Selasa, 09 Agustus 2016

[Book Review] Check In (to your heart)

Judul Buku : Check In (to your heart)
Penulis : Shinta Yanirma
Penerbit : GPU
Tebal : 216 Hlm
Terbit : Mei 2016
ISBN : 978-602-03-2528-6
Meskipun yatim piatu, Hana tak pernah kesepian. Ia menganggap kolega di hotel bintang lima tempatnya bekerja dan relawan serta murid Sekolah Bambu sebagai keluarga.


Abe dikenal sebagai pebisnis yang misterius. Ia dipuja dan dibenci, juga selalu menolak untuk diwawancara.

Di puncak kariernya, Bagas memendam dalam-dalam luka lamanya yang belum
sepenuhnya terobati.

Rangkaian peristiwa membuat pilihan hidup ketiganya saling menaut. Kejutan, kegembiraan, penolakan, pengkhianatan, dan kekecewaan datang silih berganti. Hingga tiba waktunya untuk memutuskan: pergi atau kembali.

Sampai akhirnya Hana bertanya, If only we weren’t fearful, would we be together by now?

------------------------
"Everything happens for a reason. Don't dwell so deep on the past and there is no need to blame yourself." (hlm.74)
Check in (to your heart) mengisahkan tentang Hana, seorang gadis berusia 21 tahun yang sejak kecil sudah yatim piatu dan dibesarkan di Panti Asuhan. Hana sekarang bekerja di Hotel Pandawa dan juga di waktu luangnya Hana banyak menghabiskan waktunya di Sekolah Bambu, sebuah gerakan mengajar independen di Bandung.

Meskipun terlahir sebagai yatim piatu, Hana cukup beruntung punya pekerjaan yang baik dan teman-teman yang selalu ada untuknya. Seperti Bagas, manajer hotelnya sekaligus sahabatnya yang sedang dekat dengannya. Jadi, Hana tidak pernah merasakan kesepian.

Namun, di hati kecil Hana, Hana ingin sekali mengetahui tentang jati diri dan keberadaan orang tuanya. Hana ingin sekali ke Menado, karena berharap bisa mendapatkan sedikit informasi mengenai kedua orang tua yang tak pernah ditemuinya.
"Ada kemungkinan kamu nggak akan menemukan identitas mereka seumur hidupmu. Dalam beberapa hal, kamu beruntung. Sebab, ilusi mereka di pikiranmu sebagai figur orang tua yang ideal tidak akan ternodai. Mengetahui kebenaran sering kali mengecewakan." (hlm.105)
Singkat kata, Hana akhirnya bertemu dengan Abraham Kamal, yang biasa dipanggil Abe. Abe adalah seorang pebisnis handal, namun terkesan misterius untuk urusan pribadi. Selama ini media hanya tahu pencapaian bisnis yang dicapainya, tetapi untuk urusan pribadi tak pernah ada yang tahu.

Tak ada yang tahu bahwa Abe adalah seorang anak angkat. Bahwa di balik kesuksesan yang diraihnya saat ini, ada masa lalu yang begitu pahit, yang membuatnya trauma dan menderita anxiety disorder jika melihat nyala api. Selain itu, tak ada yang tahu bahwa Abe pun terlibat dengan dunia hitam dan kelam di balik segala kesuksesannya.
"Kebencian itu penyakit, apalagi balas dendam. Tahu ungkapan 'a tooth for a tooth, an eye for an eye', kan? Bisa dibayangkan kalau falsafah itu dipegang teguh tanpa terkecuali. Semua orang di dunia ini akan buta atau ompong."(hlm.106)
Membaca novel ini cukup menarik. Awalnya aku berpikir ini hanya tentang kisah romansa biasa, ternyata tidak sesederhana itu. Ada persaingan politik, bisnis gelap, rahasia masa lalu, dan pengkhianatan.

Dari segi cerita, novel ini memang banyak sekali konflik yang coba diangkat, saling berkaitan satu sama lain, untungnya gaya menulisnya cukup mengalir, sehingga tema yang sebenarnya terasa berat menjadi mudah untuk dipahami. Walau memang kisah romansa lebih mendapatkan porsi besar, sedangkan elemen lainnya hanya mendukung dan mempermanis kisah Hana.

Sosok favoritku adalah Hana. Walau yatim piatu, Hana tumbuh menjadi gadis yang tangguh dan pekerja keras. Hana juga seorang relawan yang mau berbagi ilmu terhadap adik-adik asuhnya di Sekolah Bambu. Rasanya sudah jarang sekali orang-orang seperti Hana yang mau menyisihkan waktunya untuk berbagi dengan sesama.

Overall, kamu mencari novel ringan tentang romansa di balut kisah masa lalu para tokohnya, novel ini bisa menjadi pilihan bacaanmu.

Terima kasih untuk SCOOP, Gramedia Pustaka Utama dan Gramedia.com yang telah memberikan novel ini untuk saya baca dan review. Kalau kamu tertarik untuk membacanya, kamu bisa juga membacanya versi digital/e-book loh, dan harganya jauh lebih murah daripada buku cetak. Hanya modal gadgetmu saja, kamu sudah bisa membaca buku ini kapan pun dan dimana pun.


1 komentar:

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design