Senin, 16 Mei 2016

[Book Review] Bridget Si Ratu Sekolah

Judul Buku : Bridget Si Ratu Sekolah
Penulis : Paige Harbison
Penerbit :Esensi
Tebal : 244 Halaman
Terbit : 2016
Bridget adalah gadis yang cantik dan populer di sekolahnya. Sayangnya, ia sangat sombong, egois, dan bersikap seenaknya sendiri. Suatu hari, gadis bernama Anna Judge pindah ke sekolahnya. Ia langsung disukai semua orang karena sifatnya yang baik. Sejak itu Bridget merasa dunianya jungkir balik karena semua yang dimilikinya direbut oleh Anna, termasuk sahabatnya.

Satu demi satu peristiwa menjengkelkan terjadi pada Bridget. Semakin ia berusaha merebut kembali apa yang menurutnya miliknya, semakin menjauh hal-hal itu darinya. Bridget pun tak tahan lagi. Ia melakukan sesuatu yang ekstrem tanpa memikirkan risiko terburuknya: mencelakai diri sendiri demi mendapatkan perhatian. 

Siapa sangka, Bridget malah terdampar di alam antara hidup dan mati. Ia tak mampu berbuat apa-apa selain menunggu keputusan apakah ia akan hidup atau mati. Ia hanya diberi sedikit waktu untuk menyadari semua kesalahannya dan meminta maaf pada orang-orang yang disakitinya. 

Tapi, apakah itu cukup? Apakah ia pantas diberi kesempatan kedua? Inikah akhir hidup Bridget? 

-------------------- 
"Aku ingin kau mengerti bagaimana orang melihatmu. Aku ingin menunjukkan bahwa apa yang kaulakukan berpengaruh pada orang lain."
Ini tentang kisah Bridget Duke, seorang siswi yang cantik dan populer di sekolahnya. Selama ini Bridget merasa bahwa semua orang menyukainya, sayangnya itu hanya ada di bayangannya saja. Sikap Bridget yang egois, sering berkata dan bersikap menyakitkan, membuat orang lain merasa tidak nyaman bersamanya. Bridget dianggap sebagai "pengganggu" di sekolahnya. 

Semua kenyamanan dan popularitas Bridget mulai menurun sejak kehadiran siswi baru bernama Anna Judge. Anna menjadi siswi baru yang langsung mencuri perhatian. Sikap dan kata-katanya berkebalikan dengan Bridget, membuat Anna mudah dicintai dan langsung merebut semua perhatian seluruh teman-teman Bridget, termasuk Liam mantan kekasihnya.

Hal ini membuat Bridget perlahan-lahan merasa tersaingi dan tertekan, Bridget pun mencari cara agar bisa merebut kembali kepercayaan dan popularitas yang dia miliki. Namun, Bridget tidak memikirkannya dengan matang, ternyata keputusan ekstrim yang dipilihnya menghadapkan Bridget pada hidup dan mati. Bagaimana akhir kisah Bridget? Apakah Bridget akan selamat dan mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya selama ini atau akan seperti apa kisah ini akan dibawa?

Terima kasih sekali kuucapkan kepada Penerbit Esensi yang telah memilihku sebagai salah satu blogger yang mendapatkan Free Gift novel ini. Membaca novel ini cukup menarik dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya. Terjemahannya enak dan mengalir, membuatku larut membacanya hingga akhir. 

Biasanya aku selalu jatuh cinta dengan tokoh utamanya, namun membaca novel ini jujur aku benar-benar dibuat amat sangat tidak menyukai Bridget. Rasanya karakter seperti Bridget jika ada di dunia nyata bakalan menjadi orang yang paling dihindari bahkan dijauhi jika tidak ingin mendapatkan masalah. Benar-benar sulit untuk membuatku menyukainya, karena karakternya benar-benar jengkelin, egois, pemaksa, suka seenaknya bahkan tidak pernah mau mengakui kesalahannya sendiri malah mencari cara untuk membuatnya terbebas dari kesalahannya. 

Aku malah jatuh simpati dengan karakter-karakter lain seperti sahabat-sahabat Bridget juga Meredith, ibu tirinya yang berusaha untuk mengubah dan menyadarkan Bridget, sayangnya usaha mereka tidak berhasil. Bridget butuh sesuatu yang lebih besar ternyata untuk membuatnya sadar akan kelakuannya selama ini. 

Ide yang sederhana ini ternyata berubah menjadi sesuatu yang cukup mengejutkan di pertengahan kisah hingga akhir. Ah, aku benar-benar tidak menyangka akan dibawa ke arah sana dan walau memang transformasi Bridget agak terasa cepat sekali, tetapi mungkin Bridget butuh suatu tekanan yang lebih besar untuk membuatnya sadar dan salah satu caranya dihadapkan dengan situasinya yang antara hidup dan mati. 

Membaca novel ini menyadarkan kita bahwa setiap perbuatan maupun perkataan yang kita lakukan harus dipikirkan terlebih dahulu, jangan sampai merugikan orang lain atau bahkan diri kita sendiri. Tidak perlu malu atau gengsi mengakui kesalahan, karena belum tentu ada kesempatan kedua untuk mengubahnya...

Overall, kamu membutuhkan novel remaja yang ringan dan bisa mengajarkanmu arti persahabatan dan keluarga, silahkan membaca novel ini. Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah Bridget.
"Jika kau mau berubah, lakukan saja. Jangan menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan apakah seluruh dunia akan memaafkanmu. Meskipun tak ada orang yang kau kenal mau memaafkanmu, jangan khawatir. Kau akan bertemu orang-orang baru. Kau akan memperlakukan orang-orang itu dengan lebih baik."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design