Selasa, 12 Juli 2016

[Book Review] Persona

Judul Buku : Persona
Penulis : Fakhrisina Amalia
Penerbit : GPU
Tebal : 248 Halaman
Terbit : April 2016

Namanya Altair, seperti salah satu bintang terang di rasi Aquila yang membentuk segitiga musim panas. Azura mengenalnya di sekolah sebagai murid baru blasteran Jepang yang kesulitan menyebut huruf L pada namanya sendiri.

Azura merasa hidupnya yang berantakan perlahan membaik dengan kehadiran Altair. Keberadaan Altair lambat laun membuat perasaan Azura terhadap Kak Nara yang sudah lama dipendam pun luntur.

Namun, saat dia mulai jatuh cinta pada Altair, cowok itu justru menghilang tanpa kabar. Bukan hanya kehilangan Altair, Azura juga harus menghadapi kenyataan bahwa orangtuanya memiliki banyak rahasia, yang mulai terungkap satu demi satu. Dan pada saat itu, Kak Nara-lah tempat Azura berlindung.

Ketika Azura merasa kehidupannya mulai berjalan normal, Altair kembali lagi. Dan kali ini Azura dihadapkan pada kenyataan untuk memilih antara Altair atau Kak Nara.

----------------------------
"Memang luar biasa sekali pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh kehadiran seseorang dalam hidupmu. Pada suatu waktu kau akan menjadi dirimu yang kau kenal, di waktu lain tiba-tiba kau berubah menjadi orang lain."
Selama ini Azura yang terbiasa hidup dalam sepi, di sekolah pun dia terkenal sebagai siswi yang penyendiri dan tidak punya banyak teman. Tidak ada seorang pun yang tahu, bahwa di balik semua sikapnya itu, Azura menyimpan beban berat dalam hidupnya. Azura sering menyiksa dirinya sendiri dengan sering mengiris pergelangan tangannya.  

Azura seakan hidup dalam dunianya sendiri, di rumah pun hidupnya sudah berubah. Tidak ada lagi kehangatan keluarga, yang ada hanya suara bentakan dan teriakan dari papa dan mama yang senantiasa terdengar. Azura sudah terbiasa seperti ini, hingga suatu hari ada seseorang yang hadir dalam kehidupannya, mengubah hidup Azura sedemikian rupa. 

Dia adalah Altair Nakayama, seorang siswa pindahan dari Jepang. Sejak awal Azura tidak berminat berteman dengannya, tapi entah kenapa Altair selalu mengganggunya. Altair yang belum terlalu fasih bahasa Indonesia, selalu saja bertanya kepada Azura selama pelajaran berlangsung. Altair ingin berteman dengan Azura, sebaliknya Azura masih enggan untuk membuka dirinya.
"Hanya karena kau menganggapku temanmu, bukan berarti aku juga menganggapmu temanku."
Hingga kemudian Altair mulai menarik diri, Azura merasa kehilangan. Akhirnya mereka pun berteman, dan Azura merasa bahagia. Bersama Altair, Azura menemukan dunia yang baru. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, sering menghabiskan bekal bersama. Altair selalu ada di samping Azura. Termasuk saat Azura sering mengintip gebetan yang disukainya, Kak Nara, kakak kelas yang pernah menolongnya.

Perlahan-lahan Kak Nara tidak lagi menjadi perhatian Azura, apalagi sejak Kak Nara lulus sekolah. Namun, kemudian Altair menghilang begitu saja. Azura patah hati, tapi berusaha untuk bangkit kembali dan akhirnya bisa lulus sekolah dan kemudian kuliah. Takdir pun mempertemukannya kembali dengan Kak Nara. Kak Nara adalah kakak dari Yara, sahabat barunya saat kuliah.

Ketika keadaan semakin membaik, Azura pun sudah terbiasa hidup tanpa Altair, mengapa Altair hadir kembali? Ada apa sesungguhnya? Bagaimana pula hubungan Azura dengan Kak Nara? 
"Masing-masing dari kita punya satu lubang itu, lubang tempat sesuatu yang hilang mendadak, seolah dicabut paksa dari sana, dan kekosongan tempat itu akan mengubah kita setelahnya. Bagiku, lubang itu dulunya ditempati oleh Altair."
Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya penulis, aku merasakan perkembangan tulisan yang makin matang dari penulis. Sejak membaca  All You Need Is Love , aku sudah menyukai tulisannya sehingga aku pun tak sabar untuk membaca karya terbarunya ini.

Awalnya aku berpikir aku akan disuguhkan dengan seorang gadis remaja yang kebingungan memilih diantara 2 pria sekaligus, tipikal kisah cinta segitiga biasa yang sering diusung oleh penulis lainnya. Rupanya aku salah, kisah ini tidak sesederhana itu. 

Sejak awal membaca novel ini, aku sudah disuguhkan dengan sebuah adegan rumah sakit yang cukup mencekam dan membuatku bertanya-tanya dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Kemudian perlahan-lahan aku diajak memasuki kehidupan Azura, tokoh wanita dalam novel ini. Awalnya aku bisa merasakan bagaimana sepinya hidup Azura. Hidup dalam keluarga yang broken home, tentunya tidak mudah. Sehingga ketika Azura mulai melakukan hal-hal yang tidak terduga itu mungkin hanya pelarian dari masalah yang sedang menghimpitnya, mengubah pribadinya menjadi penyendiri dan tak banyak teman.

Aku bisa merasakan bagaimana Azura yang sudah terbiasa hidup seperti itu, kemudian ada seseorang asing yang masuk dalam kehidupannya menawarkan sesuatu yang rasanya jauh sekali dari dirinya "sebuah pertemanan". Tentunya ada rasa takut membuka diri, namun perlahan-lahan Altair dengan semua sikapnya bisa mengubah Azura keluar dari zona nyamannya. Kehadiran Altair memberikan warna tersendiri dalam hidup Azura, kemudian akhirnya dia menghilang jujur aku pun bertanya-tanya ada apa. Apalagi kemudian Azura dipertemukan kembali dengan Kak Nara, kemudian Altair hadir kembali, makin membuat kisah ini menjadi semakin menarik.

Hal ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jika kamu membaca halaman demi halaman novel ini aku yakin kamu bakal tahu bahwa kisah ini tidak sesederhana itu. Mungkin kamu akan merasakan banyak kejanggalan demi kejanggalan dalam kisah ini. Rasanya seperti ada yang tidak pas dan kamu mulai menebak-nebak apa yang terjadi, teruslah membaca karena kamu akan menemukan jawabannya di akhir cerita.

Mungkin aku seperti pembaca lainnya yang memang ikutan menebak kisah ini akan dibawa kemana, tapi percayalah aku pun dibuat terkejut dengan ending yang diberikan. Salut sekali dengan eksekusi yang dibuat oleh penulis, jujur aku dibuat tercengang-cengang dengan penutup kisah ini. Plot twist yang indah menutup perjalanan kisahku bersama Azura.

Tidak hanya mengisahkan tentang romansa Azura-Altair-Nara saja, tetapi ada kisah keluarga juga yang tidak kalah penting. Penulis mampu menggambarkan dengan baik, bagaimana sebuah keluarga itu menjadi fondasi utama bagaimana membentuk kepribadian dan karakter seseorang. Pentingnya keluarga untuk selalu ada, bukan hanya dalam bentuk materi saja, tetapi juga perhatian dan kepedulian. 

Overall, aku rekomendasi novel ini untuk kamu baca, percayalah kisah ini tidak sesederhana yang kamu pikir. Aku yakin kamu mungkin akan menyukai novel ini seperti aku jatuh cinta kepadanya. Novel ini menjadi Young Adult terbaik dan terfavorit sejauh ini dari lini Young Adult yang sudah kubaca. 
"Kadang-kadang, kedekatan kita dengan seseorang tidak dilihat dari seberapa sering kita bersamanya. Kadang-kadang, kedekatan kita dengan seseorang justru tampak dari betapa tidak seringnya kita bertemu, tapi kita selalu punya waktu-waktu menyenangkan dalam pertemuan yang tidak sering itu."

2 komentar:

  1. Mba buku ini ga dibikin GA kah?hihihi *ngarep gratis* penasaran pengen baca sesuai rekomen mba :)

    BalasHapus
  2. Sayangnya gak ada sponsornya Herva, khan buku ini sempat dibikinin blog tour khan ya? Ikutan gak?

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design