Senin, 30 Januari 2017

[Book Review] The Playlist

Judul Buku : The Playlist

Penulis : Erlin Natawiria
Penerbit : Grasindo
Tebal : 244 Halaman
Terbit : September 2016

Musik latar bukan sekadar aksesori bagi Winona. 

Ketika food writer lain memusatkan perhatian pada rasa dan tampilan, Winona akan menajamkan telinganya untuk menilai pilihan lagu di sebuah tempat makan. Baginya, lantunan melodi memberi pengaruh besar terhadap suasana hati pengunjung. Semakin sesuai musik latar dengan hidangan, semakin tinggi penilaian yang akan Winona berikan. 

Hingga kehidupan Winona berubah saat mengunjungi No. 46. Absennya musik latar dan kemisteriusan Aries mengusik benak hingga hatinya. Jerat yang coba dia lepaskan justru menariknya semakin dekat dengan pria yang menyimpan duka dan sepi yang terasa familier baginya. Belum cukup di situ, Winona pun harus berhadapan dengan Ethan—pesona dari masa lalu yang mengisi hidupnya dengan kenangan-kenangan manis. 

Di antara iringan musik latar dan hidangan-hidangan lezat, Winona harus memilih: menghadapi rasa takut yang terus dia hindari atau kembali ke tempat ternyaman yang melengahkan?


-------------------------
The Playlist adalah novel ke-2 Erlin Natawiria yang kubaca. Novel ini mengisahkan kehidupan Winona, seorang food writer. Winona dulunya bekerja sebagai reviewer acara musik di Sound & Beat, hingga kemudian suatu kejadian membuat dirinya harus resign.

Winona yang kehilangan pekerjaan, akhirnya mendapatkan tawaran pekerjaan oleh Ghina, sahabatnya sebagai food writer di YummyFood. Pekerjaan ini membuat Ghina bisa mencicipi makanan dari kafe/restoran dan kemudian memberikan ulasan terkait tampilan dan rasa dari makanan/minuman yang disajikan. Namun, ada yang berbeda dengan ulasan Winona. Tidak seperti food writer lainnya, Winona punya ciri khas tersendiri. Winona memasukkan unsur musik latar di sebuah tempat makan sebagai salah satu unsur penilaiannya. Ide yang sungguh menarik sekali ya :)

Hingga kemudian, Winona mendapatkan kesempatan untuk mengulas sebuah kafe baru bernama No.46. Winona sangat terpikat dengan rasa dari makanannya, apalagi pemiliknya sendiri Aries yang menyajikannya langsung. Namun, tidak seperti kafe lainnya yang pernah dikunjungi dan diulasnya, No,46 sungguh berbeda. No.46 sama sekali tidak ada musik latar dan itu bencana bagi Winona. Ada yang terasa kurang baginya, dan ini berdampak juga terhadap ulasannya. Tiba-tiba saja Winona mengalami writer's block bingung harus membuat ulasan seperti apa, ada saja yang kurang.
"Masalahnya, Ethan, enggak ada aturan yang mewajibkan tempat makan buat memasang musik latar. Hanya saja, ulasanku jadi tidak seragam dengan yang sebelumnya. Datar. Tidak ada ciri khas. It bothers me a lot." (Halaman 37)
Ternyata kunjungan Winona itu bukan pertama kali dan terakhir, karena secara kebetulan Winona akan bertemu kembali dengan Aries, pemilik No.46 dan itu terjadi berulang kali. Pertemuan demi pertemuan dengan pria misterius yang tampan dan jago memasak, yang mengundang rasa penasaran Winona semakin dalam.

Tidak hanya itu, mantan kekasih Winona, Ethan pun hadir kembali. Ethan yang sulit sekali untuk dilupakan. Bagaimana akhir kisah Winona? Dengan siapa Winona akan berakhir, pria misterius seperti Aries atau pria masa lalunya, Ethan?
"Mungkin memang harus seperti ini. Mungkin kita dipertemukan untuk belajar memperbaiki kesalahan, supaya tidak terulang lagi nanti ... saat bersama orang baru." (Halaman 206)
Membaca kisah ini sungguh menyenangkan sekali. Aku benar-benar dibuat penasaran dengan kisah Winona. Kak Erlin benar-benar pandai menyimpan kepingan demi kepingan misteri kehidupan Winona, termasuk alasan Winona dan Ethan putus, rahasia masa lalu Winona, Ethan juga Aries.

Setiap bab ditulis dengan halaman yang tidak cukup panjang, tetapi selalu diakhiri dengan sesuatu yang "menggantung", membuatku tidak sabar untuk terus membaca hingga akhir. Gaya tulisan yang lincah dan mengalir, membuat novel ini sungguh nyaman untuk dinikmati.

Kak Erlin benar-benar mengeksekusi kisah Winona ini dengan cukup baik. Pekerjaan sebagai food writer dan ide tentang musik latar itu suatu hal yang unik dan berbeda, yang aku rasa masih sangat jarang diambil oleh penulis lainnya. Membuat novel ini menjadi segar dan berbeda.

Dari segi karakter, baik Winona, Ethan maupun Aries punya karakter yang kuat dan sama-sama loveable. Jujur, sulit sekali memilih antara Ethan dan Aries, tapi jika disuruh memilih aku rasa aku akan memilih Aries dengan segala pesonanya dan hobinya memasak. Perempuan mana sih yang gak merasa tersanjung jika kekasihnya memasakkan makanan special untuknya. Walaupun Ethan juga pria yang terlalu sulit untuk ditolak.

Unsur makanan dan musik juga memberikan warna tersendiri dalam novel ini. Kayaknya seru juga punya pekerjaan seperti Winona, bisa mencicipi makanan dan minuman kemudian mengulasnya. Cuma tantangannya adalah kalau kita punya alergi terhadap satu jenis makanan, itu akan sangat menyiksa sekali ya :) Membayangkan kafe/restoran yang diulas Winona, seperti aku ikut merasakan cita rasa dari makanan yang disajikan. Apalagi Bandung terkenal dengan surga kulinernya, yang membuat aku selalu kangen untuk berkunjung kesana. Kira-kira kafe/restoran yang ada dalam novel ini sekedar fiksi atau memang terinspirasi dunia nyata ya? Pengen juga merasakan sensasinya sendiri seperti Winona.

Aku pun sependapat dengan Winona, ternyata musik latar juga bisa memberikan sesuatu yang menarik. Rasanya makanan atau minuman yang disajikan bakal lebih terasa nikmat jika musik latarnya pun sesuai. Hal kecil yang mungkin sering luput dari perhatian kita. Kayaknya wajib dicoba sambil menikmati makanan/minuman yang kita pesan, kita juga lebih mendengar musik latar yang diputar.

Secara keseluruhan, novel ini tidak hanya menawarkan sebuah kisah romansa biasa antara Winona dengan 2 pria memikat, Aries dan Ethan saja. Tetapi juga kisah persahabatan antara Winona-Ghina yang sungguh membuat iri, wisata kuliner dan musik latar yang memanjakan lidah dan rahasia masa lalu yang terkuak dan butuh penyelesaian.

The Playlist bisa menjadi pilihan yang tepat untukmu di kala akhir pekan atau saat kamu butuh bacaan ringan yang bisa menghibur, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca. Selamat menjelajah Kota Bandung bersama Winona :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design