Selasa, 17 Januari 2017

[Blog Tour] Me Without You --------------- GIVEAWAY!!!!!

Judul Buku : Me Without You
Penulis : Kezia Evi Wiadji
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Tebal : 256 Hal
Terbit : Desember 2016
Mona: 

Gadis kolokan, keras kepala dan ceroboh, memulai kehidupan barunya sebagai mahasiswi di Yogya bersama Ronald, kakak yang disayanginya.



Ronald:

Kepala program studi, sekaligus dosen favorit, mendapat ultimatum dari orangtuanya untuk menjaga Mona, adik semata wayang yang dikasihnya.


***
Hubungan baik dan rukun kakak beradik sedari kecil ini terkoyak ketika seorang cowok berhasil mencuri hati Mona. Juga karena munculnya seorang wanita dari masa lalu Ronald.

Ketika rahasia hati telah dibuka dan masa lalu yang kelam menjadi saksinya, dapatkah hubungan Mona dan Ronald kembali seperti semula?

------------------------



“Dari dulu aku selalu dianggap anak kecil. Apa-apa harus ditemani. Nggak boleh ini, nggak boleh itu. Sekarang aku udah dewasa. Udah kuliah. Aku nggak mau didikte lagi. Nggak perlu diantar-antar lagi. Dan nggak perlu lapor kalau mau pergi dengan siapa pun.” (hlm. 105)

Me Without You mengisahkan mengenai kehidupan Mona dan Ronald, dua kakak beradik. Mona baru saja lulus SMA dan memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta. Mona ingin belajar merantau, dan akhirnya memutuskan untuk menyusul Ronald, kakaknya yang sudah lebih dulu menetap di sana. Niat baik Mona pun didukung sepenuhnya oleh kedua orang tuanya. Mereka berharap Mona bisa lebih mandiri dan mengurangi sikap cerobohnya selama ini.

Mona yang terlahir sebagai anak bungsu, sudah terbiasa mendapatkan perhatian dan tempat istimewa dalam keluarganya. Hal ini membuat sampai seusia Mona yang sekarang, dia masih terlihat kekanak-kanakan. Apalagi Mona punya sifat ceroboh suka lupa menaruh barang-barang pribadinya, kebiasaan yang kadang-kadang merugikan dirinya sendiri. Tidak terhitung berapa banyak barang yang dihilangkan Mona karena kebiasaan buruknya ini.


Sampai suatu hari, lagi dan lagi Mona harus kehilangan handphonenya. Tetapi ternyata kali ini Mona beruntung karena orang yang menemukan handphonenya mau mengembalikannya. Apalagi ternyata Mona bisa bertemu dengan sang penemu yang ternyata masih muda dan tampan. Pria itu bernama Kennath.

Sejak hari itu, hubungan Kennath dan Mona menjadi semakin dekat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Tidak menunggu waktu lama, mereka pun akhirnya jadian. Sayangnya, Mona tidak berani mempertemukan Kennath dengan Ronald, apalagi mengakui kalau dia sudah punya kekasih. Alhasil Mona pun sering berbohong demi pergi dengan Kennath.

Lambat laun rahasia Mona terkait hubungannya dengan Kennath pun terungkap. Ronald marah besar dan meminta Mona untuk putus dari kekasihnya. Apalagi bagi Ronald, Kennath membawa pengaruh buruk bagi Mona. Mona tidak mau, masih bersikeras melanjutkan hubungan dengan Kennath. Apalagi orang tuanya ternyata tidak keberatan dengan itu. Hanya Ronald yang belum berubah pikiran.

Hal ini membuat hubungan Ronald dan Mona menjadi renggang. Mona menganggap Ronald terlalu mengatur kehidupannya, termasuk dengan siapa dia berhubungan. Padahal dia sudah dewasa. Ternyata ada alasan di balik semua sikap Ronald yang menentang hubungan Mona dan Kennath.   

Apakah cinta sejati itu? Apakah harus membunuh asa yang berkobar di dada? Apakah menahan diri untuk tak merengkuhmu dalam pelukanku? Apakah mencintai dengan sepenuh hati tanpa harus memiliki? Apakah membahagiakanmu, meski tanpa diriku di dalamnya? Dan apakah menutupi rahasia kelam masa lalu demi ketenangan di masa mendatang? (Halaman 194)


Tidak hanya mengisahkan tentang hubungan Mona dan Kennath saja. Novel ini pun akan menguak sisi lain kehidupan Ronald yang tidak diketahui siapa saja, terutama rahasia masa lalunya.  Hal yang cukup mengejutkan sekali karena kisah ini ternyata tidak sesederhana yang kupikirkan.

Membaca halaman demi halaman novel ini akan membuatmu penasaran dengan apa yang terjadi pada para tokohnya. Novel ini tidak hanya mengisahkan tentang cinta saja, tetapi ada rahasia masa lalu dan keluarga. Sebuah kisah remaja yang ringan dan cukup kompleks.


Awalnya aku pikir aku akan disuguhkan sebuah kisah remaja biasa, ternyata hubungan antar tokohnya sungguh rumit dan mengundang tanya. Banyak hal yang membingungkan dan membuatku terus membaca hingga akhir. Seperti novel-novel sebelumnya, salah satu kekhasan novel Mba Kezia adalah selalu ada twist yang akan membuat pembaca terkejut akan kisahnya.

Salut buat Mba Kezia yang mampu meramu kisah ini dengan sangat baik. Aku begitu menikmati kisah ini sejak halaman awal dan tak ingin berhenti sebelum menamatkannya. Sebuah kisah remaja yang menghangatkan hati. Sebuah kisah yang akan mengajarkanmu tentang ikhlas dan memaafkan masa lalu. 

Terima kasih Mba Kezia sudah berbagi kisah Mona, Ronald dan Kennath :) 
Masa lalu merupakan sejarah yang tak bisa dihapus, tetapi bisa dikenang dan dibicarakan. Meski semua itu takkan bisa mengubah masa depan. (hlm. 247)




----------GIVEAWAY TIME---------



Saatnya berbagi 1 paket Me Without You untuk kamu yang beruntung. Caranya gampang banget kok:


1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia

2. Follow twitter @KeziaEviWiadji dan Like Fanpage Kezia Evi Wiadji

3. Share info Giveaway ini di media sosialmu, gunakan hastag #MeWithoutYou jangan lupa mention @RizkyMirgawati dan @KeziaEviWiadji

4. Follow blog ini, bisa via GFC (Google Friend Connect), G+ atau email

5. Isi datamu di kolom komentar, format nama, akun twitter, link share, domisili dan jawabanmu ya:


Jika hubunganmu bersama kekasihmu tidak direstui, kamu lebih memilih cinta atau keluarga? Share yuk!!!


6. Periode Giveaway ini mulai hari ini sampai tanggal 21 Januari 2017.



Semoga beruntung!!!!!


********UPDATE*********

Saatnya memilih 1 (satu) nama yang beruntung, dan dia adalah:
 
                                             Ahmad Azwar /@azwaravisin


Selamat buat pemenang, silahkan DM aku di twitter Nama, Alamat Lengkap dan No.hp yang bisa dihubungi untuk pengiriman hadiahmu ya :)

53 komentar:

  1. Nama : Sakinah
    Twitter : Saqi_Kinashita
    Link share : https://twitter.com/Saqi_Kinashita/status/821259681314156545
    Domisili : Purwokerto,Jawa Tengah

    Itu yang aku alami, pacaran dari SMA sampai akhirnya kerja, mulai sama sama dari nol sama pacar tpi malah ga direstuin, akhirnya aku pilih keluarga, karena gimana pun , aku tetep harus bahagiain orang tua, insya allah yang terbaik bagi mereka ya memang baik buat aku, susah awalnya buat move on, bahkan sampai sekarang saat pacar udah punya pacar baru lagi, aku tetep single, malah jadi ga kepikiran buat pacaran sih, kepikirannya langsung nikah aja xD
    Ada positifnya juga jadi terhindar dari dosa 'Pacaran'

    BalasHapus
  2. Nama : Riza Putri Cahyani
    Twitter : @Zhaa_Riza23
    Link share : https://twitter.com/Zhaa_Riza23/status/821259323279962113
    Domisili : Bogor

    Jawaban :

    Aku pasti lebih milih keluarga dong. Soalnya mereka yg udah ngebesarin dan ngerawat aku. Semua kebutuhan dan keinginanku mereka yg penuhi. Keluarga mencintai kita apapun keadaan kita dan tidak ada yg perlu kita khawatirkan lagi tentang itu. Sedangkan kekasih belum menjadi keluarga kita secara resmi. Kemungkinan untuk berpisah masih besar. Jadi ya kalau disuruh memilih aku bakalan lebih pilih keluarga.

    BalasHapus
  3. Nama : Siti Nurhasanah
    Twitter : @nde_NRH
    Link share : https://twitter.com/nde_NRH/status/821258001432465409
    Domisili : Sukabumi

    Aku pilih keluarga. Bagaimana pun keluarga adalah mereka yang selalu berdiri paling depan. Mereka gak pernah mengukir sakit. Mereka it ibarat pelindung. Ibarat cover buku yang melindungi lembaran-lembaran di dalamnya. Dan tentu saja aku bakal memilih keluarga. Karena mereka adalah nomor satu dari segala hal. Berkat mereka, aku ada di dunia ini. Dan ketika mereka tidak merestui pasangan kita mereka pasti mempunyai alasan baik di baliknya.

    BalasHapus
  4. Nama : Rani Widiyansyah
    Twitter : @raniwidiyansyah
    Link Share : https://mobile.twitter.com/raniwidiyansyah/status/821311740415655936?p=v
    Domisili : Bandung


    Tanpa keraguan lagi, aku pilih keluarga, karena hubungan keluarga jauh lebih kuat dari hubungan kekasih yang masih tidak jelas kemana ujungnya. Lagipula, pasti ada alasan kenapa keluarga nggak ngerestuin hubungan aku sama sang kekasih, mungkin karena kekasih kita itu sebenernya nggak baik atau mungkin entah karena apapun itu, yang pasti semua ada alasannya, nggak mungkin main nggak restuin tanpa alasan yang jelas. Dan pastinya, yang namanya kelurga itu ingin kita mendapatkan jodoh yang terbaik, mungkin sang kekasih bukan yang terbaik. Tapi, kalau emang akhirnya jodoh sama sang kekasih, pasti ada masa nya kita bakal bersatu kok, bahkan restupun akan datang dengan sendirinya. Kalau jodoh.

    BalasHapus
  5. Nama : Ratnani L
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/821337353448878080
    Domisili : Jepara

    Pastinya akan memilih keluarga. Alasannya karena saya tidak pernah ada kalau tidak ada ibu dan ayah (keluarga). Dan lagi ridha Allah tergangtung ridha orangtua. Saya tidak ingin menjadi anak durhaka dengan menentang kehendak mereka. Mereka yang membesarkan saya sejak kecil hingga dewasa. Saya yakin mereka ingin yang terbaik untuk saya. Jadi meski sakit saya akan tetap berusaha sabar dan menerima dengan ikhlas. Lagi pula, saya sebagai wanita juga harus memikirkan bahwa saya perlu wali dari pihak ayah jika ingin menikah.

    BalasHapus
  6. Nama: Ahmad Azwar AA
    Twitter: @azwaravisin
    Link Share: https://twitter.com/azwaravisin/status/821347315587772416
    Domisili: Sidoarjo Jawa Timur

    aku akan berpikir keras sebab dua - duanya adalah yang terbaik untuk hidupku, baik keluarga dan cinta, aku akan memilih keduanya, kalau memang hubungan dengan kekasihku tidak direstui tentu saja aku akan menanyakan dengan jelas kenapa keluarga tidak memberikan restu pada hubunganku dengan kekasihku.

    sepertinya memang sulit jika memilih keduanya, secara realita akan berhadapan dengan keinginan pribadi. tapi ialah cinta, mana mungkin bisa dengan mudah diserahkan pada keputusan orang tua.cinta harus diperjuangkan sekuat tenaga, dan keluarga juga harus dijelaskan dengan sebaik - baiknya bahwa ini demi kebaikan dan kebahagiaan di masa depan, dengan penjelasan yang baik - baik dan doa yang tidak pernah berhenti semoga saja bisa kekasih atau cinta itu akhirnya bisa direstui sampai lulus ke mahligai rumah tangga.

    intinya kalau sudah jodoh sekalipun banyak penghalang dan perintang, sesulit apapun pasti akan bersatu. optimis dalam hal itu amatlah penting.

    BalasHapus
  7. Nama : Nafisah Irfani S.
    Twitter : @irfanisse
    Link share :https://mobile.twitter.com/irfanisse/status/821477383693737984

    Jawaban :
    Aku milih keluarga. Karena suatu hubungan tanpa restu dari orang tua tidak akan barokah. Sebaik apapun, secinta apapun, restu orang tua tetap yang utama. Jika hubungan terus dijalankan pasti akan ada masalah, mungkin tidak sekarang, tapi nanti. Orang tua lebih tahu mana yang baik untuk kita karena mereka yang sudah mengalaminya.

    BalasHapus
  8. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Twitter: @sitasiska95
    Link: https://twitter.com/sitasiska95/status/821499401323429888
    Domisili: Gorontalo

    Keluarga. Karena bagi saya keluarga itu segalanya, sementara cinta apalagi dalam hal ini masih berstatus pacaran adalah perasaan abstrak yang bisa meninggalkan kita kapan saja, menyakiti kita kapan saja. Keluarha tidak. Dalam posisi ini saya lebih mengutamakan pikiran rasional daripada perasaan emosional, karena pada dasarnya logikalah yang selalu bisa menyelamatkan dan memberi jalan keluar paling objektif untuk setiap permasalahan. Bukan nggak mau memperjuangkan tapi kalau untuk perihal hubungan buat saya pribadi saya dan pasangan saya itu nggak hanya kami berdua tapi terikat pada dua keluarga masing-masing. Sebisa mungkin saya menginginkan hubungan yang dapat membuat saga ataupun dia nyaman berlalu lalang dalam kehidupan keluarga pasangan masing2.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Nama: Bety Kusumawardhani
    Akun twitter: @bety_19930114
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/821517173302710272?p=v
    Domisili: Surakarta

    Aku memilih keluarga karena hubungan keluarga tidak akan pernah putus meskipun terpisah jarak dan jarang bertemu sekalipun. Keluargalah yg selalu mendukung di saat aku berjuang dan selalu menerima seburuk apapun keadaanku. Sedangkan hubungan dengan kekasih itu masih belum tentu dan belum jelas langgeng hingga menikah. Selain itu, keluargalah yg paling dekat denganku. Keluarga menjadi tempat curhat yg paling tepat ketika ada masalah yg menimpaku. Mereka akan memberikan solusi yg terbaik untukku sedangkan kekasih memberikan solusi yg lebih menguntungkan dirinya sendiri.

    BalasHapus
  11. Nama: Tiara Putri
    Twitter: @tirput
    Link share: https://twitter.com/tirput/status/821520512312438785
    Domisili: Depok, Jawa Barat

    Been there, done that.
    Ngga ada jawaban absolut untuk pertanyaan ini, it all depends on the situation.
    Pertama aku akan tanya dulu ke keluargaku alasan mereka ngga merestui hubunganku. Kalau emang alasan mereka bener, I'll leave him for good; kalau ternyata keluargaku cuma salah paham, aku akan coba meluruskan semuanya dan menjelaskan kenapa aku pilih dia (sekalian mengenalkan si pasangan ini ke keluargaku). 😊

    BalasHapus
  12. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/821560889207701504?p=v
    Domisili : Purwakarta


    Jika hubunganmu bersama kekasihmu tidak direstui, kamu lebih memilih cinta atau keluarga? Share yuk!!!


    Aku ingin mencari tau terlebih dahulu apa alasannya, jika alasannya masuk akal dan benar adanya (dia tidak baik dan berpengaruh buruk untukku), aku tidak punya pilihan lain untuk mempertahankannya. Keduanya benar-benar berarti untukku, tapi jika aku disuruh memilih antara dua pilihan itu, maka aku akan lebih memilih keluarga.

    Kenapa?

    Karena keluargalah yang pertama kali mengajarkan aku tentang cinta yang sesungguhnya, cinta yang tulus tanpa butuh alasan sama sekali. Seberat apa pun itu, aku tidak mungkin melepas lebih dari satu orang yang mencintaiku untuk seseorang yang belum pasti menjadi jodohku. Seseorang yang mungkin saja belum benar-benar mencintaiku, yang rasa cintanya belum tentu lebih besar dari rasa cinta keluargaku untukku.

    BalasHapus
  13. Nama : Muhsinatud Diyanah
    Twitter : @diyan402
    Link share : https://mobile.twitter.com/diyan402/status/821566503657111553
    Domisili : Jepara, Jateng

    tentu keluarga. dalam prinsip hidupku dan juga telah di jelaskan di agama ku " Ridha Allah tergantung dari ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua" well, meskipun awal saat menjalaninya terbilang sulit. realistis sajalah, kekasih bukan tentu jodoh kan? dan keluarga adalah harta yang paling berharga. percaya sama takdir yang di atas mungkin dia bukan yang terbaik.

    BalasHapus
  14. Milla Cahya
    @millacha_
    https://twitter.com/millacha_/status/821578300325707776
    Jakarta Timur, DKI Jakarta

    Jika hubungan saya bersama kekasih saya tidak direstui, saya pasti lebih memilih keluarga karena keluarga selalu ada bahkan di saat tersulit saya. Mereka lah yang menjadi teman hidup saya sejak lahir dan tempat dimana kami saling membagi rasa cinta yang besar. Mungkin saya akan menemukan kembali cinta dari kekasih yang telah hilang, tetapi cinta dari keluarga yang hilang tak akan pernah kembali lagi.

    Untuk pasangan hidup, saya memegang prinsip "kalau jodoh pasti bertemu". Jika kekasih saya saat ini akan menjadi jodoh saya kelak, pasti akan selalu ada jalan untuk hubungan kami yang tak lagi ditentang.

    BalasHapus
  15. nama : leni yuniar
    akun twitter : @lenyyuniar1
    link share : https://mobile.twitter.com/lenyyuniar1/status/821602538269143040?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5942746523
    domisili : patianrowo
    jawabanmu : keluarga adalah orang pertama yang mengajarkan kita cinta. Dari mereka kita bisa tau apa itu cinta??bagaimana rasanya?? Dan apa dampaknya. Tapi keluarga juga manusia biasa layaknya kita mereka hanya tau lewat dari pengalaman,tetapi mereka tidak mengetahui takdir hidup orang lain bahkan anaknya sendiri,bisa saja apa yang dipikirkan dan di inginkan keluarga berbanding terbalik dengan takdir yang telah ditentukan allah.berpikir beribu-ribu kali,untuk memastikan mana yang paling benar diantara jawaban.Kalau pun masih bimbang.Kita bisa tanya langsung pada allah lewat sholat istiqoro.

    BalasHapus
  16. Kiki Suarni
    @Kimol12
    https://twitter.com/Kimol12/status/821619574814674949
    Batubara-Sumut

    Keluarga. Karena hubungan tanpa restu orang tua sama saja tidak mendapatkan restu dari Allah SWT. Lagi pula keluarga adalah tempat sebaik-baiknya kembali di saat kita susah dan tertimpa musibah. Apapun yang terjadi, apa lagi hal buruk, orang pertama yang kita cari pasti keluarga.

    Bukannya cinta tidak penting, tapi aku selalu meyakini bahwa manusia diciptakan berpasangan. Jika memang jodoh, pasti akan berjodoh bagaimanapun jalan dan caranya. Jika kita kehilangan orang yang kita cintai pasti akan menjadi mantan pacar, mantan suami, mantan istri. Tapi jika itu keluarga terutama otang tua, tidak akan pernah ada istilah mantan anak atau mantan orangtua.

    Karena memang keluarga adalah komponen penting bagi hidup manusia. Dimana pembentukan karakter kita ditempah dalam keluarga kita.

    BalasHapus
  17. Nama : Aminatuzzahra
    Twitter : aminatuzzahra21
    Link Share : https://twitter.com/aminatuzzahra21/status/821335684040404992
    Domisili : Bogor

    Aku pilih pasangan.Tapi kita harus mengetahui apa motivasi dibalik ketidaksetujuan orang tua kita atas hubungan cinta kita.Cari tahu latar belakang dari kehidupan orang tua kita dan kemudian kita bandingkan dengan latar belakang dari pacar kita,karena biasanya perbedaan latar belakang seringkali menjadi penyebab utama dari ketidaksetujuan orang tua.Ada banyak alasan yang bisa menyebabkan orang tua tidak merestui hubungan kita,dan itu semua harus kita cari tahu apa motivasi dari alasan2 tersebut.Jika orang tua kita ternyata salah,Orang tua juga manusia,tidak selamanya mereka selalu benar.Bila ternyata ketidaksetujuan mereka lebih dilatar belakangi karena masalah racis (perbedaan suku,warna kulit dst), kelas sosial,atau bahkan perbedaan pekerjaan (misal dia kurang mapan dibandingkan dengan kita).Bila itu semua yg menjadi alasan,maka sudah selayaknya kita berjuang mempertahankan hubungan cinta kita dan tidak begitu saja menyerah dan setuju dengan ketidaksetujuan orang tua kita.Bila ternyata semua ini yang menjadi penyebab ketidaksetujuan orang tua kita,maka sudah sewajarnya kita bisa memberikan argumen yang tepat pada mereka untuk mempertahankan hubungan cinta kita.Bagaimanapun ketidaksetujuan yang disebabkan karena masalah rasis,kelas sosial sangat tidak bisa dibenarkan,meskipun itu semua datang dari orang tua kita sendiri.Jika orang tua kita ternyata benar.Tidak ada yang lebih mengenal kita, selain orang tua kita.Bahkan orang tua lebih tahu dan mengerti pada diri kita dibandingkan kita sendiri.Kita harus ingat,orang tua sangat menyayangi kita dan mereka menginginkan supaya kita bisa bahagia dalam hidup ini. Jadi ketika mereka melihat sesuatu yang tidak beres dan merugikan, dalam hubungan cinta kita, tentu saja mereka bakal dengan tegas menolak dan tidak merestui hubungan kita.Jika kita mulai berlaku liar, dan hidup kita mulai kacau, (misal kita mulai mempergunakan obat-obatan terlarang, minuman keras) karena pengaruh pacar kita, orang tua sudah pasti sangat tidak setuju dengan hubungan kita.Dan orang tua juga bakal tidak merestui,bila ternyata selama menjalin hubungan cinta,prestasi kuliah kita mulai menurun,atau kita mulai kehilangan sahabat dan teman kita.Sudah waktunya kita mendengarkan orang tua dan menghentikan hubungan cinta kita.Cinta itu indah dan bisa membuat hidup lebih bersemangat dan lebih baik.Bila ternyata cinta yang kita jalani sekarang ini memang benar-benar membuat hidup kita lebih baik,lebih nyaman,dan pacar kita benar-benar sayang sama kita dan memberikan efek positif pada kehidupan kita,sudah sewajarnya kita mempertahankan hubungan cinta ini,meskipun orang tua tidak setuju.Tapi ketika hubungan cinta dirasakan mulai “membahayakan” kehidupan pribadi kita,ada baiknya kita berpikir ulang, apakah perlu kita mempertahankan cinta ini?
    Orang tua selalu mengharapkan yang terbaik buat kita,hadapilah ketidaksetujuan orang tua dengan kepala dingin dan sikap yang kooperatif.Boleh jadi mereka tidak suka dengan pacar kita,tapi suatu hari nanti mereka pasti akan bisa menerima hubungan cinta kita,bila kita mampu membuktikan bahwa apa yang kita lakukan bisa membuat kehidupan kita lebih baik dan lebih indah untuk dijalani.

    BalasHapus
  18. Nama : Aenun Nasyifa Z.A.
    twitter : @AenunNasyifaZA
    domisili : Tegal,Jateng
    Link Share : https://twitter.com/AenunNasyifaZA/status/821639839087034368

    Jika hubunganmu bersama kekasihmu tidak direstui, kamu lebih memilih cinta atau keluarga? Share yuk!!!

    orang bilang jodoh itu dekat, mau dijauhkan sejauh apa pun nantinya akan dekat kembali. walaupun orang tua menentang sejatinya dia akan tetap menjadi jodohku tapi aku tidak serta merta mengambil keputusan kawin lari dengan kekasihku. ada baiknya mendengarkan orang tua dan menunjukkan bahwa dialah jodoh yang tuhan berikan. maka menunggulah untuk saat itu saat orang tua kita mulai melihatnya dan merestuinya. pasti ada jalan tanpa harus menentang keluarga dan menyakiti kekasih, jika kita mau bersabar dan berdoa.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. Nama : Kristin Wahyuni
    Akun Twitter : @carera_10
    Link share : https://twitter.com/Carera_10/status/821644951696056323
    Domisili : Lumajang - Jatim (masih ada di peta kan???) :D
    Jawab :
    Sebelumnya... its me again :D btw, ikutan blogtour sebelumnya milik Mbak IkaDEika :D
    Emm.. tentu saja aku pilih keluarga. Walaupun mungkin berat di awal, apalagi kalau kita sama kekasih kita sudah saling sangat-sangat dan sangat mencintai. Kemana-mana berdua. Seiya sekata eh nyatanya keluarga tidak menyetujui. Bagaimanapun juga kita keluar dari sebuah keluarga. Watak dan karakter kita semua dimengerti terlebih dahulu dr keluarga. Pasti ada alasan kalau sampai orang tua tidak menyetujui. Tapi apapun alasannya, yang jelas keluarga pasti aku prioritaskan dulu. Paling gak enak konflik sama keluarga sendiri dibanding konflik dengan pasangan atau orang lain. Suatu saat nanti toh kalau memang berjodoh sama pasangan, keluarga pasti menyetujui hubungan itu. Dan satu hal lagi, jodoh itu banyak, bisa dicari tapi kalau keluarga cuma satu dan tak ada duanya lagi ^^

    BalasHapus
  21. yasmiyanti18/01/17 16.29

    Nama : yasmiyanti
    Akun twitter : @yaz_1090
    Link share : https://mobile.twitter.com/yaz_1090/status/821607543222964225?p=v
    Alamat : Purworejo, Jawa Tengah

    Saya pernah tidak mendapat restu dari keluarga. Namun saya masih melanjutkan hubungan saya dengan pacar saya dulu. Hingga akhirnya hubungan kami berakhir. Dia masih terus menghubungi saya. Sempat berfikir apakah dia akan bersama saya lagi? Kemudian saya mendengar kabar dia sudah bertunangan.
    Menurut saya restu keluarga sangat penting bagi kelanggengan suatu hubungan karena setelah menikah kita akan membaur dengan keluarga.

    BalasHapus
  22. Nama: Ratna Komalasari
    akun twitter: @imratnasr
    link share: https://mobile.twitter.com/imratnasr/status/821641993222844416
    Domisili: Tangerang.


    Pilihan tersulit ialah memilih antara cinta atau keluarga, karena menurutku keduanya ialah sama-sama penting dalam kehidupan aku atau mungkin kita semua?
    Tapi aku punya solusi, solusi yang bisa aku pakai jika restu tidak didapat dari orangtua aku maupun calon imamku kelak.
    Jika menurut aku cowo itu ialah yang terbaik bagiku, yang bisa menjagaku, yang bisa membimbingku kejalan yang benar, yang bisa menuntunku menuju surganya Allah, maka aku dan dia akan berjuang. Aku akan meminta kepada cowo aku itu untuk memgambil hati keluargaku, mencuri restu itu dari tangan ayah dan ibuku karena jika kita yakin kita akan mendapatkan hasil yang terbaik, karena aku tidak bisa munafik bahwa aku menginginkan dia yang menjadi imamku jadi kita harus mengambil restu itu, mendekatkan diri ke keluarga ialah solusi paling tepat, yang Insya Allah jika Keluarga kita tau sifat yang sebenarnya dari pasangan kita, tau bahwa ia adalah yang terbaik bagi putrinya maka restu itu akan mereka berikan dengan ikhlas, dengan senang hati, dengan tangan terbuka karena cowo kita membuktikan bahwa dia adalah yang terbaik bagiku, bagi putri mereka.
    Jadi jika seperti itu Keluarga dan Cinta bisa kita perjuangan kan karena Keluarga dan Cinta itu setara dalam hidup kita, yang artinya kita memerlukan Keluarga serta cinta.

    BalasHapus
  23. Nama: Deva Muhammad Yasin
    Akun twitter: @devayasinyahya
    Link share: https://twitter.com/devayasinyahya/status/821657502513238018
    Domisili: Surabaya

    Answer:
    Well, saya sedikit dilema.
    tapi, walaupun begitu, saya sudah memiliki jawaban untuk pertanyaan ini.

    Jika hubunganmu bersama kekasihmu tidak direstui, kamu lebih memilih cinta atau keluarga?

    Both of them,
    Bukan karena saya tidak mau memilih salah satu, tapi saya memiliki keyakinan bahwa cinta adalah salah satu hal yang patut diperjuangkan.

    Bagaimana dengan cinta membutuhkan pengorbanan? But, kenapa harus dikorbankan, kalau masih dapat diperjuangkan?.

    Well, katakanlah saya orang yang agresif, tapi mendapatkan kebahagiaan butuh perjuangan bukan?
    Pepatah mengatakan,
    Berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian,
    Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

    Untuk medapatkan kebahagiaan, tidak ada salahnya kita merasakan sakit dahulu, toh jika perjuangan kita mendapatkan restu dan Ridho dari Allah, kebahagiaan pasti dapat kita genggam.

    Inilah pilihan saya, memperjuangkan cinta saya.
    Cinta kepada keluarga dan cinta kepada calon pendamping hidup saya.
    Cinta tidak hanya dalam bentuk kepada pasangan bukan? Cinta juga bisa datang dari keluarga. So, Jika saya menyerah pada salah satunya, maka saya sudah kalah dalam cinta.

    Apa yang akan saya lakukan tentang perjuangan cinta keduanya?
    Banyak caranya, dan yang paling ampuh adalah dengan pembuktian. Yah, dalam hal ini juga patut diingat, bahwa saya tidak berjuang sendirian, saya memiliki pasangan yang dapat mendampingi saya dalam mendapatkan restu keluarga saya.

    saya memang buta dalam hal percintaan, tapi saya tidak buta dalam hal memperjuangkan.

    Memang rasanya sakit dan berat, tapi disitulah hebatnya cinta.

    Bila ingin berkenalan dengan cinta, maka harus siap untuk menerima rasa sakit, belajar arti perjuangan dan pengorbanan, serta berpegang teguh dengan keyakinan yang dianggap benar.

    Dan ini adalah hal yang paling penting, Ikhtiar dan doa.
    tanpa keduanya, belum tentu Allah akan membuka yang namanya jalan cinta.

    Cinta tak sesederhana yang kita duga. Tanpa kita sadari, hidup kita juga berawal dari ikatan-iktan cinta dan sampai akhir hidup pun setiap manusia pasti akan dibelenggu rantai cinta.
    Dan disinilah kita akan bertemu dengan yang namanya UJIAN CINTA.

    BalasHapus
  24. Nama : seffi soffi
    Twitter : @seffiii
    Domisili : Bandung
    Linkshare : https://twitter.com/seffiii/status/821673145497255938

    Jawaban : aku pasti milih keluarga, karena keluarga segalanya buat aku. Dimana mereka bisa menerima aku apa adanya, mengerti kondisi aku dan selalu ada disana aku bahagia dan sedih... Cinta juga emang penting, tapi klo gak ada yang merestui. Aku bisa apa, kebahagian gak bakalan aku raih.. Realistis aja, cinta gak bisa bikin kenyang..

    BalasHapus
  25. Nama : Alvanesya
    Domisili : Nganjuk, Kertosono
    Twitter : @vanesyakeiko
    Link Share : https://mobile.twitter.com/Vanesyakeiko/status/821681558646038528?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4527715562

    Jika hubunganmu bersama kekasihmu tidak direstui, kamu lebih memilih cinta atau keluarga?

    Kalau aku memiliki hubungan dengan seseorang yg ditentang keluarga, aku lebih mengikuti kehendak keluarga daripada cinta. Karena aku yakin, yang menurutku sudah baik, itu belum tentu baik. Dan yg menurutku buruk, itu belum tentu buruk.
    Pasti ada alasan dibalik pertentangan hubungan kami. Dan keluarga pasti bisa menilai baik atau buruknya hal itu.
    Jika sebuah cinta bisa meninggalkanku, mungkin keluarga akan berdiri kokoh melindungiku. Setiap saat hanya keluarga yg bisa menampung semua keluh kesahku dalam batin. Didunia ini yg sangat aku butuhkan adalah kasih sayang tanpa batas dari keluargaku. Kita juga membutuhkan sandaran bukan? Maka dari itu aku lebih memilih keluarga.

    BalasHapus
  26. Nama : R Tria Octasiana
    domisili : Brebes, Jawa Tengah
    twitter : @Anaao98
    Link share : https://mobile.twitter.com/Anaao98/status/821715623386320896?p=v

    Nggak bisa memutuskan secara langsung sih harus memilih yang mana.
    Kalau kasusnya nggak direstui orang tua, aku bakal mencoba pahami dulu alasan yang dikemukakan oleh orang tua. Masuk akal atau tidak. Yah, dalam kamus orangtua secara global, mereka menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Iya dong, sudah dirawat dengan penuh kasih sayang sejak masih dalam kandungan, orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya.
    Kalo alasan orangtua nggak masuk akal? Cuma satu caranya, buktikan bahwa kekhawatiran yang dilontarkan orangtua tidak benar.
    Nah kalo alasan yang dikemukakan orangtua masuk akal, berarti memang aku kudu berpihak ke keluarga. Percaya aja lah diluar sana masih banyak pria yang sama berkualitasnya (bahkan lebih) dari pacar yang sekarang. Plus sudah direstui oleh orangtua pula.

    BalasHapus
  27. Nama: Yoshiie Srinita
    Twitter:@yoshiecanikkaa
    Domisili: Pekanbaru,Riau
    Link share: https://twitter.com/yoshiecanikkaa/status/821757705542959104

    Jawaban:

    Dengan keyakinan yang sangat besar aku memilih KELUARGA.Keluarga adalah hal yang pertama kali aku miliki sejak ada di dunia ini dan keluarga lah yang akan menjadi orang yang pertama menemanimu dalam keadaan apapun. Cinta tulus dan abadi yang pertama kali kita rasakan adalah Cinta keluarga, jadi apapun itu keluargalah yang selalu didahulukan. Jika benar dia mencintai dan menerima kita apa adanya, dia tidak akan memberikan pilihan Tetapi dia akan berusaha membuat keluarga kita bisa menerima dirinya (dengan dorongan semangat dari kita tentunya). Dia akan berjuang sehingga restu keluarga terkantongi dan tidak menyebabkan terjadi perpecahan antara diriku dan keluargaku. Sesungguhnya keberanian dia mengantongi restu keluarga itulah, salah satu alasan terbesar kamu untuk mempertahankannya.

    BalasHapus
  28. Nama : Mariatul Rahmi
    twitter : @mrtlrhmi_
    link share : https://mobile.twitter.com/mrtlrhmi_/status/821822349871718400?p=v
    domisili : Barabai, Kalimantan Selatan


    Jika hubunganku tidak direstui, apa aku memilih cinta atau keluarga???
    Aku memilih keluarga, mereka yang telah merawatku, membesarkanku, menyanyangi, mencintai, dan memberikan kehangatan kenyamanan kepadaku. Jasa mereka tidak akan pernah terbalaskan sampai kapanpun, peran keluarga sangat penting dalam kehidupan. Otomatis memilih keluarga, keluarga keterikatannya pada kita sangat kuat, dan gak bisa dihilangkan meski mencoba menghapusnya karena hubungan darah kita dengan mereka, mengalir deras ditubuh kita. Mengorbankan sesuatu yang kita cintai untuk memilih yang lebih mencintai tanpa pamrih memang sulit, tetapi ridha atau restu orangtua sangat penting, jika mereka ridha, Allah pun juga ridha. Kalau ngotot juga memilih cintamu tanpa restu mereka, otomatis gak bakalan bisa berkah hidup. Menuruti perintahnya mungkin itulah yang terbaik bagi kita, menjadi anak yang berbakti. Keluarga selalu ada untuk kita, mau 24 jam atau lebih dan rela tidak tidur demi kita, mendukung kita dari nol jika kita down. Sahabat atau teman memang juga peduli pada kita tapi mereka tidak selamanya 24 jam ada untuk kita. Jika memang dia jodoh kita pasti bakal kembali pada kita. Walaupun dia berlayar mengelilingi samudera didunia, tempat kembali berlabuhnya nanti ditepian hati kita.

    BalasHapus
  29. Nama: Lina Ernawati
    Twitter: @Linaernaw
    Link share:
    https://twitter.com/Linaernaw/status/821918169497354240
    Domisili: Tangerang

    Pasti jika diberi pertanyaan seperti ini, hampir setiap orang akan menjawab memilih keluarga. Tapi pada kenyataannya banyak yang lebih memilih cinta, dan bahkan ada yang berakhir dengan memilih pergi dari rumah demi cinta.
    Saya sendiri bingung harus memilih yang mana? Jika ditanya seperti ini, maka saya juga pasti akan menjawab bahwa saya lebih memilih keluarga. tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, Bisa saja saya dibutakan oleh cinta sehingga lebih memilih pergi bersama kekasih saya karena tidak direstui orang tua.
    Tidak ada yang tahu takdir kehidupan bagaimana dan seperti apa. saya bisa saya berkata dan berencana seperti ini, tapi saya tidak akan tahu apakah kedepannya ucapan dan rencana saya tetap seperti itu atau malah bisa saja berubah.

    BalasHapus
  30. Helen Dianawati19/01/17 10.43

    nama : Helen Dianawati
    akun twitter : @HelenDianawati
    link share : https://twitter.com/HelenDianawati/status/821917761362268160
    domisili : Jakarta

    Jika hubunganmu bersama kekasihmu tidak direstui, kamu lebih memilih cinta atau keluarga? Share yuk!!!

    Saya akan memilih keluarga. Kenapa? karena saya percaya dengan instink/firasat dari keluarga terutama orang tua mengapa sampai mereka tidak merestui. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan semua orang tua ingin semua anaknya bahagia. Untuk itu pastinya orang tua akan memberikan alasan mengapa mereka tidak merestui. Karena cinta orang tua kepada saya pasti lebih besar.

    Dan saya rasa bila cinta itu benar jodoh saya dan yang terbaik buat saya, dengan cara apapun dia akan menemukan jalan kembali kepada saya dan menjadi milik saya, tanpa harus mengorbankan hubungan saya dengan orang tua dan keluarga saya. Cinta yang baik tidak akan egois membuat saya harus memilihnya dan menjadikan saya anak yang tidak berbakti karena harus meninggalkan orang tua yang selalu menyayangi saya secara tulus. Justru cinta yang sejati itu akan mempererat hubungan saya dengan orang tua dan keluarga. Dan bersama dialah saya bisa berbakti kepada orang tua.

    BalasHapus
  31. Nama: Restu Dwi Puji A
    Twitter : @rereluphy
    Link share : https://mobile.twitter.com/RereLuphy/status/821972437000601600
    Domisili : Yogyakarta
    Jawaban :

    Jika hubunganku bersama kekasihku tidak direstui, maka lebih memilih cinta atau keluarga?

    Menurut pendapatku -berhubung tidak memiliki kekasih- aku lebih memilih keluarga. Cz, family is number one! Merekalah orang-orang yang paling dekat denganku, dimana saat aku membutuhkan, mereka selalu ada. Tentu tidak adil jika aku harus memilih orang lain. Apalagi jika orang tua tidak merestui, dijamin tidak akan mulus hidup kedepannya, dan juga ridho Allah tergantung ridho orang tua kita. Tapi kenyataannya tetap ada orang yang hidup bahagia meskipun telah memilih kekasihnya daripada keluarganya? Ya, tapi hidup mereka tidak tenang, pasti ada suatu hal yang mengganjal, ada suatu perasaan yang tidak enak.

    Untuk urusan jodoh, manusia ditakdirkan hidup berpasangan. Mungkin salah satu jalan yang ditunjukkan Tuhan untuk kita, melalui restu orang tua tersebut.

    ^^

    BalasHapus
  32. Nama : Syifa
    twitter : @syifaa_id
    domisili : Surakarta, Jawa Tengah
    Link Share : https://twitter.com/syifaa_id/status/821994464696598528

    Jika hubunganku bersama kekasihku tidak direstui, maka lebih memilih cinta atau keluarga?

    keluarga dan cinta, tidak bisa hanya memilih salah satu karena keduanyalah yang membuat hati kita tenang dan bahagia, maka bagaimana caranya kita merangkul keluarga yang tidak merestui hubungan dengan kekasih kita? bersabar dan perlahan-lahan bujuk keluarga kita dan yakinkan mereka bahwa kita akan bahagia dengan kekasih kita. orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya bahagia, pasti kedua orang tua juga akhirnya merestui tentunya setelah kita berusaha berikhtiar mendapat restu dari orang tua kita. dan juga komitmen dengan kekasih untuk mendapatkan restu agar perjuangan yang tidak mudah ini terus berjalan dan tingak putus ditengah jalan. berdoa kepada yang kuasa supaya dibukakan pintu ridho kedua orang tua kita agar merestui anaknya.

    BalasHapus
  33. nama : dewi marini
    domisili : solo jateng
    link share : https://mobile.twitter.com/deverzstyle/status/821993891037675520?p=v
    twitter : deverzstyle

    aku blm prn merasakan hal seperti itu sih tp kl disuruh mlih yg pasti mlih keluarga, ga mungkin kan kita perang sma keluarga cm karna 1 orang aplg yg baru tingkat pacar.keluarga lbh penting dari seorang pacar krn mereka adl orang yg paling lama hidup dg kita, emang pacar bisa selama keluarga ? :)

    BalasHapus
  34. Nama: Rina Fitri
    Twitter: @Rinafiitri
    Link Share: https://twitter.com/Rinafiitri/status/821915239553695744
    Domisili: Banda Aceh

    Cinta terindah adalah yang berbalas. Namun sepahit empedu,
    Saat berbalas, namun tiada restu.
    Tentu dalam hal ini aku akan memilih keluarga. Tidak mungkin aku menghancurkan tali persaudaraan demi seorang pria. Karena pada hakikatnya cinta itu Tuhan yang memberikan. Kita harus mencintai sang pencipta terlebih dahulu baru mencintai makhluk-Nya. Tuhan memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Mungkin restu yang tak didapatkan merupakan cara Tuhan mencegah kita agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Tetapi terkadang manusia terlalu dibutakan oleh cinta sehingga bertindak serakah. Menutup mata dan mengabaikan segala moral dan peraturan yang ada. Bersikap durhaka kepada kedua orang tua. Dan manusia yang seperti itu, tidak menerima apa-apa kecuali sesal yang tiada guna. Tentu saja aku tidak mau menjadi bagian dari manusia tersebut.

    BalasHapus
  35. Nama: Rohaenah
    Twitter: @rohaenah1
    Link share: https://twitter.com/rohaenah1/status/822047422163492864
    Domisili: Jakarta
    Jawaban: pilihan yang sulit antara keluarga atau kekasih. yang patut dipertanyakan disini mengapa tidak direstui? Ini yang harus kita selidiki. Bagiku selama bukan masalah keyakinan hal lain bisa dikompromikan dan pastinya dalam mencari kekasih pun dari awal memcari yang terbaik.
    Di luar semua hal apapun keluarga nomer 1, tapi kekasih pastinya satu diantara kebahagiaan yang ingin aku raih. Aku coba dulu membujuk keluarga agar merestui hubungan dengan kekasihku. Mungkin memang tak mudah, tapi yang namanya kebahagiaan pasti butuh perjuangan. Diusahakan apa yang membuat keluarga tidak suka, kita perbaiki. Mungkin kesannya maruk banget mau dua pilihan itu, tapi aku yakin setiap usaha pasti akan membuahkan hasil selama kita dijalan yang benar. Jadi selama tidak menjadi *anak durhaka aku ingin berjuang bersama dengan kekasihku salam meraih restu keluarga dalam hal ini tentunya kedua orang tua.

    BalasHapus
  36. Devira belin19/01/17 19.47

    Nama: devira belin
    Twitter: virscnd
    Link share: https://mobile.twitter.com/Virscnd/status/822060700373688321
    Domisili: Semarang, Jawa tengah
    Jawaban:

    Keluarga. Karena kita hidup bareng keluarga, kalo gk ada keluarga siapa lagi yg bisa mensupport kita? Pacar? Blm tentu dia tulus sama kita , blm tentu dia setia sama kita entah mungkin di manis didepan beda di belakang. cinta belum tentu bertahan untuk selamanya, sedangkan keluarga selalu memberikan kasih sayang. Terutama orang tua, karena kasih sayang orang tua tidak ada batasnya kepada anaknya. Sedangkan cinta seorang manusia kepada manusia lain lama-kelamaan bisa pudar. klo km percaya restu ortu itu restu nya Allah kita pasti bakal ngerti kok, ortu kita tau yg terbaik buat kita. Karena kadang yg terlihat baik blm tntu baik karena cinta. Jd kita butuh org tua yg ga terlibat dlm cinta trsebut, jd mereka bisa melihat tnp dibutakan oleh cinta.
    Saran ku, jangan bantah orang tuamu semasih itu hal yg baik buat kamu. Mereka kaya gt karena mereka sayang sm kita. Dan merekapun lebih berpengalaman dari kita dalam merasakan manis pahitnya dunia ini dan juga udh bertemu berbagai macam tipe dan karakter orang. So gaada salahnya kan kita mengikuti hal yg baik dri org tua kita? Selain menunjukan kita berbakti, kita juga mendapatkan restu Allah pada akhirnya :)

    BalasHapus
  37. Nama: Alyani Shabrina Heriestyawati
    Twitter: @alyanishab
    LInk Share:https://twitter.com/alyanishab/status/822086829667012610
    Domisili: Semarang, Jawa Tengah
    Jawaban:
    keluarga. Hehehe udah pernah ngerasain gimana saat aku lebih kekeuh sama pendirianku, cinta itu membuatku terpuruk dan akhirnya keluargalah yang membantuku untuk bangkit. Karena percaya keluarga tidak akan menjerumuskan. :)

    BalasHapus
  38. Nama : rumita sari
    Twitter : @rumitamita2
    Link share: https://twitter.com/RumitaMita2/status/822095993709568000?s=09
    Domisili : Bekasi

    Aku lebih memilih orangtua, karena aku percaya ridho Allah Ridho Orangtua . Orangtua selalu mempunyai firasat/ikatan batin terhadap anak2nya tentu mereka ingin yang terbaik untuk anaknya . Terlebih bila cinta tidak direstui maka hubungan itu kurang indah dan nyaman maka restu orangtua sangatlah penting bagiku .

    BalasHapus
  39. Nama : rumita sari
    Twitter : @rumitamita2
    Link share: https://twitter.com/RumitaMita2/status/822095993709568000?s=09
    Domisili : Bekasi

    Aku lebih memilih orangtua, karena aku percaya ridho Allah Ridho Orangtua . Orangtua selalu mempunyai firasat/ikatan batin terhadap anak2nya tentu mereka ingin yang terbaik untuk anaknya . Terlebih bila cinta tidak direstui maka hubungan itu kurang indah dan kurang nyaman maka restu orangtua sangatlah penting bagiku .

    BalasHapus
  40. Nama : Heni Susanti
    Twitter : @hensus91
    Link share : https://twitter.com/hensus91/status/822283550057779200
    Domisili : Pati - Jawa Tengah

    Aku tetap memilih keluarga. Bagaimana pun, aku percaya pada ridho Allah tergantung pada ridho orangtua. Aku juga tidak ingin menjadi anak yang tidak tahu diri dengan menyakiti atau melawan orangtua yang menjadi bagian dari seluruh hidupku, pahlawan hidupku, demi laki-laki yang tidak bisa mereka terima.

    BalasHapus
  41. Nama :Dini Auliana Putri
    Twitter :@Dini_Auliana28
    Link share :https://twitter.com/Dini_Auliana28/status/822347673537638400
    Domisili :Lampung Tengah

    Ini seperti kita disuruh memilih, obat atau es krim?
    Jika kita sedang dalam keadaan sehat, pasti kita akan memilih es krim. Perumpamaan keluarga itu seperti es krim. Saat kita sedang lelah dengan segala macam pikiran, ada keluarga yang bisa kita ajak untuk berbagi. Yg bisa kembali mendinginkan pikiran kita. Bukankah keluarga itu adalah tempat kita pulang ketika kita berada dalam masalah? Keluarga akan selalu ada untukmu, akan selalu mendukungmu, akan mengarahkan yg baik jika tidak sepaham. Karena keluarga adalah pengembali mood baik seperti es krim.
    Sedangkan ketika kita sedang sakit, mungkin kita akan memilih obat terlebih dahulu. Obat kadang membuat kita sembuh, ada yg memperburuk dan ada pula yg membuat ketergantungan. Seperti itulah ketika kita memilih cinta dibanding keluarga. Kekasihmu mungkin akan menyembuhkanmu sesaat dari luka kehilangan keluarga. Tapi yg namanya manusia, kita tidak bisa menerawang apakah cinta akan tetap berpihak pada kita?
    Berhubung aku belum pernah mengalami konflik cinta yg seperti itu, dan kalaupun suatu saat dihadapkan pada pilihan seperti itu? Maka aku akan tetap memilih keluarga. Tak mengapa kehilangan kekasih, toh masih ada keluarga yg pastinya akan mengarahkanku pada cinta yg lebih baik. Tak mungkin keluarga akan menyesatkanku dan tertawa atas penderitaanku. Karena keluarga adalah tempat berbagi terbaik.

    BalasHapus
  42. Nama : Fita
    Twitter : @fitania09
    Link : https://twitter.com/fitania09/status/822349282141274114
    Domisili : Malang-Jatim

    Aku lebih memilih cinta keluarga karena hubunganyang telah terikat oleh darah (keluarga) lebih harus dipertahankan daripada hubungan lainnya. Keluarga ku pasti memiliki alasan kenapa tidak merestui hubungan kami. Terutama ayah & ibu yang telah merasakan asam manis kehidupan serta lebih berpengalaman dengan kehidupan romantika pasangan muda. Pastinya orangtua memiliki alasan yang kuat kenapa tidak merestui kami. Dan sebagai anak aku lebih memilih mematuhi nasihat keduanya daripada harus menjalani backstreet. Aku takut kalo tetep aja menerjang apa yang telah dilarang ortu ujung-ujungnya ntar kualat sendiri. Dalam hal ini aku pernah memiliki pengalaman dari temen ku sendiri. Awalnya dia gak direstui sama pacarnya. Tapi tetep ngeyel pengen nikah. Akhirnya kehendak keluarga kalah sama cinta temen ku pada kekasihnya. Selepas nikah ternyata rumah tangga tak berjalan harmonis & mereka pun cerai tidak sampai usia pernikahan 2 tahun. Dan dari sini sih aku lebih banyak mengambil pelajaran bahwa apa yang dilarang keluarga terutama orang tua bukan karena tak sayang kita malah kasih sayang mereka jauh lebih besar ketimbang pacar. Mereka hanya mendambakan kebaikan buat kita.

    BalasHapus
  43. Nama: Lala
    Akun Twitter: @fazidaa_
    Domisili: Jakarta Timur
    Link Share: https://mobile.twitter.com/fazidaa_/status/822368424961544192
    Jawaban:

    Aku harus tahu dulu, mengapa tidak direstui? Kalau berkaitan dengan harta atau hal yang berkaitan dengan duniawi, anehnya mungkin aku akan memilih cinta kalau aku rasa orang itu cukup baik dan dapat menuntunku ke arah yang lebih baik. Kalau soal sikap dia sebagai calon imam? Tentu aku akan memilih keluarga. Terlebih lagi jika ibuku yang menyatakan langsung. Naluri ibu itu sangat peka. Terbukti ketika itu, dalam sekali lirik, ibuku bilang bahwa pacarku punya tampang playboy, aku disuruh hati-hati. Aku ingat saat itu responku hanya tertawa, membantah, dan memberi pembelaan mungkin hanya karena wajahnya yang ganteng. Tapi apa? Nggak ada 3 bulan kemudian aku baru tahu ternyata aku adalah orang ketiga dalam hubungannya. Aku kembali cerita ke ibu, beliau tentu melarangku dekat-dekat lagi dengan cowok itu. Tapi bodohnya aku, aku kembali dengan dalih dia sudah berubah, tapi ternyata selama 3 tahun aku diselingkuhi bolak-balik. *curhat, tapi udah nggak sedih sama sekali lah yeeu xD* Dari situ aku belajar, bahwa omongan ibu (orangtua) yang terbaik. Makanya, setiap aku punya pasangan baru, pertama, aku akan mengenalkannya ke ibu. Simply, aku nggak mau end up kayak orang-orang di sinetron Indosiar, menyesal karena sok impulsif memilih pasangan meski udah nggak direstui dan alasannya pun cukup kuat. Meski ini hidupku, aku butuh orang lain untuk menjadi penilai, dan keluarga-lah penilai yang paling objektif karena mereka mau yang terbaik untukku. Sama seperti penulis, dia butuh orang terdekatnya untuk memberi masukan atas karya yang dia tulis, agar jadi yang terbaik. Dia butuh editor profesional, pandai di bidangnya, untuk melahirkan karya yang lebih baik. Sementara aku? Aku butuh keluarga, karena mereka menginginkan yang terbaik untukku. :)

    BalasHapus
  44. Nama : Sela Silfiyana
    Akun Twitter: @SelaSilfiyana_
    Link Share : https://twitter.com/SelaSilfiyana_/status/822399600182996992
    Domisili : Indramayu

    Lebih memilih keluarga, cinta bisa datang kapan saja, dan bisa jatuh kesiapa saja. Tetapi keluarga, bahkan kedua orang tua kita hanya satu dan itu mereka. Dan mungkin ada alasan tersendiri jika keluarga saya, kalo iya mereka tidak merestui saya dengan kekasih saya. Entah itu alasan apa, mungkin dibalik alasannya itulah pastilah yang terbaik buat saya.

    BalasHapus
  45. Nama : Sela Silfiyana
    Akun Twitter: @SelaSilfiyana_
    Link Share : https://twitter.com/SelaSilfiyana_/status/822399600182996992
    Domisili : Indramayu

    Lebih memilih keluarga, cinta bisa datang kapan saja, dan bisa jatuh kesiapa saja. Tetapi keluarga, bahkan kedua orang tua kita hanya satu dan itu mereka. Dan mungkin ada alasan tersendiri jika keluarga saya, kalo iya mereka tidak merestui saya dengan kekasih saya. Entah itu alasan apa, mungkin dibalik alasannya itulah pastilah yang terbaik buat saya.

    BalasHapus
  46. Nama : Silvy Nadia Utami
    Akun Twitter : @Silvy_Nadia1
    Link share : https://twitter.com/Silvy_Nadia1/status/822419375386857472
    Domisili : Bandung

    Yaa jelas aku pilih keluarga, karena keluarga adalah segalanya, karena meskipun terkadang mereka keras, tapi harus yakin, mreka kaya gtu karena mreka syang sma kita.
    Cinta? Cinta dari keluarga juga gaada bandingan nya sama cinta seorang pacar
    Percaya aja, tulang rusuk gak akan pernah menempati rusuk yg salah, jodoh itu udh ada yg ngatur, tohh kalo dia jodoh kita, Allah juga punya 1001 cara buat nyatuin kita, juga kalo dia jodoh kita pun, orang tua kita pasti bakalan setuju sma pilihan kita

    BalasHapus
  47. nama : Farida ENdah
    Akun twitter : @farida271
    Link Share : https://twitter.com/farida271/status/822436841286578176
    Domisili ; Pacitan

    jawaban : pilih keluarga, karena sampai kapanpun kita akan tetap membutuhkan keluarga kita. meski tidak menjadi masih bisa menjadi seorang teman bukan? selagi kita masih berteman kita bisa bisa mengetahui dengan pasti kebenaran di balik alasan penolakan keluarga tentang dia. memilih keluarga dan tetap berteman tidak akan banyak hati yang dikecewakan.

    BalasHapus
  48. nama: Ayu Calista
    akun twitter: @ayucalista18
    link share: https://twitter.com/ayucalista18/status/822470437418385408
    domisili: Jakarta
    jawabanmu:

    Sebagai remaja normal yang emosinya belum ke kontrol pasti jawabannya pilih cinta. Semenyebalkan apa pun pacar itu. Tapi, ketika udah mulai insaf makin hari, aku makin sadar bahwa harusnya aku memilih keluargaku. Tanpa keluarga belum tentu aku berdiri sampai detik ini. Belum tentu aku bisa pacaran. Jadi, setelah insyaf ini aku pilih keluarga.

    BalasHapus
  49. Nama: Rinita
    Akun twitter: @Rinitavyy
    Link share: https://mobile.twitter.com/
    Domisili: Kediri

    Q: Jika hubunganmu bersama kekasihmu tidak direstui, kamu lebih memilih cinta atau keluarga? Share yuk!!!

    A: Keluarga.
    Bagaimana pun keadaannya, hubungan keluarga adalah yg pertama kali akan aku dahulukan kepentingannya, dan tidak peduli dengan apa yang sudah ku korbankan. Karena dengan adanya keluargalah untuk pertama kalinya aku mengenal yang namanya kasih sayang dan pertama kalinya juga aku merasakan interaksi sosial. Tetapi, bukan berarti setelah memilih keluarga aku abaikan perasaan cinta di hatiku. Tidak mungkin. Manusia di ciptakan memang ditakdirkan berpasangan dan mengenal cinta. Bukankah begitu? Jadi, meski hubunganku dengan kekasih yg aku cintai itu tidak direstui, pasti ada jalan keluarnya. Aku yakin pada istilah, Setiap masalah pasti ada solusinya. Mungkin aku bisa meyakinkan keluargaku. Dan Terus meyakinkannya hingga keraguan mereka lebur berubah menjadi restu lahir batin, setelah melihat keteguhan hati kekasihku.

    BalasHapus
  50. nama: visca
    akun twitter: @Visca_Apr
    link share: https://twitter.com/Visca_Apr/status/822749076865351680
    domisili: Belinyu
    Jika hubunganmu bersama kekasihmu tidak direstui, kamu lebih memilih cinta atau .keluarga? Share yuk!!!
    sesuatu yang nggak direstui nggak akan dapat berjalan dengan lancar. saya nggak akan milih cinta *yang tidak drestui* biarin aja ngejones ya ngejones deh daripada harus milih cinta *yang tidak direstui*. saya akan beribu ribu kali milih keluarga. karena keluarga segalanya bagi saya, apa jadinya saya tanpa keluarga yang telah merawat dan mendidik saya sehingga menjadi seperti sekarang ini.

    BalasHapus
  51. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  52. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  53. Nama: Ulfa Zulia
    Twitter: @UlfaZulia
    Link Share: https://mobile.twitter.com/UlfaZulia/status/822825442230943744
    Domisili: Pekanbaru, Riau.

    'Jika hubunganmu bersama kekasihmu tidak direstui, kamu lebih memilih cinta atau keluarga?'

    Bukan ikut-ikutan. Tetapi ini adalah jawaban ter-jujur dari hatiku. Tentu saja aku akan memilih keluargaku. Dimana rasa terimakasihku jika aku mengabaikan mereka karena aku lebih memilih seorang anak manusia yang mungkin belum tentu dia jodohku? Keluarga adalah bagian terpenting dalam hidupku. Aku hidup bersama mereka dan tumbuh bersama mereka. Jika mereka ternyata tidak merestui hubunganku dengan seseorang yang aku cintai, akan sangat munafik jika aku tidak merasa sedih. Sudah pasti aku akan merasa sedih. Namun aku berpikir, keluargaku pasti tahu mana yang terbaik untukku. Jika keluargaku tidak merestui, mungkin dia bukanlah seseorang yg terbaik bagiku.

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design