Senin, 02 Mei 2016

[Blog Tour] Memorabilia ----------- GIVEAWAY!!!!!

Judul Buku : Memorabilia
Penulis : Sheva
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 300 Halaman
Terbit : April 2016


Jingga membangun bisnis majalah online Memorabilia bersama Januar dan Karsha. Media ini melayani jual beli barang bekas melalui kisah kenangan yang tersimpan di dalamnya.

Namun, bisnis itu sedang di ujung tanduk. Jumlah pembaca menurun seiring dengan pemasukan iklan yang menjadi tulang punggungnya. Di saat sulit itu, datang Pak Pram membawa proyek besar. Ia ingin menjual gedung bioskop tua miliknya lengkap dengan segudang kisah kenangan. Semua bersemangat, kecuali Jingga. Ia selalu berusaha menolak tawaran Pak Pram. Di matanya, bioskop itu menyimpan trauma yang sangat mengerikan, yang selalu ia simpan sendirian. 

Sebenarnya Jingga dilema, antara ingin menyelamatkan Memorabilia, atau terus melayani ketakutan masa lalunya. Selama ini Jingga membantu banyak orang melepaskan kenangan pahit, tetapi tak mampu menolong dirinya sendiri. Dalam kalutnya Jingga, Januar mencoba masuk lebih dalam ke kehidupan gadis itu. Kalau boleh, sampai hatinya. Januar berusaha meyakinkan Jingga agar berani melepas kepedihan selama ini, bersamanya. 

-------------------
"Bagaimana jika ada tempat kamu bisa memberikan bahkan menjual semua kesedihanmu? Menjual semua kesedihan yang menempel dan meninggalkan jejak di barang-barang milikmu? Barang-barang yang tidak ingin kamu bakar karena tidak tega. Barang-barang yang tidak bisa kamu buang karena punya nilai istimewa. Barang-barang yang tidak akan kamu jual ke sembarang orang, karena kamu ingin menemukan orang yang tepat."
"Barang-barang itu mungkin bukan barang historis. Bukan sesuatu yang dinilai tinggi oleh kolektor. Tapi,barang-barang itu, dulunya, pernah menjadi barang-barang berharga bagi kamu, sebagai pemiliknya. DULU."
Disinilah Memorabilia hadir, sebagai medium yang tepat. Medium yang bisa membantumu melupakan dan menawarkan sebuah solusi untuk menampung semua kisahmu sekaligus mencarikan pemilik baru bagi barang kenanganmu. Namun, benarkah melupakan merupakan satu-satunya solusi untuk semuanya?
"Memorabilia adalah majalah digital yang dibuka pada website khusus. Berisikan foto barang yang hendak dijual,serangkaian cerita tentang kenangan, dan kriteria orang yang bisa membeli memorabilia-memorabilia peninggalan dari kenangan tersebut. Majalah ini merangkum barang-barang bersejarah dalam memori banyak orang. Kebanyakan adalah memori yang pahit, yang ingin dilupakan. "
Memorabilia ini bisnis majalah digital yang dibangun oleh Jingga dan kedua sahabatnya, Januar dan Karsha. Bisnis yang ingin membantu setiap orang yang punya benda kenangan namun sulit untuk dibuang atau dilepaskan begitu saja. Awalnya bisnis ini tidak terlalu menjanjikan dengan bisnis lainnya, namun ada kepuasan tersendiri setiap mereka bisa membantu banyak orang untuk melupakan kenangannya. Akhirnya klien demi klien yang hadir itulah yang menjadi pengiklan tetap yang membantu menyokong kelangsungan Memorabilia.

Memorabilia hadir 2 minggu sekali setiap bulannya, akan membawa kisah yang berbeda untuk dinikmati sekaligus mencari pemilik dari barang yang dibagikan kisahnya. 2 tahun telah berlalu, namun saat ini Memorabilia sedang dalam masalah. Beberapa pengiklan tetap mulai berpikir ulang untuk tetap menjadi sponsor Memorabilia, bagaimana pun bisnis tetaplah bisnis. Para pembaca Memorabilia akhir-akhir ini menurun drastis, grafik kunjungan yang dibaca dan diakses tidak sebanyak saat awal-awal Memorabilia diluncurkan.

Jingga dan tim Memorabilia tidak bisa diam saja, mereka harus mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak, bersiaplah kehilanganan satu per satu sponsor tetap dan itu berarti Memorabilia terancam gulung tikar. Memorabilia bukan sekedar bisnis bagi Jingga, Januar dan Karsha tetapi lebih daripada itu.

Suatu hari, Pak Pram hadir membawa solusi bagi Memorabilia. Solusi yang terasa bagai oase di tengah gurun pasir, semua tim Memorabilia semangat membantu, sayangnya berbeda dengan Jingga. Pak Pram menawarkan kepada Memorabilia untuk menjual gedung bioskop miliknya, sebuah gedung bioskop *Bahagia Theater* dan menawarkan segudang kisah kenangan.

Namun, Jingga tidak antusias bahkan cenderung menghindar. Jingga berusaha mencari kisah-kisah lainnya selain kisah Bahagia Theater, dengan harapan bisa menaikkan jumlah pembaca sayangnya tidak berhasil. Jingga akhirnya dihadapkan pada 2 pilihan, menerima proyek Pak Pram dengan risiko hatinya terluka lagi atau menolaknya dan mengorbankan Memorabilia dan rekan-rekan kerjanya.

Ada alasan khusus mengapa Jingga tidak bisa langsung menerima proyek itu. Alasan yang hanya diketahui oleh Jingga seorang, Jingga tak pernah berbagi kepada siapa pun termasuk Januar dan Karsha. Menerima proyek Bahagia Theater milik Pram seperti membuka kotak masa lalu Jingga. Kotak masa lalu yang ingin ditutupnya serapat-rapatnya, karena ada kenangan menyedihkan sekaligus menyenangkan dari gedung bioskop tua itu. Kenangan yang terus menghantui bahkan membuat trauma tersendiri bagi Jingga. Sanggupkah Jingga lepas dari masa lalunya?

Bagaimana akhir kisah Memorabilia? Mampukah Memorabilia menolong Pak Pram dan menemukan pembeli yang tepat? Benarkah melupakan merupakan satu-satunya solusi untuk kenangan yang buruk?
"Cara satu-satunya untuk selamat dari kenangan yang buruk dan melelahkan adalah melupakan" - Barthes
Ini adalah kali kedua aku membaca karya Sheva. Setelah sebelumnya aku dibuat sangat menikmati omnibooknya "Blue Romance." Jika kamu pernah membaca Blue Romance, kamu akan bernostalgia dengan kafe itu, karena beberapa adegan dalam Memorabilia akan bergulir disana.

Saat membaca novel ini, aku dibuat hanyut dengan kisah Jingga dan Memorabilia. Membaca novel ini seperti diajak untuk mengenang semua kenangan yang pernah terjadi dalam kehidupan kita, baik suka maupun duka. Suka sekali dengan ide novel ini, bagaimana sebuah majalah digital bisa menjadi medium untuk membantu orang lain untuk mengatasi masalahnya.

Novel ini begitu dekat dengan kehidupan kita, setiap orang pasti punya barang kenangan. Barang-barang yang memang ingin disimpannya sampai kapan pun dan ada juga barang yang ingin dibuang atau dilepas namun terlalu sayang untuk dilakukan. Kayaknya seru juga jika ide Memorabilia itu benar ada, pastinya bakal banyak sekali orang yang akan berbagi kisah dengan barang kenangannya.

Bagaimana pun juga, setiap fase kehidupan yang kita lalui pasti meninggalkan momen dan kenangan tersendiri. Aku pun juga punya beberapa barang kenangan, bahkan aku termasuk orang yang sulit untuk membuang barang-barang kenangan itu. Jadi jangan kaget jika menemukan banyak bareng dari zaman aku masih remaja dulu dengan keadaan yang penuh sesak di lemari. Rasanya seru saja jika kembali bernostalgia jika melihat barang-barang tersebut, mengenang kenangan yang pernah hadir karena barang tersebut. Namun, ada kalanya juga hati dibuat teriris untuk kenangan yang menyakitkan yang mungkin hadir.

Aku bisa merasakan pergulatan batin Jingga saat ditawari proyek Bahagia Theater. Tentunya tidak mudah langsung menerima begitu saja, mungkin ada sebagian yang bilang itu berlebihan tapi manusiawi sekali. Tapi aku salut dengan Jingga, yang akhirnya mau berjuang mengatasi rasa takut dan traumanya demi kebahagiaan orang-orang terdekatnya sekarang.

Novel ini sederhana sekali, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya. Aku dibuat penasaran bagaimana Sheva akan mengakhiri kisah ini. Novel ini memang berfokus bagaimana Jingga menghadapi traumanya dan juga kelangsungan Memorabilia membantu para kliennya. Ada sedikit selipan kisah romansa Jingga, tapi tidak terlalu dieksplor lebih jauh hanya untuk membuat novel ini menjadi semakin berwarna saja.
"Kebahagiaan yang dibagi akan menjadi kebahagiaan yang berkali-kali lipat. Tetapi, kesedihan yang dibagi akan berkurang setengahnya. Ditransfer menjadi perasaan yang menyenangkan bagi pemilik selanjutnya, atau menjadi pengingat maupun pembelajaran bagi mereka."
Novel ini menyadarkan kepada pembaca bahwa kita juga butuh orang lain. Ada kalanya perasaan kita akan lebih tenang jika berbagi. Bahwa kenangan pahit itu bukan untuk dilupakan tetapi dilepaskan demi masa depan yang lebih baik.

Membaca novel ini sungguh menghangatkan hati. Perasaanku dibuat campur aduk, mungkin itulah yang dirasakan oleh Jingga dan rekan kerjanya di Memorabilia tentang barang-barang kenangan yang mereka tangani. Setiap barang akan berbagi kisah tersendiri dan menjadi pembelajaran.

Kamu mencari sebuah kisah sederhana yang akan mengajakmu bernostalgia dengan kenangan atau membuatmu merasa tidak sendiri lagi, aku rekomendasikan Memorabilia untuk kamu baca :)

Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah Memorabilia.
"Melupakan berbeda dengan melepaskan. Melupakan seolah membuat segalanya tidak berarti. Melepaskan adalah kata yang lebih cocok. Dengan melepaskan, kita mengerti bahwa masa lalu ada di belakang, dan perlahan kita bergerak maju ke depan. Masa lalu yang ditinggalkan adalah sesuatu yang amat berarti, dan harus dilepaskan agar bisa menjalani hidup."
"Hidup tidak baik-baik saja. Hidup penuh dengan rasa yang terkadang terlalu pahit, atau manis pada ujungnya. Melepaskan berarti menerima bahwa hidup memang inilah adanya, dan setiap memorabilia yang dilepaskan berarti satu langkah menuju masa depan. Bukan untuk melupakan masa lalu."

----------GIVEAWAY TIME------------- 


Selamat datang ke pemberhentian pertama Blog Tour "Memorabilia", aku punya 2 buku "Memorabilia" gratis untuk kamu yang beruntung:

1. Follow twitter @RizkyMirgawati dan @dearsheva jangan lupa share info GA ini dengan mention kami serta @bentangpustaka sertakan hastag #Memorabilia

2. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email

3. Jawab pertanyaan di kolom komentar, dengan format nama, akun twitter, domisili dan jawabanmu:

Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

4. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 8 Mei 2016.

Semoga beruntung!!!!


******UPDATE******

Alhamdulilah, Blog Tour Memorabilia di blogku pekan pertama telah selesai dilaksanakan dan berlangsung lancar. Tercatat telah diikuti oleh 55 peserta dan telah dilihat oleh 1300an viewer hingga saat ini.

Rasanya sungguh berat, memilih 2 di antara 55 peserta yang beruntung mendapatkan Memorabilia ini, karena tidak ada jawaban yang benar maupun salah. Terima kasih untuk semua teman-teman yang telah berpartisipasi, berbagi barang kenangannya di Ky's Book Journal.

Saatnya memilih pemenang, dan yang beruntung adalah:

Annisa Rizki Sakih / @annisakih

dan

Heni Susanti / @hensus91

Selamat buat pemenang, aku akan menghubungi kalian via twitter untuk konfirmasi pengiriman hadiah ya :)

55 komentar:

  1. Nama: Sani Irliza
    Akun twitter: @dewi_irliza
    Domisili: Cimahi
    Link share: https://twitter.com/dewi_irliza/status/727009203416485889?s=09 (aku gatau pake ini atau ga, soalnya kakak ga sebutin diatas. Tapi berhubung di GA-GA sblmnya kakak minta ya aku taro disini)

    Jawabanku, aku tidak tau. Karna aku bukan tipe orang yang akan selalu menyimpan setiap barang dan kenangannya masing-masing. Bagiku kenangan adalah kenangan. Barang ya barang. Terlebih sampai saat ini *gaya banget kek yang udah tua aja kamu san, padahal baru 18thn juga* belum ada barang dengan kenangan yang sangat kuat didalamnya. Gimana atuh kak?

    Yah, kalo seandainya ada nanti. Aku berharap, barang itu adalah buku. Ya, karna selain diliat dari kisah yang ada pada buku itu *sebagai salah satu kenanganku*, buku itu sendiri merupakan gudang ilmu bukan? Yah aku hanya ingin berbagi, selain kisahku juga ilmu yang ada pada buku itu kak. Okay, makasih kak sblmnya ;)

    BalasHapus
  2. Nama: Herva Yulyanti
    Akun twitter: @hervayulyanti
    Domisili: Cimahi
    Link share: https://twitter.com/hervayulyanti/status/727022383169597440
    Jawaban : Kalau barang yang mau saya jual di Memoribilia adalah boneka anjing coklat yang saya kasih nama Choco, kenangan dari boneka ini banyak dia telah nemani saya dari tahun 2002 pas masih SMA kelas 2 di berikan oleh tetangga kala itu hasil tangan dia sendiri. Choco sebagai teman curhat di kamar (wong edan wkwkwk) pasalnya saya ni dulu introvert banget saya ga pernah cerita apapun ke ortu atau kakak, terlebih dulu saya minderan karena anak baru pindah dr kampung ke kota kebayang kan gimana saya menumpahkan isi hati ke Choco. Apalagi pas kuliah jauh dari ortu tambah banget ngerasa sendiri hanya si Choco yang ada dalam pelukan multifungsi juga selain bisa dengerin curhatan, bisa dipelukin, bisa diciumin pas sedih bisa ngelap ingus juga (wkwkwk jorok abiz). Pokonya segala curhatan selalu saya omongin ke dia sampe Mamah meninggal si Choco yang setia nemenin di kamar. Pas saya lagi kesel dia bisa dijadiin samsak pasalnya bahannya empuk banget tapi suka kasian mpe jaitannya berodol uda gitu saya jahit lagi biar ga masuk angin wkwkk.
    Segitu banyak kenangan yang ada di Boneka Anjing Choco ini maka jika saya jual saya akan tentuin kriteria orang yang akan membelinya :
    1. Tidak jorok (karena choco multifungsi sampe bisa elap ingus dan air mata) maka orang yang mau beli nanti juga mesti sering ke laundry y biar choco tetap terawat seperti sekarang
    2. Statusnya menidngan yang single klo jones bolehlah, biar bisa temenin seperti yang dulu pernah Choco lakukan buat saya
    3. Yang Introvert biar kerasa manfaatnya bahwa ni Choco bukan sekedar boneka biasa

    Sekian cerita dari saya Mba Rizky ^^

    BalasHapus
  3. Nama: Anggi Santri Utami
    Twitter: @asntrutm
    Domisili: Bandar Lampung
    Link Share: https://mobile.twitter.com/asntrutm/status/727041599289462784?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C7979057601

    Jawaban:

    Satu boneka bebek, satu boneka doraemon, dan satu jam rilakkuma. Tak perlu disebutkan dari siapa, mungkin saja dia baca. ketiga barang itu adalah bagian pahit masa lalu, dan sekarang aku sudah berdamai dengan masa lalu ku sendiri, berdamai baik-baik, berdamai pakai hati.. oleh sebab itu aku harus menyerahkan barang-barang yang sudah ku masukkan dalam kardus ke Memorabilia. Setidaknya, aku tidak menyimpan ruang untuk masa lalu.. dan mungkin saja barang itu bisa bermanfaat untuk orang lain. :))

    With love, Anggi.

    BalasHapus
  4. Arie Pradianita | @APradianita | Sukabumi

    Link Tweet Picture:

    https://twitter.com/APradianita/status/727043794667864068

    Throw Pillow.. (^_^)

    Kenangan indah bersama orang terdekat, jangan hanya disimpan sendiri. Bagikan pada mereka yang ada dalam satu frame foto dengan saya. Dengan begitu, memori tentang kebersamaan tersebut akan tersimpan selamanya. Tinggal pilih saja, ada banyak barang yang bisa dijadikan media cetak foto. Bayangkan cerianya lebaran yang dituangkan dalam bentuk bantal cantik penghias ruang keluarga. Ada kesan hangat yang terpancar setiap saya, keluarga dan tamu melihatnya menghiasi sofa tebal kesayangan tempat berkumpul semua keluarga di hari lebaran. Kemudian, throw pillow tersebut dapat dihadiahkan kepada orang tersayang ataupun tamu yang pernah berkunjung ke rumah saya. Bantal cantik tersebut dapat menjadi kenangan manis memorabilia yang bisa diajak sebagai teman tidur ataupun sebagai penghias ruangan bahkan penghias mobil pribadi.

    BalasHapus
  5. Nama : Sagita Nur Amalia.
    Akun twitter : @Sagita_N_A
    Domisili : Purwokerto, Jawa Tengah.


    Jawaban :

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Barang kenangan yang aku pilih adalah Boneka Doraemon sama Gantungan Kunci botol isi Perahu. Karena Boneka Doraemon sama Gantungan Kunci isi Perahu itu barang dari sahabat deket aku di SMP, dulu sahabatku ngasih itu waktu habis UN SMP, barang itu kenang kenangan kalau kita jarang ketemu, jarang jalan bareng, karna kita waktu SMP suka main bareng, jalan bareng, naik sepeda bareng kita udah kaya anak kembar. Dan itu barang yang penuh kenangan yang aku punya.

    BalasHapus
  6. Nama : Annisa Rizki Sakih
    Twitter : annisakih
    Domisili : Batam, KepRi
    Link share : https://twitter.com/Annisakih/status/727056680354095105?s=09

    Menurut saya barang kenangan itu semestinya tidak untuk di jual. Segala kenangan pahit, manis, baik dan buruk hendaknya tersimpan rapi didalamnya. Tapi bila keadaan memang mendesak misalnya mau pindah ketempat yang tidak memungkinkan untuk dibawa atau butuh dana banget maka barang (-barang) yang ingin saya bagi di memorabilia ialah koleksi hello kitty saya.

    Saya lumayan telaten mengumpulkan segala barang bergambar atau bentuk tokoh kartun kucing manis ini. Sekali pandang pun saya ingat barang tersebut saya beli dimana, perjuangan mendapatkannya atau siapa yang memberikan ke saya dalam rangka apa. Bagi saya mereka adalah harta karun saya, sampai saya punya anak! Iya, anak saya lelaki, jadi suami sudah mengazzamkan demi kesehatan jiwa anak kami, saya jangan terlalu ngefans dengan Hello kitty lagi. Awalnya saya kira tidak mudah, tapi saat pandangan saya pertama kali beradu dengan putra saya, disaat itulah saya merasa, hello kitty tidak ada apa-apanya. Raanya saya bersedia membagikan seluruh memorabilia hello kitty yang saya punya saat itu juga!

    BalasHapus
  7. Kurnia Dwi Pertiwi
    @KDP264
    Bekasi, jawa barat
    https://mobile.twitter.com/KDP264/status/727031622105604096

    Tau boneka kertas? Yang bisa di pakein baju dll? Nah.. itu yang saya pilih. Kalau di daerah saya namanya baju-baju an, nggak tau dah di daerah lain.
    Kenapa pilih boneka kertas aka baju-bajuan, karena selain kenangan masa kecil yang banyak banget. Mainan ini salah satu favorit waktu kecil, mainnya cuman berdua. Sama teman namanya siska. Karena kebetulan pada saat itu anak perempuan hanya kita berdua saja. Pagi siang sore bahkan malem kita main itu. Dengan ide cerita ala kadarnya. Mungkin di luar nalar. Begitu lah anak kecil. Bebas, lepas, tanpa beban.kadang gambaran pun di jadikan kasur :D atau meja ntar gambarannya di lipet biar tegak jadi deh meja. Mainan ini tuh kalau beli juga masih murah banget, tapi mungkin akan sangat berharga bagi kita yang pernah mainan ini yang kadang sampe suka berantem sama temen *hayono ngaku :D yang main boneka kertas pasti punya kenangan masing2. Aku pun juga. Karena setelah itu Siska teman aku pindah rumah. Dia sekarang di padang. Meskipun begitu kita masih sering komunikasi loh.. kira2 udah 7 tahun lamanya kita berpisah, tapi kenangan kita nggak akan berpisah.

    Kalau boneka kertas di jual di memorabilia, saya yakin bukan cuman saya aja yang akan beli beserta kenangannya, tapi juga kamu yang pernah main mainan boneka kertas. Benar, kan? Karena di jaman sekarang mainan boneka kertas semakin punah dan anak kecilnya pada nggak ngerti cara mainnya. Padahal mainan itu dulu yang membuat masa kecil kita terasa indah :(

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Nama: Angelina Arum Wulandari
    Twitter: @angeliaaw249
    Domisili: Surabaya
    Link share: https://twitter.com/angeliaaw249/status/727107685817028609

    Barang yang aku pilih adalah bolpoinku. Bolpoin biasa sih gak ada keren-kerennya. Tintanya item, bentuknya biasa, harganya juga cuma 2.000 an kok hehehe. Alasannya karena dia pernah makai itu buat nulis. Nulis apapun itu. Tugas, ulangan, cuma coret-coret, jahilin aku, sampai cerita tentang perasaannya dia ke aku waktu itu. Terlebih lagi karena aku, pemiliknya, makai itu buat nulis cerita tentang aku sama dia.

    Selama menggunakan bolpoin ini, gak sedikit air mata yang tumpah karena luka yang dia kasih ke aku. Dan seiring waktu bolpoin itu terasa aneh kalau aku yang pakai.

    Pada akhirnya aku merasa asing dengan barangku sendiri ((aneh ya, cuma bolpoin)) sama juga dengan aku merasa asing waktu ngeliat dia senyum ke aku setelah segala luka yang dia torehkan.

    Meskipun aku berusaha bilang ke diriku sendiri, "itu cuma bolpoin astagahhh alay banget," tapi hati ini kayak gak percaya kalau itu cuma bolpoin. Hati ini ngerasa kalau ini lebih dari bolpoin. Ini tentang segala hal yang pernah kita tulis menggunakan bolpoin itu, tinta di dalam bolpoin itu yang buat aku, atau dia, bisa nulis kisah kita.

    Aku kok malah curhat(?) Sekian ya kak, maaf kalau malah curhat dan kedengeran alay eheheheh.

    BalasHapus
  10. Nama: Alicia Wijaya
    Twitter: @aliciawijaya
    Link: https://twitter.com/aliciawijaya/status/727136795184361472
    Domisili: Jakarta

    Barang yang menyimpan banyak memori dalam hidupku adalah sebuah boneka mickey mouse. Boneka itu dulu dimainkan oleh kakakku, lalu diberikan kepada saya setelah dia tidak memainkannya lagi. Walaupun saya sekarang tidak pernah memainkan bonekanya lagi, tetapi saya tetap menyimpan boneka tersebut. Pernah suatu ketika ibuku membereskan mainan untuk disumbangkan ke anak-anak tidak mampu. Saya melarangnya untuk memberikan boneka itu kepada mereka. Bukan karena saya tidak mau menyumbang, tetapi saya sangat menyayangi boneka itu, dari kecil saya selalu suka memaikan boneka itu, walaupun dibelikan boneka baru, tetapi saya tidak dapat lepas dari boneka itu. Kemana-mana saya selalu bawa boneka itu.

    BalasHapus
  11. Nama: Septia Sari Wulandari
    Akun twitter: @09sari10
    Domisili: Kota Bandung
    Link share: https://mobile.twitter.com/09sari10/status/727311814518693888
    Jawaban:

    Jika saya punya kesempatan berbagi kisah di Memorabilia, barang kenangan yang akan saya pilih yaitu binder yang berisikan beragam kertas 'file' dari beberapa jenis 'merk'. Alasannya, sebab binder itu adalah satu-satunya kenangan saya bersama rekan masa Sekolah Dasar. Kami tidak memiliki gambar bersama. Tidak. Hanya kertas-kertas yang beragam corak dan warna, yang ditukar dan ditulis masing-masing, termasuk saya sebagai empunya kertas itu. Ya, kertas itu berisikan biodata sederhana yang marak dilakukan di masa kami SD itu. Kertas yang dulu menyatukan kami, dari berbagai peredebatan dan perkelahian a la anak SD. Kertas yang dari beberapa 'merk' yang kami koleksi untuk sekadar kesukaan. Dari yang tanpa 'merk' hingga yang sekelas harvest dan adinata, yang menjadi kebanggan tersendiri untuk memilikinya. Kami semua, mulai dari anak perempuan hingga anak laki-laki memilikinya. Meskipun koleksi kami berbeda-beda. Tapi itulah, karena kami semua memiliki binder dan kertas-kertas itu. Tanpa kami sadari, memiliki biodata semua anak kelas merupakan hal yang rasanya diwajibkan, sangat menyenangkan, tidak lengkap rasanya kalau kami tidak punya biodata si A, si B, si C. Ataupun tak benar bila kami tidak memiliki biodata rekan karib kami.

    Kertas biodata itu adalah penyejuk, peredam kerinduanku dengan mereka. Karena kami kini telah berada pada jalan kami masing-masing. Karena dulu kami tak sekalipun merapat untuk kembali berkomunikasi. Semua kenangan kami masa SD bahkan telah tersimpan di memori masing-masing, yang entah masih melekat atau telah terhapus --terganti dengan memori rekan di jenjang sekolah lain. Entahlah. Satu-satunya kenangan bersama mereka saat SD adalah kertas biodata masing-masing yang ditulis penuh suka cita. Melihat cita-cita dulu dan mungkin cita-cita mereka di masa yang akan datang, yang rasanya bahkan tidak nyambung sama sekali. Membaca biodata masing-masing membuat ulu hati berdenyut, mata makin menyipit, sudut bibir makin ke atas. Aku merindukan kami berkumpul kembali. Semoga mereka membaca ini agar kami dapat berkumpul lagi.

    BalasHapus
  12. Nama: Diah P
    Domisili: Bekasi
    Twitter: @She_Spica
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/727339614512402433

    Barang yg ingin sekali kubagi di memorabilia adalah televisi 14 inc yg dibeli almarhum ayah pada tahun 1993. Pada masa itu d kampung saya hanya ada 2-3 rumah yg memiliki televisi dan aku serta keluargaku harus berjalan menempuh jarak 2 kilo meter hnya untuk numpang menonton tv d rumh orng berada. Krna melihat hampir setiap hari aku dan kakak kesana, akhirnya ayah mngumpulkan pundi demi pundi hingga akhirnya trbelilah tv 14 inc tersebut. Trhitung kematiannya yg sudah mncapai 18 tahun, tv tua itu masih selalu ad dan dirawat ibu dgn penuh kasih meskipun prkembangan zaman sudh maju dan kami memiliki tv baru yg lebih besar, tapi ibu tidak akan membiarkan tv itu mati.
    Sampai saat ini sudah puluhan kali tv itu mengalami perbaikan namun tetap terawat dan menyala di kamar ibu sampai sekrang.
    Dan setiap malam pun saya mash selalu mendengar suara tv itu dari kamar ibu. Terima kasih.

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. nama : Anandha Wahyu Ramadhan
    akun twitter : @Anandha_Ra
    domisili : Temanggung

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Rukuh dan Al Quran. Karena kedua barang itu sangat penting dalam hidup saya. Kakek dan nenek saya menghadiahkan rukuh dan Al Quran itu. Kedua barang tersebut selalu saya bawa kemanapun saya pergi.

    Rukuh dan Al Quran itu adalah kado ulangtahun terindah yang pernah saya dapatkan. Walaupun saya memiliki banyak rukuh dan Al Quran, hanya rukuh dan Al Quran dari kakek nenek yang selalu saya pakai.

    Alasannya sederhana. Saya menyukainya karena memberikan ketenangan dalam hidup saya di saat orang lain tidak bisa memberikannya pada saya.

    BalasHapus
  16. Nama : Roma DP
    Domisili : Ngawi, Jawa Timur
    Twitter : roma_dp9
    Link Share : https://twitter.com/roma_dp9/status/727349765231415296


    Barang yang ingin saya bagi di Memorabilia adalah klise foto. Saya punya beberapa klise foto yang saya kumpulkan dari sewaktu masih SD sampai terakhir kali kelas 2 SMP. Banyak sekali kenangan-kenangan yang tersimpan di klise-klise tersebut. Meskipun sekarang orang-orang sudah beralih ke digital, tapi melihat foto dari klise dengan cara menerawang (?) itu rasanya berbeda. Ketika melihat klise itu serasa kenangan-kenangan di dalamnya seperti diputar ulang. Meski hanya seperti siluet,tidak jelas, dan tidak berwarna, tapi justru itu yang membuatnya unik. Mungkin cuma saya ya yang suka melihat foto dari klise?

    BalasHapus
  17. Nama:Prajna Farravita
    Akun twitter:@Prajna_Vita
    Domisili:Jakarta Timur
    Link share:https://mobile.twitter.com/Prajna_Vita/status/727418216453033985
    Jawaban:

    "Jam tangan". Barang yang ingin saya bagi. Saya tak bisa jika tidak memakai jam tangan. Waktu ialah cara untuk mengukur seberapa lama kita melakukan pekerjaan itu. Saya mempunyai beberapa jam tangan yang sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki, tetapi dengan bentuk yang unik-unik, saya selalu sayang untuk membuangnya. Saya selalu menghitung waktu ketika melakukan perjalanan. Menargetkan berapa lama waktu dengan jarak tempuh. Selain itu, ketika mendengar detak jam, selalu terbesit bahwa waktu sering kali terasa lama, padahal berjalan cepat.

    Alasan saya membagi jam tangan untuk memorabilia ialah jam tangan memang terlihat sederhana, tetapi dengan mengingatkan kembali pada banyak orang bahwa waktu terus berjalan, saya ingin mengajak banyak orang untuk memanfaatkan waktu selagi masih ada. Mengajak banyak orang untuk melangkah lebih tepat dan cepat. Meskipun ketika melihat waktu, ada masa lalu yang terlintas, tetapi dengan melihat jarum jam itu akan mengingatkan kembali bahwa kita masih bisa memperbaikinya untuk waktu yang akan datang.

    BalasHapus
  18. Gita Nuirladikasari | @oneonlygzb | Batam | https://twitter.com/oneonlygzb/status/727476371052593154

    Jawaban : Enggak akan ku bagi kisah-ku dan enggak akan ku jual barang kenangan-ku. Karena aku ingin menyimpannya untukku sendiri. Menghargai pemberiannya. Apalagi aku sudah ikhlas dengan semua yang terjadi. Mau beribu kali ku ingat-pun tak akan ada air mata lagi, enggak akan ada menyesal lalu bersedih lalu galau lagi. Karena ya semua sudah terjadi, aku sudah bisa menerima. Kita tetap bisa bersama tapi dengan jalan kita masing-masing. Semua sudahaku jadikan pelajaran untuk ku kedepan. Dan aku tidak menyesal untuk itu

    BalasHapus
  19. nama : Rini Cipta Rahayu
    akun twitter : @rinicipta
    domisili : Karangasem

    Barang kenangan yang akan ku bagikan kisahnya adalah koleksi bungkus korek api. Aku mulai mengoleksi bungkus korek api sejak kelas 5 SD. Nggak tau kenapa bisa tertarik pada benda itu. Mungkin karena gambarnya beraneka ragam ya? Ternyata setelah ku kumpulkan dalam buku ID Card sekarang totalnya menjadi 4 buku atau sekitar 500 jenis gambar yang berbeda. Inget banget, dulu bela-belain melakukan segala cara untuk mendapatkan bungkus korek api yang aku inginkan. Pernah beli, nukar dengan bungkus korek lain, mungut bahkan dikasi minta oleh orang terdekat yang tau aku koleksi benda ini. Nggak jarang beberapa koleksiku juga ada yang kotor, terbakar bahkan gambarnya udah pudar. Tapi gimanapun kondisinya aku tetap suka hehe.. Ada kepuasan tersendiri ketika memandangi gambar-gambar bungkus korek api yang berjejer di buku ID Card itu. Sampai sekarangpun masih suka ngumpulin, meski susah banget karena kebanyakan gambarnya udah ada dan orang-orang sekarang lebih sering pakai korek gas dibandingkan korek api dengan pemantik yang sederhana.

    BalasHapus
  20. Nama: Kiki Amaliah
    Twitter: @kyoungsaeng
    Domisili: Indramayu, Jawa Barat


    Sebuah gelang. Karena melekat di tangan dan dari orang tersayang. Walau dilepas bukan merarti ia tak melekat di hati.

    BalasHapus
  21. Nama : Mega Widyawati
    Akun twitter : @widy4_w
    Domisili : Nganjuk,Jatim.

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Barangkali, aku akan memilih Buku diary ku yang aku cantumkan untuk berbagi mengenai kisahku. Ada yang bilang buku diary itu bersifat privasi, but, bila buku itu berisikan tentang pengalaman hidupku yang bermanfaat untuk dijadikan motivasi, enggak masalah kok kalo harus berbagi kenangan. Lagipula bila sesuatu dari kita bisa berguna bagi orang lain, bukankah kita akan merasa bangga pada diri sendiri dan lebih mencintai hidup untuk mengucapkan syukur.

    BalasHapus
  22. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Domisili : Purwakarta - Jawa Barat
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/727077434185551872?p=v


    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Binder, mungkin hanya itu barang yang paling banyak kenangannya. Tinggal mengisi ulang dan semua kejadian yang menjadikannya sebuah kenangan bisa ditumpahkan. Sampai sekarang aku hanya punya 1 binder, dan itu dikasih dari teman saat ulangtahunku yang ke-10. Waktu aku sekolah SD atau SMP dulu, tenar yang namanya bikin data diri, komplit dengan hobi, hal-hal favorit sampai puisi atau pantun, juga tanggapan teman yang mengisi terhadap diriku sendiri. Aku selalu meminta teman-temanku untuk mengisinya dan berbagi data diri masing-masing. Selain itu, binder juga menjadi tempat curhat yang kurasa aman. Selama perjalanan hidupku, kurasa semua tertuang disana. Dari hal yang aku sukai sampai yang tidak disukai ada disana. Kalo dilihat dan dibaca lagi sekarang bikin senyum-senyum dan malu sendiri.

    BalasHapus
  23. Nama: Husnul Aini
    Akun twitter: @azadinda
    Domisili: Mataram, Lombok.
    Link share: https://twitter.com/azadinda/status/727692182216278016

    Buku pelajaran. Ngingetin peristiwa pembullyan di sekolah. Bangkitin kenangan sama sahabat yang udah lama banget nggak ketemu bahkan sampai sekarang.

    BalasHapus
  24. Nama: Juna
    Twitter: @junabei
    Domisili: Jakarta Selatan
    Link: https://twitter.com/junabei/status/727708894299099136?s=09

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Buku-buku kedokteran dan segala hal yang berhubungan dengan dunia itu. Benda-benda itu selalu mengingatkan saya akan perjuangan yang saya lakukan di sana tanpa hasil. Itu membawa duka sendiri mengingat bagaimana saya menjalani hari-hari yang dulu dengan sangat berat, mengemban harapan besar orangtua sedangkan saya sama sekali tidak berminat. Mengingatkan bagaimana saya mengecewakan orangtua saya karena sudah berhenti dari sana. Mengingatkan akan stress yang saya hadapi tiap hari untuk berjuang di sana, bahkan berjuang untuk memberitahu keputusan saya ini pada orangtua.
    Karena tidak semua orang bisa mengerti apa yang saya rasakan, itu membuat saya ingin membaginya dengan memorabilia. Seperti apa yang dituliskan di atas, kalau kesedihan yang dibagi akan berkurang setengahnya.

    BalasHapus
  25. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    domisili: Serang

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    VCD & buku kisah Meteor Garden :D
    Dulu waktu booming MG, aku bela-belain ngumpulin uang buat beli VCD serial itu, aku nggak peduli walau harganya sampai ratusan ribu -yg waktu itu lumayan mahal loh!- karena saking sukanya sama serial itu. Bahkan, aku sampai bukuin loh ceritanya, persis sama dengan VCD-nya, cuplikan gambarnya aku ambil dari tabloid yg mengulas sinopsisnya tiap minggu, dan aku print di kantor pas waktu senggang hahahaa. Kalau diingat-ingat aku konyol banget waktu itu sampe segitunya nge-fans sama MG hahahaaa...

    Karena sekarang udah nggak sekonyol dulu, boleh deh aku jual itu memorable MG di Memorabilia, siapa tahu yg waktu itu belum lahir atau masih kecil mau juga menikmati kisah F4 dan Sanchai :D

    BalasHapus
  26. Nama: sari rahmawati
    twitter: @rie_bundaAzka
    domisili: Bogor
    share link: https://twitter.com/rie_bundaAzka/status/727769026986946561

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Buku laskar Pelangi-nya Andrea Hirata. Kenapa??? Karena buku ini mengingatkan aq sama seorang sahabat yang sudah meninggalkan aq dan dunia ini, aq selalu sedih setiap kali inget sama sahabatku ini, dia meninggal di tahun 2012 setelah 2 tahun berjuang melawan kanker payudara yang menyerangnya. Awal kenal karena sering ketemu di KRL Jabotabek karena kita sama-sama tinggal di Bogor dan kerja di Jakarta. Aq sering memperhatikan dia membaca buku, setelah kami kenal dekat aq menjadi pelanggan yang meminjam bukun-bukunya. menunggu dia selesai baca setelah itu langsung booking bukunya agar tidak dipinjamkan ke orang lain sebelum aq :D Sampai pas hari ulang tahunku dia menghadiahi aq sebuah buku berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, bukan buku baru tapi aq senang bukan main waktu dia bilang bukunya bukan buat dipinjemin tapi bisa jadi hak milik aq anggaplah sebagai hadiah ulang tahun. Apalagi buku itu memang baru dia beli dan belum ada orang lain yang meminjamnya. Kenangan yang gak pernah terlupakan karena dia sahabatku yang pertama kali ngasih aq buku sebagai hadiah. Menurutku dia adalah orang yang paling tahu dan mengerti aq, dia tahu aq suka baca tapi gak pernah beli buku.. makanya dia selalu kasih pinjam buku-bukunya untuk aq baca, hehehe.. Semenjak dia sakit lalu gak ada, otomatis aq ga punya teman yang pinjemin aq buku. Di awal kehilangan dia, setiap kali aq ingat kenangan kami bersama yang sebenarnya hanya di KRL setiap pagi dan sore ketika akan berangkat dan pulang kerja, tapi rasanya kenangan kami bersahabt sangat membekas di hati. Aq ambil buku pemberiannya lalu kubaca. gak terhitung berapa kali aq baca buku itu. saat-saat terakhir dia berjuang melawan maut pun aq sempat datang menjenguknya, melihat kondisinya yang sudah sangat memprihatinkan membuatku ingin menangis sejadi-jadinya tapi aq tahan, aq pikir aq harus kuat setidaknya agar dia tidak merasa semakin terpuruk melihat sahabatnya yang menangisi dia. Kenangan memang bukan untuk dilupakan tapi untuk disimpan di dalam hati. kalau buku itu bisa aq bagi di memorabilia mungkin bisa sedikit menyimpan kesedihan setiap kali melihat buku itu. Hidup akan berjalan terus dan kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi pada orang terdekat kita atau bahkan pada diri kita sendiri :)

    BalasHapus
  27. Heni Susanti | @hensus91 | Pati – Jawa Tengah

    “Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?”

    Sebenarnya aku adalah tipe orang yang suka menimbun barang apapun yang menurutku memiliki kenangan, bahkan sekecil apapun kenangan itu. Aku susah membuang atau menjualnya karena sayang, bahkan walaupun barang itu sudah tidak terpakai dan hanya terpenjara dalam kardus yang bertumpuk-tumpuk diatas lemari kamar dan membuat Ibu ngomel tiap kali masuk kamar karena dianggap menimbun sampah :)

    Tapi kalau untuk berbagi kisah di Memorabilia tanpa harus menjual barangnya, aku akan memilih sepatu kets. Sepatu itulah yang menemani perjalananku sejak lulus SMA sampai satu tahun hidup di Semarang. Mulai dari mendaftar pertama di satu institusi pendidikan kerja, datang ke Semarang pertama kali dengan naik bus sendirian, salah turun karena mabuk darat dan harus berjalan kaki lebih dari 2 km karena tidak ada angkot ataupun bus yang lewat, mencari rumah kos, kenalan dengan orang-orang baru, belajar selama satu tahun, berjam-jam duduk di lab komputer kampus karena tidak punya laptop sampai ketiduran di lab saat sibuk membuat tugas akhir. Semua itu dia adalah saksinya.

    Selama satu tahun aku menyandang status mahasiswa (?) sepatu itu adalah teman perjuangan. Dia akan menahan diri kuinjak seharian dan tidak mengeluh walaupun kuabaikan. Duduk manis di rak saat aku sibuk bercengkerama dengan teman-teman kos dan tetap mengabaikan dia. Tidak mengeluh walaupun akan jadi alat penyalur kekesalan dan kulempar pada orang lain. Tetap setia walaupun jarang kuperhatikan (jarang dicuci :D) dan tahan banting karena dia awet sekali. Bagaimanapun perjalanannya dia tetap bertahan sampai aku lulus pendidikan. Bahkan saat wisuda aku memakainya selama perjalanan dari kos sampai hotel sebelum dia ikhlas masuk kresek dan digantikan heels yang indah.

    Dia adalah teman perjuanganku selama di perantauan. Panas, terik, hujan, badai, dia yang paling setia. :D

    BalasHapus
  28. Nama: Clarance Fawnia Griselda
    Akun twitter: @nabilla1012_
    Domisili: Cirebon
    Link share : https://twitter.com/nabilla1012_/status/727786470015049729

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Barang yang akan saya pilih adalah Laptop karena laptop yang biasa saya pakai menyimpan banyak kenangan dari saya kelas 8 SMP sampe sekarang. Teman saya selalu bilang ke saya
    "Kenapa sih kamu selalu bawa laptop setiap pergi?"
    Saya selalu menjawab karena saya menyimpan semua kenangan saya dalam dokumen dilaptop ini. Setiap saya pergi saya harus menulis cerita tentang apa yang saya lakukan setiap harinya. Dan didalam laptop juga saya banyak menyimpan hal yang saya harus ingat dan saya harus lupakan.

    BalasHapus
  29. Esty
    @estiyuliastri
    Mjokerto

    Aku ingin membagikan kisah lemari kayu peninggalan nenek di Memorabilia. Mengapa?
    Karena lemari ini punya history tersendiri bagiku & ibu. Kata ibu beberapa bulan sebelum nenek meninggal, nenek sempat berpesan agar lemari kayu tersebut diletakkan di rumah kami. Namun setelah nenek tiada, ibu selalu nampak sedih & melamun setiap kali membuka lemari kayu itu. Ibu juga tidak sampai hati menggunakan lemari tersebut untuk menyimpan pakaian-pakaiannya. Ibu mengatakan, "Lemari ini bau aroma baju nenek, kalau ibu masukkan baju-baju kita ke dalam lemari ini rasanya bau aroma nenek ikut hilang...", hiks. Sedih juga kalo ingat ibu mengatakan kalimat tersebut.
    Jadi lemari kayu ini pun tetap setia menghiasi sudut kamar, tanpa ada sehelai pakaian-pun di dalamnya..hihii
    Nah, karena rumah kami mulai penuh sesak dengan furniture serta perabotan, dan jika dibiarkan teronggok begitu saja lemari kayu ini lama kelamaan akan habis dimakan rayap sehingga hilang fungsinya. Oleh karena itu aku ingin membagikan kisah ini dalam Memorabilia. Alasannya adalah lemari kayu ini tidak bisa dibuang begitu saja karena punya nilai istimewa. Lemari kayu ini juga tidak akan aku jual ke sembarang orang, karena aku & ibu ingin menemukan orang yang tepat, yg bisa merawatnya dengan baik 😊
    Trimakasih

    BalasHapus
  30. Nama: Fetreiscia Frida
    Twitter: @fetreisciafrida
    Domisili: Jakarta

    Aku mau memberikan sebuah celengan berbentuk bola basket kepada Memorabilia. Celengan ini merupakan benda pertama yang aku beli dengan uangku sendiri. Benda pertama yang tadinya mau aku kasih buat seorang cowok.
    Waktu itu kelas 2SMP, pertama kalinya merasa tertarik dengan lawan jenis. Waktu itu dia mau ulang tahun, pas lagi jalan2 liat celengan ini. Kebetulan juga dia itu suka banget sama basket. Jadinya aku beliin celengan ini pengen kadoin buat dia. Tapi pada akhirnya sampai dia ulang tahun pun aku ga berani kasih celengan itu ke dia. Aku takut, malu, gengsi. Pokoknya campur aduk. Sahabat aku yang tau aku beli celengan itu buat dia sampe2 ngomelin aku kenapa ga kasih aja ke dia. Akhirnya celengan itu sampai sekarang, sampai saat ini masih ada di rumah aku. Ga pernah aku kasih ke dia. Dan beberapa hari setelah dia ulang tahun aku terus2an mikir, kenapa aku bodoh banget sih ga berani kasih ke dia. Bilang aja kan kado. Tapi ya karena alasan takut dan malah dipikir yang engga2 sama dianya aku ga pernah kasih celengan itu ke dia. Sekarang kalau lihat celengan itu pasti sesekali kepikiran saat2 itu. Kepikiran juga sama orangnya. Dan berpikir jika dulu aku kasih celengan itu ke dia apa yang mungkin terjadi. Mungkin pengalaman pertama tertarik sama lawan jenis akan lebih baik.
    Jadi aku mau memberikan celengan itu ke Memorabilia supaya orang2 yang pengen memberikan sesuatu untuk orang yang spesial buat mereka ga takut2 lagi. Kasih aja. Kasih tau mereka apa yang kamu rasakan. Atau ga kamu bisa nyesel kaya aku karena ga pernah mecoba untuk memulainya. Mungkin kadang harus diri kita sendiri yang memulai supaya terjadi sesuatu hal yang baik.

    BalasHapus
  31. nama : Dhita Ayu Pramesti
    twitter : @dditayp
    domisili : Cimahi


    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    rasanya berat untuk saya pribadi berbagi hal ini. Ketika saya membaca pertanyaan itu, yang ada di benak saya adalah suatu benda yg sangat membuat saya takut. Ya, saya masih takut mengungkapkan alasan di balik benda tersebut. Sebuah benda yang membuat saya kehilangan jati diri saya sendiri. Kemudian saya berpikir, benda apa yang membawa kenangan manis kepada saya dan mata saya pun tertuju pada 3 koin yang saya selipkan di bungkusan kertas origami. 3 koin ini ada kenangan manisnya dan juga pahitnya. Saya mendapatkan koin koin ini dari seseorang yang diam-diam saya sukai selama 1 tahun lebih tanpa mengetahui namanya. Konyol ngga sih, untuk zaman yang serba canggih untuk "perkepoan" saya memilih untuk DIAM tidak mencari juga tidak bertanya kepada teman. di pikiran saya, biarin aja lah nama ini cukup bisa liat juga udah syukur. Hahaha sebutlah saya idiot kali ini. Dia adik kelas saya, sehari-harinya melewati ruang kelas saya dan saya pun setiap pagi diam di depan kelas untuk curi-curi pandang. Ya rasa ini bahkan teman-teman saya pun tidak mengetahuinya, yang mereka tahu hanyalah "oh, itu yang lumayan teh." Sempat untuk mencari tahu siapa namanya, tapi saya urungkan ketika dia melewati saya bersama kekasihnya. Pikiran saya pun,oh mmungkin ini cuma tertarik sementara, tapi tetap saja setiap dia melewati saya saya pun ikut meliriknya sampai ke ujung koridor sekalipun! Singkatnya saya yg saat itu kelas 12 pindah gedung karena sekolah saya memang terdiri dari 2 gedung yang berjauhan dan di sana pun saya sudah tidak memikirkan dia lagi. Hampir setengah tahun saya belajar di gedung yg terpisah akhirnya saya menghadapi uas. 3 hari sebelum uas saya pun bertanya kepada teman saya, mantannya mantan(mantan teman saya ini ternyata mantannya dia juga) kamu siapa? teman saya pun menjawab satu baris nama, simpel banget kan, setaun nunggu buat milih ngga tau namanya dan terjawab dalam hitungan detik. 3 hari berselang, saya pun berangkat pagi untuk mengecek ruangan, maklum uas hari pertama. Tidak disangka-sangka ternyata yang duduk di smaping saya adalah adik kelas itu. Ngga nyangka kan? setahun saya memilih diam tapi akhirnya diberi kesempatan seperti ini, rasanya saya ingin mengulang seminggu yang terasa sangat singkat itu. Ketika harapan saya pendam dalam-dalam dan ketika Pencipta saya mengatakan bertemu, ya terjadi dan percayalah ini manis banget. Di hari terakhirlah saya mendapat koin tadi. Sebenarnya, koin yang diberikannya hanya dua tapi tercampur oleh koin yang saya miliki. Koin memiliki sisi yang bersisian dengan kekuatan yang sama, kesan manis juga pahit saya dapatkan dari koin ini. Berselang 2 bulan, saya pulang sekolah dan mendapati koin yg saya simpan di samping tempat tidur hilang. Ternyata diambil oleh ibu saya, saya menangis tidak karuan mengingat kesempatan itu hal yg terlangka, saking emosinya saya yg tidak memiliki konrol yg baik pada emosi sendiri tanpa sengaja membanting laptop saya. Sudah durhaka kepada ibu, koin sempat ilang, juga laptop yang terbanting. Awalnya ibu saya berpikir jika saya kan tidak menyukai recehan(recehan itu berisik kalo ditempatin di tempat yg sama) maka dari itu ibu saya berniat menukarnya dengan lembaran. Setiap melihat koin tersebut, jujur ada kesan manis juga pahit setelahnya, ada rasa bahagia karna hal itu memang hal yang sangat tidak terduga juga rasa bersalah saya. ah kan baper kan

    BalasHapus
  32. Nama: Arfidiah fitri
    Akun Twitter: @arfidiahfitri
    Domisili: Malang
    Link share:
    https://mobile.twitter.com/arfidiahfitri/status/728001925409447936?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C9750807627


    Barang kenangan yg aku ingin share ke memorabilia adalah sepasang sepatu sendal yg dibelikan mama 5tahun yg lalu, sedikit memiliki hak yg sebenarnya aku tidak suka, tapi demi aku yg kata mama beranjak dewasa ,wajar kalau makai itu jadi Mama tetap beliin dan langsung dijahit supaya tidak cepat rusak.
    Aku anak yg grasak grusuk dan lbh menyukai gaya yg sporty/kasual maka nya mama berinisiatif langsung menjahitnya agar talinya tidak lepas/copot waktu awal dibeli dan alhamdulillah sampe sekarang sepatu sendalnya awet walau warnanya sudah terlihat pudar hehehe.
    Bagiku semua yg mama belikan itu berharga terutama sepatu sendal itu, aku hendak kemana selalu aku pakai, selain aku menghargai pemberian Mama, aku merasa Mama ikut berjalan juga menemani langkah kakiku. Sampai aku datang merantau ,sepatu sendalnya aku bawa, aku pakai dalam perjalanan, klasik memang tapi aku selalu berpikir bahwa lewat pemberiannya, ada doa seorang Ibu yg terselip utk kebaikan anaknya. Mama selalu begitu ingin aku terlihat baik untuk ukuran remaja introvert sepertiku. Dan aku yakin setiap Ibu yg berada dibelahan dunia manapun pasti ingin yg terbaik untuk anak anaknya.


    BalasHapus
  33. Nama : Suwardi
    Twitter : @ivedvedi
    Domisili : Kediri

    Selimut bayi. Kehangatan serta kenyamanan yang diberikan ibu ku lewat selimut itu. Meskipun aku terlalu kecil bahkan masih terlalu bayi. Untuk mengingat semua di masa aku masih menjadi seorang bayi.
    Hanya sebuah selimut bayi, yang masih terlipat rapi diantara lemari pakaian ku. Sebuah selimut, dimana hanya ada aku saja. Yang mampu melihat bayang -bayang dari ibu. Meski ia berlalu dahulu demi aku. Selimut bayi penuh tangisan rindu, yang membawa ku selalu kepada pelukan ibu. Setiap kali aku membuka lemari bajuku, aku menangis. Sebuah selimut, yang menggiring ku untuk menemukan apa itu yang dinamakan kasih sayang seorang ibu? Cuman selimut bayi ini, yang memberikan ku sedikit kehangatan serta kenyamanan.


    BalasHapus
  34. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Domisili : Jepara
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/728035945757310976

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Mungkin aku akan memilih koleksi perangko yang sejak Mts aku koleksi dan koleksi poster-poster berbagai artis dari Taiwan juga Korea yang aku koleksi. Yah, dulu entah kenapa aku suka sekali mengoleksi berbagai macam perangko. Aku memang suka sekali berkirim surat dengan sahabat pena. Juga mengoleksi berbagai poster artis. Aku memilih kedua barang itu, karena keduanya memiliki kenangan tersendiri, tentang jejak hobi baru yang baru kutekuni, juga kesenangan ketika membangun persahabatan dengan orang-orang baru. Serta sebuah usaha dalam menabung demi sebuah mencapai sebuah harapan. Bahwa dalam segala sesuatu memang butuh perjuangan.

    BalasHapus
  35. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Domisili: Kota Bengkulu

    "Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?"

    Pianika.
    Aku memilih pianika bukan berarti karena pianika ini punya kenangan pahit dihidupku. Malah, ada banyak kenangan manis yang tercipta olehnya. Pianika ini dibelikan oleh papaku saat aku duduk di kelas 6 SD karena ada pelajaran kesenian. Sebelum punya sendiri, aku pinjam sama sepupuku. Karena papaku kasihan aku pinjam sana sini terus, jadi hari Jum'at sepulang sekolah aku dijemput papaku pergi ke toko alat musik buat beli pianika :') Jadi, tiap pelajaran kesenian dari kelas 6 SD sampai kelas 3 SMP kalau disuruh bawa alat musik, aku sudah punya.
    Saat aku masuk tim drum band pertama kali dan jadi bagian pianika, pianika ini juga yang berjasa menemaniku dihari-hari latihan. Saat SMA, aku tidak begitu menggunakan pianika lagi, jadi pianika ini lebih sering disimpan sama adikku yang paling kecil karena dia masih SD. Setelahnya, pianika ku sering dipinjam oleh tetangga atau adik sepupu yang masih SD juga untuk pelajaran yang sama, Kesenian. Sampai sekarang, pianika itu masih sangat bagus, bahkan kotaknya masih bagus. Karena itulah, aku ingin berbagi pianikaku yang sangat manis di Memorabilia, khususnya bagi adik-adik yang membutuhkan pianika untuk mata pelajaran Kesenian.

    BalasHapus
  36. Nama: Fitriscia Jacilia
    Twitter: @jacilpo
    Domisili: Jakarta

    Barang kenangan yang ingin aku berikan ke Memorabilia adalah sebuah dress yang aku gunakan ketika prom night perpisahaan jaman SMP dulu. Sebenarnya dress ini akan menjadi kenangan manis bagiku, karena ini adalah dress pertama yang aku gunakan. Aku perempuan, tapi jarang pake rok kexuali rok sekolah, maka itu aku senang sewaktu memakai dress ini. Tapi kemudian dress ini berubah menjadi kenangan pahit. Karena entah kenapa, aku melihat tatapan2 aneh teman-teman ku ketika aku memakai dress itu. Aku tidak tau alasannya, tapi aku menyimpulkan dress ini jelek dimata mereka. Akibatnya selama jalannya acara aku menjadi sama sekali tidak percaya diri dan malah jadi tidak menikmati acara. Maka itu aku ingin memberikan barang ini ke Memorabilia, sehingga aku bisa melupakan masa-masa prom night SMP yang pahit itu ketika aku melihat dress ini di lemariku. Dan supaya aku lebih percaya diri lagi dengan apa yang aku pakai, selama yang aku pakai itu memang pantas aku pakai dan sesuai tempatnya.

    BalasHapus
  37. Nama: Ratna Sari
    Twitter: @nAshari3
    Domisili : Cikampek
    Link Share: https://twitter.com/nAshari3/status/728463492810838016

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Sebenarnya, semua barang yang saya miliki mempunyai kenangan tersendiri kak. Baik itu pemberian dari orang terdekat ataupun yang saya beli sendiri. Tapi, jika saya harus membagi kisah di Memorabilia, saya akan membagi kisah 3 barang ini(boleh ya kak :D *kedipin*)

    1. SIM Card, barang ini simple sih, semua orang pasti memilikinya. Bahkan, untuk sekarang apalah arti sebuah SIM Card? Harga sudah murah, bisa dibeli dimanapun, bahkan menjamur, kalau bosan bisa beli trus buang, trus beli lagi. Tapi, yang paling spesial dari barang ini bagiku adalah karena SIM Card ini adalah SIM Card yang pertama kali saya miliki. Ini hadiah pemberian dari Mama saat saya berulang tahun sweet seventeen. Mama memberiku handphone beserta SIM Cardnya dengan nomer yang cantik. Dan sampai hari ini masih saya gunakan untuk berkomunikasi, untuk online, bahkan untuk mengikuti GA ini. hahaha... Padahal, SIM Card ini sudah berusia 11 tahun. Selain itu, SIM Card ini menjadi penghubung silaturahmi saya dengan teman-teman SMA, kuliah, bahkan teman-teman kerja saya sekarang. Penghubung masa lalu dan masa kini saya. Maka dari itu, saya hanya berbagi kisahnya kak, tapi tidak mau menjualnya.

    2. Potongan tiket AS Roma waktu ke Indonesia tanggal 25 Juli 2015. Kenapa barang ini menjadi kenanganku yg spesial? Karena AS Roma adalah klub bola favoritku kak. Aku suka AS Roma sejak tahun 2000 (saat SMP.. aduh, ketauan deh umurnya.heheh) Klub asal italia itu mengubah diri saya kak, sejak saat itu saya suka sekali dengan sepakbola, padahal saya perempuan. Sampai saya bercita-cita, ingin pergi ke Italia untuk menonton langsung pertandingannya. Sayangnya sampai hari ini saya belum bisa ke Italia. Hiks.. Tapi, akhirnya saya berkesampatan melihat langsung pemain klub favorit saya itu secara langsung (biasanya saya hanya bisa melihat di televisi atau streaming) di stadion Gelora Bung Karno (GBK). Ini juga bukan tanpa hambatan. AS Roma bukan seperti klub sepakbola dari Italia seperti Juventus, Milan ataupun Inter Milan yang banyak fansnya di Indonesia, jadi kemungkinan untuk datang kesini sangat langka. Tapi, saat tahun 2014 mereka mengumumkan akan datang ke Indonesia, namun setelah tiket sudah dibeli, mereka membatalkan kedatangannya. Jujur saat itu, saya seperti di PHP'in kak. Dan kemudian mereka memberitahu bahwa akan datang kesini tahun depan (2015), seneng banget tapi was-was. Karena saat itu, sepakbola di Indonesia sedang kisruh, bahkan dibekukan oleh FIFA (Federasi sepakbola dunia). Alhamdulilah kak, mereka akhirnya benar-benar datang ke Indonesia dan saya pun bisa melihat langsung pertandingannya di Stadion. Dream come true banget kak. Tiket pertandingannya saya laminating, dan saya simpan dengan sebaik-baiknya, karena saya tidak tau sampai kapan saya bisa melihat pertandingannya lagi baik di Indonesia ataupun di Italia. Tiket ini gak akan saya jual kak. xixixi

    BalasHapus
  38. Ini barang ketiganya kak, coz tadi limit :(


    3. Berhubung dua barang kenangan saya diatas memberi kisah yang membahagiakan untuk saya, maka saya tidak akan membuangnya atau menjualnya, saya akan membagi kisah barang yang "akhirnya" akan saya jual. xixixi
    Barang itu adalah novel The Monogram Murder Agatha Christie by Sophie Hannah. Novel ini adalah hadiah ulang tahun saya tahun lalu dari pacar saya (waktu itu). Dia menghadiahkan novel itu karena saya adalah penggemar Agatha Christie dan novel itu yang terbaru diterbitkan. Saat itu memang menjadi barang yang membahagiakan untuk saya. Apalagi, saat tau bahwa dia membelinya saat dia sedang mengikuti tes di salah satu perusahaan pemerintah di jakarta (di kota saya hanya ada satu toko buku, tapi tidak lengkap). Namun selesai saya membacanya, selesai juga kisah saya dengan pacar saya itu. Hiks... Jujur, saya tidak mau membuang atau membakar novel tersebut (seperti saran dari dirinya), karena saya tidak rela sebuah buku dibakar begitu saja. Tapi saya pun tidak sanggup melihat novel itu berjejer dengan novel-novel agatha christie mikik saya yg lain. Sakit kak hati ini. Oleh karena itu, saya akan membaginya di Memorabilia. Syaratnya cuma satu, harus penggemar Agatha Christie. Karena dia mungkin akan menghargai novel tersebut lebih baik daripada saya.

    BalasHapus
  39. Nama : Fitriani Dewi
    Twitter : @fitrianidewi914
    Domisili : Cirebon, Jawa Barat
    Link share :
    http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/2016/05/blog-tour-memorabilia-giveaway.html?m=1

    Jawaban : Barang yang saya pilih untuk dijadikan kenangan adalah satu bingkai dengan sebuah sketsa wajah diri saya. Salah satu hadiah dari orang terdekat. Sederhana memang, tapi saya menyukainya karena hadiah itu sengaja dibuat dan diberikan khusus di hari special saya yang ke-17 tahun. Saya tak pernah memandang dari tampilannya yang sederhana, melainkan memandang bagaimana hadiah itu dibuat dengan segala kreatifitas sang pembuatnya. Sederhana bagi banyak orang, tapi tak semua orang bisa melakukannya dengan sebuah kreatifitas. Karena itulah saya sangat menghargai hasil karyanya. Karena sebuah hadiah bukan seberapa mahal ataupun seberapa mewah untuk diberikan, melainkan seberapa berkesan dan berharganya untuk dikenang bagi si penerimanya.

    BalasHapus
  40. Putri Prama A.
    @putripramaa
    Probolinggo
    Nah, kalau ada Memorabilia, kebetulan banget aku pengen banget 'menyumbangkan' barang kenanganku, nih. Jadi, ada beberapa barang yang mengganjal cara berpikirku akan 'masa depan'ku, di antaranya:
    1. 2 buku dan 1 notes kecil yang isinya tentang satu orang, yang bikin hari-hariku selama ini adem ayem lalu berubah menjadi kacau balau dalam satu waktu. Karena kemampuan orang tersebut itulah, aku ingin menyumbangkan benda yang menjadi penyimpan kenangan itu. Jadi, sumbangin barang ini!
    2. Satu novel yang dia berikan ketika perasaanku lagi adem-ayem. Setiap lihat cover hijaunya yang menyegarkan itu, otakku rasanya jadi keruh--berkebalikan dengan kesan warna covernya. Huft, sumbangin deh!
    3. Scarf berwarna biru langit yang ternyata dia juga punya. Nyebelin banget sewaktu kemah ternyata scarf sangga kita warnanya sama, sanggaku warnanya biru langit sedangkan sangga dia warnanya biru laut. Warna laut kan memantulkan warna langit, jadi warnanya sama deh! Pas lihat scarf ini bawaannya pengen marah sama diri sendiri, kenapa aku bisa sebodoh itu buat buang waktuku selama ini? So, sumbangiiiin!
    4. Hape yang menjadi saksi bisu keakraban kami. Hape yang sampai layarnya rusak pun masih aku pakai buat smsan--yah maklum waktu itu lagi hebringnya smsan, hehehe. Hape itu masih bisa digunakan sepertinya, cuma ya layarnya udah garis-garis gara-gara yang make nggak sabaran (habis mandi langsung pegang, hehehe).
    5. Pin yang nggak cuma satu yang sama-sama kami miliki. Jadi, malas kembaran barang karena bawaannya menyesal dan marah.

    Nah, barang-barang itu akan kubungkus dengan kertas kado yang dia gunakan untuk membungkus hadiah untukku. Ternyata masih kussimpan saja pritilan-pritilan barangnya.
    Dari barang-barang tersebut aku ingin berbagi kisah bahwa jangan sampai kita membuang waktu berharga kita untuk orang yang jelas-jelas tidak menginginkan kita. Kalau kita menginginkan ada hubungan istimewa tetapi yang mengusahakan hubungan itu hanya satu pihak saja, hubungan istimewa itu nggak akan hadir. Menjalin hubungan itu seperti simbiosis mutualisme, saling berusaha dan saling diuntungkan.

    BalasHapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  42. Khoyul
    @Jkhoyul
    Blitar Jatim

    Jam tangan. Karena nggak pengen ingat muka asem yang ngasih.

    Sudah berkali-kali nulis banyak setiap kali di poskan internet selalu down. Mungkin Tuhan nggak redo aku nulis pengalaman buruk di sini.

    BalasHapus
  43. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Domisili : Aceh

    Buku harianku.
    Tenang.. buku hariannya masih kosong kok.. Cuma buku harianku berseries, bukan novel aja yg ada seriesnya, buku harianku juga ada seriesnya. Aku punya beberapa stock buku harianku. Dan nantinya aku akan berbagi buku ini. Biar orang yang mendapat kenangan buku harianku juga bisa berbagi kisah dan jalan hidupnya di buku ini. supaya apa yg terjadi selama hidupnya tidak pernah terlupakan olehnya, dan kenangan itu akan selalu tersimpan rapi di dalamnya.
    Dan secara tak langsung orang itu telah menjadi seorang penulis yg handal untuk dirinya sendiri.

    Sekian
    Salam Pida Alandrian

    BalasHapus
  44. Nama: Ari
    twitter: @tiarizee
    Domisili: Lampung

    Ah, membuka kotak khusus kenanganku itu sama aja dengan memberi kejutan kembali untuk diri sendiri. Aku ini penimbun barang. Dan kembali melihat barang yang sudah sekian lama tidak aku gunakan namun penuh makna untuk menjawab pertanyaan GA kali ini membuat air mataku merebak seketika.

    https://twitter.com/tiarizee/status/728933023471652869
    Perkenalkan, itu hadiah pertama yang aku terima sepanjang hidupku setelah mengetahui bahwa biasanya setelah ulang tahun kita akan mendapatkan kado. Ya, hadiah ulang tahun pertamaku tersebut dari ayahku; kotak pensil tiga tingkat yang unik. Hadiah ini aku terima saat kelas satu SD. Ah, aku ingat bagaimana kesalnya aku saat di pagi hari aku berulang tahun tidak mendapatkan kado--maklumi saja aku masih kecil. Namun saat pulang sekolah aku langsung sumringah karena ayah membawa kado berisi kotak pensil itu serta pesan, "Jangan hilang kalau dibawa ke sekolah". Aku masih ingat, betapa senangnya aku saat itu mendapatkan kado ulang tahun pertama dalam hidupku. Pada tingkat pertama pada kotak pensil itu khusus menaruh pensil, di tingkat kedua bisa menaruh barang apa saja--seharusnya aku bisa menggambar di papan tingkat kedua karena ada spidol dan penghapusnya namun entah hilang kemana--dan yang paling membuatku menyukai kotak pensil ini ada di tingkat ketiga. Ada video game-nya. Aku bisa menggunakan kartu yang ada (yang seharusnya ada 4 kartu namun juga hilang entah kemana) untuk bermain game. Saat membawa kotak pensil itu ke sekolah, aku masih ingat bagaimana bangganya aku menceritakan ayah yang memberikan kado itu padaku. Dulu, punya video game untuk anak-anak itu udah gaul banget, apalagi video game nya ada di kotak pensil. Duh aku langsung jadi pusat perhatian saat di kelas. Bahkan aku juga pernah menangis karena ada yang meminjam kotak pensilku untuk bermain game tanpa seiizinku x) Alasannya satu; Aku takut jika teman-temanku memainkannya tanpa pengawasanku barang itu akan cepat rusak. Tentu saja aku sangat sangat menjaganya karena kotak pensil ini pemberian dari ayah.

    Hahaha aku baru sadar setelah sekian lama tidak menggunakan kotak pensil ini kalau video game nya sudah tidak mau hidup. Hm, mungkin karena baterainya sudah habis. Terimakasih untuk pertanyaan GA kali ini yang sudah mengingatkanku pada kotak pensil bersejarahku ini.
    Barang yang akan kuingat sepanjang masa walau sudah kuberi pada orang lain sebagai memorabilia. Aku harap siapapun yang akan menerima barang ini nantinya bisa merasakan senang dan bahagianya aku saat mempunyai barang ini :)

    BalasHapus
  45. Nama : julia dwi kartikasari
    Twitter : @juliakartika326
    Domisili : nganjuk, jatim
    Link share : https://twitter.com/juliakartika326/status/728948380496478208

    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Barang yang aku pilih adalah buku novel pertama yang aku punya, karena berkat novel yang berjudul morning gloria, aku menjadi suka membaca. Aku akan berbagi cerita bagaimana aku bisa dapatkan sebuah buku, siapa orang yang mau menjadi tempat curhat tentang bukuku, dan banyak lagi. Dan sahabatku adalah orang pertama yang berpikiran sama dengan apa yang aku pikirkan tentang buku. Kami mulai suka membaca bersama, saling tukar buku bacaan, apapun bukunya, saling berkomentar tentang buku yang kami baca, dan karena yang kami bahas tidak jauh dari buku, akhirnya bertambahlah satu orang yang tertarik dengan buku, karena sering mendengarkan kami bicara.

    Karena menurutku buku itu sangat penting seperti kenangan, harapan, saksi bisu, itulah bukuku, jadi sesuatu yang bisa buat orang jadi suka baca buku adalah kenangan yang berharga. Dan sesuatu itu adalah buku novel pertama yang aku punya yaitu morning gloria.

    Semoga kali ini beruntung😊

    BalasHapus
  46. Nama:Muhammad Rizaldi
    Akun twitter: @rizaldiMonsterz
    Domisili:Pasuruan, Jawa Timur

    Ada salah satu barang yang membawa kenangan dan juga setidaknya masih bernilai jual yaitu dvd hasil aku memaksa ayahku membelikannya untukku.

    Singkat cerita tv kami sudah sangat rusak beberapa tahun lalu namun keadaan ekonomi kami sudah tergerus oleh kebutuhan sehari-hari. Namun ayah tetap mengusahakan membelinya dengan menaiki sepeda setiap hari ke pabrik agar menghemat biaya. Lantas dalam kurun waktu 2 bulan ayah sudah mengumpulkan uang untuk membeli tv baru. Ayah hanya mengajakku pada waktu itu. Sesampainya di toko ia dipojokkan oleh 2 tipe tv, tv mahal dan tv murah sebenarnya tv mahal tidak terlalu mahal karna uang ayah cukup untuk membelinya namun, akulah yang sebenarnya membingungkan ayahku aku ingin membeli dvd yang membuat ayah memilih tv yang sedikit lebih murah, sebenarnya ayah ingin yang tv mahal karna ia sudah mengincarnya sejak sebelum menabung. Namun, setelah aku dan ayah bertukar pendapat dan ayah tak tega melihat wajahku yang kusut, ia akhirnya mengalah dan membeli tv murah. Sepulang dari toko itu terasa ada yang mengganjal di hatiku. Benar saja ternyata 1 bulan kemudian ayah membelikanku sebuah laptop karna alasan aku sudah smp dan nanti akan memerlukan laptop. Dan laptop tersebut mempunyai fitur dvd player didalamnya, setelah hari itu dvd player yang dibelikan ayah menjadi tak berguna lagi bagiku, rasanya tidak praktis dan ibuku tak suka nonton film dvd.

    Kesimpulannya saya ingin memilih dvd itu untuk berbagi kisah karna barang itu mengingatkan saya agar tidak tergesa-gesa mengambil keputusan dan tidak memaksakan kehendak kita, agar kita tidak dirundung penyesalan karna akhirnya apa yang kita paksa menjadi sesuatu yang hampa.

    BalasHapus
  47. Nama: emma
    Twitter id : @emmanoer22
    Domisili : indragiri hulu, riau.

    Jawaban : barang kenangan yang aku pilih adalah boneka babe dan bantal love, mengapa? Karena dua barang itulah pemberian seseorang yang ingin aku lepaskan dari memoriku dan hatiku. Mungkin dua barang tersebut enggak akan punya pengaruh banyak untuk aku bisa melupakan dia tapi setidaknya barang tersebut tidak akan mengingatkan aku dengan sosoknya saat dimana memberikan barang" itu. Karena dengan melihat benda" itu aku akan mengingat saat dia mengelus rambutku, tersenyum kecil tiap kali aku marah saat dia melakukan hal tersebut. Atau saat dia bersusah payah datang kerumah meski hujan untuk mengantarkan hadiah ulangtahun darinya bantal berbentuk love yang pernah aku sebutkan. Itu adalah memori yang ingin aku hilangkan karena saat ini dan sampai kapanpun aku gak mungkin bisa bersamanya. Sosok yang telah menjadi ayah untuk bayi kecilnya dan keluarga kecil yang telah dibangunnya. Kenangan yang sekarang menjadi begitu pahit rasanya. Jadi aku akan berbagai kisah pada memorabilia dengan dua barang tersebut, kondisinya masih sangat bagus karena terbungkus dan tersimpan dengan baik di lemari kaca rumah.

    BalasHapus
  48. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Twitter : @dairezuki
    Domisili : Cirebon


    Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?

    Aku akan memilih kacamata-ku. Karena menurutku, tanpa kacamata aku tidak bisa menjalani hari-hariku dengan sempurna, aku tak bisa mengenali sosok yang ku kenal dari jauh, dan mungkin aku tak bisa memiliki jutaan kenangan seperti sekarang. Aku mengidap miopi (rabun jauh) sejak SMP. Awalnya aku tidak menyadari jika mataku minus dan lama-kelamaan aku merasa terganggu karena tak bisa melihat dengan jelas. Akhirnya ayahku membelikanku sebuah kacamata minus. Kacamata yang hingga hari ini masih ku butuhkan untuk melakukan segala aktifitas. Aku tak pernah menggantinya, aku hanya mengganti lensa-nya tidak dengan frame-nya. Menurutku, sudah banyak kenangan yang aku lewatkan bersamanya, ia pun tak pernah menyerah untuk membuatku terus melihat dengan jelas, melihat indahnya dunia ini. Kacamataku akan terus bersama-ku, akan terus bertengger di wajahku dan akan terus membantuku melihat luasnya dunia ini:)

    Sekian, terima kasih:)

    BalasHapus
  49. Henny
    @triskaidekaman
    https://twitter.com/triskaidekaman/status/729199593691348992
    Jakarta

    Q: Jika kamu punya kesempatan berbagi kisahmu di Memorabilia, barang kenangan apa yang akan kamu pilih? Mengapa?
    A: Pilihan saya - Gepokan map plastik berisi kumpulan tetek bengek peninggalan hasil jalan-jalan ke 5 negara benua biru, April-Mei 2015. Isinya ada brosur, tiket, boarding pass, struk restoran, struk belanjaan, dll. Kalau lagi kangen jalan-jalan namun sikon belum memungkinkan, saya tinggal buka map-map itu, barang 10-20 menit. Lumayan buat mengenang masa liburan yang menyenangkan, sekaligus biar semangat menyiapkan liburan yang berikutnya.

    BalasHapus
  50. May Ridwan
    @camayneng
    purwakarta

    aku akan berbagi album foto kenanganku bersama almarhum mertuaku,karna di sana tersimpan moment berharga kebersamaan kami,dan jika aku merindukan mereka kan kurimkan doa dan membuka kembali album foto itu

    BalasHapus
  51. Nama : Tri
    Twitter : @tewtri
    Domisili : Ciamis

    Satu yang langsung kepikirin sih celengan. Bukan celengan ayam sih, nggak gitu keren juga, nggak gede juga, belum penuh juga. Warnanya biru ada gambar kartunnya, bentuknya agak mirip rumah gitu dan dulu saya belinya pun murah. Tapi, walau begitu dia yang menemaninya saya menggapai keinginan-keinginan saya. Saya belajar disiplin dalam hal ngatur uang sama dia, saya beli barang a dan b karena dia. Belum kesampaian bisa beli rumah aja sama dia haha. Namun, yah masa kecil saya bareng dia. Dia guru keuangan saya. Mulutnya terus memperingati saya buat masukin koin sampai penuh. Bukan hal yang luar biasa, kenangannya mungkin biasa saja juga tapi yah, berkatnya saya bisa lebih menghargai sesuatu sekecil apa pun itu. Terima kasih buat celengan aku, yang aku bakal persembahkan di Memorabilia andai itu sungguhan ada. Siapa tau ada yang ketularan suka nabung juga nantinya :D

    BalasHapus
  52. wening / @dabelyuphi / Ambarawa

    sebenarnya punya banyak barang kenangan karena aku suka menyimpan barang² yang mempunyai arti penting bagiku. tapi kalo barang itu masih bisa berguna bagi orang lain, terkadang aku mewariskan benda tersebut (sayangnya, orang yang aku warisi ternyata gak bisa menjaganya TT dan seringnya berakhir dengan hilang atau rusak. hiks)

    tapi kalo disuruh milih untuk berbagi kisah di Memorabilia, aku akan milih HP buat aku bagi kisahnya. walopun sekarang udah punya smartphone, aku masih memakai hp yang berplatfrom java tersebut.

    dulu butuh waktu yang lama sampai akhirnya aku bisa memiliki hp ku tersebut. dan saking senangnya ketika berhasil memilikinya, aku sampai ngasih nama hp itu dengan nama "Luna" (yang berasal dari kata "Lunatic") karena udah menemaniku di saat dipenuhi dengan berbagai kegilaan hidup. bersama Luna aku pertama kalinya merasakan jatuh cinta, pacaran, patah hati, menjadi secret admirer selama bertahun²,merasakan kekecewaan yang terbesar dalam hidup, dan belajar arti dari sebuah kesabaran. menjadi alat pengabadi momen² penting dalam hidupku maupun orang² yang penting bagiku.

    Luna biasanya menjadi teman curhatku (karena aku kurang begitu suka curhat sama orang lain, kecuali kalo udah kepepet dan butuh saran orang lain). biasanya aku nulis hal² yang sedang menjadi beban pikiran ku di sana (sebelum aku pindah ke blog pribadi) karena menurutku lebih aman dibanding nulis di buku diary :D dan sampai sekarang pun aku terkadang masih nulis di sana (karena bisa nulis sambil merem dengan keypad-nya yang masih T9). terkadang aku juga lebih sering update status di menu kalender-nya daripada di akun medsos-ku karena menurutku itu jauh lebih aman, dan yang bisa baca cuma aku.. terus kalo pas senggang dan baca status yang udah lama, suka geli sendiri dengan kata² yang aku buat (dan mikir; untung gak disebarin di fb.. kan malu kalo ada yang baca :D

    eh iya, april kemaren Luna berulang tahun. gak terasa Luna udah nemenin hidupku selama 6 tahun. dan aku harap sih masih bisa menemaniku selama bertahun² lagi :)

    BalasHapus
  53. Nama: Leny
    Akun twitter: @Lenny1785
    link share: https://mobile.twitter.com/Lenny1785/status/729322465734709248
    Domisili: Rantau, Kalimantan Selatan
    Jawaban: Sebuah kotak yang berisi buku catatan, pena, serta foto kenangan. Karena aku ingin berbagi kisahku yang selalu aku tulis di dalam buku catatan itu, baik kisah suka maupun duka. Semua aku tulis dengan tanganku sendiri menggunakan pena itu, serta lengkap dengan foto-foto kenangan. Tentunya ini adalah momen yang paling berkesan yang terjadi dalam hidupku dan akan menjadi kenangan terindah.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  54. Nama: Evita MF
    Twitter: @evitta_mf
    domisili: Jogja
    link share: https://twitter.com/evitta_mf/status/729344243643256833

    Barang kenangan yang mau ceritakan di memorabilia yaitu sebuah piala yang aku dapat ketika SMP. Tiap liat piala itu ada rasa bangga karena pernah memenangkan sesuatu, tapi piala itu juga selalu berhasil buatku sedih. Gara-gara piala itu aku jadi punya masalah dengan temanku. Ceritanya terlalu rumit untuk diceritakan, juga nggak selesai dengan kata maaf. Setelah mendapatkan piala itu aku rasa kita jadi semakin jauh. Ah nulis seperti ini saja bikin aku sedih. Kalau bisa pengen aku buang pialanya biar nggak lihat lagi dan keinget lagi, tapi ya percuma, kenangannya nggak akan hilang. :') Mungkin kalau sedang ada di Memorabilia aku ceritain deh serinci-rincinya.. :D
    Wish me luck ^^

    BalasHapus
  55. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Domisili: Palembang
    Link tweet: https://twitter.com/chynrm/status/729348214466322433

    Smartphone Samsung Galaxy Mini warna putih. HP itu banyak history-nya. Aku beli di tahun 2011 pake uang tabunganku sendiri seharga 1,5jt. Jaman kuliah dulu nabungnya setengah mati, selama 6 bulan harus press pengeluaran, harus hemat-hematin uang jajan biar bisa ditabung dan bayar duit arisan sama temen sekelas. Yang biasanya jajan nasi ayam pakai sate, akhirnya cuma beli nasi goreng biar ga boros. Kadang rela pindah kantin, melipir ke kantin jurusan lain karena harga makanannya lebih murah meski harus jalan lebih jauh. Demi sebuah HP itu.

    2011 belum terlalu rame kan yang pake smartphone. Dulu temen sekelas pada rame pakai BB semuanya. Tapi aku sama sekali ga tertarik pake BB. Makanya aku rela nabung buat si galaxy mini.
    Setelah HP di dapat, lucu aja sama orang sekelas kayak pada keheranan gitu pas lihat HP itu. Kayak orang purba yang baru lihat barang elektronik. Pada taunya BB doang sih. Hahaha~ setelah itu baru deh satu persatu temen mulai ngelirik dan beli android juga. Bisa dibilang aku pelopornya wkwk

    Pahit manis sudah dilewati sama HP itu. Aku termasuk orang yg jahil suka ngoprekin HP. Tau sendiri kalau android itu bisa diutakatik asal sistem sudah di-root. Apalagi kalau samsung, banyak tutorialnya. Pernah nyoba ngubah tampilannya jadi mirip iPhone. Pernah kehilangan semua data kontak dan aplikasi gara-gara lupa backup sampe nangis-nangis karena menyesali kebodohan sendiri. Pernah ngambek 2 hari gara-gara memorinya rusak nggak bisa dibaca lagi. Pernah coba naikin OS-nya melebihi kapasitas, alhasil tampilannya aneh dan jadi lemot. Akhirnya balikin lagi ke tampilan semula. Aduh, banyak deh tuh HP udah aku perkosa berapa kali.

    Sekarang HP itu udah nggak bisa hidup lagi. Bukan karena sering aku perkosa ya. Gara-gara waktu itu pindah pake HP lain yang lebih mumpuni. Jadinya tuh HP nganggur. Lagian baterenya udah bunting. Karena udah lama nggak dihidupin lagi, akhirnya dia nggak mau dihidupun lagi. Di-charger pun nggak mau masuk.

    Tapi aku nggak ada niat jualnya. Mending diservis aja daripada dijual. Sayang lah kalo dijual paling dapetnya berapa. Masalah klasik kenapa orang ogah jual HP lamanya: karena banyak kenangannya. Ehehe~

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design