Rabu, 09 Maret 2016

[Book Review] Rindu yang Membawamu Pulang --------- GIVEAWAY!!!!

Judul Buku : Rindu yang Membawamu Pulang
Penulis : Ario Sasongko
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 232 Halaman
Terbit : Oktober 2015
Kita pernah berhenti di persimpangan jalan yang hampir membuat kita menyerah. Berkali-kali aku mencoba menepismu, menamaimu cinta yang tak tentu arah.

Benarkah kita tak bisa memberi kesempatan pada sesuatu yang tak akan pernah sama? Aku tak paham banyak tentang cinta, tetapi bukankah kita hanya perlu merasakannya?

Mereka bertemu di antara perbedaan. Bagi Gun dan Ling, cinta tak pernah mudah dimengerti. Tidak juga mudah dimiliki. Bertahan dalam ketidakpastian membuat mereka ingin menyerah walau tak pernah sanggup saling melepaskan. Atas nama dua hati yang saling mencintai, keduanya berpegang pada janji yang tak sempat terucap. Bentangan jarak dan waktu bukan halangan. Rindu akan membawa pulang. Namun, masih cukupkah rindu yang mereka miliki?

-------------------
"Sejak kapan manusia mulai mementingkan perbedaan, Ling? Mengapa manusia kini mengambil perkara dari beda warna kulit, beda asal nenek moyang, beda keyakinan? Bumi ini hanyalah tempat yang kecil, Ling. Tak bisa kita semua hidup bersama dan menjadi satu?"
Sudah lama aku penasaran dengan novel ini, karena rating dan membaca review yang positif tentang novel ini. Alhamdulilah, akhirnya kesempatan itu datang juga, aku langsung buru-buru membacanya dan rasa penasaranku tuntas dalam beberapa jam saja.

Novel ini menarik, dari segi ide aku suka sekali. Penulis cukup pandai merajut kisah Gun dan Ling, kisah cinta yang tak biasa antara pria Bumiputera dan wanita Tionghoa. Kisah cinta yang tentunya di zaman itu sungguh merupakan cinta terlarang, cinta yang terlalu banyak tantangan untuk bersatu.

Aku suka bagaimana penulis membawaku ke zaman 1920an dimana Indonesia masih belum merdeka, tentang pikiran Bumiputera dan Orang Tionghoa yang ingin terbebas dari kekangan penjajah Belanda saat itu. Bagaimana akhirnya mereka saling bersinggungan, dan ada bunga-bunga cinta yang hadir.

Ini tentang kisah Gun, seorang Bumiputera dan Ling, seorang gadis Tionghoa. Sejak melihat Ling di trem gerbong kelas 2, Gun sudah tertarik sekali dengan sosok Ling yang memukaunya sejak pandangan pertama. Gun sungguh penasaran dengan sosok Ling yang ditemuinya di trem, sehingga Gun nekat membuntuti kemana pun Ling pergi, yang berakhir di sebuah Toko Kereta Angin "Liem". Ternyata Ling setiap hari akan datang ke toko tersebut, Gun pun berpikir bagaimana caranya biar bisa berkenalan dengan sosok yang telah menarik hatinya itu.

Gun sama sekali tak punya kereta angin (sepeda), akhirnya Gun pun meminjam kepada Masmun, salah satu temannya. Gun ingin sekali ada alasan berkunjung ke Toko Liem sekaligus ingin bertemu lagi dengan Ling.

Seperti kata pepatah, cinta hadir tak pernah diduga, bisa kapan saja dan kepada siapa saja kita tak akan tahu. Itulah yang terjadi kepada Gun, yang seketika terpukau dengan seorang gadis Tionghoa yang ditemuinya di trem, yang menimbulkan getar-getar hangat dan membuatnya penasaran ingin kenal dekatnya.

Berkat kereta angin pinjaman dari Masmun itulah, pintu perkenalan dengan Ling terbuka. Awalnya Lin enggan menanggapi Gun, tetapi perlahan-lahan interaksi keduanya mencair. Gun dan Ling pun sering bertemu dan sering berdiskusi mengenai perjuangan mereka untuk status Bumiputera dan Tionghoa sejajar dengan Gubernemen yang berkuasa saat itu.

Perlahan-lahan hubungan mereka saling dekat, chemistry yang dibangun terasa sekali, banyak adegan manis yang terasa memorable sekali, salah satunya saat Gun menyatakan cintanya saat mereka berdansa di jalanan ditemani alunan lagu dari pemusik STOVIA.

Sayangnya jurang perbedaan sungguh terasa, bisakah Gun dan Ling menjembatani perbedaan yang ada dan bisa sama-sama memperjuangkan status bagi kelompoknya?
"Persatuan itu harusnya tak memandang golongan, suku atau agama. Tujuan persatuan justru untuk menyatukan segala perbedaan itu."
Membaca novel ini seperti mengulang sejarah, tetapi dari kacamata yang berbeda. Sebagai sebuah novel debut, penulis menghadirkan kisah romansa yang sungguh menarik. Isu perbedaan dan diskriminasi yang hadir antara Bumiputera dan Tionghoa, perjuangan untuk meraih kemerdekaan, yang berbuah Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda. Semua menyatu menjadi sebuah kisah yang sungguh menarik untuk diikuti.

Gun dan Ling menjadi salah satu pasangan yang saling melengkapi. Pemikiran-pemikiran mereka sungguh kritis dan chemistry mereka dibangun cukup baik. Di tengah perbedaan yang hadir, Gun dan Ling tak bisa membendung ketika cinta berbicara. Namun, ketika kenyataan yang berbicara, mereka pun harus realistis.
"Jika kau disana itu jatuh cinta, kuharap kau pilihlah dengan bijak. Nasib memang membentuk pikiran, tapi pikiran belum tentu mengubah nasib."
Memang ada beberapa typo yang kutemui, tapi aku tetap menikmati saat membaca debut penulis ini. Namun, memang ada beberapa istilah yang jujur agak asing di telinga, yang alangkah baiknya jika dibuatkan catatan kaki sendiri.

Overall, kalau kamu mencari kisah cinta terlarang, antar 2 budaya yang berbeda dan membuatmu bisa mengenang sejarah, aku rekomendasikan buku ini untukmu. 
"Cinta kita telah memberikan banyak hal dan mengajarkan kita untuk saling memiliki dengan cara yang lain."
----------GIVEAWAY TIME-------------

Aku punya 2 (dua) eksemplar gratis Rindu yang Membawamu Pulang untuk kamu yang beruntung, caranya gampang banget loh:

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2.Follow akun twitter @thesasongkoo dan @RizkyMirgawati kemudian share info GA ini dengan mention kedua akun diatas sertakan hastag #RinduyangMembawamuPulang

3. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect), G+ atau email

4. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, dengan format nama, akun twitter, link share, jawaban:

Bicara tentang rindu, siapa orang yang paling kamu rindukan saat ini? Mengapa?

5. Giveaway ini dimulai hari ini sampai tanggal 12 Maret 2016. Pengumuman pemenang paling lambat 3 hari setelah Giveaway ini berakhir ya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design