Jumat, 02 September 2016

[Book Review] Hororis Causa

Judul Buku : Hororis Causa

Penulis : Adellia Rosa, dkk
Penerbit : AGPress
Tebal : 146 Halaman
Terbit : September 2016

Hororis Causa adalah kumpulan cerpen yang ditulis oleh teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Literasi Fiksimini. Berkat aktivitasnya di Fiksimini, beberapa teman mencoba untuk mengembangkan karya yang lebih panjang dari sekadar 140 karakter. Hasilnya adalah kumpulan cerpen bergenre horor. Sederhana saja ketika genre ini dipilih. Sebab kami adalah penulis pemula, maka genre horor lebih mudah dalam membangun drama, ketegangan, sekaligus kejutan. Tentu masih banyak kekurangan, namun siapa pun yang membaca buku ini, semoga mendapatkan hiburan lewat kengerian yang muncul dari setiap halamannya.

------------------------

Ini seperti
derap langkah di lorong rumahmu.
Tubuh samar-samar mengintai di jendela itu. 
Kata-kata, katanya diketikkan.
Diketukkan menjadi ketakutan demi ketakutan.

Ini seperti.
pisau berkarat diseret di dalam kepalamu.

(Firman A)

Jujur pertama kali ditawari membaca buku ini aku sempat berpikir cukup lama, bukannya karena buku ini tidak bagus atau apa, tapi karena buku ini masuk dalam genre yang jauh dari genre favoritku. Tapi tahun ini, aku sudah menantang diriku untuk membaca lebih banyak bacaan multi genre, dan aku rasa buku ini bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dicoba.

Sejak mendengar judulnya yang mengusung tema horor, aku sudah membayangkan akan disuguhkan kisah-kisah yang akan membuatku ngeri dan membuat bulu kuduk merinding saking seramnya. Apalagi ditambah cover yang benar-benar mendukung sekali, baru melihat covernya saja aku sudah membayangkan bahwa kisah di dalamnya pasti akan menyeramkan dan mengerikan.

Buku ini merupakan hasil kolaborasi 13 penulis yang tergabung dalam komunitas Literasi Fiksimini dan beberapa ilustrator yang mengusung tema horor.  Setiap kisah akan membawamu ke dalam pengalaman kengerian dengan kadar yang berbeda. Masing-masing tulisan punya keunikan masing-masing, sulit untuk membandingkan satu dengan yang lain, karena setiap kisah punya kekhasannya masing-masing. Membaca kisah demi kisah dalam buku ini akan membuatmu merasakan sensasi mencekam dan kengerian, karena banyak sekali darah, makhluk gaib, bau anyir dan hal-hal mistis lainnya yang sulit untuk dinalar dengan logika.

Aku sengaja membaca buku ini secara perlahan-lahan agar bisa meresapi setiap kisah dengan baik. Jujur aku sama sekali tidak berani membaca buku ini di saat malam hari, jadi aku mensiasatinya membaca saat pagi dan sore hari di perjalanan keretaku saat berangkat dan pulang kerja. Aku tidak bisa membayangkan jika membaca di malam hari, mungkin aku akan terbayang-bayang dengan adegan demi adegan dalam buku ini.

Ada 13 kisah dalam buku ini, yaitu:

1. Burung-Burung Hitam di Mata Mahla. 
Kisah ini menjadi cerita pembuka dari buku ini, mengisahkan tentang Mahla yang bisa melihat dan mendengar suara-suara lain yang tidak bisa dilihat maupun didengar oleh orang lain. Hal ini membuat dirinya menjadi sering didatangi oleh orang-orang untuk meminta bantuan. Mahla seakan bingung dengan dirinya sendiri, bingung menentukan sedang berada di mana dirinya saat ini, seakan dirinya mengabur dan terjebak di antara masa lalu, masa kini dan masa depan.

2. Memburu Harta Karun Kartosoewirjo
Mengisahkan tentang 2 sahabat yang akhirnya silang pendapat dalam memburu kelompok pemberontak. Alih-alih mencari pemberontak, Komandan Ateng malah mengajak anak buahnya untuk mengejar harta karun Kartosowwirjo yang katanya diamankan di Lembah Jejaden, sebuah lembah yang tak ada di peta. Komandan Ateng pun bersiteru dengan Sersan Jalu, sahabatnya dan mengerahkan segala cara untuk mendapatkan harta karun yang diincarnya itu.

3. Lelaki Tudung Hitam
Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Rena yang sedang dalam perjalanan ke Jogja menggunakan bis. Namun, di dalam bis Rena bingung melihat para penumpang sedang tertidur pulas, namun dirinya seperti mendengar suara tangis, raungan anak-anak dan sedu sedan orang-orang tapi hanya dirinya yang terganggu. Rena pun sempat bercakap-cakap dengan penumpang di sebelahnya, bahkan sempat berbagi musik bersama.

4. Aku Terlalu Malas Untuk Mencari Judul Yang Cocok Untuk Cerita Ini
Mengisahkan tentang Friska dan Alfan yang sedang mencari kado untuk sahabatnya yang berulang tahu. Tanpa sengaja Friska menemukan boneka Voodoo dan jarinya tertusuk paku yang tersembunyi dalam boneka itu akhirnya darah pun mengucur. Takut disuruh mengganti rugi, Friska pun segera meletakkan kembali bonekanya. Namun, tak disangka banyak kejadian aneh setelahnya. Apa yang sesungguhnya terjadi?

5. Kabur Dari Neraka
Mengisahkan tentang 2 orang sahabat, Eugenia dan Krisna yang pergi ke Bali untuk mengumpulkan materi penulisan biografi tentang pemusik di kota ini. Mereka pun akhirnya tinggal di sebuah penginapan, namun mereka merasakan aura hotel yang aneh. Apalagi di setiap kamar dipasang kemenyan dan ada beberapa lukisan yang membuat bulu kuduk merinding.

6. Pernikahan Raga
Mengisahkan tentang Raga yang membunuh seorang gadis dan menguras seluruh isi tasnya. Raga pun kabur dan berusaha menutupi semuanya. Raga kembali ke kehidupan normalnya dan malah merencanakan pernikahan dengan Alisa, kekasihnya. Sayangnya, semakin hari mendekati hari pernikahannya, Raga merasakan keanehan pada dirinya.

7. Ontran-Ontran Perempuan
Mengisahkan tentang kematian Ronggeng Sumarah dan banyak istri yang bahagia karena kematian Sumarah yang dianggap penggoda suami-suaminya. Kematian Sumarah membawa kesedihan tersendiri bagi Prasojo, karena dirinya sempat dekat dengan Sumarah yang membuat istrinya, Delimah cemburu.

8. Perempuan Pemilik Aroma Kematian
Mengisahkan teror makhluk jadi-jadian yang mengincar bayi-bayi. Ternyata di balik teror itu ada kisah tentang ilmu dan tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi.

9. Misteri Buku Harian
Mengisahkan tentang Alex dan teman-temannya yang melakukan pendakian menuju Puncak Gunung Arjuno. Namun, tak disangka keanehan demi keanehan terjadi kemudian satu demi satu teman pendakian Alex menghilang tanpa jejak sama sekali. Padahal sebelumnya, menurut buku harian yang Alex temukan, jangan pernah mendaki Gunung ini namun tetap saja mereka melakukannya. 

10. Ritual Salin Nyawa
Mengisahkan tentang persiapan pernikahan Ujang, dan Ujang yang sering bermimpi buruk dan mulai sering berhalusinasi melihat penampakan di sekitarnya. Hal ini membuat Ujang bingung, apalagi ibunya seakan terus mendongengkan tentang ruh-ruh senja.

11. Trinitas
Mengisahkan tentang Meghan yang selalu merasa ada yang sedang mengawasinya, padahal dirinya sudah senantiasa berdoa seperti yang diajarkan. Apalagi ketika Meghan pun tak kuasa untuk menolong Mario, buah hatinya Meghan pun semakin terpuruk. Meghan pun semakin giat berdoa sayangnya tetap saja dirinya merasa makhluk itu senantiasa ada di dekatnya. 

12. Marni
Mengisahkan tentang Marni, seorang biduan dangdut yang sangat digemari oleh para pria, mulai dari tua hingga muda. Sayangnya, Marni hanya mengincar uang dari para pria tua dan Marni hanya mau dekat secara fisik dengan pria-pria yang jauh lebih muda saja. Ternyata ada alasan di balik sikap Marni itu.

13. Kelabang Hitam Pengasihan
Kisah ini menjadi penutup dari buku ini, mengisahkan tentang Sukowati yang menjadi korban pemerkosaan 7 aparat keamanan. Marni pun bertemu dengan sosok makluk yang akhirnya terjalinlah janji untuk saling membantu membalaskan dendam Marni kepada para pemerkosanya. 

Membaca setiap kisah disini kamu akan diajak berkenalan dengan tulisan masing-masing tokoh. Setiap kisah ditulis oleh penulis yang berbeda, dengan gaya bercerita yang berbeda dan menimbulkan efek kengerian yang berbeda pula. Setiap kisah pun didukung oleh ilustrasi yang sungguh mengerikan dan menggambarkan isi dari kisah itu, yang lumayan membuat bulu kudukku merinding. 

Walau setiap kisah dalam buku ini cenderung pendek makanya disebut Fiksi Mini, tapi sama sekali tidak mengurangi isi cerita. Setiap penulis mengeksekusi ceritanya dengan cukup baik, malah kadang-kadang aku dibuat terkejut dengan twist yang diberikan, karena benar-benar jauh dari perkiraanku.

Sebagai sebuah karya kolaborasi, buku ini benar-benar menarik. Aku yang bukan penggemar kisah horor pun bisa menikmati buku ini dan lumayan ngeri juga membaca setiap kisahnya, apalagi ditambah ilustrasinya yang keren membuat aku menikmati kisah ini.

Buat kamu yang ingin menantang diri membaca buku yang berisi kisah-kisah kengerian nan mencekam, silahkan baca buku ini dan buktikan sendiri seberapa mengerikan setiap kisahnya.

Kamu tertarik membaca buku ini? Sekarang masih ada kesempatan untuk mengikuti Pre-Order buku ini dan rasakan sendiri petualanganmu bersama buku ini, hanya sampai 12 September 2016 :


2 komentar:

  1. Aduh, Mba Ky udah punya. Aku sms untuk ikut PO gak di bales2 sama orangnya. :'(

    BalasHapus
  2. hai, rizky makasih udah mereview buku perdana kami.. semoga terhibur. untuk Rin, coba kirim email ke: order.hororiscausa@gmail.com
    serta kirim nama dan data alamatnya.

    maaf kalo kurang respon, soalnya karya swadaya jadi masih amatir dalam pelayanan.. hehehe.

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design