Senin, 27 Juni 2016

Forever with You ---------------- GIVEAWAY!!!!

Judul Buku : Forever with You
Penulis : Ria N Badaria
Penerbit : GPU
Tebal : 272 Halaman
Terbit : Mei 2016

Bagi Liana Hanjaya, jatuh cinta sama mudahnya seperti berganti model rambut. Dia terlalu mudah dan terlalu sering jatuh cinta pada… laki-laki yang salah.

Lelaki terbaru yang membuat Liana terpesona adalah Dimas, kopilot di maskapai penerbangan ternama. Kali ini, Liana yakin Dimas akan menjadi pria sempurna dalam kisah cinta sempurna seperti yang selalu ditulis Liana dalam novel-novel larisnya.

Namun, fantasi Liana terganjal oleh Rinto, sahabat masa kecilnya yang juga menjadi sahabat terbaiknya. Semakin dekat Liana dengan Dimas, semakin Rinto menunjukkan ketidaksukaannya dan meyakinkan Liana bahwa Dimas juga termasuk lelaki yang salah. Dan di saat yang sama, untuk pertama kalinya, Liana menyadari keberadaan Rinto lebih dari sekadar sahabat.

--------------------------
“Usia wanita biasanya dianalogikan dengan kue Natal, kue yang biasanya memiliki harga tinggi di tanggal 22, 23, 24, dan 25 Desember, atau sebelum hari Natal tiba karena banyaknya permintaan kue menjelang hari Natal. Akan tetapi setelah tanggal 25, harga kue Natal mengalami penurunan, seiring berkurangnya minat terhadap kue itu setelah perayaan Natal berlalu, bahkan nyaris tidak ada peminatnya setelah menginjak tanggal 30. Seperti itulah usia wanita jika disamakan dengan kue Natal, daya tarik mereka akan berkurang seiring bertambahnya usia.”
Liana Hanjaya, penulis novel fiksi romantis yang di sampul depan setiap novelnya dibubuhi cap Best Seller, fakta yang seharusnya membanggakan. Sayangnya, hal itu tidak berlaku untuk kehidupan percintaannya, yang memasuki usia ke-29 tahun masih melajang, tanpa pasangan.

Rinto Ardianto, fotografer lepas, sahabat  sejak kecil Liana. Namun kehidupan percintaan Rinto lebih beruntung, jauh berbeda dengan Liana. Dengan wajah tampan, penampilan menarik dan otak yang cerdas, membuat banyak wanita tergila-gila padanya.

Dimas Prasetyo, sepupu Rinto, tinggal di Yogyakarta, berprofesi sebagai kopilot di salah satu maskapai penerbangan dan statusnya masih single.

Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Ria, semakin lama tulisannya makin matang. Dari segi ide cerita, memang masih sederhana tapi cara Ria membangun karakter tokoh dan chemistry diantara tokohnya membuatku begitu hanyut dengan kisah ini.

Ide cerita novel ini mungkin bukan pertama kalinya kubaca, tentang seorang wanita yang di usianya yang sudah matang masih melajang, sedangkan lingkungan sekitarnya begitu menekannya untuk segera menikah. Inilah problema yang sudah terlalu familiar sekali di dunia nyata, melihat wanita di usia yang lebih dari 25 tahun masih betah melajang. Padahal, jelas-jelas kita tahu bahwa jodoh itu rahasia Tuhan, kapan dia datang itu hak prerogatifnya.

Inilah yang coba diangkat oleh Ria, tentang kehidupan Liana, seorang penulis novel best seller yang kurang beruntung dalam urusan percintaan. Wajah dan penampilan menarik, karir juga bagus, sayangnya itu tidak berlaku urusan cinta. Entah kenapa pria yang datang dalam kehidupannya, hanyalah pria-pria yang salah. 

Hal ini membuat ibu Liana gregetan dan bahkan melakukan segala upaya perjodohan dengan pria-pria yang dianggap potensial. Sayangnya, hal ini bukannya membuat Liana bahagia, yang ada semakin tertekan bahkan stres dengan kehidupan percintaannya yang kurang beruntung.

Hanya Rinto, sahabatnya sejak kecil yang menjadi tong sampah Liana. Pria yang datang dan pergi dalam kehidupan Liana, setiap patah hati dan kebahagiaannya, selalu ada Rinto di sisinya. Mereka begitu dekat sekali, kamar apartemen yang bersebelahan pun menjadikan mereka sulit untuk dipisahkan. Tapi, siapa menduga jika cinta hadir di hati salah satu diantara keduanya?
Terlalu mudah jatuh cinta, itu kesalahan Liana. Liana memakai tolak ukur siapa pun pria yang bisa membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, Liana akan menyatakan dirinya jatuh cinta pada pria itu, meski baru pertama kali bertemu.
Buat Rinto sendiri, ada sesuatu yang salah dengan jantung Liana. Jantung itu sangat menyebalkan, terlalu sering berdetak cepat, dan detakan itu selalu untuk orang yang salah. Anehnya, jantung itu tidak pernah berdetak cepat untuk Rinto, padahal Rinto yang selalu ada untuk Liana.

Setelah berulang kali patah hati, suatu hari datanglah seseorang pria yang tampan dan memikat yang lagi dan lagi membuat Liana jatuh cinta. Namun, saat ini entah kenapa berbeda. Dialah Dimas, sepupu Rinto yang kali ini dijatuhi cinta Liana. Awalnya hubungan Liana dan Dimas terasa canggung, tapi perlahan-lahan mereka pun semakin dekat. Hal ini membuat Rinto semakin nelangsa dengan perasaannya. Perasaan yang setelah sekian lama dipendamnya, sudah tak sanggup lagi untuk dibendungnya.
"Jatuh cinta sama Dimas bikin gue ngerasa kayak baju usang di lemari model, yang nggak mungkin dilirik, nggak mungkin diambil untuk dipakai."
Dimas datang bagaikan pria berkuda putih bagi Liana. Semakin lama Liana semakin jatuh cinta kepadanya. Sayangnya, Liana tidak cukup peka dengan perasaan sahabatnya sendiri, Rinto.
“Karena bukan hal yang menyenangkan harus menerima kedatangan orang baru di lingkup yang sebelumnya hanya ada kalian berdua.”
Rinto pun akhirnya malah memutuskan untuk menghindari Liana, demi mengamankan perasaannya. Rinto takut ketahuan dan tak sanggup menahan perasaannya lagi terhadap Liana. Sedangkan Liana saat ini sedang bahagia dengan Dimas. Ah, begitu rumitnya cinta.....
“Kalian tidak mengerti. Bukan hal mudah berada dalam posisiku. Aku sama sekali tidak senang dihadapkan pada perasaan cinta yang kalian arahkan padaku. Aku bukan wanita tamak yang bahagia diperebutkan dengan saling pukul. “
“Kenapa kalian memberikan perasaan cinta itu padaku bersama-sama? Di mana kalian saat aku jatuh bangun mencari cinta? Ke mana kalian saat aku mulai putus asa menemukan cinta? Kenapa cinta kalian harus kalian tawarkan bersamaan? Mendorongku berharap bahwa cinta kalian tidak ditujukan untukku.”
Bagaimana akhir kisah cinta Liana? Apakah Liana akan menemukan kebahagiaan dan jodohnya? Siapa yang akan dipilihnya, Dimas atau Rinto?

Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, aku terlalu larut dengan kisah Liana-Rinto-Dimas ini. Kisah cinta segitiga yang membuat Liana bingung dan dilema dengan perasaannya sendiri.

Aku bisa memahami tentunya tidak mudah bagi Liana. Masih melajang di usianya yang sudah cukup matang untuk menikah. Tekanan dari keluarga agar dirinya segera menikah, belum lagi perjodohan dengan pria yang salah. Tiba-tiba saja kehidupan percintaannya yang kurang beruntung itu berubah seketika, tiba-tiba dijatuhi cinta oleh 2 pria sekaligus. Pastinya pusing 7 keliling, apalagi keduanya sama-sama berarti dalam kehidupannya.

Apalagi 2 pria itu sama-sama punya tanggapan berbeda soal teori Kue Natal dan usia wanita, tentu saja makin bingunglah milihnya....
“Kue natal akan terasa lebih manis dan lezat jika kita memakannya di saat hari Natal sudah berlalu. Karena saat itu kita tidak dipusingkan oleh banyak pilihan kue-kue lain yang melimpah.”
“Kalau kue Natal itu kamu, selama apa pun kue itu melewati masa kedaluwarsanya, aku akan tetap memakannya. Karena aku yakin, aku akan tetap tersenyum bahagia meski aku mati keracunan setelahnya.” 
Diceritakan dari sudut pandang Liana, Rinto dan juga sedikit Dimas, kita jadi tahu apa yang berkecamuk dalam pikiran dan perasaan mereka bertiga. Bagaimana sesuatu yang bernama cinta itu hadir di antara ketiganya dan membuat semua menjadi rumit.

Jujur aku gregetan sendiri dengan Liana yang mudah sekali jatuh cinta, hanya mengandalkan detak jantungnya yang berdebar. Layaknya anak usia belasan tahun sekali. Liana beruntung sekali memiliki sahabat seperti Rinto, yang siap jadi tempat curhatnya, kapan pun itu waktunya. Salut banget buat Rinto, yang sekalipun capek dan ingin tidur masih punya waktu untuk mendengarkan curhatan Liana yang lagi-lagi sama terkait jatuh cinta dan patah hatinya berulang kali. Pasti bosan banget ya dengarin hal yang sama berulang kali :D Tapi itulah sahabat.

Dari segi ide ringan dan sederhana sekali, tapi Ria mampu membuatku betah membacanya hingga akhir. Endingnya juga terasa realistis sekali, memang seperti inilah karya fiksi dengan ide seperti ini akan berakhir dan aku cukup puas.

Novel ini mengajarkan kepada kita bahwa jodoh itu misteri. Kita tidak akan tahu kapan dia datang. Bisa saja kita sibuk mencari kemana-mana, harus melewati sejumlah kisah percintaan yang menyakitkan, sebelum kita menemukan yang terbaik. Bisa saja, jodoh yang kita cari itu ternyata begitu dekat dengan kita, hanya kita tidak cukup peka untuk menyadarinya.

Overall, kamu mencari sebuah kisah drama percintaan yang ringan dan romantis, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca. Apalagi buat kamu yang sedang galau mencari jodoh, semoga kisah ini bisa mencerahkanmu. Selamat jatuh cinta!!!!!
“Jika kita mencintai seseorang dengan tulus, maka akan selalu ada kata maaf untuk semua kesalahan yang dia lakukan, karena akan lebih baik menerima kembali cinta yang pernah menyakiti itu dan mencoba meraih bahagia  dengan cinta yang sama, ketimbang melepaskan cinta itu untuk lebih menyakiti diri.”
Terkadang saat mencari cinta yang sempurna, kita tidak menyadari sebenarnya ada cinta luar biasa yang ada di dekat kita. Cinta yang tidak mengenal kata kedaluwarsa. Tanpa batas usia, siapa pun berhak memimpikan ketulusan cinta dalam hidupnya. Tidak ada usia kedaluwarsa yang mengharuskan mereka untuk berhenti bermimpi dan berharap atas cinta, karena di saat yang tepat cinta akan menemukan mereka.
----------------GIVEAWAY TIME------------------


Aku punya 2 (dua) buku Forever with You persembahan Mba Ria N Badaria, yuk ikutan:

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow twitter @RizkyMirgawati dan @fortunata23 dan share info GA ini dengan hastag #ForeverwithYou

3. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar dengan format: nama, akun twitter, link share dan jawabanmu:

Apa pandanganmu tentang sahabat jadi cinta? 

5. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 1 Juli 2016.

Semoga beruntung!!!!

45 komentar:

  1. Geli.
    Rasanya aneh sih kak kalo sudah sahabatan bertahun-tahun malah tiba-tiba "ngaku" cinta sama saya. Apalagi saya punya banya teman laki-laki sedari bangku sekolah dan bangku kuliah. Jadi kayak sudah ikrib bingits sama semua teman laki-lakiku. Mereka jadinya kayak saudara.

    Dian Maya
    Makassar
    @dianbookshelf
    https://twitter.com/dianbookshelf/status/747255201019498496

    BalasHapus
  2. Nama :Herva Yulyanti
    Twitter : @hervayulyanti
    Link Share : https://twitter.com/hervayulyanti/status/747259607106498560
    Jawaban : Jika ditanya tentang sahabat jadi cinta sebenarnya memang pasti akan terjadi secara kedekatan lelaki dan perempuan yang sering bertemu, curhat2an sampe uda tau masing2 kesukaan dan kejelekan yang dimiliki hal ini tentunya lumrah jika akhirnya dari sepasang sahabat menjadi sepasang kekasih. Kalau pengalaman pribadi, memang jika saya sahabatan dengan lawan jenis ujung-ujungnya saya yang kayak Rinto memilih menjauh dan bye soalnya prinsip saya kalau uda sahabatan y jangan ada cinta diantara kita hahaha makanya saya lebih memilih sahabat perempuan kalaupun lawan jenis saya punya yang agak melambai jadi bebas dari yang namanya pertumbuhan benih2 cinta maupun kecemburuan dari pasangan saya. Sayangnya saya ga pernah langgeg memiliki sahabat pria beda dengan orang lain heheheh apalagi ngeliat neng Ayudia bing slamet yang sampe menikah sama sahabatnya sendiri.

    BalasHapus
  3. Retno Maulidiyah
    @retnomauli08
    https://twitter.com/retnomauli08/status/747253772980715520

    Menurutku wajar saja, karena kebnyakn tidak ada persahabat murni antara laki" dan perempuan didalamnya akan ada perasaan meski berusaha saling menolak. Saat 2 sahabat menjadi kekasih itu adalah ketulusan.. dan kita bkalan mencari pasangan hidup yg nyaman, bersamanya kita merasa aman dan tenang, bersamanya bisa jadi apa adanya krn suda tau baik burukny, dan menghabiskan waktu bersamanya adalah suatu hal yg tidak membosankn.
    Jika suatu hari putus, masih bisalah jadi sahabat lg 😊 krna saat 2 mantan kekasih menjadi sahabat itu adalah kedewasaan 😊

    BalasHapus
  4. nama: yunika anwar
    twitter: @yunikaanwar1
    link share: https://mobile.twitter.com/yunikaanwar1/status/747261594418044928?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C2598156340

    pandangan tentang sahabat jadi cinta menurut saya itu bisa aja terjadi dan wajar aja.. karena kedekatan yang udah terbangun diantara keduanya jadi mustahil kalau rasa sayang, cinta, dan nyaman itu gk ada. seperti kata orang "cinta itu hadir karena terbiasa" jadi sahabat jadi cinta itu gak masalah selama dua"nya merasa nyaman dan bahagia, why not?. tapi kadang perasaan cinta itu juga bisa jadi bumerang kalau cuman salah satu yang merasakannya, pasti akan ada jarak dalam persahabatan tersebut. yah intinya sahabat jadi cinta itu boleh tapi berhati hati karena itu bisa saja jadi bumerang buat hubungan persahabatan tersebut bila cintanya bertepuk sebelah tangan.

    BalasHapus
  5. Nurul Islamiyah
    @nurullislamiyah
    https://twitter.com/Nurullislamiyah/status/747272155319021568

    Apa pandanganmu tentang sahabat jadi cinta?

    Sahabat jadi cinta? Hmm. Itu udah bukan jadi hal aneh lagi ya sekarang. Udah banyak kejadian kalo ternyata jodoh kita, belahan jiwa kita, tulang rusuk kita *eak* ternyata adalah sahabat kira sendiri. Trus gimana? Kalo menurutku itu justru bagus karena sahabat tentu sudah tau seperti apa lebih dan kurangnya kita. Tapi yang menakutkan dari sahabat jadi cinta adalah kalau ternyata tidak berjodoh dan putus, persahabatan bisa renggang atau bahkan saling menjauh dan kita bisa kehilangan sahabat. Tau kan kalo lebih baik kehilangan 10 teman daripada kehilangan 1 sahabat?

    BalasHapus
  6. Nama: Salsabila Shafa Rahma
    Twitter: salsashf
    Link Share: https://twitter.com/salsashf/status/747283445273923585
    Jawaban:

    Sesuatu yang sering terjadi dan sulit dihindari. Aku percaya dengan cinta yang datang karena keterbiasaan. Terbiasa bersama, terbiasa bertemu, terbiasa berbagi kisah, dan terbiasa ada satu sama lain. Karena keterbiasaan itulah aku yakin pada sebuah hubungan persahabatan lambat laun akan muncul benih-benih cinta, entah hanya salah satu yang merasakannya atau (jika beruntung) keduanya saling merasakan perasaan tersebut.

    Berdasarkan pengalaman pribadi, aku tidak pernah ingin terjadi yang namanya sahabat jadi cinta. Bisa jadi dia mencintaiku tapi aku tidak mencintainya, bisa jadi aku menyayanginya tapi sebenarnya dia menyayangi orang lain. Rasanya sakit apabila salah satu di antara kami memendam rasa sementara kami selalu menghabiskan waktu bersama.

    Tapi dari kedua hal tersebut, hal yang paling aku takutkan adalah kami saling menyayangi satu sama lain lebih dari sayangnya seorang sahabat. Aku takut apabila kami memulai hubungan yang lebih jauh lagi, lalu suatu hari nanti hubungan kami berakhir, kami akan merasa aneh satu sama lain. Aku tidak ingin perasaan itu muncul dan merusak hubungan persahabatan kami yang sudah terjalin.

    BalasHapus
  7. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/747288405000622081

    Apa pandanganmu tentang sahabat jadi cinta?

    Sahabat jadi Cinta sangat mungkin terjadi, karena tidak ada persahabatan murni antara pria dan wanita karena mereka berlainan jenis, dan sudah menjadi hukum alam jika yg berlainan jenis akan merasakan ketertarikan karena cinta, baik itu satu sama lain ataupun hanya sebelah pihak.

    Sahabat jadi Cinta akan menjadi indah jika keduanya merasakan hal yg sama. Namun juga akan menjadi runyam jika hanya satu pihak yg merasakan perasaan lebih itu. Aku lebih memilih bersahabat dengan sesama cewek karena tidak mau terjebak dengan masalah sahabat jadi cinta ini.

    Buatku satu-satunya sahabat pria yg aku miliki kelak adalah pasanganku sendiri, karena pasanganku adalah orang yg bisa menjadi kekasih, kakak & sahabat.

    BalasHapus
  8. Wiriastini
    @wirias3
    https://mobile.twitter.com/wirias3

    Jawaban :

    Sahabat jadi cinta?
    Manis tapi susah buat diungkapkan. Salah satu ketakutan yang sering menjadi pikiran bagi banyak wanita, gimana kalok dia berubah? Gimana kalok kita putus? Gimana kalok aku kehilangan dua hal? Sahabat? Cinta?
    Tapi wanita lupa jika memiliki pacar rasa sahabat sangat menyenangkan.

    BalasHapus
  9. Nama: Wanda I. Zaen
    Twitter: @wandha_i
    Link share: https://mobile.twitter.com/wandha_i/status/747319791556263936

    Apa pandanganku tantang sahabat jadi cinta?
    => Menurutku, dua orang yang bersahabat kemudian saling cinta itu memang wajar terjadi. Bagaimana tidak jika mereka bertemu setiap hari, berbagi perasaan setiap waktu, dan menanggung beban yang sama setiap kali salah satu dari mereka terkena masalah. Akan menjadi indah jika mereka mampu bersatu pada akhirnya untuk waktu yang lama. Namun, hal itu juga akan menjadi buruk jika setelah mereka bersama, mereka justru menjadi saling membenci dan cenderung menjauhi satu sama lain. Pada saat-saat itulah dua orang yang dulunya bersahabat bisa berubah menjadi dua orang yang bermusuhan. Hadirnya cinta di tengah-tengah persahabatan mereka justru menjadi retakan halus yang tidak mereka sadari.
    Karena itu, menurut pandanganku, munculnya cinta di dalam persahabatan bisa saja menjadi sebuah anugerah Tuhan untuk mereka. Namun jika tidak diberlakukan dengan hati-hati, hal itu juga bisa menjadi awal dari retaknya hubungan mereka.

    Terima kasih telah diberi kesempatan mengikuti GA^^

    BalasHapus
  10. Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Akun: @san_fairydevil
    Link share: https://twitter.com/san_fairydevil/status/747322976199016449

    Jawabang: Sahabat jadi cinta? Sesuatu yang wajar dan mudah saja terjadi. Apalagi kalau mereka sudah berteman lama, tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing dan selalu ada diberbagai kondisi. Sedih ataupun senang. Dan itu normal. Enggak masalah. Yang jadi masalah adalah kalau udah putus. Kebanyakan dari mereka yang pacaran berawal dari status persahabatan, kalau sudah putus, persahabatan mereka seakan harus berakhir juga. Renggang. Canggung. Alasan itulah yang membuat salah satu pihak atau bahkan keduanya untuk tidak mengatakan perasaan mereka dengan alasan 'aku enggak mau ngerusak persahabatan kita'. Tapi disitulah letak kesalahannya. Why?

    Because, we are talk about love. About feeling. Enggak pernah ada yang tahu cinta itu datang kapan, ke siapa, dimana. Ya kan? Jadi ketika ternyata Sang Cupid menembakkan panahnya ke seseorang yang sudah lama berada di samping kita yaitu sahabat kita sendiri, kita mau bilang apa? Berusaha menghindar, membuang perasaan suka, cinta, sayang, enggak semudah itu. Terlebih kenangan akan dia sudah banyak terekam diingatan.
    So, menurut pandanganku sahabat jadi cinta itu sesuatu yang biasa. Yang wajar. Dan enggak usah terlalu dipusingkan. Kamu suka? Ke siapapun itu ya jujur aja. Kalaupun ternyata kamu berhasil mendapatkan hatinya yang perlu kamu lakukan selanjutnya adalah merubah yang awalnya SAHABAT jadi CINTA menjadi CINTA jadi SAHABAT. Dengan begitu persahabatan kalian yang sebelumnya enggak akan rusak, bermasalah, berubah canggung, aneh atau lainnya karena ada perasaan baru yaitu cinta.

    BalasHapus
  11. Nama:Rere senja
    Akun twitter:@Yurenda1999
    Link share:https://twitter.com/Yurenda19999/status/747429704701874176j
    Jawaban

    Sahabat jadi cinta itu mungkin-mungkin aja.Seperti kebanyakan novel yang aku baca nggak ada cowok dan cewek yang bisa sahabatan tanpa ada bumbu cinta di masing-masing pihak.Sebagai tipikal sahabat sejati,kalau aku berada di zona friendzone seperti itu yang akan aku lakukan adalah mengungkapkan perasaanku sebenarnya tanpa keraguan sedikit pun.Yang namanya sahabat akan tetap jadi sahabat untuk selamanya,nggak boleh hubungan persahabatan renggang cuma karena cinta.Nggak ada orang yang salah dlam cinta,karena cinta itu datang dari hati.Kehadirannya nggak bisa di cegah dan nggak bisa di paksa pula.Kalau sahabat jadi cinta sebaiknya menjadi ajang buat kita untuk semakin mempererat persahabat karena rasa cinta itu,dan kalau sahabat kamu nggak bisa bales perasaan kamu,ya jangan marah atau mutusin hubungan sepihak.Jadilah orang yang enjoy,santai dan nggak terlalu baper.Ingat persahabatan itu di atas segala-galanya..

    BalasHapus
  12. Nama: Juny Zalisa
    Akun twitter: @sitijuniaty
    Link share: https://twitter.com/sitijuniaty/status/747431492301684736

    Jawaban:
    Sahabat jadi cinta sangat mungkin untuk terjadi dan hal itu cukup normal. Sejatinya dalam persahabatan juga mengikutsertakan perasaan cinta satu sama lain hingga hubungan tersebut berlangsung lama. Sebagai dua insan yang berlawanan jenis, sudah jadi hal lumrah dan alamiah jika tertarik satu sama lain, karena pada dasarnya memang diciptakan untuk saling melengkapi. Ibarat dua kutub yang berbeda, maka sifatnya adalah tarik menarik.
    Apabila persahabatan itu sudah saling nyaman, saling ketergantungan, saling menjaga, maka lebih baik diteruskan pada ikatan yang lebih tinggi, yaitu pernikahan. Dengan begitu, keduanya akan dapat saling menjaga dan selalu bersama sepanjang jalan kehidupan, hingga akhir hayat.

    BalasHapus
  13. Nama: Tifa Raisandra
    Twitter: @tifarsndr
    Share link: https://mobile.twitter.com/tifarsndr/status/747492540950056960

    Sahabat jadi cinta?

    Wajar-wajar aja, karena nggak salah mereka ketemu hampir tiap hari apalagi satu sekolah atau satu kantor. Dan pastinya, laki-laki sama perempuan klo udah sahabatan , salah satu dari mereka ada yang merasa 'good feeling'dan jatuh cinta diam-diam. Mau ngomongnya pun serba salah, dia nggak mau ngerusak persahabatannya tapi dilain sisi dia ingin memilikinya.

    Tapi ada baiknya juga sahabat jadi cinta, karena dengan begitu kita akan merasa lebih nyaman karena sudah tau tabiat-tabiatnya, sejelek apapun itu.

    BalasHapus
  14. Nama: Rinita
    Twitter: @Rinitavyy
    Link Share: http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/2016/06/forever-with-you-giveaway.html?m=1

    Sahabat jadi Cinta, hmm?
    Dari sudut pandangku 'ini mah udah mainstreem', bisa dibilang begitu. Kalau di survey, membuktikan, banyak kok remaja yang mengalamai cerita ini. Secara kronologisnya mungkin kalo dirangkai sedetail"nya, akan menjadi seperti ini:
    awalnya dua ingsan itu masih asing satu sama lain→lalu salah satu dari mereka memutuskan untuk berekenalan dan ingin menjadi teman→ lalu ingin naik ke level diatasnya yaitu menjadi sahabat→setelah lama kenal dan bersahabat lama, maunya ingin naik ke level yang lebih tinggi lagi, level yang mengutamakan perasaan//saat cinta mulai datang secara tiba-tiba//
    Kira-kira begitu.
    Arti kata sahabat jadi cinta:Cinta itu diawali dari yg selele menuju ke arah yang lebih serius, seperti kronologi yang aku tulis diatas.

    BalasHapus
  15. Nama: Kiki Suarni
    Twiter: @Kimol12
    Link: https://twitter.com/Kimol12/status/747538997421846528

    Sahabat jadi cinta? Menurutku sah-sah aja sih. Kalau memang udah jodohnya, yah kenapa harus nolak? Lagi pula menurutku jika menjalin hubungan dengan sahabat sendiri apa lagi sampai berjodoh, lebih nyaman sih. Karena kita udah mengerti dan tahu sifat masing-masing, baik-buruknya. Istilahnya, gak ada tuh jaim-jaiman.

    Memang, mungkin sebagian akan berpikir jatuh cinta sama sahabat itu aneh, canggung, dsb. Tapi banyak juga kok yang mengalami situasi serupa dan mereka sampai menikah lagi, contohnya saudaraku. Dari kecil sudah sahabatan, sekarang menikah bahkan sudah dikaruniai cucu.

    Well, tergantung pribadi masing-masing gimana menyikapinya. Tapi buatku itu sah-sah aja. Gak ada yang salah. Lagian hati kita juga gak bisa mencegah sama siapa kita jatuh cinta.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  16. ama: Asep Nanang
    Twiter: @asepnanang59
    Link: https://twitter.com/asepnanang59/status/747561446767112192
    Jawaban:
    Ada pepatah anak muda yang berbunyi "laki-laki dan perempuan itu tak bisa berteman, suatau saat akan tumbuh cinta dalam hati mereka". Saya setuju dengan pepatah ini, pertemanan laki-laki dan perempuan memang sangat mungkin membuat keduanya saling memahami sat sama lain, saling berbagi kebahagiaan, duka lara, bahkan mungkin berbagi makan juga. Bukankah hal ini bisa jadi modal cinta?

    BalasHapus
  17. nama: emma
    twitter: @emmanoer22
    link share: https://mobile.twitter.com/EmmaNoer22/status/747576061504950276?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8753744884

    jawaban: hal wajar karena sebenarnya pacaran itu kan untuk saling mengenal, gak berbeda jauh dengan bersahabat saling mengenal tanpa membedakan, tapi akan beda kalau dari cinta jadi sahabat. Dari pacar jadi sahabat biasanya akan jauh lebih sulit untuk dijalani.

    BalasHapus
  18. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Twitter: @sitasiska95
    Lik: https://mobile.twitter.com/sitasiska95/status/747659400983285760

    Menurutku itu wajar. Seperti kata orang Jawa, witing tresno jalaran soko kulino (kalo nggak salah, nggak bisa bahasa Jawa soalnya hihi), cinta bisa datang karena terbiasa. Setiap hari bersama-sama, berbagi suka dan duka, untuk lawan jenis, bisa aja membuat salah satu atau keduanya jatuh cinta. Perasaan manusia berubah bahkan setiap detik dan nggak menutup kemungkinan yang awalnya sayang sebagai sahabat jadi sayang sebagai seseorang yang spesial. Kadang memang cinta datang secara tiba-tiba, pada pandangan pertama, tapi pada beberapa kondisi kehadirannya bisa melalui proses yang panjang, saling mengenal dengan dekat terlebih dahulu. Dan kalau yang pacaran setelah sebelumnya jadi sahabat buatku akan lebih mudah saling mengerti dan memahami.

    BalasHapus
  19. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Link Share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/747692105745764352

    Jawaban >>

    Bagiku hal yang sulit dalam pertemanan/persahabatan antara laki-laki dan perempuan disinilah titik temu yang paling sulit untuk diperbaiki. Dan hal itu wajar terjadi.

    Berdiri diantara cinta dan persahabatan. Ketika persahabatan menjadi segalanya dan perasaan cinta bergejolak dalam dada adalah dua hal yang sangat sulit untuk di putuskan, karena ketika memilih antara cinta dan persahabatan, maka rasa takut akan sebuah perpecahan (akhirnya nanti) yang menghantui akal pikiran.

    Sebuah kisah persahabatan antara seorang pria dan perempuan terkadang sering berakhir menjadi sebuah cerita cinta yang sangat rumit untuk di ungkapkan. Hal itu di karenakan kedekatan seorang sahabat yang melahirkan perasaan cinta yang tidak di sadari keberadaannya (karena hal2 yang awalnya di anggap remeh-temeh malah menghasilkan sesuatu yang tak seharusnya ada), sehingga ucapan cinta sangat berat untuk di ungkapkan karena takutnya merusak hubungan persahabatan yang sudah sangat erat di jalani.

    Terkadang disinilah bentuk pengorbanan yang namanya cinta. katakanlah ada A dan B. A mencintai B, tp karena A tidak mau merusak persahabatannya dgn B, akhirnya ia merelakan si B dengan orang lain demi persahabatannya sendiri (padahal tanpa ia sadari sebelumnya perasaan cintanya itulah yg udah merusak persahabatans yg sudah terjalin lama). Sehingga timbulnya kecanggungan antara keduanya.

    Karena bagiku pribadi, lebih mudah mengubah persahabatan menjadi cinta, daripada mengubah cinta menjadi persahabatan.

    Walaupun nantinya hubungan yg awalnya sahabat kemudian jadi cinta, dan di akhir putus. Itu kembali lagi kepda pendewasaan diri. Bagaimana cara kita menyikapinya. Ada orang terkadang tidak mampu untuk melanjutkan lgi hubungan sahabat (aku pribadi rasanya nggak sanggup untuk kembali jadi sahabat, ada rasa asing, canggung nggak sebebas dulu lagi kl ingin berekspresi dengan matan pacar yg juga sahabat kita itu). Kalau bisa kl udah putus ya udah, temenan biasa aja ala kadarnya tanpa ada sahabatan lg.

    Sekian pandanganku tentang sahabat jd cinta.

    Salam Ramdhan Pida Alandrian 

    BalasHapus
  20. Nama: Fitriscia Jacilia
    Twitter: @jacilpo
    Link Share: https://twitter.com/jacilpo/status/747736258110070784

    Pandanganku tentang sahabat jadi cinta adalah sah-sah saja. Karena bagiku cinta itu universal, bisa datang kapan saja dan dimana saja. Tidak dipungkiri juga perasaan cinta bisa timbul juga bahkan kepada sahabat sekalipun. Jika Tuhan menakdirkan jodoh kita ternyata sahabat kita sendiri, tidak ada yg tau kan? Jadi kita tidak tau jika jika ternyata Tuhan mengarahkan kita untuk menjadi sahabatnya terlebih dulu sebelum mengijinkan kita untuk jadian. Karena lebih baik bisa merasa cinta daripada tidak sama sekali kan. Nah kalau misalnya jadian, terus masalahnya jika putus kemudian tidak bisa menjadi sama seperti sebelum jadian, itu menurutku masalah yg bisa diatasi. Tergantung kitanya kan bagaimana menanggapi putusnya?
    Jadi bagiku masalah sahabat jadi cinta itu sah-sah saja dan oke2 saja, selama memang benar kita mencintainya.

    BalasHapus
  21. nama: Nafilah
    akun twitter: @Naafilahizzah
    link share: https://twitter.com/Naafilahizzah/status/747747133600595968
    jawaban:

    pandanganku tentang sahabat jadi cinta?

    Menurutku sih, kita nggak bisa ngelarang seseorang untuk nggak jatuh cinta, jatuh cinta sama seseorang itu wajar, cowok yang jatuh cinta sama sahabat ceweknya juga wajar. Terlebih lagi mereka sudah sahabatan dari lama atau dari kecil. Sudah tau sifat masing-masing, sudah tau kebiasaan masing-masing, sudah tau apa yang disuka dan yang nggak disuka satu sama lain. Rasa yang 'sudah tau' itu tadi, yang bikin mereka saling nyaman satu sama lain.
    Rasa yang 'sudah tau' itu tadi, yang bikin salah satu dari mereka mikirin gimana mereka kedepannya, kalau tiba-tiba salah satu dari mereka ngakuin perasaan sayangnya. apa sahabatnya itu mau nerima atau akan menjauh karena pengakuan itu, tapi kalaupun sahabatnya itu menerima, hubungan mereka bakal seperti biasanya, saling melengkapi, saling menghibur, saling bercerita. Hanya saja, akan ada sedikit pemikiran untuk melangkah lebih jauh lagi kedepannya, dibandingkan sahabat yang belum mengakui perasaannya satu sama lain.

    BalasHapus
  22. Nama: Riqza Nur Aini
    Twitter: @riqzanainiee
    Link share: https://mobile.twitter.com/riqzanainiee/status/747434882943565824
    .
    .
    Sahabat jadi cinta?
    Emangnya ngga bisa ya ada hubungan cewek dan cowok yg hanya sebatas sahabatan???
    Kenapa gitu ngeruasak persahabatan dengan cinta,kalau toh misalnya tetep jadi sahabat kan bisa tetep bersama tanpa ada rasa canggung. Lah kalau sahabat jadi cinta terus pacaran lalu putus gitu kemudian pas ketemu pasti ada rasa ngga enak rasa gengsi rasa canggung, iya kan?? Intinya aku kurang suka dengan hubungan sahabat jadi cinta Karena Perlahan namun pasti itu akan menghancurkan. Hubungan seperti itu juga akan menyakitkan salah satu pihak atau pun keduanya kalau yg satu cinta yg satu enggak.
    Tetep jadi sahabat,kan bisa ttp berhubungan baik walau nantinya udah menikah.

    BalasHapus
  23. Nama: Riqza Nur Aini
    Twitter: @riqzanainiee
    Link share: https://mobile.twitter.com/riqzanainiee/status/747434882943565824
    .
    .
    Sahabat jadi cinta?
    Emangnya ngga bisa ya ada hubungan cewek dan cowok yg hanya sebatas sahabatan???
    Kenapa gitu ngeruasak persahabatan dengan cinta,kalau toh misalnya tetep jadi sahabat kan bisa tetep bersama tanpa ada rasa canggung. Lah kalau sahabat jadi cinta terus pacaran lalu putus gitu kemudian pas ketemu pasti ada rasa ngga enak rasa gengsi rasa canggung, iya kan?? Intinya aku kurang suka dengan hubungan sahabat jadi cinta Karena Perlahan namun pasti itu akan menghancurkan. Hubungan seperti itu juga akan menyakitkan salah satu pihak atau pun keduanya kalau yg satu cinta yg satu enggak.
    Tetep jadi sahabat,kan bisa ttp berhubungan baik walau nantinya udah menikah.

    BalasHapus
  24. Nama:Yohana
    Twitter: @MrsSiallagan
    Link share: https://twitter.com/MrsSiallagan/status/747763884740620288
    Jawaban : Sahabat jadi cinta? kenapa tidak, justru sangat bagus dong, dua orang yang sahabat menjadi pasangan yang mencinta. persahabatan membangun sikap kepercayaan, pertemanan, kebaikan, Saling melengkapi dan tidak perlu lagi membutuhkan waktu yang lama karna kamu udah kenal banget bagaimana sikap, kebiasaan, pantangan sahabat kamu itu, kamu sudah tahu seluk beluknya. Biasanya orang persahabatan berubah jadi cinta, karna sahabat itu udah nyaman dan aman, so kenapa mesti sibuk nyari sana sini? Sahabat nggak akan saling menyakiti mereka malah saling memahami satu sama lain. Jadi sah-sah aja kalo sahabatan jadi pasangan kekasih

    BalasHapus
  25. Nama: Kiki
    Twitter: @kyoungsaeng
    Link:
    https://t.co/XFvbooqKDN



    Sahabat jadi cinta? Bisa saja, apa yang tidak bisa hehe
    Asal saling serius, memiliki komitmet pasti selebihnya tangan Tuhan. Hehe

    BalasHapus
  26. Nama : Karina Dwi Pujasari
    Twitter : @rivzhk
    Link share : https://twitter.com/rivzhk/status/747796381864071169

    Menurut pandanganku sahabat jadi cinta itu nggak ada masalah, tapi hal terumit dari sahabat jadi cinta itu, kita emang bener-bener jatuh cinta sama sahabat kita atau itu cuma rasa nyaman yang bikin kita salah mempersepsikan rasa cinta itu. Karena ketika kita salah mengartikan cinta itu, kedekatan antara sahabat akan hilang. Kita bakal kehilangan sahabat, dan rasa canggung karena "penembakan" cinta. Akan susah untuk mengembalikan tali persahabatan kayak dulu. Jadi, sebelum kamu yakin dan pasti kamu jatuh cinta beneran sama sahabatmu, jangan dulu menembaknya, karena mungkin kamu tidak hanya kehilangan cintamu, tapi juga kehilangan sahabatmu nantinya.

    BalasHapus
  27. nama: Fatimah
    twitter: @Imah_Fatma29
    link share: https://twitter.com/Imah_Fatma29/status/748001709897691136

    Apa pandanganmu tentang sahabat jadi cinta?
    Wajar dan bisa terjadi. Apalagi jika seorang cewek bersahabat dengan cowok atau sebaliknya. Berpotensi mengakibatan jalinan asmara pada keduanya. Walaupun akan ada korban pada persahabatan itu. Tetapi, hal itu bisa diatasi apabila dalam persahabatan itu boleh terjadi jalinan asmara asal bisa menjaga komitmen persahabatan dengan baik. Tidak ada pertengkaran yang hebat jika dalam jalinan cinta pada dua orang yang bersahabat itu telah berakhir. Tetap menjaga komunikasi.

    BalasHapus
  28. Nama : Deria Anggraini
    Twitter : @derxreads
    Link share : https://mobile.twitter.com/derxreads/status/748033298312617984?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3163030345

    Jawaban :
    Menurutku itu hal yg wajar. Cewek cowok bersahabat pastinya melakukan apa2 selalu bersama, berbagi pengalaman, berbagi cerita. Sangat memungkinkan hal2 tsb membuat mereka nyaman satu lain yg kemudian perasaan nyaman itu berkembang menjadi perasaan sayang. Ya aku sih berharap punya sahabat yg kemudian jadi cinta, tapi sayangnya nggak ada cowok yg mau jadi sahabag aku 😂 palingan mentoknya cuma sekedar temen biasa.
    Enak sih kalau punya sahabat jadi cinta. Kalau punya pacar yg dulunya bukan sahabat pastikan masih malu2, ngelakuin apapun masih jaim karena biar dapet kesan 'baik' di depan pacar. Tapi kalau pacar yg dulunya sahabag ya enak dia udh tau kejelekan kita, keburukan kita, kebiasan2 aneh kita, jadi kitanya juga udh biasa aja, toh pacar yg dulunya sahabag itu udh mengenal kita luar dan dalam. Nggak ada yg perlu ditutupin, nggak perlu malu2, jaim, so anggun, dsb.
    Tapi nggak enaknya kalau trnyata sahabat kita itu bukan jodoh kita, nggak cocok buat jadi pacar. Kalau udh putus pasti persahabatan akan longgar dan canggung. Meskipun mungkin dari awal blg kalau misalnya pacaran nggak akan merusak persahabatan yg udah dibangun. Nyatanya setelah putus pasti hub persahabatan nggak sama kayak dulu lagi.
    Hal yg nggak enak lainnya kalau kita cinta sama sahabat kita tapi sahabat kita cuma menanggap kita sbg sahabatnya, nggak lebih. Stuck di friendzone, itu bener2 situasibyg sulit sih dan agak ngenes dan menyakitkan 😂
    Sahabat jadi cinta itu ada positif dan negatifnya. Aku kurang setuju sama mereka yg nggak mau pacaran sama sahabatnya dgn alasan takut persahabatannya bakalan ancur. Lah kalau saling cinta mau diapain lagi? Kita nggak bisa memilih dgn siapa kita akan jatuh cinta. Jadi ikuti kata hati aja, soal persahabatan akan hancur atau enggak itu urusan belakangan. Toh kalau memang bener2 sahabat, persahabatan itu akan tetap ada. Beranilah mengambil resiko, dan ikuti kata hati.

    BalasHapus
  29. Asri
    @princessashr
    https://twitter.com/princessashr/status/748061349687795714

    Sahabat jadi Cinta? kayak lagunya Zigas.. Tak bisa hatiku menafikkan cinta, karena cinta tersirat bukan tersurat.. ihirrrr..

    Ehm.. ini kasus untuk sahabat yang lawan jenis yaa? Bukan sesama jenis kan? Kan bisa gawat darurat tar jadinya.. *peace*

    Menurut aku sih setuju2 aja. Karena kan kita nggak bisa mengatur perasaan kita sendiri. kalau cupid udah memanahkan panahnya yaa kita mau bilang apa. Masa ditolak? Disyukuri aja. Setidaknya nggak perlu adaptasi lama. Udah klop, udah tau karakter dan pribadi masing2. Apalagi keluarga juga.

    Jangan pernah bilang, takut jatuh cinta sama sahabat sendiri karena takut menghancurkan persahabatan tersebut. Jangan bilang gitu, tar kalau beneran jatuh cinta, nah lhooo, kemakan deh itu omongan sendiri. Ikuti aja kata hatimu. Cieee..

    BalasHapus
  30. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Domisili :Jepara
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/748115781691539456

    Saya pikir wajar. Karena kadang cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa. Terbiasa bertemu, terbiasa berbagi. Lagipula cinta juga merupakan misteri. Kita tak pernah tahu pada siapa hati akan labuh, siapa yang akan kita cintai. Jadi ketika sahabat yang akhirnya menjadi cinta, it's oke. Memang pada awalnya ada ketakutan yang meneror. Tapi jika bisa menyikapi dengan baik, insya Allah semua bisa diselesaikan. Meski tak berending bahagia atau malah berending bahagia. Karena sesuatu memang selalu ada sisi positif dan negatif.

    BalasHapus
  31. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/748120168866283521?p=v

    Apa pandanganmu tentang sahabat jadi cinta? 


    Menurutku sih sah-sah aja, dan wajar selama mereka berbeda jenis kelamin :D. Bukannya cinta hadir karena terbiasa, dan sahabat adalah sosok yang paling sering hadir dalam kehidupan setelah keluarga. Melalui kebersamaan, keterbukaan dan kecocokan menjadi sepasang sahabat adalah alasan terbesar dibalik perasaan cinta itu tumbuh. Tapi terkadang mereka kurang menyadari perasaan mereka karena terganjal status sahabat. Perasaan menjadi ambigu, ini murni cinta, perasaan suka sementara atau karena alasan kenyamanan semata. Biasanya seseorang itu hanya berani berada pada zona nyaman tanpa mau melewatinya, tidak mau berada diluarnya. Dan karena kenyamanan pula perasaan yang sesungguhnya sering terabaikan.

    Menurutku sahabat itu memiliki istilah tong sampah. Semua baik buruk sifat kita dia tau, sahabat itu lebih peka dengan apa yang terjadi pada kita, bahkan dia tau dan selalu ada saat kita dalam keadaan terburuk sekalipun. Tapi ada yang perlu diingat, bagiku, cocok menjadi sahabat belum tentu cocok menjadi pasangan.

    BalasHapus
  32. Nama: Nur Rochma
    Twitter: @NRochmaningrum
    Link share: https://twitter.com/NRochmaningrum/status/748288455679971328

    Menurutku, wajar. Karena cinta bisa tumbuh di hati siapa saja. Cinta tidak mengenal waktu dan tempat. Termasuk seorang sahabat yang sangat kita percaya sebagai tempat curhat. Termasuk ketika kita sedang fall in love. Cinta murni(natural) karena fitrah setiap manusia untuk menemukan pasangan hidupnya.

    Bisa jadi sebagai seorang sahabat kita merasa canggung dengan peralihan status. Sahabat jadi cinta? Tidak ada yang salah. Boleh jadi akan lebih mengerti satu sama lain. Bukankah selama ini sudah enjoy dalam berkomunikasi. Cocok satu sama lain. Bahkan, menurutku, kalau sahabat itu lebih apa adanya, lebih tahu siapa diri kita. Banyak juga kisah nyata yang berawal dari sahabat. Dan mereka sukses hingga berumah tangga.

    BalasHapus
  33. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/748348919503937536

    Sahabat jadi cinta tuh hal yg biasa. Sangat sangat biasa. Ketika mnjadi sahabat pun sudah tumbuh rasa sayang, dan bukan hal yg mustahil rasa sayang pun bertambah besar dan mnjadi cinta.
    Seperti yg kualami sekarang, bila sahabat berbeda jenis kemungkinan besar ada yg jatuh cinta (bahkan bisa jadi keduanya), maka sahabat antar sesama jenis bisa menjadi cinta seperti kepada keluarga sendiri.
    Begitulah kira2. I love my best ever friend.

    BalasHapus
  34. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/748348919503937536

    Sahabat jadi cinta tuh hal yg biasa. Sangat sangat biasa. Ketika mnjadi sahabat pun sudah tumbuh rasa sayang, dan bukan hal yg mustahil rasa sayang pun bertambah besar dan mnjadi cinta.
    Seperti yg kualami sekarang, bila sahabat berbeda jenis kemungkinan besar ada yg jatuh cinta (bahkan bisa jadi keduanya), maka sahabat antar sesama jenis bisa menjadi cinta seperti kepada keluarga sendiri.
    Begitulah kira2. I love my best ever friend.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Nama: Fredy Wijaya
    Akun Twitter: @ISFJ_
    Link: https://mobile.twitter.com/ISFJ_

    Jawaban:
    Menurutku sih wajar-wajar aja lagipula kalo ia benar-benar suka sama kita kan tidak masalah. Cowok sahabatan sama cewe? Itu wajar. Siapa yang melarang? Begitu juga sebaliknya. Jadi, kalo tanggapan saya tentang persahabatn menjadi cinta itu boleh saja dilakukan asal tidak mengecewakan pendampingnya nanti. Sama seperti cinta terhadap orangtua dan juga keluarga itu sudah hal yang wajar.

    BalasHapus
  37. Nama : Anandha Ramadhan
    Akun Twitter : Anandha_Ra
    Link Share : https://twitter.com/Anandha_Ra/status/748376854801809408?s=01


    Apa pandanganmu tentang sahabat jadi cinta?

    Menurut pendapatku cinta itu sebuah penerimaan. Karena kita tidak benar2 menjadi sahabat, karna cinta datang pada waktu yg tepat
    Itu merupakan hal yang biasa terjadi di dunia nyata atau novel ataupun sinetron. Dan menurutku cinta itu sebuah rahasia Tuhan. Kita nggak bisa memprediksi kapan dan pda siapa kita jatuh cinta. Kalau pilihan cinta itu jatuh pada sahabat sendiri, ya terima aja. Jangan dianggurin & belajar menerima perasaan sahabat. Karena pepatah mengatakan WITING TRESNA JALARAN SAKA KULINA. Jangan kayak sinetron. Saat kita saling jatuh cinta, kita kadang terikat dg janji konyol terus galau galau. Zaman udah berubah sist.

    BalasHapus
  38. Nama : Larastanie Afdha
    Twitter : @Larasta_
    Link Share : https://twitter.com/Larasta_/status/747335031635337217

    SAHABAT JADI CINTA
    Salahkah? Menurutku, itu hal yang mudah terjadi kepada persahabatan antara Cewek dan Cowok . Mungkin jika kedua orang itu sama-sama mempunyai perasaan lebih dari Sahabat mereka pasti sama-sama berkeinginan untuk merubah hubungan itu, dari Sahabat menjadi Cinta. Tetapi, jika perasaan itu hanya tumbuh dari satu pihak saja, bisa jadi hubungan persahabatan yang sudah terjalin akan rusak. Apalagi jika cinta kepada sahabatnya itu bertepuk sebelah tangan. Itu mungkin akan membuat salah satu nya menjadi lebih menderita. Tragis memang, persahabatan yang sudah terjalin rusak hanya karena adanya perasaan yang berubah, dari perasaan sayang sebagai sahabat menjadi perasaan yang lebih dari sayang dan menginginkan hubungan yang lebih dari sahabat…

    BalasHapus
  39. Nama : Fridalia Septiarini H
    Twitter : @frdliash
    Link share : https://twitter.com/frdliash/status/748539763594977283

    Sahabat Jadi Cinta
    Menurut aku sahabat jadi cinta itu hal yang wajar terjadi. karena memang tak ada yang namanya sahabat sejati antara seorang perempuan dan laki-laki. di dalam persahabatan tersebut pasti terdapat rasa yang lebih. entah di satu belah pihak maupun kedua belah pihak. sahabat jadi cinta akan menyenangkan jika keduanya memiliki perasaan yang sama. cinta mereka tak akan serumit pasangan lain karena mereka sudah saling mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan. yang jadi masalah yaitu jika sahabat jadi cinta yang hanya dimiliki satu belah pihak. satu pihak ia mencintai sahabatnya satu pihak yang lain malah sibuk memikirkan orang lain padahal jelas-jelas di dekatnya ada orang yang mencintainya. sahabat yang dalam posisi mencintai pasti bingung bagaimana harus mengungkapkannya dan jika ia berhasil mengungkapkannya pasti pihak yang lain menyangkal dengan menyebutkan bahwa perasaan yang dimilikinya hanya sekedar perasaan sahabat. menyakitkan. dan ujung-ujungnya hubungan persahabatan mereka menjadi canggung.
    itulah pandangan aku mengenai sahabat jadi cinta di satu sisi akan menyenangkan jika perasaan cinta dimiliki keduanya namun akan sangat membuat canggung sekaligus menyakitkan jika hanya dimiliki sebelah pihak saja.

    BalasHapus
  40. Nama: Yustie Amanda
    Twitter: @yustieafm
    Link share: https://twitter.com/yustieafm/status/748556923973177344

    Sahabat jadi cinta itu lumrah. Banyak buktinya. Yaa gimana nggak, tiap hari bareng, udah tau luar dalem, gak usah jaim-jaim, enak kan? Tapi gak enak kalo yang suka cuma satu orang, bisa si cowo doang atau si cewe doang. nah yang gini yang bahaya soalnya kadang bisa merusak persahabatan kalo misal mereka nyatain. Tapi ya gimana lagi sih, orang perasaan gak bisa ditebak, dipendem malah sakit, harus diekspresikan dong, gimana kedepannya yaa percaya aja itu yang terbaik. let it flow sih kalo menurut saya.

    BalasHapus
  41. Nama : Lely Nurvita Sari
    Akun twitter : @LelyNurvita
    Link share : https://twitter.com/LelyNurvita/status/747826373490675712

    Jawaban :
    Menurutku, sahabat jadi cinta ibarat cinta yg datang perlahan-lahan. Kenapa? Karena terkadang byk orang yg gak bisa mengatasi rasa cinta yg tiba-tiba datang sehingga memilih utk bersahabat dan itu aku alami sendiri. Awalnya mungkin terlihat simple, just best friend. Tapi itulah awal datangnya rasa cinta yg sulit untuk dilupakan. Diawali dengan suatu pertemuan, lama-lama dekat, mulai melaluinya bersama baik suka dan duka, saling menyemangati, saling membantu dan berjuang bersama. Sedikit demi sedikit rasa cinta yg dulu sekedar sahabat mulai melampaui batas dan muncullah rasa cinta yg sesungguhnya. Dan menurutku, cinta yg diawali dengan persahabatan bakal lebih awet daripada cinta yg datang tiba-tiba. Karena rasa cinta yang terlalu cepat pasti akan cepat berlalu begitu juga sebaliknya,rasa cinta yang diperoleh dengan perjuangan dan perngorbanan pasti akan sulit utk berlalu. 

    BalasHapus
  42. Nama : Uniek Kaswarganti
    Twitter : @uniekkas
    LInk share : https://twitter.com/uniekkas/status/748737545731616768

    Sahabat jadi cinta?
    Kalau belum mengalami sendiri tentu yang dibayangkan bakalan yg indah-indah. Segala pengertian akan kondisi sahabat seutuhnya terkadang membuat kita terlena, 'Ntar bakalan berjalan baik semuanya deh, kan sebagai sahabat justru aku yg paling mengerti dia.' Gitu kan ya?
    Well, itu kalau belum mengalami sendiri. Atau mungkin juga ada yg beruntung ya mengalami kisah cinta yang manis bersama 'ex' sahabat.
    Sayang sekali, untukku sendiri tidak begini kejadiannya. Aku pernah punya sahabat cowok, orangnya baik dan lembut. Wangi pula, suatu kondisi fisik yang memang aku suka banget. Kami berdua hobi ngobrol ngalor ngidul tentang apa saja. Dan kupikir lama kelamaan kami berdua bakalan jadian. Sesuatu hal yang sangat aku nanti-nantikan.
    Bagaikan cinderella yang harus tau diri saat jam malam berakhir, begitu juga yang terjadi padaku. Saat sahabat cowokku ini justru minta dikenalin dengan salah satu teman cewek di sekolah, dimana cewek itu juga teman baikku. Rasanya seperti mau jatuh ke lubang teramat dalam yang tanpa batas.
    Sejak itu aku selalu berdoa agar orang lain yang mengalami hal yang sama denganku bisa jadian dengan sahabatnya, jangan kayak aku :)
    Teteuupp tapinya ya, buatku hanya ada 1 kata soal sahabat jadi cinta : Mengenaskan (khusus yang mengalami cinta satu arah saja, iyaaa...sepertiku hiks)

    BalasHapus
  43. Nama : Neni Arwanda
    Akun twitter : @NeniArwanda95
    Link Share : https://twitter.com/NeniArwanda95/status/748030731801214977

    Apa pandanganmu tentang sahabat jadi cinta?
    Jawaban : It's like a tresno iku jalaran soko kulino. Rasa suka itu dikarenakan sering bertemu. Manusiawi sih, karena kita kan emang ngga pernah bisa ngontrol hati kita sendiri buat suka sama sahabat sendiri. Bahagia kalau emang sama-sama suka. Tapi merana juga kalau emang salah satunya ada yang ngga suka. Ujung-ujungnya malah jadi jauh-jauhan deh pasti. Dilema banget kan. Tapi menurut pandangan gue si, oke-oke aja selama dua-duanya sama-sama suka. :)
    It's fine, if your friend love you. yah, kalau salah satu ada yang ngga suka, berarti yang suka harus lebih usaha lagi buat ngedapetin cinta sahabatnya. Tapi gue jamin si, rasa suka sesama sahabat itu pasti bakalan ada, entah sedikit atau banyak.

    BalasHapus
  44. Nama : Tania Alena Rista
    Akun Twitter : @tanialena_
    Link share : https://twitter.com/tanialena_/status/748841848379027461

    Answer : Sahabat Jadi Cinta.
    Tentang ini aku sendiri pernah ngerasain yang namanya Sahabat jadi Cinta. Aku punya sahabat cowok, dia sama aku satu sekolah dan selalu berangkat dan pulang bareng-bareng, karena sekaligus dia juga tetangga aku. Dia baik banget sama aku, perhatian, dan peduli, maka nya gak heran aku suka sama dia. Tapi masalahnya aku itu tipe orang yang pemalu, aku gak berani bilang kalau aku suka sama dia, karna aku takut cinta aku gak terbalas. Makanya aku lebih memilih buat jadi sahabat dia dan melupakan cinta sepihak ini daripada harus merelakan persahabatan kami yang sudah terjalin selama 6 tahun demi menginginkan hubungan yang lebih dari sahabat.

    BalasHapus
  45. Nama : Cicik Suciarti
    Twitter : @CikkoChang
    Link : https://mobile.twitter.com/CikkoChang/status/748852793704718339?p=v

    Jawaban :
    Hal pertama yang terlintas saat mendengar kalimat 'sahabat jadi cinta' adalah kata 'pengertian' dan 'ketakutan'. Membayangkan orang yang selama ini menjadi tempat keluh kesah ataupun tempat berbagi canda tawa. Dia, orang yang selalu berada di samping kita dalam keadaan tersulit sekalipun, telah berganti posisi, bukan sebagai sahabat tetapi menjadi orang yang kita cintai. Tentu saja akan sangat bahagia bila bersanding dengan orang yang selama ini paling 'mengerti' kita, kehidupan mungkin akan terasa lebih bahagia dan lebih mudah. Tetapi kita juga tidak bisa menolak rasa 'takut' yang timbul akibat rasa cinta yang muncul. 'Takut' apabila rasa itu malah merusak segalanya dan mengakibatkan kita melukai dan kehilangan orang tersebut. Mungkin satu kata yang pantas adalah 'dilema'.

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design