Senin, 28 November 2016

[Blog Tour] Yellow Heart -------------------- GIVEAWAY!!!!!

Judul Buku : Yellow Heart
Penulis : Vini Sadewa
Penerbit : BukuOryzaee
Tebal : 298 Halaman
Terbit : 2016

Nadina merupakan seorang gadis ‘kurang biasa’ yang menginginkan kehidupan sebagai manusia ‘normal’. Tidak seorang pun di sekolah barunya yang tahu bahwa dia adalah mantan pasien rumah sakit jiwa. Tidak pula salah satunya tahu bahwa Nadina merupakan pengidap penyakit mematikan. Hingga suatu ketika seorang siswa penderita Albino mengusik mentalnya.

Natalie si Medusa, Levi si Monster serta Viki, yang satu-satunya diberi ‘titel’ sebagai Malaikat, mereka semua merupakan takdir paling berbahaya yang harus diterimanya. Dia hampir kembali ke ambang depresi menghadapi segala bully-an tentang kehidupannya setahun lalu.

Namun romansa juga terjadi ketika Nadina memiliki sebuah rasa yang mereka sebut sebagai ‘cinta’ dan Viki mendapatkan urutan pertama dalam kata tersebut.

Dunia bisa berubah begitu pun hati, Nadina melihat si hati Medusa bisa menangis, hati malaikat bisa marah serta seorang monster yang tiba-tiba memiliki hati seperti malaikat.

Lalu hati seperti apa yang dimiliki Nadina?

Seseorang mengatakan kalau dia adalah satu-satunya pemilik sindrom hati yang paling ganas, yang paling menakutkan di antara mereka semua. Hal itu lebih parah dibandingkan dengan depresi serta penyakit yang dideritanya. Orang itu menyebutnya ‘YELLOW HEART’. Hingga kemudian Nadina mengambil resiko terbesar dalam hidupnya.

Mengambil takdir yang tidak pernah disangka orang lain.

Ini hanya kisah tentang mental yang pernah diuji, tekad yang harus diikuti, nurani yang sering dibohongi serta dialog hati yang tak minta untuk dimengerti. 

--------------------
Yellow Heart mengisahkan mengenai kehidupan Nadina, seorang gadis remaja yang sering mendapatkan perlakuan buruk dari teman-teman sekolahnya. Karena trauma saat masih kecil, Nadina menjadi gadis yang pendiam dan sulit berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk berbicara dengan ayahnya. Bahkan, Nadina sempat dirawat di rumah sakit jiwa karena traumanya yang membuatnya depresi berat.
"Sejak dulu aku sudah seperti ini, kesulitan berteman dan jarang berbicara. Komunikasi adalah hal yang menjadi sumber kekuranganku." (Halaman 8)
Walaupun Nadina termasuk siswi yang cukup pintar di sekolah, tapi itu tak mengubah apapun. Dia masih mendapatkan perlakuan buruk dari teman-teman sekolahnya. Dan yang paling sering mengganggunya adalah Nathalie dan Levi. Hanya sosok Viki, sang juara kelas yang dianggapnya malaikat, karena selalu bersikap baik kepadanya. 
"Itu semua sulit kulakukan dan terlalu mudah untuk orang lain. Padahal aku begitu pintar bicara dengan diriku sendiri."(Halaman 8)
Nadina tidak ingin pengalaman masuk ke rumah sakit jiwa terulang kembali. Dan dia harus berjuang keras untuk itu. Kemajuannya baru terlihat dari segi akademis, sedangkan yang lain belum ada perubahan yang signifikan. Nadina harus berusaha agar tidak terpancing emosi sesaat, pikiran buruk, ataupun hal lain yang membuatnya kehilangan kontrol, tapi bagaimana caranya? 
"Ini seperti obat pahit yang kutelan agar bisa sembuh. Ayah bilang, semua yang berada di sekitarku akan membuat mentalku kuat serta melatih kejiwaan. Tapi sampai saat ini hanya ada tawaan mereka." (Halaman 11)
Nadina hanya bisa bebas berbicara apapun dengan hati serta pikirannya, sedangkan kepada orang lain, tak ada satu pun yang keluar dari bibirnya. Bahkan Levi menyebutnya sebagai si "Cacat Komunikasi".
"Masalah pada komunikasi sering terjadi, bahkan kami menemui masalah itu setiap hari. Bukan kami yang tidak tahu cara mengobrol atau pun yang lainnya, hanya saja orang yang kami ajak berkomunikasi sudah lupa caranya berbicara." (Halaman 54)
Puncaknya, Nadina pun harus menerima kenyataan bahwa kanker sedang menggerogoti tubuhnya dan dia akan sangat bergantung terhadap obat-obatan selama hidupnya. 

Hingga suatu hari Nadina harus terlibat sebuah drama musikal dan berhadapan langsung dengan Nathalie dan Levi, dan mau tidak mau Nadina pun harus terlibat jauh. Levi pun semakin mengusik kehidupan Nadina, bahkan tidak tanggung-tanggung menyebutnya sebagai pemilik sindrom "Yellow Heart".
"Kamu satu-satunya yang memiliki hati berwarna kuning...hati yang hanya memiliki aksen kematian. Kamu pemilik sindrom Yellow Heart." (Halaman 145)
Tanpa terasa interaksi mereka mengubah semuanya, keadaan berbalik ada hal-hal di luar kekuasaan. Takdir pun membuat semuanya berubah, Nathalie, Levi bahkan Viki menunjukkan sifat aslinya. Bagaimana akhir kisah selanjutnya? 
"Nadin, orang lain hanya tahu bahwa kamu seorang yang pendiam. Terlepas dari itu...hanya kita yang tahu." (Halaman 66)
Jujur, sejak awal aku sudah penasaran dengan kisah ini. Apalagi judul dan sinopsisnya begitu mengundang rasa ingin tahuku, seperti apa itu sindrom "Yellow Heart". Hingga kemudian, aku berkenalan dengan sosok Nadina dan orang-orang di sekitarnya, aku benar-benar tak kuasa melepas novel ini hingga akhir. 

Membaca novel ini jujur cukup menguras emosiku, aku benar-benar dibuat hanyut dengan kisah Nadina. Rasanya aku ingin memeluknya saja, terlalu banyak penderitaan yang terjadi dalam hidupnya mulai dari trauma masa lalu, depresi, masuk rumah sakit jiwa hingga akhirnya dia pun tak bisa berbicara sama sekali. Hal ini diperparah dengan kanker yang menyerah tubuhnya.
"Dengar Nadin, kamu mungkin memiliki kekurangan yang sangat mencolok, tapi jangan pernah takut dan minder. Lihatlah semua orang di kelasmu, mereka memiliki kekurangan masing-masing, baik secara fisik maupun akademis." (Halaman 67)
Aku benar-benar dibuat jatuh simpati terhadapnya, hingga kemudian Levi menyadarkannya soal diri Nadina yang pemilik sindrom "Yellow Heart", aku tetap saja simpati terhadapnya. Aku bisa memaklumi ketika dia akhirnya membentengi dirinya, dan membuat orang lain jadi penasaran dan bahkan mengusiknya.
"Mereka membuatmu tidak senang, mereka membuatmu kesal, dan mereka juga membuatmu menjadi pusat perhatian banyak orang, itu tandanya mereka ingin berkomunikasi dneganmu, mereka ingin mendengar suara aslimu." (Halaman144)
Hingga kemudian Nadina berani keluar dari zona nyamannya, bahkan dia mulai perlahan-lahan membuka diri, aku suka bagaimana perubahan itu terjadi. Kak Vini benar-benar membuatku deg-degan menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya, dan bagaimana akhir kisah ini.
"Jujur saja, hati dengan aksen kematian sangat menggoncang perasaanku. Apa selama ini aku memang tidak memiliki hati? Apa aku memang terlihat tidak hidup di antara yang lain?" (Halaman 146)
Penulis benar-benar membuatku begitu larut dengan kisah Nadina, aku merasakan semua kesedihan, ketakutan dan segala macam bentuk perasaannya. Bagaimana akhirnya dia bereaksi terhadap orang lain. Kemudian situasi pun dibuat berubah, Natalie, Levi bahkan Viki orang-orang yang paling sering bersinggungan dengannya pun berubah.

Semua dibuat mengalir, bagaimana akhirnya Nadina berani menjawab tantangan Levi untuk bermain peran menjadi Sorani, beradu akting dengan Levi sebagai Elang.
"Kalau begitu jadilah Sorani, agar kamu bisa memperbaiki semuanya. Mereka bisa melihatmu dari sisi yang berbeda, mereka akan tahu bahwa kamu juga punya kehidupan." (Halaman 146)
Menjelang ending, jujur aku dibuat deg-degan bagaimana Kak Vini akan mengakhiri kisah ini. Karena jujur membaca perjuangan Nadina dari awal hingga seperti tahap ini membuatku ingin mendapatkan akhir yang sesuai harapanku. Aku sampai menahan nafas saat membaca ending novel ini, menantikan ujung dari proses membacaku akankah berakhir sesuai harapanku atau tidak? 
"Hari ini ...aku harus mengatakan pada semua orang bahwa aku bukanlah orang cacat. Aku bisa seperti mereka. Aku pernah depresi dan mendekam di rumah sakit jiwa, menjadi orang yang sulit berkomunikasi dan dengan senang hati menjadi bullyan setiap orang. Tersudutkan...dan aku juga tidak pernah mendapatkan apa yang aku inginkan. Mencintai seseorang tapi tidak mendapat balasan." (Halaman 226)
Mencari sebuah novel tentang hati yang tersakiti, trauma masa lalu dan pembuktian diri, jangan lupa memasukkan novel ini sebagai pilihan bacaanku. Dijamin bakal jatuh cinta dan bahkan menguras emosimu dan bikin baper :D
"Warnaku bukan kuning lagi sekarang, bukan hati yang mudah pudar ketika bertemu putih, bertemu dengan takdir yang sangat membuatku takut, tapi akan kubuktikan bahwa aku tidak menyerah begitu saja meski takdir akan menunjukkan bagaimana hidupku selanjutnya. Aku akan menghapus sindrom yang dibuat oleh Levi, aku bukan lagi penyandang yellow heart. Aku tidak hanya memiliki hati, aku juga memiliki nurani yang bisa kupakai untuk merasakan hidup ini. Aku berhak menjalani hidupku apa pun yang terjadi. Kehidupan adalah kado terbaik yang Tuhan berikan padaku." (Halaman 228)                                                                                                        
----------------GIVEAWAY TIME---------------------


Aku punya 1 eks gratis novel Yellow Heart untuk 1 (satu) orang yang beruntung. Caranya:

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Giveaway akan berlangsung di instagram, jadi silahkan follow

- instagram @rizkymirgawati @vinisadewa dan @yacitaaditya 

3. Repost/reshare info Giveaway yang aku bagikan di akun IGku, kemudian di kolom caption jawab pertanyaan di bawah ini "Apa yang kamu bayangkan jika mendengar kata Yellow Heart jangan lupa sertakan hastag #GAYellowHeart jangan lupa tag/mention kami

4. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email

5. Jika sudah, silahkan masukan data dirimu, berupa nama dan kota tempat tinggalmu di postingan giveaway di instagramku :)

6. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 4 Desember 2016.

Semoga beruntung!!!!

1 komentar:

  1. Berarti cerita ini bikin baper. Kudu nyiapin tissue kalau gitu. Jadi mau re-read lagi kisah Nadina dan Levi.

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design