Selasa, 01 November 2016

[Blog Tour] Unpredictable Marriage ---------------- GIVEAWAY!!!!!!

Judul Buku : Unpredictable Marriage
Penulis : Aiu Ahra
Penerbit : Grasindo
Tebal : 252 Halaman
Terbit : Oktober 20

Apa jadinya kalau ada lelaki yang tak kau kenal tiba-tiba menawarkan pernikahan denganmu? 

Gilda, pada usianya yang ke-29 tahun dan tuntutan menikah dari ibunya, dihadapkan pada tawaran menikah oleh Darrel. Lelaki yang lebih muda tiga tahun darinya. Lelaki bergaya slengean yang adalah pemain band. Keduanya menikah tanpa cinta. Hanya mengandalkan komitmen untuk membentuk sebuah keluarga. 

Darrel bukanlah tipe ideal Gilda. Namun, perlahan ia sadar cinta memang bisa hadir tanpa rencana. Di balik sikap Darrel yang semaunya, lelaki itu selalu punya kejutan. 

Namun ketika keduanya mulai sadar dengan perasaan cinta masing-masing, masalah besar justru hadir. Pernikahan mereka terancam! Mampukah Darrel dan Gilda melewatinya?

-------------------
Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?
Coba tanyakan sendiri pada Gilda. Tiba-tiba saja ada seorang pria yang menawarkan pernikahan untuknya. Padahal pria itu sama sekali tidak dikenalnya, mereka baru beberapa kali bertemu, dan belum bisa disebut dekat. Jadi apa maksud Darrel melamar Gilda?
"Di ujung usia dua puluhan, apa perempuan masih bisa nentuin pilihan? Sekarang adalah saat di mana laki-laki yang milih dan perempuan itu ... harus nerima." (Halaman 22)
Gilda tentu saja kaget sekali dengan tawaran Darrel itu. Memang Gilda saat ini sedang mencari pendamping hidup, tetapi bukan dengan cara seperti ini juga. Tetapi, ketika tuntutan untuk menikah dari orang tuanya semakin gencar, apakah Gilda sanggup menolak tawaran Darrel?
"Mari kita pikirkan secara logis, di zaman sekarang ini laki-laki berusia tiga puluhan pasti udah berumah tangga. Kalaupun ada, mereka pasti jenis laki-laki yang punya masalah dalam urusan percintaan. Atau, mereka yang lebih senang menjalin hubungan tanpa komitmen. Atau, laki-laki tua yang menduda dengan anak." (Halaman 23)
Apalagi Darrel bukanlah tipe Gilda. Apakah pernikahan segampang itu? Atas dasar apa pula Darrel berani melamar Gilda, sedangkan kondisinya saja masih tidak jelas?
"Kamu kira pernikahan itu permainan? Pernikahan itu sakral. Gimana mungkin seseorang asal memilih pasangan yang bakal menemani sampai tua? (Halaman 23)
Membaca novel ini sungguh menyenangkan sekali. Ini pertama kalinya aku membaca karya Aiu Ahra. Menurut info yang kudapat, Unpredictable Marriage ini sebelumnya pernah diposting di salah satu situs penulisan secara online. Tapi, jujur aku belum pernah membaca  versi online, jadi tidak bisa membandingkan dengan versi cetak ini.

Namun, berawal dari ketidaktahuanku, aku jadi tidak punya ekspektasi berlebihan terhadap kisah Gilda dan Darrel. Sejak awal membaca kisah Gilda dan Darrel aku sudah tertarik sekali, ide pernikahan tanpa cinta ini sungguh menarik untuk diulas lebih dalam. Aku penasaran bagaimana pernikahan keduanya akan berjalan atau bagaimana mereka saling menyesuaikan diri terhadap satu sama lain, dan akankah mereka saling jatuh cinta pada akhirnya?
"Cinta mungkin datang secara tiba-tiba, tapi ingat cinta juga bisa tumbuh kalau ditanam. Jadi nggak ada salahnya dicoba."(Halaman 25)
Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu lama. Aku dibuat hanyut dengan kisah Gilda dan Darrel. Awalnya jujur aku cukup terkejut dengan keputusan Gilda menerima tawaran gila Darrel untuk menikah. Jangankan cinta, kenal pun mereka baru sebentar. Apalagi saat mengetahui motif Darrel menikah itu untuk apa, kalau aku jadi Gilda mungkin akan menolak dengan keras.
"Orang tuaku pisah sejak aku dan Deva remaja. Deva nerima perpisahan itu dengan pemikiran dewasanya, sementara aku ... sampai sekarang belum ngerti kenapa dua orang yang pernah mengikat janji sehidup semati bisa saling mengingkari janji dan memilih pisah. Jadi, aku mau nyoba sendiri gimana pernikahan itu. Untuk mencari tahu kenapa apakah pernikahan akan serumit itu." (Halaman 31)
Apalagi setiap wanita pasti ingin dilamar oleh pria yang dicintai dan mencintainya. Minimal ada cinta di dalamnya. Namun, keadaan Gilda sungguh berbeda layaknya kisah perjodohan, pernikahannya dengan Darrel malah diawali dari sebuah tawaran pernikahan Darrel yang sungguh mengejutkan.
Gilda punya impian, kelak ia akan dilamar seorang laki-laki dengan cara yang romantis. Mungkin dengan acara candle light dinner, atau lamaran yang disaksikan banyak orang dan membuat iri. Tetapi, siapa yang bisa menebak jalan hidup seseorang? Tuhan punya garis takdir bagi setiap makhluk-Nya. (Halaman 33)
Melihat perbedaan karakter Gilda dan Darrel, aku bisa merasakan bagaimana mereka harus saling menyesuaikan satu sama lain. Darrel yang usianya lebih muda, malah terkesan kekanak-kanakan, suka seenaknya sendiri. Berbeda sekali dengan Gilda yang dewasa. Tetapi, mereka malah saling melengkapi.
Sosok Darrel yang melekat dalam ingatannya adalah laki-laki yang bertingkah seperti anak kecil, dengan pembawaan diri santai, lelucon aneh, argumen tak berdasar, dan tentu saja sisi kelam akibat perpisahan orang tuanya.
Penulis mampu menggambarkan kehidupan awal pernikahan Darrel dan Gilda dengan cukup baik. Bagaimana perbedaan karakter dan kebiasaan keduanya memberi warna kisah pernikahan mereka. Awalnya mereka malah terlihat seperti teman berbagi kamar, bukanlah pasangan suami-istri. Interaksi keduanya pun cenderung kaku dan canggung, hal ini mungkin karena mereka baru saja saling mengenal dan tiba-tiba saja sudah terikat pernikahan.
"Pernikahan memang bukan hal yang mudah. Bagaimana rasanya harus menyesuaikan diri serta cara hidup dengan pasangan adalah tantangan tersendiri." (Halaman 52)
Namun, perlahan-lahan kecanggungan itu pun mencair. Mereka bisa saling membuka diri dan begitu saja cinta hadir di dalam hati keduanya. Sayangnya, lagi dan lagi aku dibuat gregetan dengan keduanya, baik Gilda dan Darrel. Mereka ini pasangan suami-istri yang saling gengsian, tidak ada yang mau maju duluan. Makanya wajar saja seakan jalan di tempat. Banyak momen yang kadang-kadang bikin gregetan sendiri melihat interaksi keduanya yang kelihatan sekali gengsinya dan terlalu malu mengungkap perasaan.
"Sebenarnya seberapa besar peran cinta dalam pernikahan? Aku juga nggak begitu paham. Tapi menurutku, setidaknya cinta bisa membuat kita bertahan. Cinta alasan paling kuat untuk orang-orang bertahan hidup bersama."(Halaman 134)
Ketika aku pikir mereka sudah bisa menerima kondisi pernikahan mereka dan mulai saling membuka diri, aku dikejutkan lagi dengan kenyataan yang ada. Walau memang aku sudah menduga sejak awal, tetapi aku tetap saja harap-harap cemas bagaimana kisah ini akan berakhir. Untungnya memang sesuai dengan harapanku.
"Bahagia yang aku butuhkan jika kita saling jatuh cinta seperti pasangan pada umumnya." (Halaman 163)
Membaca novel ini kamu akan belajar bahwa pernikahan juga bisa diawali tanpa cinta. Karena cinta bisa saja hadir karena terbiasa. Yang terpenting adalah bagaimana pasangan suami dan istri belajar menerima pasangan dan membiarkan cinta hadir diantara keduanya.
Intinya, pernikahan itu ada 2 pihak, dan keduanya harus saling berusaha mempertahankan.

"Pernikahan itu bukanlah kata benda, melainkan kata kerja.
Pernikahan bukan sesuatu yang kamu dapatkan
melainkan sesuatu yang kamu lakukan."
(Barbara De Angelis)

-------------GIVEAWAY TIME--------------


Aku punya 1 eks gratis novel Unpredictable Marriage untuk 1 (satu) orang yang beruntung. Caranya:

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow twitter @RizkyMirgawati @aiu_ahra03 dan @grasindo_id share info GA ini dengan mention kami sertakan hastag #UnpredictableMarriage

3. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar, dengan format nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu:

Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

5. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 7 November 2016.

Semoga beruntung!!!!

*****UPDATE*****

Saatnya memilih 1 (satu) nama yang beruntung, dan dia adalah:

Denilasari / @denilasarii

Selamat buat pemenang, silahkan DM aku di twitter nama lengkap, alamat pengiriman dan nomor hpmu yang bisa dihubungi ya :)

76 komentar:

  1. Nama: Rohaenah
    Twitter: @rohaenah1
    Link share: https://twitter.com/rohaenah1/status/793347778189504512
    Kota: Jakarta
    Jawaban: pernikahan tanpa cinta menurut saya adalah hal yg biasa terutama bagi kita sebagai muslim yg memulai pernikahan lewat taàruf. Berasal dari saling tidak mengenal tapi memang diniatkan untuk menikah sebagai bentuk ibadah. Jadi memang masa perkenalan ke menikah cuma sebentar lalu pacaran sesudah menikah,malah lebih enak kali ya mo ngapain aja udah halal😊. Dan membiarkan cinta tumbuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
    Tapi memang di zaman sekarang kesannya ngga banget deh cara seperti ini yg selalu mengatasnamakan cinta. Bagi saya tak ada salahnya melakukan sesuai syariat agama.
    Demikian pendapat saya. Mudah2an nyangkut dihati kak rizky dan penulis novelnya😊

    BalasHapus
  2. Elsita F. Mokodompit
    @sitasiska95
    https://twitter.com/sitasiska95/status/793355111141482496?lang=id
    Gorontalo

    Perikahan tanpa cinta itu biasa. Udah sering kok, apalagi yang menimpa para korban perjodohan orangtua. Menurutku akan sulit pada awalnya apalagi kalau yang menikah itu totally stranger. Benar-benar nggak saling kenal, akan ada banyak kecanggungan, pasti akan sedikit sulit berinteraksi selayaknya pasangan tanpa perasaan malu atau kaku, atau nggak enak hati. Tapi lama kelamaan pasti akan mengalir, kalau sudah terbiasa secara perlahan itu akan hilang. Dan menikah tanpa cinta nggak menutup kemungkinan bahwa kita nggak akan bahagia. Yang menjadi kuncinya adalah seberapa besar kemauan kita untuk membuat hubungan pernikahan itu normal, cinta bisa tumbuh karena terbiasa.

    BalasHapus
  3. Nama: Haula Taqya
    Akun twitter: @Taqya1999
    Link share: https://twitter.com/Taqya1999/status/793360310606307328
    Kota: Metro, Lampung

    Jawaban:
    Seharusnya itu merupakan hal yang wajar, karena sebenarnya kita tidak boleh berpacaran. Tapi kenyataannya malah sebaliknya, banyak yang berpacaran tetapi ragu untuk menikah. Menurut saya pernikahan tanpa cinta menggambarkan pria yang mengajaknya adalah seorang yang serius, tidak ingin mengumbar janji-janji belaka melainkan langsung mengajak ke pelaminan yang artinya dia sudah benar-benar siap. Tapi tetap saja kita harus melihat bibit dan bobot pria itu, karena pria itu adalah orang yang akan selalu bersama kita sampai ajal menjemput.

    BalasHapus
  4. Nama: Afiyatu Futhona
    Twitter: @afi_iput
    Domisili: Yogyakarta
    Link share:
    https://twitter.com/afi_iput/status/793332881187704832

    Menurutku pernikahan tanpa cinta sudah menjadi fenomena yang biasa dan memang banyak terjadi, entah itu berawal perjodohan atau dari seseorang yang memang tiba-tiba melamar. Meskipun beberapa mungkin awalnya terpaksa. Namun ketika seseorang memutuskan untuk menikah berarti ia siap dengan segala risikonya, meskipun tentu harus melalui tahap adaptasi.
    Selama ada kemauan untuk berkomitmen dan mempertahankan pernikahannya tidak mustahil bahwa pernikahan cinta akan lebih awet dibanding pernikahan yang modalnya cinta saja. Karena dalam pernikahan, selain cinta, banyak hal yang harus dipertimbangankan.

    BalasHapus
  5. Nama : Nurhidayanti
    Twitter : @CallMe_Yanti
    Domisili : Martapura, Kalimantan Selatan

    Link share : https://mobile.twitter.com/CallMe_Yanti/status/793383657834582016

    pendapatku tentang pernikahan tanpa cinta :
    Menurutku dua orang bisa saja menikah tanpa cinta dikarenakan karena dijodohkan atau karena alasan lain, mereka bisa saja hidup di bawah atap yang sama atau berbagi kamar yang sama tanpa ada perasaan apapun. Namun akan lebih baik jikalau kita mendapatkan jodoh atau pasangan yang juga mencintai kita. Bukan berarti kalau dijodohkan kita tidak bisa mencintai pasangan kita, cinta bisa saja tumbuh dari seringnya dua orang menghabiskan waktu bersama, apalagi pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral dan tidak boleb dipermainkan.

    BalasHapus
  6. Nama : Agina Puspa
    Akun Twitter : @aginpoespa
    Link share : https://twitter.com/aginpoespa/status/793401245633421313
    Kota : Bandung, Jawa Barat

    Pernikahan tanpa cinta ya? Unik dan -sangat- sulit terprediksi. Aduuh, nggak kebayang deh kalau harus menikah sama orang asing yang sebelumnya nggak pernah punya ikatan apapun dengan kita.
    Menikah dengan orang yang udah kita kenal aja banyak hal-hal yang tak terduga, apalagi sama orang asing! Satu hal yang pasti soal novel ini, cerita yang diangkat sama penulisnya unik. Itu aja (Saya beruntung sempat baca versi onlinenya beberapa bab, hehe). Tapi sih, kalau sikon ini terjadi sama saya, saya mah nggak akan senekat Gilda untuk menikah sama orang asing. Mikir jutaan kali buat nikah apalagi sama orang yang nggak-banget kayak Darrel, wkwk.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Nama: Viby Diana
    Twitterid: @vibydiana
    Link share: https://mobile.twitter.com/VibyDiana/status/793411287287934976
    Kota: Jakarta Barat

    Pernikahan tanpa cinta????
    .
    .
    Setiap orang pasti ingin hidup bahagia, punya keluarga kecil yang bahagia dong? �� ya, hampir semua orang pasti ingin menikah dengan orang yg dicintainya. Tapi pada faktanya, gak semua loh bisa menikah dengan org yg dicintainya.. entah karena banyak faktor.. misalnya tidak adanya restu orangtua atau faktor2 lainnya sehingga membuat sebagian org menjalankan pernikahan tanpa cinta misalnya karena perjodohan. Tapi menurut saya, gak semua pernikahan tanpa cinta akan berujung ketidakbahagiaan kok dan tidak semua pernikahan dengan cinta berujung kebahagiaan. Intinya.. pernikahan tanpa cinta ya sah2 saja selama kedua pihak setuju, toh cinta bisa bertumbuh seiring berjalannya waktu jika "ditanamkan", ya balik lagi ke pribadi masing2.. kalau memang sudah ada kesepakatan dari kedua pihak dan memang tidak ad yg dirugikan pernikahan tetap bisa dilakukan hehe lagipula jika dilihat dari fenomena yang ada, hal tersebut sudah tidak jarang kita temui. Jadi kembali lagi kepada pilihan masing2. Terimakasih.

    BalasHapus
  9. Nama: Ulva Novitasari
    Akun twitter: @ulvanov
    Domisili: Blitar - Jawa Timur
    Link share: https://twitter.com/ulvanov/status/793412040782073856

    Nikah tanpa cinta? Sebenernya hal lumrah sih menurutku. Apalagi kalo ada unsur perjodohan dari orang tua dan belum kenal sebelumnya. Tapi bukannya cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa. Aku percaya sih pepatah jawa "Witing tresno jalaran soko kulino".

    Yang sering ketemu karena kerjaan aja banyak kok yang cinlok. Apalagi yg nikah tanpa cinta, yg tiap hari ketemu, tidur sekamar tiap malem, berinteraksi tiap hari. Pastilah bakal tumbuh benih" cinta 😍

    BalasHapus
  10. Nama: Ulva Novitasari
    Akun twitter: @ulvanov
    Domisili: Blitar - Jawa Timur
    Link share: https://twitter.com/ulvanov/status/793412040782073856

    Nikah tanpa cinta? Sebenernya hal lumrah sih menurutku. Apalagi kalo ada unsur perjodohan dari orang tua dan belum kenal sebelumnya. Tapi bukannya cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa. Aku percaya sih pepatah jawa "Witing tresno jalaran soko kulino".

    Yang sering ketemu karena kerjaan aja banyak kok yang cinlok. Apalagi yg nikah tanpa cinta, yg tiap hari ketemu, tidur sekamar tiap malem, berinteraksi tiap hari. Pastilah bakal tumbuh benih" cinta 😍

    BalasHapus
  11. Nama: Ulva Novitasari
    Akun twitter: @ulvanov
    Domisili: Blitar - Jawa Timur
    Link share: https://twitter.com/ulvanov/status/793412040782073856

    Nikah tanpa cinta? Sebenernya hal lumrah sih menurutku. Apalagi kalo ada unsur perjodohan dari orang tua dan belum kenal sebelumnya. Tapi bukannya cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa. Aku percaya sih pepatah jawa".

    Yang sering ketemu karena kerjaan aja banyak kok yang cinlok. Apalagi yg nikah tanpa cinta, yg tiap hari ketemu, tidur sekamar tiap malem, berinteraksi tiap hari. Pastilah bakal tumbuh benih" cinta 😍

    BalasHapus
  12. Nama : seffi soffi
    Akun twitter : @seffiii
    Linkshare : https://twitter.com/seffiii/status/793413776112431104
    Domisili : Bandung

    Jawaban : menurutku, pernikahan tanpa cinta buat sekarang wajar yaa.. aku menganut paham, cinta itu ada karena terbiasa. jadi pas sebelum nikah, cinta belum ada. berdoa aja smoga setelah menikah sering ketemu dan berhubungan. inshaa Allah cinta itu tumbuh, yang penting bisa saling melengkapi kekurangan dan kelebihan..

    BalasHapus
  13. Bismillah :)
    Nama : Khaerunnisa
    akun twitter : NhisaMinoz75
    Link status : https://mobile.twitter.com/NhisaMinoz75/status/793412262119804928?p=v
    Alamat : Kolaka, Sulawesi Tenggara.
    Jawaban :
    Saya rasa menikah tanpa cinta itu sudah biasa terjadi. Terutama pada mereka yg menikah karena di jodohkan atau ta'aruf. Tpi justru itu yang menarik, mereka bisa menumbuhkan rasa cinta itu bersama melalui dgan perhatian2 kecil yg diberikan pada pasangannya, saling mengenal satu sama lain, saling berbagi, saling membicarakan tentang masa depan yg lebih baik, saling terbuka dan keyakinan pasangan untuk menumbuhkan cinta di dalam pernikahan mereka, maka semua insyaallah akan mudah untuk mendapatkan cinta sejati itu . Yakinlah dgan melakukan semua itu rasa cinta itu pasti akan tumbuh di hati pasangan kita..
    Terima Kasih

    BalasHapus
  14. Nama: Nurul Astri
    Akun Twitter: @nurulastrirmdn
    Link Share: https://twitter.com/nurulastrirmdn/status/793426088894484480
    Domisili: Tangerang

    Dalam islam, dikenal istilah ta'aruf, yaitu perkenalan setelah terjadinya pernikahan. Sebelum pernikahan diadakan, tidak semua orang yang menjalani ta'aruf merasakan cinta. Bahkan ada yang belum mengenal pasangannya karena dijodohkan. Itu artinya, tidak adanya cinta tak menjadi penghalang untuk menikah.

    Kembali ke pertanyaan, menurutku itu sah-sah saja. Cinta datang melalui proses. Perkenalan, obrolan, hingga timbulnya rasa itu sendiri tidak hadir secara instan. Seiring berjalannya waktu, cinta itu pasti akan datang sendiri. Asalkan kita mau membuka hati.

    BalasHapus
  15. Nama : Tri
    Twitter : @tewtri
    Link Share : https://mobile.twitter.com/tewtri/status/793437905813245952
    Domisili : Ciamis

    Pernikahan tanpa cinta? Masih bisa dijalani tapi jelas nggak enak untuk dirasakan. Saya belum menikah, dan saya juga nggak tau untuk melewati waktu yang sebegitu panjangnya bersama seseorang pentingkah cinta itu ada? Yang saya pahami hingga sekarang sih, tanpa cinta hidup klise, hampa,kurang nano nano lah istilahnya.

    BalasHapus
  16. Nama: Hapudin
    Twitter: @adindilla
    Link share: https://twitter.com/adindilla/status/793438163347791873
    Domisili: Cirebon

    Jawaban: Pernikahan Tanpa Cinta itu sebenarnya keputusan besar yang perlu diwaspadai. Bagi beberapa orang, pernikahan demikian itu normal saja. Karena mereka berpendapat cinta bisa dipupuk dan akan mekar dengan sendirinya. Beruntung jika bertemu pasangan yang sepaham, jika bertemunya dengan yang tidak sepaham, subhanallah, hati dan raga harus ekstra sabar.

    Pendapat saya sendiri, sebaiknya tidak dilakukan pernikahan tanpa cinta. Saya selalu percaya, pernikahan dengan cinta sedikit saja akan memberikan efek yang luar biasa. Selain akan membuat kita bertanggung jawab pada pernikahan itu, kita juga akan lebih ikhlas menghadapi prahara rumah tangga yang mendera. Kita akan punya pikiran, "Ini tanggung jawabku terhadap pernikahan yang sudah kuputuskan. Ini jalanku, jalan hidup yang harus saya pertahankan karena aku mencintai pernikahan ini."

    Semoga jawaban saya bisa menjadi semacam opsi pilihan ketika akan memutuskan menikah. :)

    BalasHapus
  17. Nama: A'imatul Latifah
    Akun twitter: @Aim_La27
    Domisili: Tuban
    Link share: https://mobile.twitter.com/Aim_La27/status/793432190507884545?p=v
    Jawaban:
    Menurut aku wajar saja. Karena pada dasarnya pernikahan memang tidak harus berawal dari cinta. Kenyataannya banyak pernikahan yang berawal tanpa cinta justru malah langgeng mengalahkan pernikahan yang berawal dari cinta atau pacaran bertahun-tahun. Seperti salah satu quotes di review "Pernikahan itu bukanlah kata benda, melainkan kata kerja.
    Pernikahan bukan sesuatu yang kamu dapatkan
    melainkan sesuatu yang kamu lakukan."
    (Barbara De Angelis) yang artinya pernikahan itu untuk dilakukan dan selagi kedua belah pihak bisa berusaha untuk cinta itu akan baik-baik saja. Toh witing tresno jalaran soko kulino kan?? :D

    BalasHapus
  18. Nama : Winda Fransiska
    Twitter : @cuwinfransiska
    Kota : Sampit-Kalimantan Tengah
    Link share : https://mobile.twitter.com/cuwinfransiska/status/793446611967893505?p=v

    Jawaban
    Nikah tanpa cinta?
    Hhmm, dulu rada berat kalo mikirkan nikah tanpa cinta, di benak aku pasti ga enak, yg memang nikah karena cinta aja kadang endingnya jg ga bagus apalagi yg ga pake cinta. Tapi di usia aku yg sekarang (tua Gilda 1 tahun dari aku), nikah tanpa cinta kayaknya ga apa2 deh. Toh jaman org tua dulu jg proses nikah tanpa cinta aja masih bisa bertahan sampai tua ^^

    BalasHapus
  19. Nama: Lulu Khodijah
    Twitter: @lulukhodijah
    Link Share: https://twitter.com/lulukhodijah/status/793451821117296640
    Domisili: Semarang, Jawa Tengah

    Jawaban:

    Nggak akan bisa bertahan menikah tanpa cinta. Cinta di pernikahan harus ada, meskipun nggak dua pihak. Well, mungkin saja kalau hanya salah satunya yg mencintai.

    Kenapa? Karena dengan cinta, setiap permasalahan yang ada bisa kembali diluruskan. Kalau dari awal tidak ada cinta dan tidak berusaha menumbuhkannya, berjuta alasan nggak akan bisa menyatukan kembali.

    BalasHapus
  20. nama: insan gumelar ciptaning gusti
    akun twitter: @san_fairydevil
    link share: https://twitter.com/san_fairydevil/status/793452326560206849
    kota tempat tinggal: surakarta
    jawabanmu:

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Pernikahan tanpa cinta itu menurutku kayak mau bangun rumah tapi tanpa pondasi, ataupun kalo pake pondasi semen dan material lainnya itu dikit banget. Padahal rencananya mau bangun rumah tiga lantai. Jelas enggak kuat kan?
    Nah menurut aku kayak gitu. Cinta itu kayak pondasi awal. Dari sana kita akan belajar saling mengenal, menghangai, mengendalikan emosi, saling percaya, dan sebagainya. Menjadi dasar awal untuk membangun sebuah kehidupan baru yang aku ibaratkan sebagai rumah tadi. Yah walaupun terkadang ada yang bilang kalo cinta hadir karena terbiasa. Meskipun gitu, diawal hubungan pasti akan ada rasa terpaksa kan? Kalo salah satu atau bahkan keduanya bisa mencoba untuk menerima dan membiasakan diri dengan belajar saling mencintai mungkin pernikahan itu bisa diselamatkan. Tapi kalo tidak, jangan berharap akan bertahan. Nah kan, walaupun aku bilang cinta datang karena terbiasa, pada akhirnya mereka juga harus belajar untuk saling mencintai. ^^

    BalasHapus
  21. nama: Yunita P. Utami
    akun twitter: @udonkuma
    link share: https://twitter.com/udonkuma/status/793518331642859520
    kota tempat tinggal: Bogor



    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    lagi-lagi pertanyaannya berat, ya, mbak Rizky :)

    Kalau di komik-komik hal ini lumayan sering saya lihat, tapi kalau di dunia nyata mungkin cuma dengar dari orang-orang yang usia pernikahannya sudah jauh sekali. Menurut saya pribadi, menikah tanpa cinta itu mungkin, tapi menikah tanpa adanya ketertarikan itu susah dinalar sama otak. Kenapa? contoh normal, ketika kita kenal sama orang baru dan ternyata jadi teman baik, tentu aja ada ketertarikan yang kita rasakan ke orang itu. Entah sifatnya, kebiasaannya, wajahnya, dll. Apa lagi ke jenjang yang levelnya jauh dari sekadar teman aja.

    Jadi menurut saya, menikah tanpa cinta itu hal yang wajar. Tapi kalau nikahnya sama stranger ya, itu beda persoalan hehehe. selama ada ketertarikan, mungkin aja terjadi. Karena ada lagu yang bilang, cinta datang karena terbiasa. Pasti butuh proses, tapi saya yakin pasti benih cinta itu akan tumbuh. Mau cepat atau lambat, mau sedikit atau banyak. Karena cinta menurut saya bisa berupa banyak hal.

    Serius kok ya jawabnya :)

    Makasih Mbak Rizky, mbak Aiu Ahra, dan Grasindo sudah buat GA-nya, semoga kali ini nyangkut *fingers cross*

    BalasHapus
  22. Nama : Aini Eka
    Twitter : @ainekayul
    Link share : https://twitter.com/ainekayul/status/793546726632075264
    Domisili : Samarinda

    Buatku pernikahan tanpa cinta itu sudah biasa. Yang nggak biasa adalah gimana masing-masing pasangan membawa rumah tangganya. Kalau mereka sama-sama menerima, saling menghormati, dan saling belajar menyukai, pasti rumah tangganya akan sakinah sampai mati. Toh ada pepatah yang mendukung, cinta datang karena terbiasa. Tapi kalau pasangan yang menikah tanpa cinta ini saling mengedepankan ego masing-masing ya wassalam aja.

    BalasHapus
  23. Nama : Baiq Cynthia
    Twitter: @baiqverma
    Linkshare πŸ‘‰https://mobile.twitter.com/BaiqVerma/status/793594048384675840
    Domisili : Situbondo,Jatim.

    Bagiku pernikahan tanpa cinta?
    Mustahil gak akan ada cinta. Lah wong pepatah jawa bilang yang artinya kira-kira begini. Cinta hadir karena sering bertemu.

    Jaman sekarang bertemu gak harus bertemu secara fisik. Bertemu melaui virtual pun juga disebut bertemu secara kasat mata.

    Aku hanya ingin jawab sesuai apa yang baru dialami. Jadi, aku hanya merasa ini seperti curhat.

    Sebulan lalu kami dipertemukan dengan keluarga kami masing2,sebelumnya aku belum pernah tahu sosoknya. Hanya mendengar dari mulut ke mulut. Baik, sopan dan perhatian kepada ortunya.

    Usiaku sudah cukup dewasa, aku sudah siap untuk berumah tangga. Karena alasan itu aku siap bertemu. Ada canggung saat pertama kali bertemu dengan pria yang tak pernah terbetik dalam pikiran. Aku sendiri belum pernah tahu namanya. Apalagi medsosnya. Pernah terpikir sosok yang putih, tinggi, karena kata sepupuku dia memiliki saudara yang demikian.

    Saat bertemu, aku shock. Usia 32 tahun dan bertolak belakang dengan yang kuprediksikan. Tiga kali bertemu di rumah tante. Bukan berarti hal muda, karena dibully 24 anggota keluarga.

    Kesan pertama, aku sudah menerima. Meski belum mencintainya. Dua minggu setelah itu, ada kabar dari mamanya mengenai adat untuk lamaran yang bagaimana.

    Muncul keringat dingin dan aku demam. Ini seperti mimpi tapi nyata. Setiap melihat foto profil di beranda. Terkadang, aku berpikir mungkinkah aku bisa hidup dengan berbeda usia, karakter, sifat dan kultur.

    Sebulan lebih, tak ada kabar. Kami jarang komunikasi, tuntutan kesibukannya membuat pesanku terabaikan. Tapi, aku sangat mengerti. Memaklumi dan berharap pesanku dibalas meski berumur tiga hari atau seminggu.

    Tapi, desakan dari internal. Eyangku, selalu ingin tahu perkembangan hubungan kami. Padahal aku sendiri kesulitan berinteraksi dengan pria dewasa+matang+mapan. Selisih 12 tahun. Hingga memberanikan bertanya, ternyata lelaki yang katanya sudah siap secara lahir belum tentu siap secara batin. Dia khawatir tak bisa membahagiakan orang yang bersamanya kelak.
    Aku meminta ketegasan atas jawaban, "iya" atau "enggak".
    Ternyata diulang lagi 'maaf belum'.

    Hatiku berkecamuk, ternyata pupus harapan menjadi seorang ibu, menggendong bayi lucu dan membuat senyum di bibir simpul wanita sepuh itu.

    Cinta hadir kapan saja, meski kita belum pernah menginginkan kehadirannya.

    *Ini fakta min.
    Rasanya #unpredictablemarriage bisa mengurangi luka yang dalam itu.
    Semoga bisa diambil hikmahnya. Lelaki juga memiliki perasaan.

    BalasHapus
  24. Nama : Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Linkshare: https://twitter.com/dust_pain/status/793601083272671233?lang=id
    Domisili: Malang

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    gak semua orang beruntung menikah dengan orang yang dicintainya. kadang karena tuntutan lingkungan atau bahkan ekonomi, mereka diminta menikah. atau bisa juga karena dia memang pengin berumah tangga, akhirnya menerima jodoh yang ditawarkan orang tua. nah, semuanya itu tentu berawal tanpa cinta. lha gimana bisa cinta, motif untuk menikahnya macam2. tapi, menurutku itu gak mustahil terjadi. toh banyak yang melakukan pernikahan tanpa cinta ini. endingnya pun macam2. ada yang happy, bahkan muak sama pernikahan semacam itu. hmm, sebenarnya semuanya tergantung niat dan komitmen seseorang ketika menikah. kalau niatnya baik dan memang berkomitmen tinggi, Insya Allah pernikahannya bakal awet, gak menyesal karena memutuskan menikah, dan gak akan tergoda oleh orang ketiga :)

    BalasHapus
  25. Nama: Ratna Komalasari
    Twitter: @dreravios
    Domisili: Tangerang
    link share: https://mobile.twitter.com/dreravios/status/793602115201630208?p=v



    Pernikahan itu adalah momen sakral yang kalau bisa sekali seumur hidup.
    Pernikahan tanpa cinta bukan rahasia umum lagi, entah itu melalui perjodohan ataupun taaruf.

    Menurutku pernikahan tanpa cinta memang sulit apalagi yang kalau kita baru mengenal masing-masing. Tidak tau sifat, kebiasaan yang dimiliki oleh pasangan kita tersebut.
    Tapi cinta karena terbiasa kan? jadi dengan kita selalu berinteraksi setiap hari kita akan tau sifat dan kebiasaan pasangan kita, dengan begitu bisa saja kita mencintainya seiring berjalannya waktu dan kita juga harus saling membuka hati masing-masing, dengan begitu mencintai mudah untuk dijalankan.

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. Nama : Widia Arum Pratiwi
    Akun twitter : @widiaa_ap
    Link share : https://twitter.com/Widiaa_ap/status/793615137508724737?s=09
    Domisili : Karanganyar, Jawa Tengah

    Jawaban :

    Menurutku itu hal yang sangat mustahil di kehidupan nyata, pasti itu terjadi karena di jodohkan atau penyebab lainnya ..
    apabila kedua belah pihak yang di jodohkan tidak berkemauan untuk saling mencintai dan saling terbuka satu sama lain pasti pernikahan itu tidak akan bertahan lama .

    Tetapi apabila mereka yang di jodohkan mempunyai kemauan kuat untuk mencoba mencintai satu sama lain kemungkinan cinta akan datang seiring berjalannya waktu dan pernikahan tersebut bisa berjalan lama mungkin hingga akhir hayat nanti 😊

    BalasHapus
  28. Nama: Vanda Deosar
    Twitter: @vandeosar
    Link share: https://twitter.com/vandeosar/status/793630711173423104
    Kota: Jakarta

    Pernikahan tanpa cinta itu tidak baik, karena hidup harus saling mencintai apalagi setiap hari hidup berpasangan. Gimana mendidik anak-anak kalau pernikahannya tidak didasari rasa cinta. Pernikahan itu harus dilandaskan karena rasa cinta, cinta terhadap pasangan, terhadap Alloh SWT dan terhadap anak-anak. Karena dengan cinta, sepertinya semua bisa teratasi.

    BalasHapus
  29. nama : tanya fransisca
    twitter : tanyafcsh_
    link : https://twitter.com/TanyaFcsh_/status/793648462814253056
    domisili : tangerang

    menurutku itu menarik, karena kita ga akan bosen dgn pasangan kita. Soalnya kalo pacaran dulukan bisa aja udh bosen duluan
    tapi kalo nikah duluan dan tanpa cinta lagi pasti bakal ada hal hal unik yg terjadi
    emang sih kemungkinan berantem dan lain lain pasti masih ada tapi cinta bisa timbul karena terbiasa kok
    jadi kalo tinggal bersama nanti juga bakal muncul cintanya

    BalasHapus
  30. nama : tanya fransisca
    twitter : tanyafcsh_
    link : https://twitter.com/TanyaFcsh_/status/793648462814253056
    domisili : tangerang

    menurutku itu menarik, karena kita ga akan bosen dgn pasangan kita. Soalnya kalo pacaran dulukan bisa aja udh bosen duluan
    tapi kalo nikah duluan dan tanpa cinta lagi pasti bakal ada hal hal unik yg terjadi
    emang sih kemungkinan berantem dan lain lain pasti masih ada tapi cinta bisa timbul karena terbiasa kok
    jadi kalo tinggal bersama nanti juga bakal muncul cintanya

    BalasHapus
  31. Nama : Mifta Rizky W
    Twitter : @keyminoz
    Link Share : https://twitter.com/keyminoz/status/793650100111183872
    Domisili : Gresik

    Pernikahan tanpa cinta menurutku belum tentu sulit, sebab yang dibutuhkan hanya satu kata: niat. Mencintai seseorang setelah pernikahan selama ada niat bukan sesuatu yang tidak mungkin. Dengan berbekal niat dan ridho dari yang maha kuasa Insya Allah segalanya akan dimudahkan.

    BalasHapus
  32. Nama: Nurwahidah

    Twitter: @wawha_cuza

    Link share: https://twitter.com/wawha_Cuza/status/793676701762920448

    Domisili: Medan

    Jawaban: Menurutku cinta tanpa pernikahan itu nggak masalah. Asalnya si lelaki memang sudah siap untuk menikah dan menjadi imam rumah tangga kami. Yang penting dia beriman dan tahu bagaimana memperlakukan istri dengan baik. Aku yakin cinta dan sayang bisa tumbuh karena terbiasa. Apalagi kalo orang tuaku menyukainya, aku bisa menerimanya.

    BalasHapus
  33. nama: mariyam
    twitter; @mariyam_elf
    link share: https://twitter.com/mariyam_elf/status/793797001288626176
    domisili: surabaya

    pernikahan tanpa cinta menurutku serasa makan sayur tanpa garam, hambar. tp yg namanya cinta memang tdk tau kapan datangnya, bisa aja stelah menikah perasaan cinta itu muncul. bahkan bisa lebih dari pernikahan yg diawali dengan cinta. klo menurutku, emg lbh baik pernikahan yg berawal dri cinta. tp bukan berarti pernikahan tanpa cinta tdk bisa berjalan. seperti kata" kak Rizky di atas "Intinya, pernikahan itu ada 2 pihak, dan keduanya harus saling berusaha mempertahankan."
    jdi ya yg namanya pernikahan itu penting bget buat saling mempertahankan.

    BalasHapus
  34. Nama : Siti Maisyaroh
    Twitter : @siti_maisyaroh
    Link Share : https://twitter.com/Siti_Maisyaroh/status/793837065288855552
    Domisili : Bandung

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Agak aneh sih, apalagi di jaman sekarang... dimana semua hal di dasari dengan cinta *cieee. Tapi, terkadang hidup gak berjalan sesuai dengan rencana kita. Harapannya sih menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita.. tapi, pada saat di hadapkan dengan kenyataan yang sebaliknya... mau gak mau harus di hadapi kan?

    Pernikahan tanpa cinta itu buat aku bukan sesuatu yang sulit ASALKAN kita dan pasangan kita punya komitmen untuk saling berusaha mempertahankan hubungan kita. Kalau hanya satu yang berusaha mempertahankan dan yang lainnya berusaha melepas... kita dan pasangan kita gak akan menemukan kebahagiaan. Cinta memang bisa tumbuh, tapi cinta juga harus di perjuangkan.

    Jika pernikahan itu di awali tanpa cinta dan dijalani dengan ketulusan hingga cinta itu tumbuh, pasti akan membahagiakan. Tapi jika selama pernikahan tidak ada ketulusan bisa di pastikan pernikahan itu tidak akan bertahan lama.

    BalasHapus
  35. Nama: Denilasari
    Twitter: @denilasarii
    Link share: https://mobile.twitter.com/denilasarii/status/793836545677549568
    Domisili: Jakarta

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?
    Orang yang menikah karena saling cinta aja bisa berpisah di kemudian hari, apalagi kalo menikah tanpa cinta. Logikanya mungkin gitu ya.
    Tapi logika dan cinta adalah dua hal yang kadang tidak bisa di satukan. Aku juga gak percaya dengan "harus mapan dulu kalau mau mempersunting anak orang"
    Karena, heeeyy, yang paling pasti di dunia ini adalah ketidakpastian. Roda terus berputar kan. Apa yang saat ini di rasakan atau apa yang saat ini telah di capai bisa aja besok lusa berubah. Termasuk pernikahan tanpa cinta ini.
    Bunga sulit tumbuh kalau tidak di pupuk, bunga akan layu jika tidak di siram. Cinta juga begitu! Selama sepasang manusia mau saling mencoba, saling berusaha, dan saling menerima satu sama lain, pernikahan tanpa cinta gak akan seterusnya tanpa cinta. Gak lagi mustahil sampai till death do us apart.
    :)

    BalasHapus
  36. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/794060883538362368
    kota tempat tinggal: Serang

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Pernikahan tanpa cinta menurutku adalah suatu keputusan yg sangat besar, yg pastinya melalui banyak pertimbangan. Pernikahan bukanlah hal yg sepele, karena memerlukan keikhlasan hati dan juga tanggungjawab yg besar untuk menjalaninya. Pernikahan tanpa cinta memang sudah banyak terjadi, tapi untuk menjalaninya paling tidak harus ada rasa nyaman dari kedua pihak yg menjalani. Biasanya pernikahan tanpa cinta dilakukan dengan kompromi. Namun begitu, banyak pernikahan tanpa cinta yg berhasil hingga menumbuhkan cinta sesungguhnya di antara kedua pasangan ini. Semua tergantung bagaimana mereka yg menjalaninya, dan membutuhkan usaha dari keduanya untuk menumbuhkan dan memupuk cinta itu.

    Satu hal yg aku yakini, semuanya adalah takdir dari Tuhan. Meski tanpa cinta sekalipun, jika mereka memang berjodoh, maka mereka akan bersatu dalam pernikahan, dan cinta itu pun akan tumbuh di antara keduanya.

    BalasHapus
  37. nama: Sayekti Ardiyani
    twitter: @sayektiardiyani
    link share: https://twitter.com/sayektiardiyani/status/794078379591036928
    kota tempat tinggal: Magelang

    Menikah tanpa cinta?
    menurut saya itu adalah hal yang luar biasa. Luar biasa keputusannya, luar biasa persiapan mentalnya dan akan menjadi hal yang luar biasa indah jika semua didasari ketulusan, keikhlasan dan keprasahan pada Allah. Saya contohnya. Saya menikah dengan dijodohkan teman, dua bulan proses yang kilat. Alhamdulillah dengan keprasahan, percaya pada Allah yang membolak-balikkan hati semuanya indah dan menjadi anugrah terbesar dalam hidup. cinta itu bisa diusahakan. cinta bisa tumbuh ketika dua orang saling mengenal luar dalam, tanpa kamuflase.

    Tapi menikah tanpa cinta tentu tidak sembarangan menurut saya. kita harus tahu kualitas orang yang akan kita nikahi. kalau sama sekali buta akan profil orang yang akan dinikahi menurut saya itu seperti pertaruhan. jadi menikah tanpa cinta harus didahului dengan pengetahuan akan orang yang akan dinikahi.

    BalasHapus
  38. nama:Afifah Khoiriyah
    akun twitter: @Afifah_1412
    link share :
    https://twitter.com/Afifah_1412/status/794142533039177728
    kota tempat tinggal:
    jawabanku:

    Mungkin itu hal biasa bagi orng zaman ayah ibuku. Namun, utk zaman sekarang banyak yg blang itu pemaksaan... Sekarang bukan zaman siti nurbaya lagi... Itu yg sering dikatakan tmn2 zaman sekarang
    Mnurutku semua tidak masalah asal sdah mngetahui latar blkng masing2. Terus udah saling tahu sdkitnya nama,thl lahir, tmpt tinggal,krja dimana, hal yg suka dan tidak disukai apa... Kalo sama sekali gak tau rasanya asa yg gk wajar. Awalannya kayak temenan aja...gak usah gara2 kata "menikah" dibawa tegang...namanya teman kalau lg dibutuhin atau gak, lagi bahagia atau duka, lagi butuh dukungan.. Dia bakalan tetap ada. Kalo lagi hilang arah dinasehatin, kalo lagi marah minta maaf hak peduli yg salah siapa... Minta maaf aja.. Itu cukup meredakan ketegangan yg ada. cinta datang bukan karena dicari, tapi datang karena terbiasa dan ketika dia pergi merasa kehilangan...
    Jadi nikah tanpa cinta tak masalah di catatan mereka mau berteman itu aja...karna teman itu tak mengenal kata putus... Apalagi cerai. πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

    BalasHapus
  39. nama : Dewi marini
    domisili : solo jawa tengah
    Twitter : deverzstyle
    linkshare : https://mobile.twitter.com/deverzstyle/status/794336634103795713?p=v

    menurutku gapapa sih karna cinta bisa dateng kapan aja yg penting orangnya baik dan bertanggung jawab dan kita kan gatau kedepannya bakal gimana mungkin kita bisa saling suka cinta dan sayang kan kita gatau, jalani aja cinta mah urusan gampang πŸ˜„

    BalasHapus
  40. Nama : Heni Susanti
    Akun twitter : @hensus91
    Link share : https://twitter.com/hensus91/status/794344052103577601
    Domisili : Pati - Jawa Tengah

    Pernikahan tanpa cinta itu ibarat pertaruhan akan masa depan dan kebahagiaan karena bagiku yang namanya pernikahan maka haruslah antara dua orang yang saling mencintai dan siap menerima bagaimana pun si pasangan. Dan tanpa cinta maka penerimaan dan keikhlasan itu tentu lebih sulit dilakukan.

    Dalam pernikahan tanpa cinta kemungkinan untuk menjalani rumah tangga yang lebih sulit tentu jauh lebih besar, dan itu menentukan bagaimana masa depan kita dan kebahagiaan kita. Jika dalam pernikahan itu nanti ternyata ada kesepakatan untuk saling menerima dan menumbuhkan cinta, maka kebahagiaan dan masa depan cerah pernikahan akan nyata. Tapi kalau keterpaksaan itu memenuhi perjalanan pernikahan maka bagiku kita hanya akan menyakiti diri sendiri.

    Demikian dan terima kasih :)

    BalasHapus

  41. Nama: Dwita Andhara
    Akun twitter: @dwitaandhara
    Link share: https://twitter.com/dwitaandhara/status/794356548583624704
    Domisili: Makassar

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Pendapatku tentang pernikahan tanpa cinta itu wajar tapi penuh resiko. Ya emang hal semacam itu udah biasa terjadi, tapi, tentu banyak konsekuensi juga yang akan di hadapi saat memilih menikah tanpa cinta. Bayangin aja, di saat dua orang yang gak tau kepribadian masing-masing di satukan dalam pernikahan pasti jatohnya jadi canggung karena sebelumnya gak pernah akrab. Parahnya, kalau masing-masing itu udah tempramental, tidak menutup kemungkinan kedepannya terjadi pertengkaran karena perbedaan yang mungkin mereka gak tau sebelumnya. Lebih parahnya lagi, untuk kasus semacam di jodohin atau dipaksa nikah, yang udah gak bahagia awalnya malah jadi tambah gak bahagia karena bawaanya pernikahan itu dijadiin beban yang malah menyiksa diri sendiri.

    Tapi aku gak maksud juga bilang kalau nikah dengan cinta itu gak punya resiko ya, pasti punya, tapi yah mungkin gak sebanyak kalau nikah tanpa cinta. Istilahnya sih, kalau nikah tanpa cinta itu lebih menantang haha. Awalnya gak saling kenal harus lebih bijaksana untuk menghargai perbedaan dan gak memaksakan persamaan. Syukur-syukur kalau cinta itu akhirnya hadir seiring berjalannya waktu. Intinya sih tiap pilihan itu pasti punya resiko. Dan nikah dengan cinta atau enggak dengan cinta sekalipun itu tergantung bagaimana kita menerima kehadirannya di samping kita.

    BalasHapus
  42. Nama : ABE
    Twitter : @abe125_
    Link Share : https://twitter.com/abe125_/status/794360716719366144
    Domisili : Tangerang, Banten

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Nikah sebenernya bukan masalah cinta atau nggak, karena cinta itu sesuatu yang semu dan bisa aja hilang atau habis dimakan waktu. Pada dasarnya, menurutku pernikahan tanpa cinta itu oke-oke saja, banyak orang yang berhasil dengan pernikahan tanpa cinta mereka. Tapi, disisi lain, pernikahan tanpa cinta bisa menimbulkan masalah yang cukup mengganggu, karena... yah, si dianya aja nggak cinta. terus buat apa saya bertahan? disini saya pikir kalau menikah dengan cinta bisa menyelesaikan satu masalah juga bisa menimbulkan masalah. apapun itu, karena pernikahan nggak melulu harus soal cinta. jadi, menurut saya pernikahan tanpa cinta adalah sebuah hal konyol tapi keren.

    BalasHapus
  43. Nama : ABE
    Twitter : @abe125_
    Link Share : https://twitter.com/abe125_/status/794364621125603328
    Domisili : Tangerang, Banten

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Nikah sebenernya bukan masalah cinta atau nggak, karena cinta itu sesuatu yang semu dan bisa aja hilang atau habis dimakan waktu. Pada dasarnya, menurutku pernikahan tanpa cinta itu oke-oke saja, banyak orang yang berhasil dengan pernikahan tanpa cinta mereka. Tapi, disisi lain, pernikahan tanpa cinta bisa menimbulkan masalah yang cukup mengganggu, karena... yah, si dianya aja nggak cinta. terus buat apa saya bertahan? disini saya pikir kalau menikah dengan cinta bisa menyelesaikan satu masalah juga bisa menimbulkan masalah. apapun itu, karena pernikahan nggak melulu harus soal cinta. jadi, menurut saya pernikahan tanpa cinta adalah sebuah hal konyol tapi keren.

    BalasHapus
  44. Nama : Neni Arwanda
    Twitter : @NeniArwanda95
    Link Share : https://twitter.com/NeniArwanda95/status/794377110412365824
    Domisili : Jakarta Pusat

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Menurutku, Pernikahan tanpa cinta itu cuma buat yang terdesak sama umur yang udah kelewat dewasa dan omongan orang tua. :)

    BalasHapus
  45. Nama : Damar
    Domisili : Yogyakarta
    Akun twitter : @Damar_BookComa
    Link share : https://twitter.com/Damar_BookComa/status/794087292046602240

    Pernikahan tanpa cinta menurut saya itu bukan hal yang buruk. Cinta bukan satu-satunya dasar apakah pernikahan akan berjalan lebih baik daripada pernikahan tanpa cinta. Pernikahan tanpa cinta bukan berarti pernikahan tersebut adalah pernikahan atas dasar paksaan. Pernikahan yang sempurna menurut saya, adalah pernikahan yang didasari niat yang baik dari kedua pihak, baik dengan atau tanpa cinta. Dengan niat yang baik, pada akhirnya kedua pihak mulai belajar saling mencintai, dengan berusaha menerima dan membiasakan diri.

    BalasHapus
  46. Nama: Cahya
    Twitter: @ccchhy
    Domisili: Palembang
    Link share: https://twitter.com/ccchhy/status/794477776078327809

    Nikah tanpa cinta bagi orang yang masih menganut sistem pacaran itu masih dianggap tabu. "Gila lo?! Mau aja lo nikah sama orang yang bahkan belum lo cintai? Yakin lo bisa melayani dia sepenuh hati? Blablabla..." Mungkin mereka nggak rela kali ya kalau habis nikah harus tidur seranjang dengan orang yang nggak dicintai. Risih mungkin buat mereka, terutama wanitanya.

    Tapi bagi orang yang memang ikhlas dengan pilihan Tuhan dan keluarga dekat yang sudah yakin kalau calonnya ini orang yang baik dan mengayomi, serta percaya bahwa itu yang terbaik demi ibadah, hal ini nggak masalah karena cinta masih bisa dipupuk. Yang penting ikhtiar dulu untuk menjadikan pernikahan itu sakinah mawaddah warohmah.

    BalasHapus
  47. Nama:ziyyanah walidah
    Twittet:zizin_alhamid
    Link : https://mobile.twitter.com/zizin_alhamid/status/794541044687769600
    Domisili : surabaya
    Q : APA PENDAPATMU TENTANG PERNIKAHAN TANPA CINTA?
    A : Pendapatku fleksibel sih dilihat dulu dari niat, maksud, dan tujuannya menikah tanpa cinta iti karena apa.
    1. Alasan setuju menikah tanpa cinta karena kebanyakan zaman sekarang menikah tanpa cinta itu hal biasa bukan sesuatu yang tabu. Ada orang menikah tanpa cinta karena benar2 ingin menikah untuk menyempurnakan agama, ada yang karena dijodohkan dan ada pula karena kesalahan cinta satu malam. Dan tidak semua pernikahan tanpa cinta itu berujung pada perpisahan, tergantung bagaimana mereka menjalaninya dan menikmati prosesnya.
    2. Alasan tidak setuju dengan pernikahan tanpa cinta karena menurutku pernikahan itu suatu ikatan yang sakral dan tidak bisa dibuat main2. Kita menikah dan akan tinggal seumur hidup dengan orang yang kita nikahi. Kalau kita tidak ada rasa cinta terhadap pasangan kita bagaimana kita mau menjalankan ikatan pernikahan? Pasti akan terasa hambar karena tidak ada pondasi kuat dalam rumah tangga yang bernama cinta. Kecuali salah satu dari pasangan mau mengalah untuk lebih memahami dan menerima pasangannnya masing2. Mau mengajak bicara atau berinteraksi dengan cara menjalankan kewajiban sebagai suami istri. Dari intetaksi itu lama2 akan menimbulkan kebiasaan kemudian ketergantungan akan keberadaan pasangannya. Dan lama2 bisa tumbuh cinta sehingga mempunyai alasan kuat untuk mempertahankan dan menjalani pernikahannya.

    BalasHapus
  48. nama : Fuja Sagita
    akun twitter : @fujasagita_45
    link share : https://twitter.com/fujasagita_45/status/794550259280031744
    https://twitter.com/fujasagita_45/status/794550451723124736
    https://twitter.com/fujasagita_45/status/794550554592559104
    kota tempat tinggal : Garut, Jawa Barat Indonesia
    jawabanmu:

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Perniakahan tanpa cinta adalah hal biasa yang menjadi luar biasa. Kenapa bisa dikatakan sebagai hal yang luar biasa? Karena pernikahan tanpa cinta, akan menumbuhkan benih-benih cinta di antara pasangan tersebut. Misalnya saja, hari pertama mereka menikah maka rasa cinta yang mereka miliki 0 %, untuk hari kedua mereka akan mulai mendekat dan mulai memberikan perhatiannya, anggap saja rasa cintanya bertambah 5% untuk setiap orang yang berpasangan tersebut. Jadi bisa dibayangkan, kalau setiap hari mereka menjalani hidup bersama, di bawah atap yang sama, maka rasa cinta akan tumbuh dari mereka berdua bahkan sampai kadar cintanya menjadi 100%. [witing tresno jalaran soko kulino]... Berbeda halnya jika sebuah pernikahan yang diawali dengan perasaan cinta 100%, kalau sudah seratus persen, rasa cintanya tidak akan bertambah lagi, yang ada malah berkurang. Semakin hari semakin berkurang rasa cinta dari mereka, mungkin beberapa persen... Tapi, sebaiknya pernikahan itu harus dengan cinta seratus persen dan akan terus bertahan seratus persen sampai waktu yang memisahkan mereka.
    Ya, walaupun tak dapa dipungkiri kalau pernikahan tanpa cinta biasanya pernikahan yang akan terus langgeng.
    Jadi kesimpulannya, pernikahan tanpa cinta sah sah saja, toh cinta akan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.Pernikahan tanpa cinta memang akan membuat banyak orang bergidik, namun sebenarnya pernikahan itulah yang termanis.Meskipun rasa 'manis'nya itu berbeda dari yang lainnya.

    BalasHapus
  49. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  50. Nama: Rosi Ambar Sari
    Twitter: @RosyAmb
    Link Share: https://mobile.twitter.com/RosyAmb/status/794663136674664448?p=v
    Domisili: Yogyakarta

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Menurutku pernikahan tanpa cinta adalah pernikahan yg terjadi tanpa didasari dengan rasa cinta antara keduanya, pernikahan yg mungkin bisa terjadi karena banyak sebab, seperti perjodohan, perjodohan yg dilakukan orangtua memang dibilang gak jaman saat ini, tapi lihat dulu, cara pernikahan ini kerap terjadi, wanita atau lelaki bahkan kedua-duanya sering tertekan, ingin rasanya menolak, tapi kadang penolakan itu justru sia-sia, keduanya harus menikah, hidup di satu atap yg sama, tanpa adanya perasaan cinta sedikitpun yg menjadi alasannya. Tapi pernikahan tanpa cinta tak selalu berakhir buruk, benih-benih cinta bisa tumbuh karena terbiasa, terbiasa bersama, makan bersama, tidur bersama pada intinya kebersamaan membuat cinta itu datang secara perlahan

    BalasHapus
  51. Nama : Alvanesya
    Twitter : @vanesyakeiko
    Domisili : Kertosono
    Link Share : https://mobile.twitter.com/Vanesyakeiko/status/794736637485821952?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8480420483

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Pernihakan tanpa cinta ya? Menurutku hal itu tidak terlalu buruk. Sebuah pernikahan biasanya tidak selalu berlandaskan akan cinta. Kebanyakan pernikahan hanya berlandaskan rasa kagum. Dan Cinta itu datang tanpa bisa kita prediksi. Ketika sebuah hubungan dilaksanakan tanpa ada rasa apapun itu tak masalah. Hal ini tidak mengharuskan kita memiliki perasaan terhadap apa yang kita lakukan. Lama kelamaan rasa itu akan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan rasa itu bisa saja bersemi membentuk arti cinta. Apa kalian pernah mendengar sebuah hukum paradoks? Hukum yang terlihat sulit dimengerti namun sebernarnya sangat mudah untuk dipahami. Seperti didunia ini, benci dan cinta itu perbedaannya sangat tipis. Kita sulit untuk membedakan mana cinta dan mana yang benci dalam arti sesungguhnya.
    Jadi, pernikahan tanpa berlandaskan cinta itu tidak terlalu bermasalah. Karena waktu yang akan merubahnya.

    BalasHapus
  52. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Domisili : Jepara
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/794747225209335809

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Itu wajar terjadi bagi sebagian orang. Di mana mereka beranggapan cinta bisa tumbuh setelah pernikahan di gelar. Ada yang mengatakan witing treseno jalaran soko kulino (Cinta datang karena terbiasa) Ini lazim terjadi di zaman dulu. Meski tidak dipungkiri di masa sekarang pun masih da.

    Dan bagi saya itu juga tidak masalah. Meski tidak selamanya seperti itu. Lagipula dalam proses ta'ruf kedua belah pihak jika memang tidak tertarik, kan bisa menyudahi ta'aruf itu. Kalau cocok maka bisa melanjutkannya. Nah, ketertarikan inilah yang saya pikir wujud cinta dan rasa saling percaya hingga berbuah menjadi ikatan sah, pernikahan.


    BalasHapus
  53. MuthiaraRafli05/11/16 20.36

    Nama : MuthiaraRafli
    Twitter : @MuthiaraRAfli
    Link Share : https://twitter.com/MuthiaraRafli/status/794892654274195456

    Pendapat ku tentang pernikahan tanpa cinta?
    aku ga munafik tapi, jujur siapasih yang mau adanya pernikahan tanpa cinta? walaupun ada yang bilang "Cinta datang karna telah terbiasa" buatku tuh itu susah dan perlu waktu yang lama. Cinta juga bisa dibilang salah satu alasan mengapa terjadinya pernikahan. Dan setiap orang pasti punya impian buat menikah dengan orang yang dicintainya. termasuk aku salah satunya. Kalau misalnya aku ada di posisi Gilda aku akan mengajak untuk mengenal satu sama lain. Dan selalu mengikuti jalan yang telah Tuhan berikan.

    BalasHapus
  54. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/794103980817321984?p=v
    Kota Tinggal : Purwakarta


    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?


    Kalo menurutku sih bukan sesuatu yang membuatku sangat terkejut, karena sebenarnya hal tersebut wajar dan banyak terjadi.

    Aku selalu berpikiran, selama bisa mereka mau memulainya, bisa menerima pernikahan tersebut, ikhlas dalam menjalaninya, mau mencoba, saling terbuka dan percaya, insyaallah cinta itu akan hadir seiring berjalannya waktu.

    Bukannya cinta hadir karena terbiasa. Terbiasa hidup bersama, terbiasa bicara, terbiasa berdua, terbiasa cek-cok, terbiasa merajuk, terbiasa marah-marahan, terbiasa bertukar pikiran dan kebiasaan-kebiasaan lain yang membutuhkan timbal balik diantara pasangan tersebut.

    Setelah melalui hal panjang bersama, mereka akan merasa saling kehilangan satu sama lain saat tak bersama pasangannya. Hal tersebut harusnya malah menyadarkan mereka jika cinta itu sudah tumbuh di hati mereka, tinggal memupuknya saja.

    Yang aku ingat malah kakek-nenek kita dulu. Aku yakin mereka bersama bahkan tanpa adanya cinta, tapi mereka tetap bersama hingga akhir usia. Berhubungan dan saling mencintai sebelum menikah tidak menjamin pernikahan tersebut akan langgeng *maaf ka bukan bermaksud mendoakan ka, aku hanya bercermin dari kehidupan saat ini.

    BalasHapus
  55. Nama : Fita
    Twitter : @fitania09
    Link : https://twitter.com/fitania09/status/795023393317761024
    Domisili : Malang

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Banyak hal yang membuat pernikahan tanpa cinta.
    Pertama bisa karena perjodohan yang dilakukan antar kedua keluarga. Karena tidak pernah saling kenal maka cintapun belum bersemi diantara keduanya. Ketika awal pernikahan mungkin keduanya masih canggung. Semua serba tidak terkendali sebab keadaan yg tidak nyaman antar keduanya. Tapi sejalan dengan waktu & komunikasi yg baik bisa mempersempit jarak antar keduanya. Namun bisa sebaliknya, jika ada salah satu atau keduanya tidak menerima pernikahan ini karena beberap alasan maka cinta sulit untuk bisa bersemi dikehidupan pernikahan mereka. Maybe cuma 10-20% cinta itu ada selebihnya hanya sikap biasa saja. Hanya menghormati satu sama lain sebagai bagian dari kewajiban dalam sebuah hubungan. Semua tergantung dengan pribadi masing-masing, mau menerima keadaan pernikahan ini dengan ikhlas atau malah membuat pernikahan ini hanya untuk membahagiakan kedua keluarga.

    Kedua, Pernikahan tanpa cinta bisa terjadi karena kebosanan. Terlalu Lama berpacaran atau terlalu sibuk dengan kegiatan masing-masing membuat sebuah pernikahan itu terasa hambar. Mungkin untuk awal-awal sebuah cinta masih bersemi diantara keduanya karena sudah lama mengenal satu sama lain jadi mereka sudah kenal watak masing-masing namun lama kelamaan cinta itu bisa menghilang di tengah jalan. Jika dari pasangan tersebut tidak menjalin kembali komunikasi yg baik, maka cintapun terasa jauh dari kehidupan mereka berdua.
    Menurutku, meski dijodohkan atau menikah karena pilihan sendiri alangkah lebih baik pasangan mengetahui hakikat pernikahan. Pernikahan itu menyatukan kedua keluarga. Pernikahan itu ikatan yang suci. Yang menjadikan bukan muhrim menjadi halal. jika mengetahui hakikat sebenarnya maka insyaallah cinta itu bisa tumbuh & terus tumbuh meski fisik telah menua. Lebih banyak bersyukur saja untuk hubungan baik ini agar Allah bisa menjaga cinta dalam pernikahan tetap bersemi.

    BalasHapus
  56. Nama : della salsabila
    Domisili : jakarta selatan
    Twitter : @dellasalsbl
    Link share : https://twitter.com/dellasalsbl/status/795046229730205696

    Pernikahan tanpa cinta.. Well menurutku pernikahan tanpa cinta itu sangat sangat rapuh, nggak ada pondasi yg kuat. Mungkin sewaktu waktu bisa aja roboh. Gini deh, yg pacaran bertahun tahun aja belum tentu langgeng pernikahannya (mungkin karna faktor bosan). Yahh pernikahan tanpa cinta bisa berujung 2 sad ending/happy ending. Kebanyakan dari yang aku baca di novel/wattpad si happy ending (malah semuanya happy ending). Tapi realitanya??? Zonk. Pernikahan tanpa cinta zaman sekarang itu ada 2 faktor 1.keluarga 2.hamil diluar nikah. Ada sih yg bilang 'cinta datang karna terbiasa' tapi who knows??? Yahh aku sih sejauh ini menentang ada nya pernikahan tanpa cinta. Pernikahan aja dimainin apa lagi kamu..eaaa :v

    BalasHapus
  57. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  58. Nama : AHMAD AZWAR AVISIN ALHAIDAR
    Domisili : Sidoarjo - Jawa Timur
    Twitter : @azwaravisin
    Link Share : https://twitter.com/azwaravisin/status/795089426648940544

    Soal : Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Jawab : Saya memang belum menikah namun saya bisa menjawab itu hanyalah ketakutan di awal - awal saja apalagi jika yang akan dinikahi benar - benar asing atau sedang dalam hubungan dengan orang lain.
    saya perlu menggarisbawahi jika pernikahan tanpa itu cinta itu bisa saja terjadi, dan cinta itu dapat tumbuh secara natural seiring berjalannya waktu, saya percaya memang cinta pada pandangan pertama, namun saya juga percaya cinta dapat tumbuh dengan berjalannya waktu. banyak kisah yang bergulir dari semula yang saling benci membenci dapat saling mencinta dan tumbuh hidup bahagia hingga maut memisahkan.

    bagus sekali memang jika cinta mendasari dalam ikatan pernikahan, namun jika memang takdir tak memungkinkan dan keadaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, pernikahan tanpa cinta bukan menjadi kendala, semua bisa teratasi.

    awal yang berat sebab tiadanya cinta justru memberikan kesempatan bagi kita untuk menjalin kedekatan lebih lagi kepada Tuhan, memohon petunjuk, memohon ampunan, dan memohon kebaikan, semoga dalam ke depannya jalan pernikahannya dimudahkan dan tiada kendala sedikitpun.

    mungkin memang berat, namun saya rasa semua itu akan berlalu dengan seiring bergulirnya waktu, cinta dapat tumbuh, kasih dan sayang akan merekatkan, semua butuh proses, kesabaran dan ketabahan adalah kunci, semoga diberikan jalan yang terbaik.

    BalasHapus
  59. Nama: Haidaroh Sholeh
    Nama akun twitter: @haidarohsholeh
    Link share: https://twitter.com/HaidarohSholeh/status/795075484031688704

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Jawabannya adalah sangat unpredictable. Tidak dapat diprediksi. Bisa jadi sangat menyenangkan bisa juga mencemaskan. Unik sebenarnya sebab biasanya landasan segalanya adalah cinta, lalu landasannya tidak kuat maka akan mudah tergoyahkan. Sepertinya susah rasanya untuk menikah tanpa cinta. Apakah sudah siap jika ada apa apa di kemudian hari. Menikah bukan untuk sehari dua hari. Menikah untuk selamanya. Sampai akhir masa. Jadi kalau menikah saya rasa harus pakai cinta. Sekali seumur hidup. Bukan untuk permainan.

    Cinta bukan segalanya memang tapi tanpa cinta rasanya segalanya tampak berat dan seolah seperti hanya kewajiban yang mengikat. Saya rasa saya memang harus belajar lama untuk menjalani pernikahan tanpa cinta. Kalau sampai terjadi pada diri saya. Saya akan belajar untuk ikhlas dan belajar mencintai pasangan saya. Tapi untungnya saya menikah dengan pria yang saya cintai sepenuh hati. Dan saya bersyukur bisa menjalani hari dengan penuh semangat dan kasih sayang. Atas berkah rahmat Allah Swt. Mohon maaf bila komentar saya tercampur curhatan pribadi. Terima kasih banyak.

    BalasHapus
  60. Nama: Haidaroh Sholeh
    Nama akun twitter: @haidarohsholeh
    Link share: https://twitter.com/HaidarohSholeh/status/795075484031688704

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Jawabannya adalah sangat unpredictable. Tidak dapat diprediksi. Bisa jadi sangat menyenangkan bisa juga mencemaskan. Unik sebenarnya sebab biasanya landasan segalanya adalah cinta, lalu landasannya tidak kuat maka akan mudah tergoyahkan. Sepertinya susah rasanya untuk menikah tanpa cinta. Apakah sudah siap jika ada apa apa di kemudian hari. Menikah bukan untuk sehari dua hari. Menikah untuk selamanya. Sampai akhir masa. Jadi kalau menikah saya rasa harus pakai cinta. Sekali seumur hidup. Bukan untuk permainan.

    Cinta bukan segalanya memang tapi tanpa cinta rasanya segalanya tampak berat dan seolah seperti hanya kewajiban yang mengikat. Saya rasa saya memang harus belajar lama untuk menjalani pernikahan tanpa cinta. Kalau sampai terjadi pada diri saya. Saya akan belajar untuk ikhlas dan belajar mencintai pasangan saya. Tapi untungnya saya menikah dengan pria yang saya cintai sepenuh hati. Dan saya bersyukur bisa menjalani hari dengan penuh semangat dan kasih sayang. Atas berkah rahmat Allah Swt. Mohon maaf bila komentar saya tercampur curhatan pribadi. Terima kasih banyak.

    BalasHapus
  61. nama : Novita
    Domisili : Bekasi
    user twitter : vita_novita26
    link share :
    https://mobile.twitter.com/Vita_Novita26?p=s

    pernikahan tanpa cinta. menurutku itu hal sangat lah sensitif untuk di singgung. tapi cinta tidak harus melulu ada di dalam pernikahan karena cinta akan muncul dengan sendirian , lewat kebersamaan yang di lalu, lewat pembicaran yang akan kita obrolkan dan lewat aktivitas yang akan kita lalui. karena sebuah pernikahan tidak harus ada nya cinta.

    BalasHapus
  62. Nama : Farida Endah
    domisili ; Pacitan Jawa Timur
    User twitter : @farida271
    Link Share : https://twitter.com/farida271/status/795138706713800704
    jawaban : pernikahan tanpa cinta menurut ku itu bukan haL yang aneh lagi dan ya memang tidak apa apa. seperti halnya pepatah jawa "cinta jalaran soko kuLino" dan itu memang jeLas jeLas sudah banyak buktinya. siapa yang tidak ingin menikah dengan orang yang kita cintai semua pasti ingin tetapi "mencintai orang yang kita nikahi itu adaLah sebuah kewajiban. entah bagaimana nanti endingnya yang penting jika kedua orang dengan isi kepala yang berbeda saling berusaha untuk mempertahankan pernikahan tersebut.

    BalasHapus
  63. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  64. Nama: Siti Khumaira Dengo
    Akun twitter: @skhumairade
    Link share: https://twitter.com/skhumairade/status/795131809721774080
    Domisili: Yogyakarta

    Pernikahan tanpa cinta, ya. Menurutku, itu bukan menjadi masalah. Malahan bisa disebut tantangan karena apa-apa harus dilakuin tanpa ada landasan cinta. Pada awalnya emang sulit, tapi ke depannya pasti mulai biasa. Kalau jodoh, mungkin itu emang rencana Tuhan untuk mendekatkan. Nggak bisa dipungkiri kalau cinta itu sesuatu yang bisa tumbuh kapan pun dan di mana pun. Cinta juga bisa hadir karena kebiasaan dan terbiasa. Kebiasaan melayani yakni kewajiban, dan terbiasa bertemu dan berinteraksi. Haduh, ngawur nggak, ya? Belum pernah nikah, sih. :”) Walaupun gitu, aku tetep suka bacaan yang mengangkat tema marriage without love. Dari dulu. Asik aja gitu bacanya, suka terbawa emosi hahaha Jadi, berharap banget bisa meluk novel satu ini. XD

    BalasHapus
  65. Nama : Jawahirul arifah
    Akun twitter : @jawarifah
    Domisili : Kudus
    Link share : https://twitter.com/jawarifah/status/795202133582745600

    Jawaban : pernikahan tanpa cinta yaa, hmmm πŸ˜•

    Menikah tanpa perasaan cinta, akan terhapuskan setelah kau temukan dia sang pangeran adalah jawaban atas segala doa-doamu, kondisi dan keadaan setelah menikah yang mewajibkan sepasang suami istri hidup bersama walaupun baru saling mengenal akan membentuk perasaan cinta.

    Seperti kata pepatah bahasa jawa "Witing Tresno jalaran soko kulino (cinta itu ada karena terbiasa)"

    Perasaan cinta mampu tumbuh dengan sendirinya, terlebih bagi seorang perempuan, melihat pasangan berakhlak baik pun telah getarkan perasaan-perasaan. Jangan takut menikah tanpa perasaan cinta, jika telah yakin bahwa pasangan yang meminangmu miliki pemahaman yang baik terhadap agama, bibit, bobot dan bebet. Pasangan yang baik agamanya, menjadikan kewajiban sebagai landasan tanggung jawabnya. Dan tanggung jawab ialah bukti cintanya. Tanggung jawab bukan hanya di dunia tetapi akhirat.
    Lama kelamaan, setelah tanggung jawab itu, akan muncul rasa cinta kok. πŸ˜€
    Bersabar aja. πŸ˜‰

    Sekian dan terima kasih.

    BalasHapus
  66. Nama: Bety Kusumawardhani
    Akun Twitter: @bety_19930114
    Link share: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/795177194234314752?p=v
    Domisili: Surakarta

    Jawaban:
    Pernikahan yg tidak diawali dengan rasa cinta bukan berarti menderita. Sebagian orang justru tetap menikah dengan orang yg tidak dicintainya. Misalnya saja karena perjodohan, faktor pendidikan maupun ekonomi yg menjadi standar untuk mencari jodoh, faktor usia yg membuat orang itu memutuskan menikah dengan siapa saja.

    Menurut mereka, cinta akan datang seiring berjalannya waktu, interaksi, dan pertemuan yg terus menerus dipercaya mampu menumbuhkan cinta. Istilahnya cinta datang karena terbiasa, kapan saja dan dimana saja. Mereka menerima pasangannya dengan ikhlas dan yakin bahwa dialah jodoh terbaik yg telah dipilihkan Tuhan untuk menjadi teman hidup hingga menua nanti, lalu sedikit demi sedikit menumbuhkan kasih sayang untuk pasangannya.

    Banyak pasangan yang berhasil dan bahagia membangun rumah tangga dari pernikahan tanpa didasari rasa cinta. Dan sebaliknya, banyak pasangan yang pada awalnya menikah dengan cinta namun akhirnya justru berpisah.

    BalasHapus
  67. Nama: Ayu Widyastuti
    Twitter: @widyayu15
    Link share: https://twitter.com/widyayu15/status/795227152824160262
    Domisili: Palembang

    Jawaban:
    Pernikahan yg di dalamnya hanya ada tanggungjawab tanpa melibatkan perasaan lebih jauh :D

    BalasHapus
  68. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  69. Nama : Angelia
    Twitter : @angeliara123
    Domisili : Nganjuk, Jawa Timur
    Link Share : https://mobile.twitter.com/Angeliara123/status/795231687256907776?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3660354873
    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Pernikahan tanpa cinta itu terdengar seperti dipaksakan. tidak terdengar sih, tapi memang benar-benar dipaksakan.
    jika kita menjalani sebuah hubungan yang serius, tidak seharusnya kita membatasi diri untuk lebih mengenal satu sama lain. apalagi mengurung hati kita agar tidak mencintai pasangannya. itu bukanlah hal yang seharusnya dilakukan oleh setiap pasangan. terlebih lagi perasaan yang akan dipermainkan disini. coba bayangkan jika kau yang berada pada situasi tersebut. apakah kau akan memilih bertahan dan mencoba mencintai pasanganmu secara perlahan? ataukah kau ingin lari dari semua itu karena alasan tidak mencintainya? hey bung! jika kau melihih lari, mungkin kau akan terlihat seperti pecundang yang tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. terlebih lagi jika kau menganggap ini seolah-olah hanya hidup yang penuh drama. kau benar-benar seorang pengecut. dan bagaimana jika kau tetap bertahan? mungkin pada awalnya kau akan merasa kurang nyaman. tapi percayalah bahwa itu hanya sementara dan akan berubah menjadi hal yang lebih baik jika kau menjalaninya dengan sabar.

    BalasHapus
  70. Nama : Vadia Rahman Salsabila
    Twitter : @vadiamendes98
    Domisili : Sukabumi
    Link : https://twitter.com/Vadiamendes98/status/795336407661170688

    Pernikahan tanpa cinta sih emang kayanya biasa aja ya, karena banyak hal yang bisa jadi faktor untuk menjalani sebuah pernikahan tanpa adanya cinta. Tapi menurut pendapatku yang sejujurnya sih, aku gak bisa nikah seperti itu. Bukan apa-apa, pernikahan itu bukan hal yang main-main, dan kalo bisa sekali dalam seumur hidup, dan cinta adalah hal yang dibutuhkan untuk menjalin sebuah pernikahan. Karena aku gak mau nikah dengan modal nekat. Aku gak mau menjalin pernikahan tanpa cinta. Ada banyak hal yang akan dilalui pastinya di dalam sebuah pernikahan. Dan aku butuh cinta agar aku bisa saling percaya. Segimana pun orang itu terlihat menjanjikan untuk menjalin pernikahan tanpa cinta, aku tetep gak bisa, aku butuh cinta untuk selalu percaya pada pasangan aku. Ya, kadang tanpa sebuah cinta dalam hubungan, masih akan selalu menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran. Aku cuman takut aku gak pernah bisa jalanin pernikahan aku dengan tenang tanpa penuh kekhawatiran. Nanti jadinya malah berantakan. Jadi ya, aku kurang setuju aja kalo menikah tanpa cinta.

    BalasHapus
  71. nama: Fembi Rekrisna Grandea Putra
    akun Twitter: @fembi_rekrisna
    link share: https://twitter.com/fembi_rekrisna/status/795471693602963456
    kota tempat tinggal: Karanganyar
    jawaban: pernikahan tanpa cinta akan berakibat buruk bagi kedua pasangan. Kehidupan rumah tangga yang dijalani oleh pasangan yang menikah tanpa saling mencintai berjalan hambar, tidak harmonis, bahkan diwarnai pertengkaran. Suami dan istri pun hanya menjalankan kewajiban sesuai dengan perannya dalam rumah tangga, suami bekerja mencari nafkah dan istri melayani suami.

    Jika terasa hambar dan jengah karena selalu berdebat sepanjang hari, bisa saja pasangan akan mencari kenyamanan di luar. Dan kenyamanan di luar tersebut dapat menggoyahkan pernikahan.

    Setelah merasa kehidupan rumah tangga yang hambar dan selalu ada pertengkaran, sangat besar kemungkinan godaan dari luar untuk datang. Pernikahan pun menjadi goyah. Bisa saja pasangan menemukan orang lain atau mantan yang memberikan rasa cinta padanya.

    Dengan cinta, pasangan suami-istri akan menjadi lebih dekat, lebih mesra, dan dapat menciptakan suasana harmonis dalam rumah tangga. Dengan mencintai pasangan, kita bisa mempertahankan hubungan dari gangguan luar yang menerpa rumah tangga.

    Jika pasangan sudah memiliki anak tapi pernikahan masih tidak berwarna, alias tanpa cinta, akan berakibat buruk pada anak. Dia membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya untuk tumbuh, dan juga belajar cinta. sepandai-pandainya pasangan bersandiwara di depannya, lambat laun anak akan mengetahui kalau orang tuanya ternyata tidak saling mencintai. Hal ini akan berpengaruh pada psikologisnya.

    Meskipun banyak orang tua yang mengatakan rasa cinta bisa tumbuh seiringnya waktu, tapi jika bisa menikah dengan cinta, mengapa harus memilih untuk membangun rumah tangga yang tidak dilandasi dengan rasa cinta?

    BalasHapus
  72. Nama: Miftakhul Khoiroh
    Twitter: @fim3424
    Domisili: Lumajang, Jatim
    Link share: https://mobile.twitter.com/fim3424/status/793815667111788544?p=v

    arti pernikahan menurutku adalah bersatunya dua manusia yang saling mencintai yang akan hidup bersama selamanya seperti yang mereka inginkan. jadi jika pernikahan tanpa didasari oleh cinta itu ya bukan pernikahan yang sesungguhnya. karna setelah adanya pernikahan setelahnya pasangan pasti akan hidup bersama, tidak hanya hidup bersama dalam satu atap yang biasa tetapi ada hal2 lain yang dilakukan sebagaimana mestinya pasangan yang sudah menikah lakukan. mereka juga harus bisa menjalani segala cobaan bersama. jika tanpa cinta aku yakin semua itu tidak akan berjalan baik. bisa saja pernikahan itu tidak bertahan lama. tapi bisa berbeda jika tuhan berkehendak lain.

    BalasHapus
  73. Nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye
    link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/795597519250079744
    Domisili: Sidoarjo, Surabaya
    jawaban:

    pernikahan yg dilandasi tanpa cinta sudah umum terjadi dikalangan masyarakat, baik karena perjodohan dg alasan tertentu maupun karena terpaksa. bahkan dlam islam terdpat yg namanya taaruf, mengenal setelah menikah tanpa melalui proses 'pacaran' terlebih dulu. walaupun aneh, tp pernikahan tanpa cinta banyak mengajarkan ttg hidup.
    seperti Ghilda dan Darrel. mereka sukses melalui pernikahan yg tanpa dilandaskan cinta, cinta datang karena terbiasa. tapi kita gak boleh terlalu memimpikan pernikahan yg sempurna, karena ditiap langkah yg kita ambil pastilah memiliki resiko. kita gak akan tau kemana akhir dari cerita peenikahan tanpa cinta, sikap dan langkah kita yg menentukan kedepannya, akankah terus maju meraih kebahagiaan atau justru melepaskan demi kebahagiaan.

    BalasHapus
  74. Nama : Lely Nurvita Sari
    Akun twitter : @LelyNurvita
    Link share : https://twitter.com/LelyNurvita/status/795629389048258561
    Kota tempat tinggal : Medan
    Jawaban :

    Pernikahan tanpa cinta? Sedikit aneh bagiku, karena bagaimana mungkin pernikahan yang merupakan langkah akhir dari penyatuan dua hati malah tanpa didasari rasa cinta. Jujur, aku sebagai seorang wanita, pastinya ingin mempunyai pendamping hidup yang sesuai dengan kehendak hatiku, punya rasa sayang yang tulus padaku, dan bukan menjadikanku sebagai pelampiasan, karena tak ada pilihan lain, mainan atau sekedar status doang. Karena bagiku, pernikahan sendiri bukan ajang permainan atau coba-coba. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, suci dan cukup sekali seumur hidup. Makanya diperlukan pendamping yang luar biasa untuk mendampingiku hingga akhir hayatku.
    Tapi, kembali lagi pada takdir yang telah ditentukan. Manusia mungkin bisa merencanakan semuanya dengan segala keinginan hati dan keegoisan, tapi tentang jodoh. Hanya Allah yang tau, hanya Allah yang tau siapa dia, seperti apa rupanya, bagaimana pertemuan kita dengannya dan seberapa jauh kita bisa melangkah bersamanya. So, pernikahan tanpa cinta? Jika Allah telah menghendaki seperti itu jalan hidup kita, maka terimalah dengan ikhlas. :)

    Semoga beruntung. :)

    BalasHapus
  75. Nama: Nurillaiyah
    Twitter: @magnolia2498
    Link share: https://mobile.twitter.com/magnolia2498/status/795638580114702336?p=v
    Domisili: Trenggalek,Jawa Timur

    Apa pendapatmu tentang pernikahan tanpa cinta?

    Sebuah pernikahan adalah hubungan yang terjalin atas dasar menerima. Dan ketika sebuah pernikahan itu terjadi tanpa adanya cinta, maka dua orang yang berbeda akan belajar menyatu agar terus bersama menjalani hubungan itu. Sebuah cinta bisa saja tumbuh sebagai hasil dari menerima apa adanya. Belajar mencintai, belajar mengerti dan bersabar. Tidak selamanya pernikahan tanpa cinta itu buruk. Kadang manusia yang menjalaninyalah yang kurang dewasa dalam bersikap dan terlalu egois pada hal yang belum tentu negatif. Pendapat saya..menikah itu belum tentu dan harus berdasarkan pada cinta saja tapi juga kedewasaan dalam bersikap.

    BalasHapus
  76. Nama: Andini Ginanti Tuzzahra
    Twitter: @andinigt
    Link Share: https://twitter.com/andinigt/status/796252000337829894
    Kota: Lebak

    Pernikahan tanpa cinta?

    Hanya ada 2 kemungkinan di dalamnya, jika perempuan yang dinikahkan tanpa cinta seiring berjalannya waktu ia akan mencintai suaminya. Sedangkan jika suaminya menikah tanpa rasa cinta, maka ia akan mencari kebahagiaannya diluar sana tidak peduli dengan istrinya di rumah.
    Jadi pernikahan tanpa cinta itu menurutku ketika sepasang laki-laki dan perempuan yang dipaksa dalam suatu keadaan untuk menikah, seiring berjalannya waktu si perempuan akan menerima & mencintai lelaki itu sedangkan hal itu tidak berlaku untuk si lelaki.

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design