Kamis, 24 November 2016

[Virtual Book Tour] Never Looking Back ------- Ask Author




Halo, hari ke-2 Blog Tour Never Looking Back by Elvira Natali, kali ini Ky's Book Journal mendapatkan kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan seputar Never Looking Back nih.

Namun, sebelumnya yuk kita kenalan sama Kak Elvira Natali:

Sejak kecil sangat menyukai sesuatu yang berkaitan dengan seni. Perempuan penggemar cokelat ini tengah sibuk menyelesaikan studinya di Universitas Prasetiya Mulya sambil sesekali bertualang.

Senang bereksperimen dan mengeksplorasi genre baru dalam tulisannya. Melalui fiksi, dia mencoba menghidupkan negeri dongengnya. (Never) Looking Back adalah novel keempat yang ditulisnya setelah Janji Hati (sudah difilmkan), Return, dan Two Souls.

Elvira dapat dihubungi di:
Twitter @elpignutt
Wattpad @elviranatali
Email elviranatali@ymail.com



Nah, sekarang saatnya Ky's Book Journal mau kepoin Novel (Never) Looking Back, yuk disimak:

Kalau boleh tahu darimana sih inspirasi menulis novel ini?
Inspirasinya datang waktu lagi di changi airport singapura. waktu itu, aku lagi perjalanan pulang ke Indonesia dan di sana itu kan suka banyak hias2an atau karya yg dipajang gitu, waktu itu lagi ada bola-bola berdansa. pas aku lewat, aku langsung berhenti karena itu keren banget. bukan dari pasir sih, bola2 biasa yg bisa menari2 di gantung pakai tali di atap bandara. aku langsung foto dan rekam, lalu terpikirkan seandainya bola2 itu dari pasir karena bakal jauh lebih keren... jadilah, kepikiran bikin cerita tentang seniman pasir gitu :)
Berapa lama proses penulisannya dan apakah ada kendala selama penulisan?
Proses penulisan sendiri lama ya, pertama kali aku tulis ini pas masih duduk di bangku SMA kelas 3, sesudah nyelesaiin novel ke 2 aku yg Return. Mungkin sekitar tahun 2013. dan panjang banget karena naskah ini berkali2 revisi dan rewrite. jadi cerita asalnya sudah beda banget sama yg sekarang, tapi unsur pasir yg menjadi fondasi dari awal terbentuknya cerita ini masih tetap dipertahankan tentunya. konflik dan premis yg awal aku bikin juga udah nggak saa, awalnya dulu mau nulis tentang perjodohan gitu. beda kan? judul aja bahkan ganti pas udah fix naskahnya, judul sebelumnya itu (im)Perfection. 
Dari semua tokoh dalam novel ini, mana yang paling susah membangun karakternya?
hmm... kalau tokoh rasanya nggak ada yg sulit untuk tokoh utamanya. karena dr awal memang udh konsepin kalau ceweknya ini mandiri dan ceroboh kalau cowoknya kaku dan kelam gitu. malah tokoh2 pendukung yg awalnya agak bingung ya, karena aku pengen mereka munculnya nggak banyak tapi berkesan gitu dan bukannya cuma tempelan doang, seiring penulisan sih bisa ketemu juga peran2nya.
Adegan mana yang paling berkesan buat Kak Vira dan mana yang paling sulit untuk ditulis?

Sesudah klimaks, sesudah masalah utamanya muncul dan mneyebabkan Casta dan Philip harus menahan perasaannya masing-masing. Soalnya kan itu konfliknya dewasa ya, umur aku belom nyampe ke sana, pemikiran juga. Jadi agak sulit membayangkan gimana cara penyelesaian yang baik dan real untuk Casta, Philip, Kevin, dan juga Misca karena 4 tokoh ini kan punya kepentingan masing-masing jadi harus pas dan kuat penggambaran perasaan dan alasan-alasan mereka dalam make decision. Nah itu aku sampai tanya-tanya dan konsultasi sama orang yang sudah dewasa karena mereka lebih berpengalaman daripada aku. 
Berbicara soal tema novel ini khan "Perfect Mistakes", buat Kak Vira sendiri apa sih arti Perfect Mistakes?
Seperti artinya, Perfect Mistake buat aku dosa atau kesalahan terindah yang aku buat dalam hidupku. Kesalahan yang mempertemukan atau membawaku pada hal-hal yang menyenangkan meskipun awalnya mungkin terasa sangat salah bahkan sakit saat berbuat hal yang salah itu. 
Apa kak Vira punya pengalaman sendiri terkait Perfect Mistakes?
Tentu, dan pastinya nggak cuma satu kesalahan ya hehe. 
Pelajaran apa yang ingin Kak Vira sampaikan kepada pembaca melalui (Never)Looking Back?
Yang ingin aku sampaikan sesuai judul novel ini (Never) Looking Back yg artinya (Jangan pernah) Melihat Kembali itu artinya kita 'boleh melihat masa lalu' yang buruk sebagai pembelajaran namun 'jangan pernah melihat kembali masa lalu' sebagai sesuatu yang akan kita ulangi di masa depan. Intinya sih jangan melakukan kesalahan yang sama. Dan novel ini juga akan mengajarimu bahwa jangan pernah takut bermimpi dan menggapai mimpi itu karena seterjal apapun jalannya, kamu pasti bisa sukses. Walau ada yg dikorbankan, tapi pengorbanan itu pasti akan membawa hal yang indah di depan sana. juga tentang mengasihi, mengampuni, dan menerima tanpa pamrih.
Wah seru banget ya bisa ngobrolin novel Never Looking Back dengan penulisnya langsung. 

Tentunya, makin penasaran khan buat baca novel ini juga? Yuk ikutan saja  Blog Tour Never Looking Back siapa tahu kamu bisa dapatin bukunya secara gratis :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design