juga. Rasanya aneh aja kalau dipanjangin atau ada yang dibongkar pasang lagi. Berkali-kali bongkar pasang nggak bisa juga. Akhirnya aku memutuskan untuk bikin buku kedua.
Makanya, tagline dari Now and Forever sebenarnya adalah pertanyaan yang ada di novel Forever and Always. Pertanyaan ini juga cocok sekali untuk ditujukan pada semua tokoh di novel Now and Forever. 
“Apa kita bisa bersama dengan seseorang yang hatinya tak utuh lagi?”
Coba gambarkan Forever and Always dalam 5 kata!
Romantis. Menyedihkan. Persahabatan. Menyakitkan. Luka.
Untuk pertanyaan lainnya, silahkan berkunjung ke teman-teman host lainnya yang ada di banner. Kamu juga ingin bertanya kepada Jenny, boleh banget loh. Silahkan masukkan pertanyaanmu di kolom komentar ya, nanti akan Jenny jawab loh pertanyaan kalian.

Selanjutnya, jangan lupa ikutan Giveaway Forever and Always minggu depan ya, tepat tanggal 17 Februari akan dimulai dan tentunya akan ada 1 (satu) buku gratis untukmu loh.... 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design