Selasa, 03 Mei 2016

[Book Review] The Lady in Red

Judul Buku : The Lady in Red
Penulis : Arleen A
Penerbit : GPU
Tebal : 357 Halaman
Terbit : April 2016
Betty ...
sebenarnya tidak ingin bersekolah di private school yang mahal itu
bersekolah di sana hanya karena mendapatkan beasiswa
tidak tahu bahwa itu akan mengubah hidupnya

Robert ...
sebenarnya tidak suka bersekolah di private school yang mahal itu
bersekolah di sana hanya karena disuruh orang tuanya
tahu bahwa itu memang jalannya ketika ia melihat Betty

Rhonda ...
tahu ia gemuk
tidak tahu bahwa ia menyukai Greg
tidak tahu bahwa Greg menyukainya juga

Greg ...
tahu ia hanya seorang pekerja di peternakan milik keluarga Rhonda
tidak tahu apakah ia berhak menganggap tempat itu rumah
tidak tahu apakah ia berhak menyukai Rhonda

Tapi sejauh apa pun dirimu pergi,
Sejauh apa pun perasaanmu menjauh,
Selalu akan ada tempat yang menarikmu pulang,
Selalu akan ada hati yang menarikmu kembali.

------------------- 

Ini adalah novel ke-2 Mba Arleen yang kubaca, setelah sebelumnya aku jatuh cinta dengan tulisannya Ally : All These Lives. Masih mengangkat tema yang sama, CINTA kamu akan dibuat penasaran dengan kisah The Lady in Red. Sebenarnya ide novel ini sederhana sekali, namun di tangan Mba Arleen ide sederhana itu dirajut menjadi sebuah kisah romansa yang tidak biasa. Unik sekali.

Alih-alih kamu langsung diajak berkenalan dengan para tokohnya bahkan masuk ke pokok masalah, kamu akan diajak untuk mengumpulkan keping demi keping puzzle dalam novel ini. Kepingan demi kepingan yang akan membentuk sebuah kisah yang utuh. Novel ini mengambil setting waktu yang cukup panjang sekali dari tahun 1920-2020 yang melibatkan beberapa generasi dari 3 keluarga yang berbeda.

Untuk itulah, novel ini dibagi menjadi 3 bagian besar untuk memudahkan kita membacanya.

Di bagian kesatu, 1920-1955 kita akan diajak ke sebuah peternakan sapi bernama Wotton Dairy Farm di Fort Braag. Dulu di Fort Braag, selain Wotton ada juga Stephens Farm yang sejak dulu saling bersaing. Di novel ini, kita akan bertemu dengan sosok Robert, anak pemilik peternakan itu. Robert lahir dan tumbuh di peternakan itu, membuatnya sangat mencintai peternakannya.
"Robert menyukai peternakan orang tuanya. Seluruh bagian dari tempat itu memberinya perasaan bahagia seolah tidak ada hal buruk yang dapat terjadi di tempat itu."
Robert tidak mempunyai banyak teman, sejak kecil juga Robert sudah bersekolah di Redwood High School. Namun, Robert lebih memilih menghabiskan waktunya mengerjakan banyak hal di peternakan orang tuanya daripada bermain dengan teman sebayanya. Karena Robert tidak suka dengan teman-temannya yang sombong dan selalu membanggakan harta yang dimiliki orang tuanya.

Semuanya berbeda sejak kehadiran Betty Liu, seorang siswi di sekolah Robert. Robert tak pernah melihat sebelumnya. Kehadiran Betty dengan rambut panjangnya membuat Robert tertarik. Sayangnya mereka tak pernah bertegur sapa,walau tempat duduk mereka saling berdekatan.

Akhirnya, peternakan dan sapi-sapi Robertlah yang mampu membuat Betty dekat dengannya. Tak menunggu waktu mereka akhirnya berpacaran dan akhirnya menikah.

Di bagian kedua, 2003-2012 kita akan diajak berkenalan dengan Rhonda Roth, cicit dari Betty Liu. Disini kita masih akan bertemu dengan Betty Liu yang sudah semakin tua namun masih cukup kuat untuk mengurus Wotton Dairy Farm. Sekarang sudah tidak ada lagi Stephens Farm, karena Robert, suaminya yang telah meninggal telah membelinya dan sekarang Wotton Dairy Farm sudah menjadi peternakan yang besar dan sungguh luas.

Disinilah kita akan diajak berkenalan dengan Rhonda dan Greg. Robert dan Greg tumbuh dan besar bersama-sama di Wotton. Namun, Greg tahu bahwa status mereka berbeda. Greg hanyalah pekerja di peternakan itu, seperti buyutnya dulu Burk. Dari generasi ke generasi Burk hingga Greg mengabdi disana.

Sedangkan Rhonda adalah majikannya. Namun, bagi Nana Betty, Greg bukanlah orang lain, Greg sudah dianggap keluarganya sendiri.

Karena tumbuh bersama, tak disangka mereka saling menyukai satu sama lain, namun terlalu ragu untuk mengakui. Greg dibuat patah hati berulang kali saat melihat Rhonda membawa laki-laki lain,termasuk Brandon tunangannya.

Seakan takdir sedang bermain di antara keduanya, ketika mereka ingin saling jujur ada saja hambatan yang datang. Entah itu dari Greg maupun Rhonda sendiri.

Semuanya berjalan seperti biasa, ketika Greg sudah merelakan Rhonda. Ternyata badai itu datang, Henry tiba-tiba meninggal, Wotton Dairy Farm terancam dijual hingga Nana Betty yang akan diracun? Ada apa sesungguhnya? Bagaimana akhir kisah Rhonda dan Greg?
"Apakah mungkin kau kehilangan seseorang yang tidak pernah menjadi milikmu sebelumnya?"
Jujur aku bingung sekali bagaimana menulis review novel ini tanpa spoiler ending maupun jalan cerita terlalu banyak. Banyak hal sekali yang ingin kutulis dari karya terbaru Mba Arleen ini. Bagaimana aku dibuat penasaran sejak membuka halaman awal novel ini hingga akhirnya menutup lembaran terakhir.

Sejak awal aku mengira aku akan disuguhkan sebuah kisah cinta biasa, namun tak sebiasa yang kukira. Setting waktu yang cukup panjang, dan setting tempat yang berbeda membuat novel ini menjadi begitu berwarna. Mba Arleen mampu merajut kisah dengan rentang waktu yang cukup panjang ini menjadi sebuah kisah yang menarik untuk dinikmati. Tokoh dalam novel ini juga cukup banyak, tapi memang fokus pertama ada di Robert dan Betty kemudian di fase kedua buku hingga terakhir ada Rhonda dan Greg.

Jika Robert-Betty mempunyai kisah cinta yang mulus tanpa hambatan yang berarti walau status sosial mereka berbeda, hal ini tidak berlaku bagi Rhonda dan Greg. Aku dibuat gregetan sekali dengan hubungan mereka. Jelas-jelas orang awam pun tahu cinta yang terpancar di antara keduanya, tetapi ada saja halangan untuk mereka bersatu. Aku dibuat deg-degan menanti kelanjutan kisah mereka.

Yang unik dari novel ini, di beberapa bagian saat kita membaca novel ini, ada interlude-interlude yang menceritakan dongeng si topi merah. Aku dibuat menebak-nebak apa hubungannya antara dongeng si topi merah itu dengan kisah dalam novel ini. Apa benang merahnya dan apa yang ingin disampaikan? Ternyata semakin lama aku membacanya, aku berhasil menebaknya juga dan ternyata dugaanku benar.

Mba Arleen dengan gaya menulisnya yang layaknya membaca sebuah karya terjemahan membuatku tak kuasa untuk berhenti membaca hingga halaman terakhir. Ada bagian yang membuatku tersenyum, jengkel, bahkan gregetan sendiri saat membacanya. Mba Arleen sukses mempermainkan emosiku saat aku membaca novel ini, membuatku larut dengan kisah The Lady in Red.

Salut sekali buat Mba Arleen yang juga berani mengambil setting tempat yang berbeda, setting yang jarang diambil oleh karya penulis lokal yang membuat novel ini punya citarasa tersendiri. Aku dibuat terkagum-kagum dengan Wotton Dairy Farm, Mba Arleen cukup detail sekali menggambarkannya sehingga aku bisa membayangkan setiap sudut dari peternakan itu. Ah jadi pengen jalan-jalan, dan pengen nyobain minumin bayi-bayi sapi sepertinya menarik sekali.

Setiap karakter dalam novel ini juga menarik dan kuat membuatku sulit sekali memilih mana yang paling kusukai. Namun, jika disuruh memilih aku sudah jatuh cinta dengan Betty Liu sejak awal kemunculannya dalam novel ini.

Overall, kamu mencari sebuah kisah romansa dan keluarga dengan setting peternakan sapi, kamu bisa mencoba membaca The Lady in Red. Bersiaplah untuk jatuh cinta dengan kisahnya :)

5 komentar:

  1. Berasa kembali ke zaman-zaman dahulu kala di Amerika sana. Hihi. Jadi kepo deh, Kak. Covernya cantik lagi. *mon maap. Nggak bisa move on dari cover novelnya. Haha.

    BalasHapus
  2. Iya ney Mba Puji, baca novel ini berasa baca historical romance, soalnya khan jarang banget tuh penulis lokal ambil settingnya peternakan, ladang dan semacamnya. Tulisannya juga seperti baca terjemahan :)

    BalasHapus
  3. Judulnya menarik mba Ky.
    Itu ada dongengnya lagi. Aku mau. :)

    BalasHapus
  4. Buku lokal rasa internasional ya ka. Klo liat film-film barat lama dengan setting peternakan, jadi merasa kembali ke zaman tersebut. Dan ka Arleen mampu menuangkan kedalam sebuah buku. Kereen :) :)

    BalasHapus
  5. Penasaran bangeettt!! A Must read nih tampaknya :)

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design