Selasa, 09 Agustus 2016

[Book Review] A Thousand Miles in Broken Slippers

Judul Buku : A Thousand Miles in Broken Slippers
Penulis : Rosi L Simamora
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 210 Halaman
Terbit : Januari 2016
Aku dilahirkan di Bolinao, Filipina, di tengah keluarga miskin. Ayah hanya pekerja serabutan, sedangkan Ibu tukang cuci dan pedagang asongan. Sementara sejak berumur delapan tahun, aku sudah jadi pemulung dan tukang bersih bus antarkota.



Masa kecilku getir dan sulit. Bukan hanya disebabkan kemiskinan yang melilit, namun karena kebencian dan penolakan yang dilontarkan dunia padaku. Termasuk oleh kakak-kakakku, yang membenciku karena ayah mereka sangat menyayangiku. Ya, “ayah mereka”, kataku, karena aku ini anak dari hubungan di luar pernikahan.


Tapi justru ayah tiriku itulah yang menjadi penyelamatku. Ia obat bagi setiap lukaku. Ia membentukku dengan nasihatnya, mencintaiku sepenuh jiwanya. Dialah yang membuatku terus berjuang menjadi murid terpandai di sekolah, merebut medali demi medali, meski ke mana pun aku pergi, kakiku hanya beralas sandal jepit yang menipis digerus langkah.

Tapi seperti kata Ayah, “Jangan biarkan sandal jepitmu menjadi jati dirimu.”

Maka aku percaya, tak ada satu pun yang tak dapat kucapai, meski kakiku hanya beralaskan sandal jepit usang.

-----------------------
"Ada sesuatu yang teramat menghidupkan dari mimpi yang menjadi kenyataan. Apalagi jika mimpi itu terasa begitu jauh dan tak pernah terbayangkan bakal tercapai. Apalagi bila mimpi itu dilahirkan di tengah kemiskinan dan keputusasaan, serta penat yang nyaris setia meraungkan lapar."(hlm.viii)
Leonardo Consul, yang biasa dipanggil Dong terlahir dari keluarga miskin. Mereka tinggal di Bolinao, Filipina. Sejak masih di kandungan, kehadiran Leo sudah penuh perjuangan. Kehadirannya bahkan ditolak karena dia lahir dari pria yang bukan suami sah Nanay (ibunya). Setelah dia lahir pun, tidak hanya lingkungan yang menolaknya, tetapi kakak-kakaknya pun tidak mau menerimanya.

Tidak hanya itu, Dong pun harus menerima kenyataan bahwa keluarganya memang miskin dan untuk mendapatkan makanan pun dia harus bekerja keras. Hal ini tidak membuatnya patah semangat, Dong tetap merajut mimpi untuk sukses. Sejak kecil, hidup membuatnya harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup. Yang bisa dilakukan Dong hanya belajar lebih keras dan membuktikannya dengan prestasi demi prestasi di sekolah. Hanya bermodalkan sandal jepit usang dan seragam bekas, Dong menorehkan namanya sebagai siswa berprestasi di sekolah. Hampir semua perlombaan diikutinya untuk mendapatkan medali demi medali kemenangan, sayangnya semua itu tidak cukup. Dong tak pernah mendapatkan perhatian yang sangat dirindukannya dari Nanay. Hanya Tatay (ayahnya) saja yang senantiasa menyayangi dan mendukungnya, walau dia hanyalah anak tiri.
"Seragam bekas, buku bekas, tas bekas, semua itu tidak identik dengan dirimu. Kau adalah apa pun yang kau capai, Nak. Prestasimu, angka-angka di sekolah, usahamu, bagaimana kau memperlakukan orang lain." (hlm.76)
Walau perjalanan hidup Dong berliku-liku, kadang-kadang harus menahan lapar dan harus bekerja keras demi mendapatkan uang untuk mengganjal rasa lapar, Dong tetap bertahan. Dong akhirnya berhasil melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Namun, ini pun belum cukup. Dong masih harus berjuang mendapatkan pekerjaan dan ternyata jauh lebih sulit lagi. Penolakan demi penolakan hingga akhirnya Dong pun merantau ke Jakarta, Indonesia. Akankah Dong berhasil meraih mimpinya dan membawa keluarganya keluar dari kemiskinan yang menjerat?
"Karena jika berarti harapan, setipis apa pun itu. Karena jika berarti aku masih berjuang untuk maju, sesulit apa pun itu. Karena jika berarti cahaya, seredup apa pun itu." (hlm.ix)
A Thousand Miles in Broken Slippers adalah sebuah kisah memoar tentang perjalanan hidup seorang Leonardo Consul yang ditulis oleh Rosi L Simamora. Mungkin bagi kamu yang sering menonton acara televisi, nama Leonardo Consul bukanlah nama yang asing, karena namanya sudah sering muncul di beberapa acara televisi. Namun, buatku sendiri yang jarang sekali menonton acara televisi, aku baru mengetahui namanya saat membaca buku ini.

Buku ini ditulis dengan sangat indah dan menyentuh sekali. Bahkan tak jarang mungkin akan membuat kita menitikkan air mata. Mungkin bagi sebagian orang yang melihat kesuksesan yang diraih oleh Leo Consul sekarang, tak akan menyangka bahwa hidupnya sungguh sulit sekali dan harus berjuang hidup sejak dia masih kecil. Terlahir dari keluarga miskin, hanya untuk makan saja sulit, tetapi bisa terus mengobarkan mimpinya untuk bisa berhasil. Hal ini dibuktikan dengan prestasi demi prestasi yang diukirnya saat sekolah. Di tengah segala keterbatasan dan kekurangan materi, Leo memilih untuk berjuang bukannya menerima nasib begitu saja.

Buku ini tidak hanya mengisahkan tentang Dong saja, tetapi juga keluarga dan teman-temannya. Jujur, aku jatuh simpati dengan Dong karena perlakuan kakak-kakaknya yang begitu keras terhadapnya, bahkan cenderung membencinya. Aku bisa sedikit memahami, mungkin karena kakak-kakaknya iri karena Dong malah menjadi anak kesayangan Tatay padahal Dong hanyalah anak tiri. Yang menjadi pertanyaan hingga sekarang adalah kenapa Tatay begitu keras memperlakukan anak kandungnya sendiri, hal yang sungguh berbeda terhadap Dong, yang sampai aku menutup halaman buku ini tidak juga kudapatkan alasannya.

Aku penasaran sekali dengan sosok Tatay (ayah) Dong. Walau Tatay digambarkan sebagai seorang ayah yang tak pernah mengenyam pendidikan tinggi, tetapi pengalaman hidup membuatnya menjadi ayah yang luar biasa sekali. Tatay lah yang selalu mendukung dan selalu berusaha menyalakan semangat Dong ketika Dong sudah mulai menyerah dengan hidup mereka. Di setiap bab, kamu akan menemukan nasihat-nasihat bijak Tatay untuk Dong yang selalu menjadi kekuatan Dong untuk menjalani hidupnya yang keras. Nasihat-nasihat itu begitu indah sekali, nasihat dari orang tua untuk anak yang sangat dicintainya.
"Selalu berdoa sebelum kau tidur. Dan ketika berdoa, lebih dulu ucapkan terima kasih pada-Nya sebelum kau meminta sesuatu."
"Belajarlah dengan giat dan pastikan nilai-nilaimu bagus. Otak yang pandai dapat mengalahkan orang kaya yang tak berotak."
"Selalu ingat untuk menoleh ke belakang. Jangan pernah lupa darimana engkau berasal, sejauh mana pun langkah telah membawamu pergi meninggalkan masa lalumu."
Melalui kisah Dong, banyak pelajaran hidup yang bisa kamu petik. Kita memang tidak bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan, tetapi kita bisa memilih menjadi apa kita kelak. Hidup mungkin akan terasa keras bagi sebagian orang, dan terasa mudah bagi sebagian lainnya, tetapi setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Ada kalanya memang kita harus berjuang dan bekerja keras demi meraih impian dan kesuksesan yang ingin kita raih. 

Seperti Dong yang harus berjuang sejak kecil hingga akhirnya dia berhasil meraih mimpinya satu per satu. Dong memang berasal dari keluarga miskin, tetapi Dong bukti nyata bahwa kesuksesan bisa diraih dengan perjuangan, keras keras, dan doa. Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah Dong yang sungguh menghangatkan hati ini.
"Hanya ada satu cara untuk memperbaiki takdirmu, sekolah. Timbalah ilmu setinggi mungkin, Nak. Jangan seperti ayahmu ini. Biarpun kau tidak menggunakan sepatu bermerek yang mahal, kalau kau terus berjuang dan giat belajar, sandalmu yang hanya seharga lima belas peso ini akan membawamu hingga ribuan mil perjalanan. Mengantarkanmu ke tempat-tempat jauh, yang tak pernah kau bayangkan pernah ada. Membawamu memetik bunga-bunga impianmu."(hlm.187)
Terima kasih untuk SCOOP, Gramedia Pustaka Utama dan Gramedia.com yang telah memberikan novel ini untuk saya baca dan review. Kalau kamu tertarik untuk membacanya, kamu bisa juga membacanya versi digital/e-book loh, dan harganya jauh lebih murah daripada buku cetak. Hanya modal gadgetmu saja, kamu sudah bisa membaca buku ini kapan pun dan dimana pun.

2 komentar:

  1. Wuiih,, jadi ini by True Story ya Mba?? Oh,, jadi begini toh mulanya Leo Consul -yang ganteng- itu bisa merintis karir di Indonesia. Warbyasah.. Thanks mba review nya. Mudah2an bisa baca buku nya ^^

    BalasHapus
  2. Iya ini kisah nyata yang ditulis oleh Mba Rosi. Bukunya bagus dan inspiratif sekali, amin semoga berkesempatan bisa baca bukunya ya :)

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design