Kamis, 21 April 2016

[Book Review] My Wedding Dress

Judul Buku : My Wedding Dress
Penulis : Dy Lunaly
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 276 Halaman
Terbit : November 2015
Apa yang lebih mengerikan selain ditinggalkan calon suamimu tepat ketika sudah akan naik altar? Abby pernah merasakannya. Dia paham betul sakitnya.

Abby memutuskan untuk berputar haluan hidup setelah itu. Berhenti bekerja, menutup diri, mengabaikan dunia yang seolah menertawakannya. Ia berusaha menyembuhkan luka. Namun, setahun yang terasa berabad-abad ternyata belum cukup untuk mengobatinya. Sakit itu masih ada, bahkan menguat lebih memilukan.

Lalu, Abby sampai pada keputusan gila. Travelling mengenakan gaun pengantin! Meski tanpa mempelai pria, ia berusaha menikmati tiap detik perjalanannya. Berharap gaun putih itu bisa menyerap semua kesedihannya yang belum tuntas. Mengembalikan hatinya, agar siap untuk menerima cinta yang baru.

--------------------------
"One bad day is just that;one bad day. Jangan sampai satu hari buruk merusak kebahagiaan yang sedang mengantre untuk menghampiri kehidupan kita. So, smile and don't ever stop."
Seharusnya, hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi seorang Abigail Kenan Larasati, yang biasa dipanggil Abby. Setelah menjalani hubungan selama 3 tahun, akhirnya hari ini Abby dan Andre, kekasihnya akan mengikrarkan cinta mereka ke dalam sebuah pernikahan. Undangan telah hadir, gedung, makanan, semua persiapan telah beres, hanya 1 saja yang kurang, sang calon mempelai pria memilih untuk tidak hadir...

Tentu saja Abby shock dan berpikir ini semua hanya mimpi. Ini semua hanya akal-akalan Andre dan keluarganya saja yang ingin menggodanya, nyatanya mau ditunggu sampai kapan pun, Andre tak pernah datang.

1 tahun pun berlalu, namun rasa sakit itu masih ada. Hidup Abby langsung berubah drastis, senantiasa dirundung duka. Belum lagi tatapan kasihan dan sedih dari orang-orang di sekitarnya membuat Abby makin frustasi. Abby pun memutuskan untuk berhenti bekerja dan membuat usaha desain kartu ucapan. 

Suatu hari, terinspirasi dari sebuah buku perjalanan yang dibacanya, Abby memutuskan untuk move on. Abby tidak bisa seperti ini terus. Akhirnya, Abby memutuskan untuk membuang semua barang kenangannya bersama Andre. Namun, ketika melihat gaun pengantinnya, Abby sulit sekali membuangnya. Secara impulsif, Abby akhirnya memutuskan untuk solo travelling dan lebih gilanya lagi Abby akan melakukan perjalanan sambil memakai gaun pengantinnya itu. 
"Kemarin kamu nanya kenapa aku travelling pakai gaun pengantin, kan? Ini jawabannya, dalam pikiranku gaun ini bakal menyerap semua kesedihanku dan berubah menjadi hitam."
Namun, jangan bayangkan gaun pengantin Abby ribet dan susah untuk dipakai kemana-mana. Gaun pengantin Abby sederhana namun cantik sekali, sehingga gampang dipadupadankan dengan pakaian lainnya. Namun tetap saja, Abby menjadi pusat perhatian dengan gaun pengantinnya. Yang ada di pikiranku saat membaca ide Abby ini gak ribet ya harus bolak balik nyuci gaun pengantinnya??^^


Abby pun akhirnya terbang ke Penang, menikmati perjalanannya membuang kenangan bersama Andre dengan gaun pengantinnya. Secara tak sengaja, Abby bertemu dengan Wira, seorang traveller sejati yang sudah banyak melakukan perjalanan. Bersama Wira, Abby menemukan banyak hal baru. Abby diajak untuk keluar dari zona nyamannya dan melakukan hal-hal baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Mereka pun menjadi teman seperjalanan. 
"Kenapa aku harus semasokhis ini, sih? Kenapa aku masih sering bermain dalam kenangan yang seharusnya kulupakan? Tapi, kalau mau jujur, bukankah sebenarnya kita semua merupakan kumpulan masokhis, disadari ataupun tidak? Terlalu sering kita sengaja membuka kenangan menyakitkan atau menyedihkan dan menyesapnya kembali. Membuka luka yang belum-belum mengering. Luka yang tidak akan pernah kita biarkan mengering karena kita mencandu rasa sakit itu."
Abby tahu bahwa Wira adalah orang asing yang kebetulan ditemuinya di perjalanan, namun kehadiran Wira membuat hidup Abby lebih berwarna. Namun, kadang-kadang kenangan akan Andre masih saja sering hadir di pikiran Abby. Akankah Abby menemukan jawab dari semua pertanyaannya tentang Andre? Akankah Abby bisa melepas masa lalu dan move on? Bagaimana akhir kisah perjalanan Abby dan Wira?

Ini pertama kalinya aku membaca karya Dy Lunaly. Jujur aku tertarik membaca novel ini karena aku salah satu pecinta tema pernikahan dan kebetulan aku memang membaca hampir semua Wedding Lit yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Kesan pertama saat melihat covernya saja aku sudah tertarik, covernya cantik sekali.

Mulai membaca novel ini, aku semakin tertarik untuk membaca lebih dalam lagi. Walau masuk dalam Wedding Lit, namun elemen pernikahan tidak terlalu dibahas loh. Dy Lunaly malah lebih banyak membahas mengenai sisi travelling. Elemen pernikahan sendiri hanya menjadi titik awal Abby memutuskan untuk melakukan perjalanan yang mengubah hidupnya sedemikian rupa.

Kamu akan diajak berkenalan dengan Abby pasca kegagalan pernikahannya, bagaimana Abby yang susah move on, kemudian diajak Abby travelling dengan gaun pengantin ke Penang demi melepas masa lalu, pertemuannya dengan Wira, hingga sebuah jawaban tentang Andre yang selama ini dicari Abby.

Aku suka bagaimana Dy Lunaly mempertemukan Wira. Memang banyak kebetulan di dalamnya, tetapi interaksi keduanya perlahan-lahan tumbuh seiring berjalannya waktu. Wira seakan menjadi warna baru dalam hidup Abby yang "gelap". Karakter Wira yang hangat dan suka menggoda, membuat hidup Abby jadi semakin berwarna. Aku dibuat jatuh cinta dengan sosok Wira dan filosofi hidupnya sendiri terkait travelling...

Walau memang, membayangkan sosok Wira disini seperti too good too be true, tetapi akhirnya aku menemukan juga sisi kelemahan Wira, dan membuatnya menjadi manusiawi.
"Travelling itu tentang keberanian menantang batasan yang kita punya. Keberanian buat ngelewatin tantangan yang kita temui selama travelling. Kalau kamu berani nerima tantangan, aku berani jamin kamu bakal dapat pengalaman yang nggak akan pernah bisa kamu lupain."
"Travelling bukan tentang seberapa banyak tempat yang kita lihat, melainkan sebanyak apa kita menikmatinya."
Membaca novel ini sungguh menyenangkan sekali, aku suka dengan gaya menulis Dy Lunaly yang ringan dan mengalir dengan gaya bahasa yang "quotable" banget. Selama membaca novel ini, jangan kaget kalau kamu akan disuguhkan dengan banyaknya kata-kata yang bisa dijadikan quote menarik. Belum lagi, di setiap bab dihiasi oleh ilustrasi yang ternyata digambar oleh Dy Lunaly sendiri dan mencerminkan isi dari bab itu loh.


Mengenai setting, wow jangan ditanya lagi, aku dibuat ngiler dengan Abby. Rasanya perjalanan akan menyenangkan sekali ya jika bertemu teman seperjalanan seperti Wira. Teman perjalanan yang menyenangkan dan membuatmu mencoba hal-hal baru yang tidak dipikirkan sebelumnya. Karena membaca novel ini, aku akhirnya tahu bahwa ada kota seperti Penang yang bisa menjadi salah satu destinasi pilihan untuk berlibur loh. Rasanya pengen langsung terbang ke Penang mengunjungi setiap tempat yang dikunjungi Abby dan Wira saking detailnya penggambaran oleh Dy Lunaly.

Menjelang ending, aku cukup terkejut sekali dengan twist yang dihadirkan soal Andre. Aku memang sedikit menebak, tetapi tidak membayangkan akan dibawa ke arah sana. Dy Lunaly menutup kisah Abby ini dengan sungguh manis sekali dan membuatku ingin mencoba membaca karya Dy Lunaly lainnya. 

Overall, My Wedding Dress mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menghangatkan hati, tentang bagaimana melepas masa lalu dan menatap masa depan dengan bahagia. 
"Berapa banyak orang yang merasa hidupnya kurang dan nggak bahagia, padahal dia punya segalanya? Bahagia itu bukan tentang apa yang kamu punya, apa yang udah kamu lakuin, buatku bahagia itu tentang mensyukuri hidup dan menikmatinya sebaik mungkin. Dan, itu sama sekali nggak sederhana."
Selamat jatuh cinta....

10 komentar:

  1. Wah, Abbynya kasihan sampe frustasi sebesar itu. Gak kebayang traveling pakai gaun pengantin. Ceritanya menarik ya, mba. Aku pernah baca cerita sejenis di atas dan pasti bakalan wow di endingnya.
    Rekomen banget nih mba Ky. *Ngitung receh dulu :D

    BalasHapus
  2. Iya Erin, endingnya sey sedikit banyak bisa ditebak lah, tapi twistnya itu yang gak terduga. Ide travellingnya lebih kental sey tapi menarik :) Kayaknya cocok buat bacaanmu ini, Erin siapa tahu mau nyobain honeymoon di Penang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh... Mba Ky jangan ngeracun bulan madu dong. Cuti nikah aja 3 hari. Hikss..
      Tapi novelnya langsung masukin Wishlist.

      Hapus
    2. Iya erin, ya sedikit sekali hanya 3 hari, tapi gak apa-apalah kalau honeymoon mah dimana juga bisa kok yang penting pasangannya dan bahagia. Semoga lancar acara hari bahagiamu ya, Erin :*

      Hapus
  3. Wah! Gak nyangka loh klo ternyata buku ini malah byk ttg travelling nya. Jadi mupeng!

    Aku gak berani membayangkan diriku dlm posisi Abby. Pasti bakalan desperate berat! Poor Abby. Tapi... Ide travelling dgn mengenakan gaun pengantin itu sungguh WOW! Sepertinya blm pernah denger yg ky gitu.

    Dan... Makin penasaran krn ada twist yg terungkap di endingnya... 😆

    Mba Ky... Tanggung jwb nih krn sdh bikin aku penasaran!

    BalasHapus
  4. Asyik ada yang ikutan penasaran setelah baca reviewnya. Serius gara-gara baca novel ini aku jadi pengen berlibur ke Penang :) Apalagi kalau teman perjalanannya kayak Wira enak juga ya. Ah minta pak suami ajakin dlu dey ;p

    BalasHapus
  5. Aku udah baca novel ini mbak ky. Aku suka sama quotes2nya😍😍😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya putri, quote-quotenya banyak banget ya sampai bingung mana yang mau dimasukin :)

      Hapus
  6. Kak Kiky, kak Dy itu emang pinter bangeeet ngegambarin setting. Bikin kita ngiler pengen travelling juga ya kak. wowowww

    Sukses lombanya ya kak Kiky. Semoga menang :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin, makasih ya Intan. Iya ini tertarik baca juga karena temanya wedding loh Intan. Jadi penasaran sama kisah persahabatan Wira :)

      Hapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design