Selasa, 10 Januari 2017

[Book Review] Dilwale

Judul Buku : Dilwale
Penulis : Vivie Hardika
Penerbit : Universal Nikko
Tebal : 336 Halaman
Terbit : September 2016
Dear Papa...

Sejak kecil kau telah memilihkan banyak hal untukku.

Nama, mainan, teman, sekolah bahkan pekerjaan.
Tidak bisakah kali ini aku memilih teman hidupku sendiri, Papa?
Aku hanya ingin hidup dengan laki-laki yang kucintai, bukan dengan lelaki yang akan kucintai.
Lelaki yang akan membuatku bersedia meninggalkan duniaku dan berbagi dunianya.
Aku hanya akan memulai permainan kehidupan ini dengan orang yang tepat. Sebab aku tidak ingin melihat air matamu suatu saat nanti jika aku tidak berhasil mengkhari permainan dengan kemenangan.
Aku hanya akan menikah dengan Raj-ku, Papa.

Your baby girl as always, Sanjana.


---------------------
"Sejak kecil kau telah memilihkan banyak hal untukku. Nama, mainan, teman, sekolah bahkan pekerjaan. Tidak bisakah kali ini aku memilih teman hidupku sendiri, Papa? Aku hanya ingin hidup dengan laki-laki yang kucintai bukan laki-laki yang akan kucintai. Laki-laki yang akan membuatku bersedia meninggalkan duniaku dan berbagi dunianya. Aku hanya akan memulai permainan kehidupan ini dengan orang yang tepat. Sebab aku tidak ingin melihat air matamu suatu saat nanti jika tidak berhasil mengakhiri permainan dengan kemenangan." (Halaman 263)
Sejak melihat judul dan blurb novel ini jujur aku sangat penasaran dengan novel ini. Sayangnya, aku harus menunggu beberapa lama untuk mendapatkan dan membaca novel ini. Karena kesalahan ekspedisi, novel ini tidak sampai di tempatku sesuai waktunya. Perlu waktu lebih lama untuk bisa membaca novel ini.

Akhirnya setelah tertunda sekian lama, aku berhasil menamatkan novel ini dengan perasaan lega dan bahagia. Novel ini sudah sesuai dengan ekspektasiku sejak awal, walau mungkin ada yang harus diperbaiki di beberapa bagian, tapi aku menikmati proses membaca novel ini.

Aku sangat menyukai  film India/Bollywood, aku besar dengan menonton film-film Bollywood dan aktor/aktrisnya yang begitu membuatku jatuh cinta. Membaca novel ini seperti bernostalgia dengan film-film yang dulu pernah kutonton sejak masa remaja, dan membuatku kangen untuk menonton film Bollywood lagi.


Dilwale merupakan novel pertama Vivie Hardika yang kubaca. Seperti aku, Vivie sangat menyukai budaya India, dan bahkan karena terinpirasi dengan film favoritnya, Dilwale Dulhania Le Jayenge, novel ini terlahir. Sebuah langkah yang cukup berani dan menarik, karena jarang sekali penulis Indonesia yang mengambil setting India bahkan budaya India di dalamnya.

Vivie meramu kisah Dilwale dengan cukup baik, membuka kisah perjodohan ini dengan adegan yang sungguh menarik untuk diikuti. Bagaimana aku dibuat penasaran dengan kisah Sanjana yang kabur di hari pernikahannya, karena dia sama sekali tidak mau menikah dengan pria yang tidak dikenalnya. Pelarian Sanjana yang mempertemukannya dengan sosok Raja, kemudian perlahan-lahan benih-benih cinta itu hadir diantara keduanya.

Sayangnya, hubungan Sanjana dan Raja tidak begitu saja direstui oleh papa Sanjana. Kehadiran Raja sebagai teman Sanjana awalnya diterima dengan baik oleh keluarga Sanjana. Sayangnya ketika mengetahui bahwa ada hubungan istimewa antara Raja dan Sanjana, papanya marah besar dan jelas-jelas tidak merestui hubungan keduanya. Papa Sanjana tetap tidak mengubah pendiriannya untuk melanjutkan rencana pernikahan Sanjana dengan pria pilihannya.
"Bertahun-tahun aku memilihkan segalanya untukmu, dan pilihanku tidak pernah salah. Ketahuilah, Nak. Aku tidak pernah sembarangan memilihkan segalanya untukmu, semuanya diputuskan dengan penuh pertimbangan, termasuk pria itu." (Halaman 211)
Sanjana berada di persimpangan, akankah Sanjana menerima rencana pernikahannya dan melangsungkan pernikahannya yang sebelumnya digagalkannya? Akankah Sanjana mempermalukan keluarganya sekali lagi di hadapan keluarga calon suaminya? Atau Sanjana lebih memilih cintanya, pergi bersama Raja pria yang dicintainya?
"Seorang ayah tidak mungkin mau melihat kesedihan anaknya, bukan? Begitupun aku? Aku bahkan lebih mempercayai pria itu akan menjagamu dengan baik lebih dari yang pernah kulakukan untukmu. Aku tidak mungkin salah memilih kali ini. Karena aku bukan hanya ayahmu, aku juga ibumu. Perasaan seorang ibu selalu benar." (Halaman 212)
Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kisah Sanjana dan Raja?


Kisah perjodohan atau pernikahan tanpa cinta bukanlah sesuatu yang baru di dunia penerbitan novel. Tetapi, Vivie mampu membuat kisah Dilwale ini menjadi sesuatu yang berbeda dan menarik.

Pemilihan setting India pun bukanlah sekedar tempelan saja, hal ini semua tercurah dari tokoh, karakter, budaya India yang sangat kental hingga penggunaan bahasa India di beberapa bagian dalam novel ini. Sesuatu yang tentunya berbeda dibandingkan penulis novel Indonesia lain, karena Vivie menawarkan kisah romansa dengan setting dan budaya yang jarang diambil penulis lain. Khususnya, olahraga kriket rasanya baru kali ini mendengar novel yang mengambil tentang ini. Seluk beluk olahraga kriket dijabarkan dengan baik sekali, memperkenalkan olahraga paling populer di India melalui tokohnya, Raja yang kebetulan atlet olahraga kriket :D

Walaupun idenya sederhana, tapi aku cukup menikmati kisah Sanjana dan Raja. Aku bisa memahami perasaan Sanjana dan memaklumi keputusannya untuk kabur di hari pernikahannya. Bagaimana pun di zaman sekarang, mana ada orang yang masih mau dijodohkan apalagi dengan seseorang yang namanya pun tidak diketahui. 
"Kau yang mengajariku bahwa pernikahan bukan hanya bentuk ibadah terhadap Tuhan tapi juga permainan kehidupan. Kau selalu mengatakan, aku tidak boleh sembarang memilih teman untuk bermain jika ingin permainanku berlangsung lama. Teman yang salah akan membawaku pada kekalahan sebelum tujuan dari permainanku tercapai. Maka dari itu aku tidak ingin main-main dengan laki-laki yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Aku tidak ingin kalah di tengah jalan, Papa."
Pertemuannya dengan Raja, hubungan mereka yang unik, perlahan-lahan chemistry terbangun. Akhirnya, mereka pun harus berhadapan dengan papa Sanjana, layaknya menonton sebuah film. Aku bisa membayangkan adegan demi adegan dalam novel ini.
"Kau tahu, sebuah pernikahan tidak hanya bisa berjalan hanya dengan tradisi anak muda. Harus ada cinta di dalamnya. Kau harus membuat rumahmu dipenuhi cinta. Rumah yang tidak mempunyai cinta dan kasih sayang di dalamnya, itu bukan rumah manusia tapi rumah hantu. Mencekam dan menakutkan." (Halaman 253)
Awalnya aku agak kurang sepaham dengan keputusan papa Sanjana yang begitu teguh pendirian untuk tetap menjodohkan putrinya, padahal jelas-jelas Sanjana sudah punya pilihan sendiri. Ternyata oh ternyata. Walau memang aku sudah bisa menebak kisah ini, tetapi twistnya tetap mengejutkan, ada sesuatu yang di luar prediksiku dan terasa sekali aura romantisnya :D

Walau emang, agak merasa terganggu dengan pengulangan adegan ketika twist terungkap, karena seperti membaca 2x adegan yang sama, tetapi mungkin ini hanya untuk menguatkan kisah dalam novel ini dan memberikan pemahaman kepada pembaca sepertiku tentang apa yang sesungguhnya terjadi.
"Hanya karena seorang laki-laki yang baru kau temui kau rela meninggalkan keluargamu yang telah ada jauh sebelum kau bertemu dengannya?" (Halaman 209)

Jika aku berada di posisi Sanjana, aku mungkin bakal susah untuk memilih. Pilihan yang sama-sama sulit sekali. Karena keduanya sama-sama penting. Hingga akhirnya Sanjana menentukan pilihan, aku benar-benar terharu sekali.

"Ibuku meninggal pada saat aku dilahirkan. Aku beruntung karena Papa tidak menyalahkanku atau membenciku. Seumur hidupku, dia melakukan segalanya untuk kebahagiaanku. Kenapa aku harus mementingkan kebahagiaanku dan menghancurkan kebahagiaannya? Tidak Shidu, ini bukan pengorbananku, tapi kewajibanku." (Halaman 225)
Sulit untuk menentukan tokoh favoritku disini, tapi rasanya aku bakal jatuh cinta dengan Raja. Karena pria ini begitu mencuri perhatian sekali sejak awal, apalagi saat menjelang ending, aku bisa merasakan bahwa Raja ini benar-benar pria yang istimewa. Perasaannya begitu tulus, walau memang caranya yang sedikit salah :D
"Karena setiap hal di dunia ini pasti akan mendatangkan dua hal sekaligus. Kebahagiaan dan juga kesedihan. Tawa dan juga air mata. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang tidak pernah bisa terpisahkan." (Halaman 193)
"Terkadang mereka datang dengan jarak waktu yang panjang, terkadang juga bersamaan. Begitupun cinta. Aku. Mungkin kemarin aku bisa membuatmu tersenyum bahagia, tapi hari ini aku bisa membuatmu menangis haru. Dan siapa yang akan tahu jika kemudian hari aku malah membuatmu menangis terluka." (Halaman 193)

Membaca novel ini akan membuatmu menyadari tentang cinta bisa hadir seiring berjalannya waktu. Cinta bisa datang kapan saja tak pernah diduga. Cinta pun layak untuk diperjuangkan. Seperti Sanjana dan Raja yang punya cara sendiri untuk memperjuangkan cintanya.

Kamu mencari sebuah kisah romansa berbalut budaya India, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca. Selamat jatuh cinta!!!!!

"Setiap manusia punya kesempatan kedua. Aku yakin aku juga punya kesempatan yang sama untuk mencintai orang lain." (Halaman 226)

4 komentar:

  1. Dilwale emang kentel banget Indianya ya, Ki :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya eva, memberikan sesuatu yang baru banget nih. Jarang penulis lokal ngambil India sebagai setting dalam novelnya :D Pokoknya jadi pilihan bacaan yang menawarkan sesuatu yang berbeda, apalagi kalau yang suka sama budaya India :D

      Hapus
  2. Aku kira sama kyk filmya mba hehehe yang pemainnya SRK

    BalasHapus
  3. Jadi penasaran sama novel Dilwale. Apalagi tokohnya atlit cricket :D

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design