Kamis, 12 Januari 2017

[Blog Tour] If You Come Back -------------- GIVEAWAY!!!!!

Judul Buku : If You Come Back
Penulis : Evril
Penerbit : Elex Media
Tebal : 384 Halaman
Terbit : November 2016
Enam tahun, Halim Perdana Kusuma selalu percaya bahwa dirinya membenci Mahira, mantan istrinya. Namun, ketika takdir kembali mempertemukan mereka, Halim yakin ada yang salah dengan dirinya. Benci tidak cukup kuat untuk menahan Halim agar tidak mengikuti perempuan itu hingga ke rumahnya—rumah mereka di masa lalu. Jelas itu keputusan yang salah, karena kenekatan itu justru berujung pada pertemuannya dengan Gara, anak laki-lakinya, yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Siapa sangka, kehadiran bocah itu bisa mengubah segalanya. Termasuk membuka rahasia penyebab perpisahan Halim dan Mahira.


------------------------
"Apa yang akan orang lain pikirin kalau melihat dua orang yang bukan suami-istri  tapi tinggal di satu atap yang sama?" (Halaman 156)
Mahira dan Halim dulunya adalah sepasang remaja yang menikah karena dijodohkan. Keduanya dijodohkan oleh kakek masing-masing dan akhirnya melangsungkan pernikahan saat mereka masih di tingkat terakhir SMA.

Awalnya mereka layaknya pasangan yang baru menikah, karena dijodohkan hubungan mereka pun tidak bisa dikatakan baik, mereka sama-sama merasa terpaksa dengan pernikahan keduanya. Awal pernikahan mereka diwarnai dengan aura kebencian dan permusuhan, karena merasa masa remajanya terenggut begitu saja. Namun, siapa menyangka bahwa benih-benih cinta hadir diantara keduanya seiring berjalannya waktu? Keduanya menyadari mereka saling jatuh cinta satu sama lain.

Hingga kemudian Halim harus melanjutkan pendidikannya di Inggris dan mereka pun harus menjalani hubungan Long Distance Marriage. Jauhnya jarak tidak menghalangi mereka untuk menjalani hubungan pernikahan mereka. Sayangnya, badai datang begitu cepat di usia pernikahan mereka yang masih sangat muda. Halim terbukti berselingkuh, dan Mahira pun merasa dikhianati. Singkat kata, mereka akhirnya bercerai. Walau Halim masih berusaha untuk mempertahankan pernikahan mereka.

6 tahun berlalu, tanpa komunikasi diantara keduanya. Hingga suatu hari tak sengaja Halim bertemu kembali dengan Mahira, mantan istrinya. Betapa kagetnya Halim ketika mengetahui bahwa Halim punya Gara, buah hati hasil pernikahan mereka sebelumnya. Hal yang baru diketahuinya saat ini.

Awalnya Halim tak percaya, tapi tak ada yang bisa meragukan bahwa Gara benar-benar putra kandungnya. Halim pun ingin dekat dengan Gara, sedangkan Mahira masih agak ragu berurusan kembali dengan Halim. 

Tak disangka, interaksi Halim dan Gara, membuat segala kenangan masa lalu kembali menyeruak. Padahal di lain sisi, Halim sudah punya Anna, kekasihnya. Tapi Halim pun tak kuasa membendung pesona Mahira terhadapnya.
"Ternyata dicintai oleh dua orang itu bisa  membuat stres, apalagi jika dua orang yang mencintai kita melamar kita dalam waktu yang bersamaan, dobel stres." (Halaman 285)
Mahira sendiri pun ragu dengan perasaaannya terhadap Halim. Apalagi tiba-tiba Cakra, sahabatnya melamarnya di saat yang bersamaan dengan Halim. Apa yang harus dipilihnya? 
Akankah ada kesempatan kedua untuk Halim dan Mahira bersatu? Atau memang kisah mereka sudah berakhir sejak perceraian keduanya? Siapa yang dipilih Mahira, Cakra atau Halim? 
"Dengan segala ketegaran dan kemandiriannya, perempuan  itu pasti berpikir  berulang-ulang  untuk menerimanya. Tapi setegar dan semandiri apapun perempuan, mereka pasti akan lebih aman  dalam perlindungan  laki-laki yang mencintainya, bukan?" (Halaman 254)
Akhirnya berhasil juga menamatkan novel ini. Sebuah debut yang cukup menyenangkan untuk diikuti. Apalagi ini tentang kisah pernikahan, tema yang selalu menjadi favoritku :D

Namun, agak berbeda dari kisah-kisah pernikahan yang pernah kubaca. Novel ini mencoba mengangkat kisah pasangan mantan suami-istri pasca perceraian keduanya. Kisah yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, karena tak menutup kemungkinan ini pernah terjadi dengan orang-orang di sekitar kita.

Dari segi ide cerita sederhana tentang pengkhianatan dan kesempatan kedua. Awalnya aku penasaran apa yang terjadi di masa lalu dengan pernikahan Halim dan Mahira, alasan apa yang membuat keduanya harus bercerai dan memutuskan mengakhiri pernikahan mereka. 

Kisah bergulir dengan lancar, aku seakan diajak mengenal kehidupan Halim, juga Mahira. Bagaimana pertemuan mereka kembali, dan hadirnya Gara yang menyemarakkan kehidupan keduanya. 

Aku salut dengan Mahira yang bisa tetap survive membesarkan Gara seorang diri selama 6 (enam) tahun tanpa bantuan siapa pun. Aku bisa memaklumi kenapa Mahira begitu ragu untuk melangkah kembali membangun hubungan apalagi menikah. Lamaran Cakra dan tawaran Halim untuk rujuk kembali juga membuatnya dilema memilih. Hal yang terasa manusiawi sekali. Aku bisa memahami jika Mahira trauma dengan pernikahannya terdahulu, apalagi perpisahannya karena permasalahan dari pihak pasangan. 

Jika aku berada di posisi Mahira pun sulit rasanya untuk menerima kembali mantan suami yang pernah berselingkuh. Tentunya tidak mudah. Walaupun akhirnya aku tahu ada penjelasan di balik semuanya, tetap saja sulit rasanya menerima semuanya. Tetapi, kita gak pernah tahu bagaimana takdir bekerja khan?

Aku bisa merasakan chemistry yang terbangun di antara Halim, Mahira dan Gara. Apalagi interaksi Gara dan Halim itu begitu natural dan membuatku kadang-kadang tersenyum-senyum sendiri. Gara hadir mewarnai kehidupan Mahira dan Halim, dan tidak bisa dipungkiri bahwa perpisahan bukan berarti memutus hubungan anak ke ayah/ibunya. Karena tidak ada namanya mantan anak.

Seperti sebuah kisah fiksi lainnya, aku memang bisa menebak kemana kisah ini akan berakhir. Tetapi percayalah, kamu tidak akan bosan saat membacanya.

Novel ini sangat kurekomendasikan buat kamu yang sudah menikah atau merencanakan pernikahan, karena kamu akan belajar bahwa komunikasi, kepercayaan dan keterbukaan itu sangat penting diantara pasangan. Jangan sampai kesalahpahaman membuat pernikahan yang kamu bangun hancur begitu saja.

Walau termasuk novel dewasa dengan tema pernikahan, tetapi masih bisa dibaca oleh siapa saja karena tidak ada adegan dewasa kok.

--------------GIVEAWAY TIME---------------


Aku punya 1 eks gratis novel If You Come Back untuk 1 (satu) orang yang beruntung. Caranya:

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow salah satu media sosial kami:

- twitter @RizkyMirgawati dan @elexmedia share info GA ini dengan mention kami sertakan hastag #IfYouComeBack

- instagram @rizkymirgawati dan @evrilproject kemudian repost/reshare info giveaway yang aku bagikan di akun instagramku jangan lupa tag aku dan @evrilproject sertakan hastag #GAIfYouComeBack

3. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar, dengan format nama, akun twitter/instagram, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu:

Kamu tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak? Share yuk!!!!!

6. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 16 Januari 2017

Semoga beruntung!!!!

********UPDATE*********

Saatnya memilih 1 (satu) nama yang beruntung, dan dia adalah:

Siti Nihlatul Fuadah / @nihlahfuadah

Selamat buat pemenang, silahkan DM aku di twitter Nama, Alamat Lengkap dan No.hp yang bisa dihubungi untuk pengiriman hadiahmu ya :)

65 komentar:

  1. Nama : Aenun Nasyifa Z.A.
    twitter : @AenunNasyifaZA
    domisili : Tegal,Jateng
    Link Share : https://twitter.com/AenunNasyifaZA/status/819421896508702720

    sangat sulit memberikan kesempatan kedua mengingat rasa sakit yang dia timbulkan dan luka yang tak kunjung mengering. namun, waktu membuat luka dan sakit itu sembuh dengan sendirinya dan memberinnya kesempatan kedua menjadi tidak sulit bagiku. karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya dan membuktikan dirinya layak mendapatkan hatiku kembali dan menyambung cerita lama yang sempat terhenti.

    BalasHapus
  2. Nama ; Siti Fatimah
    @fatimah2091
    Lubuklinggau, Sumsel

    https://twitter.com/fatimah2091/status/819426229191180288

    Aku tipe yang memberi kesempatan kedua, sesakit apapun itu menurut ku kesalahan pertama adalah ketidaksegajaan / ketidak tahuan namun jika dikesempatan kedua kembali terjadi maka aku benar2 melepaskan dan melupakan krn bagiku kesalahan yang sama adalah kesalahan yg tak bisa dipertahankan

    BalasHapus
  3. Nama: Feby Aulia Ayundita
    Twitter: @febyaulia316
    Domisili: Bogor tengah

    Ya. Aku tipe orang yang suka memberikan kesempatan kedua. Kenapa? Karena orang yang bersalah masih bisa kok diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki dirinya dan mungkin juga hubungan aku dan dia. Walau udah nyakitin tapi apa salahnya memberikan orang lain kesempatan kedua? Allah juga maha pemaaf masa kita yang hanya manusia gamau memberikan maaf dan kesempatan😊.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Nama : Farah Chairinisa
    Twitter : @Farah_Faraaaaah
    Instagram :Chairinisa_farah
    Domisili : Tangerang Selatan , Banten
    Link Share Twitter : https://twitter.com/farah_faraaaaah/status/819478474679197696
    Link Share IG : https://www.instagram.com/p/BPKNMWqAfup/?taken-by=ini.akunspamgue_temanteman

    Jawaban :
    Ya karna menurut gue sih ka apa salahnya memberikan kesempatan kedua buat orang yang dulunya telah melakukan kesalahan kepada kita ? seberapa kesalahan yang pernah dilakukan pun tetap saja kita harus memaafkan maha pencipta kita (manusia) saja mau memaafkan kesalahan kita dan memberi kesempatan kedua buat kita untuk memperbaiki dan belajar dari kesalahan yang telah diperbuat apalagi kita sesama manusia masa untuk memberikan kesempatan kedua buat orang lain yang bisa saja dengan kita memberikan kesempatannya itu bisa buat orang itu menyesali kesalahannya dan belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terulang lagi(:

    BalasHapus
  6. Rosa Claudia Rosidi
    @RosaClaudia_R (Twitter)
    Jombang, Jawa Timur.
    https://twitter.com/RosaClaudia_R/status/819483544795783168

    Tidak.
    Bagiku kalau dia sudah melakukan sesuatu yang menyakiti hati dan perasaan ku sangat sulit untuk memberikan kesempatan kedua. Karena, lebih baik aku tidak memberikan kesempatan kembali dan berhenti berharap lebih.
    Prinsip ku, kalau sudah ya sudah. Berarti cukup sampai disini! Meskipun terkesan angkuh tapi inilah pilihan saya sekarang karena aku tak ingin kembali terluka. Meskipun sikap orang bisa saja berubah, tapi utk sekarang aku memilih utk "Tidak memberikan kesempatan kedua"

    BalasHapus
  7. Nama: Lina Ernawati
    Twitter: @Linaernaw
    Instagram: @linaern
    Link share twitter:
    https://twitter.com/Linaernaw/status/819487801150357508
    Link share instagram:
    https://www.instagram.com/p/BPKSU8NlFN_/
    Domisili: Tangerang

    Tergantung dari perasaan saya terhadap dia. Jika kesalahan yang dia lakukan membuat perasaan saya memudar dan dengan berakhirnya hubungan kami membuat saya menjadi lebih nyaman, maka saya tidak akan memberikan kesempatan kedua kepadanya walaupun dia berjanji akan berubah. saya tidak ingin memaksakan hati saya dan saya juga tidak ingin mengecewakan dia nantinya. Tapi jika saya masih sangat mencintainya, saya akan mencoba menerima konsekuensinya nanti dengan memberikan kesempatan kedua untuknya.
    Bagaimana pun hati lah yang berperan penting dalam sebuah hubungan.
    kesempatan kedua itu ada untuk hati yang ditakdirkan bersatu.
    Kesempatan kedua itu ada untuk hati yang pantas menerimanya.

    BalasHapus
  8. Nama: siti nihlatul fuadah
    Instagram:@nihlafuadah
    Domisili: Tangerang
    Link share: aku ga tau caranya bagi link itu kayak gimana.


    Jujur, cerita Mahira sama Halim nusuk banget pas baca review dari kaka. Soalnya, aku ngalamin itu,umurku 17 sekarang. Tapi, udah terlibat perjodohan. Sesek ka, mati-matian aku nahan rindu hampir 6 tahun buat orang yang aku tunggu sampe aku ga pernah punya pasangan sama siapapun. Nahan hatiku untuk satu orang itu. Tapi ketika orang itu udah ada didepan mata aku sekarang, dia telat. Aku sudah disibukkan sama perjodohan. Dan rasanya....... entahlah!! Aku lebih suka menyelami cerita hidup orang lain, dibanding hidupku sendiri.. dan semoga saja cerita Halim-Mahira bisa sedikit menginspirasiku menjalani perjodohan ini dengan ikhlas dan memandang harapanku yang dulu sebagai ujian dan masa lalu.

    Ka, tentang kesempatan kedua untuk pasangan itu, aku sih tergantung keadaan. Jika alasan seseorang kembali itu meyakinkan. Dan alasan perginya dulu memang bukan sebuah keburukan atau kebohongan. Aku bisa bilang iya pada kesempatan itu.

    Tapi, jika dia datang dan pergi dulu karna sebuah alasan yg menyesakkan dan menyakitkan. Aku harus fikir panjang. Karna manusia yg berakal tidak mau jatuh kelubang yg sama untuk kedua kalinya bukan?

    BalasHapus
  9. Nama: A'imatul latifah
    Akun twitter: @Aim_La27
    Link share: https://mobile.twitter.com/Aim_La27/status/819518290074562561?p=v
    Domisili: Tuban

    Tidak ada yang salah dengan kesempatan kedua.
    Karena kita tidak pernah tau kapan dan bagaimana takdir kehidupan kita.
    Ini soal cinta. Terkadang yang mustahil terjadi bisa saja terjadi dan nyata. Yang asalnya benci, bisa berubah jadi cinta. Yang asalnya cinta bisa jadi benci. Apalagi kalau awalnya cinta, pernah menjadi bagian dari orang specialnya.
    Jadi aku? Aku akan lebih memilih memberikan kesempatan kedua. Tentang bagaimana nantinya? Ah, kupikir sebuah hubungan tidak akan berjalan baik terus bukan?! Pun juga tidak akan selalu berjalan buruk, juga penuh banyak masalah. Apalagi kita tahu bahwa dunia selalu diciptakan berimbang. Ada positif pun ada negatif. Dan menurut aku kesempatan kedua itu perlu. Tidak usah banyak alasan, atau memikirkan jauh kedepan. Lebih menyadari bahwa manusia tidak akan diciptakan secara sempurna. Sering lupa, salah, dan terkadang sering khilaf berkepanjangan. But, kita tidak akan pernah tahu bagaimana dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
    Siapa tahu dengan kehilafannya. Dia bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Siapa tahu juga, sebenarnya orang tersebut adalah jodoh kita, yang awalnya tertunda.

    BalasHapus
  10. Nama : Rani Widiyansyah
    Akun Twitter : @raniwidiyansyah
    Link Share : https://mobile.twitter.com/raniwidiyansyah/status/819566678002450434?p=v
    Kota Tinggal : Bandung

    Jawabannya, tergantung.
    Tergantung, kalau pasangannya dulu berbuat salah apa, kalau hanya kesalah pahaman saja ataupun masalah-masalah yang biasa menimpa pasangan lainnya, aku pasti bakal kasih kesempatan kedua, selama dia mau berubah menjadi lebih baik dan mau berusaha memperbaiki hubungan kami. Dia layak diberi kesempatan kedua.

    Tapi, kalau kesalahannya dulu adalah berselingkuh, maaf saja, aku tidak akan memberi kesempatan kedua. Bukan berarti aku tidak memaafkan dia, hanya saja, aku adalah orang yang tidak mudah melupakan penghianatan. Aku tidak suka diduakan dengan orang lain, lagi pula siapa yang suka sih di selingkuhi? Lalu, biasanya kepercayaanku hilang sewaktu tahu kalau aku di khianati dan kepercayaan itu tidak akan kembali dengan mudah. Seandainya aku memeberikan kesempatan kedua, maka aku yang akan bersalah karena tidak menempatkan kepercayaan pada pasangan, padahal kepercayaan adalah dasar suatu hubungan. Jadi, aku tidak akan memeberikan dia kesempatan kedua.

    BalasHapus
  11. Nama : Riza Putri Cahyani
    Akun twitter : @Zhaa_Riza23
    Link share : https://mobile.twitter.com/Zhaa_Riza23/status/8ripe 3244671860736?p=v
    Domisili : Bogor

    Jawaban :
    Aku tipe orang yang akan member ikan kesempatan kedua. Karena menurutku setiap orang bisa berubah. Lagipula terkadang tanpa kita sadari kita membuat orang yg kita cintai tersakiti dan semua orang mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Mungkin saja dengan kesempatan kedua yg kita berikan kita justru merasa lebih bahagia.

    BalasHapus
  12. Nama: Bety Kusumawardhani
    Twitter: @bety_19930114
    Domisili: Surakarta
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/819576828150939649?p=v

    Aku akan memberikan kesempatan kedua untuk pasangan karena ternyata ada manfaat buat dia maupun diriku sendiri saat memberikan kesempatan kedua itu, antara lain:
    1. Sebuah kesalahan menjadikan dirinya lebih baik lagi agar dia menunjukkan keseriusan untuk berubah dengan memperbaiki kesalahan.
    2. Dia akan lebih menghargai sebab dia tahu kesempatan tersebut sangatlah langka jadi, harus benar-benar dimanfaatkan dan dihargai. Dia lebih berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan yg sama.
    3. Memberikan kesempatan kedua akan memberikan dampak psikologis yg baik buat diri sendiri misal: terbebas dari sikap dendam dan belajar iklhas memaafkan orang lain.

    Tuhan saja bisa memberikan kesempatan berapa kalipun di setiap kegagalan umatNya yg mau berusaha, Tuhan juga selalu memaafkan sebesar apapun dosa umatNya jika mereka mau taubat memperbaiki kesalahan dan tidak akan mengulangi lagi. Kenapa sesama manusia kita tidak bisa? Ingat Nobody is perfect.

    BalasHapus
  13. Nama : Fikri Ghozali
    Twitter : @Figho_20
    Domisili : Brebes, Jawa Tengah
    Link Share : https://twitter.com/Figho_20/status/819600049764114432

    Kamu tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak? Share yuk!!!!!


    sebenarnya sangat sulit, terlebih jika orang tersebut pernah menyakiti kita. tapi, tak ada salahnya memberikan kesempatan kedua jika orang tersebut mau berubah dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. kita juga jadi bisa belajar memaafkan kesalahan orang lain dan orang tersebut tentunya akan menghargai kepercayaan yang tela kita berikan..

    BalasHapus
  14. nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    akun twitter: @san_fairydevil
    link share: https://twitter.com/san_fairydevil/status/819625820939374592
    kota tempat tinggal: surakarta

    Kamu tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak?

    Iya, karena menurutku setiap orang berhak memiliki kesempatan kedua tapi belum tentu berhak dengan kesempatan ketiga.

    BalasHapus
  15. Nama: Fitra Aulianty
    Twitter: @fira_yoopies
    Domisili: Pekanbaru
    Link share: https://twitter.com/fira_yoopies/status/819643993591943169

    Aku tipe yang memberi kesempatan kedua untuk pasangan. Seberapa salah pun dia, aku masih berharap dia berubah jadi baik. Aku bakalan bantuin dia untuk jadi baik dan gak akan mendam-mendam semua keluhan aku. Meski mungkin gak selamanya aku bisa memberi kesempatan itu, karena rasanya capek juga kalau gak dimengerti. Tapi aku berharap dia menggunakan kesempatan kedua itu sebaik-baiknya karena aku masih cinta dia dan maunya tetap seperti itu, tanpa ada beban di hati.

    BalasHapus
  16. Nama : Khaerunnisa
    Twitter : @NhisaMinoz75
    Link Share : https://mobile.twitter.com/NhisaMinoz75/status/819636975296770048?p=v
    Alamat : Kolaka, Sulawesi Tenggara.

    Yang gak punya pasang bisa ikut kan mbak :D :D Kalau udah punya pasangan saya mungkin akan masuk tipe orang yang suka memberikan kesempatan kedua, setiap orang memiliki kesalahan, tidak ada manusia yang sempurna, saya selalu memposisikan diri saya jika berada dalam keaadan seperti ini, meminta untuk diberi kesempatan kedua pada pasangan. Dan pastinya agak sulit untuk mendapatkan kesempatan kedua itu.
    suatu kesalahan, pastinya akan membuat rasa percaya pasangan terhadap kita hilang, dan untuk mendapatkan kepercayaan itu kembali tidak lah mudah, walau kita sudah menjelaskan tentang kesalahan itu atau terus berusaha berjuang untk mendapatkan kepercayaannya kembali, pastilah sulit. Tapi jika kita mencoba untuk mau mendengarkan alasannya, memaafkan, melupakan dan memberi kesempatan kedua kepada pasangan, mungkin itu akan lebih indah. Kesalahan selalu ada di setiap hubungan, dia hadir untuk mengetahui seberapa kuat ikatan yang kita bangun, akankah goyah hanya karena kesalahan, entah itu kesalahan kecil atau pun besar, atau semakin kuat karena kesalahan, sebab dari kesalahan kita banyak mendapatkan pembelajaran besar. Tentang goyah dan kuatnya suatu hubungan tergantung dari pasangan tersebut. Dan saya memilih untuk memberi kesempatan kedua, roda terus berputar, kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya seperti apa? Bisa saja kita yang ada diposisi tersebut. Jadi mencoba memaafkan itu lebih baik.

    BalasHapus
  17. Nama: Fasiha Fatmawati
    Akun twitter: @fasiiha
    Link share: https://twitter.com/fasiiha/status/819713516949028864
    Kota tempat tinggal: Yogyakarta

    Kesempatan kedua?
    I think yes.
    Bila dicermati mungkin kesempatan kedua ini adalah hal yang sering kita berikan atau bahkan sering kita perlukan. Dalam menjalin hubungan, kesempatan menjadi hal yang sangat penting, dimana itu akan membentuk kita menjadi pribadi baru atau sebaliknya, menjadi lebih buruk.
    Contoh hal kecil, pasangan terlambat menjemput.
    Lalu, jika kita tidak memberi kesempatan kedua, apakah kita tidak mau dijemput lagi?
    Bila kita misalnya masak untuk pasangan namun keasinan.
    Kita juga berharap mendapat kesempatan lagi kan?
    Itu hal-hal kecil yang mungkin memang mudah untuk kita memberikan kesempatan kedua, bahkan ketiga, dan seterusnya.
    Karena kita yakin, manfaat yang diperoleh dengan memberi kesempatan kedua akan lebih banyak.
    Tapi, untuk hal-hal yang memang sudah melanggar batas, bila kesempatan kedua hanya akan memberi luka, bahaya, tidak ada manfaatnya, maka saya memilih untuk tidak memberikan kesempatan kedua.

    Jadi, kesimpulannya.
    Kesempatan kecil kedua, saya yes.
    Kesempatan besar kedua, saya no.

    BalasHapus
  18. Nama : Heni Susanti
    Akun twitter : @hensus91
    Domisili : Pati - Jawa Tengah
    Link share : https://twitter.com/hensus91/status/819733189727879168

    Aku adalah orang yang percaya dengan kesempatan kedua dan kupikir semua orang layak mendapatkan kesempatan kedua. Menurutku, dengan memberikan kesempatan kedua untuk seseorang kita memberi kemungkinan lebih besar untuk membuat orang itu berubah menjadi lebih baik. Orang itu akan merasa kita mempercayainya dan ketulusan kita memberi kesempatan kedua padanya bisa membangkitkan rasa percaya diri dan kesadaran akan kesalahannya. Kupikir orang akan susah memperbaiki diri jika dia tidak diberi kesempatan untuk membuktikan usahanya, rasa percaya dirinya terkikis dengan anggapan semua orang sudah memandangnya buruk. Dan pikiran kalau dianggap buruk justru akan membuat orang itu meyakini kalau dia memang seperti itu dan bahkan bisa menimbulkan perasaan tidak ada gunanya berubah.

    Jadi, untuk memberi kesempatan seseorang memperbaiki diri dan membuktikan usahanya, aku akan memberikan kesempatan kedua. :)

    BalasHapus
  19. Nama : Zulfha A. Nurlia (ZAN)
    twitter/instagram : @zulfhaan
    Domisili : Jakarta Pusat - DKI Jakarta
    Link share : https://www.instagram.com/p/BPJxHk8gomp/


    Memberikan kesempatan kedua?
    Aku rasa, aku bukanlah seorang yang demikian. Beberapa kali aku menjalin hubungan, tak satupun yang kembali karena kesempatan kedua dengan status yang sama. Ini bila dalam cinta.

    Namun, untuk hal lainnya, aku akan sangat senang memberikan kesempatan kedua. Aku dapat memahami daan mempelajari usaha dan tekad orang lain yang memperjuangkan kesempatan kedua. Seperti, ketika aku menerima beasiswa dengan kesempatan kedua di SMK beberapa tahun yang lalu.

    Jadi, menurutku ada hal yang layak untuk diberikan kesempatan kedua, dan ada juga hal lain yang kurang layak untuk diberikan kesempatan kedua. Aku akan melihat itu dari segi pandangku. :)

    BalasHapus
  20. Nama : Farida Endah
    twitter :@farida271
    domisili ; PAcitan
    Link SHare : twitter.com/farida271/status/819772795382996994

    Jawaban :
    tidak ada yang salah dengan kesempatan yang kedua, mungkin dia memang benar benar mau berubah untuk menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. jadi kesempatan kedua tidak lah salah jika di berikan kepada dia

    BalasHapus
  21. Nama: Tyara puspita
    Twitter: @tyarap98
    Link: https://twitter.com/Tyarap98/status/819767864433328128?s=09
    Domisili : tasikmalaya


    Kamu tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak?

    Aku? Lebih ke ngasih kesempatan ke 2 soalnya di dunia ini gak ada yg gak mungkin klo kita emang bener" mau berubah, bahkan tuhan aja selalu memberi kesempatan untuk berubah, selalu ada alasan di saat kita melalukan kesalahan, nothing perfect in this world, ya itu lah kenapa kita harus memberi kesempatan kedua untuk siapapun, karena gak akan ada yg tau kedepannya bakal seperti apa, berfikir positif aja klo kedepannya bakal baik2 aja dan kita juga bantu dengan berusaha lebih baik lagi, tapi klo setelah kesempatan kedua itu mereka sia2kan, silahkan lah menggambil tindakan yang sesuai dengan apa yg hati kamu mau.

    BalasHapus
  22. Elsita F. Mokodompit
    @sirasiska95
    https://twitter.com/sitasiska95/status/819827162114990080
    Gorontalo

    Iya. Aku adalah orang yang bisa memberi kesempatan kedua namun terbatas untuk hal-hal yang bisa aku tolerir. toleransiku nggak berlaku untuk perselingkuhan atau hal-hal yangmelukai harga dirikU. Kesempatan adalah hal yang bisa dibilang hak semua orang. Bahkan Tuhan pun memaafkan kan? Tapi pada beberapa kasus kalimat ini sering kali hanya dijadikan tameng untuk pertolongan disaat terjepit. Dan aku nggak bersedia memberikannya pada orang-orang dengan pola pikir seperti itu. Dalam artian banyak hal nggak hanya bisa selesai dengan kata maaf.

    BalasHapus
  23. Elsita F. Mokodompit
    @sirasiska95
    https://twitter.com/sitasiska95/status/819827162114990080
    Gorontalo

    Iya. Aku adalah orang yang bisa memberi kesempatan kedua namun terbatas untuk hal-hal yang bisa aku tolerir. toleransiku nggak berlaku untuk perselingkuhan atau hal-hal yangmelukai harga dirikU. Kesempatan adalah hal yang bisa dibilang hak semua orang. Bahkan Tuhan pun memaafkan kan? Tapi pada beberapa kasus kalimat ini sering kali hanya dijadikan tameng untuk pertolongan disaat terjepit. Dan aku nggak bersedia memberikannya pada orang-orang dengan pola pikir seperti itu. Dalam artian banyak hal nggak hanya bisa selesai dengan kata maaf.

    BalasHapus
  24. Nama: Jevanesa maki
    Domisili: Minahasa
    Twitter: @jevnst
    Instagram : isthatjev
    Link share ig :https://www.instagram.com/p/BPNEFKegRNp/
    Link share twitter: https://twitter.com/jevnst/status/819878693149372417

    Kesempatan kedua? Tentulah aku akan memberikan, karena aku yakin, setiap orang bisa mengalami sebuah perubahan, mepecayainya dan memberikan kesempatan baginya lagi, bukanlah hal yang salah, jangan pernah berpikir bahwa seseorang seperti buku, yang kalau dibaca berulang-ulang endingnya akan tetap sama. Jika kali ini orang lain membuat ending yang buruk dalam hubunganmu dengannya, percayailah dia, karena bisa saja disaat kesempatan diberikan lagi ia bisa menulis sebuah buku dengan ending yang begitu indah (:

    BalasHapus
  25. Nama : Mifta Rizky W
    Twitter : @keyminoz
    Link Share : https://twitter.com/keyminoz/status/819920266121707522
    Domisili : Gresik

    Iya, kesempatan kedua aku berikan demi perbaikan tapi aku bukan tipe yang memberikan kesempatan ketiga, keempat dan seterusnya, cukup kesempatan kedua aja. Kesempatan kedua bagiku sangat penting untuk memperbaiki hal-hal yang buruk yang terjadi entah itu kesalahpahaman, kesalahan yang dia lakukan benar-benar tidak sengaja, atau dia tidak begitu tahu tentang hal itu sehingga butuh pengalaman sendiri sesekali untuk membuatnya tahu. Sehingga dengan begitu, dia tahu jika sampai melakukan kesalahan yang sama, maka aku benar-benar tidak akan memberinya kesempatan lagi.

    BalasHapus
  26. Nama: Dwita Andhara
    Twitter: @dwitaandhara
    Domisili: Makassar
    Linkshare: https://twitter.com/dwitaandhara/status/819935098904510464

    Aku tipe orang yang insha allah bisa lapang dada, jadi untuk memberi kesempatan kedua aku akan coba menjadi pribadi yang terbuka. Kalau dia sungguh-sungguh minta maaf, menyesali dengan sangat apa yang dia perbuat dulu, dan berjanji tidak ingin mengulangi lagi dan itu dibarengi tindakan nyata, kenapa tidak aku memberikan dia kesempatan kedua, bukan? Dan menurutku sih kesempatan kedua itu lebih kepada keberanian, peduli, dan rasa rendah diri. Untuk rasa peduli dan berani itu menurutku sepaket. Jika masih peduli, kita akan memberi kesempatan kedua. Tapi itu tergantung lagi dari keberanian. Jadi selain karena peduli, kesempatan kedua itu ada kalau kita sudah berani meletakkan kepercayaan lagi pada tempat yang sama. Sedangkan untuk rendah diri ini lebih bersifat ke pada sang Pencipta. Menurutku, harusnya ketika Tuhan saja bisa memaafkan dan memberi kesempatan hambanya untuk bertobat, kita yang lebih rendah dari-Nya saja juga mesti memaafkan dan memberi kesempatan kedua pada seseorang yang mau memperbaiki diri.

    BalasHapus
  27. Nama: Rinita
    akun twitter: @Rinitavyy
    Link share: https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/819927315178090498?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5726110838
    kota tempat tinggal: Kediri

    Q: Kamu tipe yang suka
    memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak? Share yuk!


    A: Allah aja mau ngasih kesempatan kedua buat umatnya yg mau bertobat. Masa aku yg manusia biasa malah mau bersikap sombong nggak mau ngasih kesempatan kedua kepada sesama manusianya. Kesannya kok aku yang kelihatan jahat banget kalo kayak begitu. Ku pikir ngasih kesempatan kedua juga bukan ide yg buruk. Meski aku akuin, ngasih kesempatan kedua buat orang yg pernah melukai hati itu nggak segampang membalikan telapak tangan. Masih agak ragu-ragu untuk mencobanya. Itu manusiawi, karena semuanya kan butuh proses. Proses panjang untuk mengulangi kisah yang sama bersama mantan. Kisah yg menciptakan sebuah harapan supaya kisah yang kedua ini bisa berakhir lebih baik dari pada kisah sebelumnya.

    BalasHapus
  28. Nama: Farikhatun Nisa
    Akun Twitter: @Littlepaper93
    Link Share:
    Domisili: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

    Jawaban: Kesempatan kedua? Aku akan berpikir ulang untuk memberikannya. Bukan berarti aku tidak akan memberikannya. Hanya saja, perlu banyak pertimbangan karena pasti rasa sakit yang belum sepenuhnya hilang membuatku takut jika kejadian menyakitkan yang dilakukan seseorang itu terulang kembali, bahkan lebih menyakitkan dari sebelumnya. Sudah pasti aku memaafkannya, namun untuk memberikan kesempatan kedua itu sangat sulit. Mungkin terlebih dahulu aku belajar berdamai dengan masa lalu dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi, meski itu menyakitkan, namun itu akan banyak membantu untuk aku memutuskan memberikan kesempatan kedua atau tidak. Yang jelas, aku tidak mau terjebak dalam kesakitan yang sama untuk kedua kalinya.

    BalasHapus
  29. Nama : Nenti Ratna Ks
    Akun twitter : Nenti_anyun
    Link share : https://twitter.com/Nenti_anyun/status/820090849203621889?s=09
    Asal kota : Purwakarta

    Saya pernah memberikan kesempatan kedua, namun akhirnya di sia-siakan kembali.
    Makanya, saat ini saya berfikir kembali untuk memberikan kesempatan kedua saya takut di sia-siakan kembali.

    BalasHapus
  30. Nama : Yanti
    Twitter : @NelyRyanti
    Linkshare : https://twitter.com/NelyRyanti/status/820102324471246848
    Domisili : Depok

    Kamu tipe yang suka
    memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak?

    Jawaban
    Saya tipe yang suka memberi kesempatan kedua kepada pasanganku
    Dan ini bukan hanya teori, karena memang hal ini pernah terjadi dalam kehidupanku dan pasangan.
    Sesuatu hal yang mungkin tidak setiap orang mampu memaafkan apalagi memberi kesempatan kedua, ketika pasangan telah dianggap sangat menyakitkan atau mengecewakan.
    Tetapi, bagi saya yang sudah terikat dalam ikatan resmi, memberi kesempatan kedua kepada pasangan bukanlah hal yang sulit, meskipun juga tidak mudah. Keyakinan saya yang berfikir bahwa manusia dapat berubah lebih baik, dan selalu pantas di maafkan adalah yang membuatku dapat memberi kesempatan kedua.

    BalasHapus
  31. nama: Marfa
    akun twitter: @umimarfa
    link share: https://twitter.com/umimarfa/status/820119453237121024
    kota tempat tinggal: Banyumas Jateng
    jawabanmu: Kalo dari pengalamanku, iya kak, dalam konteks hubungan sih, karena aku percaya, dengan memaafkan, semuanya akan jadi indah, mungkin awalnya menyakitkan, tapi aku percaya dia memang deserve dapat kesempatan kedua, mengingat perjuangan2 dan petualangan2 yang telah dilewati, dan memang indah akhirnya, intinya, memaafkan dan mengikhlaskan dulu :)

    salaaam, sukses GAnya :)

    BalasHapus
  32. Nama : Endah Kurniasih
    Akun twitter : @endahchan
    Akun IG : @endah2509
    Link share : https://www.instagram.com/p/BPO3fVhhG2F/
    Domisili : Kalisari, Jakarta Timur

    Jawaban :
    Menurutku semuanya tergantung. Tergantung dari kesalahan apa yang pasangan kita perbuat. Jika kesalahan itu tdk terlalu fatal maka selalu ada kesempatan kedua buat pasangan, yang terpenting pasangan bisa merubah dirinya agar tdk membuat kita kecewa.. apalagi jika menilik bagaimana kenangan2 indah yang kita lewati berdua mungkin disaat senang, sedih, tertawa , menangis, pasti saat ingat akan hal itu kata maaf akan muncul dgn sendirinya.
    Tapi jika kesalahan yang pasangan perbuat sangat Fatal, maka maaf tdk akan ada kesempatan kedua, ketiga atau lainnya.. karna disakiti itu nggak enak...

    BalasHapus
  33. Nama: Rohaenah
    Twitter/IG: @rohaenah1
    Link share: https://twitter.com/rohaenah1/status/820193115675856896
    Kota: Jakarta
    Jawaban: hal yang sulit ketika kita dihadapkan pada pilihan untuk memberikan kesempatan kedua pada pasangan. Di satu sisi ada ketakutan dia akan mengulangi kesalahannya dan akan membuat sakit lebih dalam lagi, tapi di sisi lain selalu ada harapan dia mau berubah.
    Jadi aku pasti melihat niatnya dia serius atau tidak dalam meminta kesempatan keduanya. Pasti harus dilihat apakah dia benar2 sudah berubah atau tetap sama seperti dulu. Karena bagaimanapun kita berharap kalo memang dia tak berubah rasanya percuma untuk memberikan kesempatan kedua itu.
    Tapi kalo aku lihat dia berubah, tak ada salahnya memberikan kesempatan padanya. Sesakit hati apapun dulu, aku tak mau menyesal dan melewatkan hal yang mungkin akan ada yang lebih baik pada kita berdua kedepannya.
    Allah aja selalu mau memaafkan hambanya yang bertaubat, masa kita sebagai manusia tidak bisa. Itu sih yang selalu jadi pertimbangan aku. Semua orang berhak mendapatkan maaf dan kesempatan untyk orang yang mau berubah.

    BalasHapus
  34. Nama :Dini Auliana
    Twitter :@Dini_Auliana28
    Link share :https://twitter.com/Dini_Auliana28/status/820197153515503616
    Domisili :Kota Metro, Lampung Tengah

    Jawaban :Iya. Tapi ingat, kesempatan kedua itu hanya untuk orang yang bersungguh-sungguh dan memang tidak ingin lagi mengulangi kesalahan yg telah diperbuat. Karena pancaran mata akan membuktikan, apakah pasangan kita pantas untuk diberi kesempatan kedua atau tidak.

    BalasHapus
  35. Nama : Siti Nurhasanah
    Twitter : @nde_NRH
    Domisili : Sukabumi
    Link share : https://twitter.com/nde_NRH/status/820227203812032513


    Kamu tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak?

    Jawaban : Ya. Bisa dibilang aku adalah tipe cewek yang suka memberikan kesempatan kedua. Ragu pasti. Tapi apa salahnya ngasih kesempatan kedua? Apalagi kalo hatinya masih nyimpen rasa sayang, iya kan? Hati kan gak bisa bohong. Meskipun disakiti kalau hati kita masih sayang, kita pasti bersedia memberikan kesempatan kedua tersebut meskipun kadang logika nolak hal itu. Tapi seberapa besar logika menolak buat memberi kesempatan kedua kalo hati berbicara lain, logika bisa apa? Walaupun logika lebih keras dari hati tapi logika pada akhirnya bakal kalah kalau hati yang bersifat lembut sudah berbicara.

    Lagipula memberikan kesempatan kedua itu nggak ada salahnya. Toh kalo hati masih sayang tapi kita malah berpihak pada logika yang enggan memberikan kesempatan kedua, kita juga yang akan menyesal nantinya. Tapi gunakanlah kesempatan kedua sebagai lembar baru untuk sebuah hubungan. Jika si dia melakukan hal yang sama seperti yang dulu-dulu barulah jangan memberikan lagi kesempatan-kesempatan yang lainnya. (Apa ini? Maaf ya kak kalo agak blibet 😂)

    BalasHapus
  36. Nama: L. Viashari
    Twitter: @masihbobo
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/masihbobo/status/820261189049610246?p=v
    Kota: Jakarta

    Tergantung kesalahannya gimana. Masih bisa diterima untuk belajar atau sudah benar-benar menyakiti. Karena tipe semua orang gak gampang ngasih kesempatan kedua apalagi sangat menyakiti dirinya. Aku termasuk masih bisa ngasih kesempatan kedua buat pasangan tetapi tergantung dia, selagi dia masih sayang sama aku karena kekhilapan yang dilakukan. Memang tipe semua orang berbeda termasuk aku. Pasti aja banyak yang milih ngasih kesempatan kedua. Toh, karena sayang alasannya. Tetapi aku tergantung pasangan aku, kesalahan dia yang masih bisa buat belajar atau benar-benar sudah menyakitiku aku tidak akan bisa memberinya kesempatan. Karena manusia banyak kekhilapan dan harus disadarkan ^^

    BalasHapus
  37. Nama: Rina Fitri
    Twitter: @Rinafiitri
    Link Share: https://twitter.com/Rinafiitri/status/820271796943323136
    Domisili: Banda Aceh

    Aku tipe orang yang akan memberikan kesempatan kedua kepada pasanganku*padahal pasangan aja gk punya😭😭
    Menurutku setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua, terlepas dari kesalahan apa yang ia perbuat. Mungkin kita bisa memberikan dia pelajaran terlebih dahulu, baru kemudian memberikannya kesempatan kedua. Terkadang seseorang yang sudah melakukan kesalahan, lalu dia menerima karma atau pembalasan, kemudian dia jera dan bertobat, sikapnya malah lebih baik daripada mereka yang belum melalui fase tersebut. Terutama laki2 yang suka selingkuh. Laki-laki itu cuma ada dua versi. Kalau nggak brengsek ya homo. Lebih baik menerima laki-laki yang sudah ngerasain sakitnya karma itu gimana, daripada yang belum ngerasain sakitnya pembalasan.

    BalasHapus
  38. Nama: Ratna Komalasari
    Akun twitter: @imratnasr
    link share: https://mobile.twitter.com/imratnasr/status/820432253389971456
    Domisili: Tangerang


    Aku akan memberi walau sulit. Tapi aku akan melihat bagaiamana dia berusaha untuk mendapatkanku kembali dan juga kesalahannya dalam skala besar atau kecil. Memaafkan itu beda di hati beda dimulut, banyak orang yang bisa mengatakan maaf dengan lantang di mulut namun hati tak selaras, aku tipe perempuan seperti itu. Kesempatan Kedua memang agak sulit ketika pasangan kita melakukan kesalahan yang sangat fatal, namun kalau hati kita memilih untuk memaafkan dan kembali karena sangat mencintainya, kita harus memberi Kesempatan Kedua itu, Allah saja maha pemaaf untuk semua umatnya dengan cara bertaubat, begitu pula dengan hubungan percintaan, aku akan memaafkannya dan memberikan kesempatan kedua jika ia mengakui kesalahannya, meminta maaf setulus hati, apalagi kalau dia berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, Insya Allah maaf dan kesempatan selalu terbuka lebar.

    BalasHapus
  39. Nama : Silvy Nadia Utami
    Akun Twitter : @Silvy_Nadia1
    Link Share : https://twitter.com/Silvy_Nadia1/status/820442247325892608?s=09
    Domisili : Bandung

    Kalo kesempatan kedua sih yaa dicoba dulu dikasih, karena kan manusia gaada yg sempurna, setiap orang pasti punya kesalahan, maupun yg disengaja ataupun ngga, sekalipun kesalahan nya besar, ya harus dikasih kesempatan kedua, Allah SWT aja Maha Pengasih, Penyayang, Pemaaf masa kita sebagai hambanya gak mau maafin kesalahan orang lain, malu dong sama Allah SWT

    Bismillah:)
    Wish me luck:)
    Aamiin:)

    BalasHapus
  40. Nama : Tanti Rahmalia
    Akun Twitter : @tiralia
    Link Share : https://twitter.com/tiralia/status/820269865097273344
    Kota Tempat Tinggal : Cimahi
    Jawaban :
    Seperti Halim dan Mahira yang masing-masing memberikan kesempatan kedua, itu juga yang akan saya lakukan untuk pasangan saya. Selalu ada alasan dari setiap tindakan kita, dan kadang hanya salah persepsi saja yang membuat kesalahpahaman itu ada. Dengan memberikan kesempatan kedua, kita akan coba tau lebih dalam, kenapa si dulu melakukan kesalahan itu. Jadi bahan introspeksi juga, ngga hanya untuk pasangan, tapi juga kita.

    BalasHapus
  41. Devira belin15/01/17 11.03

    Nama: devira belin
    Akun instagram: virscnd
    Link share: https://www.instagram.com/p/BPRVZAhBFTk/
    Kota tempat tinggal: semarang

    Jawaban:
    Kita harus melihat kesalahan apa yg pernah dia lakukan, lalu lihat perjuangan dia saat untuk mendapatkan kesempatan kedua dari kita. Mau gimanapun kesalahan dia kita harus memberikan kesempatan kedua agar dia bisa memperbaikinya. Memberikan kesempatan kedua sama saja dengan kita harus rela memberikan maaf atas kesalahannya. Allah aja maha pemaaf masa kita yg cuma hambanya engga? Allah aja memberi pintu taubat alias kesempatan agar hambanya yg berdosa dapat menebus dosanya. Memberikan kesempatan kedua toh gaada salahnya bagiku karena smua orang berhak dapet kesempatan itu. Kalo kamu engga bia ngasih kesempatan kedua untuk orang lain termasuk pasangan coba deh bayangin ada diposisi itu. Padahal udh menyesali meminta maaf tapi masih aja gakdapet. Memberikan kesempatan kedua itu bisa disebut apresiasi kita krn dia ada niatan untuk memperbaiki..
    Jujur aku juga pernah memberikan kesempatan kedua kepada orang yg aku sayangi dulu. Awalnya kita pernah berhubungan lalu karena suatu alasan kita haru berakhir. Setelah berakhir dia balik lagi ke hidupku. Dia nyesel sm keadaan lalu. Meminta kesempatan agar dia bisa ga kaya gitu lagi. Dan aku mengabulkannya. Aku beri dia kesempatan akhirnya kita balik kaya dlu lagi ga lama sih kita harus berakhir lagi dan karena alesan yg sama juga. Jujur sih pasti ada rasa nyesel kaya gitu kedua kalinya tapi setidaknya aku bisa memberikannya kesempatan dan kita berakhir baik baik sekarang malah jadi temenan lagi. Aku sudah bahagia sekarang dan dia sepertinya juga.

    Wish me luck bismillah ��������

    BalasHapus
  42. Nama: Kurnia Lidyaningtyas
    Twitter: @_detektifhati
    Link share: https://mobile.twitter.com/_detektifhati/status/820447750831501312?p=v
    Domisili: Purwokerto

    Jawaban:
    Kesempatan kedua ya?
    Hmm. Kalau aku tergantung seberapa besar kesalahannya. Semakin besar kesalahannya semakin tipis peluang buat dapatin kesempatan kedua.��

    BalasHapus
  43. Nama : Eka Riana
    Domisili : Barito Kuala, Kalimantan Selatan
    Twitter & Instagram : @rianaismyname
    Link Share : https://mobile.twitter.com/rianaismyname/status/820504312442974211/photo/1?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3532203037

    Jawaban :

    Saya adalah orang yang tidak bisa sama sekali memberikan kesempatan kedua untuk orang yang telah menyakiti. Rasanya sangat mustahil untuk memulai kembali suatu hubungan dengan orang yang dulunya pernah menyakiti saya, apalagi meninggalkan. Jika orang itu minta maaf pada saya, saya akan memaafkannya. Tapi jika dia meminta kembali, saya tidak akan pernah bisa. Saya bisa memaafkan tapi tidak bisa melupakan hal-hal menyakitkan itu. Prinsip saya, hubungan yang telah terhenti tidak akan bisa dilanjutkan kembali, kalaupun bisa tetap saja tidak akan sama lagi, karena sudah ternodai oleh luka.

    BalasHapus
  44. Nama : Sofani Rachmada
    Twitter : @rachmadaa
    Link share : https://twitter.com/rachmadaa/status/820535198240555008
    Tempat tinggal : Kabupaten Madiun, Jawa Timur

    Aku orangnya berprinsip bahwa sekali dia selingkuh aku nggak akan pernah lagi mau kasih kesempatan kedua karena pasti nanti bakal di ulangin lagi entah kapan. Kalau dasarnya memang sudah sayang dan cinta pasti nggak bakalan lah dia selingkuh, hehe. Thats what I believe karena luka dihati beda sama luka di tubuh. Thanks ;)

    BalasHapus
  45. Nama:Nur Azizah
    Domisili: Indramayu-jawabarat
    Twitter: @azizah_0271
    Link share :https://twitter.com/azizah_0271/status/820607180361469952

    Kamu tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak?

    Aku akan kasih kesempatan kedua jika memang dia benar-benar menginginkan kesempatan tersebut karena aku tahu rasanya tidak mendapatkan kesempatan kedua.Sakit.Memberikan kesempatan kedua bukan berarti kita harus balikan,kembali mengulang cerita dulu,memberikan kesempatan kedua dalam artian kita masih bisa berteman seperti kita baru pertama mengenal dan tidak mengungkit-ungkit cerita yang dulu.Mendapatkan kesempatan kedua itu sangat susah maka jangan sia-siakan kesempatan pertama karena walaupu kita mendapaykan kesempatan kedua rasanya tidak akan sama separti awal

    BalasHapus
  46. Nama : Wulan Qurniastutiningsih
    Domisili.: depok - jawa barat
    Link share : https://mobile.twitter.com/wulan_qurnias/status/820620890329128961?p=v


    Jawabannya :


    Saya akan berusaha memberikan kesempatan kedua bagi pasangan saya, karena bukankah manusia berhak diberikan kesempatan kedua dalam hidupnya untuk memperbaiki dirinya, tapi jika pasangan saya mengulangi kesalahan yang sama, saya tidak akan memberikan kesempatan lagi,

    BalasHapus
  47. Nama: Afiyatul Futhona
    Twitter: @afi_iput
    Link share:
    https://twitter.com/afi_iput/status/820704345154940928
    Domisili: Yogyakarta

    Kamu tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak?

    Meski belum pernah mengalami sendiri masalah pemberian kesempatan kedua bagi pasangan, tapi aku merasa bahwa aku tipe yang pelit dan akan berpikir berulang kali untuk memberikan kesempatan kedua. Bukan berarti tidak sama sekali, hanya saja ada banyak hal yang pastinya harus dipertimbangkan, termasuk alasan berpisahnya seperti apa dan keadaanku sendiri setelah berpisah itu bagaimana.
    Kalau masih sendiri, kemungkinan untuk mendapat kesempatan kedua dariku sangat kecil. Pertimbangannya hanya kesiapan diriku sendiri.
    Lain halnya kalau keadaannya seperti Mahira. Sangat besar kemungkinannya aku memberikan kesempatan kedua, karena saat itu aku juga harus mempertimbangan kehadiran anak, dan tak mungkin hanya memikirkan diri sendiri.
    Orang tua pasti ingin anaknya merasakan kasih sayang keluarga secara utuh. Meski mungkin dengan memberikan kesempatan kedua membuat kita tidak nyaman, namun selama anak kita bahagia, kenapa tidak?

    BalasHapus
  48. Nama: Muhsinatud diyanah
    Twitter: @diyan402
    Link share:
    https:https://mobile.twitter.com/diyan402/status/820794362623729666
    Domisili:Jepara, Jateng

    tentu.. semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. dan guru terbaik adalah pengalaman (belajar dari kesalahan masa lalu) namun bagiku tak akan ada lagi kesempatan ke tiga, empat dan seterusnya.

    BalasHapus
  49. Nama : Anisa Agustina
    Twitter : @anisaagstnp
    Kertosono, Jawa Timur
    https://twitter.com/anisaagstnp/status/820593653848514560

    Menurut aku itu semua tergantung sama kesalahannya, kalo masih bisa ditolerin gak ada salahnya ngasih kesempatan kedua. semua orang berhak bukan? tapi juga harus ada komitmen yang harus dibangun. kalo dia ngelakuin kesalahan lagi konsekuensinya apa. Mungkin dengan adanya kesalahan itu bisa membuat seseorang menjadi dewasa bisa dijadikan pengalaman. Agar dia bisa lebih menghargai. Kalo kesalahannya emang udah bener nusuk ke hati kita bener bener ngena. Jangan kasih kesempatan itu. Kesempatan kedua itu sangat berharga hanya untuk orang orang yang pantas. Cukup maafkan agar tak ada dendam yang tertanam sehingga kita bisa ikhlas merelakannya.
    sekalian, terimakasih😊

    BalasHapus
  50. Nama : vena dwi masfiyah
    Twitter : @venadwim
    Domisili : tulungagung
    Link share : https://twitter.com/venadwim/status/820816306802860032

    Jawaban :

    Kalau aku mah lebih sering gak ngasih kesempatan kedua apalagi kalau diajak balikan, aku selalu gak mau. Kenapa? Karena saat masih punya hubungan aku lebih sering menerima maaf dari dia. Berarti secara tdk langsung aku sudah memberikan kesempatan kan untuk dia? Tapi kalau sudah memutuslan untuk putus berarti aku memang sudah tidak mentolerir kesalahan dia

    BalasHapus
  51. Nama : Dewa Ayu Riska
    Akun twitter : @flymingo_
    Link share : https://twitter.com/flymingo_/status/820780769694007296
    Kota tempat tinggal : Denpasar
    Jawaban : Aku bukan termasuk orang yang suka memberi kesempatan kedua atau tidak, lebih tepatnya susah untuk memberikannya kepada orang yang telah menyakitiku. Bagiku kesempatan kedua itu mahal dan dengan memberikannya pasti ada konsekwensi yang harus aku tanggung. Aku akan kasi kesempatan kedua asalkan dia mau berubah dan memperbaiki dirinya. Tapi sebelum itu aku mau lihat sampai mana dia mampu berjuang dan seberapa gigih dia untuk mendapatkan aku kembali. Aku mau liat prosesnya dulu, apakah dia pantas mendapat kesempatan kedua atau nggak. Karena, aku nggak mau jatuh lagi ke lubang yang sama. Jika dia pantas maka akan aku berikan walaupun nggak menjamin apakah hubungan kita bakalan berhasil ataupun langgeng setidaknya aku mencoba daripada kesempatan tersebut terbuang sia-sia. Yang penting sih aku dan pasangan harus siap untuk menjalin hubungan kembali, saling percaya, komunikasi intens agar kejadian di masa lalu nggak terulang lagi. Kesabaran juga perlu dan fokus sama hubungan yang sekarang, berusaha untuk nggak mengungkit masalah yang dulu.

    BalasHapus
  52. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/820845844756889600
    kota tempat tinggal: Serang

    Kamu tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak? Share yuk!!!!!

    Memaafkan seseorang atas rasa sakit yang dia timbulkan mungkin tidak mudah. Memberikan kesempatan kedua bagi orang yang pernah menyakiti kita pun mungkin berat. Namun terkadang kita tidak bisa memungkiri kata hati.

    Aku tipe orang yang ketika jatuh cinta tidak akan mudah berpaling ke lain hati/orang, walaupun mungkin pernah tersakiti. Selalu ada rasa/harapan ingin kembali dan tetap bersama. Karena itu jika aku merasa hati ini masih menginginkan dia, maka aku akan mengikuti kata hatiku untuk memberikannya kesempatan kedua memperbaiki hubungan kami, dan membuat hubungan ini menjadi lebih baik lagi. Belajar dari kesalahan yang pernah terjadi, dan berusaha untuk lebih bahagia bersama-sama.

    Membutuhkan hati yang lapang dan keikhlasan untuk memaafkan dan memberikan kesempatan kedua buat orang yg pernah menorehkan luka. Tapi bukankah Tuhan Maha Pemaaf? Kita memang tidak bisa menyamai Tuhan Yang Maha Segalanya itu. Tapi paling tidak kita bisa mengikuti sifat pemaafnya sesuai dengan kemampuan kita.

    BalasHapus
  53. Nama: Andini Ginanti Tuzzahra
    Twitter: @andinigt
    Link Share: https://twitter.com/andinigt/status/820881941524189186
    Domisili: Lebak

    Aku tipe orang yang ngasih kesempatan kedua, kenapa? Gaada orang yang sempurna di dunia ini, kalau aku ga ngasih dia kesempatan itu artinya aku merasa orang yang paling bersih di dunia ini dan itu munafik, kesempatan kedua bisa jadi membuat dia menjadi orang yang lebih baik lagi. Bagaimana kalau dia mengulangi kesalahannya lagi? Kali ini jangan beri kesempatan lagi, kesempatan kedua jadi penentu ke depannya, jangan takut buat ngasih kesempatan kedua, keberhasilan dan kegagalannya 50:50 kok

    BalasHapus
  54. Nama : Ervan Setiawan
    twitter : @saidrha
    Domisili : Bogor, Jawa Barat
    Link : https://mobile.twitter.com/Saidrha/status/819452958001668096?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C9089812264

    Jawaban :
    Kesempatan itu seperti emas yg berharga bernilainya tinggi, apalagi kesempatan untuk kedua kalinya,
    Kesempatan pertama ini disia-siakan seolah seperti ada kesempatan-kesempatan berikutnya
    Seperti menyepelekan suatu yg sangat mempengaruhi hubungan kedua insan,

    *Aku coba berpikir, apa aku akan memberi kesempatan kedua itu aku coba meminta masukan dan saran dari Keluarga ,orang tua terutama kemudian kakak atau adik atau saudara dekat yg lebih paham dalam masalah ini,
    * jika aku memutuskan disaat sedang labilnya, disaat perasaan dan otak tak sejalan jernih, emosi memuncak tak terkendali , butuh support dan dukungan apalagi masukan agar tindakan yg di lakukan tidak membuat menyesal kemudian hari.


    3 Jawaban tambahan :

    1. Jika kesalahan itu Ringan tidak menjadi retaknya hubungan maka di maafkan saja.

    2. Jika kesalahan itu berat membuatmu patah hati
    Maka solusinya lihat anakmu jika harus berpisah apa anak itu tetap ada kasih sayang orang tuanya.. lebih baik masih di maafkan.

    3. Jika kesalahan fatal berat sekali, maka ini perpisahan
    Dan jika tak memiliki anak lebih baik berpisah,
    Kembali pilihan kita yg menahan sakit apa melepas rasa sakit dgn perpisahan yg jauh lebih sakit.

    *kesimpulan Pikirkan matang-matang terlebih dahulu seperti minta saran keluarga, jika pikiran kita sejalan dgn keluarga baru kita putuskan !!!

    BalasHapus
  55. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/819927762672631808?p=v
    Domisili : Purwakarta


    Kamu tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasanganmu atau tidak? Share yuk!!!!!


    Kemungkinan besar aku akan memberikannya, tapi taku tidak bisa memberikannya dengan mudah. Bukan hanya hati saja yang terluka tapi kepercayaan, cinta dan harga diri yang terkoyak. Kenangan buruk yang kupendam saat ia pergi, tiba-tiba muncul di depan mata dan memuntahkan semua isinya. Aku tidak cukup kuat untuk menerima itu sekaligus, luka itu pasti belum cukup kering saat ia kembali.

    Jika aku cukup kuat aku akan dengar dulu penjelasan, kata maaf dan usahanya. Jika ia bersungguh-sungguh, ia tidak akan menyerah ketika aku belum bisa menerimanya.

    Alasan aku mau memberinya kesempatan kedua karena ama seperti halnya aku saat berbuat salah dan membutuhkan kesempatan kedua, begitu juga semua orang menginginkan hal yang sama. Kesempatan kedua adalah harga mati, jika ia melakukan kembali kesalahan, tidak ada lagi yang namanya kesempatan ketiga. Aku selalu berpikir jika masalah yang ditimbulkan hanya bisa diatasi oleh orang yang menimbulkannya.

    Bismillah, semoga kali ini berjodoh dan bisa bawa pulang bukunya :) :)

    BalasHapus
  56. Nama Ucu Suryaningsih Puspasari
    Twitter @chuya_asuka
    Link share https://twitter.com/chuya_asuka/status/820449920016490496?s=09
    Tinggal Purwakarta

    Mungkin jika dihadapkan untuk memberikan kesempatan kedua pada pasangan aku akan mikir mikir dulu. Soalnya dilihat dulu dari letak kesalahan yang pernah dia lakukan. Lagian kesempatan itu hanya layak diberikan pada dia yang sungguh sungguh mau berubah menjadi lebih baik.

    Meskipun udah ngasih kesempatan tapi untuk percaya belum bisa sepenuhnya seperti sebelum dia melakukan kesalahan. Tapi jangan sampai kesempatan itu diberikan buat balas dendam. Itu sama aja kaya menggenggam bara api yang hendak dilemparkan sama orang lain. Sebelum kena ke itu orang kita udah kebakar duluan.

    Apalagi kalo yang udah punya anak, harus bener bener mikirnya bagusnya sih istikharah memohon yang terbaik. Jangan sampai si anak jadi korban akibat ego sendiri.


    Semoga kali ini beruntung.. Aamiin

    BalasHapus
  57. Nama : Laksmita Mahardini
    Twitter :@tethalaksmita
    Link https://twitter.com/tethaLaksmita/status/820858380659007489
    Domisili :Cirebon
    Question :Kamu tipe yg memberikan kesempatan k2 bagi pasanganmu atau tidak???
    Share yaa...

    Kesempatan kedua...?? jika kondisinya masih ada dalam sebuah ikatan pernikahan itu pasti diperlukan, mengingat banyak hal yang harus dipertimbangkan terutama utuhnya jiwa/mental seorang anak yang memerlukan sosok orangtua lengkap. Tapi jika itu sudah diluar ikatan pernikahan apalagi setelah ada orang lain seperti yg dialami halim yg sudah memiliki anna dan mahira yg memiliki cakra,terlebih jika dari kecil si anak tidak mengenal dekat dgn sosok ayahnya untuk apa ada kesempatan kedua.. Biar saja hidup terus mengalir seperti yg sudah terjadi adanya.
    Tapi beda halnya jika cinta sudah begitu terlalu dalam.bahkan pastinya kehadiran orang lain sebagai pengganti tak begitu banyak membantu.kesempatan kedua itu akan tetap diberikan.
    Buatku.. Selalu sejajarkan hati dan logika, karena yg dirasa hati belum tentu baik secara logika, begitupun jika kita hanya berfikir logis "demi.. Demi..dan Demi.. "ujungnya tidak mendapati kenyamanan. Intinya.. Jika cinta itu masih kita simpan dan sekembalinya mampu memberi kenyamanan maka dia berhak mendapatkan tempatnya kembali.tapi jika kehadirannya tidak memberikan efek positif ya lebih baik lanjutkan perjalanan hidup tanpanya lagi.


    BalasHapus
  58. Nama : Laksmita Mahardini
    Twitter :@tethalaksmita
    Link https://twitter.com/tethaLaksmita/status/820858380659007489
    Domisili :Cirebon
    Question :Kamu tipe yg memberikan kesempatan k2 bagi pasanganmu atau tidak???
    Share yaa...

    Kesempatan kedua...?? jika kondisinya masih ada dalam sebuah ikatan pernikahan itu pasti diperlukan, mengingat banyak hal yang harus dipertimbangkan terutama utuhnya jiwa/mental seorang anak yang memerlukan sosok orangtua lengkap. Tapi jika itu sudah diluar ikatan pernikahan apalagi setelah ada orang lain seperti yg dialami halim yg sudah memiliki anna dan mahira yg memiliki cakra,terlebih jika dari kecil si anak tidak mengenal dekat dgn sosok ayahnya untuk apa ada kesempatan kedua.. Biar saja hidup terus mengalir seperti yg sudah terjadi adanya.
    Tapi beda halnya jika cinta sudah begitu terlalu dalam.bahkan pastinya kehadiran orang lain sebagai pengganti tak begitu banyak membantu.kesempatan kedua itu akan tetap diberikan.
    Buatku.. Selalu sejajarkan hati dan logika, karena yg dirasa hati belum tentu baik secara logika, begitupun jika kita hanya berfikir logis "demi.. Demi..dan Demi.. "ujungnya tidak mendapati kenyamanan. Intinya.. Jika cinta itu masih kita simpan dan sekembalinya mampu memberi kenyamanan maka dia berhak mendapatkan tempatnya kembali.tapi jika kehadirannya tidak memberikan efek positif ya lebih baik lanjutkan perjalanan hidup tanpanya lagi.


    BalasHapus
  59. nama :afifah khoiriyah
    akun twitter : @Afifah_1412
    link share : https://twitter.com/Afifah_1412/status/820938980317229056
    kota tempat tinggal: Yogyakarta

    Tergantung ya... Kalo udah punya yang lain ya gak bisa kasih kesempatan kedua buat bersatu lagi kecuali kalo cuma berteman gak apa2. Allah saja Maha Pemaaf dan selalu memberikan kesempatan pada hambaNya, jadi aku sih orangnya memaafkan pasti kasih kesempatan kedua. Namun, tentunya semua ada rasa berbeda dan perlu waktu itu bangun rasa itu lagi. Dengan dia masih mau berjuang pasti ada pertimbangan lagi buat dia...intinya aku akan kasih kesempatan kedua tapi itu kembali lg butuh waktu itu 😅😅😅

    BalasHapus
  60. Nama : fauziah octaviany
    Twitter : @fauziahoctvny
    Link share : https://twitter.com/fauziahoctvny/status/820945591593148419
    Kota : cimahi, bandung



    Ya, aku orang yang pemberi kesempatan kedua. Setidaknya ia akan memperbaiki kesalahannya yang terdahulu, atau dengan ia meminta kesempatan kedua itu sudah menunjukan bahwa ia sungguh-sungguh. Dan untuk itu aku akan memberikan kesempatan kedua, karna bagaimanapun suatu saat aku yang membutuhkan kesempatan kedua.

    BalasHapus
  61. Nama : R Tria Octasiana
    twitter : @Anaao98
    domisili : Brebes, Jawa Tengah
    Link share : https://mobile.twitter.com/Anaao98/status/820960418969489408?p=v

    Kesempatan kedua? Hmm (mikir-mikir dulu, sambil dengerin Jadi Aku Sebentar Saja-nya Judika) -,-
    iya apa nggak ya?
    Kesempatan kedua = kepercayaan. Aduh susah sih ngasi kesempatan kedua, sekalipun si dia pernah menjadi bagian yang dielu-elukan.
    Sebenarnya mudah saja memberikan kesempatan kedua itu, namun sayangnya aku bukan tipe yang 'gampang' memberikannya. Mengingat betapa sebuah kepercayaan sudah retak, pecah-belah, atau apalah itu. Apalagi biasanya pas mau dikasih kesempatan kedua pihak dia nya memberikan embel-embel janji, (janji itu manis kan?)
    Ah, makin bimbang.
    Nah, biasanya aku telaah dulu. Lihat seberapa besar perjuangan dia ketika menginginkan kesempatan kedua itu, juga harus diingat kesalahan yang dulu dia perbuat. Semisal kesalahannya berbanding terbalik dengan perjuangannya (maksudku, perjuangannya lebih besar dibanding kesalahan). Masih pantaskah dikasih kesempatan kedua? Masih pantas ditolerir?
    Kesempatan kedua itu mahal loh.
    Intinya, aku bisa saja memberikan kesempatan kedua namun tidak dalam waktu yang singkat.
    Why? Roda kehidupan terus berputar, dengan kata lain nggak ada yang tau takdir cinta itu seperti apa. Syukur-syukur setelah diberi kesempatan kedua dia jadi lebih baik, dan tidak mengulangi kesalahan yang lalu.  

    BalasHapus
  62. Nama : erry
    twitter : @erry1945
    domisili : palangka raya
    Link share : https://twitter.com/erry1945/status/820988905583300609

    Jawab
    Iya, karena sy yakin bahwa kegagalan yang pertama akan selalu menjadi pelajaran berharga untuk kesempatan berikutnya yang lebih baik.

    BalasHapus
  63. Nama : Ageng f
    Twitter : @Fe7715
    Domisili : Bogor, Jawa Barat, Indonesia
    Link share : https://mobile.twitter.com/Fe7715/status/820985316953595905

    Tipe yang suka memberikan kesempatan kedua bagi pasangan atau tidak?

    Saya tahu, dan saya rasa semua orang juga tahu. Setelah seseorang, terlebih dia adalah pasangan kita, bukan perihal yang mudah untuk memaafkannya setelah ia berbuat salah atau menyakiti kita. Tapi disini saya tidak ingin menjadi seorang yang munafik dan membohongi perasaan sendiri, bukankah pasangan adalah yang terbaik yang telah kita pilih? Orang yang pasti kita cintai? Dan saya yakin cinta akan dapat mengalahkan ego, cinta akan meredam segala kesedihan serta kemarahan. Pada titik tersebut, logika akan tiba-tiba menerima, bahwa memaafkan dan memberi pasangan kita kesempatan(lagi) bukanlah hal yang terlalu buruk. Jadi, bersyukurlah wahai pasangan karena kesempatan kedua akan menyambutmu.

    BalasHapus
  64. Nama: Cahya S.
    Twitter: @ccchhy
    Link share: https://twitter.com/ccchhy/status/821000107189358592
    Domisili: Palembang

    Ya. Aku termasuk orang yang masih bersedia memberi kesempatan kedua bagi pasangan. Karena dulu aku juga pernah mengalami dan aku memberi kesempatan lagi pada orang itu. We were so young and reckless. We didn't know what love is and how to deal with the commitment. Jadi, selagi orang itu masih menunjukkan kesungguhan dan ketulusan, aku akan kasih kesempatan kedua itu. Karena setiap orang kan berhak memulai dari awal. Aku kadang membayangkan kalau aku yang ada di posisi dia dan aku sangat menyesal dengan apa yang telah berlalu. Saat aku masih sangat mengharapkan adanya maaf dan kesempatan, maka di situlah aku berpikir ulang untuk mencampakan atau memaafkan. Pokoknya semua itu tergantung dari kesungguhan dan ketulusan si dia, apakah benar ingin jadi lebih baik atau iseng saja.

    Kesempatan kedua masih kuberi, tapi untuk ketiga keempat kelima dst itu udah nggak ada cerita lagi haha. Cukuplah pada kesempatan kedua saja aku bisa lihat keseriusannya memperbaiki diri.

    BalasHapus
  65. Nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye
    link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/820992984632074240
    domisili: Sidoarjo

    Tergantung dg siapa aku berpasangan dan bagaimana hubunganku terbentuk.
    jika orang yg berpasangan dgku memiliki sisi yg dapat membuatku memberi kesempatan, maka kesempatan kedua akan kuberikan. karena aku percaya dan yakin dg pasangan ku tsb jika dg kesempatan kedua hubungan yg terjalin setidaknya akan berubah lebih baik, karena kesempatan kedua hadir tidak hanya untuk memulai lagi dari awal dan menjalani kembali, tp juga memperbaiki, membenarkan apa yg salah dan merubah hal yg semestinya maupun melakukan apa yg seharusnya dilakukan di kesempatan sebelumnya.

    jika aku sendiri kurang yakin dg pasanganku dan hubungan yg terajut, maka kesempatan kedua tidak akan kuhadirkan. karena aku tau, meakipun kesempatan kedua ada, hal yg sama akan terulang lagi, bahkan bisa jadi lebih buruk dari sebelumnya..

    jadi jika aku yakin dg pasanganku dan hubunganku yg terjalin saat itu, maka aku tidak segan untuk memberikan kesempatan kedua, karena aku yakin dg kesempatan itu hubungan kami menjadi lebih baik, kami akan lebih bisa saling mengerti, menerima dan memahami diri pasangan masing2.

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design