Minggu, 27 Maret 2016

[Blog Tour] 00 :00 --------------- GIVEAWAY!!!!!

Judul Buku : 00:00
Penulis : Ardelia Karisa
Penerbit : Grasindo
Tebal : 224 Halaman
Terbit : Maret 2016

“You realize that you’re always leaving me by this time? The first time we met, the second time, now.”

“I’m such a Cinderella,” kataku singkat menanggapi kalimatnya itu.

“Maybe. But I’m not a stupid prince.”

“Why the prince is stupid?”

“Well, he told Cinderella that he’s in love with her, but he forgets how she looks and has to put a shoe on every girl in the kingdom.” Sangat masuk akal. Tapi, sayangnya aku tidak sepintar itu untuk menyadarinya. 

“If I fall in love with a girl I’ll never forget how she looks. And I know exactly where to find her.” 

Charvi Adipramana tidak menyangka bahwa pertemuannya dengan Nicolas Moreau—seorang ekspatriat Perancis yang tinggal di Jakarta— mengantarkannya pada ide kencan satu hari penuh. Charvi bertemu Nic tepat satu hari sebelum ia terbang ke Paris untuk mengejar mimpi. Hari itu untuk kali pertama ia mengaku jatuh cinta kepada laki-laki yang baru saja ia kenal—suatu hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. 

Berpegang pada rasa saling percaya, Charvi dan Nic berjanji untuk bertemu lagi satu tahun kemudian di tempat yang sama. Namun, satu tahun adalah waktu yang lama. Satu tahun bisa mengubah apa saja, termasuk cinta. Masihkah Charvi menjaga perasaannya untuk Nic setelah keduanya terpisah jarak dan waktu yang terbentang antara Perancis-Jakarta? 

------------------------
"Hubungan memang sepatutnya berlandaskan oleh rasa sayang dan mencintai satu sama lain, tapi hubungan antarmanusia sebenarnya tak seromantis itu. Banyak kerja keras yang diperlukan untuk terus membangun dan mempertahankan sebuah hubungan."
Ini pertama kali aku membaca karya Ardelia. 00:00 merupakan salah satu dari 3 buku baru yang diterbitkan oleh grasindo yang mempunyai judul unik dan berbicara tentang waktu. 

Kali ini Ardelia akan mengajakmu berkenalan dengan sosok Charvi Adipramana, seorang gadis yang akan meninggalkan Indonesia untuk menjalani au pair ke Perancis. Sehari sebelum keberangkatannya, Charvi malah mempunyai ide ektrem untuk menjalani one night stand dengan seseorang yang tidak dikenalnya.

Tak disangka, pria yang akan menghabiskan malam bersamanya itu adalah Nicolas Moreau, seorang ekspatriat Perancis, seorang duda yang sedang patah hati. Seorang pria yang telah mengusik hati Charvi sejak pertemuan mereka di sebuah coffee shop.

Seakan takdir dan alam berkonspirasi, di hari kencan mereka, ibu Charvi hadir dan malah mengira bahwa Nicolas adalah kekasih Charvi. Mereka akhirnya berakhir menghabiskan malam bersama, dan buat Charvi setelah mereka bangun, mereka akan seperti orang asing dan tidak akan bertemu kembali.

Sayangnya rencana hanyalah rencana, Nicolas malah mengajak Charvi untuk menjalani kencan seharian. Kencan seharian itu mengubah semua pandangan Charvi. Walau hanya sehari, sosok Nicolas telah merebut hati Charvi, telah menyusup ke relung hati Charvi dan membuatnya jatuh cinta. Begitupun sebaliknya.

Sayangnya Charvi terlalu ragu untuk melangkah, karena Charvi tetap tak percaya dengan cinta sejati. Pengalaman mengajarkannya untuk tidak begitu saja takluk pada apa yang namanya cinta.
"Organ imajiner bernama hati itu tak bisa kamu paksa untuk menjadi mati rasa. Sekeras apa pun kamu berusaha untuk membuatnya mati, sekeras itulah ia membuktikan bahwa usaha itu menyakitimu".
Nicolas tetap berusaha meyakinkan Charvi. Walau akhirnya Nicolas tahu Charvi akan segera pergi meninggalkannya dan kemungkinan mereka tidak bisa bertemu selama 1tahun. Tapi Nicolas percaya akan cintanya, karena itulah sebuah janji terukir. Janji untuk bertemu telah ditetapkan, 1tahun lagi mereka akan bertemu di coffee shop tempat penuh kenangan mereka.

Akankah Charvi dan Nicolas bertemu 1tahun lagi? Sanggupkan mereka menjaga perasaan mereka dimana jarak begitu jauh membentang dan waktu yang tidak terlalu singkat?

Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Aku dibuat penasaran dengan sosok Charvi dan Nicolas. Jujur aku penasaran bagaimana dalam waktu singkat mereka bertemu dan saling jatuh cinta, bagaimana chemistry yang terbangun diantara mereka dan akankah waktu 1 tahun yang memisahkan, akan mengubah semuanya. Akankah mereka akan bertemu kembali? 

Namun, Ardelia dengan pintarnya membuatku harus pelan-pelan menunggu, mengikuti perjalanan kisah Charvi dan memuaskan rasa ingin tahuku. Novel ini mengambil sudut pandang Charvi, dengan semua keraguan dalam hatinya tentang cinta,bagaimana dia akhirnya bertemu dengan Nicolas dan mengubah hidupnya.

Novel ini dibagi dalam beberapa fase waktu, dibuka dengan masa depan 11 tahun kemudian setelah Charvi bertemu dengan Nicolas, kemudian kita diajak nostalgia dengan saat-saat cinta datang menyapa diantara Charvi dan Nicolas yang berakhir dengan kencan sehari serta janji yang terukir diantara keduanya. Kemudian kita akan dilempar lagi ke 4 tahun setelah mereka bertemu dan ditutup dengan 1 tahun saat janji pertemuan Charvi dan Nicolas.

Novel ini cukup mengalir, dan aku cukup menikmati kisah 00:00 ini, sebuah perkenalan yang cukup manis untuk karya Ardelia bagiku. Aku dibuat gregetan setengah mati dengan Charvi, antara mau dan tidak mau, jatuh cinta tapi terlalu ragu untuk melangkah. Berbeda sekali dengan Nicolas, yang tahu apa yang dia mau.

Menuju ending, jujur aku terkejut setengah mati. Aku tidak membayangkan kalau kisah ini akan dibawa seperti ini. 

Overall, kalau kamu ingin membaca novel romance yang ringan dan bisa menghiburmu, silahkan mencicipi 00:00 ini ya :) 

----------GIVEAWAY TIME---------


Ada 1 (satu) eks 00:00 dan 17:17 persembahan Ardelia Karisa dan Penerbit Grasindo.

Caranya gampang banget kok: 

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia. 

2.Follow akun twitter @RizkyMirgawati @ardeliakarisa dan @grasindo_id

3. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect), G+ atau email 

4. Share info GA ini di akun twittermu dengan mention @RizkyMirgawati @ardeliakarisa dan @grasindo_id sertakan hastag #blogtour0000

5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu. 

Jika kamu punya 1 kesempatan untuk bepergian dengan seseorang tersayang, negara mana yang kamu pilih? Mengapa? 

6. Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 2 April 2016. Pengumuman paling lambat 3 hari setelah GA ini berakhir ya.

Semoga beruntung!!!!!!
Rabu, 23 Maret 2016

[Book Review] Double Spin Round ------------Giveaway!!!!

Judul Buku : Double Spin Round
Penulis : Miyashita Natsu dan Shoji Yukiya
Penerbit : Haru
Tebal : 268 Halaman
Terbit : Februari 201

Siapa pun pasti punya rahasia.



Madoka dan Yuichi adalah kakak beradik dengan beda umur yang cukup jauh dan sifat yang bertolak belakang. Madoka masih duduk di bangku SD, sedangkan Yuichi sudah SMA. Madoka menyukai Judo, sedangkan Yuichi adalah anggota band. 

Keluarga mereka hidup baik-baik saja sampai Madoka menerima sebuah panggilan telepon dari orang yang tak dikenal. 

Satu panggilan telepon mengubah keluarga yang tadinya baik-baik saja menjadi keluarga yang menyimpan rahasia satu sama lain. 

Apa sebenarnya rahasia keluarga mereka?

--------------------
"Kalau ragu dengan sesuatu, pertama-tama kita harus meragukan diri kita dulu."
Aku selalu suka dengan novel yang bertemakan keluarga. Saat membaca novel ini, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya, sejak awal aku sudah dibuat penasaran dengan kisah keluarga Komiya.

Keluarga Komiya selama ini hidup baik-baik saja dan akur, dengan anggota keluarga yang saling menyayangi dan saling mendukung satu sama lain dengan caranya masing-masing. Beranggotakan seorang ayah, ibu dengan dua anak serta seorang kakek. Namun, sebuah panggilan telepon mengubah semuanya, membuat keluarga ini mempertanyakan satu sama lain. Benarkah ada sebuah rahasia yang ditutupi selama ini? 

Diceritakan dari 2 sudut pandang seorang anak, baik Madoka dan Yuichi, kita akan melihat perbedaan usia membuat mereka menilai permasalahan keluarga dan memilih penyelesaian yang berbeda juga.

Madoka dan Yuichi, dua kakak beradik yang saling menyayangi dan mencintai. Saling mendukung dengan aktivitas masing-masing. Madoka sangat tertarik menjadi atlit yudo dan ingin meneruskan usaha dojo milik kakeknya, sedangkan Yuichi lebih tertarik di bidang musik dengan punya sebuah band, Double Spin Round.

Disini kita akan melihat bagaimana Madoka yang masih SD dan Yuichi yang duduk di bangku SMA melihat rahasia di dalam keluarganya, akibat sebuah panggilan telpon dari seseorang yang bernama Aishida Nobuko.

Melalui Madoka, kita akan melihat bagaimana seorang anak seusia Madoka yang seringnya dianggap anak kecil menyikapi semuanya. Ada rasa penasaran yang begitu dalam dengan sosok Aishida Nobuko. Sosok wanita yang awalnya disangkal dikenal oleh ibunya, namun ternyata sosok itu kembali muncul di festival kembang api. Namun, anehnya ibunya sungguh tidak ramah, Madoka merasa melihat ibunya yang berbeda sejak hari itu. Seakan-akan ibunya bukan seperti ibunya yang dikenalnya selama ini yang hangat dan ceria. Walau menyimpan sejuta pertanyaan, Madoka tetaplah seorang anak kecil, Madoka lebih memilih menunggu dan tidak membicarakannya.

Hal yang berbeda dengan sosok Yuichi, kakaknya. Awalnya Yuichi mengetahui sosok Aishida Nobuko sebagai salah satu teman ayahnya yang tertarik dengan bandnya, namun ketika Madoka bercerita soal telepon misterius, Yuichi mulai curiga dengan semuanya. Yuichi yang lebih dewasa tentunya punya cara tersendiri untuk mengungkap semuanya yang telah membuatnya penasaran. Alih-alih diam saja, Yuichi malah menyelidiki sendiri dengan bantuan informasi teman-teman bandnya dan menyusun keping demi keping puzzle untuk menjawab rasa ingin tahunya. Ketika semuanya terungkap pun, aku salut dengan Yuichi yang berjiwa besar untuk menerima dan menyimpannya sendiri.

Novel ini sukses membuatku penasaran dan bertanya-tanya mengenai apa yang sesungguhnya dirahasiakan oleh Keluarga Komiya, membuatku terus membaca dan mulai mengumpulkan setiap informasi yang ada. Ketika aku sudah di halaman akhir, aku jujur agak kaget dengan pemilihan ending yang dipilih, jauh di luar bayanganku. Penulis membiarkanku sebagai pembaca mereka-reka sendiri jawaban dari semua kisah keluarga Komiya ini. Walau secara tersirat sudah lumayan jelas dengan apa yang telah ditemukan oleh Yuichi dan mungkin sudah bisa dibayangkan oleh pembaca, tetapi alih-alih ditulis secara gamblang, penulis membuat kita menyimpulkannya sendiri.

Novel ini menarik dari segi tema, terjemahannya juga rapi dan mengalir. Karakter setiap tokoh kuat dan saling melengkapi kisah ini, sesuai dengan porsinya masing-masing. Jika disuruh memilih, aku paling menyukai sosok Madoka, seorang gadis yang walau usianya relatif masih muda, tetapi bisa menyikapi masalah keluarganya dengan cukup bijaksana sesuai usianya.

Overall, jika kamu mencari sebuah drama keluarga yang memadukan misteri di dalamnya, jangan lupa memasukkan Double Spin Round ke daftar bacaanmu ya.^^

---------------GIVEAWAY TIME----------------

Ada 1 (satu) eks Double Spin Round yang akan dikirimkan langsung oleh Penerbit Haru. 
Caranya gampang banget kok: 

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia. 


3. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect), G+ atau email 

4. Share info GA ini di akun twittermu dengan mention @RizkyMirgawati dan @penerbitharu sertakan hastag #DoubleSpinRound

5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu. 

Mengapa kamu ingin membaca Double Spin Round?

6. Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 27 Maret 2016. Pengumuman paling lambat 3 hari setelah GA ini berakhir ya.

Semoga beruntung!!!!!!

********UPDATE********

Saatnya pengumuman 1 (satu) nama yang beruntung mendapatkan Double Spin Round persembahan Penerbit Haru. Dan pemenangnya adalah:

Yunita P Utami / @udonkuma

Selamat buat kamu, silahkan kirim data alamat lengkap beserta no.hp yang bisa dihubungi ke emailku kikyavis@gmail.com

Buat yang belum beruntung, jangan khawatir masih banyak giveaway buku lainnya yang tak kalah kece loh :D

[Book Review] A Man Called Ove

Judul Buku : A Man Called Ove
Penulis : Fredrik Backman
Penerbit : Noura Books
Tebal : 440 Halaman
Terbit : Januari 2016

Sebelum terlibat lebih jauh dengannya, biar kuberi tahu. Lelaki bernama Ove ini mungkin bukan tipemu. 

Ove bukan tipe lelaki yang menuliskan puisi atau lagu cinta saat kencan pertama. Dia juga bukan tetangga yang akan menyambutmu di depan pagar sambil tersenyum hangat. Dia lelaki antisosial dan tidak mudah percaya kepada siapa pun. 

Seumur hidup, yang dipercayainya hanya Sonja yang cantik, mencintai buku-buku, dan menyukai kejujuran Ove. Orang melihat Ove sebagai lelaki hitam-putih, sedangkan Sonja penuh warna. 

Tak pernah ada yang menanyakan kehidupan Ove sebelum bertemu Sonja. Namun bila ada, dia akan menjawab bahwa dia tidak hidup. Sebab, di dunia ini yang bisa dicintainya hanya tiga hal: kebenaran, mobil Saab, dan Sonja.

Lalu … masih inginkah kau mengenal lelaki bernama Ove ini?

--------------------------
"Jika seseorang tidak punya sesuatu untuk dikatakan, dia harus mencari sesuatu untuk ditanyakan. Jika ada satu hal yang membuat orang lupa membenci orang lain, itu adalah ketika mereka diberi kesempatan untuk bicara mengenai diri mereka sendiri."
Jujur, sejak awal aku membaca novel ini, aku tidak terlalu berekspektasi apa-apa terhadap novel ini. Aku pun belum pernah membaca sebuah karya penulis asal Swedia. Namun, setelah membaca novel ini halaman demi halaman, aku malah jatuh cinta dengan novel ini. Novel yang sederhana, namun memikat. Novel yang menyentuh dan penuh makna, aku banyak belajar dari kisah hidup Ove.

Ini tentang kisah Ove, seorang lelaki tua yang temperamental. Ove adalah seorang pria tua yang sangat memegang teguh prinsip dan kebenaran. Ove terkenal kaku dan sangat tidak menolerir jika ada yang melanggar aturan.

Mungkin jika kita bertemu dengan orang seperti Ove, pasti akan membosankan. Ove ini tipikal orang yang sulit untuk dicintai, Ove adalah seorang pria hitam-putih. Ove bukanlah pria yang akan memberikan segala romantisme yang kamu inginkan, buatnya tindakan lebih jauh berarti daripada sekedar kata-kata.

Hingga suatu hari, hidup Ove berubah menjadi sejuta warna setelah bertemu Sonja. Sonja, wanita yang membuat seorang pria hitam-putih seperti Ove jatuh cinta. Jika melihat Ove dan Sonja mungkin terasa sekali perbedaannya, tetapi mereka saling melengkapi dan mencintai dengan caranya masing-masing.

Namun, ketika Sonja meninggal, Ove tak lagi "hidup". Yang diinginkannya hanyalah "menyusul" Sonja. Ove pun menarik diri dari lingkungannya dan berusaha tak peduli dengan tetangga-tetangganya.

Segala upaya bunuh diri Ove selalu gagal, senantiasa ada saja yang membuat segala usahanya gagal. Dan ini membuat Ove menjadi semakin menarik diri. Namun, kehadiran tetangga barunya, sebuah keluarga kecil mengubah kehidupan Ove.

Awalnya Ove tidak peduli dengan kehadiran keluarga baru itu, tetapi perlahan-lahan Ove pun melunak dan malah terlibat dengan keluarga kecil itu. Ove memang masih tetap pemarah, tetapi jauh di lubuk hatinya, Ove ini ternyata perhatian dan penyayang. Ove juga orangnya tidak tegaan, bahkan walau kata Ove dia sangat membenci sahabatnya yang sekarang menjadi musuhnya, namun ketika dia akan dibawa ke panti jompo, Ove lah orang pertama yang menentang.

Diceritakan dengan alur maju mundur, sebagai pembaca aku bisa memahami karakter Ove. Masa lalu yang keras dan didikan ayahnya, membentuk Ove menjadi pribadi yang seperti ini. Ove mungkin bukanlah pria yang akan memukaumu sejak awal, tetapi melalui perbuatan-perbuatannya, Ove sangat layak dicintai.

Novel ini pun dari segi penulisan "unik" terdiri dari bab-bab yang berisi keseharian Ove dan interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Ove yang sepanjang cerita masih tetap konsisten dengan sifatnya yang pemarah. Setiap bab memiliki kisahnya sendiri tetapi jika disusun akan membentuk kepingan kisah kehidupan Ove.

Overall, dengan gaya bahasa humor yang sangat kental, aku dibuat tertawa, sedih, terharu, jengkel hingga berjuta perasaan lainnya saat membaca novel ini. Novel yang indah dan membuatku jatuh cinta sedemikian rupa. 
"Konon, lelaki terbaik lahir dari kesalahan mereka sendiri, dan mereka sering kali menjadi lebih baik setelahnya, melebihi apa yang bisa mereka capai seandainya tidak pernah melakukan kesalahan."
Senin, 21 Maret 2016

[Blog Tour] Giveaway Winner : Remember Amsterdam


Alhamdulilah, akhirnya Blog Tour Remember Amsterdam diblogku telah berakhir.

Terima kasih kuucapkan kepada Kak Vira Safitri yang sudah memberikan kesempatan kepada Ky's Book Journal untuk mereview sekaligus mengadakan giveaway berhadiah Remember Amsterdam. Alhamdulilah, tidak menyangka antusiasme peserta Giveaway kali ini sungguh besar sekali, sampai menembus angka 60 peserta dan postingan ini telah dilihat hampir 1400 viewers hingga saat ini. 

Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua, sekarang saatnya penentuan pemenang yang rasanya sungguh susah sekali, ingin rasanya bisa memenangkan semuanya, tetapi hanya boleh memilih 1 (satu) pemenang.

Dan pemenang yang beruntung adalah:

Kartika / @hoshinotika

Jawaban:

Kincir angin dan a bunch of Tulip!!! Aku selalu membayangkan berada disekeliling tulip-tulip berwarna warni yang indah, dengan kincir angin yang berputar perlahan karena terhembus angin, lalu aku duduk di sana, di bawah kincir angin besar, coklat kehitaman dan tampak gagah, memegang buku dengan halaman terbuka dan mulai hanyut dalam duniaku sendiri.

Kayaknya gak ada yang lebih membahagiakan dari membaca buku di antara bunga-bunga yang menyedapkan mata dan angin yang menyejukkan! ^^

Entah kenapa, saat membaca komen ini aku seperti membayangkan diriku sendiri sedang membaca buku ditemanin semilir angin dan ditengah hamparan tulip :D

Selamat kamu menjadi pemenang Remember Amsterdam, silahkan email alamat lengkapmu dan no.hp yang bisa dihubungi ke alamat email kikyavis@gmail.com :)

[Blog Tour] Complicated Thing Called Love -------- GIVEAWAY!!!!!

Judul Buku : Complicated Thing Called Love
Penulis : Irene Dyah
Penerbit : GPU
Tebal : 256 Halaman
Terbit : Februari 2016

Awalnya, alur cerita ini sedikit membingungkan. Tak jelas mana hulu mana muara. Tapi jangan menyerah. Percayalah, ada titik ketika semua keping puzzle itu bertemu. Seperti cinta.

Kalau Garin Nugroho punya Cinta dalam Sepotong Roti, maka Nabila punya “Cinta (Monyet) dalam Sepotong Pisang”. Organik. Gadis yang biasanya patuh itu kali ini memilih berontak: tetap pacaran meski dilarang. Bisa ditebak, kisahnya berakhir dan monyet bernama Bayu itu harus diusir.

Lalu hadir Bagas, pria sempurna pilihan ibunda. Semua jadi terlihat mudah bagi Nabila. Sayang, Bayu belum betul-betul pergi dari hatinya. Duh, bagaimana bisa Nabila memilih di antara Bagas si calon suami idaman dan Bayu yang bengal dan bikin deg-degan? Dan kenapa Nabila mesti berguru pada kisah cinta para sahabatnya?

Sebabnya satu: cinta memang repot! 

-------------------
"You meet thousands of people and none of them really touch of you, and then you meet one person and your life is changed forever.
Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Irene Dyah, dan aku makin menikmati bagaimana mba Irene meramu kisahnya. Novel ini lincah dan nagih banget bacanya.

Awalnya memang kamu mungkin akan bingung, alih-alih langsung perkenalan ke sosok tokoh utama. Mba Irene malah mengajakmu berkenalan dengan 4 sahabat si tokoh utama, mengajakmu berkeliling dari Verona, Chiang May hingga Tokyo, menemani Sora, Aalika, Dania dan Dewi memaknai kisah cinta mereka yang rumit.
"The greatest thing you'll ever learn is just to love and be loved in return."
Mungkin kamu akan merasa kenapa tidak langsung saja ke masalah sesungguhnya? Tenang saja, ternyata setiap kisah 4 sahabat Nabila ini akan menjadi kepingan puzzle untuk melengkapi kisah kehidupan Nabila.

Nabila yang berada di persimpangan jalan, antara memilih 2 pria yang sama-sama berat untuk dipilih. Ada Bagas,pria pilihan ibunya yang telah melamarnya menjadi istrinya dan ada Bayu, cinta pertama yang belum padam hingga sekarang.

Harusnya Nabila bahagia karena Bagas pria baik, tampan dan sempurna,apalagi Bagas mendapat restu dari ibunya. Tapi ketika berbicara cinta, ada hati yang kadang-kadang tidak sejalan dengan realita. Untungnya ada Sora, Aalika, Dania dan Dewi yang membuatnya mantap untuk memilih...Namun, ketika pilihan itu pun tak meredakan hati, apa yang akan terjadi selanjutnya? Siapa yang akan dipilih Nabila? Bagaimana kisah Sora,Aalika, Dania dan Dewi?
"Salju di puncak Fuji-San itu seperti perasaan dua manusia yang merasa cocok, kemudian memutuskan membina rumah tangga bersama. Barangkali perasaan itu bisa hilang, menyurut tak tampak dari luar, seperti salju puncak Gunung Fuji pada musim panas. Tapi, sebetulnya dia tetap ada di sana. Dan, perlu ada musim dingin untuk selalu menambah volume perasaan itu, mengembalikan eksistensinya agar selamanya tetap bertahan. Walaupun mengalami musim panas berulang-ulang."
Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Awalnya aku memang bingung kenapa ini malah kisah cinta Sora, Aalika,Dania dan Dewi duluan yang dikisahkan, kemudian baru masuk ke kisah Nabila. Tapi perlahan-lahan aku menemukan ritmenya dan malah ketagihan bacanya dan tidak mau melepas novel ini sampai tahu endingnya.

Aku jauh lebih menikmati tulisan Mba Irene ini melalui kisah Nabila. Tulisan Mba Irene jauh lebih berkembang,lebih lincah dan mengalir.

Karakter tokoh utama maupun pendukung dalam novel ini sama-sama kuat, membuat cerita ini begitu berwarna. Jujur jika aku berada di posisi Nabila, aku pun akan bingung memilih antara Bagas dan Bayu, dua pria yang sama-sama menarik dan punya kelebihan masing-masing.

Setting tempat juga memanjakanku, Mba Irene benar-benar membuat perjalanan kisah ini terasa nyata, seakan aku sedang menemani Nabila dan keempat sahabatnya.

Tidak hanya berbicara tentang cinta dan pilihan, tetapi disini juga akan ada kisah keluarga. Tentang Ibu Nabila yang selalu mengatur setiap aspek kehidupan Nabila, termasuk jodoh. Semua terasa manusiawi sekali, bagaimana pun seorang ibu selalu ingin yang terbaik bagi anaknya, walau kadang-kadang caranya mungkin kurang sejalan dengan keinginan si anak. Aku suka bagaimana kompromi itu akhirnya terjalin ketika komunikasi dan keterbukaan itu terwujud.

Jika aku menjadi Nabila,aku akan sangat beruntung sekali, punya ibu yang luar biasa, 4 sahabat yang selalu ada dan 2 pria yang sungguh menggoda.

Mba Irene benar-benar mampu merajut kisah ini dengan baik, membuatku masih terus menebak siapa pria yang akan dipilih oleh Nabila. Apalagi dua pria ini punya inisial nama yang sama, makin bingunglah pastinya. Untungnya ternyata tebakanku benar, siapa pria beruntung yang akhirnya menjadi pilihan hati Nabila.
"Beruntung bila kamu menemukan pasangan cinta sempurna seperti di film atau novel. Tapi bagaimana jika tidak? Kadang-kadang urusan cinta ini seperti lelucon menyebalkan. Kamu cinta mati sama si A, eh dia cuek. Yang ada justru si B yang mengejar-ngejar padahal kamunya males. Nah, mana yang akan kamu pilih menjadi pasangan hidup? A atau B?" 
"Kalau kamu bertanya kepadaku, aku akan menasihatimu untuk menikah dengan B, pria yang sangat menyayangimu. Urusan hati pasangan, di luar kemampuan kita mengendalikannya. Jadi pilihlah yang sudah pasti. Nah, urusan hati kita, kita yang akan mengendalikan."
Melalui kisah ini, kita akan banyak belajar bahwa kadang-kadang dalam hidup kita akan senantiasa diberikan pilihan-pilihan, termasuk pilihan dengan siapa kita akan merajut masa depan. Cinta memang rumit, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Kadang-kadang kita pun butuh sahabat untuk meyakinkan kita tentang apa yang akan kita pilih.
"Suami adalah pria yang akan bersamamu 24 jam sehari, 365 hari dalam setahun, dan terus selama berpuluh-puluh tahun. Tidak bisa seperti pacaran yang bisa stop-pause-play kalau kepepet. Pasangan menikah tidak bisa ditukar dan diganti semudah baju baru yang ternyata tidak kamu sukai. Jangan mengandalkan logika untuk menetapkan hatimu. Karena jelas ini bukan ilmu eksakta."
Sayangnya, karena novel ini memang fokus ke kisah Nabila, aku masih penasaran dengan kelanjutan kisah Sora, Aalika, Dania dan Dewi. Kurang panjang, semoga Mba Irene nantinya akan membuat kisah tersendiri tentang 4 sahabat Nabila ini :)

Jika kamu mencari kisah cinta, hangatnya persahabatan dan menentukan pilihan,aku rekomendasikan novel ini untukmu. Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah ini.
"Cinta memang buta. Kalau tidak buta, itu namanya matematika, yang semua bisa dihitung, dikurangi, ditambah, dikalikan, dibagi, dan hasilnya pasti. " 
---------------GIVEAWAY TIME------------- 


Giveaway kali ini agak berbeda dengan giveaway lainnya, kali ini aku dan Mba Irene Dyah akan berbagi 1 (satu) CTCL via instagram. Caranya gampang banget loh: 

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia. 

2.Follow akun instagram @rizkymirgawati dan @aikairin

3. Upload cover buku CTCL di akun instagrammu dan sebutkan alasanmu kenapa ingin membaca CTCL, jangan lupa mention/tag @rizkymirgawati dan @aikairin serta 5 orang temanmu biar rame ya, sertakan hastag #CTCL #metropop #gramedia #bookgiveaway 


Ini cover yang bisa kalian unduh dan upload 

4. Jangan lupa masukkan nama dan akun instagrammu di kolom komentar ya, agar lebih mudah dalam pendataan. (optional/tidak wajib)

5. Giveaway ini berlangsung dimulai sejak hari ini sampai tanggal 25 Maret 2016. 

6. Jika masih ada pertanyaan, silahkan colek akun twitter @RizkyMirgawati

SEMOGA BERUNTUNG....
Jumat, 18 Maret 2016

[Blog Tour] Giveaway Winner : Gravity


Alhamdulilah, akhirnya seluruh rangkaian Blog Tour Metropop Gravity telah berakhir.

Terima kasih kuucapkan kepada Ci Rina Suryakusuma yang sudah memberikan kesempatan kepada Ky's Book Journal untuk mereview sekaligus mengadakan giveaway berhadiah Gravity. Alhamdulilah, tidak menyangka antusiasme peserta Giveaway kali ini sungguh besar sekali, sampai menembus angka 56 peserta dan postingan ini telah dilihat hampir 1500 viewers hingga saat ini. 

Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua, sekarang saatnya penentuan pemenang yang rasanya sungguh susah sekali, ingin rasanya bisa memenangkan semuanya, tetapi hanya boleh memilih 1 (satu) pemenang.

Dan pemenang yang beruntung adalah:

Rachmah Wahyu / @rachmah_wahyu

Jawaban:

Kenangan tak terlupakan bagi saya adalah saat pertama kali menolong partus seorang diri. Waktu itu saya sudah lulus dan magang di Bidan Prakterk Swasta di Sumberpucung. Sebenarnya saya sudah sering menolong partus tapi baru saat itu saya benar-benar sendiri, tanpa didampingi bidan saya karena bidan saya sedang kondangan.
Sebelum berangkat saya dan bidan saya melakukan pemeriksaan VT, pemeriksaan untuk mengetahui sudah seberapa dilatasi servis yang menjadi kunci perkiraan waktu persalinan. Saat itu si ibu baru pembukaan 3 cm dan his nya juga biasa saja, apalagi orangnya primigravida (baru pertama kali melahirkan) perkiraan kami si ibu baru akan melahirkan 3-7 jam lagi. Akhirnya bidan saya meninggalkan saya dan pergi ke kondangan beserta suaminya.
Satu jam kemudian, kontraksi rahim si ibu tiba-tiba meningkat, dan ketubannya pecah. Saat saya VT saya sanga kaget karena ternyata pembukaannya sudah hampir lengkap. Saya lantas mengirim sms pada bidan saya agar segera pulang, sementara saya mempersiapkan peralatan untuk menolong persalinan. setengah jam kemudian, si ibu merasa ingin meneran saat saya lihat kepalanya sudah crowning (muncul di depan vulva) sekitar 3-5 cm. Jika menunggu bidan saya tidak akan sempat, akhirnya si ibu saya pimpin untuk meneran. Si ibu sebenarnya juga tidak terlalu percaya pada saya karena saya masih muda dan masih mahasiswa. Tapi beliau tidak punya pilihan lagi karena hanya saya yang bisa menolong.
Setelah saya pimpin beberapa kali kepalanya lahir, tapi saat melahirkan bahu ternyata sangat sulit! Sambil membaca doa saya berupaya melahirkan bahunya, akhirnya bayi perempuan itu lahir seutuhnya dan menangis. Saya benar-benar lega sekali. Bayangkan saja jika terjadi apa-apa pada si bayi! Saya bisa mati juga... Sepuluh menit kemudian bidan saya baru datang saat saya sudah selesai melahirkan plasenta dan merawat si ibu.
Yah... itulah pengalaman tak terlupakan bagi saya. Saat itu saya merasa sangat bangga telah menjadi seorang bidan.

Selamat kamu menjadi pemenang Metropop Gravity, silahkan email alamat lengkapmu dan no.hp yang bisa dihubungi ke alamat email kikyavis@gmail.com :)
Rabu, 16 Maret 2016

[Blog Tour] Remember Amsterdam ------------- GIVEAWAY!!!!

Judul Buku : Remember Amsterdam
Penulis : Vira Safitri
Penerbit : GPU
Tebal : 368 Halaman
Terbit : Februari 2016

Amy Maycott sadar, menikahi seseorang yang tidak dicintai hanya akan membawa masalah. Itulah alasan mengapa ia harus menghentikan rencana pernikahannya dengan Ton van der Deen. Mungkin lebih tepatnya melarikan diri dari pernikahan itu. Pelarian Amy ke Amsterdam mempertemukan gadis itu dengan Liam Sparks, musisi muda yang sedang naik daun dan digilai fans. Sosok Amy yang kikuk dan misterius, membuat Liam tertarik menjadikan gadis itu tameng dari serbuan gosip media.

Perasaan Liam yang semakin kuat dan kenyataan bahwa Amy Maycott bukanlah gadis sembarangan, membuat Liam jadi mempertanyakan niatnya. Amy pun sadar bahwa ia tidak bisa selamanya melarikan diri. Ketika masa lalu dan masa depan bertarung di depannya, akankah Amy kembali lari dan menjauh dari kebahagiaan?

“Cinta itu abadi, tapi bisa berpindah ke hati yang lebih menghargainya.

--------------------
Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Kak Vira Safitri. Setelah sebelumnya, aku menikmati membaca New York After Rain, kali ini Kak Vira membawaku menelusuri Kota Amsterdam bersama Amy Maycott dan Liam Sparks.

Amy dan Liam awalnya hanyalah orang asing yang bertemu di bandara. Amy dan Liam sama-sama mempunyai tujuan penerbangan yang sama, Amsterdam tetapi dengan misi yang berbeda. Amy ingin bertemu dengan ibunya untuk membatalkan pertunangannya dengan Ton van der Deen sedangkan Liam ingin menonton konser Yann Tiersen, idolanya. Namun, kedatangan Liam ke Amsterdam membawa rumor ke media, bahwa Liam ingin bertemu dengan Irina, wanita yang pernah dekat dengannya dan sekarang bertunangan dengan sahabatnya.

Liam bukanlah pria biasa, Liam adalah seorang musisi muda nan berbakat yang banyak digilai oleh fansnya. Musiknya mempunyai tempat tersendiri di hati penikmatnya, namun Amy sama sekali tidak mengenalnya. Amy malah terusik dengan kehadiran Liam yang cukup menyita perhatian publik. Sayangnya,takdir berkata lain, beberapa insiden kecil membuat mereka bertemu lagi dan lagi, dan Amy tidak bisa menghindar.

Liam malah semakin tertarik dengan Amy karena penasaran dengan sosoknya yang seakan tidak peduli dengan pesona dan dirinya yang terkenal. Liam merasa menemukan wanita yang cocok untuk dijadikan pengalihan gosipnya dengan Irina.

Namun, kadang-kadang rencana hanyalah rencana.  Hubungan mereka pun semakin dekat dan mencair, Liam tidak lagi menganggap Amy sekedar tameng malah timbul rasa nyaman diantara keduanya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana nasib pertunangan Amy? Bagaimana hubungan Liam dan Irina?
“Cinta itu tak selamanya adil. Terkadang dia membuat kita berjuang melawan sesuatu yang sudah jelas tidak bisa kita menangkan. Lebih parah lagi, mampu membuat kita bahagia dan menderita pada waktu yang sama, bukan begitu?”
Kak Vira hadir kembali dengan karya terbarunya, Remember Amsterdam. Melalui novel ini, sebagai pembaca aku diajak berkenalan dengan sosok Liam dan Amy, dua orang asing yang bertemu di bandara. Dua orang asing yang awalnya tak saling mengenal dengan dua dunia yang berbeda. Insiden kecil yang memaksa mereka bertemu menghadirkan pertemuan-pertemuan lainnya yang mendekatkan mereka.

Aku suka dengan bagaimana Kak Vira mempertemukan Liam dan Amy yang tak biasa, kemudian interaksi pun bergulir. Bagaimana akhirnya Liam memaksa untuk mengikuti Amy kemana pun Amy pergi dan sedikit melupakan misi awalnya datang ke Amsterdam. Awalnya memang Liam sekedar ingin menjadikan Amy pengalih perhatian atas gosip yang beredar tentangnya, tetapi perlahan-lahan chemistry yang terbangun diantara keduanya menghadirkan percik-percik asmara yang sulit untuk ditolak.

Novel ini tidak hanya menyoroti hubungan Liam dan Amy saja, tetapi kisah percintaan mereka yang “belum selesai”. Bagaimana Liam akhirnya terjebak dengan tunangan Amy yang temperamental dan posesif, sebaliknya Amy harus menghadapi Irina, wanita yang pernah dekat dengan Liam yang cemburu akan kehadirannya. Tidak hanya itu, Kak Vira pun menghadirkan kisah keluarga Amy, tentang kedua orang tua Amy yang telah bercerai, yang membuat hubungan Amy dan ibunya sedikit berjarak. Sulit sekali bagi Amy maupun ibunya untuk saling mengerti masing-masing, padahal jika dilihat mereka saling menyayangi dengan caranya masing-masing.

Ada beberapa tokoh pendukung yang hadir dalam kisah Amy dan Liam, selain Irina maupun Ton, juga kedua orang tua Amy, dan semuanya punya perannya masing-masing yang mewarnai kisah ini. Aku suka interaksi yang dibangun diantara para tokoh, tidak sekedar muncul sesaat tetapi lebih memperkuat konflik yang ada.

Aku dibuat gregetan dengan sikap Liam yang kurang tegas terhadap Irina, begitu juga aku dibuat membenci Ton karena sikapnya yang temperamental dan suka main tangan. Aku suka sekali adegan saat ayah Amy menyelesaikan permasalahan Amy dan Ton, alih-alih memarahi bahkan menasihati, ayah Amy malah mencoba menceritakan kisah cintanya sendiri dan berharap Ton bisa belajar karenanya.
“Sebesar apa pun cinta yang kau miliki untuk seseorang yang tidak mencintaimu, segalanya akan sia-sia pada akhirnya.”
Banyak hal menarik dalam novel ini yang membuatku betah saat membacanya. Latar belakang pekerjaan Amy dan Liam juga menarik, aku suka sekali saat adegan mereka saling mengenalkan dunia seni yang sangat mereka cintai. Amy dengan lukisannya, dan Liam dengan musiknya, begitu memikat dan memorable sekali.

Setting Amsterdam yang dibangun pun cukup memanjakanku, tidak sekedar tempelan belaka. Penggambarannya cukup detail dan seakan-akan aku sedang menemani Liam dan Amy menjelajahi Amsterdam.

Walau memang awalnya novel ini terasa lambat sekali, tapi jangan khawatir kamu akan betah membacanya hingga akhir. Kak Vira mampu menghadirkan konflik demi konflik yang akhirnya berujung klimaks di akhir. Memang seperti novel romance pada umumnya, kamu akan bisa menebak akan dibawa kemana kisah ini, tapi aku yakin kamu akan tetap terhibur dengan kisah Liam dan Amy.

“Cinta dan pernikahan dua hal yang berbeda. Cinta berasal dari ketulusan hati, tapi pernikahan adalah belajar bertanggung jawab, mengatasi masalah bersama, dan membangun hubungan jangka panjang. Percayalah, kau tidak butuh cinta untuk melakukan hal-hal semacam itu.”
Overall, novel ini membuka pemahaman bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Ada kalanya, kita harus merelakan seseorang yang kita cintai untuk meraih kebahagiaannya sendiri.

----------GIVEAWAY TIME-------------


Aku punya 1 (satu) paket hadiah Remember Amsterdam, yang berisi:

- 1 (satu) buku Remember Amsterdam bertandatangan
- 1 (satu) book note Remember Amsterdam
- 1 (satu) mug Remember Amsterdam
- 1 (satu) bookmate

Caranya gampang banget loh:
1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia. 

2.Follow akun twitter @virasafitri dan @RizkyMirgawati kemudian share info GA ini dengan mention kami sertakan hastag #RememberAmsterdam

3. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect), G+ atau email 

4. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu:

Apa yang kamu bayangkan jika mendengar kata "Amsterdam"! 

5. Giveaway ini berlangsung dimulai sejak hari ini sampai tanggal 18 Maret 2016. 

SEMOGA BERUNTUNG....
Selasa, 15 Maret 2016

[Blog Tour] Giveaway Winner : Rindu yang Membawamu Pulang

Alhamdulilah, akhirnya Giveaway Rindu yang Membawamu Pulang telah berakhir.

Terima kasih kuucapkan kepada Kak Ario Sasongko yang sudah memberikan kesempatan kepada Ky's Book Journal untuk mereview sekaligus mengadakan giveaway berhadiah Rindu yang Membawamu Pulang. Alhamdulilah, tidak menyangka antusiasme peserta Giveaway kali ini sungguh besar sekali, sampai menembus angka 60 peserta dan postingan ini telah dilihat hampir 1300 viewers hingga saat ini. 

Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua, sekarang saatnya penentuan pemenang yang rasanya sungguh susah sekali, ingin rasanya bisa memenangkan semuanya, tetapi hanya boleh memilih 2 (dua) pemenang.

Dan pemenang yang beruntung adalah:

1. Kitty @womomfey

2. Estiy /@estiyuliastri

Selamat kamu menjadi pemenang Giveaway Rindu yang Membawamu Pulang, silahkan email alamat lengkapmu dan no.hp yang bisa dihubungi ke alamat email kikyavis@gmail.com :)
Senin, 14 Maret 2016

[Blog Tour] Giveaway Winner : My Pre-Wedding Blues


Alhamdulilah, akhirnya Blog Tour My Pre-Wedding Blues karya Anna Triana diblogku telah berakhir.

Terima kasih kuucapkan kepada Kak Anna Triana yang sudah memberikan kesempatan kepada Ky's Book Journal untuk mereview sekaligus mengadakan giveaway berhadiah My Pre-Wedding Blues. Alhamdulilah, tidak menyangka antusiasme peserta Giveaway kali ini sungguh besar sekali, sampai menembus angka 47 peserta dan postingan ini telah dilihat hampir 1000 viewers hingga saat ini. 

Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua, sekarang saatnya penentuan pemenang yang rasanya sungguh susah sekali, ingin rasanya bisa memenangkan semuanya, tetapi hanya boleh memilih 1 (satu) pemenang.

Dan pemenang yang beruntung adalah:

Ratih M / @Jju_naa

Selamat ya, kamu menjadi pemenang Blog Tour MY Pre-Wedding Blues di blogku, silahkan kirim data alamat lengkapmu dan no.hp yang bisa dihubungi ke alamat email kikyavis@gmail.com.

Yang belum beruntung, silahkan mencoba lagi di blog Kak Atria

[Blog Tour] Giveaway Winner : Secret of Heart


Alhamdulilah, akhirnya Blog Tour Secret of Heart di Ky's Book Journal telah berakhir.

Terima kasih kuucapkan kepada Byanca Sastra yang sudah memberikan kesempatan kepada Ky's Book Journal untuk mereview sekaligus mengadakan giveaway berhadiah Secret of Heart. Alhamdulilah, tidak menyangka antusiasme peserta Blog Tour kali ini sungguh besar sekali, sampai menembus angka 80 peserta (ternyata kalau tanpa pertanyaan lebih banyak yang minat :p) dan postingan ini telah dilihat hampir 2000 viewers hingga saat ini. 

Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua, sekarang saatnya penentuan pemenang yang rasanya sungguh susah sekali, ingin rasanya bisa memenangkan semuanya, tetapi hanya boleh memilih 1 (satu) saja pemenang. 

Berikut daftar list peserta Blog Tour Secret of Heart:
1.@tasyaamanda95
2.@ulfaminha
3.@riqzanainiee
4.@dabelyuphi
5.@nunaalia
6.@PidaAlandrian92
7.@cahyawid
8.@annsynd 
9.@yustrini2
10.@nyipenengah
11.@nuandryn
12.@Jkhoyul
13.@tewtrio87
14.@princessashr
15.@100995_E
16.@RaaChoco
17.@blogpostrizki
18.@realdianmrani93
19.@RosanaCahaya
20.@tyashc
21.@fira_yoopies
22.@tiarizee
23.@viniapurba
24.@p_ambangsari
25.@visca_Apr
26.@deradevalina
27.@Kuzuri87
28.@happyfamily27
29.@udonkumo
30.@Jju_naa
31.@veliashafa
32.@ekafap
33.@AiyumiJo
34.@ningty42
35.@ismaanw
36.@widy4_w
37.@maulfiafiffati
38.@wella_ND
39.@noeranggadilla
40.@Hi_Wkkie
41.@putripramaa
42.@eli_shearer
43.@Figho_20
44.@adehairini
45.@Kimol12
46.@womomfey
47.@cha_ichie
48.@dust_pain
49.@nAshari3
50.@jeruknipisanget
51.@Dinnaaa_27
52.@daisy_skys
53.@Arikun7
54.@santicar_
55.@falfanyfitri
56.@MukhammadMaimun
57.@lisyaann
58.@indriahr
59.@agstnwika
60.@estiyuliastri
61.@suciar_11
62.@DiasShinta
63.@jeenxee
64.@fazidaa
65.@TanyaFcsh
66.@Naafilahizzah
67.@kimfricung
68.@DiddySyaputra
69.@APradianita
70.@richoiko
71.@adrptri
72.@biblionervosa
73.@NelyRiyanti
74.@rinicipta
75.@n0v4ip
76.@rachmah_wahyu
77.@Sy_Ainaa
78.@Rohmahdg
79.@RatnaShinju2chi
80.@loveyouSF2

Dan pemenang yang dipilih mr.random:


Selamat ya @nyipenengah, kamu menjadi pemenang Giveaway Secret of Heart. Silahkan email data alamat lengkapmu dan no.hpmu yang bisa dihubungi email ke kikyavis@gmail.com.

Yang belum beruntung, jangan kecewa dulu ya, masih akan ada giveaway lainnya yang tak kalah menarik.

Sabtu, 12 Maret 2016

[Blog Tour] Gravity -------------- GIVEAWAY!!!!

Judul Buku : Gravity
Penulis : Rina Suryakusuma
Penerbit : GPU
Tebal : 328 Halaman
Terbit : Februari 2016
Cecilia selalu merasa ia dan Declan seperti magnet yang tarik-menarik, tetapi kecintaan Declan untuk traveling dan profesinya sebagai fotografer membuat pria itu sering meninggalkan Cee. Lama-kelamaan kehadiran Declan mulai terasa hanya sebatas suvenir, foto, dan pesan singkat.

Hingga suatu hari, pertemuan yang tak sengaja dengan Bernard, menggoyahkan Cee. Sang business analyst memesona hati Cee dengan sosoknya yang selalu ada ketika Declan selalu meninggalkannya. Dan, ketika Cee nyaris yakin dengan perasaannya terhadap Bernard, Declan kembali mencoba memenangkan hati Cee.

Cee bimbang, namun seperti gravitasi, semua orang yang sudah digariskan ada dalam hidupmu, akan selalu kembali padamu. Tapi benarkah akan selamanya seperti itu?

----------------
"It takes two to tango. It takes two to love. It take two to make the relationship work."
Selama ini Cecilia sudah cukup nyaman dengan hubungannya dengan Declan. Walau tak pernah ada komitmen diantara mereka, Declan selalu kembali di sisinya. Hubungan mereka seperti magnet yang senantiasa tarik menarik.Sebagai seorang photo editor, Cecilia sangat menyukai foto-foto yang bagus dan indah, dan Declan selalu bisa diandalkan menghadirkan foto-foto yang dibutuhkan dan diinginkannya, hasil petualangannya berkeliling dunia. Declan adalah seorang fotografer sekaligus traveler sejati. Pertemuan mereka bisa dihitung dengan jari bahkan berlangsung amat singkat, Declan selalu datang dan pergi sesuka hatinya. Ketika suvenir, foto dan pesan singkat hanya menjadi sebuah kebiasaan, bukan lagi sebuah kebahagiaan, apa yang terjadi?
"Tidak ada orang sibuk, Cee. Waktu orang mengatakan padamu bahwa mereka sibuk, itu bukan mengacu pada jadwal mereka, melainkan pada urutan prioritas mereka."
Hingga suatu hari, tanpa sengaja Cecilia bertemu dengan sosok Bernard, seorang business analyst. Seorang pria yang sungguh berbeda dengan Declan. Bernard tidak bisa menghasilkan foto seindah Declan, tidak juga terlalu tampan, tapi Bernard selalu ada. Bernard juga bisa memberikan perhatian, cinta bahkan komitmen untuk Cecilia, manakah yang akan dipilihnya?
Bernard dan Declan memang dua pria yang berbeda. Cecilia benci harus mengakui bahwa saat ini ia tak dapat memutuskan siapa di antara pria itu yang lebih menarik hatinya. Apakah Declan dengan kamera dan ajakannya yang impulsif, atau Bernard yang stabil dengan ciumannya di taman, serta Docar.
Mba Rina kembali hadir dengan karya terbarunya, Gravity. Kali ini Mba Rina mencoba menghadirkan sebuah kisah cinta segitiga, antara seorang wanita yang kebetulan sedang dekat dengan 2 pria sekaligus. 2 pria yang sungguh berbeda latar belakang. Pilihan akan terasa sulit ketika keduanya punya kelebihan masing-masing. Cecilia yang harus memilih diantara mimpi atau realita? Menetap atau bertualang, dan semuanya terasa sulit untuk dipilih.
"Sesuatu yang selalu kaucari, kadang datang ketika kamu sudah tidak menginginkannya lagi. Ketika penantianmu akhirnya tiba, biarpun hanya sekelumit, tetap ada rasa bahagia. Gembira ketika kamu tahu, bahwa untuknya, kamu pun memiliki arti."
Tidak hanya tentang cinta, Mba Rina pun menghadirkan sebuah kisah drama keluarga yang cukup menguras emosi. Cecilia yang akhirnya tahu mengenai jati dirinya sesungguhnya, tentang ingatan masa kecilnya yang samar-samar dan terungkapnya rahasia masa lalu. Disinilah butuh jiwa yang besar bagi Cecilia untuk menerima kenyataan dan memaafkan masa lalu.
"Aneh bagaimana pikiran manusia bisa begitu kuat membentengi kenangan yang tak pernah ingin mereka ingat. Kenangan yang ingin mereka enyahkan dari hidup mereka selamanya. Ketika akhirnya mereka mampu mengingat, ada beberapa bagian yang tetap tak bisa mereka munculkan kembali. Dan mungkin selamanya bagian itu akan tetap menjadi misteri."
Awalnya aku tak menyangka Cecilia punya hidup yang cukup rumit, permasalahan keluarga dan cinta yang tentunya membuat Cecilia kebingungan menentukan pilihannya. Aku sempat berpikiran bahwa Cecilia *jahat* terhadap sepupunya, tetapi saat mengetahui alasannya aku jadi terharu terhadap Cecilia dan ingin memeluknya.

Setiap karakter dalam novel ini sangat menarik, memberikan warna tersendiri bagi kisah ini. Kehadiran Declan dan Bernard dalam kehidupan Cecilia sungguh menarik, aku pun jika berada dalam posisi Cecilia akan bingung memilih. Jika disuruh memilih, aku pasti akan memilih Bernard, seseorang yang selalu ada di sampingku.^^

Overall, aku sangat menikmati kisah Cecilia. Melalui kisah ini kita akan menyadari bahwa kita akan selalu dihadapkan pilihan-pilihan dalam hidup. Pilihan dengan konsekuensi dan risiko masing-masing, termasuk dengan siapa kita akan menjalin komitmen. Semuanya terasa manusiawi dan mengalir sekali, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya.

Jika kamu sekarang sedang dilema menentukan pilihan atau membutuhkan sebuah kisah romance yang bisa membuatmu gregetan sendiri saat membacanya, aku rekomendasikan novel ini untukmu. Selamat jatuh cinta!!!!
"Hidup tidak melulu tentang impian indahku. Hidup bukan hanya tentang masa lalu, atau tentang petualangan dan liburan. Hidup lebih daripada itu. Hidup adalah tentang masa depan, dan dengan siapa hatiku ingin tinggal."
"Kita tidak bisa selalu pergi dan pergi. Hidup tidak hanya tentang perjalanan. Hidup juga tentang menetap dan berakar, membentuk tunas-tunas baru."
For me, you're my gravity. Kamu selalu menarikku kembali. No matter which path I choose, there's always something that leads me back to you."
-----------GIVEAWAY TIME-------------

 

Aku punya 1 (satu) eksemplar gratis Gravity ney, caranya gampang banget loh:

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia. 

2.Follow akun twitter @Rinasuryakusuma dan @RizkyMirgawati kemudian share info GA ini dengan mention kami sertakan hastag #MetropopGravity

3. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect), G+ atau email 

4. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu:

Share dunk, 1 kenangan terindahmu yang sulit untuk kamu lupakan!!!

5. Giveaway ini berlangsung dimulai sejak hari ini sampai tanggal 17 Maret 2016. 

SEMOGA BERUNTUNG....
Jumat, 11 Maret 2016

[Blog Tour] My Pre-Wedding Blues --------- GIVEAWAY!!!!

Judul Buku : My Pre-Wedding Blues
Penulis : Anna Triana
Penerbit : Elex Media
Tebal : 272 Halaman
Terbit : Februari 2016

Kejujuran tak selalu jadi jawaban paling benar saat hati dan perasaan banyak orang yang jadi taruhan 

Candace dan Abim sepakat menikah. 

Candace siap menjadi tua bersama Hans, Abim mau menemani Aira sepanjang hidupnya. 

Sepasang sahabat beda gender dari bayi ini yakin, mereka bisa menjalani kehidupan rumah tangganya kelak. 

Tapi, saat persiapan pernikahan hampir sempurna, rasa takut kehilangan mengambil alih keyakinan mereka. 

Abim merasa Candace takkan bisa jadi teman traveling terbaiknya lagi. Candace juga sadar, Abim akan sulit ia jadikan tempat berkeluh kesah seperti biasa. n 

Bagaimana mereka menghadapi pre-wedding blues ini? 

Apakah Hans dan Aira mampu menerima kejujuran hati Abim dan Candace? 

----------------

"Kejujuran tak selalu menjadi jawaban paling benar. Apalagi dalam kasusnya, saat hati dan perasaan banyak orang yang menjadi taruhan."
Ini tentang sepasang sahabat, Abim dan Candace. Rumah yang berdekatan dan usia yang hampir sama, membuat mereka dekat sejak kecil. Walaupun hubungan mereka kadang-kadang dipenuhi dengan saling ledek bahkan tak dipungkiri pertengkaran-pertengkaran kecil mewarnai persahabatan mereka, mereka sama-sama nyaman satu sama lain. Hal ini berlanjut hingga mereka dewasa, mereka sering menghabiskan waktu bersama, salah satunya di rumah pohon, tempat penuh kenangan dan saksi mereka tumbuh bersama.

Bersama Abim, Candace sering melakukan travelling ke berbagai penjuru dunia. Abim dan Candace punya Bucket List of Travelling yang harus mereka selesaikan sebelum mereka menikah. Sejauh ini hubungan Abim dan Candace murni persahabatan, mereka masing-masing punya kekasih yang mengerti dan memahami persahabatan mereka. Sayangnya, mereka tak pernah tahu takdir berkata lain...

Ketika akhirnya Hans, kekasih Candace melamar Candace dan Abim akhirnya memutuskan untuk melamar Aira, mengapa semua menjadi berbeda? Kenapa bukannya bahagia yang dirasakan, tetapi ada semacam perasaan yang mengganjal di keduanya? Keraguan kah atau sekedar pre-wedding blues menjelang pernikahan? 

Abim dan Candace pun memutuskan untuk melakukan travelling untuk terakhir kalinya sebagai sepasang sahabat dengan status single, karena ke depannya setelah menikah otomatis mereka tidak akan bisa sebebas ini kembali. Melihat Bucket List of Travelling mereka, rasanya tak mungkin berkunjung ke tempat yang terlalu jauh, akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali mengunjungi Karimun Jawa. Mereka tak pernah tahu, Karimun Jawa akan menjadi awal dari semua kisah yang membolak-balikkan perasaan mereka satu sama lain...
"Nikah itu kan komitmen seumur hidup. Saat lo ikhlas buat ngejalanin sisa hidup lo dengan nggak lagi egois karena diri lo bukan lagi milik lo sendiri."
Ini pertama kalinya aku membaca tulisan Anna, tema yang diangkat seputar sahabat jadi cinta yang sudah biasa sekali kita temui di novel-novel lainnya. Mungkin sudah banyak yang bisa menebak akan berakhir seperti apa kisah ini. Tapi, aku berani jamin, kamu tak akan kecewa sama sekali dengan kisah Abim dan Candace.

Walau Anna mengangkat kisah yang cukup mainstream ini, Anna bisa merajut sebuah kisah yang menarik. Gaya bahasa yang sederhana, tidak berlebihan dan mengalir lancar. Aku bisa merasakan betapa dekatnya Abim dan Candace, chemistry mereka terbangun dengan sangat baik sekali. Bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain, sayangnya kadang-kadang orang lain memang lebih peka dengan perasaan dibandingkan kedua sahabat ini.

Aku suka bagaimana Anna membuat konflik memuncak, ketika Abim dan Candace pada akhirnya tak kuasa membendung perasaan yang ada. Posisi mereka sungguh serba salah, karena ada banyak orang yang akan tersakiti, khususnya pasangan masing-masing. Apalagi ketika pernikahan sudah di ujung mata, apa yang akan mereka pilih???
"Lo tahu nggak apa kesalahan terbesar yang biasa dilakukan sama sahabat beda gender?
Terlalu takut buat menyatakan cinta karena nggak mau ngerusak persahabatan mereka. Hal yang sebenarnya justru membuat kalian saling menyiksa cuma gara-gara kebentur sama satu kata, sahabat."
Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Candace dan Abim. Keraguan saat akan melangkah ke gerbang sebuah pernikahan itu hal yang biasa dan manusiawi sekali, segala pertanyaan apakah he/she is the one itu sudah hal yang umum. Namun, Abim dan Candace berbeda, mereka ternyata tidak cukup peka butuh sebuah dorongan yang menyadarkan mereka arti satu sama lain. 

Anna memang memfokuskan kisah ini tentang persahabatan Abim dan Candace hingga perkembangan hubungan mereka pasca mereka bertunangan dengan kekasih masing-masing. Keraguan dan rasa takut kehilangan yang hadir mewarnai kisah ini. Hans maupun Aira sebagai pasangan memang tidak terlalu dieksplor lebih jauh, karena fokus utama terhadap Candace dan Abim.

Banyak hal menarik dalam novel ini, salah satunya liburan ke Karimun Jawa yang menjadi titik balik hubungan keduanya. Karena baca novel ini aku jadi kepengen berlibur kesana juga, kayaknya seru juga tidur di tenda alih-alih di penginapan.^^

Overall, novel ini menunjukkan kepada kita bahwa perasaan tidak bisa dibohongi dan cinta tak pernah salah. Ada risiko di setiap perbuatan dan memang tetap harus memilih semenyakitkan apa pun keputusan itu.

Kalau kamu menyukai kisah cinta seputar persahabatan, bisa mencoba membaca novel ini.

----------------GIVEAWAY TIME-------------


Aku punya 1 (satu) eksemplar gratis Pre-Wedding Blues ney, caranya gampang banget loh:

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia. 

2.Follow akun twitter @annatriana_anna dan @RizkyMirgawati kemudian share info GA ini dengan mention kami sertakan hastag #MyPreWeddingBlues

3. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect), G+ atau email 

4. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu. 

Mana yang lebih kamu pilih, kejujuran walau menyakitkan atau membohongi perasaanmu sendiri demi kebaikan bersama? Mengapa?

5. Giveaway ini berlangsung hanya 3 (tiga) hari, dimulai sejak hari ini sampai tanggal 13 Maret 2016. 

Semoga beruntung!!!!!!
Rabu, 09 Maret 2016

[Book Review] Rindu yang Membawamu Pulang --------- GIVEAWAY!!!!

Judul Buku : Rindu yang Membawamu Pulang
Penulis : Ario Sasongko
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 232 Halaman
Terbit : Oktober 2015
Kita pernah berhenti di persimpangan jalan yang hampir membuat kita menyerah. Berkali-kali aku mencoba menepismu, menamaimu cinta yang tak tentu arah.

Benarkah kita tak bisa memberi kesempatan pada sesuatu yang tak akan pernah sama? Aku tak paham banyak tentang cinta, tetapi bukankah kita hanya perlu merasakannya?

Mereka bertemu di antara perbedaan. Bagi Gun dan Ling, cinta tak pernah mudah dimengerti. Tidak juga mudah dimiliki. Bertahan dalam ketidakpastian membuat mereka ingin menyerah walau tak pernah sanggup saling melepaskan. Atas nama dua hati yang saling mencintai, keduanya berpegang pada janji yang tak sempat terucap. Bentangan jarak dan waktu bukan halangan. Rindu akan membawa pulang. Namun, masih cukupkah rindu yang mereka miliki?

-------------------
"Sejak kapan manusia mulai mementingkan perbedaan, Ling? Mengapa manusia kini mengambil perkara dari beda warna kulit, beda asal nenek moyang, beda keyakinan? Bumi ini hanyalah tempat yang kecil, Ling. Tak bisa kita semua hidup bersama dan menjadi satu?"
Sudah lama aku penasaran dengan novel ini, karena rating dan membaca review yang positif tentang novel ini. Alhamdulilah, akhirnya kesempatan itu datang juga, aku langsung buru-buru membacanya dan rasa penasaranku tuntas dalam beberapa jam saja.

Novel ini menarik, dari segi ide aku suka sekali. Penulis cukup pandai merajut kisah Gun dan Ling, kisah cinta yang tak biasa antara pria Bumiputera dan wanita Tionghoa. Kisah cinta yang tentunya di zaman itu sungguh merupakan cinta terlarang, cinta yang terlalu banyak tantangan untuk bersatu.

Aku suka bagaimana penulis membawaku ke zaman 1920an dimana Indonesia masih belum merdeka, tentang pikiran Bumiputera dan Orang Tionghoa yang ingin terbebas dari kekangan penjajah Belanda saat itu. Bagaimana akhirnya mereka saling bersinggungan, dan ada bunga-bunga cinta yang hadir.

Ini tentang kisah Gun, seorang Bumiputera dan Ling, seorang gadis Tionghoa. Sejak melihat Ling di trem gerbong kelas 2, Gun sudah tertarik sekali dengan sosok Ling yang memukaunya sejak pandangan pertama. Gun sungguh penasaran dengan sosok Ling yang ditemuinya di trem, sehingga Gun nekat membuntuti kemana pun Ling pergi, yang berakhir di sebuah Toko Kereta Angin "Liem". Ternyata Ling setiap hari akan datang ke toko tersebut, Gun pun berpikir bagaimana caranya biar bisa berkenalan dengan sosok yang telah menarik hatinya itu.

Gun sama sekali tak punya kereta angin (sepeda), akhirnya Gun pun meminjam kepada Masmun, salah satu temannya. Gun ingin sekali ada alasan berkunjung ke Toko Liem sekaligus ingin bertemu lagi dengan Ling.

Seperti kata pepatah, cinta hadir tak pernah diduga, bisa kapan saja dan kepada siapa saja kita tak akan tahu. Itulah yang terjadi kepada Gun, yang seketika terpukau dengan seorang gadis Tionghoa yang ditemuinya di trem, yang menimbulkan getar-getar hangat dan membuatnya penasaran ingin kenal dekatnya.

Berkat kereta angin pinjaman dari Masmun itulah, pintu perkenalan dengan Ling terbuka. Awalnya Lin enggan menanggapi Gun, tetapi perlahan-lahan interaksi keduanya mencair. Gun dan Ling pun sering bertemu dan sering berdiskusi mengenai perjuangan mereka untuk status Bumiputera dan Tionghoa sejajar dengan Gubernemen yang berkuasa saat itu.

Perlahan-lahan hubungan mereka saling dekat, chemistry yang dibangun terasa sekali, banyak adegan manis yang terasa memorable sekali, salah satunya saat Gun menyatakan cintanya saat mereka berdansa di jalanan ditemani alunan lagu dari pemusik STOVIA.

Sayangnya jurang perbedaan sungguh terasa, bisakah Gun dan Ling menjembatani perbedaan yang ada dan bisa sama-sama memperjuangkan status bagi kelompoknya?
"Persatuan itu harusnya tak memandang golongan, suku atau agama. Tujuan persatuan justru untuk menyatukan segala perbedaan itu."
Membaca novel ini seperti mengulang sejarah, tetapi dari kacamata yang berbeda. Sebagai sebuah novel debut, penulis menghadirkan kisah romansa yang sungguh menarik. Isu perbedaan dan diskriminasi yang hadir antara Bumiputera dan Tionghoa, perjuangan untuk meraih kemerdekaan, yang berbuah Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda. Semua menyatu menjadi sebuah kisah yang sungguh menarik untuk diikuti.

Gun dan Ling menjadi salah satu pasangan yang saling melengkapi. Pemikiran-pemikiran mereka sungguh kritis dan chemistry mereka dibangun cukup baik. Di tengah perbedaan yang hadir, Gun dan Ling tak bisa membendung ketika cinta berbicara. Namun, ketika kenyataan yang berbicara, mereka pun harus realistis.
"Jika kau disana itu jatuh cinta, kuharap kau pilihlah dengan bijak. Nasib memang membentuk pikiran, tapi pikiran belum tentu mengubah nasib."
Memang ada beberapa typo yang kutemui, tapi aku tetap menikmati saat membaca debut penulis ini. Namun, memang ada beberapa istilah yang jujur agak asing di telinga, yang alangkah baiknya jika dibuatkan catatan kaki sendiri.

Overall, kalau kamu mencari kisah cinta terlarang, antar 2 budaya yang berbeda dan membuatmu bisa mengenang sejarah, aku rekomendasikan buku ini untukmu. 
"Cinta kita telah memberikan banyak hal dan mengajarkan kita untuk saling memiliki dengan cara yang lain."
----------GIVEAWAY TIME-------------

Aku punya 2 (dua) eksemplar gratis Rindu yang Membawamu Pulang untuk kamu yang beruntung, caranya gampang banget loh:

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2.Follow akun twitter @thesasongkoo dan @RizkyMirgawati kemudian share info GA ini dengan mention kedua akun diatas sertakan hastag #RinduyangMembawamuPulang

3. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect), G+ atau email

4. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, dengan format nama, akun twitter, link share, jawaban:

Bicara tentang rindu, siapa orang yang paling kamu rindukan saat ini? Mengapa?

5. Giveaway ini dimulai hari ini sampai tanggal 12 Maret 2016. Pengumuman pemenang paling lambat 3 hari setelah Giveaway ini berakhir ya.
Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design