Selasa, 31 Januari 2017

[Book Review] Dark Memory


Judul Buku: Dark Memory
Penulis : Jack Lance

Penerbit : BIP

Tebal : 340 pages
Terbit : December 2016
Monster itu merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia menjadi mangsa makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi, semakin tinggi lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu akan membawanya keluar dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya, ke dalam sarangnya, di mana tulang-tulangnya akan membusuk di antara sisa-sisa mangsa lainnya.

Rachel Saunders menghadiri pemakaman Jenny Dougal, sahabat baiknya yang meninggal karena kecelakaan tragis. Namun tak lama setelah pemakaman, ia sendiri menghilang secara misterius. Hal ini membuat khawatir Jonathan Lauder, kekasih Rachel, yang langsung terbang ke skotlandia untuk mencari kekasihnya.

Tiga hari kemudian, Rachel muncul kembali secara misterius. Tetapi, ia mengalami amnesia jangka pendek dan tidak bisa mengingat apa pun selama tiga hari sebelumnya, hingga minggu-minggu terakhir sebelum dirinya menghilang. Namun satu hal yang ia yakini, Jenny belum meninggal. Sahabatnya itu masih hidup. Ia ada di suatu tempat, dan Rachel merasa harus segera menemukan dan menolongnya, sebelum terlambat!

Jonathan dan Rachel berusaha mencari tahu dan merekonstruksi hari-hari saat Rachel menghilang, demi mencari kebenaran mengenai Jenny, dan mencari penyebab Rachel kehilangan ingatannya.

Namun apa yang Rachel temukan adalah teror yang menakutkan. Satu-satunya jalan untuk bertaha bhidup, dan mungkin untuk menyelamatkan Jenny adalah dengan menyingkap tabir gelap masa lalunya....

--------------------
"Di manakah dia? Apa yang terjadi? Ia tidak bisa mengingat apa pun. Sama sekali. Apakah dirinya telah melintasi batas antara mimpi dan kenyataan? Apakah ia baru terbangun dari mimpi buruk? Di manakah dia?" (Halaman 9)
Dark Memory adalah karya Jack Lance yang baru pertama kali kubaca. Novel ini cukup populer dan sudah diterjemahkan dalam 13 bahasa, dan kali ini aku berkesempatan membaca versi terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

Dark Memory mengisahkan mengenai kehidupan Rachel Saunders. Hidupnya tiba-tiba saja berubah. Dia ditemukan dalam kondisi yang cukup mengenaskan oleh seorang pengendara mobil bernama Stephen Mackenzie.  Rachel tidak ingat apa-apa, bahkan siapa namanya pun dia tidak mengingatnya sama sekali. Stephen pun akhirnya memutuskan untuk membawa dirinya pulang karena tidak tega meninggalkan Rachel yang tampak kebingungan.

Setelah Rachel sedikit lebih tenang, akhirnya dia mampu mengingat sedikit tentang dirinya. Dimulai dari nama, masa kecilnya dan orang terdekatnya sekarang. Tetapi, anehnya Rachel sama sekali lupa kenapa dia bisa berakhir di hutan dan apa yang terjadi dengan dirinya selama beberapa hari terakhir. Rachel dinyatakan menderita amnesia jangka pendek.
"Aku bisa mengingat masa kecil dan orang tuaku, tapi tidak ada yang kuingat tentang kejadian semalam atau bagaimana aku bisa berada di hutan. Seperti ada lubang dalam ingatanku. Aku ingin tahu seberapa besar lubang itu." (Halaman 49)
Di lain sisi, Jonathan Lauder, kekasih Rachel panik karena Rachel menghilang. Rachel sama sekali tidak bisa dihubungi beberapa hari terakhir. Karena khawatir, Jon pun akhirnya menyusul Rachel ke Skotlandia. Karena Rachel terakhir berada di sana, menghadiri pemakaman sahabatnya, Jenny Dougal.
"Seakan hidupnya baru dimulai hari ini, dan segala yang ada sebelum hari ini adalah mimpi buruk. Terkadang kenyataan dan mimpi sulit sekali untuk dibedakan." (Halaman 85)
Ingatan Rachel yang sedikit demi sedikit pulih akhirnya membuat dia bisa kembali mengingat Jon. Rachel pun menghubungi Jon dan singkat kata mereka pun akhirnya menyelidiki apa yang sesungguhnya terjadi. Rachel yakin sekali bahwa kejadian yang menimpanya berkaitan erat dengan Jenny dan Jenny belum meninggal serta butuh pertolongannya. Mereka pun mulai menghubungi orang-orang terakhir yang berinteraksi dengan Rachel atau berhubungan dengan Jenny Dougal. Apa yang terjadi sesungguhnya?

Aku tidak menyangka aku akan sangat menikmati membaca Dark Memory. Padahal novel ini sama sekali bukan jenis bacaan favoritku. Aku bukanlah penggemar kisah thriller atau misteri, tapi novel ini menjadi pengecualian.

Sejak melihat covernya yang mencekam dan membaca blurbnya, aku sudah tertarik sekali membacanya. Apalagi tahun ini aku menantang diriku sendiri untuk lebih banyak membaca buku dari berbagai lintas genre, dan akhirnya aku memutuskan untuk membaca novel ini.

Sejak halaman-halaman awal, aku sudah dibuat penasaran dengan kisah Rachel Sauders. Jack Lance benar-benar berhasil mencuri perhatianku, aku pun dibuat membaca halaman demi halaman novel ini hingga tamat. Aku benar-benar terpikat dengan bagaimana Jack Lance membiusku dengan gaya menulis yang begitu lincah dan mengalir, suasana mencekam pun sukses dibangun dengan sangat baik.

Aku dibuat penasaran dengan alasan kenapa Rachel bisa berakhir di hutan, kemudian harus menderita amnesia jangka pendek. Kemudian aku diajak menemani Rachel dan Jon melakukan penyelidikan untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Aku seperti diajak untuk menemukan satu demi satu keping puzzle yang hilang dalam kehidupan Rachel dan menemukan kesimpulan apa yang terjadi sebenarnya. 

Aku dibuat bertanya-tanya apakah monster yang senantiasa membayangi Rachel itu nyata atau hanya sekedar ilusi? Apakah benar Jenny masih hidup atau memang itu hanya bentuk penolakan Rachel atas meninggalnya sahabat yang paling dicintainya? Hingga kemudian aku dibuat menebak-nebak apa yang terjadi selanjutnya.

Karakter Rachel dan Jon benar-benar terbangun dengan kuat. Aku bisa merasakan segala ketakutan, kesedihan hingga kebingungan Rachel atas apa yang menimpanya. Sulit rasanya untuk membayangkan jika aku berada di posisi Rachel. Untungnya, walaupun novel ini bertemakan thriller dan misteri, Jack Lance tetap menyisipkan kisah romansa Rachel, baik dengan Jon maupun orang-orang sebelumnya.
"Begitulah semestinya cinta. Rachel mengingatkan dirinya sendiri. Tetap saja tidak cukup, dan ia tahu masalahnya ada pada dirinya, bukan Jon. Menaruh kepercayaan sebanyak itu pada orang lain sampai rela menyerahkan dirimu seutuhnya, secara terbuka, dan tanpa syarat ... apa dirinya mampu menanggung kepercayaan semacam itu di hatinya?" (Halaman 178)
Aku benar-benar dibuat terkesan dengan Jonathan. Chemistry Jonathan dan Rachel begitu terasa sekali. Jonathan benar-benar memainkan peran sebagai kekasih yang baik, dia yang mendampingi Rachel di saat-saat terberat bahkan ikut terlibat di dalamnya menguak semua tabir masa lalu. 

Semakin lama membaca, aku semakin penasaran mau dibawa kemana kisah ini. Jujur, aku cukup terkejut dengan endingnya, karena ketika aku berpikir semua akan berakhir dan menemukan kepingan puzzle yang hilang, ternyata aku masih akan menemukan hal lainnya lagi. 

Membaca novel ini akan membuatmu begitu larut saat membacanya, seakan kamu merasakan sendiri semua yang terjadi dalam novel ini. Salut buat penerbit dan penerjemah novel ini, karena terjemahannya begitu mengalir, seakan aku membaca novel bahasa Indonesia saja. 

Aku jamin, kamu tidak akan berhenti membaca hingga halaman akhir sampai kamu menemukan sendiri semua jawaban dari kisah ini. Apalagi buat kamu pecinta kisah thriller dan misteri, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca. 

Secara keseluruhan, novel ini akan membuatmu memahami bahwa ketakutan itu harus dilawan. Jangan sampai ketakutan itu membuatmu menghindari hal-hal baik yang seharusnya kamu dapatkan. Biarkan masa lalu menjadi pelajaran berharga untuk kamu melangkah lebih baik lagi dalam kehidupanmu. 

4 bintang kusematkan untuk Dark Memory yang telah mencuri perhatianku sejak halaman pertama :)
"Apa itu kesadaran? Di mana batas antara mimpi dan kenyataan? Tanpa disadari, batas itu sudah kaulewati. Kau meninggalkan dunia lain di belakangmu. Kau menjadi sadar akan sekelilingmu dan dirimu sendiri. Kau adalah matahari yang menepis kegelapan." (Halaman 338)

3 komentar:

  1. Baca resensi Mbak, kok saya jadi teringat novel The Girl on The Train ya. Kayak setipe gitu "dark"-nya. Tapi saya belum baca novel ini sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum baca Novel The Girl On The Train sih Frida, jadi tidak bisa membandingkannya. Kalau novel ini memang melibatkan monster (kayak di covernya) kesan "dark" nya jadi dapat banget :) rekomen deh, aku yang bukan penggemar thriller dan misteri bisa juga suka sama novel ini

      Hapus
  2. Reviewnya keren banget mba :D

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design