Sabtu, 31 Desember 2016

[Book Review] Tentang Kamu

Judul Buku : Tentang Kamu

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Republika
Tebal : 524 Halaman
Terbit : Oktober 2016
Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.


***

Atas dasar pekerjaan, Zaman Zulkarnaen harus menelusuri hidup seorang kliennya, perempuan pemegang paspor Inggris yang barusan meninggal dan mewariskan harta yang jumlahnya bisa menyaingi kekayaan Ratu Inggris. Tiga negara, lima kota, beribu luka. Hingga akhirnya Zaman mengerti, bahwa ini bukan sekadar perkara mengerti jalan hidup seorang klien, melainkan pengejawantahan prinsip kuat di tengah cobaan yang terus mendera.

Tentang Kamu adalah novel terbaru Tere Liye. Sebuah karya yang tak hanya akan membawa pembacanya menyelami sebuah petualangan yang seru dan sarat emosi, tapi juga memberikan nilai positif sehingga membuat hidup serasa lebih patut disyukuri.


------------------------
"Aku harus mengingatkan, firma hukum ini berbeda dengan ribuan firma hukum lainnya. Ayahku mendirikan firma ini dengan prinsip-prinsip yang kokoh. Penuh kehormatan. Kita adalah kesatria hukum, yang berdiri tegak di atas nilai-nilai luhur. Kamu akan memastikan wanita tua yang malang itu mendapatkan penyelesaian warisan seadil mungkin menurut hukum. Dia akan beristirahat dengan tenang jika tahu harta warisannya telah diselesaikan dengan baik,tidak berakhir di Bona Vacantia, atau lebih serius lagi, jatuh kepada penipu." (Halaman 14)
Tentang Kamu mengisahkan kehidupan Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara yang bekerja di sebuah firma hukum bernama Thompson & Co dan hanya orang-orang terpilih yang bekerja di firma hukum itu. Suatu hari Zaman mendapat pekerjaan besar karena salah satu klien besar mereka meninggal dunia 6 jam lalu di Paris dan mewariskan aset berbentuk kepemilikan saham senilai satu miliar pounsterling. Sayangnya, kasus ini tergolong unik karena tempat tinggal klien terakhir mereka ini adalah di sebuah panti jompo di Paris.

Tidak ada keterangan mengenai siapa ahli waris atau surat wasiat, hanya surat keterangan bahwa klien ini adalah pemilik sah 1% surat saham di sebuah perusahaan besar. Dan kali ini Zaman diberikan tugas khusus untuk menyelesaikan masalah warisan ini, dan jika dia berhasil satu kursi untuk partner firma akan langsung ditempati oleh Zaman.

Klien itu bernama Sri Ningsih dan Thompson & Co berharap Zaman akan lebih mudah menyelesaikan settlement wasiat ini karena Sri Ningsih memang orang Indonesia, asal Zaman.

Namun, ternyata tak semudah bayangan. Berbekal sebuah diary milik Sri Ningsih, Zaman memulai petualangannya menelusuri kehidupan masa lalu Sri Ningsih. Akankah Zaman berhasil menyelesaikan permasalahan warisan Sri Ningsih dan menemukan ahli waris yang sah?

Akhirnya berhasil menamatkan novel terbaru Tere Liye ini. Novel yang membiusku sejak halaman awal dan membuatku tidak berhenti membaca hingga halaman akhir. Membuatku begitu penasaran dengan petualangan Zaman menelusuri kehidupan Sri Ningsih dan menemukan ahli warisnya yang sah.

Tidak ada petunjuk apa-apa, permasalahan warisan Sri Ningsih ini begitu rumit dan membutuhkan kesabaran luar biasa untuk mencari petunjuk sekecil apapun. Apalagi Zaman hanya punya buku diary milik Sri Ningsih yang sangat sederhana. Buku yang hanya berisi sepuluh halaman berisi tulisan yang dibagi menjadi lima bagian. Masing-masing hanya terdiri dari dua halaman, setiap bagian hanya ada satu-dua paragraf pendek, beserta satu-dua foto yang ditempelkan di halaman bagian itu.

Zaman pun mulai penyelidikannya mulai dari Pulau Bungin (Sumbawa), Surakarta, Jakarta, London hingga Paris. Petualangan yang banyak memberikan pelajaran bagi Zaman. Zaman menemukan orang-orang di masa lalu Sri Ningsih yang pada akhirnya akan mengantarkan Zaman kepada ahli waris sesungguhnya.

Sebuah perjalanan menelusuri kisah masa lalu yang sungguh menguras emosi, karena Zaman seperti membuka kisah kebahagiaan sekaligus pahit di masa lalu.

Mulai dari Sri Ningsih kecil yang harus kehilangan ayahnya kemudian harus menerima segala perlakuan buruk ibu tirinya yang akhirnya berubah membencinya. Kemudian persahabatan Sri Ningsih bersama Nuraini dan Lastri di sebuah madrasah di Surakarta yang malah berakhir pengkhianatan. Sri Ningsih pun harus kehilangan adiknya satu-satunya Tilamuta.

Sri Ningsih pun memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Disini Zaman akan diajak Sri Ningsih untuk beradaptasi dengan kehidupan Jakarta yang tentunya jauh berbeda dari Pulau Bungin maupun Surakarta. Mencari pekerjaan sungguh sulit dan terancam tidak bisa membayar uang sewa tempat tinggalnya. Kemudian Sri Ningsih yang mulai bisnisnya dari nol hingga menjadi besar dengan segala inovasinya.

Hidup Sri Ningsih benar-benar tidak mudah ketika dia seharusnya bahagia tiba-tiba saja dia harus menerima kenyataan pahit kembali. Dia pindah ke London dan untungnya bertemu dengan orang-orang baik di Little India. Sri Ningsih pun menjadi supir bus untuk bertahan hidup dan disinilah dia menemukan cinta dalam hidupnya.

Namanya kehidupan kali ini Sri Ningsih kembali diuji dan yang membawa wanita ini ke Paris yang menjadi kota terakhirnya sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya.
"Apakah sabar memiliki batasan? Ketika kebencian, dendam kesumat sebesar apa pun akan luruh oleh rasa sabar. Gunung-gunung akan rata, lautan akan kering,tidak ada yang mampu mengalahkan rasa sabar. Selemah apa pun fisik seseorang, semiskin apa pun dia, sekali di hatinya punya rasa sabar, dunia tidak bisa menyakitinya." (Halaman 48)
Novel setebal 524 halaman ini benar-benar membuatku penasaran. Aku seperti diajak bersama Zaman menguak kehidupan Sri Ningsih, seorang wanita yang sungguh sangat tangguh. Seorang wanita dari sebuah pulau terpadat di dunia, Pulau Bungin (Sumbawa). Seorang wanita yang sudah merasakan asam, manis dan pahitnya kehidupan sejak kecil hingga dewasa.
"Saat kita sudah melakukan yang terbaik dan tetap gagal, apa lagi yang harus kita lakukan? Berapa kali kita harus mencoba hingga tahu bahwa kita telah tiba pada batas akhirnya? 2x, 5x, 10x atau berpuluh-puluh kali hingga kita tak dapat menghitungnya lagi?" (Halaman 209)
"Aku tahu sekarang, pertanyaan terpentingnya bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi setelah gagal tersebut. Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x." (Halaman 210)
Dalam novel ini kita akan diajak mengenal sosok Sri Ningsih dari orang-orang yang mengenalnya di masa lalu dan membuatku benar-benar terkesan dengan sosoknya yang walaupun tidak berpendidikan tinggi tetapi benar-benar bisa berhasil mewujudkan impiannya.

Membaca novel ini kamu akan belajar mengenai kesabaran, persahabatan, keteguhan hati, cinta dan memeluk rasa sakit. Sebuah kisah luar biasa yang akan mengajarkanmu arti kehidupan dari seorang bernama Sri Ningsih.

Tentang Kamu menjadi novel terakhir yang kubaca di tahun 2016 sekaligus menjadi novel terbaik yang kubaca tahun ini. Sebuah novel yang terasa sederhana tapi tidak sesederhana itu.

Kamu mencari sebuah novel yang akan membuka pemahamanmu mengenai kehidupan terutama memaknai kehilangan dan menerima masa lalu, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca. Novel Tere Liye paling favorit sejauh ini :)
"Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. Karena dicintai begitu dalam oleh orang lain akan memberikan kita kekuatan, sementara mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh akan memberikan kita kekuatan." (Halaman 286)

1 komentar:

  1. Pesan2 dalam nov tere liye emang keren ya mba :D
    Btw, hana suka quotes ""Saat kita sudah melakukan yang terbaik dan tetap gagal, apa lagi yang harus kita lakukan? Berapa kali kita harus mencoba hingga tahu bahwa kita telah tiba pada batas akhirnya? 2x, 5x, 10x atau berpuluh-puluh kali hingga kita tak dapat menghitungnya lagi?" (Halaman 209)"
    Makasih sharingnya :)

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design