Selasa, 02 Februari 2016

[POSTING BARENG] Merpati Tak Pernah Ingkar Janji & Sampai Maut Memisahkan Kita + Tebak Secret Santa BBI 2015

Judul Buku : Merpati Tak Pernah Ingkar Janji &
Sampai Maut Memisahkan Kita
Penulis : Mira W
Penerbit : GPU
Tebal : 464 Halaman
Terbit : September 2015

Kedua buku Mira W ini sama-sama berbicara tentang sebuah janji.

Janji dalam Merpati Tak Pernah Ingkar Janji bukan janji kepada manusia. Karena tidak mampu memenuhi janjinya, lelaki itu memaksa anaknya untuk menggantikannya. Masalah timbul ketika gadis itu jatuh cinta. Dan pemuda yang dicintainya percaya Tuhan cuma imajinasi orang-orang lemah. 

Tetapi sebuah tragedi memicu merpati memenuhi janjinya. 

“Ketika aku jatuh tersungkur di bawah kaki Tuhan, aku percaya Tuhan mendengar doaku.” 

Menjelang petang, merpati pulang ke sarangnya. Karena memang, merpati tak pernah ingkar janji. 

Sampai Maut Memisahkan Kita bercerita tentang janji seorang pengidap impotensia kepada PSK yang berhasil memulihkannya. Teknik bercinta yang inkonvensional dipadu dengan panorama Italia yang indah, bukan hanya menyembuhkannya, sekaligus melahirkan cinta yang tak terduga. 

“Tidak ada perempuan lain dalam hidupku. Sampai maut memisahkan kita.” 

Tetapi dilema muncul ketika istri yang telah meninggalkannya tidak mau diceraikan dengan alasan yang tak mungkin ditolak. Dan dia terpaksa melarikan diri dari janjinya sampai belasan tahun. 

Cinta, dendam, sakit hati, dan salah paham bercampur baur, muncul silih berganti sampai dia kembali ke tempat dari mana cinta itu datang. Kali ini bahkan maut tidak bisa memisahkan mereka.

-------------------------
Mira W selalu menjadi penulis yang punya kesan tersendiri bagiku. Aku mengenal novel romance dan koleksi novel pertama yang kupunya adalah karya Mira W. Oleh karena itu, saat tahu novel ini akan terbit sebagai edisi special 40 tahun Mira W menulis, aku langsung memasukkan novel ini sebagai salah satu wishlistku.

Buku ini terdiri dari 2 novel yang dijadikan 1, yaitu Merpati Tak Pernah Ingkar Janji dan Sampai Maut Memisahkan Kita. Keduanya punya kesamaan, yaitu sama-sama berbicara mengenai janji.

Merpati Tak Pernah Ingkar Janji mengisahkan mengenai Maria, seorang gadis remaja yang sejak lahir telah dipersembahkan oleh ayahnya untuk mengabdi kepada Tuhan. Janji seorang ayah untuk menyerahkan anaknya menjadi seorang biarawati. Ayah Maria sangatlah keras sekali, membatasi gerak gerik Maria agar bisa tetap menjaga kesuciannya, sampai Maria pun selama ini hanya menjalani home-schooling dan tidak punya teman sama sekali.

Hingga suatu hari, Maria pun akhirnya di sekolahkan ayahnya di sekolah khusus putri. Maria menjadi gadis remaja yang aneh dihadapan teman-temannya, bahkan awalnya Maria sempat dibully dan dikerjain habis-habisan oleh teman-teman barunya. Namun, perlahan-lahan teman-temannya melunak, menganggap bahwa Maria butuh diselamatkan dari ayahnya. Teman-teman Maria pun menunjukkan hal-hal yang tidak pernah dirasakan oleh Maria, mereka ingin Maria bisa merasakan menjadi seorang gadis remaja seperti mereka yang bebas sebelum menjadi seorang biarawati.

Keunikan Maria ini ternyata mengundang Guntur tertarik kepadanya. Guntur awalnya mendekati Maria karena penasaran dan Maria berbeda dengan gadis-gadis lainnya yang pernah dekat dengannya. Maria begitu polos di mata Guntur. Apalagi teman-temannya malah mengajak taruhan kalau Guntur berhasil mendekati Maria.

Ternyata Guntur dan Maria malah saling nyaman. Tetapi Maria tidak boleh punya perasaan itu, bagaimana pun Maria sudah menyetujui akan menjadi biarawati. Namun, bagaimana dengan perasaannya terhadap Guntur?

Sebaliknya, Sampai Maut Memisahkan Kita mengisahkan mengenai kisah Febrian. Pernikahannya dengan Inge tidak berjalan baik. Inge yang hamil duluan, membuat Febrian harus bertanggungjawab. Sayangnya Inge yang masih terlalu muda, tak siap untuk menjadi ibu sehingga dia mengusahakan bagaimana caranya untuk menggugurkan kandungannya. Segala cara diupayakan tetapi Inge tak kunjung gugur, mau tak mau mereka akhirnya menikah juga.

Namun, ketika melahirkan Inge dan Febrian harus menerima kenyataan bahwa anaknya cacat dan tidak bisa diselamatkan. Anaknya lahir dalam keadaan yang sungguh mengenaskan, seluruh organ tubuhnya tidak terbentuk sempurna. Febrian pun depresi karena selalu dibayangi rasa bersalah terhadap anaknya, membuat Febrian akhirnya impoten. Keperkasaannya hilang begitu saja, Inge pun menarik diri malah mengajukan diri untuk bercerai.

Febrian pun akhirnya dikirim oleh ayahnya untuk kuliah di LA, Febrian butuh suasana baru untuk menyembuhkan dirinya. Sayangnya bertahun-tahun berlalu pun Febrian tetap impoten, Mr. Rightnya tidak pernah bisa berdiri lagi. Hingga suatu hari, dia bertemu sosok Angel. Angel ditemuinya di arena pertandingan gulat. Bukan sembarang gulat, tetapi gulat yang menjurus sensual.

Angel pun ternyata tertarik terhadap Febrian, tetapi Febrian tahu dia tidak bisa memberikan apa yang diinginkan oleh Angel. Angel yang akhirnya tahu keadaan Febrian malah mendukung Febrian untuk berobat menjalani terapi seks demi bisa sembuh. Bersama Angel, akhirnya Febrian bisa sembuh dari impotensinya. Sayangnya ketika Febrian dan Angel sudah merengkuh semua kebahagiaan mereka, badai itu datang berupa masa lalu. Bagaimana pun Febrian masih terikat pernikahan dengan Inge? Bagaimana akhir kisah Febrian dan Angel? Sanggupkah mereka mempertahankan cinta mereka hingga maut memisahkan?

Membaca kedua novel ini cukup menarik, sama-sama mengisahkan tentang janji. Bedanya jika Merpati Tak Pernah Ingkar Janji lebih berat janji kepada Tuhan, sedangkan Sampai Maut Memisahkan Kita tentang janji sepasang kekasih.

Mira W benar-benar pandai merangkai tulisannya, sederhana dan tidak perlu bahasa yang puitis atau berlebihan. Dua cerita dalam novel ini memang punya benang merah yang sama, sayangnya aku jauh lebih menyukai kisah ke-2 Sampai Maut Memisahkan Kita. Feelnya lebih berasa sekali, aku merasakan chemistry antara Febrian dan Angel. Bagaimana akhirnya Angel yang punya pekerjaan yang kurang baik bisa membuat Febrian sembuh dan berasa sekali betapa Angel sangat mencintai Febrian, yang suka dipanggilnya Indie.

Cuma aku tidak terlalu respek terhadap Febrian yang labil, tidak bisa memilih mana yang diprioritaskan olehnya. Karena sikapnya malah Febrian membuat wanita yang dicintainya menderita, termasuk anak kandungnya sendiri.

Overall, kalau kamu suka dengan kisah romansa yang sederhana tetapi cukup menyentuh hati, kamu bisa mencoba membaca novel ini.


Akhirnya, setelah tertunda 3 hari dari jadwal posting bareng yang disyaratkan oleh Divisi Event BBI, aku bisa juga menyelesaikan review novel ini. Novel ini kudapatkan dari Secret Santaku yang harus kutebak jati dirinya dari riddle yang dia berikan, yang telah kuposting disini.

Sekarang, saatnya menebak siapa gerangan Secret Santa yang telah memberikan 1 dari sekian wishlistku ini.

Alhamdulilah, aku tidak membutuhkan waktu lama untuk menebak siapa Secret Santaku, walau memang membutuhkan bantuan dari teman-teman BBI Jabodetabek. Apalagi aku termasuk member baru, yang belum terlalu banyak mengenal teman-teman BBI lainnya, kecuali yang tergabung dalam grup whatsapp BBI Jabodetabek.

Pertama kali, aku melihat alamat pengiriman kado SSku ini, aku langsung menyimpulkan bahwa Santaku berasal dari Surabaya. Ketika aku melihat riddle yang dikasih, aku langsung menyimpulkan bahwa Santaku itu seorang pembaca contemporary romance.

Aku pun meminta bantuan teman-teman BBI Jabodetabek, siapa kira-kira member BBI asal Jatim yang suka baca contemporary romance. Aku diberikan beberapa nama, tapi dugaanku mengarah ke 1 orang saja dan setelah aku mengecek blognya, aku semakin yakin 100% santaku adalah:

MELIANA @ bookish-roomie

Ternyata riddle yang diberikan itu mengarah ke nomor member BBI Mba Meliana, yaitu BBI 1310186 dan gambar kupu-kupu itu simbol rating yang digunakan diblognya.

Terima kasih ya, Santaku untuk kadonya ini. Maaf ya aku agak terlambat memposting review ini.

Tebakanku benar khan, Mba Meliana????


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design