Senin, 18 Juli 2016

[GIVEAWAY] LOOK AT ME PLEASE

Judul Buku : Look At Me, Please
Penulis : Sofi Meloni
Penerbit : Elex Media
Tebal : 304 Halaman
Terbit : Mei 2016

Mencintai berarti merelakan orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain? 


Omong Kosong ! 

Cinta itu tidak melulu soal merelakan, namun juga soal perjuangan. Bodoh namanya jika aku merelakan kamu, yang jelas-jelas pernah mencintaiku, demi wanita yang diam-diam menusukku dari belakang. Delapan tahun aku hidup dalam sebuah kebohongan yang mengatasnamakan persahabatan. Aku bukan malaikat. Aku juga bukan orang suci yang bisa pasrah dan menerima begitu saja apa yang telah terjadi sebelumnya. Kini tiba saatnya untuk aku memperjuangkan kembali kelanjutan cerita diantara kita. Kamu harus sadar bahwa aku juga ada disini menunggumu, sadar bahwa ada akhir bahagia untuk cerita kita. 

We can have our happy ending, so look at me, please. 


-------------------- 



Pernah membayangkan kamu jatuh cinta kepada pacar sahabatmu sendiri? Tentunya sakit sekali berada di posisi Laras, melihat pria yang pernah dan masih sangat dicintainya itu malah memilih Lily, sahabatnya. Seharusnya sebagai sahabat yang baik, Laras bisa segera move on atau merelakan cintanya melihat dua orang yang sangat dicintainya bersama, sayangnya merelakan itu sungguh tidak mudah....

Apalagi ketika sebuah rahasia terkuak, Gerry pria yang pernah dicintainya itu pernah punya rasa yang sama terhadapnya. Laras pun mulai berandai-andai, seandainya tidak pernah ada Lily pasti dia dan Gerry akan bahagia sekarang. Hal ini membuat Laras menjadi semakin terobsesi terhadap Gerry, membuat dirinya tidak lagi berpikir jernih. Alih-alih merelakan cintanya, Laras malah memilih untuk memperjuangkan cintanya. 

Di sisi lain, tanpa Laras sadari ada sosok Remy, rekan kerjanya yang walaupun agak nyebelin, Remy lah pria yang senantiasa ada di antara kerumitan hubungan Laras dengan Lily-Gerry. Bagaimana akhir kisah Laras-Lily-Gerry? Akankah ada akhir bahagia untuk Laras?

Ini novel ketiga Kak Sofi Meloni yang kubaca, setelah Stay With Me Tonight dan Peek A Boo, Love. Walaupun tema yang diangkat merupakan tema paling klise, tapi di tangan Kak Sofi novel ini menjadi sebuah karya yang sungguh menarik untuk dibaca.

Tokoh seperti Laras ini mungkin dan bahkan pernah kita temui di dunia nyata, tidak sekedar fiksi saja. Hal ini membuatku merasa begitu dekat dengan sosok Laras. Aku bisa merasakan bagaimana Laras yang jatuh cinta setengah mati terhadap Gerry, dan berharap akan bersama selamanya. Sayangnya, kenyataan tak seindah bayangannya. Gerry yang dicintainya malah memutuskan untuk berpacaran dengan Lily, sahabatnya sendiri. Tentunya sakit sekali dan susah untuk menerima kenyataan ini, apalagi Laras harus melihat kebersamaan dan kemesraan yang dirasanya "seharusnya" menjadi miliknya. Apalagi saat Laras tahu jika dulu Gerry pernah punya rasa yang sama, namun Lily sahabatnya malah memilih menutupi semuanya. Walaupun sudah bertahun-tahun berlalu, perasaan Laras tetap sama, Laras malah memilih berjuang untuk mendapatkan cinta Gerry kembali, bukannya melepaskan Gerry. 

Laras sampai menutup mata dari persahabatannya dengan Lily. Laras melupakan semua kebaikan Lily bahkan persahabatan yang sudah sekian lama terjalin, karena menganggap Lily lah perusak kebahagiaan yang seharusnya dia miliki. Jujur rasanya sulit sekali untuk membenci Laras atau Lily, aku pun akan sama bingungnya jika berada di posisi mereka. Mereka hanyalah dua orang yang terjebak dalam suatu hubungan yang rumit. Hubungan yang terasa semakin dipersulit, karena pria yang sama-sama mereka cintai pun tak melakukan apa-apa. Jujur, aku malah gregetan dengan sikap Gerry, yang kurasa plin-plan bahkan tidak bisa tegas memilih di antara dua sahabat ini.

Diceritakan dengan alur maju mundur, sebagai pembaca aku bisa memahami situasi yang terjadi diantara Laras-Gerry-Lily. Bagaimana akhirnya mereka masing-masing terjebak dengan perasaan mereka masing-masing. Semua terlalu sibuk memikirkan diri masing-masing, hingga tak sadar mereka pun saling melukai. Andai saja mereka bisa lebih terbuka, mungkin kisah mereka akan jauh lebih berbeda.

Aku suka sekali bagaimana Kak Sofi membangun karakter para tokoh dalam novel ini, karakternya kuat membuatku sebagai pembaca larut dalam kisah ini. Dari sekian tokoh yang hadir, aku malah jatuh simpati dengan Remy, sosok yang malah mengorbankan diri masuk dalam hubungan yang nyata-nyata sudah rumit ini.

Kak Sofi benar-benar membuatku larut dengan hingga terus melanjutkan bacaanku karena penasaran bagaimana akhir kisah Laras dan bagaimana persahabatannya dengan Lily. Walau pun sedikit banyak, aku sudah bisa menebak akhir kisah novel seperti ini, tapi menjelang ending aku tidak ingin kisah ini cepat diakhiri. Untungnya, endingnya terasa realistis dan sesuai dengan yang kubayangkan.

Walau memang tak ada gading yang tak retak, masih ada beberapa kesalahan penulisan/ketikan, tapi karena aku sudah terlanjur menikmati proses membaca, aku sudah tidak peduli lagi. Semoga saja jika nanti di cetak ulang, novel ini bisa lebih diperbaiki lagi dari segi teknis penulisan, agar jauh lebih baik lagi.

Melalui kisah ini, kamu akan belajar mengenai move on dan melepas masa lalu. Hal ini mungkin terasa mudah untuk diucapkan, tetapi akan terasa sulit untuk dilakukan. Tapi tidak ada hal yang tidak mungkin, siapa tahu tanpa kamu sadari ada cinta lain yang layak untuk kamu perjuangkan. Selamat jatuh cinta...

----------------GIVEAWAY TIME--------------------- 


Aku punya 1 (satu) buku Look At Me Please persembahan Sofi Meloni, yuk ikutan:

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow twitter @RizkyMirgawati dan @Sofi_Meloni dan share info GA ini dengan hastag #LookAtMePlease

3. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar dengan format: nama, akun twitter, link share dan jawabanmu:


5. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 22 Juli 2016.

Semoga beruntung!!!!

Buat kamu yang sudah baca bukunya, jangan lupa ikutan event Review Competition Look At Me Please di bawah ini ya, menangkan hadiah menarik loh. Event ini akan berlangsung sampai 30 Agustus 2016 loh!!!!

69 komentar:

  1. Ayatin
    @tenchoQ
    https://mobile.twitter.com/tenchoQ/status/754924110879215616


    Pertanyaan klise tp sulit dijawab. Aku pilih dua-duanya. Ada saatnya kita butuh sahabat yg posisinya bhkan tak bs diganti okeh cinta. Ada kalanya kita butuh cinta yg posisinya tak bs diganti cinta. Mereka pny peran masing2 jd tdk mgkn bs dipilih salag satu. Tp saya jika sangat amat terpaksa harua memilih tentu sahabat. Krn kt pepatah jawa "wiwiting tresno jalaran saka kulino" : cinta bs tumbuh krn biasa. Dan saya tidak menemukan pepatah sejenis itu yg berhubungan dg sahabat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh salah ketik. Ada kalanya butuh cinta tp posisinya tdak bs dganti sahabat

      Hapus
  2. Nama : yunika anwar
    Twitter : @yunikaanwar1
    Link share: https://mobile.twitter.com/yunikaanwar1/status/754926414701457408?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C9811485419

    Kalau aku jadi laras aku lebih milih sahabat soalnya sahabat itu susah dicari dan kita sudah kenal luar dalam jadi gk akan ada yg bisa gantiin posisi sahabat termasuk cinta sekalipun, juga gk akan ada yg namanya mantan sahabat. kalau pilih cinta bisa aja dia nyakitin kita suatu saat nanti dan disitu kita baru sadar kalau sahabat diatas segalanya.

    BalasHapus
  3. Nama : Herva Yulyanti
    Twitter : @hervayulyanti
    Link share :https://twitter.com/hervayulyanti/status/754933261676130304
    Cerita bukunya hampir mirip sama sinetron yang qu suka hahaha karena pemeran utamanya Laras dan terinspirasi dari sinetron itu maka jawaban qu jika qu jadi Laras qu memilih sahabat. Tiada yang bisa menggantikan cintanya sahabat. Hati bisa terobati lagi dengan hati asalkan kitanya sendiri yang mau move on.

    BalasHapus
  4. Nama : Silvy Rianingrum
    Twitter : @berryfledge
    Link Share : https://twitter.com/berryfledge/status/754931094022008833
    Jawaban : Kalo aku jadi Laras, aku mendingan milih sahabat dan melepaskan cinta /asikwkwk. Milih melepaskan karena akan jauh lebih mudah untuk melepaskan dia yang tidak mencintai kita dan akan jauh lebih mudah & lebih baik untuk belajar mencintai dia yang mencintai kita. Dan sahabat itu pantas dipertahankan. Cinta bisa tergantikan, kita bisa belajar mencintai orang lain. Tapi kalo sahabat? Meskipun dia pergi dan kita coba lupain, itu engga akan berhasil karena semuanya akan berbekas dihati. Kita bisa bilang tanpa sahabat kita baik-baik aja, tapi nyatanya sepinya mengalahkan sepi manusia yang masih sendiri a.k.a menjomblo xD Kalo kita hidup tanpa cinta, masih akan ada banyak cinta yang mengalir dan sahabat akan melengkapi hidup hehe^^

    BalasHapus
  5. Nama : Silvy Rianingrum
    Twitter : @berryfledge
    Link Share : https://twitter.com/berryfledge/status/754931094022008833
    Jawaban : Kalo aku jadi Laras, aku mendingan milih sahabat dan melepaskan cinta /asikwkwk. Milih melepaskan karena akan jauh lebih mudah untuk melepaskan dia yang tidak mencintai kita dan akan jauh lebih mudah & lebih baik untuk belajar mencintai dia yang mencintai kita. Dan sahabat itu pantas dipertahankan. Cinta bisa tergantikan, kita bisa belajar mencintai orang lain. Tapi kalo sahabat? Meskipun dia pergi dan kita coba lupain, itu engga akan berhasil karena semuanya akan berbekas dihati. Kita bisa bilang tanpa sahabat kita baik-baik aja, tapi nyatanya sepinya mengalahkan sepi manusia yang masih sendiri a.k.a menjomblo xD Kalo kita hidup tanpa cinta, masih akan ada banyak cinta yang mengalir dan sahabat akan melengkapi hidup hehe^^

    BalasHapus
  6. Nama : Dosca Hutabarat
    Twitter : @doscastrida
    Link : https://twitter.com/doscastrida/status/754946217180704769
    Jawaban : kalau aku jadi Laras, aku pasti memilih sahabat. Karena menurut ku untuk apa kita merusak persahabatan yg sudah begitu lama hanya krn masalah cinta? Cinta itu mudah dicari, tp klau sahabat sangat sulit. Dan cinta tulus yg ku kenal saat ini selain cinta kedua orgtua adalah cinta sahabat. Jd untuk apa mengorbankan cinta tulus dr sahabat hanya untuk cinta yg mngkin saja hanya sekedar obsesi kita saja :)

    BalasHapus
  7. Nama: Sharie
    Twitter: @nAshari3
    Link: https://twitter.com/nAshari3/status/754980882688073728
    Jawaban:
    Benar kata kak Rizky, kisah Laras ini banyak dijumpai di sekitar kita, bahkan aku yang ngalamin sendiri. Awalnya aku sebagai Lily, tapi kemudian aku menjadi seorang Laras, kok bisa? Iya kak, karna aku kena karma. hiks...
    Yupz, aku pernah punya pacar yang aku sendiri tau kalo pacarku itu cinta pertamanya dari sahabatku sewaktu SMA, dan aku baru tau kalo sahabat aku itu masih cinta saat aku jadian sama cowo itu. Dan saat itu juga aku tau kalo cowok aku itu, dulunya (waktu SMA) pernah punya rasa juga sama sahabatku itu (gak pernah sempet jadian). Jujur saat itu aku ngerasa jadi seorang pengkhianat. Sampai sahabat aku itu ngejauhin aku. Tapi gak lama, aku ngerasain sakit yg dirasain sahabat aku itu. Karna cowokku selingkuh, dan jadian dengan sahabatnya sendiri. Kan Nyesek kak!
    So, kalo aku jadi Laras, aku akan memilih sahabatku, dan akan melupakan Gerry, dan mencoba membuka hati ke Remy. Aku gak akan pernah masuk lagi ke "lingkaran setan" itu kak. Kapok. hahaha...

    BalasHapus
  8. Elsita F. Mokodompit
    @sitasiska95
    https://twitter.com/sitasiska95/status/754993600073637888
    Jawaban: Kalau saya ada di posisi Laras maka yang akan saya pilih adalah persahabatan. Kenapa? Cinta adalah hal yang penting buat saya, saya akan berusaha mempertahankan orang yang saya cintai dengan cara apa pun tapi bukan dengan menjadi perusak hubungannya dengan orang lain. Bukan berarti disini Laras adalah sosok perusah hubungan orang, memang Laras dan Gerry saling mencintai, tapi itu hanya ada di masa lalu. Sudah seharusnya saya melupakannya dan menerima kenyataan bahwa perasaan Gerry bukan untuk saya lagi.

    BalasHapus
  9. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/754928758574821376?p=v


    Jika kamu berada di posisi Laras, apa yang kamu pilih? Sahabat atau cinta? Mengapa?


    Sahabat dan cinta sama-sama sulit dicari, hanya saja, sejauh apapun melangkah, pada akhirnya cinta selalu datang menghampiri. Sedangkan sahabat adalah orang yang selalu mendampingi disaat kita menunggu datangnya cinta. Tapi hubungan sahabat itu lebih susah dipertahankan jika dibandingkan dengan cinta (kekasih). Sakitnya dikhianatin sahabat dan dikhianatin cinta itu lebih sakit dikhianatin sahabat aku rasa. Aku lebih memilih sahabat juga untuk mempererat tali silaturahmi yang terjalin, dibandingkan cinta yang semu. Istilahnya, aku cari keliling dunia pun, cinta masih bisa ditemui. Sedangkan sahabat, dari 1000 orang yang bener-bener cocok dan setia paling juga cuma ada 1.

    BalasHapus
  10. Bintang Permata Alam
    @Bintang_Ach
    https://twitter.com/Bintang_Ach/status/754987359809122304

    Jika jadi Laras…

    Sahabat atau cinta?

    Hahaha pertanyaan yang mudah.

    Absolutely, sahabat.

    Kenapa?

    Karena jika kita punya banyak sahabat, maka semakin besar peluang bagi kita untuk dikenalin dengan banyak cewek yang mungkin saja bisa menjadi pasangan kita. Yang namanya sahabat pasti ingin sahabatnya bahagia dong, nah salah satu cara untuk membahagiakan sahabat ya dengan itu: nyomblangin. Maka dengan begitu, cinta akan datang dengan sendirinya. Jadi, siklus yang benar adalah sahabat – cinta, bukan cinta –sahabat.

    Lalu, jika kita lebih memilih cinta, jelas lebih banyak ruginya. Nggak percaya? Kebanyakan jika kita punya pacar, lebih sering pacar kita itu protektif. Suka ngatur hidup kita. Mau ini nggak boleh, itu nggak boleh. Bolehnya nemenin dia mulu. So, waktu berkumpul dengan sahabat berkurang kan? Bahkan bisa dibilang nggak ada waktu sama sekali.

    Jadi, jelas kan…. Lebih pilih yang mana?

    Lagian, bukankah lebih baik memiliki banyak sahabat daripada banyak… pacar? Hahahaha.

    BalasHapus
  11. Nama : Dewi Anisa
    Akun Twitter : @dewi_anisa
    Link Share : https://twitter.com/dewi_anisa/status/755008898164072448

    Kalo jadi laras, aku akan pilih pacar.
    kebanyakan orang pasti memilih sahabat, bukannya aku memilih ego atau kepentingan pribadi. Bukankah pacar juga sama pentingnya dengan sahabat ?
    kalau dia sudah bisa diberi gelar sahabatnya harusnya dia juga bisa menerima pacar sahabatnya bukan.
    Pacar kalau dipikir jangka panjang akan jadi pasangan kita kelak.
    alangkah harmonisnya jika saat kita memilih satu diantara mereka, yang satu juga menerima. itu kata kuncinya.

    BalasHapus
  12. Nama : Yohana Siallagan
    Twitter ; @MrsSiallagan
    Link share : https://twitter.com/MrsSiallagan/status/755028090951041024
    sahabat atau cinta? Memang sangat dilema memilih salah satunya. Tetapi jika saya ada diposisi Laras, saya akan memilih sahabat. Sahabat itu seperti diri kita sendiri, teman yang cocok untuk kita melakukan apa saja bersama-sama. Sahabat kenal kita luar dalam dan selalu mengerti tentang kita. Tentu saja kita tak boleh egois, jika orang yang kita sayangi menyukai sahabat kita sendiri. Jangan menutup mata atas rasa tersebut hingga kita rela menjadi musush sahabat kita sendiri. Sahabat kita juga berhak bahagia, tetapi jika Cinta sudah memilih, mau apa lagi dikata, tentu merelakan adalah jalan yang terbaik dan selalu men-support sahabat walaupun itu menyakitkan. Tentu akan lebih sakit lagi jika kita memaksakan kehendak laras terhadap Gery, malah dia akan lebih menderita jika gery menjalin hubungan dengan laras sementara gery menginginkan lily. Apapun alasannya, menghianati sahabat bukan jalan yang baik. Percayalah, masih banyak lelaki baik yang bisa sijadikan pacar ataupun jodoh. Move on dan berusaha menunjukkan kualitas diri terhadap orang lain niscahaya jika waktunya sudah datang, semua akan indah pada waktunya.

    BalasHapus
  13. Nama: Maz Reyza Zamzamy
    Akun twitter: @reyzamzamy
    Link share: https://twitter.com/reyzamzamy/status/755056637446991873

    Tentu akan sangat dilema ya berada dalam posisi Laras karena bingung haru pilih mana antara sahabat atau pacar.

    Tapi jika aku menjadi sosok Laras, aku akan tetap netral dan tetap memilih keduanya.

    Mengapa?

    Karena hatiku sudah terlalu sayang dengan sosok sahabatku Lily, pun aku juga sudah terlanjur cinta dengan sosok gery. Namun ada sedikit pengecualian, tentu aku akan merasakan perasaan berbeda yang sudah tidak seperti dahulu lagi. Rasa sayangku kepada Lily menjadi sedikit berpudar karena ternyata sahabatku sendiri tega jadian dengan orang yang aku cinta. Sama halnya rasa cintaku kepada Gery juga sedikit sirna karena aku telah menelan kekecewaan.

    Terlepas dari itu semua, aku tetap memilih mereka berdua untuk tetap disisiku, aku tidak sanggup menghilangkan salah satu dari mereka dari hidupku, aku tetap menyayangi mereka berdua, namun rasa yang kuberikan tentu tidak sama seperti sedia kala. Hanya dalam batas wajar yang secukupnya saja.

    BalasHapus
  14. Putu Wiriastini

    @wirias3

    https://mobile.twitter.com/home?login=1468859334673

    Sahabat ya? Cinta ya? Ya sama-sama susah. Kalok aku disuruh milih, sekarang aku balik tanya sama keadaannya. Apa cowoknya masih suka aku? Atau dia cinta sama sahabat aku?

    Jika dia cinta sama sahabatku, maka aku akan melepasnya. Tapi sebaliknya jika dia masih cinta sama aku, aku akan memberi tahu perlahan tentang hubunganku langsung ke sahabat. Terdengar sedikit tega, tapi akan lebih tega jika sahabat aku hidup dengan cinta tanpa bisa merasakannya. Mengerti maksudku? Begini, cewek mana yang gak sakit ketika tau prianya masih mencintai mantannya. Maka yang akan aku lakukan adalah membaca keadaan (situasi) nya terlebih dahulu.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Nama : Syintia Devi
    Akun Twitter : @syintiadevi
    Link Share : https://twitter.com/syintiadevi/status/755088849273892864
    Jawaban :
    Kalau aku ada di posisi Laras aku akan pilih sahabat, cerita di novel ka Sofi ini pas banget sama cerita aku kemaren jadi bisa sedikit memahami posisi laras tersebut.
    Alasannya ga ribet, kalau aku pilih cinta, dan meninggalkan sahabat otomatis aku akan kehilangan salah satu orang penting di hidup aku, dan bisa jadi cinta yg aku pilih itu bukan cinta sejati saya,yg artinya tetap bisa berpisah, dan pada akhirnya aku malah kehilangan 2 orang yg penting dalah hidup aku
    Kalau pilih sahabat, dan merelakan cinta aku demi sahabat, kita ga akan kehilangan 2 orang penting di hidup kita itu(sahabat&orang yg dicinta), walaupun sakit pada awalnya, lama2 kita akan mengikhlaskan sepenuh hati dan bertemu cinta yang baru^^

    Wish Me Luck^^

    BalasHapus
  17. Nama : Tri Indah Permatasari
    Twitter : @LiebeIs0503
    Link share : https://mobile.twitter.com/LiebeIs0503/status/755181812943511552?p=v


    Selama ini selalu dalam posisi memilih antara dua sahabat yang terjebak dalam cinta segitiga. Kini harus memposisikan diri sebagai Laras yang dilanda perasaan galau harus memilih sahabat atau cinta. Dan aku memilih CINTA. Kenapa? Ngak ada yang tau sebenarnya pastinya jodoh kita itu siapa, tapi kalau sudah ketemu sama cinta rasanya sulit untuk diikhlaskan pergi begitu saja. Selebihnya sahabat, bukankah sahabat juga harus mengerti. Saling mengerti maksudnya, bersabar. Jika memang cinta itu bukan milikku dan dia adalah milik sahabatku setidaknya biarkan aku merasakan sebentar cinta itu. Kuharap cinta juga mengerti akan keputusanku. Sampai aku benar-benar yakin kalau dia bukan cinta untukku. Karena kita tidak tahu mana yang benar? Dia, Aku atau bahkan ternyata orang lain.

    BalasHapus
  18. Kristi Wulandari

    @KristiWuRi

    Lihat Tweet @KristiWuRi: https://twitter.com/KristiWuRi/status/755199185788350464?s=09

    Kalau saya jadi Laras, saya mungkin dilema seperti Laras. Tapi saya yakin akan lebih memilih persahabatan saya. Dalam persahabatan itu pasti ada perasaan senasib dan perasaan iri, saya kira itu wajar sebagai manusia. Dan ada masanya dalam persahabatan itu ada yg harus mengalah dan itu adalah saya (Laras). Laras mungkin mempercayai cintanya terhadap Gerry nyata. Tapi cinta Gerry terhadap Laras kan belum tentu nyata terlihat dari sikap PHP-nya selama ini. Cinta itu bukan perjuangan sepihak tp kedua belah pihak.
    Kalau saya di posisi Laras, saya akan berdamai dg diri saya sendiri dan sahabat saya. Saya akan mengamati hubungan mereka dan mulai berhenti berharap. Biarkanwaktu yg menjawab dan selalu positive thinking.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. Nama : Jessica Rahmadona
    Akun twitter : @jessicarahmadon
    Link share : https://twitter.com/jessicarahmadon/status/755210229243969536

    Sahabat atau cinta? Kalau aku di posisi laras emang benar benar sulit untuk memilih diantara keduanya, tapi kalau menurut aku, aku akan memilih dua duanya, kenapa?

    Karena, misal saja kita sudah memiliki cinta kita 1 bulan 2 bulan kita beranantem mulu dan akhirnya putus, dan aku pasti membutuhkan sahabat aku untuk menenangkan aku dan menghibur aku kala aku sedih, sahabat itu bagaikan jiwa kehidupan saya bila tidak ada air aku bisa mati begitulah sahabat, sahabat yang baik itu adalah sahabat yang selalu ada disaat sahabatnya suka maupun duka.

    Berbeda lagi halnya bila sahabat kita itu udah mengkhianati kita, ternyata dia mempunyai rasa yang sama terhadap orang yang kita cintai, sakit pasti sakit, tapi walaupun begitu, sahabat dan cinta tetap akan selalu diutamakan, aku akan merelakan orang yang aku cintai untuk berbahagia bersama sahabat aku,intinya aja karena aku ingin melihat mereka berdua bahagia, walaupun aku mementingkan kebahagiaan mereka tetapi untuk kebahagiaan aku sendiri mungkin aku tidak seperti sedia kala, ada rasa kecewa yang membuat aku tidak bisa seperti dulu lagi, kecuali ketika aku menemui dia yang lebih baik lagi.

    BalasHapus
  21. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/755221971130986496

    Pilih sahabat atau cinta?
    Pertanyaan ini nampar saya banget karena memang tengah terjadi diantara saya dan kedelapan sahabat saya. Terkadang sedikit sekali yg mengerti bahwa persahabatan yg kami jalin hampir sepuluh tahun ini begitu erat dan kami sudah mnjadi bagian kluarga yg amat dekat. Termasuk ketika dua diantara kami mncintai orng yg sama.
    Kalau diingat2 lagi kejadian yg kami alami sperti drama. Ketika sahabatku D dan T saling nangs terisak dan berpelukan untuk akhirnya brsama2 melepas lelaki itu, yg untungnya blum tahu perasaan kduanya hingga tidak prlu trjadi peristiwa memilih seperti di drama.
    Well, saya ikut menangis ketika sebelumnya mati2an menengahi pertengkaran mereka. Namun akhirnya kmi sadar bhwa kehdiran orang ketiga tidak mungkin bisa mnghancurkan persahabatan kmi yg terjalin hampir sepuluh tahun lamanya. Kami lebih rela dan sanggup menanggung beban kehilangan cinta daripada kasih sayang sahabat yg setara dgn kluarga. Krena sahabat2 baik yg saling mengingatkan dalm kebaikan dan keburukan adlah rezeki dari Tuhan yg tidak mungkin kami buang dan korbankan.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  22. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/755221971130986496

    Pilih sahabat atau cinta?
    Pertanyaan ini nampar saya banget karena memang tengah terjadi diantara saya dan kedelapan sahabat saya. Terkadang sedikit sekali yg mengerti bahwa persahabatan yg kami jalin hampir sepuluh tahun ini begitu erat dan kami sudah mnjadi bagian kluarga yg amat dekat. Termasuk ketika dua diantara kami mncintai orng yg sama.
    Kalau diingat2 lagi kejadian yg kami alami sperti drama. Ketika sahabatku D dan T saling nangs terisak dan berpelukan untuk akhirnya brsama2 melepas lelaki itu, yg untungnya blum tahu perasaan kduanya hingga tidak prlu trjadi peristiwa memilih seperti di drama.
    Well, saya ikut menangis ketika sebelumnya mati2an menengahi pertengkaran mereka. Namun akhirnya kmi sadar bhwa kehdiran orang ketiga tidak mungkin bisa mnghancurkan persahabatan kmi yg terjalin hampir sepuluh tahun lamanya. Kami lebih rela dan sanggup menanggung beban kehilangan cinta daripada kasih sayang sahabat yg setara dgn kluarga. Krena sahabat2 baik yg saling mengingatkan dalm kebaikan dan keburukan adlah rezeki dari Tuhan yg tidak mungkin kami buang dan korbankan.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  23. Yustie Amanda
    @yustieafm
    https://mobile.twitter.com/yustieafm/status/755239614240010240

    Wah bingung juga sih, tp kalo diingat2 dulu waktu posisi gini saya pilih sahabat. Dan saat ini terjadi lagi pun tetep pilih sahabat, yaa walaupun sebal dan sebenernya tidak rela, tidak baik menghancurkan hubungan orang lain, biar sakit ini dibalas kebahagiaan kelak wetsaahhh._. Duh, pertanyaan ini kok bikin saya mikir kalo saya gapernah perjuangin cinta yaaa haha

    BalasHapus
  24. Asri R
    @princessashr
    https://twitter.com/princessashr/status/755267744891740161

    Antara Sahabat dan Pacar, kalau diminta memilih, aku pilih Sahabat. Kenapa? Karena susah nyari sahabat yang benar-benar baik, memahami kita luar dalam. Kenapa nggak memilih pacar? Karena pacar itu belum tentu akan bersama kita, menjadi pasangan hidup kita, ada saat kita senang dan susah.

    Bukan karena nggak mau pilih pacar, tapi memang lebih milih sahabat aja. Pacar belum tentu jadi suami / istri lhoooo.. Belum tentu selamanya juga ada sama kita kan?

    *kemudian makan es krim*

    BalasHapus
  25. Nama : Tri
    Twitter : @tewtri
    Link Share : https://mobile.twitter.com/tewtri/status/755260327042822144

    Dua kali 45 menit juga kerasa nggak cukup untuk jawab satu pertanyaan ini. Bahkan adu pinalti juga nggak akan bisa menentukan pemenangnya. Haduh suer, dua-duanya sama-sama dibutuhan. Tanpa keduanya kebahagiaan tentu nggak bakal sempurna. Oke, rasa-rasanya buat jawab ini, saya tertarik untuk memakai teori hukum Avogadro yang bahkan ketika saya SMA ini hukum kalah beken sama Pascal. Tapi apa peduli saya? Yang penting usahanya lah yah *ngik*
    Katanya, 'Jika dua macam gas atau lebih sama volumenya, maka gas-gas tersebut sama banyak pula jumlah molekul-molekulnya masing-masing, asal temperatur dan tekanannya sama pula.' Nah, agak mumetin kan kata-katanya persis kayak sahabatan sama cinta-cintaan lah pokoknya. Oke, anggap gas itu sahabat dan cinta, kuantitasnya sama buat saya fifty-fifty. Hidup saya terbagi untuk dua hal itu, saya jelas akan pincang tanpa salah satunya dengan catatan kedua hal itu memberikan kualitas hubungan–tekanan dan temperatur–yang sama baiknya. Lalu, kalau yang terjadi sebaliknya seperti kisah Laras? Salah satu gasnya mulai mau menang sendiri, siapa yang bakal saya bela dong? Cinta. Haruskah saya pakai teori lagi buat menjabarkannya? Kayaknya nggak usah yah anak IPS nggak bakat main gituan :D
    Saya pilih cinta, karena persahabatan itu lebih tinggi derajatnya bagi saya. Sesuatu yang saya agungkan, saya percayai, dan saya coba selalu loyal saat menjalaninya. Dan ketika muncul penghianatan, sakitnya jelas lebih dalam dari putus cinta. Terus, apa memaafkannya bisa sesederhana teori move on dari sang mantan? Saya pilih cinta, karena sangat sulit untuk menggandeng tangan sahabat yang sudah memukul saya dari belakang. Saya pilih cinta karena saya tahu, bahwa dia punya kemampuan untuk jadi sahabat yang lebih baik untuk saya.
    Cuma mau jawab begitu, tapi habis 2 halaman. Duh, maafkan diri ini, mbak :'<

    BalasHapus
  26. Nama : Shiela Hartiningtyas
    Twitter : @ruth_shiela
    Link share : https://mobile.twitter.com/ruth_shiela/status/755281886889414657?p=v
    Jawaban :
    Menjadi Laras, tentu bukanlah sebuah hal yang mudah ketika dihadapkan pada pilihan untuk memilih antara sahabat atau cinta.
    Banyak resiko yang bisa terjadi jika memilih salah satunya. Memilih cinta maka bisa saja akan mengorbankan persahabatan.
    Begitu juga sebaliknya, memilih persahabatan beresiko kehilangan cinta.

    Namun aku punya trik khusus agar tidak kehilangan keduanya, bahkan mungkin juga bisa mendapatkan keduanya.
    Aku akan mengatakan yang sejujurnya kepada Lily, sahabatku ini, bahwa aku juga menyukai Gerry.
    Namun aku tidak ingin persahabatanku dengannya hancur hanya karena memperebutkan cinta.
    Oleh karena itu aku akan mengajak Lily untuk bersaing secara sehat.
    Mari bersama-sama bersaing untuk merebut hati Gerry. Siapapun nantinya yang dipilih oleh Gerry, tidak boleh ada yang sakit hati.
    Dan persahabatan kita haruslah tetap sama seperti sebelumnya.
    Dengan begini, tidak ada yang harus dikorbankan kan? Sahabat dan cinta bisa berjalan berdampingan.
    Jadi, kalau ada diantara kalian yang mengalami hal seperti Laras, jangan panik dan bimbang berkepanjangan.
    Setiap masalah pasti ada solusinya kok. Yang penting dibawa fun saja.;)

    *Fiuh, akhirnya bisa comeback dan ikutan GA novel lagi di blognya kak Rizky.:)

    BalasHapus
  27. Nama : Fridalia Septiarini H
    Akun twitter : @frdliash
    link share : https://twitter.com/frdliash/status/755285472692232193
    Jawaban :
    Kalau aku jadi Laras, tentu akan sulit memilih antara sahabat dan cinta. Terlebih Gerry juga pernah menyimpan perasaan untuk Laras. Tapi, aku pribadi jika menjadi Laras akan memilih sahabat. walaupun sulit aku akan merelakan. lagipula diantara Laras dan Lily. Gerry saat ini mencintai Lily. aku pernah membaca kutipan yang menyebutkan "Jika kamu berada di dua cinta, pilihlah cinta yang kedua. karena jika kamu benar-benar mencintai yang pertama, maka tak akan ada cinta ke-2 itu" Jadi aku beranggapan Gerry tak benar-benar mencintai Laras. karena kalau benar Gerry mencintai Laras maka Gerry tak mungkin akan mencintai Lily juga.
    Dan juga sulit sekali mendapatkan sahabat, jadi aku tidak mau merusak persahabatan hanya karena laki-lagi. Aku yakin, ada dibelakang sana orang yang benar-benar mencintai Laras dengan tulus, mungkin sosok Remy. so, daripada memperjuangkan Gerry yang belum pasti memlih Laras. dan malah membuat Laras kehilangan keduanya (sahabat dan cinta) jika aku menjadi Laras aku akan memilih sahabat. titik.

    BalasHapus
  28. Nama : Devi Ambar Wati

    Twitter : @ivedvedi
    Link Share : https://twitter.com/frdliash/status/755285472692232193.

    Andai kata sya menjadi Lily,maka kedua2 nya tidak akan saya pilih. Memang sebenarnya sangat sulit sekali apabila mencintai seorang pria yang benar2 kita cintai lebih mencintai sahabat sendiri. sahabat yang sudah lama sekali bahkan.
    Tetapi Allah, selalu menciptakan sesuatu hal yang pasti akan ada kebencian serta kesenangan. Sebagai manusia biasa, namun kenyataan sangat sulit serta berat. Mau tidak mau yah musti ikhlas. andai kan kata, seseorang pria yang sangat kita cintai apalagi pernah jatuh cinta dengan saya [Lily] lebih bahagia dengan sahabat. Ya lebih diikhlaskan. Insyaallah Allah, akan memberikan penganti yang lebih pantas untuk saya, kamu , ataupun kita semua yang pernah merasakan. Persoalan ini, hanya membuat kita berpikir . seberapa dewasakah kita , pemikiran kita, serta pemecahan solusi yang baik untuk semua.
    thanks... :') Semoga Allah melimpahkan selai rezeki serta minat ngadain kak Rizky serta kak Sofi yg sudah ngadain GA ini. jazakhilahu khoiron. :')

    BalasHapus
  29. Nama: Ummi Haniefa Dharmayanti
    Akun twitter: @ummi_hnf
    Link share: https://twitter.com/ummi_hnf/status/755197078746214400

    Sahabat atau cinta?
    Jawaban:
    Kalau aku jadi Laras, tanpa banyak mikir aku langsung pilih sahabat. Kenapa? Karena sahabat itu orang yang lebih dulu aku kenal, yang mengenal ku dari luar maupun dalam, dari jamannya masih culun sampai yang jamannya kekinian. Orang yang ada bahkan disaat kita susah sekalipun, kalau cinta? Belum tentu cinta itu ada kalau aku susah. Sahabat itu sulit dicari, tapi kalau sudah dapat, rasanya susah dipisahkan begitu aja. Apalagi yang sudah bersahabat bertahun-tahun, rasanya aneh kalau persahabatan bertahun-tahun retak cuma gara-gara cinta dari seorang cowok yang bahkan belum pasti kalau cowok itu yang bakal ada di masa depan, siapapun nggak bisa kan meramal siapa jodohnya di masa depan? Kalau sahabat, dia itu selalu ada, sampai melawan takdir pun sahabat selalu ada, jika terus dipertahankan.
    Memangnya ada, yang namanya putus persahabatan? Yang ada juga cuma putus cinta. Dan kebanyakan persahabatan retak itu gara-gara cinta, iya nggak sih?
    Bukannya menyalahkan yang namanya cinta. Siapapun bebas untuk mencintai siapa saja, tidak terkecuali pacar sahabat. Tapi kalau mereka saling mencintai? Bisa apa? Itu namanya, aku memang bukan takdirnya bersama pacar sahabatku itu. Mungkin diluar sana ada yang jauh lebih baik daripada orang yang dicintai saat ini.

    Sekian, jawaban saya.

    BalasHapus
  30. Afni
    @Imah_Fatma29
    https://twitter.com/Imah_Fatma29/status/755308929450598401
    Ketika aku menjadi Laras, aku akan memilih CINTA, karena pada saatnya nanti kita akan berumah tangga dengan pasangan kita bukan sahabat kita. Walau pada kenyataannya sahabat itu adalah seseorang yang mampu menerima kondisi kita. Ketika sudah berumah tangga, apakah kita bisa bercerita panjang lebar dengan sahabat kita? Tentu saja tidak. Tetapi semuanya kembali kepada pribadi masing-masing.

    BalasHapus
  31. Nama : Fitriyani Djufri
    Akun twitter : @fdijeee
    Link share : https://mobile.twitter.com/fdijeee/status/755311114712338432?p=v

    Pilih sahabat atau cinta?
    Tentu saja bagi sebagian orang langsung memilih sahabat. Yup. Sama aku juga akan memilih sahabat. Tapi jika berada diposisi Laras yg harus merelakan seseorang yg dicintai untuk sahabat kita sendiri tentu sangat berat. Berusaha merelakan tapi setiap melihat mereka berdua selalu saja timbul rasa ketidakrelaan. Itu wajar. Tapi jangan biarkan rasa ketidakrelaan itu menjadi benci kemudian mendendam pada sahabat kita sendiri. Bisa jadi orang yg kita kira kita cintai itu hanya obsesi semata. Kesimpulannya, ikhlaskanlah karena jika memang jodoh, dengan siapapun ia bersama sekarang kelak jodoh akan menemukan jalannya sendiri. Jangan sampai hanya karena cinta yg belum tentu jodoh kita membuat persahabatan selama bertahun-tahun rusak begitu saja.

    BalasHapus
  32. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/755314333563879424

    Pilih sahabat atau cinta?
    Kalau jadi Laras aku akan memilih merelakan cinta itu untuk sahabatku. Memang menyakitkan jika cinta tidak berbalas, tapi memaksakan orang lain untuk menerima cinta kita pun tidak mungkin, terlebih lagi jika harus mengambil resiko merusak persahabatan yg sudah lama terjalin. Apalagi dalam kisah Laras ini Gerry yg pernah punya perasaan yg sama dengan Laras tapi tidak mau berusaha untuk menunjukkan dan mendapatkan cinta Laras, padahal Laras juga cinta dia. Alih-alih Gerry malah memilih Lily. Ini sudah menunjukkan kalau cinta yg pernah Gerry miliki buat Laras tidaklah tulus dan kuat, karena bisa berpaling ke perempuan lain. Laki-laki seperti ini tidak pantas mendapatkan cinta tulus Laras. Lebih baik memberikan cinta kepada laki-laki yg jelas-jelas mau berkorban untuk Laras. Hmmm... Remy mungkin? ;) :D

    BalasHapus
  33. Nama : Nita
    twitter : @xtheicequeenx
    Link Share :https://twitter.com/xtheicequeenx/status/755355367584837632
    Jawaban : Pilih sahabat, karna apapun yang terjadi saya tidak akan menghianati sahabat saya sperti lily yang baik. saya juga tidak boleh dong egois, sahabat saja juga berhak bahagia karna Gery sudah memilihnya.Yah, walaupun sakit hati tapi saya percaya bahwa seseorang yang jauh lebih baik berada di depan saya. Daripada saya fokus mengganggu sahabat saya, saja lebih baik move on. Sahabat adalah orang yang sangat dekat dengan kita, tentu saja saya tidak tega menyakiti hatinya hanya karna memperebutkan seorang pria, Gery tidak dapat dibagi 2 dan saya hanya akan merelakannya.

    BalasHapus
  34. Nama : Windya Puspa
    Akun twitter : @windisya
    Link share : https://twitter.com/windisya/status/755365165701279745

    Jawaban :
    Kalau saya jadi Laras...
    Pertama, sebelum memilih anatara cinta sama sahabat, saya bakal tanya dulu kenapa Lily bisa deket sama mantan saya. Sejak kapan deketnya. Jawaban dari Lily bisa dijadiin acuan buat ngejawab. Kalau dia dekat jauh sebelum saya putus (karena saya gatau cerita novel ini, jadi saya berandai-andai), yaudah saya gak pilih siapa-siapa. Saya cenderung lebih memilih meninggalkan keduanya dibanding saya harus merasakan sakit luar biasa. Buat apa saya mempertahankan persahabatan kalau sahabat saya malah menusuk saya bahkan ngebunuh saya perlahan2? Mending saya pergi. Bisa hidup tenang saya hahaha. Toh kalo lily ngerasa bersalah, dia bakal datang sendiri ke saya, menjelaskan, (dan mungkin) memohon maaf karena tidak memikirkan perasaan saya terlebih dulu. Apa keuntungannya juga untuk saya kalau saya rebutan mantan?
    Kedua, kalau seandainya mereka dekat setelah saya putus, tapi saya masih ada rasa sama mantan, saya jauh lebih memilih Lily, toh ada Remy juga, jadi saya bisalah dikit-dikit lupain mantan dan pelan-pelan berusaha ngedukung Lily.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Link share: https://twitter.com/windisya/status/755403558871117824

      Hapus
  35. Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    AKun: @san_fairydevil
    Link: https://twitter.com/san_fairydevil/status/755469736440373249
    Jawaban: Sahabat. Karena aku bukanlah malaikat. Aku mencintainya. Aku mencintai keduanya. Orang yang kusuka dan sahabatku. Karena aku adalah orang yang egois.
    Tidak mengatakan apapun dan tidak berjuang sama sekali tapi ketika semuanya sudah berubah, ketika waktu mengubah hati seseorang, aku baru merasa ingin mendapatkannya. Kemana saja aku sejak dulu?
    Aku mencintai sahabatku. Aku berharap dia bahagia. Tapi kenapa dia harus bersama Garry? Masih banyak laki-laki lain. Tapi sekali lagi, semua itu salahku. Sekali lagi itu karena kelemahanku. Aku berharap dia bahagia, tapi tidak bersama Garry.
    Walaupun begitu, karena aku bukan malaikat dan karena aku mencintai keduanya, aku memilih sahabatku. Persahabatanku. Karena kalau mereka bisa bersama dan bahagia, aku bisa berkata pada diriku sendiri, "Lihat karena kemurahan hatimu, karena ketidakegoisanmu mereka berdua bisa bersama dalam bahagia. Lalu untukmu, coba lihat sampingmu." Dan saat aku melakukan itu, aku melihat Remy.

    BalasHapus
  36. Nama: Yustrini
    Akun twitter: @yustrini2
    Link share: https://twitter.com/Yustrini2/status/755561690637348868?s=08
    Kalau saya jadi Laras, saya akan terus berjuang sampai dapat deh. Never never give up demi mendapat cinta nya Gery. Ha,ha,ha. Meskipun harus mengorbankan sahabat sendiri. Tapi aku yakin kalau cinta bisa mengalahkan segalanya. Iya, nggak? Egois banget? Memang sih, tapi aku berjuang sampai Gery menegaskan sikap mau pilih aku atau sahabatku. Kalau pada akhirnya dia tetap pilih sahabatku apa mau dikata, ya mau nggak mau harus move on. Walau sambil mencucurkan airmata. Hiks!!!

    BalasHapus
  37. Nama : Heni Susanti
    Akun Twitter :@hensus91
    Link Share : https://twitter.com/hensus91/status/755603581818970112

    Jika kamu berada di posisi Laras, apa yang kamu pilih? Sahabat atau cinta? Mengapa?

    Kalau bisa aku akan memperjuangkan keduanya. Cinta dan sahabat.

    Tapi kalau harus memilih salah satu, mungkin aku tidak akan langsung memilih. Terlebih dahulu aku akan melihat bagaimana perasaan Gerry sebagai si Cinta itu. Dijelaskan kalau Gerry 'pernah' memiliki perasaan yang sama dengan Laras tapi tidak jelas apakah perasaan itu masih atau tidak. Nah, setelah itu aku punya dua pilihan. Kalau Gerry masih mencintaiku sebesar perasaanku padanya dan tanpa dibagi dengan Lily aku akan memilih dia, si Cinta. Tapi aku tidak mungkin memilih dia kalau pada akhirnya ternyata dia sudah tidak mencintaiku dan berakibat bukan saja kehilangan cinta tapi juga sahabatku. Aku akan memilih cinta kalau cinta juga memilihku. Pada saat itulah aku akan bersikap egois dan memohon pengertian sahabatku. Memilih cintaku tanpa melepaskan sahabatku.

    Namun, kalau ternyata Gerry benar-benar mencintai Lily, aku tidak akan memaksakan perasaanku. Karena aku tahu kebahagiaan tidak akan muncul jika hubungan itu tidak dijalani dengan ikhlas oleh keduanya. Kalaupun aku memaksakan, pada akhirnya bukan hanya Lily yang terluka tapi juga Gerry, bahkan aku. Karena melihat dua orang yang aku cintai terluka karena AKU tentu luka yang kurasakan akan berkali lipat. Aku pasti sakit hati, terluka dan kecewa karena mereka bersama, tapi itu tidak sebanding jika aku harus kehilangan mereka, cinta dan sahabat, bersama-sama.

    Lagipula, aku percaya yang namanya persahabatan sejati akan lebih bermakna saat kami saling jujur walaupun menyakitkan, saling mendukung apapun keadaannya dan tidak akan mudah goyah hanya karena laki-laki. Dan cinta sejati tidak akan membuat kita saling menyakiti.

    Jadi, kalau ditanya aku pilih sahabat atau cinta, jawabannya tergantung perasaan si Cinta. hehe

    Demikian dan terima kasih :)

    BalasHapus
  38. Nama : Nova Indah
    Twitter : @n0v4ip
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/755634343301840896

    Pertanyaan kak Ky ini mengingatkan saya dengan masa lalu deh... :D. Iya, saya pernah berada di posisi Laras. Saya dan sahabat saya menyukai orang yang sama. Memang dilema banget saat tahu kenyataan itu. Disatu sisi kita maunya jadian sama si cowok, di sisi lain kita gak enak sama sahabat kita. Jadi keputusan yang saya ambil waktu itu adalah lebih memilih sahabat saya daripada cowok tersebut. Karena saya merasa sahabat saya lebih berarti. Yah, kita udah temenan lama dan saya gak mau hanya karena satu cowok, persahabatan kami bertahun-tahun jadi hancur. Memang sih sakit diawal karena harus ngeliat si cowok jadian sama sahabat kita. Tapi lebih sakit lagi kalo kita berantem sama sahabat sendiri. Mungkin kalo sakit hati sama si cowok, saya masih bisa move on dan coba cari cowok lain. Tapi kalo sahabat, move on nya susah karena menjadikan seseorang jadi sahabat itu gak mudah. Lagian kayak Ky bilang "siapa tahu tanpa kamu sadari ada cinta lain yang layak untuk kamu perjuangkan"... :D

    Semoga beruntung kali ini dan terima kasih untuk GA nya kak ^^

    BalasHapus
  39. Nama: dewi apurwati
    akun twitter: dewi_apurwati

    Lihat Tweet @dewi_apurwati: https://twitter.com/dewi_apurwati/status/755648332253528064?s=09

    Kalau aku disuruh milih sahabat atau pacar pasti sahabat. Tapi bukan berarti aku putus pertemanan dengan orang yang udah nembak aku.kita akan tetep jadi teman. Sahabt baik tidak akan membuat sahabtnya sedih. Kalau masalah cinta. Biarkanlah. Tapi bukan kita pasrah. Serahkan semua sama allah. Nanti saat waktu sudah tepat cinta akan kembali dan sahabat masih setia dengan kita. Entah dengan cinta yg baru atau yg lama. Tapi saat dimasa depan pasti kita merasa bahagia.

    Semoga GA kali ini beruntung ya allah amin... Pilih aku ya kakak heheh

    BalasHapus
  40. Nama : Bidayatul Khoiriyah
    Akun twitter : @iry3424
    Link share :https://twitter.com/Iry3424/status/755653380408766465
    Jawaban :Kalau aku jadi Laras siapa yang kupilih, sahabat atau pacar?
    Dua status seseorang yang kebanyakan mungkin dibutuhkan semua orang. Kalau aku jadi Laras aku mencari tahu dulu apakah sekarang Gerry masih mencintainya atau tidak. Jika ternyata mereka saling menyukai bolehlah Laras melanjutkan cinta terlarangnya. Jika ternyata sekarang Gerry lebih mencintai Lily daripada cintanya dulu pada Laras, sudahi sajalah hubungan Laras yang bertepuk tangan. Toh kalu dia berjuang sendirian pada akhirnya dia juga yang sakit.
    Pada hakikatnya meskipun bibir kiya berucap tak akan mencintai pacar sahabat. namun hati menolak, dia akan singgah pada orang yang membuatnya mabuk kepayang dan tak mempedulikan pada siapa ia berlabuh. Bukan egois kalau kita memilih pacar, toh selamanya sahabat juga gak akan baik terus sama kita, bisa saja kita terledaya rayuanya. Namun kita juga harus hati hati dalam memilih Pasangan yang patut kita perjuangin. *lah malah ngelantur. Maapkan saya mbak 😂😂

    BalasHapus
  41. Nama : Bidayatul Khoiriyah
    Akun twitter : @iry3424
    Link share :https://twitter.com/Iry3424/status/755653380408766465
    Jawaban :Kalau aku jadi Laras siapa yang kupilih, sahabat atau pacar?
    Dua status seseorang yang kebanyakan mungkin dibutuhkan semua orang. Kalau aku jadi Laras aku mencari tahu dulu apakah sekarang Gerry masih mencintainya atau tidak. Jika ternyata mereka saling menyukai bolehlah Laras melanjutkan cinta terlarangnya. Jika ternyata sekarang Gerry lebih mencintai Lily daripada cintanya dulu pada Laras, sudahi sajalah hubungan Laras yang bertepuk tangan. Toh kalu dia berjuang sendirian pada akhirnya dia juga yang sakit.
    Pada hakikatnya meskipun bibir kiya berucap tak akan mencintai pacar sahabat. namun hati menolak, dia akan singgah pada orang yang membuatnya mabuk kepayang dan tak mempedulikan pada siapa ia berlabuh. Bukan egois kalau kita memilih pacar, toh selamanya sahabat juga gak akan baik terus sama kita, bisa saja kita terledaya rayuanya. Namun kita juga harus hati hati dalam memilih Pasangan yang patut kita perjuangin. *lah malah ngelantur. Maapkan saya mbak 😂😂

    BalasHapus
  42. Nama: Erin
    Twitter : @RiienJ
    Link Share : https://twitter.com/RiienJ/status/755695571805937664
    Jawaban :
    Pengalamanku si Mba, aku akan memilih cinta. Aku akan berjuang hingga ada alasan tepat untuk berhenti dan mundur. Selama masih ada kesempatan walau dia sahabat sendiri. Bagi aku cinta itu harus diperjuangkan, jangan menyerah untuk sesuatu yang belum pasti karena ada kemungkinan sahabat kita memiliki rasa yang sama.

    BalasHapus
  43. Nama : Yusnita Damayanti
    Twitter : @yusnitadmynti
    Link share :
    https://rizkymirgawati.blogspot.co.id/2016/07/giveaway-look-at-me-please.html?m=1

    Kalau aku jadi laras,aku pasti akan pilih sahabat.di sini sahabat ngga bersalah,justru menurut saya yang salah itu cowoknya, harusnya ia bisa konsisten sama satu orang cewek. Dan, kalau misalnya cowok itu emang jodoh, ya pasti akan dipersatuin, tapi kalo sahabat, ya paling kalo baikan udah ngga dekat lagi

    BalasHapus
  44. Nama : Yusnita Damayanti
    Twitter : @yusnitadmynti
    Link share :
    https://rizkymirgawati.blogspot.co.id/2016/07/giveaway-look-at-me-please.html?m=1

    Kalau aku jadi laras,aku pasti akan pilih sahabat.di sini sahabat ngga bersalah,justru menurut saya yang salah itu cowoknya, harusnya ia bisa konsisten sama satu orang cewek. Dan, kalau misalnya cowok itu emang jodoh, ya pasti akan dipersatuin, tapi kalo sahabat, ya paling kalo baikan udah ngga dekat lagi

    BalasHapus
  45. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  47. Nama: Siti Ismaya
    akun twitter: @sitiismayaaa
    link share: https://mobile.twitter.com/sitiismayaaa/status/755718143008395264/actions?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C6537051225


    Sahabat atau cinta? Tergantung. Loh! Iya tergantung. Sahabat memang seseorang yang paling penting dalam hidup kita. Susah, senang, dibagi bersama. Begitu devinisi singkatnya. Tapi tak menampik juga kalau cinta juga penting bagi kita. Kadang mulutpun bisa dengan mudahnya memilih sahabat daripada cinta, tapi kalau cintanya udah dalem fase Cinta 'banget' pasti deh lupa segalanya. Sahabatpun bisa jadi nomor dua. hiks
    Tapi balik lagi ke diri masing-masing. Mau mempertahankan Sahabat yang selalu ada buat kita atau cinta yang belum tentu akan menjadi jodoh kita. Kalau aku jadi Laras, aku pasti milih sahabat dan percaya sama Afgan. JODOH PASTI BERTEMU. wkwkwkee

    Terimakasih ^^

    BalasHapus
  48. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  49. nama: ema
    twitter: @emmanoer22
    link: https://mobile.twitter.com/EmmaNoer22/status/754941195856453632?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C1418058584

    jawaban: aku pilih cinta. alasannya karena sahabat yang aku tahu akan saling mendukung dalam susah maupun senang, tapi kenapa juga aku yang harus berkorban sendirian. ketika aku mencintai orang yang sama dengan sahabatku maka aku akan katakan padanya. aku gak mau menderita sendiri dengan perasaanku. bukankah sahabat saling memberi dan menerima juga saling berbagi. lebih baik persahabatan jadi canggung lebih dulu, kemudian berpisah dengan baik-baik. daripada aku sok kuat dan tersenyum di depan sahabatku tapi sakit dan menggerutu dibelakangnya, bak seorang munafik, aku lebih memilih mengungkapkan, kemudian biarlah waktu dan takdir yang nantinya akan menjelaskan.

    BalasHapus
  50. nama: famia kamilia
    twitter: @amifamia
    link share: https://mobile.twitter.com/amifamia/status/755771864102932481?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4617973153

    jawaban:
    pilih sahabat.
    karena di jaman sekarang tuh sulit buat nemuin seorang sahabat yang benar2 tulus sama kita. apalagi kalau sahabat yang sudah lama terjalin dan benar2 dekat dengan kita dan selalu ada buat kita. kalau cinta? mungkin awalnya memang sulit melepaskannya, tp yakinlah suatu saat nanti pasti akan ada seseorang yang bisa membuatmu melupakan masa lalumu meskipun tidak seutuhnya.

    BalasHapus
  51. Nama : Lely Nurvita Sari
    Akun twitter : @LelyNurvita
    Link share : https://twitter.com/LelyNurvita/status/754976397957799936

    Jawaban :
    Ini benar-benar pilihan yang sangat sulit bagiku, sahabat atau cinta? Haruskah memilih salah satu? Jika aku berada di posisi Laras, aku akan memilih keduanya. Memang pahit rasanya, tetapi akan lebih pahit lagi jika tak memilih karena itu sama saja membuat diri kita semakin terpuruk.

    Melepaskan cinta demi sahabat? Jawabannya tidak, karena tak selamanya cinta yang tulus akan datang untuk kedua kalinya dan tak ada cinta yang sempurna. Aku akan mengejar Gerry karena aku tak mau kehilangan dirinya untuk kedua kalinya. Aku akan mengungkapkan segala rasa yang selama ini ku pendam dan membiarkannya untuk memilih, aku atau sahabatku.

    Lalu menghancurkan persahabatan demi cinta? Jawabannya tentu tidak, sahabat adalah orang terdekat yang mengenalku. Jadi, aku akan menceritakan semuanya. Mungkin dia akan membenciku karena telah mengkhianatinya, tetapi bagiku jujur adalah segalanya. Dan karena dia sahabatku, maka tak boleh ada sesuatu yang disembunyikan dan dirahasiakan. Aku harus mengatakan semuanya dengan jujur meskipun itu menyakitkan.

    Dan untuk selebihnya, aku akan pasrah dan berdoa agar diberikan jalan yang terbaik. :)

    BalasHapus
  52. Nama: Rini
    Twitter: @Rinitavyy
    Link share: https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/755810217519034368?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C6796119918

    Antara sahabat dan cinta, sulit banget kalau di suruh pilih salah satu. Kenapa juga di dunia nyata harus ada yg namanya memilih? Hidup itu pilihan katanya, aseek, tapi kalo ada dua opsi yang sama-sama berharga terus aku pilih dua-duanya, boleh nggak? (dibolehin aja ya! biarin deh dibilang rakus). Beneran, serius, dua rius. Pertanyaan "Sahabat atau cinta?!" sama dengan disuruh memilih antara "Harta atau Nyawa?!" hayo, gimana nggak bingung coba! Sahabat, bagaikan harta paling berharga di dunia (bukan berarti materi lho! tapi sebuah harga diatas harga. duh susah amat makna kiasannya. Intinya ya itu tadi~lah). Kalau Cinta, bagaikan setengah dari jiwa alias nyawa yang harus di jaga keberadaannya dan hanya bisa dipisahkan setelah ajal menjemput.. Eits, tunggu dulu, bukan berarti pernyataanku diatas aku menjawab dua-duanya lho. Salah. Semuanya tergantung situasi dan kondisi. Karena aku disuruh berada di posisi Laras, dimana Posisinya rumit sekali bila di jabarkan menggunakan rumus trigonometri yang banyaknya minta ditabok garagara salah satu soalnya pernah keluar di UN. Jelas, kalau jadi Laras aku pilih Sahabatku, Lily.
    Penjelasanku simple pakai banget: Ngapain memperjuangkan cinta orang plin-plan (Gerry) yang belum tentu cinta mati denganku? Asli, rugi banget kalau itu sampai terjadi. Dan lagi, orang plin-plan itu sudah memilih sahabatku. Sepatutnya aku menghargai hubungan mereka dan ikhlas saja. Sahabat tetaplah Sahabat namanya. Walaupun pacarnya punya feel, atau apa, aku akan abaikan meski hati tdk mau disuruh mengabaikan. Secara akal sehat, Emangnya cowok di di dunia cuma satu doang?! Banyak lagi (Tuh ada Remy yang rela berkorban di medan peperangan atas nama Cinta). Sekarang sudah jamannya move on! move on! Bukan jamannya galau-galauan mikirin pacar orang!
    Seharusnya aku perjuangin orang yang benar-benar mencintaiku apa adanya dan 100% aku cintai. Biar ceritaku sebagai Laras happy ending.

    BalasHapus
  53. nama: hakimah putri
    twitter: @kimah_khimah
    domisili: bekasi
    link share: https://mobile.twitter.com/kimah_khimah/status/755544910376251392?p=v

    pilihan yg sulit antara pacar dan sahabat keduanya sangat berarti dan mempunyai posisi masing-masing dihati

    tapi kalau aku ada diposisi laras aku akan memilih sahabat, setidaknya sahabat yg lebih tau kita dan sulit untuk mendapatkan seorang sahabat.
    kalau pacar kita hanya perlu membuka mata dan hati maka orang tersebut akan terlihat.
    yah walau mungkin akan sulit menerima diawal, tapi seiiring berjalannya waktu kita akan menerima, apalagi melihat orang yg disayang dan sahabatnya bahagia bersama.
    setidaknya kita tau sahabat kita bersama orang yg tepat.

    BalasHapus
  54. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Link: https://twitter.com/Kimol12/status/755950736748318720

    Bah, susah banget pertanyaannya, Mbak. Pertanyaan tersulit nih kayaknya selama ikutan GA di blog ini. Galau mau jawabnya, hahahaa...
    Tapi setelah dilihat, diraba dan diterawang. Setelah betapa 7 hari 7 malam serta manding kembang 7 rupa, kayaknya aku lebih milih sahabat deh Mba.

    Why?

    Kalau soal cinta, gak perlu terlalu risau. Sudah tertulis jelas bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Jadi, jodoh itu sudah disiapkan, gimana cara ketemu, dimananya, kapan nah itulah yang jadi rahasia. Kita tinggal ikhtiar, doa dan memperbaiki diri. Gimanapun caranya, pastu bakal ketemu.

    Nah, kalau sahabat ini susah nyari yang satu aliran sama kita (aliran sesat kali, hahaa). Bak kata pepatah (sok banget yee) lebih gampang cari musuh dari pada cari temen. Nah, gitu pula, mungkin temen sih bisa siapa aja, tapi kalau sahabat? Kayaknya gak semua orang bisa dijadiin sahabat. Sahabat yang bener-bener ngerti kita luar dalam. Susah senang kita dia itu ngeh. Care,bisa jadi sandaran saat kita lagi butuh bahu seseorang buat mewek. Sahabat yang bener-bener tahu menempatkan diri dan bijak saat kita ada masalah. Sahabat yang bisa diajak gila-gilaan bareng. Pokoknya, sahabat itu layaknya Ibu kedua.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  55. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Link: https://twitter.com/Kimol12/status/755950736748318720

    Bah, susah banget pertanyaannya, Mbak. Pertanyaan tersulit nih kayaknya selama ikutan GA di blog ini. Galau mau jawabnya, hahahaa...
    Tapi setelah dilihat, diraba dan diterawang. Setelah betapa 7 hari 7 malam serta manding kembang 7 rupa, kayaknya aku lebih milih sahabat deh Mba.

    Why?

    Kalau soal cinta, gak perlu terlalu risau. Sudah tertulis jelas bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Jadi, jodoh itu sudah disiapkan, gimana cara ketemu, dimananya, kapan nah itulah yang jadi rahasia. Kita tinggal ikhtiar, doa dan memperbaiki diri. Gimanapun caranya, pastu bakal ketemu.

    Nah, kalau sahabat ini susah nyari yang satu aliran sama kita (aliran sesat kali, hahaa). Bak kata pepatah (sok banget yee) lebih gampang cari musuh dari pada cari temen. Nah, gitu pula, mungkin temen sih bisa siapa aja, tapi kalau sahabat? Kayaknya gak semua orang bisa dijadiin sahabat. Sahabat yang bener-bener ngerti kita luar dalam. Susah senang kita dia itu ngeh. Care,bisa jadi sandaran saat kita lagi butuh bahu seseorang buat mewek. Sahabat yang bener-bener tahu menempatkan diri dan bijak saat kita ada masalah. Sahabat yang bisa diajak gila-gilaan bareng. Pokoknya, sahabat itu layaknya Ibu kedua.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  56. Nama: Retno
    Twitter: @retnomauli08
    Link: https://twitter.com/retnomauli08/status/755956499029950464

    Sahabat atau cinta?? Yah..sahabat dong, kbnyakan orang akan memilih sahabtany dong.. mau secakep apa tuh orang, sebaik apa aku bakalan milih sahabat.. cinta bisa ditemukan dimana saja, jatuh cinta bisa kapan pun.. ada mantan pacar tp gak ada yg nama ny mantan sahabat, sahabat? Semua orang pasti punya, sahabat sama berharganya dengan keluarga, sahabat lebih istimewa..dan kenangan bersama sahabat gak perlu dilupakan, aku lebih memilih mencari cinta yang baru daripada mencari sahabat yg baru :)

    BalasHapus
  57. Nama : Neni Arwanda
    Twitter :@NeniArwanda95
    Link Share : https://twitter.com/NeniArwanda95/status/756004868876226560

    Jawaban : Kalau aku jadi Laras dan disuruh milih antara sahabat sama cinta. Aku lebih milih sahabat. Bukankah kita mengenal sahabat lebih lama daripada cinta. Sebelum ada cinta, sahabat selalu ada buat kita. Dan jika memang Gerry pernah mencintai Laras, seharusnya dia memperjuangkan cintanya ke Laras. Bukan malah memilih Lily yang dia tahu sebagai sahabatnya Laras. Jadi intinya, buat aku, sahabat lebih dari segalanya dari cinta.

    BalasHapus
  58. Nama : Larastanie Afdha
    Twitter : @larasta_
    Link Share : https://mobile.twitter.com/Larasta_/status/756024816419741696?p=v

    Pilihanku adalah Sahabat. Ada banyak alasan nya. Yang pertama, karena kita pasti mengenal mereka terlebih dulu sebelum bertemu dengan Cinta,
    Sahabat selalu ada di dalam hidup kita, saat susah maupun senang. Sahabat juga lebih paham tentang diri kita, Kita akan selalu membutuhkan mereka. Yang kedua, karena Kekasih itu bisa jadi mantan kekasih, tetapi sahabat tidak akan pernah jadi mantan sahabat. Sahabat tidak akan mengabaikan kita walau apapun masalah yang kita hadapi. Ketika
    Perasaan kita sedang sedih, mereka akan dengan senang hati menyediakan waktu untuk mendengarkan kita, dan akan berusaha membantu serta memberikan dukungan pada kita.
    Cinta itu tidak bisa ditebak kapan datang nya dan kapan berakhirnya cinta. Cinta itu belum tentu bertahan sampai selama nya. Sedangkan Persahabatan itu bersifat Abadi, kita mengenal nya bukan cuman 2 hari, 3 minggu, atau 1 tahun! Kita mengenal nya sudah bertahun-tahun. Sahabat itu layaknya Keluarga kita sendiri, karena kita sudah hidup bertahun-tahun sebagai sahabat.

    BalasHapus
  59. Nama : Siti Maisyaroh
    Akun Twitter : @siti_maisyaroh
    Link Share : https://twitter.com/Siti_Maisyaroh/status/756147041953210368
    Pilih mana (kalau kamu jadi Laras), sahabat atau cinta?

    Kalau aku jadi Laras, aku gak pengen pilih dua-duanya. Secara dua-duanya bikin nyesek dan sakit hati yang gak ada ujungnya. Apa masih bisa di bilang cinta, kalau orang yang kita cinta (dan suka juga sama cinta) milih buat pacaran sama sahabat kita? apa masih bisa dibilang sahabat kalau kenyataan penting tentang orang yang kita cintai dan mencintai kita dia tutup-tutupin?
    Tapi sekarang aku mesti kembali menatap masa depan.. toh, hidup masih tetep berjalan kan? Dan saat ini, kalau aku tetep harus milih.. aku akan milih sahabat aku, gimanapun dia, dia orang yang selalu ada buat aku. Ya... meskipun bakal nyesek tiap hari lihat dia bermesraan sama orang yang aku cinta. Tapi, kalaupun aku berjuang buat Gerry meskipun atas nama cinta.. apa Gerry pantas aku perjuangkan? karena sampai saat ini aku gak merasa Gerry berjuang buat aku (dalam konteks ini Laras). Kalau aku masih tetep keukeuh berjuang buat Gerry, aku tahu yang aku pilih bukan cinta tapi obsesi.

    BalasHapus
  60. Nama: Kitty
    Akun twitter: @womomfey
    Link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/756239252061642757


    hmmm... Been there, done that. Yup! Aku pernah berada dalam posisi ketika sahabatku menyukai anak baru di kelasku, dan aku tentu saja kasih full support buat dia. Eh tapi ujung-ujungnya tuh cowok malah menyatakan perasaannya ke aku. Dan dengan polosnya aku pun mengatakan bahwa aku gak bisa menerima perasaannya karena sahabatku suka sama dia. Dan tiba2 saja si cowo bilang gini: "Ya dia boleh suka sama aku, tapi aku sukanya sama kamu! Hati kan gak bisa dipaksakan!" Wow! Untuk ukuran anak SMP tentu saja aku terbengong-bengong mendengar jawaban lugas namun makjleb kaya gitu.

    Waktu itu akhirnya si anak baru tetap keukeuh melakukan PDKT ke aku, dan sahabatku mulai menjauh melihat hal itu. Oh well... padahal kan aku gak pacaran sama cowo itu, tapi tetap saja sahabatku merasa kesal melihat PDKT gencar yg dilakukan si cowo ke aku. Hahaha... emang bener ya, hati gak bisa dipaksakan. Dan karena kegigihan cowo itu, aku pun pada akhirnya luluh dan kami mulai pacaran saat SMU (padahal SMUnya beda sekolah). Nah! Apa aku termasuk yang memilih sahabat ketimbang cinta? Iya dong! Tapi ketika cinta akhirnya menggedor-gedor dan si sahabat justru memilih menjauh meskipun sudah kucoba pertahankan, aku pun gak bisa egois memaksanya tetap tinggal disisiku sebagai sahabat dan mengkhianati hatiku sendiri. :)

    Nah, kalau jadi Laras sih aku pasti bete berat pas tau klo ternyata duiu tuh si Gerry juga PERNAH punya perasaan yang sama denganku, tapi di satu sisi aku juga akan kesal sama Gerry karena tidak berjuang menyatakan perasaannya dulu itu. Kalau sekarang perasaannya ke aku belum berubah, mohon maaf Lily, aku akan mencoba memperjuangkan kembali hatinya. Tapi... kalau ternyata Gerry sudah gak punya perasaan lagi ke aku, ya buat apa mempertaruhkan persahabatanku dengan Lily hanya karena aku masih menyukai Gerry? Apalagi ada Remy yang diam2 selalu ada disisiku memberi dukungan. :)

    BalasHapus
  61. Nama : Rahayu Tri
    Twitter : @rahayutri_tri
    Link share : https://twitter.com/rahayutri_tri/status/756127872398405632

    Cinta atau sahabat? aku tentunya akan memilih sahabat, karena cinta {jodoh} sudah diatur oleh Sang Maha Kuasa sedangkan sahabat kia yang cari sendiri. Mari kita berandai-andai jika Laras diharuskan memilih cinta pasti akan banyak yang tersakiti mulai dari Lily, Gerry, juga dirinya sendiri, ahh mungkin juga Remy. Tap bagaimana jika Laras memilih sahabat? Jelas ia akan kehilangan Gerry tapi bukan berarti ia akan kehilangan jodoh kan? Pasti ia akan menemukan cintainya pada orang lain. Lagi pula untuk apa mengejar cinta yang lalu disaat yang ia kejar justru sudah bahagia dengan orang lain terlebih orang tersebut adalah sahabatnya sendiri, kini saatnya Laras untuk berlalu,berpaling dari Gerry karena didepan sana sudah banyak cinta yang menunggunya. Ibaratkan saja jodoh itu seperti pintu, janganlah kita selalu fokus padapintu yang sudah tertutup hingga lupa bahwa banyak pintu yang terbuka lebar. Grry sudah cukup bahagia dengan Lily jadi kini saatnya Laras bahagia dengan takdirnya tanpa perlu merebut kebahagiaan orang lain. Biarkanlah Gerry menjadi masa lalu Laras, kini yang perlu dilakukan adalah tegas terhadap dirinya untuk tidak lagi memupuk perasaannya terhadap Gerry, juga tidak menyimpan dendam terhadap Lily sudah cukup waktunya iahabiskan untuk tersakiti karena sebenarnya ia bisa bahagia. kalau dipikir secara logika seandainya Gerry memang mencintai Laras seharusnya ia tetap pada pendiriannya "mencintai Laras" bukan malah berpaling kepada Lily. Karena cinta tak datang dan pergi semudah itu.

    BalasHapus
  62. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/756296623500566528

    Sahabat. Itulah yang saya pilih. Memang sih pada awalnya sakit dan merasa sebal atau malah tersisih. Tapi jika dipikir ulang, andai Laras memilih mengejar cinta, pastikah Gerry akan menerimanya? Toh, meski tahu Gerry memang pernah menyukainya pada kenyataanya Gerry lebih memilih Lily. Jadi kenapa tidak berusaha move on saja.

    BalasHapus
  63. Nama Ayuni Adesty
    Twitter @ayuniadesty
    Link share
    https://twitter.com/ayuniadesty/status/754966870365605888

    Aku akan memilih sahabat.
    Di kamus saya, ada "mantan pacar" tapi tidak ada kata "mantan sahabat"


    Secara pribadi, saya meyakini prinsip bahwa "saya ingin dicintai sepenuh hati, dan aku akan balas cintamu dengan sepenuh hatiku." Saya nggak mau mengharap cinta yang nggak pasti. Nggak siap buat sakit hati. Saya akan dengan senang hati menerima tawaran cinta baru daripada memperjuangkan cinta lama.

    Jika di posisi Laras, andaikan memilih ia memilih cinta, belum tentu kisah cintanya bersama Gerry akan happy ending. Gerry "dulu" mungkin pernah mencintai Laras, tapi setelah delapan tahun bersama Lily saya yakin rasa cinta cinta untuk Lily telah bersemi. Kalau Gerry nggak cinta sama Lily, mana mungkin bisa bertahan sampai 8 tahun?
    Dan, menurut saya Gerry nggak gentle banget. Kenapa dia dulu nggak berjuang buat dapetin Laras?
    Cowok itu harus punya prinsip "Kejarlah cintamu, meski harus ke negeri Cina"

    Perasaan Laras lebih condong ke obsesi bercampur dendam dan sakit hati. Sulit memang untuk memaafkan, tapi belajar untuk merelakan akan memberi ruang lebih di hati untuk bisa merasakan kebahagiaan.

    Seperti prinsip sedekah, jika kita ikhlas memberi maka insyaallah kita akan mendapatkan ganti. Bisa jadi lebih baik daripada yang kita punya sebelumnya.

    BalasHapus
  64. Nama : Deria Anggraini
    Twitter : @derxreads
    Link share : https://mobile.twitter.com/derxreads/status/756445221806673920?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3319812233

    Jawaban :
    Kalau aku memosisikan diriku sbg Laras ya jelas memilih sahabat (Lily). Karena Lily salah satu orang yg mencintai Laras apa adanya, sudah mengetahui keburukan2 Laras dan tetap memilih untuk menjadi sahabat Laras, nggak kabur gitu. Sedangkan cinta Laras ke Gerry? Cinta bisa memudar bahkan menghilang. Emang susah sih berada di posisi Laras, tapi bukannya sbg sahabat kita harusnya seneng ya melihat sahabat kita bahagia dengan pasangannya? Jadi aku lebih memilih Lily, karena menurut aku lebih baik kehilangan org yg kita sayang daripada kehilangan org yg menyayangi kita. Dengan kehilangan org yg kita sayang, kita bisa menemukan org lain yg bisa kita sayangi, cintai, meskipun perlu waktu. Tapi, kehilangan org yg menyayangi kita, itu hal yg paling menyakitkan. Sulit untuk menggantikan org tersebut, karena menemukn orang yg bener2 menyayangi kita dengan tulus itu nggak mudah.

    BalasHapus
  65. Nama: Afifah Mazaya

    Twitter: @afifahmazaya

    Link share: https://twitter.com/afifahmazaya/status/755734439548846080


    Kalau jadi Laras, yaa. Hm. Sulit, sih.

    Kalau pertanyaan semacam ini diajukan kepadaku dulu, sewaktu masih sekolah, aku pasti pilih sahabat. Tapi itu dulu, kan, sewaktu masih sekolah. Belum ngerti seberapa kering hidup tanpa cinta. *uhuk*


    Sekarang, lebih realistis. Suatu saat sahabat akan pergi dengan kehidupannya sendiri. Jangankan sahabat. Kakak atau adik pun pasti nanti akan punya kehidupan sendiri. Kita nggak mungkin menjadi bagian dari kehidupan mereka setiap detik. Lalu, nggak mungkin kita terus merecoki orangtua. Yang tersisa hanya cinta, yang akan selalu terpait setiap detiknya dengan kita. Itupun kalau kita memiliki cinta. Kalau tidak? Sendirian. Duuuh, jangan sampai. >.<


    Walaupun begitu, mengambil cinta sahabat bukan hal yang baik untuk kehidupan cinta kita. Sahabat pasti pergi, tapi bukan pergi dengan cara kita menjatuhkannya, kan? Apalagi kalau si cinta memang sudah memilih si sahabat ini. Mungkin lebih baik menangis meraung-raung, menyuarakan depresi, membiarkan diri jatuh, karena dengan begitu move on pun lebih mudah (aku pernah dengar ini dari seorang psikolog di tv). Perihal dulu si cinta pernah punya rasa, ada baiknya relakan. Tapi, mungkin kalau si cinta masih terlihat punya rasa terhadap kita atau bahkan ragu dengan pilihannya, mungkin bisa saja diadakan tes kesetiaan.


    Tapi, menurutku, meminta kepada Tuhan adalah cara terbaik karena Tuhan adalah bisa membolak-balik hati manusia. Dan, karena hati manusia bisa dibolak-balik, ketika kita mau membuka diri terhadap segala kemungkinan, bisa saja kita menemukan cinta yang lebih baik.



    BalasHapus
  66. Nama: Ayu Widyastuti
    Twitter: @widyayu15
    Link: https://twitter.com/widyayu15/status/756513098891075584

    Jawaban:

    Aku pilih sahabat, aku pilih Lily. Alasannya ini berdasarkan pikiranku secara logika dan rasional saja:

    1. Aku ga mau jadi orang yang egois.
    2. Karena cinta yang lain masih bisa dicari, tetapi sahabat baik dan setia mungkin ga akan pernah datang lagi.
    3. Karena jika aku memperjuangkan cintaku (Gerry yang sudah menjadi pacar Lily) ga mungkin nantinya ga bakal muncul masalah karena cinta segitiga ini. Sangat memungkinkan membuat situasi makin rumit di antara kami.
    4. Hubungan satu sama lain akan mengendur, bisa jadi buruk jika sampai musuhan. Slek sama sahabat tu ga enak dan itu menentang prinsipku supaya jangan sampe musuhan dengan sahabat.
    5. Aku cukup tau batasanku di mana. Gerry sudah punya Lily, dan Lily tu sahabatku. Meski Gerry pernah punya rasa ke aku, itu kan cuma PERNAH, ya berarti itu dulu, sekarang kan ga lagi. Kalau Gerry sudah jadian sama Lily, ya berarti sekarang Gerry cintanya sama Lily lah, kenapa aku harus tetep GR?

    BalasHapus
  67. nama : Leny
    akun twitter : @Lynlainy17
    link share : https://mobile.twitter.com/Lynlainy17/status/756513116477796352
    jawaban : Aku juga pernah merasakan berada di posisi Laras. Antara memilih sahabat atau cinta. Dan aku memutuskan untuk memilih sahabat. Aku sudah lama sekali menjalin persahabatan sama sahabatku ini bahkan sejak kami masih kecil, kami tumbuh besar bersama, sekolah disekolah yang sama, berangkat bareng, main bareng,mengerjakan tugas bareng, apapun yang kami kerjakan selalu bareng. Sampai pd saat yang menyakitkan ini terjadi, duniaku runtuh saat itu juga,orng yang selama ini aku suka yang adalah kakak kelasku, dia ternyata malah jadian dengan sahabatku ini. Saat itu aku merasa sakit sekali. Aku merasa semua ini tdk adil, kenapa harus sahabatku sih yang mendapatkan cintanya dan kenapa bukan aku? Dan aku setiap harinya harus mendengar cerita bahagia dari sahabatku, bahkan kami sampai main bareng bertiga dan pergi bareng. Aku saat itu sakit banget sebenarnya berada diantara mereka berdua, diantara kebahagian mereka. Namun aku harus memilih diantara sahabatku atau memperjuangkan cintaku. Dan aku memutuskan untuk memilih sahabatku dan mengikhlaskan orang yg kucintai utk sahabatku. Mungkin dia bukan yang terbaik untukku, namun dia menjadi yang terbaik untuk sahabatku. Karena aku melihat kebahagian yg selalu terpancar diwajah sahabatku, melihat sahabatku bahagia aku juga ikut bahagia.

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design