Jumat, 08 April 2016

[Blog Tour] Love In Marrakech ------- GIVEAWAY!!!!!

Judul : Love In Marrakech
Penulis : Irene Dyah
Penerbit : GPU
Tebal : 224 Halaman
Terbit : Februari 2016
Apa yang akan kaulakukan bila sendirian di negeri asing, di tengah pasar yang sibuk, dan menemukan seorang lelaki tampan tekun menguntitmu? 

Nada, si gadis pingitan yang melarikan diri dari Jakarta, memutuskan melakukan tindakan ekstrem: menghajar lelaki itu dengan tasnya dan berteriak, “Copeeet!” karena jelas lelaki itu bukanlah Pangeran Maroko yang tengah menyamar! 

Haykal, pria malang yang dipukulinya itu, ternyata bukan copet. Namun, dia memiliki misi lain yang membuat Nada membencinya berkali-kali lipat. Misi yang akhirnya terbongkar gara-gara sebuah foto buram lima cowok dalam kostum cheerleader. Semua semakin kacau, apalagi Nada juga ingin menyelesaikan misinya menggagalkan sebuah pernikahan. 

Apakah labirin merah bata kota Marrakesh akan mengizinkan keduanya menyelesaikan misi bersama? 

------------------
"Wanita membuat dunia ini lebih indah. Namun juga sekaligus lebih rumit. Lebih kacau. Lebih penuh topan badai." 
Selama ini Nada selalu bersama-sama Tristan, kakaknya. Hidupnya hanya berpusat dan bergantung terhadap Tristan, karena orangtuanya sibuk bekerja. Buat Nada, Tristan tidak hanya seorang kakak, tetapi juga sahabat, sekaligus orang tua kedua baginya. 

Tristan selalu menyayangi Nada dan memberikan apa pun yang diinginkan Nada, menjadikan Nada bergantung kepadanya. Hingga suatu hari secara impulsif, Nada melarikan diri sejenak dan melakukan perjalanan seorang diri ke Marrakesh, Maroko. Pikirnya sederhana, Tristan tidak mungkin mengira dia akan kesana. 
"Berlatihlah melepaskan orang-orang yang kamu sayangi. Kita bukan pusat dunia. Tidak bisa selamanya memaksa orang-orang itu beredar mengelilingimu, seperti planet mengitari matahari." 
Di Marrakesh, saat Nada sedang mengunjungi salah 1 pasar disana, ada seorang pria mencurigakan yang mengikutinya. Pria yang dikiranya seorang pencopet. Dan ternyata oh ternyata...pria itu hanya ingin berkenalan dengannya.

Pria itu bernama Baztar, yang lebih senang dipanggil Haykal, seorang travel writer. Pertemuan pertama yang kurang menyenangkan bagi keduanya, namun seakan takdir bermain diantara keduanya. Haykal senantiasa ingin dekat dengan Nada. Haykal terpesona dengan Nada, sebaliknya Nada malah sibuk mengumpukan keanehan demi keanehan pada diri Haykal.
"Ada banyak sekali alasan untuk jatuh hati pada wanita satu ini sebanyak bintang di Langit Maroko." 
Nada dan Haykal bagai 2 kutub yang berbeda, yang senantiasa saling tarik menarik. Nada yang awalnya hanya ingin bersantai selama di Marrakesh, malah karena bujuk rayuan Haykal melakukan hal-hal menyenangkan di luar dugaannya. 
"Aku memang bukan pejalan yang ambisius. Aku suka tinggal di hotel, jalan-jalan seperlunya sekedar untuk menghirup ambience kota yang belum pernah kurasakan. Bukankah travelling itu dilakukan untuk menenangkan pikiran, recharge energi, rileks. Jadi kenapa kita harus disibukkan dengan upaya mengejar waktu ke banyak tujuan wisata, susah payah mendatangi tempat yang terpencil, atau makan kuliner lokal yang beresiko membuat perut kita berteriak protes bila tak sesuai?" 
Selama ini Nada cenderung berada di zona nyamannya, terlalu takut untuk mengeksplor hal-hal baru. Namun, bersama Haykal hidup Nada lebih berwarna. Bersama Haykal, Nada mau mencoba hal-hal baru, mengunjungi tempat-tempat yang baru dan melakukan hal-hal yang mungkin ragu untuk dicobanya jika tidak bersama Haykal.
"Mestinya kamu harus lebih berani melakukan hal baru, merasakan cita rasa baru, mengunjungi tempat baru."
Akhirnya, kenyamanan itu pun tumbuh diantara keduanya. Nada pun mulai percaya terhadap Haykal, yang dianggap teman barunya. Nada pun berani jujur untuk mengakui alasan dia pergi ke Marrakesh sendirian. Sayangnya, suatu ketika Nada menemukan rahasia Haykal. Sebuah rahasia yang tidak sengaja ditemukannya. Rahasia yang membuat Nada kembali mencurigai Haykal. Ada apa sesungguhnya? Bagaimana akhir kisah Nada-Haykal?

Setelah sebelumnya, aku diajak mengunjungi Adelaide, sekarang aku diajak Mba Irene mengunjungi Marrakesh, Maroko menemani Nada yang sedang solo traveller. Mba Irene kembali hadir dengan sebuah karya yang ringan dan menarik. Ide yang sederhana, namun ditangan Mba Irene dirajut dengan sebuah kisah yang sungguh sayang untuk dilewatkan.

Mba Irene mencoba menghadirkan sosok Nada yang labil, manja, egois dan selalu ingin menang sendiri. Berbeda halnya dengan Haykal yang dewasa, bijaksana dan menyenangkan. Bagai dua kutub yang berbeda, keduanya saling melengkapi satu sama lain.

Diceritakan secara bergantian, antara Nada dan Haykal, sebagai pembaca kita menjadi lebih dekat dengan keduanya. Kita jadi tahu apa yang dipikirkan dan dirasakan di keduanya terhadap satu sama lain. Karakter keduanya begitu hidup dan membuatku semakin larut dengan kisah mereka.

Karakter yang berbeda membuat mereka sering bersitegang dan pertengkaran kecil pun sering mewarnai kisah mereka. Hal-hal yang malah membuat chemistry diantara keduanya menjadi lebih terasa. Aku sampai dibuat gregetan dengan sikap Nada yang manja dan kadang-kadang egois. Namun, mengingat latar belakang keluarga dan usianya yang masih relatif muda, itu memang manusiawi.

Mba Irene juga sukses secara perlahan membuat Nada berubah lebih dewasa dan menyesuaikan dirinya dengan baik. Perjalanan Nada ke Marrakesh tidak sia-sia, membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik. 

Dari segi setting, Mba Irene cukup memberikan gambaran seperti apa Marrakesh itu, mulai dari tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi dan kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Walau memang tidak terlalu detail, tapi tetap membuatku sukses penasaran. Aku yang awalnya sama sekali buta dengan Marrakesh, bahkan tidak familiar dengan kota ini, menjadi tahu ada kota seindah ini loh di belahan bumi lain.^^ Salut, buat Mba Irene yang memilih setting tempat yang berbeda, yang mungkin jarang dipilih oleh penulis lain.

Menjelang ending, jujur aku masih penasaran. Kurang panjang, ternyata oh ternyata kisah ini masih akan berlanjut loh. Jadi, penasaran loh dengan akhir kisah perjalanan Nada dan Haykal.^^

Overall, kalau kamu mencari kisah romansa yang ringan dan menarik, aku rekomendasikan novel ini untukmu. Selamat jatuh cinta dengan Nada dan Haykal.

-------------GIVEAWAY TIME--------------- 


Halooo, minggu ke-2 Around The World With Love Series Blog Tour, aku dan Mba Irene Dyah akan membagikan 1 (satu) eks Love In Marrakech gratis untuk kamu yang beruntung. Caranya gampang banget: 

1. Peserta harus berdomisili di wilayah Indonesia. 

2.Follow akun twitter @aikairin . Jangan lupa share GA ini dengan mention @aikairin dan@RizkyMirgawati sertakan tagar #LoveInMarrakech 

3. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email 

4.Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu. 
Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya! 
Jawabanmu boleh lebih dari satu. Sebagai contoh : suka covernya, tertarik blurbnya, judul bikin penasaran, penulis, penerbit, review GR, review blogger, dst

6. Giveaway ini berlangsung dimulai hari ini sampai tanggal 14 April 2016. 

Semoga beruntung!!!!!

56 komentar:

  1. Nama: Farikhatun Nisa'
    Akun Twitter: @littlepaper93
    Link share: https://mobile.twitter.com/Littlepaper93/status/718338976621441024?p=v
    Domisili: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

    Jawaban: Alasan utama aku pengin baca/beli novel, karena aku suka sekali membaca cerita fiksi sedari kecil. Dan yang melatarbelakangiku baca/beli novel biasanya karena kover dan judulnya, tapi karena hal itu menurutku sekarang sering menipu, sebab sempat beberapa kali kecewa dengan novel yang cuma kover dan judulnya saja yang bagus. Jadi sekarang pengin baca/beli novel karena penulisnya dan review yang diulas oleh pembaca lain yang sudah membaca novel-novel menarik. Apalagi kalau tema dan setting novelnya 'berbeda', itu akan menjadikan alasan kuat untuk beli/baca novel tersebut.

    BalasHapus
  2. Diki Siswanyo
    Masamba, Sulawesi Selatan
    @diki_twips
    https://twitter.com/diki_twips/status/718352827173769216

    Alasan pertama kenapa aku pengin beli atau baca novel adalah karena judulnya yg menarik. Sebab, judul biasanya mempresentasikan keseluruhan isi yang ada di dalamnya.

    Alasan selanjutnya adalah tema dan genre cerita. Aku lebih suka membaca novel yang ceritanya mengambil fenomena sosial di masyarakat. Sebab, menurutku tema tema tersebut menarik untuk dibaca.

    Penulis dan penerbit hanyalah sebagai alasan pendukung. Sebab, keduanya tidak menjamin novel yang pengin aku baca benar benar bagus.

    Sekian

    BalasHapus
  3. Nama : Sharie
    Akun Twitter : @nAshari3
    Kota Tinggal : Cikampek, Jawa Barat
    Link Share : https://twitter.com/nAshari3/status/718362803422281728

    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!

    >> Alasan saya ingin membeli/mempunyai novel adalah, saya tidak pernah bisa menahan godaan dari benda yang bernama "Novel" tersebut. Saya akui, itu semua salah saya sendiri kak, karena saya selalu saja menyempatkan diri melangkahkan kaki saya ke toko buku saat saya pergi/jalan ke mall, atau saat saya lagi main ke rumah sodara saya yang di Jkt (karena bis nya melewati Gramedia Matraman). Rasanya novel-novel itu memanggil-manggil untuk dibeli. xixixi *Lebay*
    Mungkin, prioritas saya membeli novel:
    1. Saya akan membeli novel yang penulisnya sudah saya kenal (kenal disini adalah saya pernah membaca novel karyanya yang sebelumnya) Kenapa? Karena saya pasti sudah tau gaya penulisannya. Apakah enak atau enggak.
    Jujur kak, saya kalo setiap ke toko buku selalu mencari novelnya Agatha Christie. Karena saya memang penggemarnya. Jadi saya cari dulu judul yang belum saya punya, maklum kak saya baru punya 29 judul dari 76 judul. Masih sedikit kan kak? Hiks..
    Jika judul yang ada di toko buku tersebut sudah saya punya semua, maka saya akan mencari karya-karya penulis yang lain, yang novel karyanya sudah saya punya sebelumnya.

    2. Genre. Novel yang saya beli/punya tidak jauh-jauh dari genre Crime/Detective dan Romance kak. Karena dua genre itu menjadi favorit saya.

    3. Kombinasi antara review GR dan blogger dengan sinopsis yang saya baca saat saya melihat/memegang novel tersebut. Kalau novel tersebut sudah pernah di review di GR atau oleh para blogger, dan saya pernah membacanya review tersebut, serta saya tertarik dengan reviewnya, biasanya saya akan membeli novel tersebut. Bila saya belum membaca reviewnya, biasanya saya akan membaca blurbnya saat saya memegang novel tersebut.
    4. Terakhir, HARGA/Budget. hahaha.. Ini yang penting kak. Setelah saya menemukan novel yang penulisnya saya suka, genrenya Crime atau Romance, dan blurbnya bagus, saya pasti langsung melihat ke harganya. xixiixi... Bila saya menemukan beberapa novel yang masuk kriteria saya, saya kumpulkan dulu sebelum ke kasir. Lalu saya timbang-timbang harganya untuk disesuaikan dengan budget saya saat itu. Ini biasanya tahap yang paling sulit. Apalagi kalau semua novel tersebut bagus semua.. aaakkk...
    Tapi, gimana lagi. Paling ujung-ujungnya saya akan memimpikan novel yang belum saya beli itu, dan memasukan ke wistlist, truz gak sabar untuk segera membelinya saat budget sudah tersedia.

    BalasHapus
  4. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Domisili : Jepara
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/718375960966524929

    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!

    Kalau dulu aku pasti langsung jawab karena suka cover dan sinopsisnya. Tapi sekarang aku mulai menyadari alasan kenapa aku ingin beli sebuah novel :

    1. Karena aku memang suka membaca. Jadi selalu ingin membeli novel. Lagi dan lagi.

    2. Judul yang menarik. Ini nyata, judul yang menarik akan membuat siapa saja mudah tertarik dan ingin membelinya. Begitupun aku. Judul adalah daya pikat pertama yang memang tidak bisa dipungkiri.

    3. Sinopsis. Setiap akan membeli novel aku memang selalu meneliti, membaca sinopsisnya. Cocok tidak dengan seleraku. Ini perlu biar ketika dibuka tidak kecewa.

    4. Cover. Masalah cover memang menjadi pertimbangan juga. Tapi sekarang aku tidak akan mudah terkeceok dengan cover. Karena memang pernah kecewa, ketika membeli asal comot gara-gara melihat judul dan cover, isinya kurang memuaskan. Jadi mulai meneliti dengan membaca sinopsisinya dulu.

    5. Penulis. Membeli novel-novel dari karya penulis yang sudah pasti ceritanya bagus itu lebih menjanjikan daripada membeli novel dengan nama penulis baru. Tapi tidak memungkiri tetap membeli novel-novel penulis baru jika memang sinposisnya keren.

    6. Penerbit. Fakta, bahwa penerbit yang sudah memiliki nama jauh lebih suka dilirik buat pertimbangan ketika akan membeli sebuah novel.

    7. Sebagai jembatan buat belajar nulis. Yah, aku memang suka beli novel buat pegangan dan observasi. Karena dari membaca novel-novel yang aku baca bisa menambah wawasanku.

    8. Tema. Membaca itu paling asyik kalau sesuai minat. Jadi kalau tema tidak sesuai tentu aku tidak akan membelinya. Karena bisa jadi nanti novelnya tak dijamah.

    9. Pengen me-review novel-novel yang habis aku beli. Biar makin banyak orang yang ikut tertarik. Entah membuat orang jadi tertarik membaca itu seuatu banget. Mungkin karena sejak dulu hobi baca aku suka dicela. hehhh

    BalasHapus
  5. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/718347199286009857?p=v
    Kota Tempat Tinggal : Purwakarta


    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya! 

    1. Aku suka membaca.
    Membaca merupakan salah satu hobi aku, ditambah aku sangat menyukai cerita fiksi. Buku apa saja selama itu tidak membosankan, pasti aku baca.

    2. Judul buku dan genre cerita.
    Judul buku yang menarik dan tak biasa, membuat aku penasaran untuk mengetahui dan mengenal lebih jauh isinya. Genre cerita juga mempengaruhi pilihanku pada buku, genre yang aku suka biasanya aku utamakan terlebih dahulu. Meski diluar genre favorit, tapi reviewnya aku suka, akan aku pertimbangkan untuk membelinya.

    3. Penasaran isi novel setelah tau review-nya.
    Aku belum pernah beli novel secara langsung ke toko buku, karena di kotaku ga ada toko buku. Jika ada itu hanya menjual alat tulis, novel hanya sedikit dan bukan buku baru. Aku bisa beli buku langsung, tapi harus ke kota besar, uangnya tak cukup sedikit. Jadi, aku lebih baik membeli secara online, ongkos perjalanan bisa untuk menambah jumlah buku yang akan dibeli. Sebelum beli aku wajib baca review-nya terlebih dahulu, melihat kekurangan dan kelebihan buku tersebut. Buku yang reviewnya bagus dan positif meski ada kekurangan menurutku tak apa.

    4. Ide cerita yang tak biasa.
    Ide cerita yang langka biasanya mempunyai nilai yang berbeda, apalagi ditambah jika penulisnya adalah penulis favoritku.

    5. Isi novel yang dikatakan menyayat dan menyentuh hati.
    Aku suka cerita yang mampu mengaduk-aduk perasaan terlepas dari ending cerita, entah itu happy atau sad ending. Menurutku cerita tersebut mampu membekas dihati dan benak aku, membuatku selalu ingat, dan tak mudah bosan. Bikin susah move on.

    6. Ditambah cover juga tagline yang serasi, menarik dan membuat penasaran.
    Aku tak pernah membeli buku lewat cover, "don't judge a book by its cover" benar sekali. Cover yang menarik, belum tentu isinya menarik. Begitu juga sebaliknya, cover yang kurang atau tidak menarik belum tentu isinya juga tidak menarik. Hanya saja, sebelum membeli aku sudah membaca reviewnya. Jadi cover, judul juga tagline yang menarik hanya menjadi nilai tambah daya tarik itu sendiri.

    7. Melatih imajinasi
    Cerita fiksi tentu saja. Dari halaman pertama aku diajak mengenal dengan baik setiap tokoh. Dimulai dari ciri fisik dan karakteristik masing-masing tokoh. Aku selaku pembaca harus mampu menggambarkan keadaan dan lingkungan yang diceritakan. Diajak membuat film sendiri dalam pikiran sesuai isi cerita.

    8. Menambah koleksi.
    Aku suka membaca, jadi otomatis setiap buku yang aku beli menambah koleksi di lemari buku. Aku selalu berpikir, orang yang rajin membaca dan mempunyai buku banyak itu memiliki wawasan luas dan mampu menilai lebih baik dari berbagai aspek.

    Semoga aku beruntung, makasih ka :) :)

    BalasHapus
  6. Arie Pradianita | @APradianita | Sukabumi
    https://twitter.com/APradianita/status/718405012397899777

    Alasan saya pengin beli/punya novel, KARENA:

    1. Mencari inspirasi.
    Saya jenuh dengan pekerjaan atau aktifitas harian. Salah satu ‘pelarian’ positifnya adalah dengan baca novel. Novel bahkan membantu saya yang merasa ‘stuck’ dengan situasi atau problem yang dihadapi. Novel bisa jadi inspirasi atau suntikan motivasi untuk move on dari keadaan stuck. Karena memang rata-rata diangkat atau diilhami dari kejadian sehari-hari, sehingga permasalahan ataupun pemecahannya tak jauh dari situasi yang saya hadapi tiap harinya.

    2. Mengisi waktu di jalan.
    Novel bisa jadi alternatif penghilang rasa bosan di jalan. Gadget memang menjadi pilihan utama sebagai teman di jalan, tapi mata akan cepat lelah jika terus-terusan menghadap layar gadget, apapun jenisnya. Belum lagi, kalau jalan ke kantor atau perjalanan bisnis. Gak asyik kalau mata terlihat lelah atau saya jadi terlihat kurang fit. Sekali lagi, novel bisa jadi alternatif pilihan yang baik untuk menghilangkan rasa bosan di jalan.

    3. Bikin tugas.
    Bagi saya yang sedang punya tugas pelajaran bahasa, jangan kaget kalau saya tiba-tiba jadi kutu buku. Asyik baca novel. Apalagi semalam suntuk bacanya. Suka atau tidak suka, kalau memang tugasnya harus membaca full sebuah novel, tugas ini memang harus dilakoni. Apalagi bagi saya yang kuliah jurusan Sastra, dijamin satu novel dibaca berkali-kali.

    4. Biar gaul.
    Sudah baca “Supernova?” Pernah baca “Laskar Pelangi?” Sudah dapat antrian “Harry Potter” terbaru?” Pertanyaan ini sering terdengar oleh saya saat novel2 tersebut booming. Seakan baca atau punya novel2 tersebut jadi semacam keharusan. Kayak makanan pokok. Atau yang di masa lalu ada juga pertanyaan seperti itu: “Lucu kan ya pas Lupus sama Kelik ngerjain Boim?!”

    5. Suka sama filmnya.
    Alesan ini termasuk fenomena yang lumayan menarik. Bayangin aja saya yang tak bisa lama2 pegang buku, tapi tiba2 setelah saya nonton film Harry Potter, lantas tanya ke teman, “Buku Harry Potter mu ada?” Di Indonesia ada juga fenomena film dan novel Perahu Kertas.

    6. Suka berimajinasi.
    Salah satu imajinasi terbesar saya adalah bisa terbang. Mungkin semua orang punya imajinasi terliarnya masing-masing. Namun jangan takut sendirian berimajinasi atau takut dianggap aneh. Karena dengan baca novel, saya merasa ada orang yang punya imajinasi liar seperti saya. Singkat kata, ngerasa punya teman. Atau bisa jadi, setelah baca novel, saya seperti dipicu untuk mengembangkan imajinasi di dalamnya. Nah.. untuk yang terakhir ini, mungkin bisa dibilang ada bakat jadi novelis.

    7. Pengikut setia novelisnya.
    Seperti halnya barang, brand sangat menjadi faktor penentu. Sama juga dengan novel. Penulis yang sudah ternama akan terus diburu karyanya. Pembaca yang setia akan terus mengikuti novel karya penulis idolanya. Di Indonesia, contoh fenomena ini ada di tangan penulis legendaries Pramoedya Ananta Toer. Atau kalau mau menyebut yang popular: Dee atau Dewi Lestari.

    8. Karena profesi.
    Terakhir, saya yang baca novel karena tuntutan profesi. Selain sang novelis tentunya, profesi yang mewajibkan untuk baca novel paling sering adalah editor, agen penulis, dan orang-orang penerbitan. Bisa jadi ditambah dengan profesi yang akhir-akhir ini marak muncul, yaitu analis novel dan tukang bikin review.. ^_^

    BalasHapus
  7. Nama : Diah P
    Twitter : @She_Spica
    Link Share : https://twitter.com/She_Spica/status/718581596387840001
    Domisili : Bekasi

    Kenapa ingin sekali membeli novel?
    Karena dengan membaca novel bisa mengalihkan pikiranku dari dunia nyata yang penat, kejam, dan melelahkan. Meski kadang hidup tidak selalu berjalan seperti yang kuinginkan, namun setidaknya aku bisa menemukan sedikit kebahagiaan dari cerita2 dalam novel yang berakhir bahagia. Dan bisa mengambil pelajran serta hikmah dari brbagai novel yg tidak berakhir seperti keinginan saya.

    BalasHapus
  8. Nama : Heni Susanti
    Twitter : @hensus91
    Link Share : https://twitter.com/hensus91/status/718587731102683136
    Kota Tinggal : Pati - Jawa Tengah

    Alasan kenapa aku ingin beli/punya novel? Yang utama sih pasti karena aku suka membaca. Sangat suka. Jadi kalau bisa ingin selalu menambah bahan bacaan baru. Mengadopsi anak-anak baru. Menambah teman tidur baru. Aku penikmat novel. Walaupun memang hanya sebatas itu. Menikmati kisah yang diurai dalam bentuk tulisan bisa membawaku masuk ke dalam dunia yang berbeda. Menikmati konflik dan penyelesaiannya, menikmati pahit manis kisah para tokoh, lalu jatuh cinta pada salah satu dari mereka dan menikmati rangkaian kalimat indah penulis. Bagiku novel itu anak adopsi yang saat membaca mereka akan menjadi obat lelah dan melihat mereka diam manis di rak mungilku bisa menjadi obat tidur yang ampuh. Jadi kalau ada rejeki ingin sekali bisa mengadopsi semua novel yang diterbitkan.

    Demikian :)

    BalasHapus
  9. Nama: Ayu Widyastuti
    Twitter: @widyayu15
    Link share: https://twitter.com/widyayu15/status/718590005153665024
    Domisli: Palembang

    1. Karena sinopsis yang dihadirkan sudah langsung membuatku tertarik. Terlebih jika isi resensi sangat getol menyajiakan poin positif dari novel tersebut. Nggak sungkan untuk bela-belain beli meski lagi buntu kalau novel itu memang bener-bener bikin aku penasaran dan kecantol berat.

    2. Kebutuhan bacaan fiksi, terutama yang happy ending, sebagai pelarian dari dilema dan masalah hidup yang membosankan. Kalau happy ending, aku bisa ikut merasakan sensasi bahagia dari cerita itu sebelum akhirnya kembali pada realita yang suram. Kalau sad ending, udah bad mood malah dibuat kepikiran dan tambah sebel gara-gara ending yang sedih atau gantung. Yah, makanya ini penting sekali buatku untuk tahu dulu ending novel itu akan seperti apa. Kalau sad ending, mendingan aku nggak baca hehe.

    3. Keinginan untuk baca ulang. Ada beberapa novel yang sangat disuka. Tapi kebanyakan hasil pinjaman. Kadang kangen pengen baca lagi. Kalau pinjam lagi kan ribet. Jadi lebih baik punya sendiri, bisa dibaca kapan saja. Oleh karena itu masih bela-belain beli walau sudah pernah baca.

    4. Kalau bisa beli dan memiliki novel itu sendiri, bisa dijadiin bahan barteran sama temen pas saling pinjam novel. Jadi aku nggak merasa selalu jadi tukang pinjam terus, tapi juga bisa meminjamkan. Take and give. Simbiosis mutualisme supaya saling memuaskan.

    5. Kalau novelnya mau dijadiin film, aku wajib baca dulu sebelum nonton. Nanti kalau sudah nonton, aku bisa bandingkan dengan novelnya. Itulah mengapa aku ingin beli atau punya novelnya sendiri supaya nanti bisa dibuka dan diulas lagi.

    BalasHapus
  10. Nama: Ayuni Adesty
    Domisili: Bogor
    Twitter: @ayuniadesty
    Link share : https://twitter.com/ayuniadesty/status/718440326109601793

    Alasan saya pengen beli novel disingkat jadi Marrakech
    *modus biar dapat novel Marrakech
    M_embaca itu udah kayak separuh aku. Jadi kalau nggak baca novel, rasanya ada yang kurang. Kayak sayur kurang garam. #tsah
    A_lasan lain, biasanya lihat penulis dan penerbitnya juga.
    R_eview di blog. Semakin banyak blogger-blogger kece yang bikin review dan blog tour, jadi makin semangat beli novelnya.
    R_omance jadi genre favorit. Soalnya harus baca yang manis-manis biar hidup nggak terasa pahit #halah
    A_sli penasaran sama endingnya setelah baca blurbnya
    K_arena novelnya best seller, jadi makin penasaran pengen beli.
    E_nak dibaca buat ngisi waktu libur. Novel itu bisa jadi penawar saat kamu kurang piknik.
    C_eritanya dong pastinya. Seru apa nggak. Biasanya cari referensi reviewnya dulu di blog.
    H_arga juga ngaruh, sih. Pastinya hasrat beli novel lebih besar saat awal bulan pas gajian.

    BalasHapus
  11. Nama: Fitra Aulianty
    Twitter: @fira_yoopies
    Domisili: Pekanbaru
    Link: https://twitter.com/fira_yoopies/status/718650682882920448

    Aku pengen novel biasanya karena blurbnya. Eh itu dulu sih. Kalo sekarang aku pengen novel karena penasaran sama penulisnya. Juga karena covernya yang kereeenn banget. Rasanya sedih aja harus tutup mata kalo liat cover buku yg bagus gitu. Terus juga aku penasaran dengan rating di goodreads yg tinggi, kok bisa novelnya punya rating bagus. Paling kesal lagi kalo para blogger buku ngegosipin novel yg katanya lagi hits banget. Berasa pengen baperan selama 7 tahun 7 bulan 7 hari 7 malam 7 jam 7 menit 7 detik T_T ya kan penasaran denger gosip gosip gitu. Pengen baca tapi gak mungkin beli semua buku yg lewat di tl T_T
    Aku kan suka fiksi apalagi novel, yg paling parah lagi kalo novelnya udah dicap the best of the week *ini aku yg kasih cap sendiri, trus langsung ngilang dari peredaran krn baper gak bisa beli, mau masuk wishlist juga gak tega, buku baru ada mulu, kalo aku ngutang judul, bisa" aku malah bikin toko buku pribadi aja biar bisa baca sepuasnya wkwk*

    BalasHapus
  12. Nama : Salwa Balfas
    Akun twitter : @Safaira01
    Domisili : Purwakarta, Jawa Barat.
    Link share : Lihat Tweet @Safaira01: https://twitter.com/Safaira01/status/718650440162746368?s=09

    Jawaban :

    1. Karena aku suka membaca.
    " Reading is dream with open eyes". Sebenernya aku dari dulu suka baca, tapi bukan novel. Hanya buku non fiksi, agama dan buku umum lainnya. Aku 'dulu' gak suka novel, karena beranggapan "aduh novel itu ngebosenin, ceritanya gitu-gitu aja". Tapi semenjak iseng-iseng ikutan GA pertama kali tahun 2014 lalu, dan aku jadi pemenangnya dari hasil iseng-iseng itu. *senengnya bukan main* aku jadi jatuh cinta sama novel. Ternyata semua anggapanku salah, novel itu mengasyikan, melatih kita berimajinasi, membuat aku jatuh cinta dengan menulis, (semenjak baca novel, aku mulai membuat cerita disalah satu situs baca dan buat cerita gratis -wattpad) akhirnya dari situlah aku mulai beli novel. *maaf kalo terdengar curhat ka, hehee*

    2. Karena Judul, tagline dan sinopsis yang menarik.
    Judul, tagline dan sinopsis yang menarik, salah satu kenapa aku membeli novel tersebut. Biasanya suka ada yang share buku baru di media sosial seperti Tw dan Fb, mereka hanya menjelaskan sedikit tentang novel yang masih anget baru keluar dari oven *baru terbit. Dari situ juga aku membeli novel karena sudah tidak sabar/penasaran dengan melihat blurbnya aja.

    3. Genre, Jalan cerita dan Cover
    dari genre dan jalan cerita juga faktor kenapa aku beli novel. Kalo genrenya yang aku suka, seperti romance, teenfict, YA, dan yang lainnya, aku tertarik untuk beli, termasuk buku yang baru terbit. (Ngumpulin uang dulu tapinya, hehee). Dari jalan cerita, jalan cerita yang menarik dan ringan, pasti aku beli juga. Dari cover yang menarik dan imut-imut juga salah satu faktor kenapa aku beli novel tsb, walau terkadang endingnya mudah ditebak, tetep aku beli karena gak nahan liat covernya yang unyu. Tapi (terkadang) lebih diprioritaskan karena jalan ceritanya dulu.

    4. Penulis dan Penerbit
    Saat membeli novel juga aku melihat dulu siapa penulis dan penerbitnya. Kalo memang penulis yang bukunya udah aku baca dan suka cara dia menjelaskan cerita dari awal sampe akhir pasti aku beli, karena udah jatuh cinta dengan gayanya bercerita, setelah penulis baru penerbitnya dulu. Walau penerbitnya terkenal atau masih jarang mendengar namanya, tapi kalo jalan ceritanya ok pasti aku beli. Gak mempermasalahkan itu penerbit major atau bukan. Tapi dari novel yang udah aku beli rata-rata memang penerbit yang udah populer dan major.

    5. Review buku.
    sebelum beli novel juga aku selalu mencari berbagai reviewnya diinternet, bagaimana tanggapan mereka setelah membaca buku yang akan aku beli. Biasa aku beli novel lewat online bookstore karena di daerahku juga gak ada toko buku, hikss :( jadi kegiatan ini wajib aku lakukan saat akan membeli novel baru.

    6. Harga
    Terakhir karena harga, gak masalah karena harganya mahal,sedang atau murah, aku pasti akan membeli novel tersebut kalo memang aku udah suka dengan jalan ceritanya yang menarik dan bikin penasaran. Tapi kalo ada event tertentu buku-buku jadi diskon besar-beaaran seperti diskon akhir-awal tahun, aku biasanya udah menyiapkan budget untuk beli novel, selama dua bulan itu hasil novel yang aku beli bisa sampe 30 novel. Lumayan untuk baca diwaktu senggang dan menambah koleksi timbunan di lemariku.

    Semoga beruntung, makasih kak. ^^

    BalasHapus
  13. Nama:Vivi Lutfah
    Tangerang
    Twitter : @LutfahVivi
    Share link:https://twitter.com/LutfahVivi/status/718689289085669376

    Jawaban:
    1. Tertarik sama jalan ceritanya
    2. Penasaran sama kelanjutan ceritanya karena sebelumnya baca review-nya di blog atau GR
    3. Karena banyak manfaat yang bisa diambil dari novel itu, banyak pelajaran yang bisa di terapin di kehidupan ini, jadinya nggak bakalan sia-sia ngeluarin duit banyak juga. Sesuka-sukanya saya sama baca, saya nggak bakalan mau ngeluarin duit buat novel yang nggak ada hikmahnya, nggak ada pelajarannya. Biasanya sebelum saya beli novel, saya baca dulu di ijak, review blog, ataupun review di GR.

    BalasHapus
  14. Nama : Yanti
    Twitter : @CallMe_Yanti
    Kota Tinggal : Martapura, Kalimantan Selatan
    Link Share :https://mobile.twitter.com/CallMe_Yanti/status/718742321957744640?p=v

    Bagi saya alasan untuk membeli novel baru adalah saat saya udah kehabisan bahan bacaan maka saya merasa perlu untuk membeli novel baru. Selain novel saya juga suka buku kumpulan cerpen. Genre novel yang paling saya sukai adalah genre romance dan buku Love In Marrakech tentu masuk dalam wishlist saya. Biasanya sebelum membeli saya baca review buku tersebut di beberapa blog yang memberikan review novel dan baca ulasan bukunya juga di goodreads. Kalau tertarik maka saya akan membeli novel tersebut, dan disesuaikan juga dengan budget yang ada, kalau budget lagi nggak ada saya terpaksa harus bersabar untuk memiliki buku yang saya incar. Buku-buku yang saya sukai biasanya saya catat dan saya jadikan wishlist, mungkin tidak semua novel yang masuk wishlist bisa kebeli namun kalau memiliki salah satunya saja maka hati saya puas, bagi saya genre romance adalah yang paling menarik karena saya selalu suka dengan kisah cinta. Selain dengan membaca review salah satunya di blog @RizkyMirgawati ini, saya juga membeli buku dari penerbit yang sudah sering saya beli bukunya, tapi tidak menutup kemungkinan untuk membeli buku dari penerbit yang lain kalau memang reviewnya bagus. Cover buku jadi pertimbangan ke sekian karena saya tidak mau tertipu dengan cover yang bagus tetapi isinya tidak sebagus covernya karena pernah mengalami pengalaman seperti itu. Selain review dan cover, sebelum akhirnya memutuskan membeli biasanya saya juga membaca sinopsisnya bagus atau tidak, Sinopsis yang membuat penasaran biasanya makin membuat saya tertarik untuk membeli novel tersebut. Untuk urusan penulisnya, bagi saya penulis siapapun itu terkenal atau tidak yang terpenting adalah isinya bagus atau tidak, jadi penulis adalah alasan ke sekian bagi saya untuk membeli sebuah novel, selain itu di toko buku terdekat dari kota saya stok bukunya terbilang kurang begitu lengkap dan update buku barunya cukup lama sehingga kadang buku yang saya inginkan dan sudah masuk daftar wishlist tidak selalu bisa saya dapatkan. Bagi saya kebutuhan membaca novel sudah seperti kebutuhan memiliki paket data, karena saya rasa dunia ini akan sepi tanpa buku.

    BalasHapus
  15. Nama :Arien Prakasari
    Akun Twitter :@Arrinn_Kka
    Domisili :Mojokerto, Jatim
    Link share : https://twitter.com/Arrinn_Kka/status/718749310305718273?s=03
    Alasan saya pengen beli/punya novel sebenernya sama seperti kebanyakan orang. Pertama karena saya juga suka membaca dan selalu ingin baca cerita baru yang lebih fresh. Judul dan cover juga biasanya membuat saya penasaran apa lagi sinopsis singkat serta gambaran dari beberapa review yang malah buat saya pengen banget beli buku. Juga karna jalan ceritanya, karena beberapa cerita ada yang memberikan alur yang bisa buat kita ikut terbawa dalam cerita.

    BalasHapus
  16. Tri
    @tewtri
    Ciamis
    https://mobile.twitter.com/tewtri/status/718798118909677568

    Alasan beli novel, biasanya bisa karena nama tokoh-tokohnya. Serius, entah bagaimana kalau saya agak kurang sreg waktu membaca nama sang tokoh, niatan buat beli pun menguar begitu saja meski covernya jempolan, ceritanya luar biasa. Sebenarnya kebiasaan ini tuh kadang ngeselin sebab banyak cerita luar biasa saya lewati begitu saja cuma karena faktor itu. Ah, menyedihkan tapi begitulah pertimbangan saya.

    BalasHapus
  17. Khoyul
    @Jkhoyul
    Blitar, Jatim
    https://twitter.com/JKhoyul/status/718796433680257025

    1. Judul dan cover. Karena seperti yang orang bilang, cinta itu dari mata turun ke hati. Begitu juga dengan buku. Kalau judul dan covernya bagus, pasti aku pengen beli.

    2.Blurb
    Blurb yang baik akan menarikku untuk beli, seperti cowok yang bicaranya baik, aku pasti suka.

    3.Genre
    Aku masih sering pilih-pilih genre. Comedy romance nomor satu, fiksi fantasi, detektif, kriminal, petualangan, dan biografi(pilih-pilih tokoh). Dan nggak begitu suka Drama, karena nggak tahan kalau pas baca ketemu yang sedih-sedihnya kebangetan.

    4.Sasaran pembaca
    Aku sudah tidak membaca teenlit lagi. Sudah lebih tinggi. Suka cinta yang nggak menye-menye soalnya. Remaja dewasa-dewasa.

    5.Harga
    Kalau nggak lagi kebelet beli buku baru terbit, aku nggak langsung beli. Nunggu saat-saat tepat, pas ada diskon contohnya. Kalau lagi ada sell, kalap. Nggak peduli itu novel terbitan tahun jahiliyah kalau sudah suka, ya beli. Lebih banyak bacaan lebih bagus, nggak manyun terus pas di rumah nggak ada kerjaan.

    6.Penulis dan penerbit. Aku nggak begitu peduli. Tapi kalau sudah pernah kecewa dengan novel yang cantik di cover dan blurb, namun mengecewakan di isi, biasanya aku lampiaskan dengan beli novel penulis dan penerbit yang aku suka saja.

    7.Udah, itu saja. Teroma kasih!

    BalasHapus
  18. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Link Share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/718794546801287169
    Tempat Tinggal : Aceh

    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!
    > yang pertama dan yang paling utama alasan aku pengin beli/punya novel karena aku punya hobi membaca. kadang kl udah membaca novel yg buat aku baper banget, makan sesuap nasipun bisa lewat krn udah hanyut dlm cerita novel (sampai2 mama ku kesel juga dgn kebiasaan ku itu)

    ceritanya. kenapa? karena aku suka banget dengan kisah seseorang yg di tuangkan dalam sebuah novel. Apalagi kl novel itu tidak hanya sekadar menceritakan kisah seseorang tp juga ada pesan2 yg di sampaikan penulis melalui novel. dan juga bisa buat aku baper dgn novel itu :)
    dan kdg2 juga aku paling suka kl ada temen yg rekomen suatu novel (wlpun nvelnya terbitan lama) aku tetep bakal kejar tuu novel sampai ada di tangan ku. rasanya kl udah di aku rasanya seneng banget, kdg2 aku juga bakal pamer ke temen2 ku *hehehe, kl aku punya novel tersebut :D

    sinopsis singkat yg ada di belakang covernya yg membuat aku sangat penasaran dgn isi cerita dalam novelnya. kdg2 di buat penasaran dgn sinopsis singkat yg di balik novel cuma krn baca sinopsis singkanya.

    Penulis-nya, kl udah jatuh cinta dgn satu penulis aku bakal kleksi terus tu cerita2nya. rasanya punya kebanggaan sendiri kl bs koleksi novel dr karya seseorang penulis, apalagi penulis yg bestseller.

    memasuki tahun 2016 aku punya hobi baru, yaitu ngereview novel2 yg udah aku baca di blog, seneng banget rasanya bisa berbagi ttg apa yg udah aku baca ke org lain. apalagi sampai ada yg komentar kl cara review aku bangus itu makin buat aku semangat utk beli novel lg dan ngereview lagi dan lagi. dan nilai + nya lagi kl penulisnya langsung muji review aku wah excited banget rasanya.
    sekalian utk melatih diri lagi biar bisa jadi penulis suatu saat nanti (Impianku pengin banget ngebuat suatu cerita, yg cerita aku itu di sukai banyak org).

    Itu aja deh yaa.. Alasan aku beli/punya novel.
    oya btw bagiku, kalau ada novel gratis dr teman, penulis atau dr menang GA itu suatu hal yg luar biasa banget *makin semangat aku-nya utk membeli novel dr penulis yg sama novel tsb

    Salam Pida Alandrian

    BalasHapus
  19. Nama : Yunita P. Utami
    Twitter : @udonkuma
    Link Share : https://twitter.com/udonkuma/status/718811722056765440
    Domisili : Bogor


    Ikutan lagi ya, mbak Rizky :)


    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!

    Napsu pengen nambah buku meski belum tentu langsung di baca! Itu nomor satu! Merasakan buku sudah jadi milik sendiri dan bisa di apa-apain. Dari buka plastik bukunya, buka halaman demi halaman, periksa ada atau nggak si pembatas buku, sampai namain buku plus tanda tangan hehehe setelah itu mulai baca.

    Kalau ceritanya seru ada dua opsi: Pertama, baca sampai habis atau sekali duduk, sibuk mikir atau baper. Kedua, irit-irit bacanya karena nggak mau pisah cepat dengan si cerita yang ada di dalam buku.

    Kalau nggak seru, biasanya masih menumpuk di rak khusus yang baru setengah baca. Dibaca kalau bener-bener sudah habis buku bacaan. Kualat nanti kalau disia-sian.

    Itu alasan pertamaku buat beli/punya novel.

    Alasan seterusnya, biasanya karena penulis, cover, blurb, rating & review goodreads, dan filmnya sendiri (andai buku difilmkan).

    Karena menurutku dengan punya atau beli, aku bisa sesuka hati baca atau berhenti baca tanpa ada orang yang komentar. Dan biasanya kalau bagus aku langsung bilang ke temen-temen biar bisa baper atau diskusi bareng :))))


    Makasih sudah buat GA-nya mbak Rizky :)

    BalasHapus
  20. nama: Noer Anggadila
    akun twitter: @noeranggadila
    link share: https://twitter.com/NoerAnggadila/status/718811571640602624
    kota tempat tinggal: Probolinggo

    "Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!"

    Alasan utama dan paling pertama adalah punya uang cukup bahkan lebih, karena ini modal awalku untuk bisa beli buku baru.

    Kedua, Kover dan judul novel tsb. Aku termasuk orang yang menilai kover di awal, meskipun don't judge a book with the cover, tapi kebanyakan dari kita masih aja menjadikan kover sebagai penilaian awal.

    Ketiga, judul novelnya. Judul yang unik dan menarik versiku itu gak tentu, kadang terpengaruh oleh moodku juga.

    Keempat, blurb. Blurb yang menarik hatiku yang bakalan jadi calon buku yg aku beli, tapi lihat-lihat harganya dulu juga, kalau masih dpt kujangkau ya lanjutkannn

    Kelima, buku dari author favorit. Karena sudah jatuh cinta dan percaya kalau karya-karyanya bakalan bagus banget, berusaha untuk melengkapi koleksinya itu wajib hukumnya, minimal bisa bacalah.

    Keenam, novel berseri yang aku punya seri awalnya. Ini kudu punya, karena kalau nggak bakalan penasaran se penasaran orang yang penasaran [?]

    Ketujuh, novel yang lagi nge hits. Karena banyak bahkan sering di ulas di sosmed tentang kehebatan novel tersebut, alhasil itu dapat memicuku tertarik juga dan ingin punya novel itu.

    kedelapan, rating yang tinggi. meskipun ratingnya tinggi, aku masih perlu pertimbangan tentang cerita dan tampilan novelnya.

    Itu sih hal-hal yang bisa bikin aku pingin beli/punya novel baru ><

    BalasHapus
  21. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    https://twitter.com/RiniCipta/status/718773569656856576
    Karangasem, Bali

    Biasanya, aku pengin beli/punya novel tertentu karena ceritanya. Sebelum beli aku suka baca sinopsisnya dulu, menarik nggak? atau relate nggak sama kehidupanku *eh?* maksudnya kira-kira aku bisa mengikuti nggak? Soal genre ya prefer ke romance sih. Kalau penulis dan penerbit, diutamakan yang sudah pernah aku baca sebelumnya. Jadi tau kualitasnya seperti apa karena pertemuan pertama selalu meninggalkan kesan kan? Aku nggak termasuk pembeli yang lapar mata dan lemah iman karena cover sih hehe..
    Sebelum memutuskan untuk beli, aku juga suka ngecek lewat sosmed terutama twitter. Di timeline wara-wiri iklan bookshop, promosi dari penulis/penerbit, review blog/goodreads. Nah, biasanya disana deh mulai memantapkan hati untuk masuk wishlist atau nggak. Jadi pas pesen/pergi ke toko buku nggak kebingungan dan menghindari kalap belanja. ^^

    BalasHapus
  22. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Link Share: https://twitter.com/realdianmrani93/status/718703507218403328
    Kota Tempat Tinggal: Kota Bengkulu

    "Biasanya, apa alasan kamu pengin beli/punya novel?"

    1. Penulis. Kalau sudah nyaman sama satu penulis, pasti bawaannya pengen baca yang ditulis sama doi aja bawaannya XD
    2. Sinopsis. Kalau penulis favoritku belum ada karya terbarunya, aku mencoba menemukan yang lain lewat sinopsisnya. Biasanya, aku lebih memilih sinopsis yang bermain kata, bukan potongan dialog yang ada di dalamnya. Aku menyukai sinopsis yang seperti puisi.
    3. Harga. Ini nih menjadi patokan dalam membeli sebuah novel jika poin kesatu atau kedua sudah terpenuhi. Jujur, untuk seorang mahasiswi tingkat akhir yang belum punya pekerjaan tetap, membawa sekaligus semua wishlist ke kasir bukanlah ide yang bagus. Paling satu atau dua buku yang benar-benar-benar-benar ditaksir. Jadi, menjadi pejuang giveaway adalah kerja sampingan supaya wishlist perlahan-lahan terpenuhi walau tidak semuanya *curcol*
    4. Penerbit. Walaupun ini sebenarnya tidak berpengaruh banyak, tapi ada kalanya aku hanya membeli buku dari penerbit yang itu-itu saja karena memang udah pas dihati cerita-cerita yang pernah dibaca sebelumnya. Jadi, untuk memulai dengan yang lain agak berat.
    5. Kaver. Walau ada istilah "Don't judge a book by its cover", tapi terkadang aku malah melihat buku dari kavernya :| Karena lebih banyak menyesal ketimbang puasnya, karena itulah, kaver menjadi poin terakhir untukku dalam membeli novel baru.

    (+) Tambahan
    6. Gagal menang giveaway. Biasanya, kalo dari review yang aku baca setelah mengikuti serangkaian giveaway di beberapa blog, aku jadi kepingin banget baca novelnya karena review dan respon positif dari tiap pemilik blog, tapi belum beruntung di blog manapun, alhasil pasti pergi ke toko buku buat beli biar nggak penasaran lagi hehehe ...

    BalasHapus
  23. neneng lestari
    @ntarienovrizal
    Meulaboh
    https://twitter.com/nTarienovrizal/status/718858481743179776

    karena saya baik dan gak suka ngerepotin, jawaban saya pendek aja ya mba haha.

    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!

    Saya biasa beli novel berdasarkan genre, terus genre saya bagi lagi sesuai dengan penulis favorit. Karena saya yakin, penulis favorit saya, tidak pernah (belum pernah sih) mengecewakan saya sebagai pembaca setianya. Jadi gak ribet buat saya milih sebuah novel hehe ...

    seandainya ada genre favorit tapi penulis tidak dikenal, nah itu baru minta rekomendasi dari teman-teman yang sejiwa dengan saya. Maksudnya yang sama-sama pecinta genre tersebut ....

    BalasHapus
  24. Nama: Lala
    Akun Twitter: @fazidaa_
    Link Share: https://mobile.twitter.com/fazidaa_/status/718865888590467072
    Kota Tempat Tinggal: Jakarta
    Jawaban:

    Halo Kak Kiky! Setelah lama nggak ikutan giveaway lagi, akhirnya mulai ikutan di blog Kak Kiky. Semoga beruntung yah. :"D

    Aku jawab ya pertanyaannya. Pertama, aku pengin punya novel itu karena penulisnya memang kufavoritkan, dengan artian, beliau mau nulis novel bagus atau jelek pun (menurut orang) insyaAllah akan kubeli jika ada rejeki. Contohnya, kayak novelnya Prisca Primasari & Morra Quatro. Kalau blurb, nggak begitu mempan buatku. Karena seringkali aku menemukan blurb novel yang berasa biasa aja, tapi isi novelnya 'waaaah' banget. Kedua, ini yang bikin aku sering banget kena jebakan betmen, karena cover. Aku nggak tahan ngeliat cover cantik. Rasanya gatel buat nggak megang2, rasanya itu novel kayak manggil2 aku buat dibawa pulang (lebay), intinya aku nggak tahan kalau covernya kelewat cantik, dan pasti akan aku beli meski kata review novelnya nggak bagus. Ketiga, dari review di GR, blogger buku, atau rekomendasi orang. Biasanya aku bakal langsung kepo-in novel itu, meski sebelumnya aku nggak tahu menahu tentang penulisnya. Kayak waktu aku blogwalking ke blog Kak Sulis dan ketemu Eleanor & Park-nya Rainbow Rowell, aku jabanin meski harus beli versi bahasa inggrisnya yang mahal :( Kalau GR, dari rating-nya dong! Itu udah pasti. Kalau dari rekomendasi, contohnya waktu aku sama sekali nggak tertarik sama novel wattpad. Temen-temen blogger buku pada 'ngeracunin', aku masih tahan2 tuh. Eh, nggak lama teman dekatku cerita kalau dia suka banget sama Dear Nathan (salah satu novel wattpad). Dan yang kutahu, selera temanku ini tinggi banget, nggak gampang bilang suatu buku itu bagus. Jadilah aku beli, menguras dompet :"(

    Yang terakhir, aku percaya (banget), dengan membaca banyak novel, penilaianku terhadap suatu karya yang bagus, akan terus naik. Berbagai novel dengan banyak cerita dan gaya penulisan, akan jadi referensi dan pengetahuan buatku tentang bagaimana cara menulis yang baik. Intinya, semakin banyak novel yang aku baca, semakin tinggi kriteria penilaianku terhadap suatu tulisan, termasuk tulisanku sendiri. Tentu aku akan memotivasi diri untuk lebih fokus jika tulisanku terasa belum menyamai bahkan mendekati ciri-ciri tulisan yang baik menurutku. Berhubung aku pengin banget jadi penulis fiksi, punya banyak novel itu sangat penting buatku. Banyak bahan bacaan (novel) = modal menulis. Penulis sesukses J.K Rowling sekalipun, aku yakin akan tetap membaca meski karya beliau udah dinilai sangat brilian oleh banyak orang di dunia. Beliau pasti akan terus mencari inspirasi dan ilmu dari bacaan yang dimiliki. :)

    BalasHapus
  25. Nama : Rima Dwi Andina
    Twitter : andinarima
    Link Share : https://twitter.com/andinarima/status/718980557376335872
    Domisili : Bekasi

    "Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel?"

    Ada banyak sekali alasan mengapa aku kepengin punya novel terebut.
    1. Penulisnya sudah jadi penulis favorit aku. Kayak karyanya Kak Lexie Xu, Kak Orizuka, itu sudah pasti akan kubeli kalau ada uang, minimal masuk wishlist, lah.
    2. Penerbitnya termasuk penerbit besar. Semacam Gramedia dan Haru
    3. Covernya cantiiiik. Haru tuh jagonya bikin cover cantik, jadi semua novel terbitannya jadi wishlist mulu.
    4. Promosinya gencar bangeeeet. Kan aku follow-in penerbit, penulis dan book-blogger. Nah, jadi kalau ada satu novel yang selau muncul di timeline twitterku, mau enggak mau ngebuat pengiiin punyaa. Apalagi ada kayak BacaBareng gitu, ya makin kepengiiiin buat bacaaa.

    Untukku, sinopsis enggak terlalu berpengaruh yaa. Soalnya kebanyakan aku kepincut sama covernya.

    BalasHapus
  26. Eni Lestari | @dust_pain | Malang | https://twitter.com/dust_pain/status/718982651370057729

    "Biasanya, apa alasan kamu pengin beli/punya novel?"

    karena baca review dari orang yang udah baca. kalo mereka merekomendasikan banget novel itu, aku jadi pengin beli dan punya :)

    BalasHapus
  27. nama : wening
    twitter : @dabelyuphi
    share : https://mobile.twitter.com/DabelyuPhi/status/718986915031060480?p=v
    domisili : ambarawa

    alasan pengen punya/beli buku sih pertamanya karena liat covernya dulu ya mbak (walaupun ada istilah don't judge book by it's cover, tapi cover itu juga penting), kalo eye catching baru liat judulnya. setelah itu aku baru baca sinopsis bukunya. kalo dari sinopsisnya udah mulai menarik perhatianku, aku masih nyari review² tentang isi bukunya gimana—baik melalui blog maupun goodread, tapi lebih sering baca review di blog sih.. maklum, karena kalo cari info buku lebih sering tanya eyang google dan hasil pencarian² teratas yang biasanya jadi referensiku.

    aku termasuk tipe yang lumayan pemilih, berhubung aku sering kekurangan budget kalo mau beli buku makanya aku harus benar² bikin prioritas buku mana saja yang mau aku beli..

    walaupun aku punya prioritas genre tertentu saat pengen punya buku, seperti sains fiksi, dystophia dan fantasi, tapi aku suka menjelajahi berbagai macam genre.. penerbit dan juga penulis. karena bagiku semakin banyak genre yang aku lahap, semakin banyak juga ilmu dan pengalaman membaca yang aku dapat.

    jadi, walaupun cover dan genre biasanya menjadi poin pertama saat aku memilih sebuah buku.. bagiku, review dari buku tersebut yang menjadi poin penting utama aku pengen punya/beli buku tersebut. dan aku cenderung tertarik membaca review dari sebuah blog daripada GR, karena review buku di blog menurutku lebih lengkap, dengan sedikit bocoran cerita yang membuatku makin penasaran isi buku dan juga ulasan² dari blogger yang mereview buku tersebut akan semakin memantapkanku untuk punya/beli buku tersebut. (⌒o⌒)

    BalasHapus
  28. Nama: Wika Agustina
    Twitter: @agstnwika
    Link share: https://twitter.com/agstnwika/status/718989244040028160

    Banyak alasan bagi saya sendiri untuk membeli atau mempunyai novel. Alasan yg paling utama karena saya hobi membaca, tapi kenapa harus novel kenapa tidak bacaan lain? Kalau menurut saya novel adalah satu satunya bacaan yg ringan untuk orang yang hobi membaca karena di setiap novel memiliki cerita yg sangat menarik dan beragam membuat saya tidak bosan bosannya untuk terus membaca. Novel juga tidak melulu soal cinta, ada banyak cerita mengenai kehidupan sehari hari yang dituang oleh sang penulis melalui sebuah cerita sehingga memang novel adalah bacaan yg sangat ringan untuk yg hobi membaca. Ditambah lagi ada banyak pengetahuan mengenai sesuatu yg belum pernah kita ketahui yg ada di dalam novel sehingga kita mengetahuinya setelah membaca novel tersebut. Alasan kedua, karena saya ingin memiliki banyak koleksi novel. Bahkan sempat terbesit dipikiran saya ingin mempunyai perpustakaan kecil di kamar saya yg isinya keseluruhannya adalah novel. Karena bagi saya, novel adalah teman paling setia disaat sendiri dan tidak tau harus ngapain. Alasan terakhir adalah untuk referensi. Selain hobi membaca, saya juga hobi menulis, terutama cerpen dan novel. Meskipun baru pemula tapi saat ini saya sudah berhasil menyelesaikan satu naskah novel, beberapa cerpen dan beberapa outline naskah. Novel adalah sumber paling ideal bagi saya untuk bisa belajar lebih lagi bagaimana menjadi penulis, membuat novel yg bagus. Di dalam novel saya banyak belajar mengenai alur atau plot, point of view, tema cerita yg gak itu itu aja, dan yg terpenting adalah kelebihan dari novel tersebut yaitu kejutan. Banyak novel yg saya baca memberikan kejutan yg bisa membuat pembaca terhenyak setelah membaca novel tersebut. So, meskipun fiksi, namun novel tidak sekedar bacaan hayalan saja. Akan tetapi, novel justru banyak memberikan pelajaran buat kita.

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. Nama: Deasylawati
    Twitter: @deasylawati
    Link share:Lihat Tweet @deasylawati: https://twitter.com/deasylawati/status/719022526630748160?s=09

    Domisili: surakarta
    Alasan membeli novel: untuk memuaskan rasa penasaran saya terhadap semua hal2 baru yang tidak saya temukan dalam hidup saya. Selain itu juga untuk belajar memperbaiki tulisan saya agar menjadi lebih baik lagi dan lagi...

    BalasHapus
  31. NHAMIDA
    @nhamida_
    https://twitter.com/NHamida_/status/719095795283144704
    Nganjuk, Jawa Timur

    ingin mengoleksi novel, agar novelku tidak hanya 5. karena saya tidak diperbolehkan membeli novel :(. padahal dengan novel saya bisa memperbaiki minat baca saya yang naik turun, agar semakin meningkat naiknya.
    ingin banget baca novel yang settingnya di luar Indonesia.

    wish me luck

    BalasHapus
  32. Bintang Permata Alam / @Bintang_Ach / Ngawi / Link: https://twitter.com/Bintang_Ach/status/718753291006451712

    Alasan pengin beli novel?

    Hmmm.. gimana ya? Pada dasarnya sih aku emang suka baca buku, jadi yang namanya beli novel itu seolah udah jadi kewajiban. Naluri seorang pembaca sejati, pasti keinginan untuk beli novel rutin (baik itu tiap minggu atau tiap bulan) pastilah ada. Jadi, mungkin sudah menjadi hal yang wajar apabila seorang ‘nerd’ sering menyisihkan sebagian uangnya untuk menunaikan kewajiban—beli novel.

    Alasan lain kenapa ingin beli novel adalah karena lagi punya banyak uang. Aku sering mengalami hal seperti ini. Naluri seorang pelajar, pasti sangat happy jika punya banyak uang. Dan, adalah hal yang sangat wajar apabila uang-uang tersebut kita gunakan untuk menuruti keinginan kita. Nah, berhubung aku suka membaca, otomatis keinginanku adalah membeli buku/novel.

    Buku baru dari penulis favorit juga pasti menjadi alasan kenapa kita harus membeli novel. Seorang pembaca sejati, pastilah memiliki penulis favorit. Bukankah begitu, mba Ky? Mba sendiri pastilah juga memiliki penulis favorit. Naluri seorang fans sekaligus pembaca sejati, pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini. Buku dari penulis favorit pasti selalu masuk di daftar wishlist. Dan, kadang kita lebih memprioritaskan buku dari penulis favorit saat ke toko buku atau berbelanja online. Sekarang, bayangkan kita adalah seorang penggemar The Beatles. Lalu mereka mengeluarkan album. Lantas, apa yang akan kita lakukan? Pasti membeli album itu kan? Sama halnya dengan seorang pembaca buku, kita memiliki prioritas tersendiri dalam membeli sebuah buku. Salah satunya adalah dari siapa penulis buku tersebut.

    Tema yang diangkat. Setiap pembaca pastinya memiliki selera tersendiri dalam membaca atau membeli sebuah buku. Jika aku, sebenarnya lebih menghendaki tema roman dan horor. Tak jarang, kita membeli buku-buku yang memiliki tema sesuai dengan selera kita tersebut. Misalnya, kemarin aku membeli buku dari kak Windry Ramadhina karena tema yang diangkat, yaitu roman. Punya selera tersendiri sebenarnya juga menguntungkan bagi kita. Keuntungan tersebut salah satunya adalah kita bisa merasakan nyaman dan senang dalam membaca sebuah buku. Karena sejatinya, membaca buku itu adalah menyenangkan.

    Cover. Aku sebenarnya kurang setuju dengan kutipan don’t judge book from the cover. Sekarang, mari kita lihat. Di luar sana, sedikitkah orang yang membeli buku karena covernya? Sedikitkah orang yang menjadikan cover sebagai prioritas utama saat membeli buku? Tidak. Banyak sekali, bahkan. Banyak orang dari semua kalangan yang cenderung memilih bacaan karena tampilan covernya. Sama halnya denganku. Kesan pertama kali yang kita dapatkan dari sebuah buku adalah kesan secara visual, yakni dari covernya. Kalau secara visual saja sudah tidak menarik perhatian, bukankah kita akan berpikir dua kali untuk membeli buku itu? Sama halnya saat kita membeli sebuah rumah, apabila secara tampilan saja rumah itu tidak memenuhi selera kita, apakah kita akan tetap membelinya? Yang ada malah kita mencari rumah lain, bukan? Jadi, apakah salah apabila kita sangat selektif terhadap cover buku? Sebenarnya tidak semua orang memiliki persepsi yang sama sepertiku, tapi jika kita benar-benar berbaur dengan masyarakat, masuk ke lingkungan sosial, aku yakin jika mayoritas orang memiliki persepsi yang sama sepertiku. Jadi, cover buku bisa menjadi saah satu alasan kenapa aku membeli novel atau buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harga. Naluri seorang pelajar, pasti sangat skeptis sama yang namanya harga mahal. Dan pasti, yang akan kita lakukan adalah dengan memilah-milah mana buku/novel yang memiliki harga murah. Bagaimana bisa mendapat buku dengan harga murah? Salah satu solusinya adalah datang ke pameran buku. Biasanya, acara pameran seperti ini akan mematok harga buku yang jauh lebih murah dari harga asli. Tak jarang, ini akan memancing perhatian banyak kalangan—terutama pelajar—untuk membeli sebuah buku. Selain itu, biasanya di pameran ada games-games menarik yang berhadiah buku. Ini bisa kita manfaatkan untuk dapat buku secara cuma-cuma. Arrgghh, jadi kangen acara pameran buku di alun-alun kemarin. Moga ada lagi, hehehe.

      Review blogger (blog, goodreads) dan rekomendasi teman. Jika kita aktif di goodreads, atau sering berkunjung ke blog milik blogger-blogger buku, pasti kita akan mendapat beberapa pendapat menarik mereka terhadap sebuah buku. Terkadang pula, kita juga menemukan beberapa pujian yang kerap mereka berikan terhadap suatu buku. Beberapa tanggapan menarik dan pujian yang mereka lontarkan kadang juga membuat kita tertarik untuk membeli buku tersebut. Misalnya aku, kemarin aku banyak melihat review untuk buku Gravity dari Rina Suryakusuma. Dan, kebanyakan review itu bernada positif, juga persuasif (seolah mengajak pembaca lain untuk ikutan beli dan baca bukunya). Alhasil, aku langung memasukkan buku itu ke daftar wishlistku (belum beli, setidaknya kan udah aku masukin wishlist, hehe). Selain itu, rekomendasi dari beberapa teman yang ada di sekitar kita juga membuat kita tertarik untuk membeli novel/buku. Rekomendasi secara langsung ini memiliki pengaruh yang besar. Selain karena kita ada kesempatan untuk bertatap muka, juga karena kita bisa bebas berpendapat apa saja terhadap buku tersebut.

      POPULER. Suatu buku atau novel bisa menarik banyak peminat karena sudah memiliki nama di hati banyak masyarakat. Atau, istilah lain bisa dibilang popular. Entah itu karena difilmkan, atau memang berasal dari penulis terkenal. Sebut saja London Love Story, Serial Supernova, atau pun Koala Kumal. Berkat diangkat ke layar lebar dan berkat nama penulis yang memang sudah tenar, tak menutup kemungkinan untuk buku-buku mereka jadi ikut eksis. Tak jarang hal seperti ini juga menarik minat banyak pembaca untuk membeli buku yang bersangkutan. Siapa sih yang seneng bisa punya buku yang sedang eksis? Pastilah semua seneng dan pengin ya. Salah satunya aku. Keeksistensian suatu buku merupakan hasutan terbesar untukku dalam membeli sebuah buku.

      Thankss. Moga menang :)

      Hapus
  33. Nama : Mega Widyawati
    Akun twitter : @widy4_w
    Link share : https://mobile.twitter.com/Widy4_W/status/719046882102620160?p=v
    Kota Tinggal : Nganjuk-Jawa Timur

    Alasanku beli novel : Pertama aku lihat Nama pengarangnya, siapa tahu ini novel dari pengarang favorite ku. Kedua, baca Sinopsis atau searching review2 di internet dan melihat rating dari novel tersebut, kalo ternyata novelnya bagus baru masuk keranjang belanja. Ketiga lihat label penerbitnya. Keempat baru melihat covernya. Kenapa cover novel aku taruh di alasan terakhir, karena masalah covernya bagus atau tidak, itu bukan masalah buatku. Yang terpenting adalah jalan cerita yang di sajikan oleh penulis mudah dipahami pembaca sekaligus motivasi-motivasi yang tersirat dalam novel itu. Seumpama covernya keren atau bagus sekali, itu adalah bonusnya.

    BalasHapus
  34. nama: Famia Kamilia
    twitter: @amifamia
    link share: https://mobile.twitter.com/amifamia/status/719141956496982018?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C6792851021
    kota tinggal: Bangkalan, Madura

    jawaban:
    Aku biasanya pengen beli atau baca novel karena judulnya, kenapa? menurutku sebuah judul yang bagus biasanya isinya bagus, tapi tidak memungkinkan juga meskipun judulnya tidak bagus, tapi isinya bagus. Selain judulnya, aku biasanya ingin membeli atau membaca novel karena blurbnya, kenapa? karena sebuah blurb akan mewakili seluruh isi novel, jadi menurutku jika blurbnya bagus, maka isi novelnya bagus.

    BalasHapus
  35. Dias Shinta Devi
    @DiasShinta
    https://twitter.com/DiasShinta/status/719166732825276416
    Bogor

    Kalau ditanya kenapa sih jawabannya:
    1. Belum pernah baca karya kak Irene
    2. Penasaran banget karena kover dan blurbnya menggemaskan
    3. Karena terbitan GM juga sih hehe
    4. Baca-baca review dari berbagai sumber tuh rasanya makin penasaran dan kayaknya ini buku bagus yg sayang kalau dilewatkan
    5. Lg gak mungkin beli buku baru ya, buku kuliah yg mahal itu aja gak kebaca jadi bikin diomelin kalo beli novel baru dibaca wkwkwk
    6. Tahun ini belum ada tambahan buku fiksi di rak buku-ku, baru ada buku non-fiksi keuangan doang sama buku kuliah, jadi puyeng juga pengen refreshing gimana wkwk (curhat)

    thanks kak kiky :D sukses terus! :)

    BalasHapus
  36. Ananda Nur Fitriani
    @anandanf07
    https://twitter.com/anandanf07/status/719282249686855681
    Bogor

    Kalau aku sih, awalnya tertarik buat beli buku itu karena banyak yang ngepromosiin, dari twitter atau blog gitu misalnya. Abis ngeliat, pastilah jadi penasaran. Kok banyak yang ngepromosiin sih? Terus aku cari tahu deh buku itu tentang apa, kalau sekiranya aku suka, aku bakal ngincer buku itu. Apalagi kalau didukung dengan cover yang cantik dan menarik, penulisnya ramah dan cara penulisannya aku suka (aku juga cari tahu tentang penulisnya, hehe), harganya memungkinkan, pendapat dari yang udah bacanya bagus-bagus, berarti fix aku bakal beli! Jadi biasanya aku kalau ke toko buku itu udah tau pasti apa yang bakal dibeli. Hehehe =))

    Terima kasih atas kesempatannya, kak kiky :)

    BalasHapus
  37. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/719372924554059776
    kota tempat tinggal: Serang

    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!

    Dulu sebelum akrab dengan dunia blogger, alasan pengin beli/punya novel karena baca sinopsis di belakang novel, disamping itu aku juga lebih banyak tertarik karena penulisnya, biasanya yg familiar gitu.
    Namun setelah akrab dengan blogger yg banyak mereview novel-novel, review blogger jadi bahan pertimbangan, juga tema cerita dan genre novel. Setting cerita juga menarik karena membacanya seakan kita dibawa jalan-jalan ke tempat yg belum pernah dikunjungi, jadi menambah pengetahuan. Penulis terkenal ataupun penulis baru nggak masalah, asal tema dan ceritanya menarik dan memiliki banyak pelajaran yg bisa dipetik setelah membacanya.

    BalasHapus
  38. Nama : Mentari Izzati
    Akun Twitter : @mentariizzati
    Link Share : https://twitter.com/mentariizzati_/status/719378955061501952
    Kota Tempat Tinggal : Tegal
    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!
    Jawaban :
    1. Reviewnya sangat menarik (mengutip kata-kata yang bagus atau bermakna didalam novel) dan itu membuat saya tertarik sekali ingin membaca novel tersebut.

    2. kalau cover, saya tidak terlalu memandang bagus tidaknya cover. Karena tidak semua cover yang bagus itu ceritanya bagus. don't judge a book by it's cover. yang selalu saya pandang adalah sinopsisnya yang bikin penasaran dan itu membuat saya ingin cepat-cepat membeli lalu membaca novel tersebut.

    3. Pada dasarnya, novel terbitan gramedia sangatlah bagus. saya sangat menyukai semua novel terbitan gramedia. terutama untuk yang cerita remaja (teenlit) dan thriller seperti novel by Lexie Xu. dan saya juga sangat menyukai cerita romantis yang diiringi kesedihan.(baper itu enak lho)

    4. kepopuleran novel juga membuat saya penasaran akan cerita tersebut. Seperti novel Dilan yang sangat populer, membuat saya ingin sekali membacanya. Namun, sampai sekarang saya belum juga membacanya karena belum ada uang untuk membeli novel tersebut.
    ^^

    BalasHapus
  39. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Twitter : @dairezuki
    Link Share : https://twitter.com/dairezuki/status/719389822205362176
    Domisili : Cirebon

    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!

    Selain karena suka membaca dan mencintai novel apapun yang layak untuk di baca, ada beberapa faktor yang mempengaruhi-ku hingga bisa menjadi kalap untuk memiliki sebuah novel :

    1. Karena sedang bosan dan tidak memiliki pekerjaan apapun, daripada pusing akibat tidur yang terlalu berlebihan, mending baca novel kan?

    2. Karena covernya cantik, bikin deg-degan kalau di lihat. Apalagi novel itu di tulis dengan salah satu penulis favorit, makin kepengen punya pastinya. Judulnya juga menarik, dan ada kesan misteriusnya gitu:3 jangan lupa karena penerbitnya merupakan penerbit yang tak pernah mengecewakan pembaca, mereka selalu menerbitkan novel yang benar-benar dabeeest. Sinopsisnya juga bikin penasaran, bukannya sinopsis yang abal-abal.

    3. Bacaan di rumah sudah habis, kecuali koran-_- Aku ga bisa baca novel berulang-ulang, aku lebih suka membaca sesuatu yang baru. Nah ini termasuk alasanku mengapa ingin punya novel yang banyak. Kalau novel yang sudah selesai aku baca, biasanya aku taruh di perpustakaan kampus, aku pinjamkan atau ku sewa ke teman 😂 uangnya yaa buat beli novel lagi-_-

    4. Banyak teman yang memamerkan koleksi novel terbarunya. Bukannya iri, tapi ngiler. Jadi pengen beli juga dan tentunya pengen punya. Kalau minjem ke teman, rasanya berbeda dengan punya kita sendiri. Hati engga was-was dan tak perlu di kembalikan. Soalnya takut khilap juga sih.

    5. Harga novel yang sedang murah alias banyak diskon yang bertebaran. Aku akui jika aku merupakan salah satu anggota MODIS, modal diskon. Tapi untuk mahasiswi kere sepertiku, diskon merupakan surga duniawi ketika krisis ekonomi. Ketika melihat diskon besar-besaran, mata langsung berubah hijau dan ada rasa untuk memiliki semua novel yang sedang di jual.

    6. Karena kebutuhan untuk memenuhi hasrat yang tak pernah terpuaskan. Jadi, aku harus punya banyak novel, hmmmz. Entah mengapa, jika membaca novel, hasrat ini sulit terpuaskan. Namun jika membaca buku pelajaran, belum satu halaman, hasrat membaca seakan menghilang:v *jangan di tiru*

    Sekian, terima kasih:)

    BalasHapus
  40. Nama: Sylvia L'Namira
    Twitter: @sylnamira
    Link: https://twitter.com/SylNamira/status/719393828117938176
    Domisili: Depok

    Jawaban:

    Pasti awalnya karena penulisnya. Kalau penulis kesukaan pasti saya panteng buku terbarunya.

    Lalu karena cover yang menarik. Siapa sih yang nggak nge-judge a book by it's cover, ya gak?

    Selanjutnya dari review pembaca lainnya. Tidak melulu buku yang mendapat review jelek tidak saya beli. Karena selera baca kan beda-beda tiap pembaca. Sama deh kayak selera terhadap makanan :)

    Dan terakhir, dari harganya. He-he. Kalau masih edisi hardcover dan mahal (biasanya buku import) saya nunggu yang edisi pocket, atau pinjam teman.

    BalasHapus
  41. Nama: Maria Elsa
    Twitter: @xoxoelsa
    Link Share: https://twitter.com/xoxoelsa/status/719386167557292032
    Domisili: Bekasi

    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!

    Pertama yaitu karena Judul yang menarik kalau dari judul sudah buat aku tertarik aku pasti langsung liat genrenya jujur aku lebih suka novel yg bergenre Fiksi Romance karena bisa mengembangkan imajinasi, Setelah itu sinopsis karena semua orang pasti selalu melihat sinopsis saat ingin membeli novel jika dari judul sudah membuat tertarik pasti dari segi genre dan sinopsis mengikuti:D
    Kedua harga saat aku pengen beli novel juga harga jadi perhitungan buat aku kalau belum terlalu kebelet banget biasanya aku suka ngumpulin uang dulu biar nanti klo ada novel yg baru jadi bisa lgs beli :D
    Ketiga Penulis dan penerbit, kadang aku juga suka klo mau beli novel melihat dari penulis dan penerbitnya biasanya klo penerbit udh punya nama pasti penulisnya pun ikut punya nama dan jadi terkenal ^^

    Terima kasih mba kiky buat GAnya semoga giveaway kali ini bisa memboyong Love In Marrakech karya Irene Dyah

    BalasHapus
  42. Yeyen Nursyipa | @YeyenNursyipa | Bandung
    Link share : https://twitter.com/YeyenNursyipa/status/719540514618343424

    Biasanya, apa sey alasan kamu pengen beli atau punya novel? Sertakan alasannya ya!

    Biasanya aku beli novel dari usulan temen, review blogger sama review goodreads. Kalo review-reviewnya bagus, dan sesuai sama genre yang aku suka, ya aku beli. Soalnya kalo Cuma liat dari sampul sama blurb dibelakang itu kadang suka ‘ketipu’ istilahnya. Narasi dibelakangnya emang bagus, tapi pas isinya ternyata banyak typo, ga sesuai judul sama isinya, trus monoton gaya bahasanya. Kadang suka greget kalo terlanjur beli buku kaya gitu, makanya sebelum beli biasanya aku udah bawa list buku yang mau dibeli hasil dari rekomendasi temen atau blogger.

    BalasHapus
  43. Nama : Arina Diah
    Domisili : Salatiga, Jawa Tengah
    Twitter: @arinadiahh
    Link Share : https://twitter.com/arinadiahh/status/719392568023232512

    Dulu jaman SMA aku termasuk orang gampang banget buat beli novel. Nggak pilih-pilih. Temen bilang novel A bagus, langsung beli. Orang-orang baca novel B karena lagi ngetrend, aku ikutan beli. Alesannya sih biar kekinian. Tapi sekarang aku lebih picky kalo mau beli novel. Sadar kalo di dunia ini tu novel banyak banget. Dan itu nggak mungkin bisa aku baca semua. So, aku baca novel yang bener-bener worth my time. Kalo mau beli pun lebih banyak pertimbangannya, misal :
    • Apa genreya. Mungkin ini lebih ke mood ketika mau beli novel sih. Kalo lagi seneng, nggak mungkin aku beli novel yang sedih-sedih
    • Lihat siapa penulisnya. Keinginan buat beli tentu makin gede kalo tahu yang nulis novel itu penulis terkenal yang karya-karyanya selalu bagus. Ya walaupun dalam kasus tertentu aku nggak begitu peduli siapa penulisnya karena fakror-faktor lain
    • Penerbitnya apa. Karena terbukti jenis penerbit tertentu lebih banyak menghasilkan novel-novel yang bagus daripada penerbit lainnya
    • Gimana reviewnya. Biasanya sih aku lihat review-review di GR. Aku lebih konsen ke reviewers yang ngasih bintang 3, karena biasanya mereka lebih objektif. Trus baru aku mix sama opiniku sendiri setelah baca sinopsisnya
    • Selain itu, kalo mau beli novel juga suka nyesuaiin sama timingnya. Misal kalo lagi musim hujan aku suka baca yang genrenya mystery atau thriller. Novel-novel yang bikin mikir dalem pokoknya, atau nggak yang bikin mewek. Kalau lagi nggak hujan sih biasanya lebih suka yang light sama sweet
    • Harga. Setelah mempertimbangkan faktor diatas, kalo mau beli novel liat juga gimana isi dompet *lol*. Kalo duitnya kurang sih terpaksa ditunda dulu beli novelnya sampe uangnya kekumpul.

    P.S : Ikutan GA ini karena penasaran sama novelnya. Suka sama novel yang setting nya di luar negeri. Nggak tau kenapa aku suka ide tentang finding love in a foreign place.
    P.P.S : Akhir-akhir ini sering banget nemu hal-hal yang berbau Maroko. Entah nemu orang yang upload foto di instagram lagi jalan-jalan di Maroko atau pas baca berita di koran nemu Maroko. Makanya makin penasaran sama ini novel.

    BalasHapus
  44. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Link share : https://twitter.com/yutakaNoYuki/status/719673484247339009
    Domisili : Balikpapan

    Aku pingin beli novel karena ceritanya dan aku termasuk pilih-pilih untuk beli novel, hehehe. Pertama yang dilihat itu ceritanya, terus penulisnya. Kalau ceritanya gak menarik buatku meskipun penulisnya adalah favoritku ya gak aku beli, tapi biar penulisnya gak aku tau, kalau ceritanya sesuai sama genre kesukaanku ya aku beli. Tapi sekarang ini aku udah mulai membuka diri buat baca novel genre lain dan dari penulis lain, mau yang baru atau yang udah terkenal. Biasanya sebelum aku beli aku browsing dulu review dari Goodreads atau blogger buku yang udah pernah baca buku tersebut, kalau ratingnya tinggi baru aku beli :)

    BalasHapus
  45. Nama : Kurnia Dwi Pertiwi
    Twitter : @KDP264
    Kota tinggal : Bekasi, jawa barat link share : https://mobile.twitter.com/KDP264/status/719684170318872577

    Jawaban :
    1. Judul buku yang aneh
    Biasanya seorang penulis maupun skenario selalu membuat judul yang aneh. Bikin pembaca penasaran pengen baca/tonton. Salah satunya aku. Rasanya penasaran itu bikin kita pengen beli.

    2. Cover yang menarik.
    Ada beberapa cover yang punya filosofi tersendiri. Itu nilai plus buat pembaca seperti saya. Kaya main tebak-tebak. Judulnya begini, covernya begitu. Kaya main teka-teki jadinya.

    3. GENRE
    Saya bukan tipe orang yang menyukai semua genre. Jadi sebelum membeli buku saya lihat dulu genrenya.

    4. Dari Review
    Banyak buku keluaran baru di share blog. Atau dari penerbit itu sendiri. Pas liat ada point 1, 2, 3 di review itu saya langsung pengen beli.

    BalasHapus
  46. Zarinkha Azizah
    @haelianthus
    https://mobile.twitter.com/haelianthus/status/719719906527215616?p=v
    Makassar, Sulawesi Selatan
    Alasan saya pengen beli suatu novel :
    1. Saya suka baca novel
    Hal ini bermula ketika saya duduk di bangku SMP. Awalnya saya hanya sering membaca cerpen cerpen dari majalah majalah anak2. Saya tidak terlalu tau banyak tentang novel. Yang saya tau hanyalah novel itu lebih suitable kepada orang yang lebih tua dari saya, gacocok buat remaja, but its my perspective before. Tapi setelah coba pinjam novel dari teman2 sekelas, eh addicted deh sama novel. Mau genre fantasy, thriller, romance, sampe yang klasikpun rela saya baca saking sukanya sama novel.
    2. Rekomendasi teman
    Pada dasarnya, saya bukan orang yang milih milih buat baca buku, apalagi kalau novel. Kalau dipinjemin, alhamdulillah, kalau nggak, ya gapapa. Jadi kalau mau ke toko buku, pasti nanya2 dulu ama temen, mulai dari yang udah 'New York Times Bestseller' sampe yang judulnya udah gak banyak yang tau. Karena, menurut saya, rekomendasi teman itu biasanya sesuai dengan selera saya dan memang bagus
    3. Harga
    Kalo mau beli novel, kan harus pake uang. Jadi, saya yang masih pelajar ini harus menyisihkan sedikit uang dari uang jajan saya dan menyesuaikannya dengan harga novel yang ingin dibeli. Kadang, sampe satu hari gak jajan saking iritnya buat beli novel
    4. Review yang ada di situs online
    Selain rekomendasi teman, review dari bookblogger dan teman2 di GR juga cukup berjasa bagi kelangsungan hobi saya yang satu ini. Karena, dari reviewnya kita bisa tau garis besar keseluruhan sebuah novel, sekaligus penasaran gimana jalan cerita sebenarnya dari sebuah novel. Selain itu,novel yang direview sama bookblogger itu rata rata ratingnya bagus bagus, jadi menambah rasa penasaran saya buat beli novel tersebut

    BalasHapus
  47. Nama : Fatimatus Zahroh
    Twitter : the_cherriez
    Kota : Kudus
    Link : https://twitter.com/the_cherriez/status/719786144376840193


    Pertama dan yang paling utama, tentu karena saya suka membaca. Bahkan sejak MTs kelas satu saya langganan pengunjung perpus, sampai kartu perpustakaan saya ganti dua kali, karena sudah penuh. Sampai Mbak Penjaga Perpus hapal nama saya hehe

    Kedua, karena rekomendasi teman. Contoh yang udah jadi favorit dari rekomendasi teman adalah novel2nya Ilana Tan. Daaan tentu konstribusi dari blog-blog reviewers seperti Mbak Rizky ini.
    Jadi, makin penasaran sama buku terbaru para penerbit. Kadang baca-baca reviewnya di Goodreads juga. Kalau bagus, cus lah. Eh, tapi lihat-lihat isi kantong juga. Maklum mahasiswa jobless huhu.

    Ketiga, karena penulisnya sudah favorit! Kan sudah tahu seenak apa gaya bahasanya. So, wah, itu sebuah keharusan. Kalau belum ada uang, ya nge-ces dulu deh (kebanyakan endingnya emang cuma bisa ngeces LOL)

    BalasHapus
  48. nama : estrica y
    twitter : @estricaym
    kota : sidoarjo
    link share : https://twitter.com/estricaym/status/719876606047563776

    Biasanya, apa sih alasan kamu pengin beli/punya novel? Sertakan alasannya ya!

    1. Yang paling utama karena aku butuh bacaan. Jadi aku kudu nyetok novel minimal 1-2 biji per bulan. Soalnya tanpa bacaan itu rasanya hambar banget. Novel itu kayak obat emergency yang harus aku miliki di rumah. Klo pas jenuh banget dari rutinitas sehari-hari terus baca novel yang ceritanya bikin melayang-layang itu rasanya nikmat banget. Apalagi aku bukan tipe orang yang kerjanya bisa travelling, jadi walaupun Cuma baca novel di pojokan kamar, rasanya udah kayak keliling dunia kalo emang setting novelnya di luar negeri. Terus yang paling aku suka setelah baca novel adalah aku tidak pernah sama lagi memandang dunia seperti orang kebanyakan. Rasanya dunia jauh lebih berwarna dan menyenangkan. Beneran nih, aku gak nyoba alay. =D

    2. Aku pengen beli novel karena dari covernya yang eye-catching. apalagi kalau ada cap best sellernya. tapi kadang walaupun ada cap best sellernya, blurp-nya gak menarik. jadi setelah cover baru blurp.


    3. Novel yang pengin aku beli itu selalu yang blurpnya keren, yang bikin penasaran plus nunjukin premis yang jarang diangkat menjadi cerita novel. entah karakternya yang aneh atau settingnya di negara antah berantah yang rasanya gak pernah dengar sebelumnya. apalagi kalo blurbnya nunjukin ada karekter misteriusnya. uuhhh... semakin pengen beli deh.

    4. ini yang buat pertimbangan pas akhir bulan. harganya! klo masih di kisaran 50 ribu sih masih oke, tapi klo udah nyampe angka 70 ribu, ya tak taruh lagi tuh novel. =D

    BalasHapus
  49. Nama: Putri Prama Ananta
    twitter: @putripramaa
    Link share: https://mobile.twitter.com/PutriPramaa/status/720198033510510594
    Kota tinggal: Probolinggo
    Sekarang ini aku memutuskan ingin beli atau punya novel karena review-review dari para reviewers, baik di blog maupun di media lainnya seperti goodreads, twitter, facebook, dll. Review-review tersebut seperti halnya testimoni yang dapat menarik lebih banyak pembeli atau justru mengurangi jumlah pembeli.
    Selain review dari para reviewers, alasanku ingin beli novel adalah citarasa yang kudapatkan dari novel penulis sebelumnya. Contohnya Love In Marrakech ini, aku ingin mempunyai novel ini karena sebelumnya aku membaca novel Mbak Irene yang berjudul Complicated Thing Called Love, saat membaca novel CTCL tersebut aku jatuh cinta dengan gaya bahasa Mbak Irene. Oleh karena itu, aku ingin mempunyai novel Mbak Irene yang lain, salah satunya Love In Marrakech ini.
    Sejauh ini, alasanku tertarik adalah review-review. Bukan berarti cover, blurb, maupun judul tidak membuatku pengin punya/beli novel, tapi pertimbanganku sekarang adalah masalah selera dan apa yang kumau dan dari review lah aku tahu apakah buku tersebut sesuai seleraku atau tidak. Judul, Cover, dan Blurb adalah poin plus bagi sebuah buku. Judul, cover, dan blurb yang menarik menurutku bukanlah alasan untuk pengin beli/punya novel itu, melainkan keharusan dari setiap novel untuk bersaing di industri buku yang semakin seru ini.
    Kurang lebih seperti itu lah alasanku kepingin punya atau beli novel, semoga jawabanku membuatku berkesempatan dikirimi novel ini. Terima kasih giveawaynya, Mbak Kiky :))

    BalasHapus
  50. Nama: Rara Amalia
    akun twitter: @rharamalia_
    link share: https://twitter.com/rharamalia_/status/720235247971864576
    kota tinggal: Gorontalo.

    Alasan ingin beli/punya novel:

    1. Dari kecil saya suka membaca. Apapun bacaan yang saya temukan akan saya baca. Sampai dimana saya menemukan koleksi novel-novel dan bacaan-bacaan mama yang beliau koleksi dulu saat muda membuat saya semakin menyenangi karya fiksi. Mulai beranjak remaja semakin suka dengan berbagai jenis novel. Mulai dari terjemahan sampai berbagai genre.

    2. Pengarang yang sudah terkenal atau karyanya sudah banyak menjadi rekomendasi orang, sering menjadi alasan saya untuk membeli novel. Novel dari Penulis-penulis profesional dan sudah banyak dikenal orang saya jadikan bahan pelajaran saya untuk semakin memantapkan kemampuan menulis saya.

    3. Judul Novel. Judul novel yang menarik tidak jarang membuat saya langsung tertarik dan ingin membaca blurb dibelakangnya. Penilaian pertama untuk sebuah novel bagi saya adalah Judul. Karena dengan judul yang menarik sering membuat saya mau tidak mau harus menghampiri novel tersebut dan membaca blurbnya.

    4. Blurb. Membaca blurb menjadi hal yang penting untuk saya dalam membeli novel. Penilaian novel yang akan saya beli adalah dari blurb. Saya sangat jarang membuat penilaian atau tertarik hanya dengan covernya, bagi saya membaca blurb lebih dahulu lebih bisa membuat saya merasa tertarik atau tidak dengan novelnya. Terkadang hal ini yang membuat saya berlama-lama untuk menentukan pilihan novel yang mana yang akan saya beli.

    5. Review GR ataupun Blogger. Review untuk saya seperti halnya testimoni. Dengan adanya review membuat saya semakin yakin dalam memilih novel. Review benar-benar berpengaruh untuk saya dalam memilih sebuah novel. Jadi tak jarang saya harus hunting blog-blog review untuk menentukan novel apa yang akan saya beli nantinya.

    BalasHapus
  51. Henny | @triskaidekaman | Jakarta | https://twitter.com/triskaidekaman/status/720278484380049410

    Saya sebetulnya lebih suka nonfiksi daripada novel. Tetapi biasanya kalo ada novel dengan blurb yang misterius, plus review Goodreads yang tinggi (di atas 4) bikin saya penasaran terhadap suatu novel. Jadi alasan utama ingin beli atau punya novel adalah karena kombinasi dua faktor ini.

    Ada alasan ketiga sebenarnya: Speeding up untuk Goodreads Reading Challenge. Membaca nonfiksi sering butuh energi yang dilepaskan perlahan-lahan dan "napas" cukup panjang untuk tidak bosan selama berhari-hari menatap buku yang sama. Nah, dengan adanya novel, yang biasanya bisa dibaca dan dilahap dalam waktu lebih singkat, tentu Reading Challenge jadi lebih mudah tercapai, dan mendorong saya lebih bersemangat lagi untuk menghabiskan buku nonfiksinya.

    BalasHapus
  52. Nama : Ni Putu Citra Apsara Devi
    Twitter : @citrapsara
    Link share : https://mobile.twitter.com/Citrapsara/status/720519716629061632
    Kota : Yogyakarta
    Jawaban :
    Falling in love at the first sight, kalimat ini sangat tepar untuk menggambarkan apa yang kurasakan saat melihat novel dengan cover yang berwarna soft, bergambar simple dan eye catching. Yup, hal yang membuatku ingin membeli novel adalah covernya. Aku suka sekali melihat buku yang mempunyai cover yang menarik, debgan warna-warna soft dan ilustrasi yang simple. Dont judge a book from its cover? yeah memang kadang ada buku yang covernya biasa saja namun isinya bagus dan sebaliknya covernya menarik namun isinya kurang bagus. Aku juga tidak memungkiri itu karna aku juga pernah mengalaminya beberapa kali. Tapi, tetap saja, dari mata jatuh ke hati hehe tetap saja rasanya aku ingin membawa pulang semua novel dengan covernya yang lucu itu. Menurutku, cover adalah salah satu bagian penting dari sebuah novel karena coverlah yang akan menarik perhatian pembaca untuk pertama kalinya.

    Makasih udah ngadain GA ini kak^^

    BalasHapus
  53. Nama : Sagita Nur Amalia.
    Akun twitter : @Sagita_N_A
    Link share : https://mobile.twitter.com/Sagita_N_A/status/720528626761003009?p=v
    Kota tempat tinggal : Purwokerto.
    Jawaban : Karena aku suka membaca, apa lagi Novel. Membaca itu jendela ilmu dan membaca novel juga menambah pengetahuan dan wawasan. Kita juga dapat mengambil pesan atau amanat yang ada di novel tersebut, kita dapat mengetahui cerita-cerita yang ada.
    Dan karena aku suka Penulisnya, suka Covernya, suka Sinopsisnya, dan karena aku suka Kualitas kertasnya dan yang pasti suka Ceritanya.

    BalasHapus
  54. Nama : Rissya Mutya Prima
    Twitter : @RMP2982
    link share : https://twitter.com/RMP2982/status/720607174905364480
    kota tempat tinggal : Bandar Lampung, Lampung

    Biasanya, apa sey alasan kamu pengin beli/punya novel?
    1. Kalo novel itu berseri pastinya aku udah punya seri sebelumnya yang ngebuat aku penasaran sama lanjutannya atau aku baru mau baca seri itu.
    2. Biasanya hasil stalk rumpian-rumpian blogger buku di sosial media tentang novel itu yang buat aku jadi kepo-kepo dan penasaran sama novel itu.
    3. Ngeliat review novel itu bagus di Goodreads dan di recommended sama blogger buku yang seleranya sama kayak aku.
    4. Kadang gara-gara ikut giveaway yang pengin banget dapet sama novelnya tapi nggak menang,karena penasaran jadi beli novelnya sendiri.
    5. Lagi jalan di toko buku terus lihat novel yang covernya eye cathing di mata trus lihat judulnya menarik lihat sinopsis novelnya, dan lihat keungannya mendukung atau tidak Hehehe
    6. Karena bentuk pembatas novelnya keren atau menarik hehe
    7. Kalo lihat novelnya diobral murah, selain karena murah suka ngga tega sendiri lihat novel bagus, tebal, ceritanya menarik, apalagi kalo udah mikirin jerih payah penulisnya buat menghasilkan novel itu huft suka ngga tega dan kebayang terus jadi sedih sendiri. *emangsukabaper*
    8. Kalo itu novel penulis atau genrenya kesukaan aku hihihi
    9. Tiba-tiba suka dan berasa jodoh sama novelnya hehehe *gapakebacablurb* *galihatsinopsislagi*

    Itu deh, biasanya alasan kenapa dan mengapa aku bisa kepengin atau membeli sebuah novel *yangkadangnggasebuah* yang sering banget aku alami dan ada beberapa yang jadi kebiasaan aku menentukan novel itu mau kubeli atau tidak.

    BalasHapus
  55. Leny
    @Lenny1785
    http://twitter.com/Lenny1785/status/720486766420062209
    Rantau kalsel
    Alasan aku pengen beli/baca novel, karena aku bisanya lihat review orang yang sudah pernah baca, selain itu aku juga lihat genre dan judulnya juga. Biasanya aku sangat tertarik dengan novel yg berlatar luar negeri gitu. Jadi biasanya sih aku lihat judulnya dulu untuk pertama kali.

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design