Selasa, 20 September 2016

[Book Review] Magic Banana

Judul Buku : Magic Banana
Penulis : Ninna Lestari
Penerbit : GPU
Tebal : 254 Halaman
Terbit : September 2016

Hari-hari Alfa berubah sendu saat Alfi, saudari kembarnya, meninggal karena kecelakaan. Selama bertahun0tahun Alfa diliputi kesedihan, sampai akhirnya ia bertemu siswi baru bernama unik: Banana. Keberadaan cewek itu membuat sifat Alfa bangkit lagi.

Buat Alfa, mengerjai Banana memiliki kebahagiaan tersendiri. cewek nyentrik yang selalu membawa kotak makan berisi pisang itu mampu melupakan kesedihan Alfa. Sementara bagi Banana, mengenal Alfa adalah kesialan. Senior yang selalu memakai jaket dan beanie abu-abu itu selalu mengacaukan harapannya tentang masa SMA yang indah dan tenang. 

Herannya, ada saja kebetulan yang mempertemukan Alfa dan Banana. Apakah perasaan mereka akan berubah seiring pertemuan mereka, apalagi dengan rentetan kejadian yang nggak pernah mereka duga sebelumnya?

------------------------------
"Tak ada kehilangan yang tak menyakitkan, terlebih kehilanganmu. Saat kamu pergi, hilang separuh hidupku."(Hal.9)
Kehidupan Alfa berubah drastis, kematian Alfi saudari kembarnya membuatnya terluka begitu dalam. Kehilangan yang sungguh menyesakkan. Perceraian kedua orang tuanya masih bisa diterimanya, walau Alfa masih tetap menyimpan dendam untuk papanya yang tega mengkhianati keluarganya. Bersama mama dan Alfi, Alfa bisa menjalani kehidupan layaknya keluarga normal, namun ketika Alfi pergi rasanya semua kebahagiaan hancur berkeping-keping.

Hingga waktu berlalu, seseorang bernama Banana mengusik kehidupan Alfa. Sosok Banana, adik kelas yang sangat menyukai warna kuning dan pisang, membuat Alfa teringat akan sosok Alfi. Alfa pun melakukan segala cara untuk lebih dekat dengan Banana, dan cara tercepat adalah mengerjai Banana. Hal ini membuat hubungan Alfa dan Banana menjadi sering berantem, karena ada saja yang dilakukan Alfa untuk menarik perhatian Banana. Banana pun bingung kenapa Alfa selalu menjadikan dirinya objek keisengannya.
"Takdir itu lucu. Ada saja caranya mempertemukan dua orang yang tak punya urusan dengan cara yang seolah kebetulan."(Hal.19)
Interaksi Banana dan Alfa lambat laun menimbulkan perasaan nyaman satu sama lain, namun mereka masih enggan untuk mengakui perasaan masing-masing. Di samping itu, ada sosok yang diam-diam menyimpan perasaan terhadap Alfa. Alfa pun masih larut dengan kesedihannya karena kehilangan Alfi, sedangkan papanya ingin kembali menjalin silaturahmi dengan Alfa dan mamanya, apa yang akan selanjutnya terjadi?
"Terkadang seseorang yang sangat kita cintai di masa lalu bisa berbalik menjadi orang yang paling kita benci di masa depan." (Hal.85)
Akhirnya menemukan 1 lagi kisah remaja yang sungguh menarik untuk dibaca. Sejak awal, aku sudah penasaran dengan kisah Magic Banana, covernya yang eye-catching dan membaca blurbnya tentang kisah gadis penyuka pisang, aku sudah tertarik sekali untuk membacanya. Karena pisang juga salah satu buah favoritku :D

Membaca novel ini sejak halaman awal sudah membuatku hanyut, gaya bercerita Ninna sungguh enak untuk diikuti. Suka sekali dengan gambar ilustrasi potongan buah pisang dan sebuah kutipan yang mengawali setiap bab. Kutipan demi kutipan yang mencerminkan isi bab itu sendiri, dan kadang-kadang lumayan menohok juga.

Aku suka bagaimana Ninna secara perlahan-lahan mengenalkanku dengan sosok Alfa, kemudian akhirnya Banana muncul dalam kehidupannya. Interaksi Banana dan Alfa, Alfa dengan sahabat-sahabatnya pun dibuat ringan dan remaja sekali. Sosok Alfa yang suka sekali mengganggu dan menarik perhatian Banana, sampai akhirnya Banana pun tidak tinggal diam malah membalas yang sama, kadang-kadang membuatku tersenyum sendiri. Baik Alfa dan Banana yang dulunya kayak musuh bebuyutan, akhirnya tak bisa memungkiri ketika perasaan mereka berubah ke arah lain. 
"Kadang cinta bermula dari hal-hal menyebalkan, dan itu tak selalu berarti buruk. Banyak juga cinta yang berawal manis, namun berakhir miris." (Hal.133)
Suka sekali dengan nama Banana yang "unik", awalnya aku pikir karena orang tua Banana mungkin penyuka pisang, tetapi ternyata ada arti sendiri  dari nama Banana. Karakter favoritku itu Banana, karena dia tahu dengan apa yang dia mau, tidak suka ditindas dan bisa menjadi pendengar yang baik. Walau Banana jelas lebih muda dari Alfa, tapi Banana itu menjadi pelengkap Alfa, kadang-kadang kata-katanya itu sungguh bijak sekali.

Aku suka sekali bagaimana Banana meyakinkan Alfa mengenai masalah yang menimpa keluarganya, tidak seakan menggurui dan lebih kepada seseorang yang ingin terbaik untuk orang yang dia sayang.

Ini beberapa nasihat bijak ala Banana yang kusuka:
"Berdamai dengan masa lalu itu memang sulit, tapi bukan berarti nggak bisa. Selama kita punya keinginan dan tekad kuat mengubah keadaan, masalah seberat apa pun pasti bisa dilewati. Percaya deh, hidup dengan menyimpan dendam itu nggak ada manfaatnya sama sekali. Hal itu justru menimbulkan penyakit hati yang ujung-ujungnya ngerugiin diri kita sendiri." (Hal.193)
"Setiap manusia itu pasti pernah melakukan kesalahan di dalam hidupnya. Nggak adil  kalau kita menilai baik-buruk seseorang  dari letak kesalahan yang pernah mereka lakukan, karena kalau dihitung-hitung  kesalahan kita pun menggunung.  Yang membedakan manusia satu dengan yang lainnya adalah bagaimana cara mereka mau memperbaiki dan belajar dari kesalahan yang mereka buat di masa lalu."(Hal.194)
"Coba lihat segala sesuatu dari berbagai sudut. Di mana ada masalah, di situ pasti ada hikmah. Manusia emang  nggak bisa memilih kehidupan seperti apa yang akan mereka jalani, tapi mereka bisa memperbaiki  keadaan menjadi lebih baik."(Hal.195)
Mengenai masalah keluarga Alfa, salut dengan jiwa besar mama Alfa yang mau memaafkan mantan suami dan istri barunya. Walau bagaimana pun tidak mudah menerima dikhianati oleh orang yang kita sayang, sekali pun ada alasan di balik perselingkuhan yang dilakukan oleh mantan suaminya, tapi tetap saja itu tidak dibenarkan.

Novel ini paket lengkap, tidak hanya mengisahkan mengenai kehilangan dan keluarga, tetapi juga ada kisah cinta dan persahabatan yang sungguh menghangatkan hati. Novel ini juga akan mengajarkanmu untuk ikhlas dan memaafkan kesalahan orang lain. Memang tidak mudah, tetapi ketika kamu berhasil melakukannya, hatimu akan jauh lebih lapang.
"Ikhlas itu bukan berarti lupa. Ikhlas cuma salah satu cara  biar kita bisa lebih lapang menjalani hidup. Seseorang yang ada di hati, akan tetap terkenang meski dia udah pergi. Jadiin gue kenangan, bukan halangan. Karena hidup loh harus terus berjalan dengan atau tanpa gue. Setiap manusia pasti akan meninggal. Orang yang ditinggalkan  harus bisa menerima dengan sabar dan lapang dada. Kematian bukan akhir dari kasih sayang, lo tetap bisa terhubung dengan  gue lewat doa."(Hal.216)

4 komentar:

  1. Ada yang mengganjal buat saya untuk cerita Alfa dan Banana. Dikatakan Banana secara sikap lebih dewasa daripada Alfa. Pertanyaannya, bagaimana keadaan keluarga Banana? Sebab biasanya anak yang bersikap dan sifat demikian, adalah produk keluarga yang bersahaja, harmonis dan kondusif. Nah, penjelasan di atas tidak menyinggung soal itu. Ah, jadi pengen baca.

    Recent Post: Buku Senja di Langit Ceko

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di novel ini keluarga Banana tidak terlalu dieksplor sih adin, cuma memang dia terlahir di keluarga yang harmonis, mama dan papanya terlihat sayang sama dia. Jadi bertolak belakang sekali dengan Alfa yang broken home, papanya selingkuh sama sahabat mamanya dan akhirnya bercerai. Kemudian saudari kembarnya, Alfi meninggal :)

      Hapus
  2. Nggak nyangka kalau nama tokohnya adalah Banana. Lucu juga ya. Apalagi ini adalah cerita teenlit yang mungkin selalu ada manis-manisnya. Aduh jadi pengen baca. Thanks reviewnya mbak. Keren deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Nur, iya nama tokohnya Banana,sebenarnya namanya itu ada artinya sih :) Selain itu, memang Banana ini suka banget sama pisang, selalu pasti bawa bekal camilannya ada pisangnya :p

      Hapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design