Selasa, 02 Agustus 2016

[Blog Tour] Secangkir Kopi dan Pencakar Langit --------------- GIVEAWAY!!!!

Judul Buku : Secangkir Kopi dan Pencakar Langit
Penulis : Aqessa Aninda
Penerbit : Elex Media
Tebal : 352 Hlm
Terbit : Juni 2016
Satrya nggak munafik, first impression seorang laki-laki terhadap perempuan pasti tampilan fisik dulu sebelum inner beauty. Namun teori itu terbantahkan ketika Satrya tanpa sengaja meminta bantuan Athaya, seorang IT system analyst yang begitupassionate dengan profesinya, dan juga dijaga habis-habisan sama cowok-cowok IT yang pada sayang sama 'dedek' mereka ini. Satrya bisa memilih cewek cantik mana saja untuk didekati—penampilan Satrya memang mampu bikin cewek-cewek melirik sekilas kepadanya. Tapi, ia memilih Athaya. Sedangkan Athaya diam-diam sudah lama memendam rasa pada Ghilman. Masalahnya... Ghilman sudah punya pacar.


Di tengah-tengah business district nomor satunya Jakarta, kopi, rokok, meeting, report, after office hour, cowok-cowok rapi dengan kemeja slim fit, kaki jenjang cewek-cewek dengan heelstujuh sentimeter, ada sepotong kisah cinta segitiga antara Athaya, Satrya, dan Ghilman. Siapakah yang akan Athaya pilih? Satrya yang menarik dan fun atau Ghilman yang baik hati sertagesture-nya yang selalu bikin jantung Athaya deg-degan? Benarkan dicintai rasanya lebih menyenangkan daripada mencintai?

-----------------------
"Orang suka salah persepsi dengan gimmick kerja sesuai passion. Padahal kadang passion nggak harus hobi, kan. Bisa saja passionnya kayak lo gini, suka menganalis"
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit merupakan novel kedua dari lini terbaru Elex Media, CityLite. Kali ini, penulis mencoba mengisahkan tentang kehidupan Athaya dan dunia kerjanya sebagai IT System Analyst di sebuah perusahaan. Seperti cerita fiksi lainnya, kali ini kita akan diajak memasuki kehidupan Athaya yang sedang terjebak dengan 2 pria potensial rekan kerjanya.

Yang pertama, ada Ghilman si Business Analyst yang diam-diam telah disukai oleh Athaya sekian lama. Sayangnya, Ghilman sudah punya kekasih, Divanda dan sedang mengarah ke arah yang lebih serius, pernikahan. Athaya lebih memilih untuk mencintai dalam diam, cukup hanya memandang punggung Ghilman saja atau bisa shalat bareng saja Athaya sudah bahagia.

Di lain sisi, ada sosok Satrya si Quality Assurance yang diam-diam menaruh perhatian terhadap Athaya. Sosok Athaya yang enak diajak ngobrol dan memiliki pengetahuan yang luas, membuat Satrya jadi ingin mengenalnya lebih dekat. Apalagi Satrya sedang berusaha untuk move on dari Alisha, sahabat yang pernah sangat dicintainya namun telah menikah.
"Kalau boleh memilih, lebih enak dicintai daripada mencintai. Because it's easier when someone loves you. Tapi, kamu kadang tidak bisa memilih siapa yang akan kamu cintai dan siapa yang akan mencintai kamu."
"Dicintai duluan memang lebih menyenangkan, tapi kalaupun kita mencintai duluan sebelum dicintai, rasanya dicintai itu jadi terasa tidak begitu penting."
Tidak hanya mengisahkan kehidupan romantika Athaya yang sedang terjebak dengan di antara 2 pilihan saja, tetapi ada kisah persahabatan di dunia kerja yang sungguh menyenangkan sekali. Athaya sungguh beruntung sekali, punya pekerjaan yang sesuai passionnya dan rekan kerja yang menyenangkan. Walaupun Athaya bukanlah wanita satu-satunya yang bekerja di dunia IT, tapi di kantornya Athaya menjadi salah satu wanita kesayangan Geng Fogging (geng yang berisi para pria yang suka menghabiskan waktu merokok di kala makan siang). Geng ini berisi Radhi, Ganesh, Fajar, Divantara, Mas Kino, Ghilman dan Satrya. Walaupun mereka semua ini, suka merokok tapi mereka rekan kerja yang menyenangkan loh. Apalagi kalau ada Radhi dan Ganesh, duo jomblo ngenes pasti ada saja ulah yang dibuat mereka. Duo ini sungguh menghibur sekali, membuat kantor mereka menjadi semarak dengan becandaan, saling menggoda hingga panggilan kesayangan buat Athaya "Tayang-Tayang". 

Seluk beluk dunia IT pun diulas dengan sangat menarik sekali, aku yang selama ini tidak terlalu familiar dengan dunia IT, bisa menambah pengetahuan sekali. Walaupun istilah-istilah IT cukup memusingkan, tetapi penulis mampu meramunya menjadi sesuatu yang menarik dan tidak membosankan. Salut banget loh, sama wanita yang bekerja di dunia IT, dunia yang kebanyakan masih berisi para pria, contohnya Athaya ini. Mungkin karena penulis sendiri juga berkecimpung di dunia yang sama dengan Athaya, sehingga detail penggambaran dunia IT begitu hidup, seakan aku melihat ada sisi pengalaman penulis yang dimasukkan di novel ini.
"She's probably not the smartest girl he ever knew, but the way she talks about books and her interest makes her a lot more interesting than he thought before."
Tokoh yang kusukai disini adalah Athaya, sosok wanita yang tangguh sekali. Dari segi penampilan menarik, dan punya otak yang encer. Hal ini terbukti dengan terjunnya dia ke dunia IT yang didominasi oleh para pria, tetapi hal ini tidak membuat Athaya menjadi wanita yang geek dan nerd loh. Athaya malah menarik walau dengan dandanan minimalis. Selalu suka sekali jika Athaya sudah berbicara soal buku, lagu atau film yang disukainya terasa menyenangkan sekali.
"Sastra itu buat gue seperti membuka mata dan pikiran, sisi kehidupan lain yang mungkin nggak pernah kita jamah. Pemikiran orang yang kita nggak tahu. People's idea of a person they loved, they hated. Bikin kita lebih empati, lebih buka mata bahwa dunia kadang nggak selalu hitam dan putih."
Membaca novel ini sungguh menyenangkan sekali. Dari segi tema memang mainstream sekali, lebih condong ke kisah romantika percintaan yang bingung di antara dua pilihan, antara mencintai atau dicintai, dipadukan dengan dunia kerja yang berat namun menyenangkan, aku benar dibuat larut dengan kisah Athaya ini. Aku pun jujur mungkin akan kebingungan jika berada di posisi Athaya, bingung memilih antara Ghilman atau Satrya atau tidak keduanya. Kedua pria ini benar-benar potensial, sama-sama cakep, menarik, pintar dan rajin beribadah walau bagian merokoknya aku kurang sepaham. Namun, aku selalu percaya cinta akan punya caranya sendiri untuk menunjukkan kepada siapa hati kita akan bertaut. Penulis benar-benar merajut kisah ini dengan sangat baik, membuatku penasaran pada akhirnya, siapa yang akan dipilih oleh Athaya, karena dua-duanya digambarkan seimbang, tidak berlebihan di salah satu pihak.
"Kalau orang bilang cinta itu bullshit, mereka pasti nggak pernah tahu rasanya ada di titik terendah kehidupan. Kadang yang dibutuhin cuma cinta. Karena disana ada empati, kasih sayang. Kadang kita nggak sadar, itu yang dibutuhin untuk ngerasa utuh."
"Hubungan itu bukan judi yang kita bisa coba, siapa tahu beruntung. Hubungan juga bukan merger dua korporasi yang harus saling menguntungkan."
Cerita yang menarik, chemistry yang kuat dan tokoh yang begitu hidup membuat kisah ini menjadi bacaan yang sungguh layak dinikmati. Bahasa yang digunakan pun bukan bahasa baku, malah cenderung bahasa percakapan sehari-hari khas anak muda zaman sekarang. Istilah pergaulan sehari-hari pun banyak dimasukkan disini, tapi alih-alih aku bosan, aku malah sangat menikmatinya, karena interaksi para tokohnya begitu melekat. Rasanya semua elemen dalam novel ini saling terkait dan menghidupkan kisah ini menjadi sangat menarik.

Jika kamu mencari kisah romansa dan persahabatan dunia kerja yang menyenangkan, Secangkir Kopi dan Pencakar Langit bisa menjadi pilihan bacaanmu. Dijamin kamu akan jatuh cinta dengan kisahnya. Rasanya tidak ingin kisah ini cepat-cepat berakhir, saking ketagihannya saat baca. Benar-benar menanti kisah lainnya dari penulis.
"Di tengah-tengah pencakar langit yang tinggih dan kokoh dengan ketidakpeduliannya akan sekitar, ada secangkir kopi yang hangat dan menenangkan, membuat siapa pun yang meminumnya terjaga. Hal kecil yang sudah menjadi rutinitas dan membosankan tapi tak dapat dilewatkan."

----------------GIVEAWAY TIME-------------------


Aku punya 1 (satu) eksemplar gratis SKdPL dan 1 novel elex pilihan untuk kamu yang beruntung, caranya gampang banget:

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia. 

2.Follow akun twitter @RizkyMirgawati dan @mungilo

3. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect), G+ atau email 

4. Share info GA ini di akun twittermu dengan mention @RizkyMirgawati dan @mungilo  sertakan hastag #SKdPLGiveaway

5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, dan jawabanmu. 

Ceritakan tentang pekerjaan/profesimu yang sesuai passion? Kalau kamu belum bekerja, apa sih passionmu?

6. Giveaway ini berlangsung selama 3 hari saja, dimulai sejak hari ini sampai tanggal  4 Agustus 2016. 

Semoga beruntung!!!!!!

50 komentar:

  1. ailina
    @ailina85
    probolinggo
    https://twitter.com/ailina85/status/760311243064291329

    Pekerjaan saya saat ini sih sebagai abdi negara.
    Tapi yang bergerak di bidang pembangunan.
    Mengingat mulai SMA saya yang nggak berbakat sama sekali di pelajaran, yang klo menggambar bebas selalu dapat 60-an, tiba-tiba aja jatuh cinta sama pelajaran kesenian ketika sampai di tema menggambar proyeksi bangunan.
    Proyeksi bangunan kan nggak harus nyeni yah, yang penting itungannya betul, balance, oke, aman, berarti sip.
    Alhamdulillah kuliah juga diterima di jurusan yang diinginkan, berhubungan dengan bangunan. Meskipun lulus kuliah pernah terdampar di negeri perbankan, pada akhirnya saya singgah di dunia abdi negara yang bergelut di bidang bangunan.
    Sekarang sih lagi mencari penghasilan lain dari bidang yang sudah menjadi kecintaan saya sewaktu SMA, adalah biologi. Lagi mencoba peruntungan di bidang tanam menanam,jaga-jaga kalo uda pensiun ntar (tsaaaaah :D)
    Doakan saya berhasil :D

    ini mah bukan komen yah, tapi curhat, hahaha... :D

    BalasHapus
  2. Nama : Herva Yulyanti
    Twitter : @hervayulyanti
    Link Share :https://twitter.com/hervayulyanti/status/760319727445151744
    Jawaban : Profesi saya saat ini sebagai HRD khususnya people development dari yang ngerekrut, kasih training sampe nge-assess saya lakuin ditambah jg kasih feedback. Passion saya sendiri adalah MENULIS, dari kecil saya suka mengarang indah sampe pas kuliah kalau ujian sukanya ngarang tapi analogi karangan saya justru dapet nilai 100 harga mati buat nilai sempurna yang bikin saya didemo sama teman-teman sekelas matiin standar mereka hahaha. Keliatan kan saya suka nulisnya?
    Lalu adakah hubungan si nulis sama profesi saya saat ini?jelas ada. Saya yang kadang menjadi pintu perusahaan, kadang juga menjadi guru, kadang juga menjadi tempat curhatan mesti memiliki arsip setiap karyawan melalui laporan. Saya ga sangka passion saya akhirnya berujung hepi ending karena di profesi saya mesti menuntut saya mampu menuliskan setiap report baik report hasil rekruitmen hingga report hasil assessment. Dan hasil report saya selalu menuai pujian dari atasan meskipun belum menuai piala Citra *apasih* hihihi tapi saya bersyukur ternyata si nulis dan profesi saya mampu berjalan selaras, serasi dan seimbang sesuai koridor aturan di perusahaan saat ini.
    Demikian cerita saya tentang passion dan profesi saya. Semoga ga ada yang takut milih profesi kayak saya karena mesti nulis report karakter individu yang kalau salah nulis bisa bikin orang stress hehehe.

    BalasHapus
  3. Kalo bicara passion saya sendiri juga belum tau passion itu apa. Gara" baca skdpl ini saya jadi galao :'3 sebenernya passion saya itu apa? Terus gimana cara tau passion itu? Penting ga sih? Passion sama kerjaan harus nyambung atau engga. Ternyata pertanyaan itu terjawab dibuku skdl ini, passion itu kayak hobi,
    Hobi saya ngelukis. Tapi cita" saya jadi dokter :v kek nya bayangin jadi dokter itu keren kek didramkor"juga menurut saya ngelukiskan butuh kesabaran dokter juga jadi ya gitu :v ini apaan coba? Ga nyabung hehehe

    BalasHapus
  4. Nama : Anggi nahriyatussyifa
    Twitter :@anggi_131
    Link share https://mobile.twitter.com/anggi_131/status/760337685823168512

    BalasHapus
  5. Nama: Sri Andini
    Twitter: dinndinayy
    Link share: https://mobile.twitter.com/dinndinayy/status/760346721113092096?p=v

    Aku masih bingung kalo ngomongin soal passion. Dan aku sendiri blm nemu passion aku sendiri. Tapi aku setuju sama quotes di SKdPL kalo passion nggak harus hobi. Selama pencarian passion ini aku lg coba-coba untuk mendalami ttg edit-edit video ataupun foto. Entah knp aku ngerasa seneng aja kalo belajar ttg editing ini. So, aku berharap rasa seneng ini bukan cuman sesaat seperti hobi :) Dan grgr buku ini aku jadi pengen ngedalamin lagi dan mengerti apa kaitannya passion dg hobi dan dunia IT yg aku pengen tahu tapi sejak sebulan yg lalu aku ga jadi2 beli karena uangnya kepake buat keperluan sekolah:( tapi aku bersyukur give away ini ngasih aku kesempatan:)

    Sukses terus untuk kak kiky dan kak echa^^

    BalasHapus
  6. Nurul mutmainnah jamil
    Twitter @mutmainnahJ
    Link
    https://mobile.twitter.com/MutmainnahJ/status/760346371719180289
    Email: jamilnurul77@gmail.com

    Untuk saat ini saya masih belum bekerja. Sekarang masih berstatus sebagai mahasiswa sem 3 jurusan fisioterapi fak kedokteran universitas negeri di makassar. Passion saya sejak kecil itu menulis. Dulu saya ingin menjadi seorang penulis. Tahun lalu pas penentuan sbmptn, saya pengennya masuk di fak sastra, cuma oran tua nggak ngizinin, dan akhirnya masuk disini. Dari kecil saya bilang ke orang tua pengen jadi penulis tapi nggak di bolehin (katanya) kedepannya bakal susah cari kerja. Keluarga pun rata-rata kerja di bidang kesehatan. Sejak kecil aku belajar dengan giat biar bisa memenuhinekspektasi orang tua, dan orang tua berjanji nggak ngelarang nulis selama nilai nggak anjlok. Masa remaja kuhabiskan dengan belajar sambil nulis kalau ada waktu senggang. Ikut GA dan lomba cerpen. Alhamdulillah pak pos sering datang ke rumah bgasih hadiah dari lomba-lomba nulis itu. Meski kedepannya akan menjadi seorang tenaga kesehatan (inshaallah), tapi saya masih tetap nulis. Masih berusaha untuk menyelesaikan sebuah novel. Meski passion saya itu nulis, saya akan berusaha untuk mencintai dan belajar sungguh-sungguh di jurusan saya yang sekarang, sambil terus berusaha mewujudkan cita-cita sebagai seorang penulis. Physical therapist or writer? Why not both? :)

    BalasHapus
  7. Nama : dyana
    Twitter : @prstyo_dyanaeka
    Link share : https://twitter.com/prstyo_dyanae…/status/760359964556742656

    Ngomongin pasion bikin galau. Sekarang sih kerja di bagian perso sebuah perusahaan ngurusin segala suratmenyurat, dokumen karyawan, dll, begitulah (membosankan, tp seneng kalo gajian).
    Saya ngak ngerti apa pasion saya, tapi tergabung dalam organisasi perlindungan anak itu bikin saya merasa sangat beruntung, senang dan terberkati. Kontribusi saya disana ngak banyak kalau dibandingakn dngn orang lain. Makany sekarang saya kuliah hukum. Saya punya keinginan membatu anak2 kurang beruntung yg blm punya payunghukum, salah satu bekal saya dlm melindungi mereka nantinya.

    BalasHapus
  8. Widiyar Mayani
    @WidiyarMayani
    https://twitter.com/WidiyarMayani/status/760345504421216256

    Pekerjaan saya saat ini adalah Staff Accounting di salah satu perusahaan swasta. Kalau bisa dibilang, ini bukan passionnya saya banget. Saya lulusan Matematika yang sewaktu SMA ambil IPA. Ga pernah kenalan sama akuntansi, segala macem jurnal dan temen2 akunnya itu. Eh, memutuskan "nyemplung" ke dunia accounting dengan modal nekat, meski sempet ragu dan mikir kerjaannya itu apa yaaa??. #Huhuhuu...
    Awalnya lumayan stress,, mesti buat laporan harian, posting2 ke jurnal, memastikan saldo dalam kondisi balance yang sebalnya kadang balance saja belum tentu benar -_-". -saya handle laporan petty cash, anyway-. Bersyukur banget punya atasan yang baiknya kebangetan. Meski di awal sering salah tapi Beliau ga lantas marah, malah tetap mengajari saya. Sering saya ganggu dengan banyak pertanyaan, dari yang mudah banget sampai yang mudah aja. -Elah, level saya mah masih ecek makannya pertanyaannya yang gampang2 dulu aja. Hehehe

    Sebenarnya sampai saat ini saya masih belum yakin passion saya yang mana yang bakal jadi soulmate saya pada akhirnya. Hehe. Saya masih pengen banget kerja di bidang Statistika, mainnya sama data2, ngulikin angka2. Itu salah satu mimpi saya yang tertunda, yang entah bakal kesampaian atau ngga saya juga ga tahu.

    Sekarang saya sudah hampir 2 tahun bekerja di sini. Dengan rutinitas yang sama dari hari ke hari, bulan ke bulan. Pada akhirnya saya menikmati apa yang ada. Mempelajari ilmu baru yang saya dapatkan. Mencari tahu dan memperbaiki apa yang masih menjadi kekurangan saya. Mensyukuri setiap pundi yang masuk ke tabungan. -Ini yang paling menyenangkan :D -.

    Jadi saya dapat mengambil pelajaran bahwa benar kalau passion itu ga harus hobi kita, ga harus sesuatu yang kita idam-idamkan, ga melulu yang semula kita cita-citakan dan ga harus juga selaras sama jurusan yang kita ambil. Terkadang kita menemukan itulah passion kita saat sudah lama bersama, menjalani ritual sehari-hari dengan tema yang sama. Bahasa kerennya sih, tumbuh chemistry. Haha
    Dan saya cinta pekerjaan saya. ^^

    Okeee,,, ini cerita tentang pekerjaan apa curhat saya ya sebenernya. Hehe. So, ga perlu takut kalau memang sudah "terjebak" di bidang yang tak diinginkan. Bisa jadi kita tersesat di jalan yang benar. ^^v

    BalasHapus
  9. Elsita F. Mokodompit
    @sitasiska95
    https://twitter.com/sitasiska95/status/760346653190742016

    Saat ini saya bekerja sebagai honorer bidang administrasi di salah satu BUMN. Passion saya adalah berkarier pada bidang ilmu pendidikan yang telah saya dapatkan semasa di bangku SMK hingga PTN, Accounting. Meskipun saat ini yang saya geluti bukan bidang tersebut, saya cukup menikmatinya. Sebelas dua belas lah bisa dibilang. Tapi saya masih tetap ingin mewujudkan passion saya. Sama seperti Athaya, di kantor saya juga merasa beruntung. Bisa dibilang kami memiliki kemiripan dalam hal lingkungan kerja. Saya memiliki teman-teman yang solid, kakak, beserta atasan yang tidak memandang jabatan namun kinerja dan saya sagat bersyukur untuk itu

    BalasHapus
  10. Agatha Vonilia M.
    @Agatha_AVM
    https://twitter.com/Agatha_AVM/status/760384377364754432

    Dosen ... Entah kak aku tiba-tiba tertarik jadi dosen yang baik dan tidak menyulitkan mahasiswa/i. Aku ingin menekankan kepada muridku nanti bukan ipk yang harus mereka kejar tapi ilmu dan praktek di lapangannya. Selama ini, aku melihat teman-teman yang sudah lulus masih kebingungan mencari pekerjaan yang sesuai. Teori juga penting tapi harus sejalan juga dengan prakteknya. Paling penting menerapkan 1 minggu harus baca buku minimal 1 buku terjemahan dan mulai menganalisis kosa kata di dalamnya. Dibahas bersama dan mulai mempraktekkan menerjemahkan 1 paragraf setiap 3 kali dalam seminggu. Pasti asyik deh ketemu murid yang beragam dan juga teman-teman yang berbeda. Bisa meningkatkan belajar mahasiswa sambil bermain game mungkin biar kelas nggak membosankan. Semoga tercapai. Amin. Makasiih kak.

    BalasHapus
  11. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/760385217874030593

    Ceritakan tentang pekerjaan/profesimu yang sesuai passion? Kalau kamu belum bekerja, apa sih passionmu?

    Bicara tentang passion dan pekerjaan yang aku miliki, keduanya tidak berhubungan. Aku lulusan manajemen informatika, namun saat ini aku bekerja sebagai staf keuangan, bisa dibilang berhubungan dengan akunting dan beda dengan jurusan yang aku ambil saat kuliah dulu. Tapi jujur aku suka akuntansi, dan bekerja di bidang ini membuatku senang, walaupun kadang dibikin stress, apalagi jika sudah berhubungan dengan pajak.

    Sementara tentang passion (hobi), aku suka membaca dan paling gatal untuk ngedit tulisan yang banyak typo-nya :D Mungkin aku bisa jadi editor? heheee
    Aku punya keinginan bisa menulis cerita sendiri, tapi karena waktu yg tersita dengan pekerjaan maka keinginanku untuk menulis terkadang tertunda. Bisa dibilang aku tidak memiliki hobi yang kuat sehingga bisa dikatakan sebagai passion yang bisa menghasilkan suatu karya. Aku hanya menjalaninya sebagai selingan di waktu luang. Aku sih berharap suatu saat nanti bisa membuat hobi ringanku ini benar-benar menjadi passionku dan bisa membuat karya seperti para penulis, seperti halnya Kak Aqessa Aninda yg bisa menerbitkan novel kerennya ini.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Putu Wiriastini

    @wirias3

    https://twitter.com/wirias3/status/760403891988987904


    Aku belum kerja, tapi punya keinginan untuk menjadi make-up artis korea. Muluk-muluk sih, tapi itu keinginanku. Menurut aku pekerjaan itu sangat menguntungkan karena bisa melihat secara langsung artisnya. Ya itu keinginanku tapi aku belum cukup tahu keahlianku dimana, mungkin aku harus belajar mengenal diri sendiri dulu. Aku pernah baca bahwa pekerjaan bukan hanya keinginan kita tapi juga harus sesuai dengan kemampuan kita.

    BalasHapus
  14. nama: Yunita Putri Utami
    twitter: @udonkuma
    link share: https://twitter.com/udonkuma/status/760411125930270720

    setelah sekian lama, numpang ikutan lagi ya Mbak Rizky :)

    Ceritakan tentang pekerjaan/profesimu yang sesuai passion? Kalau kamu belum bekerja, apa sih passionmu?


    Saya seorang freelancer, lulusan accounting di salah satu universitas swasta di pusat kota jakarta. Freelance apa? apa aja yang saya bisa saya kerjakan dan sesuai dengan kemampuan saya, untungnya talent saya selalu berhubungan dnegan hal-hal yang saya suka. Mulai dari jadi market research rangkap assistant salah satu duo DJ yang lagi naik daun di asia (yang ini sih kalau mereka lagi ada gig di Indonesia aja), illustrator, data entry, sampai jadi tukang buat kue (ini istilah kakak sepupu) kalau memang lagi ada pesenan. Pokoknya, selama uang itu halal dan saya yakin saya mampu ngejalaninnya, kenapa nggak?

    Apa ini passion saya? sembilan puluh sembilan persen iya, satu persen masih ada ngeluhnya kok berantakan banget jadwal saya. Tapi saya senang ngejalaninnya, kadang malah ada pekerjaan yang dikasih ke saya karena client tau saya mampu belajar buat ngejalaninnya meski saya sama sekali nggak punya background itu. Hasilnya, alhamdulilah nggak mengecewakan hehehe tapi masih sering aja sih ada omongan nggak enak jadi freelancer ini. Banyak yang bilang pekerjaan yang nggak jelas kapan uang masuk, dan nggak long lasting. Tapi selama saya suka, saya rajin cari peluang, dan saya ngejalaninnya nggak dengan setengah hati. Insya Allah hasilnya baik.

    Rejeki di tangan yang maha kuasa, manusia cuma bicara, bukan yang menentukan. Itu yang selalu saya percayai sampai sekarang.

    Dan menurut saya, pekerjaan nggak harus selalu passion, tapi sebaiknya kita masih bisa ngejar passion di opsi yang lain. Mungkin nggak sebagai main job, tapi side job yang kapan aja bisa kita kerjakan kalau kita sedang senggang. Saya juga suka review drama, itu bukan pekerjaan tapi hobi. Ya kalau ada yang mau kasih saya kerjaan review drama saya akan seneng banget hehehe


    Yang jelas, yang orang tua saya selalu bilang ke saya dan saya jadikan pedoman hidup. "Uang itu objek. Dan manusia itu subjek, yang harus pegang kendali. Jangan sampai Uang yang kendalikan hidup manusia, karena uang cuma objek, adanya di belakang subjek."


    Dan satu hal yang saya percaya, dan akhirnya saya terapkan; sesulit apa pun passion yang menjadi impian, selalu ada jalan buat ngejalaninnya. Selalu ada jalan, kita cuma perlu usaha dan berdoa.

    Makasih mbak Rizky, semoga yang kali ini menang :)

    BalasHapus
  15. Nama : Sitti Laylyatus
    Twitter : @leelianlov
    Link share : https://mobile.twitter.com/leelianlov/status/760440436368355328


    Saat ini saya masih belum bekerja, masih berstatus mahasiswa akhir yang lagi galau memikirkan judul skripsi hahaha. Sebenarnya saya masih belum mengerti apa itu passion, apa hobi termasuk passion? jika iya, maka selama ini passion saya berubah-ubah, tapi membaca dan menulis sering saya lakukan. Dulu pernah ingin menjadi seorang designer dan juga arsitek, dan saya mulai belajar mendesain beberapa kali. Saya orang yang termasuk suka melakukan hal-hal yang baru, jadi jika ditanya apa passion saya, saya juga terkadang bingung. Saya suka menggambar, terutama mendesain atau hanya menggambar apa saja yang ingin saya gambar, menulis beberapa cerita pendek dan juga membaca.

    Tapi, akhir-akhir ini saya sedang getol menulis cerita yang entah bagaimana nanti nasibnya, tapi saya benar-benar menikmati ketika saya menulis. Saya bisa menjadi apa saja yang saya inginkan, ke tempat-tempat yang belum saya kunjungi melalui tokoh yang saya buat dan melakukan hal yang belum pernah saya lakukan melalui cerita saya.

    Makasih mbak, semoga kali ini saya menang dan bisa jadi kado dibertambahnya usia saya hihii

    BalasHapus
  16. Nama : Silvy Rianingrum
    Twitter : @berryfledge
    Link Share : https://twitter.com/berryfledge/status/760439291591831552
    Jawaban :

    Sejak bulan Maret, tahun 2015, aku mulai suka baca. Ya, aku tahu aku masih tergolong newbie dalam membaca, referensi bacaan aku juga belum banyak, jadi maafkan hehe. Waktu itu aku buka twitter, tiba-tiba ada quote lewat, isinya "Cobalah jadi yang menciptakan, bukan hanya sekadar sebagai penikmat karya." Begitu intinya. Jadi, aku coba nulis, post di wattpad xD Cerita pertama aku fanfiction, berbahasa Inggris. Ceritanya tentang Hailee dan Asa (Ituloh yang jadi Ender sama Petra di film 2013, Ender's Game xD) Setelahnya, aku malah makin suka nulis. Coba-coba di Ms.Word dan beberapa aku post di blog atau wattpad. Memang engga populer, tapi aku senang aja ngelakuinnya, bikin merasa bebas dan ngilangin beban serta penat. Lama-kelamaan aku mulai craving more for books, lama-lama mulai punya author favorit dan lama-kelamaan juga makin dibikin tertantang untuk bikin cerita dengan genre yang sama seperti beliau. Tapi, dibalik itu semua, aku juga pengen dibalik cerita-cerita yang aku tulis, mereka punya makna dan pesan moral, engga hanya menghibur. Aku mau memberikan para pembaca inspirasi dan sekiranya sedikit jalan keluar dari permasalahan yang mereka miliki. Tapi ya untuk saat ini, bisa menghilangkan stres dan bikin aku meresa bebas juga udah cukup xD Ya begitulah tentang apa yang aku sukai dan ya ingin aku jadikan pekerjaan. Kata Pak Ridwan Kamil, pekerjaan paling enak itu adalah hobi yang dibayar.

    Tapi, aku juga punya satu keinginan, satu harapan yang pada akhirnya harus pupus. Dari tahun 2014, bulan Ramadhan pas itu, aku nonton NatGeoWild untuk pertama kalinya. Dan sejak saat itu, aku tertarik dengan dunia Animalia. Waktu itu, acaranya tentang Ular--Black Mamba--dan sukses buat hati aku luluh karena lihat mereka juga berusaha untuk melindungi keluarga dan tetap bersama dengan anak-anak mereka. Lama-kelamaan aku ketagihan nonton NatGeoWild. Lama-kelamaan rasa takut terhadap hewan-hewan yang aku takuti dulu, hilang. Lama-kelamaan aku mulai belajar tentang mereka dan mulai merasakan ikatan dengan mereka, bahwa aku, kamu, mereka, kita, semuanya sama. Sama-sama makhluk hidup yang pantas untuk bertahan hidup dan mempertahankan spesies. Aku engga akan bohong, aku engga punya hewan peliharaan dan juga bukan seorang vegetarian. Tapi aku peduli, aku bisa merasakan ikatan dengan mereka. Terserah orang bicara apa, cuma aku yang tahu rasanya. Akhirnya, setelah lulus UN SMP, aku mulai berkeinginan, bercita-cita buat jadi Ahli Ilmu Zoologi. Setelah dua tahun, sampai tahun ini, aku menyerah meraihnya. Aku punya minat disana, tapi potensiku tidak disana. Untuk jadi Zoologist, harus pandai itung-itungan, dari dasar sampai semua jenis penurunannya, termasuk harus pandai ilmu sosial. Aku udah coba itung-itungan, tapi aku emang engga pandai disana. Daripada memaksakan, aku menyerah. Orang tuaku juga engga setuju dengan gagasan aku ingin jadi Zoologist. Pada akhirnya, aku melepaskan mimpi itu, tapi tidak melepaskan ketertarikan dan ikatan yang aku punya dengan dunia hewan. Aku juga bermimpi untuk punya seekor simpanse.

    Aku masih belum tahu passion secara pasti ataupun perbedaannya dengan hobi. Tapi yang aku tahu, when you say that its your passion, you'll always be able to say you love what you do in the end of the day. Dan aku bisa pastikan aku bisa mengatakan itu setelah ataupun saat aku melakukan hal-hal yang aku sebutkan diatas. Aku juga masih bingung passionku apa, SMA juga belum lulus xD. Tapi, aku suka banget cerita tentang apa yang pengen aku lakukan di masa depan atau setidaknya apa yang aku cita-citakan, apa yang aku suka lakukan. xD

    Maaf kalo panjang ya, Kak. Semoga engga bosan ya Kak lihat aku di kolom komentar, hehe^^ Makasih pertanyaan dan kesempatannya, Kak!😊😊

    BalasHapus
  17. Lilis/lipo
    @lipodiana
    https://twitter.com/lipodiana/status/760315835697070080?s=09

    Gue seorang enumerator, petugas pengumpul data penelitian, tapi gue khusus di bidang kesehatan. Sebuah tonggak dari riset dan penelitian karena kami yang berhubungan langsung dengan perolehan data dari responden/informan melalui wawancara, observasi dan lain sebagainya. Meski rutin projeknya, tapi enumerator masih masuk ke dalam freelance karena biasanya selain masa kontrak yang pendek, pihak/lembaga yang mengadakan riset juga berbeda, dari institusi pemerintahan (kemenkes atau BKKBN), LSM (dalam/luar negeri), pihak institusi pendidikan atau kerja sama beberapa pihak yang berkepentingan. Enggak ada bayangan sama sekali kalau ternyata ada pekerjaan seperti ini, awal terlibat itu buat ngisi waktu kosong kuliah akhir semester sampai nunggu ijazah keluar dari kampus, tapi enggak kerasa sudah gue lakoni lebih dari 2 tahun, di samping pekerjaan lain juga.
    Tentang passion, gue suka banget mempekerjakan panca indera gue buat menangkap karakter dan pengalaman hidup orang, baik face to face maupun dari buku/film. Dan alhamdulillah, sebagai enumerator ternyata mampu memfasilitasi passion gue yang minim pengalaman hidup ini. Gue bisa belajar cukup banyak karakter manusia yang memang cenderung dinamis (tapi tetap ada pola tertentu yang terbentuk pada akhirnya) dari interaksi gue dengan responden/informan, dengan sesama enumerator, atau dengan pihak yang berkepentingan dengan penelitian. Dari lintas SARA dan budaya, manusia itu memang unik ditambah pengalaman-pengalaman hidup mereka yang tak jarang menakjubkan dan mengejutkan. Iya, pekerjaan ini memungkinkan lo juga buat keliling Indonesia bahkan sampai mengunjungi pelosok sudut terpencil masyarakat kita. Dan kalau diniatin banget bisa kok sampai ke luar negeri, menetap di WHO atau NGO yang fokus ke bidang kesehatan.
    Luas banget emang bayangannya, tapi gue fokus ke bagian interaksi manusianya ya. Semisal, ada riset nasional terkait penyakit tidak menular khusus untuk kanker payudara dan kanker serviks/leher rahim. Dalam riset ini, enumerator akan melakukan wawancara dan pengukuran kepada responden terpilih serta berkoordinasi dengan pihak puskesmas terkait pemeriksaan darah, periksa payudara klinis, hingga IVA test. Dari sini interaksi antar manusia benar-benar hidup. Bagaimana kerja sama dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman hidup beserta bagaimana proses menyikapinya. Sangat menikmati jawaban dari kata bagaimana tanpa terikat kata dan kalimat dalam mulut atau tulisan. Itu baru 1 projek, belum lagi kalau ada projek lain yang memungkinkan banget buat ketemu orang dan lingkungan yang baru. Ngerasa banget dahsyatnya ayat, Tuhan menciptakan beragam perbedaan agar kita saling mengenal. Udah, itu aja. Thankiss kesempatannya 😊😍

    BalasHapus
  18. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/760445114640572416?p=v


    Ceritakan tentang pekerjaan/profesimu yang sesuai passion? Kalau kamu belum bekerja, apa sih passionmu?


    Aku memiliki passion dibidang fashion, tepatnya fashion designer. Tapi seperti kata-kata dalam novel ini "Pekerjaan tidak harus sesuai passion". Aku menyukai dengan sangat pelajaran berhitung (matematika dan fisika), dan aku juga suka menggambar, pada akhirnya aku lebih tertarik dengan bidang arsitek. Meski dulu pekerjaan tersebut sangat sedikit digeluti oleh wanita, tapi tidak dengan sekarang. Aku menyukai pekerjaan yang mengharuskan kerja di lapangan, menguras otak dan tenaga. Apalagi dengan menjadi seorang arsitek, banyak yang harus meninjau ke lapangan. Seperti saat aku diterima di salah satu ptn bandung dengan jurusan tersebut, meski akhirnya aku batal kuliah karena suatu hal.

    Mungkin dipekerjaan tersebut aku akan berhadapan dengan banyak pekerja pria, mesin-mesin besar, bahan bangunan, cuaca terik dan tubuh lelah juga kotor berdebu. Tapi aku sangat tertarik dan tertantang dengan pekerjaan tersebut, aku merasa itu baru bisa disebut pekerjaan dari sudut pandangku. Meski bekerja di kantor atau di lapangan sama-sama bekerja, kan balik lagi ke passion masing-masing.

    Dari dulu aku memang sudah menyukai kegiatan yang berbau pekerjaan pria. Seperti halnya membongkar stop kontak, membetulkan charger dan obat nyamuk elektrik, bongkar pasang keran yang macet, dan segala hal kecil yang merupakan pekerjaan pria di rumah, aku biasa melakukannya. Adikku sampai berkata jika aku ini asalnya akan menjadi anak laki-laki tapi tidak jadi. Tapi aku menyukai hal tersebut dan aku suka untuk melakukannya.

    Karena bagiku pekerjaan yang disukai itu akan lebih terasa ringan dan mudah untuk dikerjakan dan diselesaikannya.

    Makasih ka Rizky... Bismillah, semoga kali ini beruntung dan bisa bawa mas Ghilman pulang :D, aamiin :) :)

    BalasHapus
  19. Nama : Yani Suherning
    Twitter : @yanisuherning
    Link Share:
    https://mobile.twitter.com/yanisuherning/status/760459730061959168

    To be honest aku sebenernya ga ngerti passion itu sebenernya apaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Hobi kah, pekerjaan kah, atau apaan gatau hahaha. Aku pribadi belum terlalu yakin passion aku apa. Aku juga belum kerja, masih mahasiswi semester 3.

    Tapi sejauh ini yang membuat aku kenal sama diri aku sendiri itu saat lagi presentasi, berbagi informasi di depan banyak orang. Aku suka membaca dan mempelajari sesuatu, memahami sampe akhirnya membuat kesimpulan sendiri. Kemudian kalo ada kesempatan aku akan mempresentasikan apa yang udah aku dapet dan kuasain. Aku suka saat berdiri di depan banyak orang untuk berbagi informasi. Suka saat orang-orang merhatiin apa yang aku bicarakan di depan. Suka ngeliat mata-mata yang natap aku penuh perhatian, penuh keingintauan, antusias like nunggu-nunggu kelanjutannya. Ini buat aku ngerasa.... gimana ya, seneng aja haha.
    Makannya kalo ada tugas presentasi aku semangat banget buat ngulik materi sampe ke hal hal kecilnya. Kemudian aku akan membuat kesimpulan dengan gaya bahasa aku sendiri. Biasanya aku akan membuat analogi simpel yang mudah dipahami, yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Jadi mereka yang denger bisa memahaminya dengan mudah. Dan alhamdulillah beberapa ada yang bisa nerima dan nyangkut di mereka. Dan suatu kebahagiaan saat ada yang bilang:

    "Yan, yang lo presentasiin kemarin ada tuh di ulangan, untung gue masih inget."

    "Dih Yan, gue dari dulu ga ngerti-ngerti materi ini. Bingung mahaminnya jelimet kemana-mana. Pas tadi lo jelasin pake analogi baru ngerti gue."

    "Yan, tadi ada soal ambigu tuh, untung aja gue inget analogi lo jadinya gue bisa nyimpulin. Anjir ye, kalo ga ngerti banget sama materinya pasti bingung tuh."

    Aaakkk..... kalo udah denger kayak gitu tuh ngerasa seneng, bahagia. Ngerasa....... alhamdulillah ya Allah bisa bermanfaat (ya walau kecil hehe). Bikin makin semangat nebar manfaat, yuhuuuπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    Hal ini akhirnya buat aku memutuskan masuk FKIP-Matematika. Memilih mau jadi guru. Kenapa Matematika? Seperti yang kita tau, Matematika itu pelajaran yang.... asdfghjkl haha. Aku sendiri sebenernya ga jago amat sama matematika. Aku milih matematika karena matematika itu pasti. Rumusnya pasti dan hasilnya pasti, ga kayak pelajaran lain yang jawabannya bisa bercabang-cabang. Iya, aku sukanya yang pasti-pasti aja kayak Athaya yang memutuskan memilih Ghilman dibanding Satrya karena udah berani dan siap komitmen (etapi bukan cuma ini doang ya alasannya hahaha). Walau ga jago tapi kalo ditekunin insyaallah lah ya bisa nguasain hehehe.
    Aku milih matematik karena mau nunjukin ke orang-orang kalo sesulit apapun matematika bisa ko diatasi. Maksud hati aku dengan jadi guru matematika ini bisa sedikit mempermudah membantu anak didik aku nanti buat memahami matematika lewat kesimpulan atau analogi-analogi versi aku sendiri hahaha. Nunjukin ke mereka kalo matematika bisa di bawa asik. Ga se-ekstrim yang mereka pikir.

    Jadi dari kesukaan aku membaca dan mempelajari sesuatu, memahaminya, menyimpulkan dengan sederhana, membuat analogi yang mudah diingat dan dipahami, kemudian kemampuan aku bicara di depan umum ini, dan pilihan aku buat jadi guru matematika; aku berharap bisa membawa manfaat khususnya dibidang pendidikan, di salah satu pelajaran yang jadi momok menakutkan bagi pelajar--matematika
    Walaupun aku belum yakin apa passion aku, semoga lewat ini, cita-cita aku buat jadi orang yang bermanfaat bisa terwujud. YeyeyeayπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    Oke ini kenapa jadi kayak curhat haha maafin, Kak! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Salam❤

    BalasHapus
  20. Kak kikii
    Ikutan yaaa. Hehe

    Puji P. Rahayu
    @Purahayu
    https://twitter.com/Purahayu/status/760466161976782848

    Hemm. Passion, ya? In my deepest heart, I have a big passion on writing and publishing book. Aku suka baca novel dari dulu dan aku suka mengkhayalkan semua hal.
    Tapi, di sisi lain aku punya keinginan untuk kerja di NGO. Hehe. Mungkin yang berhubungan dengan lingkungan atau perlindungan hewan. Aku ingin mencoba membela pihak-pihak marjinal kayak mereka. Mereka butuh dibela.
    Udah deh. Sampai saat ini, itu passionku kalo soal kerjaan :3 enough said.

    BalasHapus
  21. Nama : Andi Atmayanti
    Twitter : @andieeeeer
    Link : https://twitter.com/andieeeeer/status/760484310411608064

    Saya pengen banget jadi pengusaha. Kalau ditanya kenapa jadi pengusaha, saya cuma bisa bilang, mungkin karena dari kecil suka bantu orang tua dagang. Jadi kalau ada sesuatu maunya dijual semua wkwk. Otak-otak dagang kata teman-teman. Dulu sebelumnya pernah kerja selama dua tahun sebagai admin tapi jiwanya gak disana. Sambil kerja saya nyambi-nyambi buat usaha walaupun kecil tapi bangga banget bisa memulai sesuatu dari nol pake modal hasil ngumpulin gaji, dapat pembeli ataupun cuma untung seribu udah alhamdulillah.

    Tapi sampe sekarang pengen banget buka usaha bidang kuliner. Saya tidak terlalu suka masak tapi doyan buat kue. Pengen buat kedai kopi atau cuma toko kue kecil. Gak muluk-muluk harus gede karena kerja bukan sesuatu yang jadi tujuan utama saya. Dari kecil saya cuma pengen jadi seorang istri, seorang ibu. Kerja cuma selingan untuk cari kegiatan atau menyalurkan hasrat buat kue.

    BalasHapus
  22. Nama : Anna christyawati
    Twitter : @Achristyawati
    Link Share : https://mobile.twitter.com/AChristyawati/status/760428629864001536

    Sebelumnya makasih buat ka Rizky udah ngadain give away SKdPL. Bela-belain bikin twitter buat ikutan GA SKdPL. Bismillah, semoga beruntung. Aamiin..

    Kebetulan saya masih pelajar, hehe
    Hm, berhubungan dengan passion.. saya hobi membaca, ntah baca apa aja.. tapi lebih sering novel, hehe.. membaca itu jadi moodboster saya dalam belajar..Dan saya minat di bidang arsitektur..
    Saya suka pelajaran yang berhubungan dengan menghitung.

    Mungkin menurut orang lain yang tidak suka menghitung itu, menyeramkan. Menghitung itu, memusingkan. Menghitung itu, rumit. Menghitung itu seperti mimpi buruk. Tapi bukan masalah, setiap orang memiliki minat masing-masing. Setiap orang sudah memiliki kemampuan di bidang masing-masing.

    Buat saya, menghitung itu menyenangkan. Menghitung itu…..tantangan.

    Ntah apa hubungannya antara membaca dan arsitektur. Saya juga gak tau, kapan saya punya passion dibidang arsitektur. Yang saya tau, arsitektur itu punya nilai seni tersendiri. Saya senang, dan merasa kagum melihat desain bangunan, miniatur bangunan, bahkan bangunan itu sendiri. Dan saya ingin membangun bangunan dengan desain saya sendiri. Setiap bangunan memiliki nilai estetika yang berbeda. Memiliki filosofi yang berbeda. Dan karena itu, saya berminat dibidang arsitektur. Arsitektur itu, berbeda.

    Tidak perduli kata orang itu rumit atau apa. Yang jelas saya suka, dan saya berusaha untuk meraih apa yang saya mau.

    Tidak perduli apa yang orang lain katakan. Apapun yang menjadi passion kita, seharusnya bisa kita jalani dengan giat. Karna saya yakin, kalau kita giat berusaha untuk memperoleh susatu, InsyaAllah Allah akan mempermudahkan jalan kita untuk meraih apa yang kita cita citakan. Jangan takut gagal. Yakini diri kita sendiri, bahwa kita bisa. Nothing Impossible in this world, if we try to realizing it, right? So, jangan putus asa untuk mewujukan apa yang sudah jadi passion kita.

    Dan semoga beruntung dapet Give Away SKdPL, buat moodboster hehe😁😁😁

    BalasHapus
  23. Nama:Rafika Puspita Sari
    twitter:Ra_rafpussa
    link:https://twitter.com/Ra_rafpussa/status/760613385641656320
    Aku belom kerja.Aku masih berstatus mahasiswa semester 3 di bidang kesehatan.Apa jurusan aku sudah sesuai dengan passion aku?aku dengan senang hati bilang,IYA.Aku seneng kerja di bidang kesehatan.Ketika aku dipercaya untuk nolong orang,rasanya tuh bahagia.bahagiaaa banget.Aku ngerasa lebih lega.lebih enak buat ngejalanin ke depannya.Aku bener-bener menikmati segala proses pembelajarannya.Aku pengen diri aku bermanfaat buat orang-orang sekitar.Aku pengen ke daerah pelosok-pelosok Indonesia untuk membantu mereka yang kekurangan atau dikirim ke daerah perang.tentunya membantu di bidang kesehatan.aamiin.Ketika kalian bekerja dengan apa yang kalian sukai,kalian pasti akan ngejalanin itu sepenuh hati.Alhamdulillah,aku udah merasakannya

    BalasHapus
  24. Eni Lestari
    @dust_pain
    https://twitter.com/dust_pain/status/760614882274267136

    Ceritakan tentang pekerjaan/profesimu yang sesuai passion? Kalau kamu belum bekerja, apa sih passionmu?

    Passion-ku adalah di dunia tulis-menulis. Aku suka baca dan nulis cerita dari dulu. Ada yang bilang tulisanku bagus, makanya aku mikir kenapa gak coba cari duit dari situ? Akhirnya aku memutuskan jadi freelance writer. Yep, bisa dibilang itu pekerjaanku sejak beberapa tahun lalu. Bukan main job sih, cuma side job. Main job-ku jualan karena ortuku punya toko dan aku yang kebagian tugas buat beli barang dagangan dan jaga toko dari siang sampai malam. Cuma karena ini usaha keluarga, aku gak dapat pemasukan pribadi dari sana. Aku dapat duit ya dari nulis. Makanya aku cinta banget side job-ku sebagai freelance writer. Menjalankan hobi sekaligus dibayar itu cita2ku dari dulu πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

    Well, selama ini aku enjoy menjalankan pekerjaanku. Aku bisa bantu ngejalanin usaha ortu, bisa menyalurkan hobi, pakai dibayar pula. Mungkin hasilnya gak se-wah orang2 yang kerja kantoran, karena freelancer kan emang gajinya gak tetap. Untunglah ortuku bukan tipe yang rempong sama pilihan anaknya. Asal dapat duit dengan cara yang halal mah sok atuh dijalankan dengan tekun, selalu mau belajar, dan harus rajin cari peluang. Yah, namanya juga freelancer. Kalo cuma ongkang2 kaki ya gak dapat duit, hahaha. Yang paling penting sih harus terus berusaha dan gak patah semangat. Aku percaya ketekunan disertai usaha yang maksimal akan membuahkan hasil. Dan karena apa yang kulakukan ini emang passion-ku, jadi aku gak punya niat untuk berhenti πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

    Yak, gitu aja deh. Semoga aku beruntung dapat novelnya. Aamiiin πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  25. Eni Lestari
    @dust_pain
    https://twitter.com/dust_pain/status/760614882274267136

    Ceritakan tentang pekerjaan/profesimu yang sesuai passion? Kalau kamu belum bekerja, apa sih passionmu?

    Passion-ku adalah di dunia tulis-menulis. Aku suka baca dan nulis cerita dari dulu. Ada yang bilang tulisanku bagus, makanya aku mikir kenapa gak coba cari duit dari situ? Akhirnya aku memutuskan jadi freelance writer. Yep, bisa dibilang itu pekerjaanku sejak beberapa tahun lalu. Bukan main job sih, cuma side job. Main job-ku jualan karena ortuku punya toko dan aku yang kebagian tugas buat beli barang dagangan dan jaga toko dari siang sampai malam. Cuma karena ini usaha keluarga, aku gak dapat pemasukan pribadi dari sana. Aku dapat duit ya dari nulis. Makanya aku cinta banget side job-ku sebagai freelance writer. Menjalankan hobi sekaligus dibayar itu cita2ku dari dulu πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

    Well, selama ini aku enjoy menjalankan pekerjaanku. Aku bisa bantu ngejalanin usaha ortu, bisa menyalurkan hobi, pakai dibayar pula. Mungkin hasilnya gak se-wah orang2 yang kerja kantoran, karena freelancer kan emang gajinya gak tetap. Untunglah ortuku bukan tipe yang rempong sama pilihan anaknya. Asal dapat duit dengan cara yang halal mah sok atuh dijalankan dengan tekun, selalu mau belajar, dan harus rajin cari peluang. Yah, namanya juga freelancer. Kalo cuma ongkang2 kaki ya gak dapat duit, hahaha. Yang paling penting sih harus terus berusaha dan gak patah semangat. Aku percaya ketekunan disertai usaha yang maksimal akan membuahkan hasil. Dan karena apa yang kulakukan ini emang passion-ku, jadi aku gak punya niat untuk berhenti πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

    Yak, gitu aja deh. Semoga aku beruntung dapat novelnya. Aamiiin πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  26. Fatimah
    @Imah_Fatma29
    Yogyakarta
    https://twitter.com/Imah_Fatma29/status/760689290988879872
    Passionku menjadi traveller, walau hobiku suka membaca dan menulis cerpen. Entah mengapa setiap aku pergi ke suatu tempat selalu ada cerita yang berkesan dan menarik jika dilupakan. Pernah juga kena marah oleh ibu, karena terlalu jauh pergi travellingnya dan itu terjadi engga hanya sekali. Kapok, sih engga. Bahkan pengen travelling lagi.
    Menurutku travelling itu bisa menenangkan pikiran yang bosan, jenuh, atau lagi emosi. Menambah rasa syukur kepada Allah tentang penciptaan alam semesta, dan tentunya menambah pengetahuan. Nah, engga heran kalo aku itu suka ngabisin tenaga, uang, waktu hanya untuk berkunjung ke suatu tempat. Selagi tidak memberi pengaruh negatif kepada orang lain. Dikenal dengan pribadi introvert yang cenderung suka menyendiri, travelling itu bukan hal yang mudah karena ada tantangannya dan hal yang susah karena bisa aku lalui selama aku masih punya tekat dan kemauan yang keras untuk berusaha dan tak lupa diiringi doa. Kejarlah apa yang kamu inginkan, kalau kamu tidak mengejarnya kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dan hasil jerih payahmu sia-sia. Yakinlah bahwa kita bisa karena mau berusaha. Semangat dan semoga dewi fortuna berada di timku.

    BalasHapus
  27. Heni Susanti | @hensus91
    https://twitter.com/hensus91/status/760698904082022401

    Passionku sampai sekarang masih mengajar. Melihat anak-anak memahami apa yang kusampaikan, wajah semangat mereka untuk menyelesaikan soal, dan kebanggan yang muncul setelah berhasil menyelesaikan soal itu menjadi kebahagiaan tersendiri buatku.

    Menjadikan kelas bukan hanya menjadi tempat belajar tapi juga sharing apapun ilmu yang mereka dapatkan di luar sekolah, mengarahkan mereka menemukan cita-cita dan kepercayaan mereka padaku itu sungguh luar biasa. Yang lebih menyenangkan adalah saat mereka bisa terbuka tentang segala pemikirannya dan mengajakku sharing tentang apapun yang mereka rasakan. Serasa kembali muda dengan mencoba memahami konflik remaja yang mereka alami dan merasa jadi 'wise' saat bisa memberikan saran yang bisa membantu menyelesaikan konflik itu.

    Bahkan kadang tanpa kata-kata tetap merasa senang hanya dengan tatapan mata penuh rasa terima kasih yang mereka sampaikan dengan malu-malu.

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  29. Lailatul FM // @fitmuulbee
    Pekalongan, Jawa Tengah
    https://twitter.com/fitmuulbee/status/760713599576862720

    Passionku saat ini adalah membatik. Meskipun sampai sekarang aku belum bisa membuat karya batikku secara mandiri (masih nimbrung orang tua) tapi bagiku batik itu segalanya. Awalnya aku sama sekali gak tertarik sama batik karena mungkin seumur hidupku aku hidup berdampingan dengan batik. Dimulai dari kakek merintis usaha batiknya ketika aku masih kecil hingga sekarang batik masih mendomonasi kehidupan kami. Karena mungkin terbiasa aku tertarik batik. Witining tresno jalaran soko kulino dan keseriusanku terhadap batik aku tuangkan untuk menempuh studi batik selepas smk. Bertolak belakang dengan pendidikan smk yang aku tempuh (bismen).

    Tentang batik, tidak melulu soal kain tradisional. Kita bisa apresiasikan segala hal lewat goresan "malam"-nya. Banyak hal disekitar kita yang bisa kita apresiasikan terhadap batik. Bercerita misalnya. Tapi kita juga harus ingat untuk tetap mencintai lingkungan. Karena filosofi keagungan batik akan rusak kalo kita membuat untuk dilestarikan tapi kita juga meninggalkan kerusakan.

    Love, world city of Batik-Pekalongan.

    BalasHapus
  30. Nama : Nova Indah
    Twitter : @n0v4ip
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/760773389149544448

    Hmmm,,, kalau ditanya pekerjaan, saat ini saya bekerja sebagai IT System Analyst. Yup, pekerjaan saya sama dengan Athaya. Itu sebabnya saya merasa sangat dekat dengan karakter dalam novel ini karena saya merasa seperti melihat diri saya sendiri di dalamnya. Dan saya menikmati pekerjaan saya. Saya suka menganalisa data, mempelajari proses data itu sampai menjadi informasi, menganalisa sistem yang sedang berjalan di perusahaan dsb. Jika ditanya apa pekerjaan saya saat ini juga merupakan passion saya??? saya merasa ya, ini adalah passion saya. Karena saya menikmati setiap pekerjaan yang saya lakukan dan tidak hanya itu saya senang bergelut dengan jaringan, kode-kode program dan hal-hal berbau IT. Rasanya setiap kali berurusan dengan jaringan, kode program dan lain sebagainnya, saya merasa bersemangat meski banyak kerumitan di dalamnya. Yup, saya merasa passion adalah hal-hal yang kamu minati, yang saat kamu melakukannya kamu bahagia dan saya rasa pekerjaan saya salah satunya. Karena serumit apapun casenya, tanpa sadar saya akan terus mencoba dan mencoba sampai case itu berhasil dipecahkan karena di dorong rasa penasaran yang tinggi akan seperti apa hasil akhirnya. Dan saat analisa yang saya lakukan sukses dan saat diterapkan ke dalam sistem ternyata berhasil, disitu saya merasa bahagia luar biasa. Karena meski tidak tidur, rasanya lelah itu terbayarkan dengan sistem yang berjalan dengan semestinya... Haha. oke, kepanjangan ini... :D

    Terima kasih kak Ky dan mbak Aqeesa untuk GA nya :)

    BalasHapus
  31. Alamat : Pandeglang, Banten
    Nama : Lilis Haerani
    Akun twitter : fhanie17_
    Link share : https://mobile.twitter.com/fhanie17_/status/760831695541022720?p=v

    jawaban : Passion ku adalah menulis.  Saat menulis aku merasa jadi diri sendiri dan ga pernah merasa lelah atau mengeluh, kaya ada kesenangan tersendiri untukku. Dulu sebenarnya ga kepikiran banget buat suka nulis. Pas SD aku cendeung lebih suka baca dan ngoleksi komik dibandingkan novel. Tapi pas SMP aku lebih sering datangin perpustakaan dibandingkan kantin, niat awalnya sih biar terus ketemu mantan gebetan hahaha. Namun dari perpustakaan itu aku jadi suka baca novel. Novel pertama yang aku baca adalah Habis Gelap Terbitlah Terang karangan R.A Kartini. Kayanya habis gelap ga dapet gebetan terbitlah terang jadi hobi baca. (makasih yah kamu mantan gebetan hahaha)
    Dan dari situ jg udah ga ngoleksi komik dan bergeser jadi ngloleksi Novel, rela ga jajan buat nambah bacaan.
    Saat SMA aku baru mulai menulis, dan sering aku posting di catatan facebook. Kenapa fb? Karena dulu aku pikir bikin blog itu susah dan ribet maklum agak gaptek hehehe. Dan seneng waktu tulisanku ada yang baca dan komen meskipun kebanyakan temen sendiri sih hahaha, tapi senengnya luar biasa. Dan anehnya Saat lulus SMA aku memutuskan untuk ambil jurusan pendidikan karena dapet snmptnnya di jurusan itu. Bagiku menjadi apapun di masa depan akan selalu beriringan dengan passion ku yaitu "menulis" karena pekerjaanku belum tentu karirku. Banyak banyak kok para penulis yang latar belakangnya bukan dari jurusan sastra tapi tulisan mereka bestseller.

    maaf yah kak ky udh nyampah hehehe thank's yah kak ky dan kak echa buat #SKdPLGiveaway

    BalasHapus
  32. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Link Share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/760845080471089153

    Aku sekarang sedang menjalankan profesi sebagai seorang pengajar. dan jujur profesi ini awalnya bukanlah passionku. dulu bagiku mengajar itu membosankan -sangat malah-,
    tapi seiring waktu mengajar menjadi kesenagan tersendiri bagiku, karena banyak hal dan pengalaman2 dlm menghadapi perilaku anak2 di sekolah. dari berbagai karakter aku temukan disana. serasa lagi bercermin pada diri sendiri di jaman dulu masih sekolah.

    Dan sekarang malah aku mensyukurinya. walaupun bukan passionku tapi bisa menikmati apa yang udah kerjakan selama ini. karena bagiku, mengerjakan sesuatu itu tidak musti dari apa yang ,menjadi passion aku. tapi karena apa yang kita lakukan itu dengan ikhlas dan penuh kesabaran dalam menjalaninya, lama-lama juga akan menjadi kesukaan kita sendiri. seperti misalnya berubah menjadi kesukaan kita atau passion kita.

    Sekian.
    Slama Pida Alandrian

    BalasHapus
  33. Nama : Dian Miranti
    Twitter : @Dian_Miranti12
    Link share: https://twitter.com/Dian_Miranti12/status/760852193649930240

    Sekarang aku masih duduk di bangku SMA tepatnya kelas 12. Passionku itu adalah membaca. Aku mulai menyukai membaca sejak kelas 4 sd. Awal aku memulai kegemaran membaca itu saat mama pertama kali membelikan ku sebuah majalah bob*. Kegemaranku itu berlanjut sampai SMP,namun saat SMP aku mulai membaca-baca novel. Menurutku,membaca itu menambah wawasanku.

    Thankies... :)

    BalasHapus
  34. Nama : Naelil M.
    Akun twitter : @Naelil_ID
    Link share : https://twitter.com/Naelil_ID/status/760851713255366657
    Follow blog via email : naellyixa@ymail.com
    Jawaban :

    Sekarang statusku masih menjadi mahasiswi semester 3 jurusan Jurnalistik. Masih 2,5 taHunan ya sebelum lulus. Menyangkut passion, menjadi investigative journalist tampak menyenangkan buatku. Menurutku, profesi yang seru itu detektif, jurnalis dan pengacara. Hehe. Berhubung aku suka nulis-nulis sejak SMP, masuklah aku ke jurusan Jurnalistik. Sebetulnya, suka itu beda banget dengan bisa. Aku dulu suka nulis cerpen tapi cerpennya nggak jelas. Waktu SMA, ikut eskul kepenulisan juga dimana kritikan di awal-awal itu mengenai konflik cerpenku yang kurang nendang. Aku juga nyoba kirim cerpen ke media, tapi waktu itu seret banget; sulit masuknya. Well, passion emang beda sama bisa/mampu. Tapi karena aku suka nulis, nggak dibayar atau dimuat di media pun aku tetap nulis hingga akhirnya karyaku mulai diterima di koran, majalah dan bisa menangin kompetisi. Pas kelas 3 SMA, pas musim galau-galaunya anak kelas 3 SMA mau kuliah jurusan apa, aku kepikiran ambil bidang jurnalistik. Karena di kampus impianku itu adanya jurusan ilmu komunikasi (jurnalistik baru penjurusan pas udah semester 5 katanya), aku ambil jurusan Sastra Inggris di SNMPTN. Eh keterima. Selain ikut SNMPTN, aku juga ikut program beasiswa ke Jepang dan ke Turki. Beasiswa ke Jepang, aku ambil jurusan Arsitektur karena aku dari IPA dan di situ dilarang lintas jurusan. Sedangkan di beasiswa ke Turki, aku ambil jurusan Jurnalistik karena bebas milih. Eh nggak disangka-sangka aku keterima program beasiswa Turki. Nggak kebayang deh kalau aku keterima beasiswa ke Jepang dengan jurusan Arsitektur. Hehe. Akhirnya aku galau lagi soal nulis artikel. Kan aku sudah terbiasa nulis fiksi. Nulis non fiksi itu sulitnya minta ampun. Pas SMA aja aku sering ditegur guru bahasa Indonesia yang bimbing kita bikin KTI untuk tugas akhir semester gara-gara bahasaku yang bahasa cerpen. Awalnya takut sih kalau nggak bakal bisa jadi mahasiswa Jurnalistik yang baik. Eh namanya passion ya... sesulit apapun, pada akhirnya kita pasti bisa karena nggak pernah menyerah. Sekarang aku malah lebih lancar nulis artikel ketimbang cerpen. Jadi, sepertinya menulis emang passion ku. Sejak SMP lo. Ntar kalo lulus kuputuskan untuk kerja di media sepertinya. Entah jadi penulis apa (entah investigative journalist, penulis skenario eh dls), aku insya Allah siap menghadapi tantangannya. Bismillah aja :D Selama ada passion, langkah kita akan lebih ringan.

    Makasih Kak udah ngadain giveaway ini! :D

    BalasHapus
  35. Rini CIpta Rahayu
    @rinicipta
    https://twitter.com/RiniCipta/status/760864051283001346

    Passionku nggak jauh-jauh dari buku. Aku suka baca, terutama novel dan suka nulis juga. Ketika melakukan kegiatan ini, aku merasa sangat senang dan nyaman. Menyalurkan isi pikiran dan imajinasi ke dalam kalimat dan paragraf adalah hal yang luar biasa. Meskipun kuliahku sekarang di bidang kesehatan, tapi rasanya passion ini sangat menunjang dan berlaku juga buat hal-hal yang bersifat umum. Misalnya aja saat buat tugas kuliah yang kebanyakan bikin makalah dan nyusun skripsi. Kegiatan ini nggak terlalu jadi beban buatku. Kebiasaan baca ngumpulin informasi, belajar hal baru udah aku sering aku lakukan. Jadi nggak terlalu kesusahan tentang EYD, kalimat efektif dan sebagainya. Harapannya suatu hari nanti, aku bisa menulis buku baik fiksi maupun non fiksi sehingga orang lain juga bisa ikut membacanya dan memberikan manfaat bagi mereka :)

    BalasHapus
  36. Fitri Nor Hidayati
    @Fitrii_Fnh
    http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/2016/08/blog-tour-secangkir-kopi-dan-pencakar.html?m=1

    sebelumnya Thanks kak udah ngadain GA ini :)
    udah ikut berulang ulang di Banyak GA dulu tapi belum berkesempatan menang
    semoga kali ini beruntung

    saat ini aku masih belum kerja, tapi Alhamdulillah udah mau jadi MABA
    Kalau ditanya Apa Passion mu? Mungkin saya akan jawab Passion ku sama Hal yang berbau IT
    Dari punya laptop sampek sekarang Suka penasaran sama laptop
    I Mean, Bukan penasaran tentang bentuk nya :)
    Penasaran sama Gimana cara buat lappy/Komputer , gimana cara buat Game, Gimana Jadi Editor Photo/Video, Gimana jadi Hacker :D
    sampek saat ini masih tergila gila sama yang berbau Hacker pengen belajar, tapi gak ada yang ngebimbing sama sekali
    saat ini masih belajar Editing Video dan Foto
    kebetulan kemarin ada Lomba disekolah tentang Editing, Dan Alhamdulillah diberi Allah kemenangan
    dari situ saya udah bertekat untuk mempelajari semua yang berbau IT

    BalasHapus
  37. Nama: Tirza
    Twitter: @_TEcclesia_
    Link share: https://twitter.com/_tecclesia_/status/760527073907609600

    Aku lgi di thn terakhir SMA. Dan aku selalu pengen melenyapin org yg nanya "eh nt mau kukiah apa?" Tpi pas udh kukasih tau mreka malah jelek2in. Dan krena itu juga, aku galau. Passion. Hobi. Passion. Hobi. Ini salah satu yg aku demen dri skdpl krena bahas ttg passion dan hobi. Ga selamanya hobi itu passion kita. Dgn kadar sok tau melebihi batas, aku mendefinisikan passion itu sbagai "hidup gue tuh buat ini!!" Sedangkan hobi cuma "oh, iya gue demenn banget!".
    Aku suka nyanyi, suka musik, tpi aku ga pernah ngebayangin aku jdi seorang penyanyi (ya kalau emg jalan Tuhan mah gapapaa xD)
    Aku juga tipe org yg suka ngotak-ngatik. Problem solving lah bahasa kerennya. Tpi aku ga membayangkan diriku sbagai yg suka ngotakngatik mesin kyk papaku, atau berkutat di IT kyk athaya (krena aku gabisa lama2 di depan komp, leher ku sakit:"")
    Aku suka lumayan suka design. Tpi berhubung ide nya dtg seabad sekali dan gambarku cakadut, aku udh enyahin itu dri daftar passion dri jauhjauh hari.
    Aku SUKA buat merhatiin org. Kyk yaa demen aja gitu kalo ketemu org yg unik2. Aku penasaran dgn knp sih mreka bisa bgitu, atau kalo dikasih bgini, mreka bakal.... Disitulah aku (mungkin) nemuin salah satu passionku. Terjun di bidang psikologi. Meneliti keunikan manusia ciptaan Tuhan. Buatku, itu adalah sebuah kehormatan tersendiri.
    Terakhir dan paling utama. AKU SUKA BANGET BACA (kecuali sejarah, idk why) sebuah hobi yg sbener ny dri dulu udh ada, cuma aku blm nyadar, dan aku baru nyadar itu pas aku udh SMA. Aku juga org yg demen ngoreksi kesalahan org, a.k.a terlalu perfeksionis. Disitulah aku juga (mungkin) menemukan passionku yg lain. Masuk sastra. Jdi editor. Knp ga jdi penulis? Ya passion ku lebih menjurus ke baca, bukan nulis :v lgi nyoba nulis sih, tpi ga kelar2(?)

    Jdi prihal psikologi&sastra, itu lgi jdi pergumulan bgt. Ratusan kali aku sering nanya, "Tuhan, aku nt mau jdi apa? passionku tuh sbenerny apa? Bener nggak sih passionku ini?" Dan makin kesini makin bikin galau (aku ank ipa, yg diduga2 bakal masuk kedokteran/teknik, pdhl aku masuk ipa krena gasuka ips -_- aku terus berusaha nyari celah yg mungkin bisa buat aku terjun ke dunia yg berhubungan dgn ipa, tpi semakin di cari, semakin aku ga niat, kan stress.)

    Krena kuyakin pekerjaan paling menyenangkan adalah hobi/passion yg dibayar UYEEE~~

    Semoga aja org2 bisa mengubah pola pikirnya. Krena kuyakin byk bgt ank yg sengsara krena ini:"" #SEMANGAT #FIGHTFORYOURPASSION /apasih /mulaigaje

    BalasHapus
  38. Nama : hanun salsabila
    Twitter : tommonialle
    Link : https://mobile.twitter.com/tommonialle/status/760858547772985345?p=v

    Jawaban :
    Hehe aku mah kalo ngomongin passion ga ada abisnya. Dari kecil aku cuma suka baca. Nulis engga, musik engga, seni engga, olah raga engga. Iya baca aja doang gt. Sampe sekarang juga suka baca, sampe pernah pengen jadi editor buku gitu haha aduhhh.. Tapi kalo dati jaman kecil mah adaaaaa aja yang dipengenin. Nah kaya pas jaman TK gt, kalo ditanyain sama bu guru "hanun kalo gede mau jadi apa nak?". "JADI KAYA DIPSI BU GURU" jawabnya ngegas bahagia bahagia gt. Dipsi. Iya dipsi teletabis ijo itu. Tingkiwingki dipsi lala po is my life hahaha. Nah pas rada nalar dikit jaman SD kalo di tanyain gt lagi mesti jawabnya mau jadi dokter. Kayanya emang semua bocah kecilnya pengen jadi dokter deh ya, haha. Kaya wow gt kalo udah liat bapak ibu dokter yg dateng ke sekolah buat ngasih imunisasi. Tapi kalo pas di suntik mereka, nangis deh sekenceng kencengnya terus ngacir ngumpet di kamar mandi hahaha aduh. Tapi pas jaman SMP udah mikiran dikit. Jadi tau kalo kuliah dokter itu biayanya banyak. He. Yaudah deh jadi batal. Nah dari jaman SMP itu deh udah mulai kepikiran terus coba tanya2 sodara yang kuliah guru, kedinasan, kesehatan dst dst. Sampe temen aku cerita ttg pakdenya dia yang nyaranin temenku itu buat kuliah teknik. Nah dari situ tu mulai ada motivasi kaya "SMA harus dapet MIA nih biar bisa kuliah teknik" dan alhamdulillah dapet MIA. nah baru deh pas SMA itu mulai2 browsing, tanya tanya cari tau ttg kuliah teknik. Sampe akhirnya aku jadi pengen ke teknik industri. Jadi aku semakin memperdalam lagi dong penelitian (haha penelitian) ttg semuanyg ada di teknik industri. Sampe pas baca SKdpPL di wattpad ternyata samaan kaya ghilman hehehe aduuuh. Akunya kan juga pengen jadi Bussiness Analyst juga hehe.
    Cuma masalahnya, papa mama aku pengennya supaya aku kuliah akuntansi aja. Jadi sampe sekarang masih kepikiran, mau nolak permintaan papa juga aku agak gimana, cuma aku emang pengennya di Teknik Industri. Jadi mulai kelas 11 ini aku lagi mau berusaha lagi dan memantapkan niat aku biar bisa jadi apa yang aku mau. Hehehe.. Ya kurang lebihnya begituuu

    BalasHapus
  39. Nama: Ariansyah
    Twitter @ariansyahABO
    Link Share: https://twitter.com/ariansyahABO/status/761166583980888064

    Hmm, kalo ngomongin soal passion sih, dua hal (selain keluarga) yang paling saya cintai di dunia ini adalah buku, dan gratisan x)) lebih sempurna lagi kalau buku gratisan xP
    Karena itulah, entah dari kapan kecintaan saya pada dua hal tersebut membuat saya punya mimpi untuk menjadi seorang editor fiksi. Rasanya menyenangkan bisa terlibat dalam kelahiran sebuah buku, bisa ikut bangga kalau ada pembaca yang memuji kerapian (dalam ketikan) buku tersebut, ditambah bisa baca duluan naskah tersebut dengan gratis xD dan katanya sih, kalau bekerja di dunia penerbitan itu kadang bisa punya kesempatan untuk baca duluan buku yang akan terbit, malah bisa dapet gratis. Idaman banget nggak sih?

    BalasHapus
  40. Ulfa Nursyifa l @ulfaminha l https://mobile.twitter.com/ulfaminha/status/761146540853334016?p=v


    Saat ini aku bekerja di perusahaan retail. Itu merupakan sebuah keberuntungan bagi saya, karena saya menyukai dunia bisnis dan juga fashion. Dengan bekerja disana, saya sedikit-sedikit tahu mengenai bisnis, salah satunya tentang marketing. Selain itu juga saya suka menggambar baji-baju. Pernah terbenak dalam pikiran saya untuk menjadi designer. Nah di perusahaan saya bekerja, saya jadi mengetahui berbagai macam desain, macam-macam bahan, dan gradasi warna. Itu semua akan menjadi patokan untuk saya ketika saya membuka butik desain sendiri. 3 tahun kemudian. AamiinπŸ˜†πŸ™πŸ˜‡
    Bdw, wish me luckπŸ™πŸ™

    BalasHapus
  41. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Link share: https://twitter.com/murniaya/status/761188541107806210

    Kalau nggak salah nih, dulu juga pernah ada pertanyaan serupa atau mirip seperti ini yang pernah diajukan ke peserta, dan kali ini jawabanku masih tetap sama hehehe.

    Aku punya passion untuk bisa berkecimpung di dunia bulutangkis atau dekat dengan dunia bulutangkis. Tapi tidak sebagai pemain karena aku sudah terlalu tua untuk mendalami itu. Aku ingin jadi jurnalis olahraga, terutama di cabang bulutangkis karena sejak kecil aku sangat menggemari olahraga tersebut, jadinya aku nggak bisa jauh-jauh dari berita-berita seputar badminton. Nggak cuma mantengin akun fanbase bulutangkis, akun official dari PBSI dan pemain-pemainnya, aku juga follow akun media sosial para jurnalis resmi di PBSI dan melihat bagaimana hectic/chaos sekaligus enjoy-nya mereka dengan itu semua. Hectic/chaos dengan setoran tulisannya yang harus segera dimuat dan bolak-balik dari lapangan satu ke lapangan yang lain buat ambil gambar pemain yang sedang tanding sebelum match-nya keburu selesai, namun mereka juga enjoy ketika bisa dekat, bercengkrama, dan foto-foto bareng atletnya.

    Meski aku sekarang lebih dekat dengan dunia literatue, tetapi sebenarnya dunia literatur itu sekedar hobby bagiku, sedangkan dunia bulutangkis adalah truly passion di hidupku. Toh setidaknya menjadi jurnalis itu kan masih nggak jauh-jauh dari dunia ketik-mengetik. Tetep aja harus setor tulisan. Lagipula menurutku menjadi jurnalis itu kerjanya lebih dinamis dan produktif karena pastinya akan selalu ada bahan untuk dijadikan berita dan harus yang paling up to date. ;)

    BalasHapus
  42. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/761205552101793793

    Dari kecil saya suka menulis. Dimulai dari buku diary sampai cerita pendek yg kutulis tangan di buku dan dibaca beberapa teman dekatku. Di sisi lain ibuku sangat menginginkan aku mnjadi guru. Tp beliau sangat bijak untuk mmbiarkan aku memilih jalanku sendiri. Akhirnya aku masuk kuliah di jurusan sastra dan mmperdlam pngetahuanku tentang sastra yg kucintai disana.
    Sayangnya ketika lulus, aku malah ditakdirkan mnjadi guru sesuai keinginan ibu. Aku lupa knpa iti bisa trjadi, yg kuingat ad sahabatku yg ayahnya sedang mncari guru dan urgent. Aku tak bisa menolak demi solidaritas, hitung2 smbil nunggu panggilan krja juga. Taunya aku tidk dapat panggilan krja manapun dan terua mnjadi guru.
    Awalnya tentunya aku mnjalani setengah hati dan ogah2an. Tapi trnyata mnjadi guru tidk seburuk yg kukira dan akhirnya aku malah makin enjoy dan senang brada di dunia ini smbil diwaktu luang mencoba menulis apapun yg kusukai.
    Jadi menurutku passion itu adlah ketika kita mncoba ikhlas dan mnikmati sepenuh hati apapun jenis pkerjaan yg Tuhan gariskan padaku. Krna trnyata hal yg tidak kusukai seblumnya tidk seburuk yg kukira. Dan sekrng buktinya. Lebih dari itu, passionku ini brtambah nikmat krena kutahu ad rido ibuku juga di dalmnya. Jd mskipun aku trkesan mnjadi anak yg nurut apapun kata ibu, aku tidak pernah mnyesal krena pilihan beliau kini malah mnjdi passion yg kugeluti dgn sungguh2. Terutama ketika aku sadar bahwa berbagi ilmu dan mndapati murid kita mnjdi orng yg pintar dan sukses pun, mnjafi kbanggaan trsendiri bagiku.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  43. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/761205552101793793

    Dari kecil saya suka menulis. Dimulai dari buku diary sampai cerita pendek yg kutulis tangan di buku dan dibaca beberapa teman dekatku. Di sisi lain ibuku sangat menginginkan aku mnjadi guru. Tp beliau sangat bijak untuk mmbiarkan aku memilih jalanku sendiri. Akhirnya aku masuk kuliah di jurusan sastra dan mmperdlam pngetahuanku tentang sastra yg kucintai disana.
    Sayangnya ketika lulus, aku malah ditakdirkan mnjadi guru sesuai keinginan ibu. Aku lupa knpa iti bisa trjadi, yg kuingat ad sahabatku yg ayahnya sedang mncari guru dan urgent. Aku tak bisa menolak demi solidaritas, hitung2 smbil nunggu panggilan krja juga. Taunya aku tidk dapat panggilan krja manapun dan terua mnjadi guru.
    Awalnya tentunya aku mnjalani setengah hati dan ogah2an. Tapi trnyata mnjadi guru tidk seburuk yg kukira dan akhirnya aku malah makin enjoy dan senang brada di dunia ini smbil diwaktu luang mencoba menulis apapun yg kusukai.
    Jadi menurutku passion itu adlah ketika kita mncoba ikhlas dan mnikmati sepenuh hati apapun jenis pkerjaan yg Tuhan gariskan padaku. Krna trnyata hal yg tidak kusukai seblumnya tidk seburuk yg kukira. Dan sekrng buktinya. Lebih dari itu, passionku ini brtambah nikmat krena kutahu ad rido ibuku juga di dalmnya. Jd mskipun aku trkesan mnjadi anak yg nurut apapun kata ibu, aku tidak pernah mnyesal krena pilihan beliau kini malah mnjdi passion yg kugeluti dgn sungguh2. Terutama ketika aku sadar bahwa berbagi ilmu dan mndapati murid kita mnjdi orng yg pintar dan sukses pun, mnjafi kbanggaan trsendiri bagiku.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  44. Nama: Larastanie Afdha
    Twitter: @larasta_
    Link share: https://mobile.twitter.com/Larasta_/status/761210057547657217?p=v

    Profesi yang aku tekuni sebenarnya adalah Seni Tari. Aku sangat menginginkan Profesi Tari ini sebagai Profesi di masa depanku. Walaupun kurangnya dukungan dari orang tua ku jika aku menjadi Penari, tapi aku tetap menekuninya sebagai Hobi. Sebenarnya dulu aku pernah berfikir kalau masa depanku gak masalah jika tanpa belajar disekolah umum, karena aku akan menjadi Penari jadi gapapa kalau nilaiku rendah. Tapi kenyataannya menjadi apa yang diinginkan seseorang tidak semudah itu, ada begitu banyak rintangan sampai-sampai aku memutuskan untuk menyerah dan mengubur impianku sebagai Penari. Tapi karena itu memang Passion ku dalam Profesi, aku tetap menjalaninya sebagai Profesi sampinganku. Karena Aku ingin terus menari diatas panggung...

    BalasHapus
  45. Nama : Shelly F
    Twitter : @shelly_fw
    Link share : https://twitter.com/shelly_fw/status/761207756745388032?lang=id
    Jawaban : Berhubung saya belum bekerja, saya akan bicara mengenai passion saya, yaitu menulis. Saya telah memiliki hobi menulis sejak sekitar 10 tahun yang lalu dan sampai sekarang, buat saya menulis adalah candu. Entah itu menulis fiksi atau non fiksi.

    Kalaupun nanti bekerja, saya ingin bekerja dengan dunia sekitar kepenulisan. Kalaupun tidak, saya tetap ingin 'mencuri' waktu untuk menulis, terutama menulis fiksi. Apalagi selama ini saya mengikuti beberapa lomba kepenulisan dan alhamdulillah saya memenangkan beberapa, jadi ada masukan tambahan setidaknya dari hobi saya itu. Hehehe

    BalasHapus
  46. Nama : Salamatus Sakdiyah
    Twitter : @SalamatusSakdiy
    Link Share : https://twitter.com/SalamatusSakdiy/status/761219982915010561

    Kalau bicara masalah passion, aku termasuk orang yang labil. Dulu waktu SD, guruku nunjukin satu gambar pemandangan yang bagus banget. Gara-gara itu aku ingin jadi pelukis, supaya aku bisa melukis pemandangan yang indah seperti gambar yang ditunjukkan oleh guruku. Beranjak kelas, aku pun juga beranjak dengan passionku. Gara-gara mainan orang-orangan yang dari kertas itu (ngga tahu apa namanya wkwk), aku jadi ingin menjadi designer supaya aku bisa bikin baju yang bagus-bagus buat orang-oranganku, biar tambah cantik dan biar temen-temenku iri sama baju bagus-bagus buatanku hahaha.

    Tapi ternyata passion itu juga ngga bertahan lama. Dulu juga sempet pengen jadi guru, pramugari, penyanyi dan artis. Tapi entahlah, lama-kelamaan semua keinginanku itu kandas dengan sendirinya. Dan semakin dewasa, semakin aku tidak berani bermimpi. Padahal dulu waktu kecil sering gonta-ganti :D Yah, mungkin karena semakin dewasa aku semakin tahu kalau mewujudkan mimpi ngga semudah bayanganku dulu. Ada proses panjang yang harus dilewati.

    Tapi bukan berarti sekarang aku ngga punya passion ya. Sekarang aku sudah menemukan jiwaku, menemukan keinginanku. Bukan sekedar keinginan labil seperti dulu, yang kalau bosen langsung ditinggal dan dibiarkan tersapu angin lalu.

    Kebetulan dari dulu aku memang suka IT, selalu mengikuti perkembangan IT terbaru. Tapi IT yang aku geluti itu berbeda dengan IT yang digeluti Attaya. IT yang aku geluti ini lebih ke untuk memajukan dunia pendidikan. Seperti membuat media-media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Kita ketahui bahwa dizaman dengan kemajuan teknologi yang pesat ini masih banyak guru yang mengajar dengan metode ceramah di depan kelas, sedangkan murid-murid jika diajar dengan metode ceramah seperti itu pasti mereka bosan, ngantuk ngga ada yang dengerin dan akhirnya mereka sama sekali tidak mengerti dengan materi yang disampaikan oleh guru.

    Oleh karena itu, aku ingin menjadi pengembang teknologi pembelajaran yang bisa membuat berbagai media pembelajaran yang menarik agar bisa meningkatkan minat belajar siswa dan mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran. Serta mempermudah guru dalam menyampaikan materi yang ingin mereka sampaikan. Guru tidak perlu terus berbicara non stop selama pembelajaran, cukup menyampaikan poin-poin penting dengan media pembelajaran yang ada. Semisal pelajaran IPA, mengenal hewan-hewan untuk anak SD. Guru tidak peru menjelaskan, kuda itu adalah hewan berkaki empat, pemakan rumput dan bla bla bla. Guru bisa menggunakan media misalnya video/animasi. Tampilkan video/animasi hewan kuda yang sedang makan rumput. Selanjutnya guru bisa menanyakan kepada murid-murid tentang hal-hal dasar yang ada di dalam video, misalkan kuda kakinya berapa, makanannya apa dan lain-lain. Jika seperti itu, anak-anak akan cenderung lebih mudah paham dan mudah mengingat karena mereka melihat tayangan langsung dari pada cuma melihat gambar apalagi yang hanya dijelaskan tanpa visualisasi.

    BalasHapus
  47. Nama : Fridalia Septiarini
    Twitter : @frdliash
    Link share : https://mobile.twitter.com/frdliash/status/761218980858122240?p=
    v
    Jawaban ;
    Passion aku sebenarnya menulis. Entah sejak kapan. Waktu SMA sempat berkeinginan untuk bekerja di bidang jurnalistik,namun Allah berkehendak lain. Saat ini saya sedang berkuliah di jurusan PGSD sama sekali tak ada hubungannya dengan menulis. Tapi sebisa mungkin saya tetap mengembangkan passion saya dengan menulis cerpen dan review beberapa buku. Saya juga memperbanyak membaca untuk menambah wawasan saya agar kemampuan menulis saya lebih baik.

    BalasHapus
  48. lely nurvita sari
    @LelyNurvita
    https://twitter.com/LelyNurvita/status/761092595619467264

    Passionku adalah berhitung, aku suka segala hal ttg berhitung dan selalu jatuh hati pada bidang studi matematika. Anehnya dari pertama kali aku kenal angka, aku langsung suka aja gitu dan akhirnya aku jd mahasiswi jurusan matematika semester 3. Tapi seiring berjalannya waktu, passion keduaku muncul ke permukaan dan itu adalah menulis. Rasanya tiap megang pensil atau pulpen langsung deh otakku full dgn berbagai ide dan imajinasi.

    Ya, memang sih jurusan kuliah ku jauh berbeda dan gadak hubungannya sama sekali dgn passion keduaku. Tapi aku bakal tetap mengembangkannya krn aku ngerasa mungkin ini adalah bakat terpendam. hehe.

    Semoga nanti aku bisa jd pengajar sekaligus penulis ya. Amin. Knp? Karena kalau aku gak jatuh cinta sama Matematika, bakat menulisku gak akan pernah muncul. Dan mungkin artinya kedua passionku harus hidup berdampingan,hehe :)

    BalasHapus
  49. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Link Share: https://twitter.com/realdianmrani93/status/761242778277777408

    "Apa sih passionmu?"
    Passionku adalah bekerja di kantoran. Entahlah, walaupun katanya kerja kantoran itu capek bahkan bisa tertekan karena tuntutan profesi, tapi bagiku kerjaan kantoran tetaplah keren. Masuk pake ID yang digantung di leher, pas istirahat makan siang bareng ciwiciwi kantor di nasi ampera terdekat, sampai lembur karena deadline. Aku justru suka sama yang namanya deadline karena udah terbiasa begadang ngerjain tugas yang selalu kejar-kejaran sama deadline. Yah, itulah passionku dan aku pengen banget ngerasain jadi pegawai kantoran ditempat yang aku "passion"-kan juga :D

    BalasHapus
  50. AGEN DOMINO Terpercaya di Indonesia VIPQIUQIU99.COM Merupakan Situs dengan Server Terbaik serta Permainan yang Fair dan Nyata, 200%(NOROBOT). Proses Transaksi Deposit & Withdraw Tercepat dengan Tingkat Keamanan Terpercaya. VipQiuQiu99.com juga Menyediakan 6 Games yang dapat Dimainkan hanya Menggunakan Satu ID :
    - Play Domino99
    - Play AduQ
    - Play BandarQ
    - Play Poker
    - Bandar Poker
    - Capsa Susun
    - Sakong
    Untuk Deposit & Withdraw hanya Rp,20.000
    Member juga bisa mendapatkan Bonus yang sudah kami sediakan yaitu :
    - Bonus Refferal 10%+10% Setiap Jum'at
    - Bonus Turnover 0,3% Setiap Senin
    Untuk Keterangan Lebih Lanjut Atau Jelasnya Silahkan Hubungi Kami Melalui :
    - Live Chat
    - No.Hp (+85570931456)
    - Bbm (2B48B175)
    - Fecebook (VIPQIUQIU99)
    Buruan Bergabung Bersama kami Di VIPQIUQIU99.COM atau Klik Link Kami : https://goo.gl/pAGgYe dan Nikmati Berbagai Permainan Serta Promo yang telah Kami sediakan untuk Para Pecinta Judi Online!!!

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design