Selasa, 09 Februari 2016

[Book Review] Peek A Boo, Love

Judul Buku : Peek A Boo, Love
Penulis : Sofi Meloni
Penerbit : GPU
Tebal : 248 Halaman
Terbit : Januari 2016

Buntelan @gramedia

Hey, Cinta. Apakah kamu di sana? Oh, tidak? Mungkin di sini ? Tidak juga ternyata. Sebenarnya kamu di mana?


Memulai kehidupan profesional tidak semudah yang kubayangkan saat aku memutuskan pindah ke Jakarta. Macet dan polusi di mana-mana, Transjakarta yang sesak, serta kopi pahit yang disodorkan rekan kerjaku setiap pagi. Belum lagi atasanku, Pak Daniel, yang kelewat misterius.

Semuanya semakin rumit saat masalah datang dan mempertemukanku kembali dengan Evan, pria yang mengajakku berkenalan di halte Transjakarta. Kejutan lainnya adalah Sam, teman chatting-ku, yang ternyata juga berada di kota yang sama denganku dan mengajak ketemuan! Entah berapa banyak lagi kejutan yang menantiku di kota metropolitan ini.

Hey, Cinta. Apa aku akhirnya akan menemukanmu di sini?

-Lulu- 

-----------------------

Peek A Boo, Love adalah novel ke-2 Sofi Meloni yang kubaca, setelah sebelumnya aku jatuh cinta dengan novel debutnya, Stay With Me Tonight. Peek A Boo, Love memang sama dengan Stay With Me Tonight, sama-sama berbicara tentang cinta tetapi rasa yang coba diangkat sungguh berbeda dengan novel sebelumnya. Tidak akan ada adegan dewasa yang hot layaknya novel sebelumnya, novel ini malah cenderung manis sekali.

Peek A Boo, Love mencoba mengangkat kisah Lulu, seorang wanita yang cenderung tertutup dan tidak mudah bersosialisasi dengan orang yang belum terlalu dikenalnya. Bekerja di ibukota Jakarta sudah menjadi impiannya sejak dulu. Berkat info lowongan pekerjaan di suatu perusahaan di Jakarta oleh Sam, teman chattingnya, Lulu berhasil juga mewujudkan mimpinya itu. Lulu diterima bekerja sebagai staf Divisi Purchasing. 

Kesehariannya, Lulu senantiasa menggunakan moda transportasi Trans Jakarta untuk pulang pergi ke kantor. Hingga suatu hari, Lulu bertemu dengan sosok Evan yang langsung mendekati dirinya. Awalnya Lulu agak menjaga jarak, karena belum mengenal Evan, tetapi mengetahui bahwa Evan ternyata 1 perusahaan dengannya, cuma berbeda Divisi saja membuatnya mulai agak terbuka.

Sosok Evan yang ceria dan hangat akhirnya mampu membuat Lulu menjadi lebih terbuka. Evan dan Lulu pun akhirnya menjadi teman dan sering menghabiskan waktu bersama. Sosok Evan yang hangat ini membuat Lulu menjadi nyaman berada di dekatnya, dan tanpa diduga tumbuhlah perasaan lain di hati Lulu, mengharapkan sesuatu yang lebih daripada teman terhadap Evan.

Sayangnya Evan bukanlah tipe cowok perasa dan peka, Evan santai saja menjalin pertemanan dengan Lulu, sedangkan Lulu juga lebih memilih memendam perasaannya saja. Kemudian hadir sosok Cindy, rekan kerja Lulu yang secara terang-terangan mendekati Evan membuat Lulu cemburu. Apalagi Evan terkesan tertarik kepada Cindy. Cindy termasuk wanita cantik yang tahu dirinya diinginkan, dan membuat Lulu merasa minder, apalagi suatu rahasia tentang Evan akhirnya terungkap, menghancurkan perasaan Lulu berkeping-keping...

Disamping itu, Cindy bukanlah rekan kerja yang menyenangkan. Cindy dan Lulu tak pernah bisa akrab, padahal mereka seharusnya bisa saling bekerjasama dengan baik. Apalagi ketika Daniel, atasan mereka mulai memuji pekerjaan Lulu, Cindy pun meradang menjadikan hubungan mereka tidak nyaman lagi.

Untungnya Lulu punya Sam, teman chatting yang sungguh asyik diajak ngobrol. Bersama Sam, Lulu bisa menjadi dirinya sendiri, bisa menceritakan apa saja, termasuk perasaannya terhadap Evan dan tentang Daniel, atasannya yang tegas dan cenderung misterius. Hingga kemudian Sam akhirnya ingin bertemu muka dengan Lulu, apa yang akan terjadi? Bagaimana akhir kisah Lulu, Evan, Cindy dan Sam?

Membaca novel ini sungguh menyenangkan sekali, aku dibuat penasaran dengan kisah Lulu. Kisah Lulu ini sederhana tetapi nagih banget bacanya. Rasanya sudah lama sekali, aku tidak membaca sebuah novel yang bisa membuatku bertahan membaca dan baru berhenti hingga tamat, dan Peek A Boo, Love salah satunya. 

Hanya cukup beberapa jam saja, aku berhasil menyelesaikan novel ini. Novel ini tidak perlu kata-kata yang berlebihan untuk membuatku jatuh cinta dan terus membaca hingga akhir. Karakter novel ini juga semuanya terasa familiar, mungkin ada di dekat kita.

Karakter yang ada saling melengkapi dan membuat cerita ini menjadi menarik, ada Lulu yang pendiam, tertutup dan tidak suka konfrontasi. Berbeda halnya dengan Cindy, rekan kerjanya yang ambisius, pencari perhatian dan kadang-kadang tidak sungkan-sungkan mencari masalah. Ada juga sosok Evan, teman yang menyenangkan, hangat tetapi tidak peka dengan sekelilingnya, dan Daniel atasan Lulu yang tegas, berwibawa dan cenderung misterius. 

Dari semua karakter, aku jatuh cinta dengan sosok Sam, walau dia awalnya hanya teman chatting Lulu, tetapi chemistry mereka terasa sekali. Aku suka sekali membaca isi obrolan mereka, walau tidak pernah bertemu dan tak tahu wajah masing-masing, mereka bisa menjadi teman ngobrol yang sungguh mengasyikkan. Sam seakan hadir melengkapi Lulu. Aku malah penasaran bagaimana jika akhirnya bertemu, akankah mereka bisa semenyenangkan seperti saat chatting?

Rasa penasaran itu akhirnya terpuaskan, karena Lulu akhirnya bisa bertemu juga dengan Sam. Sayangnya, aku merasakan memasuki bab-bab pertemuan antara Lulu dan Sam, semuanya terasa cepat sekali menuju ending. Aku memang sudah bisa menebak mengenai Sam, namun rasanya masih banyak pertanyaan yang menggantung dalam benakku ketika menutup novel ini. Terutama soal Evan dan Cindy, apa yang terjadi dengan mereka sesungguhnya? Mengapa Evan tiba-tiba mendekati Lulu lagi, dan masih ada beberapa hal lainnya lagi.

Overall, Sofi Meloni berhasil membuaiku dengan kisah Lulu ini, novel yang manis dan romantis. Sofi berhasil membuatku sebagai pembaca terasa begitu dekat dengan Lulu, seakan Lulu adalah temanku sendiri. Jika kamu mencari novel romance yang manis yang memadukan dunia kerja dan kisah cinta dunia maya, aku rekomendasikan novel ini untukmu. 

Selamat Jatuh Cinta dengan kisah Lulu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design