Senin, 27 Februari 2017

[Blog Tour] Lo, Tunangan Gue! -------------- GIVEAWAY!!!!!

Judul Buku : Lo, Tunangan Gue!

Penulis : Yenny Marissa

Penerbit : Bentang Belia

Tebal : 336 Halaman
Terbit : Januari 2017
Fani nggak pernah berpikir akan dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang cowok yag tidak ia kenal. Rencana ini berusaha ditolaknya mentah-mentah meski nggak akan berhasil, apalagi Fani memiliki seseorang yang sedang ditunggunya. Seorang cowok bernama Dylan yang membawa hatinya dan menghilang selama tiga tahun tanpa kabar.


Betapa kagetnya Fani begitu tahu calon tunangannya itu Rei, seniornya di kampus yang terkenal playboy. Kali pertama bertemu saja Rei sudah membuat Fani naik darah. Anehnya, Rei terlihat santai saja dijodohkan dengan Fani. Cewek itu jadi curiga, pasti ada sesuatu yang direncakan Rei padanya.


----------------------------

"Ketika dua manusia sudah saling memiliki, cinta bisa tumbuh seiring dengan berjalannya waktu."
Lo, Tunangan Gue! merupakan karya penulis yang baru pertama kali kubaca. Sebelumnya novel ini pernah diposting di salah satu situs kepenulisan secara online dan mendapatkan cukup banyak perhatian oleh pembaca. Aku memang belum pernah membaca versi online, tapi aku bersyukur sekali bisa membaca versi cetaknya yang tentunya telah melalui proses editing yang membuat novel ini menjadi jauh lebih menarik untuk dibaca.
"Bahwa sekeras apa pun seseorang menolak, ketika cinta sudah berbicara maka tidak ada yang bisa melarangnya."

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan Fani, seorang gadis remaja berusia 19 tahun yang masih duduk di tahun pertama kuliah. Suatu hari Fani dikagetkan dengan sebuah berita dari kedua orang tuanya bahwa dia akan dijodohkan dengan anak dari teman orang tuanya.

Fani tentu saja menolak rencana ini karena dia sama sekali belum mengenal siapa pria yang akan dijodohkan dengannya, dan terlebih dia masih menunggu seseorang yang sungguh berarti dalam hidupnya. 
"Untuk apa kamu berjuang, sedangkan orang yang kamu perjuangkan sama sekali nggak ikut berjuang dengan kamu?
Sayangnya, orang tua Fani tidak mengenal kata TIDAK. Fani harus berkenalan dulu dengan calon tunangannya dan betapa kagetnya Fani karena calon tunangannya adalah seseorang yang cukup populer di kampusnya. Dia adalah Rei, senior Fani di kampus yang terkenal sebagai seorang playboy, yang suka mematahkan hati para wanita yang berada di dekatnya.

Saat pertemuan pertama mereka pun tidak bisa dikatakan lancar, mereka malah saling bertengkar dan mereka berdua sepakat untuk tidak melanjutkan rencana pertunangan ini. Hingga betapa kagetnya Fani bahwa tiba-tiba saja Rei berubah pikiran dan menyetujui rencana pertunangan keduanya. Ternyata ada alasan di balik perubahan sikap Rei.

Singkat kata, mereka pun akhirnya bertunangan. Sayangnya, hubungan keduanya tidak otomatis berubah menjadi baik, pertengkaran masih saja mewarnai. Apalagi ketika bayangan masa lalu, baik dari sisi Rei maupun Fani hadir kembali. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana dengan hubungan keduanya?
"Ambil waktu sebanyak yang lo mau buat ngejauh dari gue. Tapi setelah itu, lo harus balik lagi. Karena kalo nggak gue yang bakal jemput lo dan bawa lo balik ke samping gue."
Membaca novel ini begitu menyenangkan sekali. Ide sederhana tentang perjodohan diceritakan dengan begitu menarik. Aku suka bagaimana penulis mencoba menjabarkan hubungan Fani dan Rei layaknya pasangan yang "kurang akur", mereka sama-sama terjebak dalam suatu ikatan yang awalnya memang sama sekali tidak mereka rencanakan.

Perkenalan yang kurang baik hingga adu mulut yang sering mewarnai kisah keduanya. Hubungan yang membuatku gregetan, karena keduanya sama-sama keras kepala, gengsi dan sulit mengakui perasaan mereka sesungguhnya.

Hingga kemudian masa lalu keduanya hadir menguji ikatan pertunangan yang terjalin sekaligus perasaan Rei dan Fani. Apalagi Rei, Fani dan masa lalu Fani begitu terkait erat, akankah semua berakhir bahagia? Siapa yang akan dipilih Fani, Rei tunangannya atau masa lalunya yang sudah begitu lama dinantikannya?
"Dia tidak akan lagi memercayakan hatinya untuk merasakan sesuatu seperti cinta. Karena ketika cinta itu pergi hanya sebuah luka yang ditinggalkannya."
Membaca novel ini mengingatkanmu untuk jujur dengan apa yang kamu rasakan, sekaligus berani untuk move-on dari masa lalu. Jangan sampai kita terlalu terjebak dengan kenangan masa lalu, hingga kita menolak masa depan dan kebahagiaan yang ada di depan mata kita.

Kamu mencari sebuah kisah romansa tentang perjodohan atau benci jadi cinta yang diceritakan secara sederhana dan mengalir, jangan lupa memasukkan Lo, Tunangan Gue! sebagai bacaanmu ya. Dijamin kamu akan baper saat membacanya, apalagi buat kamu yang memang sedang memendam kerinduan untuk seseorang atau masih sulit untuk move-on!!!!!

---------------GIVEAWAY TIME------------------


Aku punya 1 eks gratis novel Lo, Tunangan Gue! untuk 1 (satu) orang yang beruntung. Caranya:

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow akun sosial media ini:

- twitter @RizkyMirgawati dan @bentangpustaka

- instagram @bentangpustaka @yenny.mrs dan @rizkymirgawati 

- line @bentang_pustaka (kalau kamu punya line)

- wattpad Yenny Marissa (kalau kamu punya wattpad)

3. Share info GA ini di salah satu akun media sosialmu:

- twitter mention @RizkyMirgawati dan @bentangpustaka sertakan hastag #LoTunanganGue

- instagram repost/reshare info GA yang ada di akun instagramku jangan lupa mention @bentangpustaka  dan @rizkymirgawati  sertakan hastag #GALoTunanganGue

4. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email

5. Jawab pertanyaan di kolom komentar, dengan format nama, akun twitter/instagram, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu:


Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!

6. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 4 Maret 2017.

Semoga beruntung!!!!

********UPDATE*********

Saatnya memilih 1 (satu) nama yang beruntung, dan dia adalah:

Layla Nur Alifa / @Alivalayla


Selamat buat pemenang, silahkan DM aku di twitter Nama, Alamat Lengkap dan No.hp yang bisa dihubungi untuk pengiriman hadiahmu ya :)

42 komentar:

  1. Nama : Herva Yulyanti
    Twitter : @hervayulyanti
    Link Share :
    Domisili : Cimahi
    Jawaban : Saya MENOLAK untuk dijodohkan, persis seperti yang pernah saya alami. Saya dijodohin oleh bapak saya dengan seorang kenalan ibu tiri. Posisinya padahal saya sudah memiliki pacar yg sudah menjalin hubungan selama 7 tahun memang dari segi mapan pacar jauh dari kriteria mapan. Maka dengan bersikeras mereka menjodohkan saya dengan iming2 jodoh saya kelak bisa membuat hidup saya bergemilang harta. Bagi saya tidak semua kebahagiaan bisa dibeli oleh uang. Apapun alasannya dijodohkan dengan yang tidak sreg dihati saya menolak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Link Share : https://twitter.com/hervayulyanti/status/836135259469074432

      Hapus
  2. Nama : Layla Nur Aliva
    Twitter : @Alivalayla
    Domisili : Jakarta
    Link Share : https://twitter.com/AlivaLayla/status/836138007203753985
    Jawaban :
    Reaksi aku kalau dijodohin adalah yang pertama, tentu saja shock dan yang pasti menolak dengan keras. Maksudnya, kenapa harus dijodohin, sih? Gimana kalau aku nggak suka sama calonku itu, atau gimana kalau dia juga nggak suka sama aku? Dan, kalau awalnya saja sudah nggak suka, gimana kedepannya? Yang, jalanin kan aku, kenapa ibu dan ayah harus ikut campur. Nah itu adalah reaksi pertamaku.
    Tapi bisa saja, setelah aku meminta penjelasan kepada kedua orangtuaku dan mereka memberiku penjelasan yang masuk akal, mungkin aku akan mulai memikirkannya. Lagipula, pasti dikasih waktu buat pendekatan kan biasanya? Dan, kalau kata orang tua jaman dulu sih, biasanya insting orangtua itu suka bener, hehe. Banyak juga kok orang-orang yang menikah akibat perjodohan tapi tetep awet sampe sekarang. (ssttt, jangan bilang-bilang yah, sebenernya orangtuaku juga adalah salah satu korban perjodohan, tapi mereka bisa awet sampe sekarang hihi)

    BalasHapus
  3. yasmiyanti27/02/17 18.23

    Nama : yasmiyanti
    Akun twitter : @yaz_1090
    Link : https://mobile.twitter.com/yaz_1090/status/836172235530362881?p=v
    Alamat : Purworejo Jawa Tengah

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!

    Jika yang dijodohkan itu cocok dengan saya dan kami sudah sama-sama siap menuju jenjang pernikahan, saya akan menerima. Karena jika dijodohkan, orang yang menjodohkan pasti sudah tau sifat saya dan sifat orang yang mau dijodohkan dengan saya. Namun terkadang apa yang menurut mereka terbaik belum tentu juga terbaik untuk kita.

    Jika saya belum siap dengan perjodohan, saya akan memberi alasan yang jelas tentang ketidaksiapan saya agar dia bisa menerima dan tidak sakit hati.

    BalasHapus
  4. Nama : Yhun
    Twitter : @Yhunlrstn
    Instagram : Yhunlrstn
    Domisili : Mataram
    Link share twitter : https://twitter.com/YHUNLRSTN/status/836185575505866754
    Link share instagram : https://www.instagram.com/p/BRA7ZByFocy/

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!
    >>
    Ngga ada reaksi lain selain menerima.
    Menurut saya, jika kita tidak memiliki pasangan (pacar/calon jodoh yang kita cari sendiri) tidak ada alasan untuk menolak perjodohan karna orang tua kita pasti memberikan calon yang terbaik untuk menjadi pasangan hidup kita.
    Tapi, menerima bukan berarti pasrah. Saya akan melakukan pendekatan dulu dengan calon yang akan dijodohkan palong tidak untuk mengenal pribadinya seperti apa, jika memang saya rasa cocok dan saya suka maka saya akan melanjutkan perjodohan ketahap selanjutnya. Ya seperti itulah.

    BalasHapus
  5. Nama : Yhun
    Twitter : @Yhunlrstn
    Instagram : Yhunlrstn
    Domisili : Mataram
    Link share twitter : https://twitter.com/YHUNLRSTN/status/836185575505866754
    Link share instagram : https://www.instagram.com/p/BRA7ZByFocy/

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!
    >>
    Ngga ada reaksi lain selain menerima.
    Menurut saya, jika kita tidak memiliki pasangan (pacar/calon jodoh yang kita cari sendiri) tidak ada alasan untuk menolak perjodohan karna orang tua kita pasti memberikan calon yang terbaik untuk menjadi pasangan hidup kita.
    Tapi, menerima bukan berarti pasrah. Saya akan melakukan pendekatan dulu dengan calon yang akan dijodohkan palong tidak untuk mengenal pribadinya seperti apa, jika memang saya rasa cocok dan saya suka maka saya akan melanjutkan perjodohan ketahap selanjutnya. Ya seperti itulah.

    BalasHapus
  6. Nama : Seffi
    Twitter : @seffiii
    Instagram : seffisoffi
    Domisili : Bandung
    Linkshare : https://www.instagram.com/p/BRA_hXYFNUy/

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!

    Jawabannya : menerima, awalnya mungkin kaget dulu tapi ya di coba untuk perkenalan. Mana tau kita ada kecocokan setelah ketemu dan sering ngobrol. Klo gak di coba, kita gak kan tau cocok atau gak nya.. lagian membahagiakan orangtua gak ada salah nya, sama kaya berbakti. Meskipun kadang gak memaksa tapi mereka selalu berharap. Dan biasanya juga pilihan orangtua itu Insha Allah yang terbaik buat anaknya. Apalagi restu mereka juga memperlancar hubungan kedepan.

    BalasHapus
  7. Nama: Rina Fitri
    Twitter: @Rinafiitri
    Domisili: Banda Aceh
    Link Share:
    https://twitter.com/Rinafiitri/status/836207348259536896

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!

    Aku akan menerimanya karena bagaimanapun itu adalah itikad baik yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Menerima bukan berarti aku langsung setuju untuk menikah dengan calon yang dibawakan. Tentu saja harus ada pengenalan terlebih dahulu melalui taaruf agar kita dapat mengenal satu sama lain dan mengetahui sifat masing-masing. Jika memang cocok, tidak ada salahnya untuk dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Di sisi lain perjodohan juga sangat membantu agar kita tidak terjerumus dosa dengan pacaran bertahun-tahun. Laki-laki pilihan orang tua yang mungkin hanya kita kenal selama beberapa bulan melalui taaruf jelas lebih baik daripada laki-laki pilihan kita yang dengannya kita menghabiskan waktu selama bertahun-tahun dalam ikatan yang tidak dibenarkan. Perjodohan juga membuat kita tidak memiliki masalah dengan restu orang tua, yang mana sangat dibutuhkan dalam sebuah pernikahan.

    Sukses terus mba Rizky. Selalu semangat ikutan GA di blog mba.

    BalasHapus
  8. Nama: Rohaenah
    Twitter: @rohaenah1
    Kota: Jakarta
    Link share: https://twitter.com/rohaenah1/status/836233970144575489
    Jawaban: reaksiku kalo dijodohkan menolak. Btw, ini pengalaman pribadi duluuuu aku sempet mau dijodohkan sama kakak dan orang tua. Aku kenal sih sama cowoknya, tapi karena aku merasa tidak ada perasaan *cinta sama sekali akhirnya aku menolak perjodohan itu.
    Orang boleh berkata cinta bisa dipupuk, karena kebiasaan nanti juga cinta, bla.bla.bla. tapi aku sendiri merasakan pada kenyataannya tak semudah omongan.
    Bukannya tak mau menuruti perintah orang tua atau durhaka, tapi aku tak mau terlalu memaksakan hati yang ada nanti malah ngga baik, jadi aku jelaskan keadaannya seperti apa. Alhandulillah mereka mengerti dan akhirnya tidak memaksakan hal itu.
    Intinya sih semua bisa dibicarakan baik-baik. Jangan kalo tak mau, maen ngambek atau marah-marah ngga jelas. Kalau alasannya jelas dan masuk akal terbukti kok bisa diterima.

    BalasHapus
  9. Elsita F. Mokodompit
    @sitasiska95
    https://twitter.com/sitasiska95/status/836433831645237252
    Morowali, Sulawesi Tengah

    Dijodohkan? Hal yang konvensional banget emang tapi kalau aku dijodohkan aku akan melihat situasi dan kondisiku saat ini. Kalau aku sudah punya pacar atau pilihan pasangan, aku akan menolak dan berterus terang pada kedua orangtua. Tapi kalau aku masih sendiri aku akan mempertimbangkan untuk mencoba mengenal dulu calon yang akan dijodohkan lebih jauh baru kemudian mengambil keputusan apa akan menerimanya atau tidak. Jodoh bisa datang dari mana saja dan kalau memang harus dari perjodohan orang tua, kenapa tidak?

    BalasHapus
  10. Nama: Ulva Novitasari
    Akun instagram:@ulvanov
    Link share: www.instagram.com/p/BRCtK_IlZ73/
    Kota tempat tinggal: Blitar - Jawa Timur

    Kalo aku dijodohkan? Duh kan pertanyaannya bikin baper 😂
    Kalo aku belum punya pacar atau someone special ya gak masalah kalo emang dijodohkan sama ortu. Tapi wanti-wanti dulu ke ortu kalo aku maunya kenalan dulu, baru kalo ternyata kita berdua klop bisa dilanjut deh perjodohannya.

    BalasHapus
  11. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/836494589695447040
    Domisili : Jepara.

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!

    Jawab:

    Reaksi pertama tentu saja kaget. Tapi tetap manut (menerima).
    Kalau orang yang dijodohkan memang klik di mata saya. Dan lagi orang yang dijodohkan itu baik dilihat dari bebet bobot secara agama (agamanya baik, nasab baik, dan seterusnya) kenapa tidak? Saya akan menerima perjodohan itu. Saya yakin orangtua tidak akan menjerumuskan anaknya.

    BalasHapus
  12. Nama : Siti Nihlatul Fuadah
    Twiter : @Nihlafuadah09
    Link share : Lihat Tweet @Nihlafuadah09: https://twitter.com/Nihlafuadah09/status/836547241733074944?s=09
    Domisili : Tangerang

    Jawaban :

    Reaksi kalau dijodohin sama orang tua? Mikir panjang..... 😞😞😞😞
    Apa yah? *muka cengok*
    Bingung juga aku jawabnya. *pijit-pijit kepala*

    Yang jelas aku lihat keadaan yah, aku harus tolak atau terima. Kalau memang ortuku menyerahkan semua jawabn atas perjodohan itu samaaku. Aku lihat dulu calonnya kayak gimana. Fikir baik2 kedepan dn baiknya gimna. Karna masalah jodoh perlu pertimbangan yg matang bukan?

    Kalau memang ga ada pilihan selain manut dan nerima kata ortu keadaanya. Yah mungkin aku terima. Sambil nyabarin hati, nyadarin diri, juga nahan emosi. (Kalau emang ga berkenan). Percaya sama ortu kalau itu yg terbaik. Pasrah sama yg menentukan Jodoh dn yakin kalau itu emang yg terbaik buatku juga keluarga. Serta mempersiapkan diri dgn segala konsekuensi jka yg takdir hadirkan tak sesuai dgn apa yg aku harapkan.

    BalasHapus
  13. Nama : Laela Khikmawati
    Twitter : @elaaakk
    Link Share : https://twitter.com/Elaaakk/status/836578247701737472
    Domisili : Pekalongan

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!

    Yang pasti kaget, shock, bingung juga. Kalau untuk menerima atau menolak, selain harus lihat sikon kita juga harus penuh pertimbangan untuk memutuskannya karena ini menyangkut kebahagiaan hidup kita di masa depan.
    Dijodohkan bukan berarti dinikahkan sih emang, tapi dengan adanya perjodohan sudah pasti mereka yg menjodohkan itu berharap kita yg dijodohkan akan melanjutkan ke jenjang pernikahan.
    Untuk menerima atau menolak, pertama aku mau tanya dulu ke orang tuaku, lelaki yg dijodohkan denganku dan orang tua dari lelaki tsb, apa alasan kami dijodohkan. Aku akan mendengar pendapat dari mereka terlebih dahulu.
    Kemudian, aku akan menyampaikan pendapatku sendiri, kalau sejujurnya aku ga suka dijodohkan dan aku masih belum ingin menikah. Kalau ditanya kenapa belum ingin menikah, aku akan menjawab karena aku masih harus fokus ngerjain skripsi yg udah 1 semester ini belum selesai 😭 aku juga ingin bekerja dulu, membantu orang tua yang udah bekerja keras untuk membiayai kuliahku sejauh ini.
    Disini aku memang ga menerima ataupun menolak. Karena seperti di novel2 yg pernah aku baca, kalaupun kita menolak terkadang kita akan dipaksa untuk menerima perjodohan tersebut.
    Maka disini aku hanya akan mengutarakan pendapat dan keinginanku. Selanjutnya tinggal tunggu reaksi dari mereka saja. Kalau mereka masih menginginkan perjodohan tersebut ya mau tidak mau aku harus menerima, karena mungkin memang jalan hidupku seperti itu. Cukup ikhlas, berdoa, jalani dan bersyukur 🙏

    BalasHapus
  14. Nama: nurul ayu patia
    Instagram: @napatia7
    Domisili: tebing tinggi, sumatera utara
    Link share:https://www.instagram.com/p/BRD6wKRF4Qz/

    MENERIMA, namun menerima bukan berarti aku mau saja menikah dengannya.. Tak ada yang salah ketika aku menerima sebuah perjodohan, toh, diantara kami belum ada saling mengenal satu sama lain. Perjodohan berarti dua insan yg awalnya tidak saling cinta dipertemukan dengan tujuan agar diantara mereka tumbuh benih" cinta. Tak ada yg salah ketika aku memilih untuk saling mengenal terlebih dahulu, cinta juga tumbuh dengan proses, tak ada yg tau aku dan dia bagaimana kedepannya.. Jika memang ada kecocokan dan kenyamanan diantara kami berdua maka perjodohan akan berhasil, namun jika tak ada kedua hal tersebut diantara kami.. Maka akan lebih baik jika perjodohan dibatalkan. Karena segala sesuatu yg dilakukan tanpa dasar suka sama suka akan sangat sulit berjalan dengan baik.. Memberi pengertian kepada orang tua bahwa aku dan dia tak bisa bersatu dengan beberapa alasan yg memang benar adanya. Karena jika kita tak mau mencoba maka kita tidak akan pernah tau hasil yg akan kita tuai

    BalasHapus
  15. Nama : Jawahirul Arifah
    Domisili : Kudus
    Akun twitter : @jawarifah
    Link share : https://twitter.com/jawarifah/status/836697955583217664

    Jawaban : Kalo misal aku dijodohkan sama orang tua, maka aku akan 'Menerima'. Yaa, prinsip ku terima aja dulu, menyesuaikan kemudian. Seperti kata pepatah bahasa jawa : Witing tresno jalaran soko kulino (Cinta datang karena terbiasa) juga berlaku di dunia perjodohan. Selain itu, menurutku kalo dijodohkan itu memberikan hubungan rasa baru. Setiap hari, ada aja sifat dia yang baru aku tau, jadi nggak bikin bosan dan selalu mencoba hal baru . Selain itu juga kalau lewat perjodohan, jodoh yang dipilih memang kriteria orang tua dalam hal bibit, bobot dan bebet. Jadi, berkualitas lah istilahnya. Hahaha.
    Jadi pingin dijodohin *eeh 😊

    Sekian dan terimakasih.

    BalasHapus
  16. Nama: Bety Kusumawardhani
    Twitter: @bety_19930114
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/836572934445666305?p=v
    Domisili: Surakarta

    Aku sangat bahagia, bersyukur dan menerima jika Tuhan yg menjodohkan. Alasannya sederhana aja karena Tuhan itu pembuat skenario yg sempurna. Dia telah menuliskan kisah cinta dengan aku sebagai pemeran utamanya sehingga hanya Dia yg tahu siapakah pendamping hidupku kelak.😁

    BalasHapus
  17. Nama : Sakinah
    Domisili : Purwokerto, Jawa Tengah
    Link share : https://twitter.com/Saqi_Kinashita/status/836780008383229953

    Jawaban :
    Mungkin awalnya bakal kaget ya jaman sekarang masih dijodohin, tapi kalo aku sendiri sih bakal coba nerima , karna dijodohin jga kan ga langsung bakal diajak nikah
    Pasti ada tahap perkenalan dulu, nah proses itu yang harus sebaik baiknya dimanfaatin buat mengenal sifat dan karakter nya
    Kalo yang ngejodohin orang tuapun, mereka pasti tau yang baik buat anaknya, jadi insya allah pasti berkah nantinya kalo nurutin

    BalasHapus
  18. Nama: Lina Ernawati
    Twitter: @Linaernaw
    Link share:
    https://twitter.com/Linaernaw/status/836955499308314624
    Domisili: Tangerang

    Saya ini tipikal orang yang tidak suka dijodoh-jodohkan, apalagi dijodohkan dengan pilihan orang tua. Terkadang jika orang tua sudah berniat untuk mengenalkan saya kepada seorang pria, ingin rasanya menolak, tapi saya tidak ingin membuat orang tua kecewa. jadi yang saya lakukan hanya diam dan menerima apapun yang orang tua pilihkan, karena bisa saja memang pria pilihan orang tua saya itu adalah jodoh saya. Menolak ataupun menerima itu sama saja. kalau berjodoh pasti semuanya akan berubah menjadi indah, jika tidak berjodoh maka takdir tidak akan menyatukan saya dengan dia. Jadi terima saja jika dijodohkan dengan pria pilihan orang tua, jangan terlalu dijadikan beban, toh jodoh itu sudah diatur oleh tuhan.

    BalasHapus
  19. Nama : alya trihartina
    Twitter : @alyahartina_08
    Domisili : Sukabumi
    Link share : https://twitter.com/AlyaHartina_08/status/836795359540178944


    Apa reaksi aku? Yang pasti Shock, bingung, kanget dan aneh. Mengapa dijaman sekarang masih ada perjodohan? Ini bukan jaman siti nurbaya lagi kan?
    Menerima apa Menolak? Jawabannya Menerima, karna belum tntu aku menerima perjodohan ini dan langsung dinikahkan, akupun yakin orangtua pasti ingin selalu yg terbaik untuk anaknya. Semuanya butuh proses begitupun dengan cinta. Kami perlu melakukan masa penjajakan supaya kami bisa saling mengenal lebih dalam satu sama lain, memahami sifat dan karakternya, apa yg dia dan aku sukai. Jika kami merasa nyaman dan cocok, kami akan melanjutkan perjodohan ini. Tetapi jika tidak ya kami rasa harus membatalkan perjodohannya. Aku pun akan memberi pengertian kepada orang tuaku bahwa kamikami tidak bisa melanjutkan perjodohan ini. aku yakin mereka pasti akan mengerti.
    "Kita tidak bisa memilih siapa yg menjadi jodoh kita kelak. Karna skenarionya sudah diatur oleh yg MahaKuasa, kita hanya bisa mengikuti alurnya saja"

    BalasHapus
  20. Nama: Desita Wahyuningtias
    Twitter: @desitaw97
    Link share: https://twitter.com/desitaw97/status/837077029774188548
    Kota tempat tinggal: Surakarta

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!

    Terima aja dulu. Biasanya orang tua punya alasan khusus kenapa mereka merasa perlu mencampuri kehidupan kita, lagi pula mereka selalu mengharapkan kebahagiaan untuk anaknya jadi tidak mungkin memilihkan calon pendamping untuk anaknya asal-asalan. Meski begitu, aku akan lebih menghormati kalo mereka bertanya terlebih dahulu padaku.

    Untuk masalah lanjut atau tidaknya pertunangan itu ke tahap selanjutnya maka biarlah aku dan dia (ceritanya) yang memutuskan. Aku enggak akan pakai alasan, enggak kenal dia sebagai tameng untuk menggagalkan perjodohan. Karena pada dasarnya sepanjang apapun penjelajahan kita untuk mengenal seseorang, penjelajahan itu takkan pernah habis karena manusia adalah makhluk yang dinamis. Aku hanya akan memastikan kami mau menyamankan diri satu sama lain atau tidak. Toh cinta bisa tumbuh karena terbiasa.

    BalasHapus
  21. Nama : Fridalia Septiarini H
    Twitter : @frdliash
    Link share : https://mobile.twitter.com/frdliash/status/837136511527104514?p=v
    Domisili : Purwakarta, Jawa Barat
    Jawaban :
    Tergantung. Kalau saat aku dijodohkan, aku sudah memiliki pasangan tentu aku akan menolak. Karena kan aku juga bukan anak kecil, bisa memilih sendiri, sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Tapi jika saat dijodohkan aku belum memiliki pasangan apa salahnya jika aku menerima. Toh orang tua kita juga pasti memilah milih kan, ngga mungkin menjodohkan anaknya dengan yang memiliki kepribadian buruk.

    BalasHapus
  22. Nama : Amalia
    Instagram : @ailamaa__
    Link share : https://www.instagram.com/p/BRHeC-jl7xj/
    Domisili : Ciamis, Jawa Barat
    Jawaban :

    Apa reaksi kamu kalo dijodohkan? Menerima atau menolak?

    Shock banget! Ngeri aja mikirnya kalo sampai terjadi..
    Untuk sekarang saya dengan tegas menolak, kenapa? Karena saya masih sekolah, masa depan saya masih panjang. Masih banyak pencapaian yang belum tercapai.. Saya masih ingin menikmati masa muda saya. Apalagi inikan bukan zaman Siti Nurbaya?

    Tapi siapa yang tahu rencan-Nya? Jika saya dijodohkan oleh orangtua saya, sudah dipastikan itu pilihan terbaik menurut mereka, tapikan belum tentu terbaik menurut saya?

    Jujur saja, saya ingin menikah dengan orang yang saya cintai dan mencintai saya.. Jadi, sebelum jodoh menjodohkan saya ingin mengenal lebih dekat dengan dia, dan jika cocok satu sama lain tentu saja saya menerima perjodohan ini dengan senang hati.

    Saya tahu kok, kedua orangtua saya, ingin saya mendapatkan pasangan yang baik bibit, bebet dan bobotnya..kejadian ini persis seperi tahun kemarin, kerabat saya sempat ingin mengenalkan saya dengan seseorang, tapi untungnya orangtua saya sejalan dengan pikiran saya MENOLAK :) *untuk mengenal sebagai teman tentu saja saya tidak menolak, tapi untuk urusan jodoh menjodohkan, Jelas saja TIDAK, belum saatnya.. Masih banyak yang harus saya lakukan untuk menjadi lebih baik lagi :)

    BalasHapus
  23. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/837203029870833664
    kota tempat tinggal: Serang

    Apa reaksimu jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!

    Reaksi jika dijodohkan? Pertama, pasti bertanya-tanya, kira-kira yg dijodohin orangnya sesuai dengan harapanku nggak yaaa? hehee
    Kalau dia enak dipandang, soleh, punya pribadi baik, mapan, dan keluarganya juga menyenangkan, mungkin bisa jadi pertimbangan. Tapi yg penting sih apakah hatiku merasa sreg atau tidak dengan dia, dan apakah dia juga mau menerimaku dengan tulus. Kalau begitu aku sih nggak akan menolak hehehee :D
    Tapi kalau semua hal di atas nggak memenuhi, tentu saja aku akan menolak.

    Soal jodoh aku lebih mengikuti kata hati, karena jika hati merasa nyaman, insyaallah bisa menjalaninya dengan ikhlas. :)

    BalasHapus
  24. Nama: Hafizhah Nur Latifah
    Twitter: @Hafizhah_NL
    Link share: https://mobile.twitter.com/Hafizhah_NL/status/837200833347383296?p=v
    Domisili: Jakarta
    Jawaban:

    Reaksi saya jika dijodohkan...

    Jujur, saya gak akan terkejut kalo tetiba orang tua saya bilang kayak gitu. For me, pernikahan itu ada di nomor sekian dan gak masuk prioritas saya. Saya maklum kalau orang tua saya bersikap demikian. Mana ada sih orang tua yang ingin anaknya hidup sendiri? Lagian juga cara apalagi yang bikin saya berpikir tentang nikah kalau bukan orang tua saya yang make a move duluan.

    Untuk pertanyaan apakah saya menerima atau menolak, saya pilih menerima. Karena apa? Toh, saya lihat di sekitar saya yang nikahnya pake 'cinta' tapi ujung-ujungnya juga banyak yang cerai entah karena itu selingkuh, KDRT, kondisi ekonomi, dll. Jadi buat apa saya takut untuk nikah tanpa 'cinta'?

    And for the last, walaupun saya gak seneng, seenggaknya saya dapet pahala karena bikin orang tua saya senang, kan? The smile of my parents is something precious yang emang jarang bisa saya kasih. Jadi selagi ada kesempatan, kenapa enggak?

    BalasHapus
  25. Nama: Hafizhah Nur Latifah
    Twitter: @Hafizhah_NL
    Link share: https://mobile.twitter.com/Hafizhah_NL/status/837200833347383296?p=v
    Domisili: Jakarta
    Jawaban:

    Reaksi saya jika dijodohkan...

    Jujur, saya gak akan terkejut kalo tetiba orang tua saya bilang kayak gitu. For me, pernikahan itu ada di nomor sekian dan gak masuk prioritas saya. Saya maklum kalau orang tua saya bersikap demikian. Mana ada sih orang tua yang ingin anaknya hidup sendiri? Lagian juga cara apalagi yang bikin saya berpikir tentang nikah kalau bukan orang tua saya yang make a move duluan.

    Untuk pertanyaan apakah saya menerima atau menolak, saya pilih menerima. Karena apa? Toh, saya lihat di sekitar saya yang nikahnya pake 'cinta' tapi ujung-ujungnya juga banyak yang cerai entah karena itu selingkuh, KDRT, kondisi ekonomi, dll. Jadi buat apa saya takut untuk nikah tanpa 'cinta'?

    And for the last, walaupun saya gak seneng, seenggaknya saya dapet pahala karena bikin orang tua saya senang, kan? The smile of my parents is something precious yang emang jarang bisa saya kasih. Jadi selagi ada kesempatan, kenapa enggak?

    BalasHapus
  26. Nama: Afiyatul Futhona
    Twitter: @my_booklicious
    Link share:
    https://twitter.com/my_booklicious/status/836365824180920321
    Domisili: Tasikmalaya, Jawa Barat

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!

    Yang pasti, bakal kaget. Tapi kalau memang HARUS BANGET, aku gak keberatan untuk menerima perjodohan itu, asalkan gak 'ditarik-tarik' nikah cepet. Aku pasti butuh waktu dulu untuk penjajakan dan penyesuaian. Kenapa aku menerima? Alasannya berasal dari aku sendiri: karena aku percaya orang tuaku. Aku kenal betul mereka tipe yang seperti apa. Kalaupun aku dijodohkan, pasti sudah dengan banyak pertimbangan dan sesuai dengan 'petunjuk' yang diterima. Mereka tidak akan sembarangan mengambil keputusan untuk masa depan anaknya.

    Makasih, Kak Kiky, atas kesempatannya.

    BalasHapus
  27. nama : dewi marini
    domisili : solo jateng
    twitter : deverzstyle
    link share : https://mobile.twitter.com/deverzstyle/status/837296394239160321?p=v

    kl hbs baca novel2 ttg perjodohan pasti aku ga nolak tp pas ngrasain realitanya aku bakal nolak soalnya aku udh prn ngalamin dan gak sesuai yg aku bayangin :)

    BalasHapus
  28. Nama: Fara Astryani
    Akun twitter: @FaraAstryani
    Link Share: https://twitter.com/FaraAstryani/status/836896742524260356?s=09
    Domisili: Bogor

    Reaksi pertama aku adalah meminta penjelasan kepada orangtua mengapa aku dijodohkan bila orangtua memiliki alasan kuat maka aku akan berfikir terlebih dahulu.

    Menjadi bijak adalah pilihan yang terbaik. Dalam hal ini aku melihat calon yang dipilihkan oleh orangtua aku terlebih dahulu. Apakah calon tersebut sudah memenuhi kriteria yang telah digariskan dalam agamaku. Kemudian melihat kondisi diri aku sendiri bila umurku telah mencapai batas yang memasuki kriteria 'telat menikah' maka aku akan menerimanya.

    Sejujurnya jika bisa aku akan mencari jodohku sendiri namun bila umurku memasuki kriteria tersebut aku akan menerima sang calon jika memenuhi kriteria tersebut. Bagiku menikah sangatlah penting karena menyempurnakan separuh agama maka sebisa mungkin aku akan menikah walaupun dengan orang yang dijodohkan.

    Aku meyakini seiring waktu cinta akan tumbuh karena saling bergantung satu sama lain jadi aku juga meyakinin dijodohkan tidaklah buruk jika kedua belah pihak saling menerima satu sama lain dan saling ber komitmen.

    BalasHapus
  29. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/837513818200666112?p=v
    Domisili : Purwakarta

    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya!


    Pasti kaget, tapi aku Gga akan langsung menolak pastinya. Orang tua mana yang mau menjodohkan anak gadisnya dengan seseorang yang buruk dalam hal besikap, bertutur kata dan temperamen-nya. Kedua orang tuaku akan mencarikan jodoh yang baik tentunya, dan aku akan meminta waktu untuk shalat istikharah. Meminta petunjuk dari sang pencipta dan semoga diberikan jawaban yang terbaik. Karena Allah SWT tidak menyukai orang yang menolak lamaran seseorang jika orang yang melamar adalah orang yang baik dan sholeh. Dan hal tersebut juga sering disebut dosa jika kita menolak lamaran orang yang sholeh.

    BalasHapus
  30. Nama: Ahmad Azwar
    Twitter: @azwaravisin
    Link Share: https://twitter.com/azwaravisin/status/837551319132995585

    Apa reaksimu jika dijodohkan?
    Aku jawab tegas nggak, aku lelaki aku bisa memilih sendiri siapa yang akan jadi pasanganku.

    BalasHapus
  31. Nama : Firdausya Pramada
    Twitter :@firdausyapp
    Link Share :https://twitter.com/firdausyapp/status/837641855529410561
    Domisili : Jombang

    Mungkin saat mendengar pertama kali jika aku dijodohkan jelas kaget itu hal wajar bagiku. Dulu aku mendengar kata 'dijodohkan' langsung berpikir negatif. Tapi aku mulai paham akan maksud kedua orang tuaku jika aku akan dijodohkan untuk kebaikanku sendiri. Aku tidaklah langsung menerimanya saat itu juga. Biarlah kita nikmati 'perkenalan' dulu kalau cocok kan apa salahnya untuk menerimanya? Walaupun aku tahu bahwa pilihan orang tuaku tidaklah salah. Mana ada orang tua yg menjodohkan anaknya dengan seseorang yang jauh dari kata 'baik'. Jelas sebelumnya, orang tuaku telah mengukur kesiapannya, bibit,bebet dan bobotnya terlebih dahulu, barulah kedua orangtuaku menyetujuinya. Lagipula jika aku menolaknya, kalau Tuhan menakdirkan kita berjodoh bisa apa? Karena Tuhan punya skenario hidup yang luar biasa untuk mempertemukan jodoh kita suatu saat :)

    BalasHapus
  32. Nama: Nurul Astri
    Akun Twitter: @nurulastrirmdn
    Link Share: https://twitter.com/nurulastrirmdn/status/837890575458156544
    Domisili: Tangerang

    Bisa menolak, bisa menerima, tergantung aku akan dijodohkan dengan orang seperti apa. Aku yakin juga orangtuaku nggak akan mungkin memilih sosok pendamping untuk diriku tanpa mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobotnya. Lagipula, dalam Islam juga menganjurkan lebih baik berpacaran setelah menikah. Jadi ya, selama orangtuaku berpikir kalau dia adalah sosok yang tepat untuk mengimamiku, inshaallah aku akan terima.

    BalasHapus
  33. Nama: Indri Octa Safitry
    Akun twitter: @Indriocta_s
    Link share: https://twitter.com/IndriOcta_s/status/837893242230185984

    Domisili: Cilegon, Banten
    Jawaban:
    Reaksi nya sih udah pasti shock, kaget, bingung dan semacam kata lainnya deh wkwk
    Dan Banyak pertimbangan untuk menerima atau menolak perjodohan itu. Apalagi ini soal masa depan dan pernikahan yang pasti berharap sekali seumur hidup.
    Dijodohkan pasti tentu akan kearah pernikahan kan yaa hehe
    Siapa yang gak mau dapet yang terbaik sih? Tapi belum tentu juga yang dijodohkan ortu itu juga yang terbaik.
    Klo aku sih, mungkin akan meminta berkenalan dulu bukan berarti menerima. Melainkan untuk saling mengenal terlebih dahulu, mengenal satu sama lain. Sisa nya yaa gimana kedepan dari perkenalan itu. Klo yaa baik aku akan terima dan klo gak baik maaf ajah deh hehe

    Seandai nya gak ada pilihan selain menerima atau menolak yaa mending menolak ajah, karna aku yakin klo jodoh gak akan kemana. Sekalipun aku tolak saat itu, klo emang berjodoh pasti kita dipertemukan walaupun bukan dengan cara dijodohkan melalui ortu kami.

    BalasHapus
  34. Nama :Aziza Avita
    Link share : https://twitter.com/AzizaAvita/status/837915421579730944
    Twitter : @azizaavita
    Domisili : Salatiga

    Jawaban :
    Kalo misal tiba tiba aja aku dijodohin ? Wkwk pasti awalnya aku bakal nganggep semua itu cuma bercandaan dari ayah sama ibu. Kalo di pikir pikir ayah sama ibu aku juga orang humoris suka becanda. Tapi kalau misal aku sadar semua itu bukan candaan belaka, pastinya aku akan kaget, nggak bisa berkata apa apa, trus bakal bingung juga. Mikir UN aja belum kelar, lah malah mikir jodoh.

    Kalo urusan nerima apa nolak sih, tergantung doinya juga sih, tapi insyaallah kalau orang tua yang milihin, setidaknya doi udah di timbang dari segi bibit, bobot atau bebetnya. insyaallah.

    Kalo aku sih milih kenal sama doi dulu, trus temenan dulu, nah kalo udah klop pasti nanti cinta akan datang tepat pada waktunya... hehe. Intinya, nggak papa lah di jodohin, asala aku harus kenal dulu sama orangnya, kalo kami sama sama nyaman, insyaallah saya terima lamarannya !!!!

    Udah gitu aja. Wkwk semoga jawabanku memuaskan ya mbakk

    BalasHapus
  35. Nama:Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Domisili: Palembang
    Link share: https://twitter.com/murniaya/status/837952202165514241

    Tidak ada alasan yang mendasar bagiku untuk menentang atau menolak sebuah perjodohan. Tidak pula ada yang salah atau bernilai melanggar etika pada suatu perjodohan. Jodoh memang sudah ditakdirkan pada tiap manusia, entah siapa orangnya. Tapi tiap orang tidaklah punya cara yang sama ketika bertemu jodohnya. Perjodohan adalah salah satu di antara bermacam skenario Tuhan dalam mempertemukan jodoh para hamba-Nya, di mana kali ini harus dibantu oleh pihak ketiga, baik itu melalui seorang perantara khusus atau dari pihak keluarga sendiri.

    Aku justru lebih menilai positif tentang perjodohan. Toh perjodohan nggak jauh beda dengan ta’aruf yang jelas-jelas dianjurkan di agama Islam. Benefit yang bisa didapat dari perjodohan adalah:

    – Kedua keluarga sudah saling tahu dan sudah memberi restu. Apalagi jika si kedua calon memang sudah setuju dari awal ingin dijodohkan. Jadi nggak akan ada drama dari salah satu pihak (kebanyakan perempuan) yang berontak atau kabur dan ngancem bunuh diri karena merasa ini keputusan sepihak dari orangtua.

    – Pihak atau perantara yang menjodohkan sudah tahu bibit-bebet-bobot si calon, baik dari segi agama + sifat + intelektual + finansial. Tentunya karena mereka ingin yang terbaik dan kualitasnya setara.

    – Membantu kita lebih mudah menemukan orang yang sudah siap berkomitmen. Apabila si dia mau menerima perjodohan, artinya dia memang sudah siap dan serius ingin menikah.

    – Nggak perlu lagi masa penjajakan slash pacaran sebelum setuju menikah hingga memakan waktu lama, biar nggak nimbun dosa juga. Cukuplah saling mengenal dalam satu visi dan misi tanpa harus ada embel-embel ini itu. Kalo sehati, hayok. Kalo nggak, ya udah, bubar dan batal aja. Biar nggak buang-buang waktu.

    – Karena tidak ada masa penjajakan, maka untuk saling mengenal lebih jauh adalah ketika mengarungi biduk rumah tangga itu sendiri. Tentunya lebih asyik, serba halal, dan nggak dipenuhi drama sana sini demi menarik perhatian semu. Mengutip quotation dari sebuah novel, "Kalau pacaran yang halal lebih berasa nikmatnya."

    Soal cinta itu bisa belakangan. Apabila cinta belum tumbuh sebelum pernikahan berlangsung, it’s okay. Setelah menikah nanti bisa sama-sama belajar dan berusaha untuk mengerti dan menerima satu sama lain hingga cinta itu tumbuh sendiri seiring waktu. Cekcok dan pertengkaran karena tak sepaham itu biasa, ini bagian dari proses untuk saling memahami. Yang pasti hal seperti ini bukan cuma dialami oleh para pasangan yang memulai hubungan dari perjodohan kok.

    "Menikahi orang yang dicintai itu hanya kemungkinan. Mencintai orang yang dinikahi adalah kewajiban."

    Kunci penting dari sebuah perjodohan adalah harus bisa terbuka menerima, serta adanya persetujuan dari kedua pihak. Semuanya harus serba transparan. Perjodohan nggak semata-mata seperti beli kucing dalam karung. Oleh karena itu, harus ada pihak yang kompeten sebagai pendukung sebuah perjodohan yang sama-sama tahu kualitas dari kedua calon tersebut.

    Nah, kalau ditanya mau atau nggak jika dijodohkan, aku sih mau aja. Tapi, harus kenali dulu baik-baik bagaimana si calonnya. Yang utama pasti akhlaq dan agamanya. Soalnya dari pihak perempuan jaman sekarang tuh kebanyakan lebih mentingin materi yang dipunya oleh si calon suami demi kemakmuran anak gadisnya kelak. Nggak munafik, tapi itu memang jadi salah satu aspek yang selalu dipertimbangkan oleh para orangtua si perempuan, bukan? Bahkan terkadang si orangtua nggak mengenali sisi lain dari si calon cuma karena dia udah duluan kemakan omongan pihak lain–berisi hal baik yang begitu ‘menjual’ si calon–yang ingin menjodohkan dua sejoli ini. Well, itulah yang pernah terjadi pada saya. Hahaha xp

    Jadi, meski aku mau dijodohkan, nggak lantas aku nerima gitu aja siapa calonnya meski ia sudah mapan. Intinya sih harus kenali dulu bagaimana si calon ini, seperti apa tingkah laku serta kebiasaannya. Karena akulah yang akan menjalaninya dan aku nggak mau menyesal di kemudian hari. :)

    BalasHapus
  36. Nama: Agniya Amaliya
    Akun Twitter: @AgniyaHood_
    Domisili: Sukabumi, Jawa Barat
    Link share: https://mobile.twitter.com/AgniyaHood_/status/837972773699932162

    Reaksiku kalau dijodohin ya pasti kesel. Orang tua itu seakan menganggap anaknya gak laku sampai dicariin jodoh segala. Dan aku pasti nolak, sebagai orangtua nggak boleh membuat keputusan sendiri dengan menjodohkan anaknya sesuai kehendak sepihak, karena jodoh itu bukan di tangan orangtua. Emang sih katanya jangan terus diem mulu nunggu jodoh sampe bulukan, tapi nggak perlu juga pake cara perjodohan.

    Tapi, memang bagus niatnya pengin yang terbaik buat anaknya biar nggak salah pilih pasangan terus pas udah nikah malah cerai. Tapi orangtua juga harus mikirin gimana perasaan anaknya. Dan juga pemikiran orang jaman dulu sama jaman sekarang itu beda, anak jaman sekarang paling anti sama namanya perjodohan, karena suka terlintas dipikiran gimana kalau cowok yang dijodohin itu nggak sebaik kelihatannya kayak di sinetron-sinetron. Mungkin orangtua nganggap si cowok baik karena merupakan anak dari kerabat dekat, tapi tetep aja kan perilaku orangtua yang hidup di jaman dulu sama anaknya yang hidup di jaman sekarang iti beda.

    Jadi, udah jelas kalau aku bakal nolak karena aku nggak gak laku-laku amat sampe cowok liat aku aja langsung teriak setan:v

    BalasHapus
  37. nama : Khaerunnisa akun twitter : NhisaMinoz75
    link share : https://mobile.twitter.com/NhisaMinoz75/status/837978837875101696?p=v
    kota tempat tinggal : Kolaka, Sulawesi Tenggara.
    Apa reaksi jika kamu dijodohkan? menerima atau menolak, sertakan alasanmu juga ya? Saya akan menerima, bahagia malah. Tdak selamanya yang dinamakan perjodohan itu jelek loh, kalau itu dilakukan untuk kebaikan kenapa harus menolak? Apa karena alasan orang yang di jodohkan itu termaksud orang yang kuno/kampungan? Dan akhirnya kita jadi gengsi untuk menerima perjodohan itu karena takut di olok-olok seperti itu sama teman. Perjodohon itu cara orang tua kita mencarikan kita pasangan yang menurutnya bisa menjaga kita dengan baik dan perjodohan pula cara Allah menghindarkan kita dari perbuatan zina (pacaran). Lantas bagaimana jika pasangan kita berbeda dari apa yang orang tua atau kita harapkan? Pertanyaan seperti ini sempat singgah di kepala saya? Tapi hati kecil saya menjawab pertanyaan saya. Mungkin Tuhan punya rencana lain terhadap kita, dia mendatangkan sosok yang tidak kita harapkan bukan tanpa alasan, Tuhan ingin melihat seberapa mampukah kita melaksanakan amanahnya. Karena jika kita mendapatkan pasangan yang bisa dibilang bukan lelaki idaman kita atau lelaki yang tidak berada di jalan Allah, itu berarti Allah memberikan kita tugas kepda kita agar menuntun pasangan kita ke jalan yang benar. Jadi tidak ada salahnya jika kita menerima karena baik buruknya pasangan yang kita dapati itu sudah di atur oleh Allah, dan semuanya itu ada hikmanya.

    BalasHapus
  38. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  39. Nama : Retna Adwi Anesti
    Twitter : @Cavie_MaxJjeje
    Link Share : https://mobile.twitter.com/Cavie_MaxJjeje/status/837970395684745217
    Domisili : Banyumas. JawaTengah

    Jawaban : Pastinya kaget, tapi aku akan berusaha menerima, alasannya :

    » Aku percaya orang tuakuakan memilihkan yg terbaik untukku. Yang baikakhlaknya, cinta pada Tuhannya mampu mencukupi anaknya dan tak ada masalah restu karena restu sudah didapat sejak pembicaraan perjodohan terucap.

    » Sejatinya perjodohan sama dengan ta'aruf. Menerima bukan berarti akan langsung dinikahkan kan? apa salahnya untuk kita saling mengenal.

    » Harus saling jujur. Katakan visi misi dan keburukan atau kekurangan masing2 agar kedepannya tidak jadi masalah, karena bagaimanapun kita masih orang asing.

    » Kalau memang kita setuju dengan visi misi dan kekurangan masing2, aku siap untuk melangkahuntuk jenjang yang selanjutnya yaitu pernikahan.

    » Agamaku tidak mengenal pacaran. Aku akan ikhlas kita pacaran setelah menikah. Karena pacaran setelah menikah lebih indah, semua perbuatan kita akan tercatat sebagai ibadah dan terhindar dari dosa.

    BalasHapus
  40. Nama: Cahya
    Twitter: @ccchhy
    Link share: https://twitter.com/ccchhy/status/838022630133260288
    Domisili: Palembang

    Akan aku pilih untuk menerima perjodohan itu. Alasannya karena:
    1. Aku tak mau membuat malu keluargaku terutama orangtuaku untuk menolak perjodohan itu. Keluarga si calon lelaki pun pastinya akan kecewa jika perjodohannya ditolak.
    2. Aku percaya pilihan orangtuaku adalah yang terbaik untukku, terutama dari bibit bebet bobotnya.
    3. Sudah mendapat restu dari seluruh pihak.
    4. Kayaknya di rumah tangga kami nanti nggak akan banyak 'drama' kayak sama temen sendiri. Justru kalau sama temen sendiri, apalagi yang nggak dicintai, bakal berasa lebih awkward. Ya nggak sih?
    5. Kalau misalnya nanti ada suatu hal terjadi dalam rumah tangga kami, aku bisa mengadu pada orangtuaku. Jadi mereka nggakk bisa menyalahkanku sepenuhnya atas kegaduhan rumah tangga kami karena lelaki ini adalah pilihan mereka, bukan pilihanku sendiri ehehe :p

    BalasHapus
  41. Nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye
    link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/838016691250458625
    domisili: Sidoarjo

    Reaksi ketika di jodohkan? menolak.
    kaget tentu saja.. wel, meskipun sekarang bukan zaman siti nurbayah, tidak menutup kemungkinan masih berlangsung istilah 'Menjodohkan'
    terlebih, sekrang acara jodoh menjodohkan sudah semakin marak di dunia modern sperti ini.

    kenapa aku menolak?
    pertama, tidak ada niatan diriku menikah karena di jodohkan.
    karena apa? karena aku ingin menikahi seseorang karena diriku, bukan karena kewajiban 'dijodohkan'. ingin merasakan menikah dg orang yg benar2 aku pilih, bukan dipilihkan. dan tentunya karena aku memang menikah dg orang tsb.

    kedua, karena dia bukan orang yg aku cinta.
    aku ingin menikah dg orang yg kucintai. meskipun banyak orang yg di jodohkan berakhir dg bahagia, berakhir dg mencintai pasangannya. hanya saja, aku ingin merasakan dan berbagi kebahgiaan dg orang yg kucinta.

    ketiga. karena aku tidak tahu siapa gerangan yg akan di jodohkan. apakah dia baik atau buruk, apakah aku mengenalnya atau tidak, apkah dia lelaki impian atau tidak, apakah kita akan sanggup bersama melewati masa masa penjodohan ini atau tidak.

    keempat, orang tua tahu pilihan mana yg terbaik untuk anaknya. tapi apakah pilihan orang tua juga terbaik menurut anaknya?

    kelima, aku bukan orang yg penurut. yg bergerak jika di perintah. aku tergolong orang pemberontak. aku tipe realistis.
    jika apa yg menurutku itu salah, maka aku akan terus menganggapnya salah. aku akan menganggap benar jika ada alasan2 logis di belakngnya. alasan yg dapat merubah prinsipku akan pilihan yg telah ku tentukan
    maka jika aku tahu akan di jodohkan, tentu aku akan menolak.
    karena aku blm mengenal betul siapa dia, apa motiv dibaliknya, murni penjodohan kah? akan salah rasanya jika aku menerima penjodohan tsb jika hatiku berkata tidak, jika pikiranku menyuruh untuk menolak. akan salah rasanya melakukan sesuatu yg bahkan aku sendiri yidak tahu dan tidak yakin dg apa yg kulakukan. menurutku itu ibarat memainkan peran sebagai boneka.
    bergerak sesuai perintah, tanpa tau makna dan tanpa tau rasanya menikmati setiap langkah yg dipaksakan

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design