Rabu, 12 Oktober 2016

[Book Review] Il Tiramisu

Judul Buku : Il Tiramisu
Penulis : Dy Lunaly
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 334 Halaman
Terbit : April 2016

Gytha terpaksa menerima tawaran kerja sebagai host chef di salah satu acara televisi. Ia memenuhi utang budi kepada teman lama meski sebenarnya tidak yakin bisa melakukannya. Ditambah lagi Gytha tidak sendiri. Executive Chef di Olive Garden itu akan menjadi host bersama Wisnu, seorang penyanyi yang sedang naik daun.



Meski rupawan dan mutlak digandrungi para wanita, pria itu memberi kesan pertama yang buruk kepada Gytha. Wisnu Kanigara, tidak lebih dari seorang selebritas yang angkuh dan menyebalkan. Lebih menyebalkan lagi karena mereka harus sering bersama dan terlihat akrab.

Sejak itu, kehidupan Gytha tidak lagi tenang. Ia menjadi incaran media gosip Tanah Air yang haus berita akan kedekatannya dengan Wisnu. Media terus berusaha mengorek apa pun tentangnya. sampai-sampai hal yang paling dirahasiakan Gytha, tentang masa lalu kelamnya, berhasil diungkap media. Gytha sungguh menyesali keputusannya mengambil pekerjaan ini. Ia menyesal mengenal Wisnu. Ia juga menyesal telah terjebak dalam rasa yang tak seharusnya ia simpan untuk pria itu. 

-------------------- 
"Dia lupa bahwa tidak pernah ada yang benar-benar sederhana di dunia ini. Sesuatu yang terlihat sederhana pada awal pasti menyimpan kerumitan setelahnya."
Il Tiramisu merupakan salah satu novel yang masuk dalam seri YummyLit yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Novel ini mengisahkan mengenai kehidupan Ghyta, seorang executive chef di sebuah restoran bernama Olive Garden. Sebuah tawaran dari teman semasa sekolahnya, mempertemukan Ghyta dengan seorang selebritas bernama Wisnu Kanigara. 

Ghyta ditawari untuk memandu sebuah acara TV "Everybody Can Be a Chef" dan dipasangkan dengan Wisnu Kanigara sebagai co-host. Awalnya Ghyta ingin lebih mengenal sosok rekan kerjanya, sayangnya apa yang ditemuinya tidak seperti apa yang diharapkan. 

Sejak awal Wisnu terlihat dingin, pendiam, bahkan terkesan angkuh. Saat syuting hari pertama, Wisnu bahkan meragukan Ghyta adalah seorang chef karena ternyata memasak di depan kamera dengan memasak seperti biasanya untuk keperluan Olive Garden sungguh berbeda. Hal ini membuat Ghyta marah dan merasa terhina karena diragukan eksistensinya. Hanya kepada Arianne dan David, kedua sahabatnya Ghyta meluapkan emosinya. Ghyta pun tertantang untuk membuktikan kemampuan memasaknya. 

Perlahan-lahan karena intensitas pertemuan yang cukup tinggi dan interaksi yang perlahan-lahan mencair, dikabarkan bahwa Ghyta dan Wisnu telah terlibat cinta lokasi. Hal ini membuat Ghyta menjadi incaran media, kehidupan pribadi Ghyta pun terusik. Hal ini membuat apa yang selama ini disembunyikan oleh Ghyta pun mulai terkuak, bahkan Wisnu pun ternyata juga punya rahasia tersendiri? Apa yang terjadi selanjutnya? 
"Kenangan adalah campuran dari berkah dan kutukan, tidak ada yang tahu apa yang kamu dapatkan ketika mengingatnya." 
Il Tiramisu adalah novel kedua Dy Lunaly yang kubaca setelah My Wedding Dress. Seperti My Wedding Dress, novel ini membuktikan bahwa Dy Lunaly adalah seorang penulis yang cukup detail dalam penggambaran karakter. Sejak pertama kali mengenal sosok Ghyta dan Wisnu aku bisa membayangkan seperti apa sosok mereka. Ghyta yang tangguh, pengertian dan pantang menyerah dipertemukan dengan sosok Wisnu yang dingin, misterius, dan angkuh tapi perlahan-lahan berkembang menjadi pribadi yang berbeda. 

Begitu pun dengan tokoh pendukung lainnya seperti Arianne, David juga Ernest. Setiap tokoh dalam novel digambarkan dengan porsi pas dan memainkan peran yang memperkuat cerita ini. 

Aku suka bagaimana Dy Lunaly mengenalkanku kepada 2 tokoh utama dalam novel ini, Ghyta dan Wisnu. Interaksi keduanya yang awalnya terkesan datar bahkan cenderung buruk, perlahan-lahan mencair. Suka bagaimana akhirnya mereka bisa melebur dalam acara yang mereka bawakan. 

Dari segi ide cerita, memasang seorang chef dan selebritas yang memiliki dunia yang berbeda cukup menarik. Karena termasuk dalam seri YummyLit, tantangannya adalah Dy Lunaly harus bisa memberikan sebuah kisah yang memadukan romansa dan dunia kuliner. Setelah membaca Il Tiramisu, aku rasa Dy Lunaly cukup berhasil mengeksekusinya. Walau untuk dunia kuliner sendiri tidak terlalu dieksplor lebih jauh, tapi ada beberapa tips masak sekaligus beberapa makanan italia yang diceritakan dalam novel ini. Selain itu, adanya ilustrasi yang cantik di setiap bab dalam novel ini, membuat novel ini menjadi jauh lebih menarik. 
"Sebagian besar dolce atau dessert itu manis, kan? Beda dengan Tiramisu. Tiramisu itu manis, tapi juga ada rasa pahitnya, sama kayak hidup kan?" 
Pemilihan sudut pandang orang ketiga, alih-alih menggunakan orang pertama juga menjadi pilihan yang tepat. Hal ini membuat pembaca seperti aku jadi bisa lebih memahami apa yang terjadi pada Ghyta maupun Wisnu. Bagaimana akhirnya rahasia yang masing-masing mereka sembunyikan terkuak. Penceritaannya pun bisa seimbang, tidak terkesan memihak salah satu tokoh saja. 

Sayangnya, menjelang ending aku merasakan bahwa perubahan perasaan Wisnu dan Ghyta terkesan terlalu cepat. Awalnya hubungan mereka kurang baik, tiba-tiba saja berubah saling cinta. Hal ini membuat chemistry yang dibangun jadi kurang terasa. Namun, di balik itu semua Dy Lunaly mampu menghadirkan sebuah kisah yang menghangatkan hati, tidak hanya tentang cinta saja, tetapi juga persahabatan dan impian. 

Overall, kamu mencari sebuah kisah romansa berbalut dunia kuliner, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca. 

Membaca novel ini akan membuka pemahamanmu bahwa ketulusan cinta itu ada, tanpa harus melihat masa lalu seseorang. Cinta bisa saja hadir dari hal-hal sederhana, seperti cinta yang hadir pada Ghyta dan Wisnu :)
"Masa Lalu memang tidak bisa mendefinisikan siapa kamu. Tapi, masa lalu itu nggak pernah bisa dibuang. Daripada kamu menghabiskan tenaga untuk membuangnya, kenapa tenaga itu nggak kamu pakai untuk menerimanya?"

Review juga bisa dibaca di Goodreads 

6 komentar:

  1. Suka sama kata2 yang terakhir mba :) masa lalu memang selalu menguras energi karena dorongan yang kuat buat melupakan ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya herva, kadang-kadang susah ya belajar ikhlas menerima masa lalu :)

      Hapus
  2. Aku udah baca novel ini, mbak.
    Nggak kebayang deh sama suara + pesona Wisnu <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Selvi, Wisnu ini bikin jatuh cinta ya walau awalnya agak nyebelin :D

      Hapus
  3. Sayang sekali ya kalau sisi kulinernya tidak tereksplor, padahal itu objek pertama dalam seri ini yang seharusnya tampak menonjol. ah, tapi sudahlah, yang penting novelnya bisa dinikmati dan bisa diambil pelajarannya, hehe :)

    BalasHapus
  4. Iya Adin, awalnya juga kupikir karena masuk YummyLit bakal dieksplor lebih jauh soal kulinernya ya. Tapi ini lebih ke romansa Ghyta dan Wisnu dan segala rahasia mereka. Tiramisunya sendiri malah dikit banget disinggung, beda sama 2 YummyLit lain yang lebih berasa nuansa FoodLitnya :D

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design