Rabu, 03 Februari 2016

[Blog Tour] Book Review : Forever and Always

Judul Buku : Forever and Always
Penulis : Jenny Thalia Faurine
Penerbit : Elex Media
Tebal : 232 Halaman
Terbit : Februari 2016

"Aku selalu menatap kamu dari dulu

lebih dari yang seharusnya
sehingga aku terluka sendirian.
Jika aku sudah bisa hidup tanpa menatapmu,
haruskah aku kembali menatapmu?
Aku bukan seseorang 
yang suka menyakiti diriku sendiri, Ren."

Dan ternyata mencintai seseorang lebih menyakitkan dibanding yang selama ini mereka duga. Seva dan Ren, dua orang teman lama yang tak pernah bertemu sejak lima tahun lalu, sore itu akhirnya mereka dipertemukan kembali.

Ada cerita di antara mereka yang belum usai. Perpisahan tak selalu jadi garis akhir sebuah hubungan.

----------------------------
"What If, the love of your life is actually your bestfriend?"
Terima kasih, Jenny sudah memberikanku kesempatan sebagai salah satu first reader dari novel ini. Rasanya tidak sabar sekali membaca versi cetak dari novel ini.

Sekali lagi Jenny membuktikan usianya yang masih relatif muda, tapi bisa menghadirkan sebuah karya yang sungguh layak dinikmati. Aku sudah membaca untuk ke-2 kali novel ini, dan aku makin menyukai novel ini. Walau tema yang diangkat masih seputar "friendzone", tapi alih-alih seperti novel dengan tema serupa, Jenny menghadirkan sesuatu yang tentunya berbeda.

Novel ini mengisahkan mengenai persahabatan Ren dan Seva. Mereka bersahabat sejak duduk di bangku kelas 3 SMA, awalnya mereka hanyalah orang asing. Hingga suatu hari Ren tertarik untuk mendekati Seva dan berteman dengannya. Ren dan Seva pun akhirnya sering menghabiskan waktu bersama, terutama belajar bareng. Mereka saling melengkapi. Seva membutuhkan Ren untuk mengajarinya pelajaran eksakta sedangkan Seva akan mengajari Ren Bahasa Inggris.
Siapalah aku, dibanding orang yang selama ini kau cintai tanpa syarat tersebut. 
Aku bahkan telah kalah darinya, sebelum aku benar-benar tahu tentang apa yang harusnya kuperjuangkan.
Kedekatan mereka malah membuat teman-temannya berpikir bahwa mereka saling menyukai bahkan pacaran. Tetapi itu dibantah oleh keduanya. Jelas-jelas bagi Ren, hanya Anggi satu-satunya gadis yang membuatnya jatuh cinta, sayangnya Anggi tak pernah membalas perasaan Ren. Alih-alih menerima Ren sebagai pacarnya, Anggi malah berpacaran dengan orang lain. Sebaliknya, perlahan-lahan Seva tidak bisa mengingkari perasaannya sendiri, bahwa Ren telah mengisi hatinya. Seva jatuh cinta kepada Ren, sahabatnya. Jatuh cinta dalam diam.
Hanya saja perempuan dan laki-laki punya caranya sendiri untuk mencintai seseorang. Perempuan dan laki-laki punya caranya sendiri untuk menutupi perasaannya. 
Kamu dan aku punya caranya sendiri untuk mencintai seseorang—yang nyatanya tak mencintai kita balik.
Seva dan Ren pun masih terus menjalin persahabatan hingga kuliah dan dewasa. Sayangnya, persahabatan mereka teruji, suatu hari semua tidak lagi sama. Sebuah kenyataan mengubah perjalanan hidup mereka. Persahabatan mereka hancur, Seva menghilang bertahun-tahun hingga kemudian mereka bertemu kembali. Apa yang sesungguhnya terjadi? Kemana kisah ini akan dibawa? Akankah ada akhir yang bahagia untuk Ren dan Seva?

Jika aku bisa menemukanmu,

jika aku bisa membatalkan semua yang telah lalu,

jika saja aku bisa….

Namun, kenyataannya begini.

Kau pergi karena aku dan kini kutemukan kau kembali.

Tapi masih bolehkah kuberharap, kalau perasaanmu di masa lalu

masih sama sampai saat ini?

Ini novel Jenny ke-3 yang kubaca, dan ketiganya semua berbicara seputar "friendzone". Sepertinya Jenny ini suka sekali menulis dengan tema ini. Cuma aku merasakan bahwa novel ke-16 Jenny ini mewakili perkembangan tulisannya yang cukup pesat sekali. Aku bisa menyatu dengan kisah Ren dan Seva ini dan menjadi salah satu pembaca yang ikut terbawa perasaan.

Novel ini akan membuatmu bisa memahami apa yang akan terjadi dengan sebuah persahabatan jika ada cinta didalamnya, apalagi hanya salah 1 pihak yang merasakan sedang yang satunya lagi sibuk melihat yang lain. Sakit tentunya, apalagi ternyata ada kejadian tragis yang membuat persahabatan itu hancur seketika...meninggalkan rasa sakit tak berujung..hingga pertemuan kembali, akankah bisa menyelesaikan semuanya.

Novel ini akan berbicara mengenai masa kini dan masa lalu. Dibuka dengan pertemuan kembali Ren dan Seva 5 tahun kemudian setelah perpisahan mereka yang menyakitkan. Kemudian kita akan dibawa ke masa-masa perkenalan Ren dan Seva hingga mereka menjadi sahabat dekat sampai perpisahan yang menyakitkan terjadi dan menghancurkan persahabatan mereka.
"Selamanya, kita yang mencintai orang yang nggak mencintai kita hanya akan seperti karang yang dihempas ombak. Lama-lama akan hancur."
Jujur aku tidak menyangka Jenny akan membawa kisah ini ke arah sana, aku memang sejak awal penasaran sekali dengan perpisahan Seva dan Ren yang membuat persahabatan mereka hancur, dan baru kuketahui di akhir cerita. 

Jenny benar-benar sukses membuatku penasaran dengan kisah Ren dan Seva. Membuatku simpati terhadap Seva yang memendam perasaannya sedangkan khusus untuk Ren, aku malah membencinya setengah mati. Rasanya agak berbeda, baru kali ini aku membenci tokoh utama prianya, apalagi setelah mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Hal ini makin membuatku menginginkan akhir yang tidak bahagia untuk Ren *kejam :p

Jenny membuat kisah ini begitu mengalir, menyimpan twist sampai di akhir cerita yang sama sekali tidak kubayangkan sebelumnya. Aku membaca novel ini hanya 2jam saja, padahal aku sebenarnya termasuk pembaca yang malas sekali membaca dalam bentuk e-book, tetapi novel ini pengecualian aku terlalu menikmatinya hingga tahu-tahu aku sudah menutup halaman akhir. 

Awalnya aku pikir Jenny memberikanku tulisannya yang belum selesai, ternyata oh ternyata memang Jenny sengaja mengakhiri kisah Ren dan Seva seperti itu. Mungkin bagi sebagian pembaca, ending novel ini terasa menggantung sekali, membuat kita bertanya-tanya apa kelanjutannya. Tetapi, jangan khawatir, novel ini ternyata sengaja dibuat Jenny seperti ini, karena ini adalah buku pertama dari trilogi Forever Series. Jadi, buat kamu yang penasaran kelanjutannya, harus membaca juga buku ke-2 dan ke-3nya, yang masih sementara ditulis oleh Jenny.

Buat kamu yang ingin membaca novel yang bisa mengaduk emosimu, aku rekomendasikan novel ini untukmu, terutama buat kamu yang sekarang sedang terjebak dalam "friendzone" seperti Seva mungkin butuh asupan novel ini biar kamu tahu bahwa kamu tidak sendiri.^^ 
Motret pakai kamera polaroid itu sama aja kayak hidup kita. Film-nya terbatas, cuma sepuluh lembar. Nggak bisa dihapus, setting-nya juga terbatas. dari situ kita belajar, gimana caranya mendapat objek yang memang patut untuk dipotret dengan kapasitas film yang terbatas dan dengan setting manual. Nggak secanggih ponsel yang ada editor-nya.Dari kamera polaroid, kita diajarkan belajar dari kesalahan yang pernah kita buat dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Kesempatan yang mungkin nggak setiap saat ada dan nggak banyak.

Selain Review Forever and Always, akan ada Ask Author dan Giveaway ya, nantikan update postingan selanjutnya ya :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design