Sabtu, 01 April 2017

[Blog Tour] Heart Reset -------------------- GIVEAWAY!!!!!


Judul Buku : Heart Reset
Penulis : Trissella
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 192 Halaman
Terbit : Maret 2017

Anaya capek banget nyimpen perasaan terhadap Dipta, sohib sekaligus tetangganya selama sebelas tahun. Ia udah nggak tahan lagi ngelihat Dipta yang belum juga bisa move on dari Airin, teman sekolah mereka. Akhirnya Anaya pilih melanjutkan studi ke Australia pas naik ke kelas dua belas.



Dipta jadi gelisah. Apalagi ia tahu Abi—cowok begajulan tukang balapan liar yang sejak SMP menyukai Anaya—ikut ke Australia. Karena itu Dipta menentang keputusan Anaya, tapi Anaya nggak goyah. Menurut Anaya, Abi udah jauh berubah. Abi justru selalu memperlakukan Anaya dengan manis.



Namun, saat Anaya mulai nyaman bersama Abi, Dipta menyatakan perasaannya. Dipta bahkan nekat menyusul ke Australia.


Jelas banget Anaya jadi bingung. Jadi, ia harus pilih siapa?


------------------------

"Lalu apa kabar gue yang bertahun-tahun sayang sama lo, tapi nggak pernah lo sadari, Ta? Apa kabar? Yang pasti, hati gue nggak baik-baik aja." (Hal.9)
Pernahkah kamu menyukai seseorang sekian lama? Lebih tepatnya pernahkah kamu memendam perasaan untuk seseorang yang dekat sekali denganmu, sahabatmu sendiri?

Inilah masalah yang dihadapi oleh Anaya. Anaya menyukai sahabatnya sendiri, Dipta. Sahabatnya sejak masih duduk di bangku TK hingga sekarang 11 tahun berlalu. Anaya hanya bisa menyimpan perasaannya sendiri dan membiarkan hatinya sakit setiap melihat Dipta membicarakan cewek lain.
Emangnya ia bisa berbuat apa saat cowok yang ia suka lebih memilih tetap terpaku pada pandangan yang membuatnya sedih daripada menyadari keberadaan cewek yang selalu ada di sampingnya." (Hal.13)
Dipta sendiri seakan tidak menyadari perasaan Anaya terhadapnya. Dipta malah terang-terangan mengakui perasaannya terhadap Airin, teman sekolah mereka. Sekalipun Airin akhirnya malah tidak menerima perasaan Dipta karena Airin jatuh cinta dengan Billy.
"Gimana rasanya nyimpen perasaan buat orang yang jelas-jelas nggak melirik kita sama sekali?" (Hal.14)
Dipta patah hati. Hanya Anaya yang berada di sampingnya mendengarkan segala keluh kesahnya. Hingga kemudian Anaya tak sanggup lagi untuk menyimpan perasaannya sendiri. Anaya ingin move on. Anaya pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Australia. Dia ingin melepaskan perasaannya untuk Dipta.

Di lain sisi, kehadiran Abi dalam hidup Anaya membuat Dipta kalang kabut. Dipta tidak menyetujui Anaya dekat dengannya. Bahkan dengan keras melarang Anaya, karena takut Anaya malah ikut terpengaruh hal-hal buruk dari Abi. Namun, Abi selalu menjadi sosok yang berbeda di hadapan Anaya. Membuat Anaya sulit untuk menolak dekat dengannya.

Abi pun secara jelas menyatakan perasaannya terhadap Anaya. Padahal dia tahu Anaya malah jatuh cinta terhadap Dipta. Abi memilih untuk tetap berada di sisi Anaya, walau hatinya sakit melihat dan mendengar kedekatan Anaya-Dipta.
"Gue selalu punya keyakinan bahwa persahabatan lawan jenis, salah satunya pasti nyimpen perasaan lebih. Kalau beruntung, perasaannya berbalas. Kalau beruntung loh!" (Hal.36)
Hingga kemudian Abi pun ternyata memilih melanjutkan pendidikannya di Australia seperti Anaya. Hubungan mereka pun semakin dekat saja. Tetapi hal ini malah membuat Dipta malah merasa kehilangan Anaya. Dipta pun malah baru menyadari perasaannya sesungguhnya. 
"Untuk bertamu pada hati seseorang, segalanya tak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Apalagi jika hati itu sudah ditempati lebih lama oleh orang lain." (Hal.75)
Siapa yang akan dipilih Anaya? Dipta yang memang sudah disukainya sejak lama atau membuka hatinya untuk cinta yang baru bersama Abi? 
"Sekuat apa pun ia berharap agar waktu berjalan lambat, waktu akan tetap berjalan sesuai temponya. Sekuat apa pun ia mengelak, perpisahan itu akan tetap ada." (Hal.93)
Membaca novel ini sungguh menyenangkan sekali. Ide sederhana tentang sahabat yang jatuh cinta terhadap sahabatnya sendiri. Tema yang terasa familiar, tetapi tentunya ada eksekusi yang berbeda oleh penulis.

Sejak membaca prolognya saja, aku sudah ikutan baper banget mengetahui perasaan terpendam Anaya. Bagaimana sekian tahun dia menyimpan perasaan terhadap sahabatnya sendiri. Sedangkan orang yang disukai malah sibuk melirik cewek lain. 
"Mendengar seseorang yang kau cintai mengakui perasaan untuk orang lain, rasanya seperti berada di ruangan penuh asap rokok. Menyesakkan. Sampai bisa membuatmu serasa mau mati." (Hal. 154)
Tentu saja menyakitkan banget kan menyimpan perasaan terhadap orang yang sama sekali tidak peka dengan kehadiran kita? Aku bisa memahami kenapa Anaya memilih kabur untuk menyembuhkan hatinya dan berusaha move on.

Jujur gregetan banget melihat sikap Dipta yang seakan tidak rela ketika Anaya dekat dengan cowok lain selain dia. Walaupun alasannya masuk akal juga sih, biar Anaya tidak ikut kena pengaruh buruk.

Tetapi rasanya untuk tidak menyukai Abi juga susah sekali. Entah kenapa kehadiran Abi dalam hidup Anaya malah menarik banget. Abi yang digambarkan sebagai sosok bad boy di luar, tetapi bisa menjadi sosok yang berbeda di hadapan Anaya. Pantas saja Anaya nyaman berada di dekatnya.

Abi yang memilih menekan perasaan sakit saat Anaya lebih suka membicarakan perasaannya terhadap Dipta. Asal Anaya bahagia dan bisa terus dekat dengannya. Benar-benar terasa sekali ketulusannya. 

Aku jadi bisa memahami kenapa Anaya jadi dilema bingung diantara 2 pilihan, lebih memilih pria yang mencintainya atau yang dicintainya? 

Tapi kalau aku jadi Anaya, aku jelas-jelas bakal memilih Abi. Karena bagaimana pun sosoknya itu loveable banget, susah buat nolak pesonanya.
"Jika untuk melepaskan rasanya sesakit ini, Abi takkan mau lagi menyayangi cewek yang hatinya sudah dimiliki orang lain. Berjuang ataupun mengalah, ia berakhir dengan kondisi yang sama : cewek yang ia sayangi, tidak bisa dimilikinya." (Hal.175)
Membaca kisah sederhana ini akan mengajarkanmu bahwa perasaan itu patut diperjuangkan. Jika memang suka, lebih baik jujur daripada malah menyesal di kemudian hari. Tidak penting perasaan itu berbalas atau tidak, setidaknya kita sudah jujur akan apa yang kita rasakan. Karena memendam perasaan itu sungguh tidak enak sekali.

Kamu mencari sebuah kisah remaja yang ringan tentang persahabatan dan cinta, yang akan membuatmu jatuh cinta akan kisahnya, jangan lupa memasukkan Heart Reset sebagai bacaanmu ya. Novel ini bisa dibaca di waktu luangmu sambil menikmati cemilan favoritmu :) 

Selamat jatuh cinta....
"Bukan, ini bukan tentang siapa yang dicintai lebih lama dan siapa yang bersama lebih lama. Ini tentang siapa yang berani mengambil risiko untuk mempertahankan perasaannya, apapun yang terjadi. Tentang seberapa kuat dia menahan keegoisan agar yang lain bisa bahagia meski tak bersamanya." (Hal.185)
-------------------GIVEAWAY TIME------------------

Aku punya 1 eks gratis novel Heart Reset untuk 1 (satu) orang yang beruntung. Caranya:

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow akun sosial media ini:

- twitter @RizkyMirgawati dan @trissella kemudian share info GA ini mention kami ya sertakan hastag #HeartReset


- instagram @rizkymirgawati  dan @rtrissellam  kemudian repost/reshare info GA ini di akun IGmu jangan lupa mention kami sertakan hastag #HeartReset

3. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar, dengan format nama, akun twitter/instagram, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu:


Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu? Share yuk!

5. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 5 April 2017.

Semoga beruntung!!!!

********UPDATE*********

Saatnya memilih 1 (satu) nama yang beruntung, dan dia adalah:

Ida Ayu Putu Ledys Deviani /@dayuledys

Selamat buat pemenang, silahkan DM aku di twitter Nama, Alamat Lengkap dan No.hp yang bisa dihubungi untuk pengiriman hadiahmu ya :)

59 komentar:

  1. Kak, jadi yang bener itu Anaya apa Ayana ya? Hehehe๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum Pengakuan tulus dari saya sendiri IBU SRI MUSDALIFHA, Saya Sengaja ingin menulis
      sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
      kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
      Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
      785,juta saya hampir mau bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
      melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
      dengan AKI SOLEH , awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 1 hari
      saya berpikir,akhirnya saya bergabung dan menghubungi AKI SOLEH
      kata Pak.AKI pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan tuyul saya hanya cuma ngonterak 7 bulan aja dan akhirnya hutang-hutang saya pun suda terlunasi, Semua petunjuk saya ikuti
      dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 15M yang saya
      minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
      buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
      Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
      sering menyarankan untuk menghubungi AKI SOLEH Di Tlp 082-313-336-747
      Atau Kunjungi Situs AKI KLIK DISINI ( PESUGIHAN DUKUN SAKTI TERPERCAYA )
      agar di
      berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu
      hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik, jika anda ingin seperti
      saya hubungi AKI SOLEH pasti akan di bantu Oleh Beliau Seperti saya wassalam

      INILAH JENIS MACAM PESUGIHAN DAN BOCORAN TOGEL 2D 3D 4D 5D 6D.....


      >PESUGIHAN TUYUL| PELARIS USAHA
      >PESUGIHAN UANG GAIB
      >PESUGIHAN JIN KHODAM
      >PESUGIHAN ASMA
      >PESUGIHAN UANG SEPASANG
      >PESUGIHAN UANG BALIK
      >PESUGIHAN JUAL JANIN
      >PESUGIHAN PUTIH TAMPA TUMBAL
      >PESUGIHAN NIKAH JIN
      >PELARISAN DAGANG
      >JUAL TANAH DAN RUMAH




























































      Assalamualaikum Pengakuan tulus dari saya sendiri IBU SRI MUSDALIFHA, Saya Sengaja ingin menulis
      sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
      kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
      Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
      785,juta saya hampir mau bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
      melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
      dengan AKI SOLEH , awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 1 hari
      saya berpikir,akhirnya saya bergabung dan menghubungi AKI SOLEH
      kata Pak.AKI pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan tuyul saya hanya cuma ngonterak 7 bulan aja dan akhirnya hutang-hutang saya pun suda terlunasi, Semua petunjuk saya ikuti
      dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 15M yang saya
      minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
      buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
      Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
      sering menyarankan untuk menghubungi AKI SOLEH Di Tlp 082-313-336-747
      Atau Kunjungi Situs AKI KLIK DISINI ( PESUGIHAN DUKUN SAKTI TERPERCAYA )
      agar di
      berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu
      hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik, jika anda ingin seperti
      saya hubungi AKI SOLEH pasti akan di bantu Oleh Beliau Seperti saya wassalam


      INILAH JENIS MACAM PESUGIHAN DAN BOCORAN TOGEL 2D 3D 4D 5D 6D


      >PESUGIHAN TUYUL| PELARIS USAHA
      >BOCORAN TOGEL 2D 3D 4D 5D 6D
      >PESUGIHAN UANG GAIB
      >PESUGIHAN JIN KHODAM
      >PESUGIHAN ASMA
      >PESUGIHAN UANG SEPASANG
      >PESUGIHAN UANG BALIK
      >PESUGIHAN JUAL JANIN
      >PESUGIHAN PUTIH TAMPA TUMBAL
      >PESUGIHAN NIKAH JIN
      >PELARISAN DAGANG
      >JUAL TANAH DAN RUMAH








      Hapus
  2. Aku adalah salah satu orang yang nggak percaya bahwa ada persahabatan yang murni antara cowok dan cewek. Karena (kebanyakan) pada prakteknya pasti salah satu dari mereka ada yang punya rasa suka, atau juga bisa keduanya. Kemudian mereka akan berujung dengan terindikasi penyakit friendzone ��
    Kalau aku suka sama sahabatku sendiri, aku sih lebih memilih memendam perasaan mheheh �� Karena jauh di atas segalanya, persahabatan itu lebih penting dibanding rasa suka semata. Aku nggak mau cuman gara-gara rasa suka itu lantas menghancurkan persahabatan yang sudah lama terjalin.
    Beruntung kalau aku mengungkapkan perasaanku terus dia juga punya perasaan yang sama. Lha kalau nggak? Persahabatan itu nggak akan pernah sama lagi. Sahabat bisa jadi cinta, tapi apa cinta bisa jadi sahabat? Apa yang akan terjadi nanti kalau aku sama dia pacaran terus ada sesuatu yang mengharuskan kita putus? Aku yakin, kita nggak akan bisa kembali dalam sebuah hubungan persahabatan lagi. Jadi aku nggak mau mengambil risiko-risiko tsb. Karena aku percaya bahwa jodoh, rezeki, semua itu udah di atur. Apa yang seharusnya menjadi milik kita nggak akan menjadi milik orang lain. Jadi kalau dia jodoh kita, Tuhan pasti punya banyak cara untuk menyatukan. Dan kalau dia bukan jodoh kita, Tuhan juga punya lebih banyak cara untuk menjauhkan, seperti memberi jalan move on, misalnya. Atau mengirim sosok yang lain, yang sudah ditakdirkan untuk bersama kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama ig: _anryn
      Domisili: Indramayu
      Link share: https://www.instagram.com/p/BSVCLMQhAcO/
      Nama twitter: Anroy24
      Link share: https://mobile.twitter.com/Anroy24/status/848136960103153664?p=v

      Hapus
  3. Nama : Ida Ayu Putu Ledys Deviyani
    Twitter : dayuledys
    Instagram : hiskeyri
    Link share : https://mobile.twitter.com/dayuledys/status/848006502233251840 dan https://www.instagram.com/p/BSU5_h7ARzW/
    Domisili : Denpasar

    Jawaban :

    Aku termasuk tim yang setuju kalau persahabatan itu nggak ada yang sempurna. Entah itu sesama gender dan beda gender. Kalau sesama gender pasti deh pernah aja ngerasa kesel atau muak sama sifat buruk sababat, tapi sahabat sejati harus terima itu. Kalau beda gender, pasti satu diantara kalian ada yang pernah ngerasa suka, yang bukan suka sebagai sahabat, tetapi lebih dari itu.

    Apa yang aku lakukan kalau aku suka sama sahabatku sendiri?

    Ungkapin.
    Aku benci banget ketidakpastian, aku benci memendam, aku benci dilema. Meski resikonya adalah keretakan persahabatan itu sendiri kalau misalnya "ditolak", tapi lebih baik terbangun, daripada hidup dalam fantasy dan terus berandai-andai tanpa tahu sesuatu yang pasti kan?
    Wake up! Ada banyak manusia yang menarik di dunia ini, kalau kita cuma diam di satu zona itu sama saja dengan menutup mata dan hidup dalam mimpi.

    Setelah ini terjadi pasti ada pertanyaan "apa nggak kasian persahabatan yang udah berjalan lama hancur begitu saja?"

    Kita hidup untuk mengambil resiko atas segala keputusan kita. Dan tidak ada yg salah dan benar dalam mengambil keputusan. Kalau dipendam, mungkin kamu akan mendapatkan persahabatan itu selamanya, tapi di sana kamu akan mati (Percaya deh, memendam rasa itu sama seperti penyakit tapi tak ingin kau sembuhkan)

    Dan aku memilih mengungkapkannya, karna disini aku bisa dihadapkan dengan 2 kemungkinan diterima dan hidup bahagia dalam buai asmara #eeeaaa , atau ditolak kemudian persahabatan itu hilang dan akan merasa sedih mungkin beberapa saat, dan kamu bisa mengambil penanganan dengan lebih cepat yaitu move on.

    Jadi yang lagi terjebak friendzone atau lagi suka sama sahabat sendiri, mau ikuti saranku ? Ayo, harus berani !

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Nama : Nafisah Irfani S.
    Akun instagram : deepzeta
    Link share :
    https://www.instagram.com/p/BSVFtT-Ax_8/
    Domisili : Kendal, Jateng

    Jawaban:
    Aku lebih milih memendam perasaanku, tanpa melihat apakah dia memiliki perasaan yang sama atau tidak. Karena aku tak ingin hanya karena 3 kata, make all is over. Kebersamaan dan kedekatan, tak akan kubiarkan menjadi kehilangan dan kehampaan. Moment dan kenangan, aku tak ingin menjadi alasanku menangis saat mengingatnya ketika dia berubah. Karena semua menjadi rumit ketika berhubungan dengan cinta. Sekali selesai, peluang menjadi sahabatnya kembali sangat kecil. Namun dalam persahabatan tak ada kata selesai. Bahkan jika bertengkar, tidak butuh waktu lama pasti akan kembali damai. Menunggu, itu lebih aman. Jika dia memang berjodoh denganku, maka tanpa menyatakannyapun, dia akan datang, dan dia yang akan mendeklarasikan 3 kata itu. Dan ketika itu terjadi maka aku akan menjawab "I love you long before you love me" :D

    BalasHapus
  6. Nama : Utami
    IG/Twitter : @zellmhyzz
    Link Share : http://instagram.com/p/BSVgB3jBZaz/
    Domisili : Jawa Tengah
    Jawaban :

    Nyess banget kalau topiknya friendzone aka cinta terpendam. Buat aku ini ngena banget.

    Seandainya aku suka sama sahabat sendiri, aku akan memilih untuk jujur. Aku akan mengutarakan apa yang aku rasakan ke dia. Aku nggak mau menyiksa diri dengan memendamnya. Sahabat adalah orang yang tau tentang kita. Orang yang bisa memahami dan mengerti kita. Aku yakin seandainyapun dia nggak punya perasaan yang sama denganku, dia akan lebih bijaksana menanggapinya. Dia akan menghargai kejujuranku. Dia nggak akan menghakimi.

    Kejujuran jelas membuat aku lebih lega. Nggak peduli perasaanku dibalas atau nggak. Ketika perasaanku ternyata nggak berbalas, patah hati jelas. Kemungkinan hubungan persahabatan menjadi renggang juga bisa saja terjadi. Nggak nyaman dan ngerasa canggung mungkin juga iya. Tapi itu resiko yang harus diambil, daripada harus memendam perasaan yang menyesakkan. Kalau sama orang yang nggak dekat sih nggak terlalu jadi masalah. Tapi kalau sama sahabat sendiri yang pasti dekat banget, yang biasa berbagi cerita pasti nyesek banget rasanya.

    Aku juga akan berusaha bersikap biasa-biasa aja. Meskipun mungkin susah. Bagaimanapun, perasaanku adalah tanggung jawabku. Tapi aku yakin kita yang sama-sama dewasa nggak akan terlalu baper layaknya abg labil yang kena friendzone. Kita pasti bisa melewatinya secara dewasa.

    BalasHapus
  7. Nama: Cahyati Rizky H
    Akun twitter: @crhkiki
    Akun ig: @cahyatikiki
    Link share twitter: https://twitter.com/crhkiki/status/848104622132576258
    Link share ig: https://instagram.com/p/BSVmMEJhHef/
    Kota tempat tinggal: Jakarta
    Jawaban: aku bakal mendam perasaanku lama banget sampe aku nggak sanggup mendam perasaan itu sendiri. Aku nggak mau ketika aku bilang perasaanku ke sahabatku dan ternyata dia nggak punya perasaan yang sama ke aku, persahabatan kami malah jadi canggung. Aku lebih baik memilih menjaga persahabatan yang selama ini udah aku sama dia bangun dengan susah payah dibanding aku harus sedikit merusak kenyamanan di persahabatan kami karena aku mengungkapkan perasaanku sama dia. Walaupun ngungkapin perasaan ke seseorang itu nggak salah dan lebih melegakan dari pada di pendem sendiri, tapi kalau akhirnya canggung, lebih baik aku memilih memendam perasaanku buat diriku sendiri.

    BalasHapus
  8. Salam' saya Delfiyanti. Kebetulan saya disini Cuma mau Berbagi saran' Bagi Teman-teman yang lagi ada masalah.Faktor Ekonomi atupun Masalah Hutang piutang. yang sedang jadi beban pikiran dan sulit untuk di selesaikan Silakan Hubungi Nmr ini.
    (082 344 445 588) atas nama Mbah Jonoseuh. Silahkan minta bantuan Sama Mbah dan sampaikan keluhkesah anda sama Beliau. Karna Bantuan Mbah Jonoseuh sudah saya buktikan sendiri Selamah ini..
    Dan Untuk Bantuan yg Biasa Mbah jonoseuh berikan Yaitu

    ANGKA TOGEL
    PESUGIHAN
    DANA GHAIB..
    Dan masih banyak Bantuan yg lainnya.
    Terimah kasih silaka anda coba Dan Membuktikan sendirih..!!!

    BalasHapus
  9. Tary Wilujeng
    Twitter : @taryhirata
    Link share : https://twitter.com/taryhirata/status/848148246241447937
    Kota : Malang
    Jawaban : Jujur atau memendam? pilihan yang sulit karena seperti buah simalakama. Tapi bagi yang sudah pernah friendzone begini pasti lebih milih jujur. Aku juga akan milih jujur. Bukannya apa, jujur bikin perasaan lega masalah ditolak ataupun enggak itu urusan nanti. Bagiku sendiri dengan jujur sama dengan nggak egois dengan perasaan sendiri. Hatiku juga perlu diselamatkan dari kegelisahan dibanding dengan rasa takut ditolak atau takut jika nanti menjadi keengganan/sungkan. Bukankah kita ini setiap harinya bertambah dewasa? seharusnya kita juga sama-sama tahu kalaupun ditolak hubungan persahabatan tidak akan berakhir begitu saja karena rasa kecewa. Yang namanya sahabat pasti mengerti dan saling memaafkan.

    BalasHapus
  10. Nama : Dosca Hutabarat
    Akun Twitter : @doscastrida
    Link : https://twitter.com/doscastrida/status/848185342293299202
    Kota tempat tinggal : Pontianak
    Jawaban : Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu?

    Blm pernah sih suka sama sahabat sendiri. Tp kalau itu terjadi, yg kulakukan adalah memendam perasaanku. Kenapa? Krn menurut aku nggak bangetlah persahabatan yg udh dipupuk bertahun2 harus rusak hanya karna aku jujur dan akhirnya kita malah canggung dan menjauh krn ngerasa nggak nyaman. Aku mending diem aja. Biar aja aku simpen sendiri dan terus berada di sisi dia sbg sahabat. Kecuali ternyata dia menunjukkan rasa suka juga ke aku br deh aku tanggepin wkwkwkwkwk ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  11. Nama: Humala Sipahutar
    Akun twiter: humala_pahut
    Link share: https://twitter.com/humala_pahut/status/848197669784657921
    Kota: Sibolga, Sumut

    Jawaban:

    saya lebih memilih memendam perasaan, bagi saya itu SAHABAT tetap SAHABAT! Sahabat >> Pacar? Itu suasana nya beda, gak percaya? Coba aja dan rasakan sendiri.


    BalasHapus
  12. Nama : Hanum Bella Ardya Garini
    Twitter : @Hanumbellaa
    Link : https://twitter.com/Hanumbellaa/status/848275069050568704
    Domisili : Sragen,Jawa Tengah

    Aku lebih memilih memendam perasaan saja. Karena jujur, aku adalah tipekal orang yang selalu menyembunyikan sesuatunya sendiri. Nggak peduli sedekat apa hubunganku dengan seseorang itu, jika aku punya rahasia pasti tak akan kuberitahukan. Cukup aku yang merasakan suka dukaku sendiri.

    Dan untuk masalah perasaan, terlebih kepada sahabat. Aku selalu memegang prinsip bahwa siapapun itu, tak peduli seberapa dekatnya hubunganku dengan dia, aku tetaplah perempuan yang memposisikan diriku sebagai objek, dan dia tetaplah laki-laki yang berperan sebagai subjek. Dia yang meminta, aku yang berhak menolak ataupun menerima.

    Jadi intinya, aku lebih memilih memendam semua rasa yang ada. Dan percaya bahwa jodoh nggak bakal kemana :")

    BalasHapus
  13. Nama: Ummi Haniefa
    Twitter: @fumichanief
    Link share: https://twitter.com/fumichanief/status/848187320477990912
    Kota: Samarinda

    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu? Share yuk!

    Jawaban:
    Memendam. Aku memilih memendam, bukan karena dia sahabatku atau apa, tapi apapun yg terjadi jika aku suka seseorang, aku lebih memilih memendam. Aku bukan orang yg kuasa berkata jujur mengenai perasaan ke lawan jenis, siapapun dia. Apalagi jika aku menyukai sahabatku sendiri, makin enggak kuasa buat berkata jujur. Karena sahabat adalah orang yg terdekat setelah saudara kandung, menurutku. Dan biasanya sahabat lawan jenis jarang peka dengan perasaanku. Jadi hal yg bisa kulakukan hanya memendam, memang menyakitkan, tapi jika perasaan itu sudah tersampaikan pasti rasanya akan berbeda. Kalau aku mulai jenuh memendam perasaan, biasanya aku buat puisi. Jika ingin nekat, aku kasih ke sahabatku secara diam-diam puisi itu. Kalau memang dia adalah yg terakhir buatku, pasti akhirnya akan bersama jugakan? Nah, selain itu karena aku seorang yg pendiam, dan enggak biasa berkata jujur mengenai perasaan, jadi aku lebih memilih memendam saja. Karena melihat sahabatku senyum bahagia, aku juga bisa turut tersenyum bahagia.

    BalasHapus
  14. Nama: Feby Aulia Ayundita
    Twitter: @febyaulia316
    Link share:https://twitter.com/Febyaulia316/status/848317071096111105
    Domisili: bogor

    Aku gapunya sahabat cowo wkwk, jadi belum pernah ngerasain friendzone. Tapi jika aku punya sahabat cowo dan aku punya perasaan lebih ke dia aku akan lrbih memilih jujur. Kenapa? Seperti pepatah sepandaipandainya kita menyimpan bangkai baunya pasti akan tercium juga, nah sepandai-pandainya kita menyimpan perasaan kita dia pasti akan tau tentang perasaan aku, soom or later. Jadi aku lebih langsung jujur aja, gaperlu mendam2 perasaan terlalu lama:). Tentang dia yang menolak atau menerima perasaan aku itu biarlah jadi urusan terakhir, yang penting aku udah lega udah bilang ke dia tentang perasaanku. Jujur itu lebih indah walau nanti hasilnya tidak indah hehe

    BalasHapus
  15. Nama: Rohaenah
    Twitter: @rohaenah1
    Link share: https://twitter.com/rohaenah1/status/848356430407008258
    Kota: Jakarta
    Jawaban: aku paling nggak bisa kalau harus ngungkapin duluan perasaan. Sebagai cewek, aku lebih suka memendam perasaan dibanding mengatakannya secara langsung. Apalagi kalau sama sahabat sendiri. Cinta dan sahabat itu sama pentingnya, dan aku nggak mau menghancurkan salah satunya. Kalau aku ungkapin perasaan suka sama sahabat sendiri, takutnya nanti suasana bakal awakward. Khawatir juga nanti dia bakalan berubah bahkan yang terparah jadi menjauh. Jadi, mending simpan aja dalam hati. Kalau memang takdir dan jodoh berkehendak, nggak bakal kemana kok.

    BalasHapus
  16. Nama : Fridalia Septiarini H
    Twitter : @frdliash
    Link share : https://twitter.com/frdliash/status/848364429423001600
    Domisili : Purwakarta
    Jawaban :
    Itu persahabatan Anaya sama Dipta mirip deh sama kisah aku-_- udah sahabatan lama dari kecil, dan sekarang lagi gereget geregetnya sama sahabat cowok aku karena ga move on move on dari mantannya. Kesel sendiri jadinya. Bedanya aku ngga ada perasaan suka sama dia, dan kalau nanti suatu hari aku suka sama dia, aku akan memilih untuk memendam aja. Karena kalau diungkapkan itu takutnya jadi beban untuk dia, dia kan udah setiap hari apa² cerita ke kita, termasuk tentang perempuan juga. Kalau kita ngungkapin, dia pasti ada perasaan ga enak, canggung, dan ga mau untuk cerita. Kan kasian, kalau bukan ke kita dia mau curhat ke siapa lagi?
    Urusan hati kita sih bisa diurus nanti, kalau jodoh kan ngga kemana. Yang penting bisa jaga persahabatan dulu. Karena persahabatan itu segalanya buat aku. Kalau jadi pacar, ada putusnya, ada berantemnya, baper terus. Tapi kalau sahabatan kan enak, ngga baperan, ngga ada kata putus. Jadi intinya aku akan lebih memilih memendam untuk menjaga persahabatan yang sudah lama terbentuk:)

    BalasHapus
  17. Nama: Indri Octa Safitry
    Akun ig: @Inosaftr
    Domisili: Kota Cilegon
    Link share: https://www.instagram.com/p/BSXcM8dDomh/
    Jawaban:
    Memang benar yaa, gak ada persahabatan yang bener2 cuma rasa sayang sebagai sahabat diantara persahabatan cewek dan cowok. Pasti deh itu ada ajah yang entah cewek atau cowoknya yang sayang nya melebihin sahabat alias sayang dalam arti cinta.
    Uwaw itu udah pasti bapernya gak ketulungan, galau nya bukan maen deh. Tapi klo aku sih lebih milih bakal pendem itu rasa sayabg untuk sahabat.karena aku gak mau klo sampe persahabatan jadi hancur cuma gara gara sayang. Ko dia sayang, klo cuma bertepuk sebelah tangan apalagi jelas jelas tau dia udah sayang sama orang lain. Nyessek sih past, tapi bagi aku sayang itu harus berkorban. Gak selama nya rasa sayang itu harus berbalik rasa sama kita. Gak selama nya rasa sayang itu harus memiliki.rasa sayang yang sesungguhnya adalah bisa membuat orang yang kita sayang itu bahagia. Dan jika kebahagiaan orang yang kita sayang bahagia dengan orang lain sekalipun kenapa engga? Sekalipun memang kadang otak sama hati gak sinkron, rasa cemburu, sakit hati, galau udah pasti ada. Tapi begini lah cinta, tak selama nya harus memiliki. Dan jika memang jodoh pun, aku yakin cinta gak akan kemana ��

    Bismillah wish me luck��

    BalasHapus
  18. Nama: Lala
    Akun Twitter: @fazidaa_
    Link Share: https://mobile.twitter.com/fazidaa_/status/848395588492181504
    Kota Tempat Tinggal:
    Jawaban:

    Belum pernah mengalami hal kayak gini, belum pernah di-friendzone. Amit-amit deh. Tapi kalo ngeliat temen-temen yang punya kasus kayak gini, buanyak banget.

    Aku selalu bertanya ke mereka, 'kenapa lo nggak bilang?', ketika mereka menghujaniku dengan curhatan-curhatan dan ratapan mereka tentang nasib-jadi-cewek-yang-di-friendzone-in-sama-cowok-nggak-peka.

    Mereka selalu menjawab, 'gue nggak mau ngerusak persahabatan', atau 'gue takut nerima jawaban dia kalo misalnya gue ditolak', dan yang lebih parah lagi 'gue kan cewek, masa gue yang ngaku?'

    Untuk jawaban terakhir, ada kalanya kita harus memulai duluan, terlebih lagi kepada orang yang susah sekalii menilai keadaan dan perasaan orang terhadapnya. Lagipula masih jaman, prinsip cewek nggak boleh bilang suka duluan? Kayaknya nggak ada aturan bakunya deh.

    Jawaban kedua, aku selalu bilang, 'better to try than fail than never to try at all' mengutip kata-kata orang siapa gitu, aku lupa nama. Ketika kamu mencoba, kamu akan tahu apa hasilnya, dibandingkan kamu hanya galau-galau nggak jelas, nyopotin kelopak bunga sambil bilang 'dia suka, dia nggak suka, dia suka, dia nggak suka'. Berani itu perlu, kalo kamu takut akan hasil, akan ada banyak manusia di dunia ini yang nggak punya pengalaman gagalnya untuk diceritakan dan dijadikan pembelajaran di kemudian hari.

    Lalu, jika akhirnya udah ngaku lalu dia nggak suka, atau kalian jadian namun putus, takutnya akan merusak persahabatan. Aku sih mikirnya gini, ketika orang-orang udah sama-sama dewasa, tentu mereka juga akan berpikir lebih rasional dong, nggak cuma ngedepanin hati dan perasaan. Jika cowok yang kamu sukai itu malah menjauh dan nggak mau dekat-dekat lagi selamanya, baguslah, berarti kamu udah dijauhkan dari cowok payah. Meski nantinya akan canggung sedikit, dan perlu waktu untuk sendiri-sendiri setelah sekian lama, aku rasa akan ada masanya, dimana kamu akan menjadikan ungkapan rasa suka yang pernah kamu lontarkan itu sebagai candaan, dan nggak ada lagi perasaan yang tersisa. Misalnya 'cie ni cewek pernah suka ama gue nih, wajar sih orang ganteng' dan di saat itu kamu hanya akan ikut tertawa tanpa ada rasa sakit. Tapi itu butuh waktu, dan butuh seseorang lainnya untuk menyembuhkan hati kamu. It's all about time. Kalau bukan dia, kamu pasti akan menemukan seseorang yang bisa menyukai kamu sebesar kamu menyukai dia.

    BalasHapus
  19. Nama: Siti Khumaira Dengo
    Akun : twitter @makmumonsta; ig @cypher.08 [saking deg-degannya aku jadi gagal paham harus share di dua tempat atau pilih salah satu :(]
    Link Share: https://twitter.com/makmumonsta/status/848415512107245568 dan https://www.instagram.com/p/BSXzNZEjGlg/?taken-by=cypher.08 (huwaa itu kah link-nya?)
    Domisili: (nitip di) Yogyakarta

    Jawaban: ya Allah kasusnya :( dari dulu aku lebih milih memendam perasaan karena aku tipikal orang yang 'never tell your feeling'. Hm, gimana ya. Kalau doi udah tahu rasanya ada yang lain, ada yang beda, dan udah pasti ada yang berubah. Iya, berubah. Kalo ngga awkward, ya pretend like strangers especially when doi penganut motto 'sahabat ya sahabat'. Antara aku yang ngejauh, atau dia yang ngejauh. Sebenarnya ngga cuman berlaku untuk sahabat, kalo aku. Semua cowok/gebetan juga gitu, aku lebih milih diem-diem mengangumi dari kejauhan /tsaaah. Being a secret admirer itu menantang loh :'D

    Oke intinya aku masih kuat LDR-an sama Abang Adika Ritter. Eh salah :(((((( Intinya ya itu, mendem-mendem kalem hihihihi

    BalasHapus
  20. Nama: Ainhy Edelweiss
    Twitter @ainhy_edelweiss
    Link share : https://twitter.com/ainhy_edelweiss/status/848428676924358657
    Domisili: Makassar

    Jawaban.

    Seperti kisah di atas, aku pernah memendam perasaanku, bukannya berakhir dengan baik, justru memperkeruh suasana. Karena belajar dari itu, entah sebagai cewek jika memiliki perasaan dengan sahabat sendiri aku memilih jujur mengungkapkannya. Aku yakin, dgn jujur terhadap apa pun, akan membuahkan hasil meski itu sangaaat pahit. Tapi, setidaknya, kita udah mengungkapkan perasaan entah itu ditolak atau diterima. Karena bagiku, akan lebih baik mengungkapkannya tanpa harus memendam, dengan begitu hubungan persahabatan tak ada yang mengganjal.

    Itu versi aku kak. Terima kasih udh ngafain GA buku Heart Reset :)

    BalasHapus
  21. Nama: Usup Supriyadi

    Akun Twitter dan Instagram: @usupsupriyadi_

    Link Share:
    Twitter https://twitter.com/usupsupriyadi_/status/848440476885635072
    Instagram https://www.instagram.com/p/BSU8kNsggdl/

    Domisili: Bogor

    Jawaban:

    "Gue selalu punya keyakinan bahwa persahabatan lawan jenis, salah satunya pasti nyimpen perasaan lebih. Kalau beruntung, perasaannya berbalas. Kalau beruntung loh!" (Hal.36)

    Aku suka dengan kutipan yang satu ini. Bahwa modal terjalinnya persahabatan yang berlawan jenis itu biasanya karena adanya rasa suka, jadi bukan tidak mungkin dikemudian hari sukanya meningkat menjadi cinta dan sayang layaknya sepasang kekasih. Tapi ya itu dia, kalau nasib baik ya bisa beneran bisa jadi sepasang sahabat yang sepasang kekasih. Walau begitu aku sendiri enggak terlalu men-tabu-kan perasaan suka terhadap sahabat untuk diungkapin. Karena aku sendiri mengalami, cuma ya aku sebagai sahabat memang (waktu itu masih sekolah) harus tahu diri, karena sahabat aku itu statusnya "pacar orang". Makanya aku mencoba menjadi sahabat yang terbaik saja sejauh itu. Sampai kemudian setelah lulus sekolah dengar langsung dari dia (namanya juga sahabatan) kalau status pacarannya dengan cowok itu selesai. Aku coba menjadi sahabat yang sepatutnya. Aku memberi support yang seperlunya. Sampai suatu kali aku sempat hilang kontak karena kesibukan masing-masing dan tiba-tiba dia nge-whatsapp, aku enggak balas, tetapi langsung aku telepon. Basa-basi, dan kemudian aku bilang, "Bagaimana kalau kita jalan?"

    Dan dia bilang "Oke."

    Waktu itu aku dan dia nonton film, selepas beli tiket. Kita memilih makan bareng terlebih dahulu. Dia sempat cerita sejauh ini ngapain aja, dan aku pun cerita hal yang sama. Dan karena aku pikir ini waktunya pas dan dia statusnya jomblo juga, jadi aku jujur buat bilang kalau aku menyukainya. Dia sih senyum dan kemudian tertawa manis, dan cuma bilang satu kata, "Serius?"

    Aku bilang, iya. Dan dia kemudian ngomong sambil natap aku, katanya, "Makasih ya, Sup. Aku--dalam dialog asli dia menyebut namanya sendiri--juga suka sama Usup. Makanya kita bisa sahabatan sampai sekarang. Cuma Aku sendiri sekarang udah enggak kepikiran pacar-pacaran lagi. Aku enggak tahu rahasia jodoh, bisa jadi kita memang jodoh. Lihat nanti aja. Yang penting kita sudah tahu sama-sama sukan bukan?"

    Hahaha, saat itu aku langsung ketawa. Aku enggak mengira bisa mendapatkan respon seserius itu! Dan aku bilang, "Iya. Kamu benar. Enggak ada yang tahu. Yang penting kita tetap komunikasi ya. Dan jujur, biar sama-sama enak."

    Itu sedikit pengalamanku yang cukup membekas (sampai saat ini aku masih sahabatan sama dia), pada dasarnya, perasaan suka itu wajar tumbuh dan layak buat diungkapin, cuma kalau awalnya bermula dari status sahabatan, kita pun harus memandang dari sudut pandang seorang sahabat yang baik. Jangan kemudian, hanya karena perasaan suka itu status sahabatnya diabaikan dan langsung memosisikan sahabat yang kita sukai itu sebagai gebetan doangan.

    Soal hasil? Cuma dua, kalau enggak ditolak ya diterima dan yang tetap adalah persahabatannya.

    Omong-omong, penasaran juga aku dengan novel ini. Perhatian seperti apa yang diberikan Abi ya? Dan Dipta sebenarnya iri apa cemburu ya? Hmmm...

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. Nama : shania apria namira
    Akun ig : @nyanyanaya
    Link share : https://www.instagram.com/p/BSYCXDfA_Ov/
    Akun twitter: @shanialliam
    Link share : https://mobile.twitter.com/home
    Domisili : bekasi

    Jawaban:
    Sejujurnya aku gapunya sahabat cowo,aku punya sahabat cewe dan hanya sekedar dekat dengan teman cowo.kalau aku dihadapkan dengan keadaan suka dan sayang dengan sahabat cowo aku lebih memilih aku memendam perasaanku trhdp sahabatku dibanding menyatakannya ,memang menyatakannya lebih baik berarti jujur mengeluar unek2 kita selana bertahun-tahun.tapi beda dengan ku , dulu aku suka sama cowo sampai 3 tahun aku memendamnya saja supaya keadaan gaberubah.aku tipe yang tidak ingin keadaan yang baik dari awal hancur karena aku yang menyatakan perasaan ku.memang benar ya kalau persahabatan antara laki2 dan perempuan itu gamurni ada saja salah satu pihak yg menyukain sahabatnya sendiri.aku gatau rasanya menyukai sahabat kita sendiri, bertahun-tahun selalu didekat dia , melihat dia dan hanga memendam perasaan ini.melihat dia terang2an suka sm cewe lain padahal disebelahnga ada yg sayang tulus dengan dia.ya tapi itu resikonya,kalau gamau keadaan canggung aneh ga seperti biasanya dan lebih parahanya lagi dia ninggalin kita.gapapa dia yang selalu sama kita dan menanggap kita sahabatnya dr kecil drpd dia menjauh karna dia melihat kita bukan sahabat tp org yang menyukainya.buat moveon memang susah, susah bgt malah apalagi orgnya selalu sama kita,berat bgt.memang apa yang kita inginkan gaselalu harus jadi,ada manusia memiliki di dalam hati saja engga didalam dunia nyata.mungkin waktu yang menjawab semuanya.

    BalasHapus
  24. Nama: Adelia Putri Septiani
    Akun: @Elyadelsunjarat\
    Link: https://twitter.com/Elyadelsunjarat/status/848463297493909504
    Dom: Jombang
    Lihat pertanyaannya kok ... JLEB ya? --" Soalnya pengalaman suka sama sahabat selama 10 tahun, dan itu gue pendam. tau nggak rasanya? Nyesek.Sist T-T Doi punya pacar dipamerin, sini mah bisanya diem aja. Ngenes gitu, dibilangin mulu sama dia "Dasar jomblo!" Nggak tau apa kalau gue tuh nungguin dia?! *Eh curhat :v

    BalasHapus
  25. Nama: Bety Kusumawardhani
    Akun twitter: @bety_19930114
    Domisili: Surakarta
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/848503694786052096?p=v

    Jawaban: Aku pernah menyukai sahabatku sendiri. Aku memilih diam memendam perasaanku dan meluapkan segala rasa itu pada Tuhan. Aku selalu berdoa jika dia memang jodoh yg ditakdirkan Tuhan untukku, Tuhan pasti punya cara untuk mendekatkan dan mempertemukan kami dengan keadaan maupun situasi yg berbeda tapi dengan perasaan yg sama. Sebaliknya, jika dia bukan jodohku, seberapa kencangnya aku menggenggam dan menahannya untuk tidak pergi, Tuhan pasti punya banyak cara untuk menjauhkan bahkan memisahkan kami. Bukankah sesuatu yg dipaksakan pasti hasilnya tidak akan baik, begitu juga perasaan cinta yg belum ada kepastian balasannya yg justru akan merusak persahabatan.

    Ingat, peduli dan sayang itu beda tipis, terkadang banyak orang terutama cewek yg tidak bisa membedakannya. Pakailah logika dan analisis sebelum mengatakan perasaan supaya tidak menyesal kemudian.

    BalasHapus
  26. Nama : Riza Putri Cahyani
    Twitter : @Zhaa_Riza23
    Link share : https://twitter.com/Zhaa_Riza23/status/848535684423991296
    Domisili : Bogor

    Jawaban :
    Aku lebih memilih untuk memendam perasaanku karena aku tdk ingin ada yg berubah dari persahabatan kami. Aku tau tidak ada yg bisa menebak kepada siapa ia akan jatuh cinta. Tapi hubungan persahabatan jauh lebih berharga dari sekerda cinta. Jika aku mengungkapkan perasaanku, aku takut ia merasa tidak nyaman dan mulai menjaga jarak. Pasti gak enak bgt rasanya. Apalagi kalau sampai persahabatan itu memudar. Jadi ya lebih baik memendam perasaan dan menjalaninya seperti biasa.

    BalasHapus
  27. Nama : alya trihartina
    Twitter : @alyahartina_08
    Domisili ; Sukabumi
    Link share :https://twitter.com/AlyaHartina_08/status/848200603549417473


    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu?

    Pertanyaannya NYESSS bgt kena hati๐Ÿ˜”
    Jujur atau diam, pilihan yg selalu sulit untuk dipilih. Kalau kita pilih diam, berarti selamanya kita bakal memendam rasa itu sampai rasa itu hilang dan pasti berat untuk melakukannya, bayangkan saja jika kita menyukai seseorang sampai bertahun-tahun tapi kita gak pernah berani untuk mengungkapkan rasa kita pada seseorang itu, hanya bisa memandangnya dari jauh dan hanya bisa berharap dia melirik kita, heyy itu sakit. Atau kita pilih jujur? Kita harus bisa menghadapi konstitusinya nanti, sakit hati, dan persahabatannya hancur apa perasaannya terbalas dan akhirnya happy ending? Kita gak tau apa yg terjadi nanti. Jadi perempuan itu susah kak, karna cewek cuma bisa nunggu.

    Aku percaya sih kalo persahabatan antara cewek&cowok itu gak sempurna, knp? Karna kita sebagai mnusia ditakdirkan untuk saling menyukai antar jenis. So, kita sahabatan bertaun-taun, kenal udah luar dalem, tiap hari bareng² mulu dan aku yakin disalah satu mereka pasti menyimpan rasa suka. Karna cinta tak memandang kepada siapa dia akan berlabuh.

    Aku, aku pernah suka sama temen sekelas, dia bukan sahabat aku tapi. Ya gitu aku suka sama dia dari kelas 5sd, smp nya kami bareng, aku udah suka sama dia selama 3thn dan ya aku mendem rasa itu, aku gak tau harus ngapain, Gengsi?iya.aku maluu, rasanya aku jadi orang munafik kak, knp? Soalnya dia itu jail bngt kak sama aku, pecicilan lagi orangnya dan aku suka marah² gak jelas gitu sama dia kalo dijailin, kesannya kayak benci gitu sama dia padahal dihati mah suka๐Ÿ˜ข pengen bgt rasanya teriak ditelinga dia kalo itu suka sama dia, tapi aku gak bisaa. Yaallah rasanya itu berat bgt kak, tiap hati ketemu, waktu dijailin mati-matian nahan rasa seneng, yg jadinya mlah marah² gitu sama dianyaa. Dalam hati ya suka bilang 'sabar² 1taun lagi lulus jadi lu gk bisa liat dia dan mungkin perasaan lu bakal ilang nanti' selalu bilang gitu dalem hati.. Dan ya waktu aku lulus ternyata kmi satu sekolah lagii 'gile dari kls 3sd sampe sma bareng²' tapi kami beda kelas, dan waktu stalking akunnya dan ternyata dia udah punya gebetan kakak kelas lagi๐Ÿ˜ข disitu JLEBB bgt rasanyaa pengen nangis, knp orang yg baru aja datang dikehidupan dia begitu gampang ngambil hatinya, sementara aku? Orang yg udah dia kenal bertaun-taun tapii.. Ahh๐Ÿ˜ข rasanya tuh pngn pindah sekolah, karna waktu ke kantin suka papasan sama dia, ya dia nya emang suka senyum kalo ketemuu, akhirnya waktu reunian yg dateng tuh waktu itu cuman 7orang dan diapun datang, disitu rasanya tegang bgt, karna aku mau ngungkapin perasaan akusama dia, kami disana maen TOD kan trus botolnya ngarah ke aku aku pilih jujur disitu dan pertanyaannya 'pernah suka jeung saha waktu smp?' aku jawab lama 'aku.. Pernah bogoh ka... Si dik**' gilee tau gak kak si dia nya tu mlah bengong dan bilang 'serius, ayena bogoh keneh teu?' gilagilagilaa maluu bgttt๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ tapi abis jawab pertanyaan itu hati aku plong bgt kak serasa lega ya walaupun nggk ngungkapin secara empat mata..

    Aku cuma mau ngingetin mendingan kalian yg suka mendem rasa lebih baik ungkapin daripada nanti kedepannya kita menyesal, nyimpen perasan itu berat loh, kita harus ngehadepin sesek dada waktu berpapasan sama doi, apalagi kalo doi nya udah terlanjur punya pasangan dan kita cuma bisa mengharapkan yg gk pasti.

    BalasHapus
  28. Nama :Lois Ninawati
    Twitter : @_loisninawati
    Link share : https://twitter.com/_loisninawati/status/848557377532051456
    Domisili : Situbondo,Jawa Timur

    Kalau aku suka sama sahabatku, mungkin aku nggak akan bilang ke dia kalau aku suka sama dia. biarin aja hubungan persahabatan kami ttep mengalir dengan tenang, tapi kalau udah gak bisa tahan lagi,dan kalau memang sudah waktunya, mungkin akan jujur juga kalau aku suka sama dia๐Ÿ˜ƒ

    BalasHapus
  29. VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA

    Kami VIPQIUQIU99 AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA mengadakan SEO Kontes atau Kontes SEO yang akan di mulai pada tanggal 20 Januari 2017 - 20 Mei 2017, dengan Total Hadiah Rp. 35.000.000,- Ikuti dan Daftarkan diri Anda untuk memenangkan dan ikut menguji kemampuan SEO Anda. Siapkan website terbaik Anda untuk mengikuti kontes ini. Buktikan bahwa Anda adalah Ahli SEO disini. Saat yang tepat untuk mengetest kemampuan SEOAnda dengan tidak sia-sia, hadiah kontes ini adalah Rp 35.000.000,-

    Tunggu apa lagi?
    Kontes SEO ini akan menggunaka kata kunci (Keyword) VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA Jika Anda cukup percaya akan kemampuan SEO Anda, silahkan daftarkan web terbaik Anda SEKARANG JUGA! Dan menangkan hadiah pertama Rp. 10.000.000. Keputusan untuk Pemenang Akan di tentukan dengan aturan kontes SEO yang dapat dilihat di halaman ini.

    Tunggu apa lagi? Ikuti kontes ini sekarang juga!

    CONTACT US
    - Phone : 85570931456
    - PIN BB : 2B48B175
    - SKYPE : VIPQIUQIU99
    - FACEBOOK: VIPQIUQIU99

    BalasHapus
  30. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Link : https://twitter.com/Sofhy_Haisyah/status/848673839831687168
    Domisili : Makassar

    Aku pilih untuk memendam.

    Karena banyak alasan. Pertama aku sebagai perempuan yang berpikir kodratnya sesuai dengan ajaran alam, yaitu menunggu. Enggan untuk bersikap agresif menyatakan perasaan duluan. Lebih memilih untuk main kode-kodean dulu aja.

    Alasan lain, ada risiko sahabat akan menjauh karena diberikan beban "aku suka kamu". Iya kalau dia juga suka, kalau dianya suka sama orang lain ?. Karena pengalaman nih kak, aku suka sama sahabat sendiri yang dimana sahabat lainnya ternyata juga suka. Karena udah terlanjur ketahuan tuh cowok disuka sampai sama tiga orang cewek yang masih berada dilingkaran persahabatan, jadinya hubungan kami semua rada-rada enggan untuk akrab lagi..

    BalasHapus
  31. nama: insan gumelar citaning gusti
    akun twitter: @san_fairydevil
    link share: https://twitter.com/san_fairydevil/status/848702372591292416
    kota tempat tinggal: surakarta

    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu?

    Kalau mau cari aman ya enggak usah bilang. Tapi kadang kalau kayak gitu lama-lama nyesek sendiri. Berasa diphp padahal mungkin aja enggak. Bisa aja kan sebenernya kita berdua sama-sama suka tapi sama-sama juga enggak mau ngungkapin hanya karena takut persahabatan hancur. Kalau kayak gitu gimana? Jodohnya ketunda semakin lama dong.
    Tapi juga pasti akan canggung kalau ternyata si dia enggak punya rasa yang sama.
    Memang paling enak, kalau satu ngaku dan ternyata dia juga iya. Jodohlah.

    But, kalau itu aku dan aku sudah yakin dengan perasaanku. Yakin kalau ini bukan sekedar kenyamanan sesaat antar sahabat. Yakin kalau kenyamanan ini lebih kepada seorang perempuan dan laki-laki, aku akan bilang walaupun dengan resiko terbesar ternyata dia suka sama perempuan lain.
    Namun, pernah ada kalimat di suatu film: Kalau kau hanya memendamnya lama sekali tanpa berusaha mengungkapkannya, itu bukan cinta. Sebab, ketika kau jatuh cinta, kau pasti ingin segera mengungkapkannya.

    Jadi, kalau aku, asal 'syarat'nya yang seperti tadi sudah terpenuhi, aku akan bilang. Pokoknya aku sudah bilang, urusan dianya yes atau no itu belakangan. Semacam untuk melegakan perasaan. Kalau dia enggak, aku akan bilang ke dia untuk enggak mikirin apa yang sudah aku katakan. Enggak usah semacam terbebani. Dan sebisa mungkin aku akan bersikap seperti biasa ketika bersamanya.

    Mungkin terdengar omong kosong, tapi itu yang akan aku lakukan. Ketika aku sudah benar-benar yakin, maka aku akan bilang: Aku suka kamu ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  32. Elsita F. Mokodompit
    @sitasiska95
    https://twitter.com/sitasiska95/status/848725678581202944
    Morowali

    Karena berdasarkan pengalama, memendam belum tentu membuat kita akhirnya dicintai/ditembak duluan, malahan malah bikin sesak, kalau buat saya maka akan saya ungkapkan. Biar lega, biar perasaan saya bisa segera diketahu kejelasan nasibnya. Apa akhirnya bertepuk sebelah tangan atau tersambut. Karena kalau nggak diungkapkan, hanya dipendam bertahun-tahun, lalu kemudian nggak terbalaskan, jatuhnya malah akan lebih menyaktikan. Memang potensi persahabatan itu renggang karena salah satu mempunyai perasaan berbeda itu selalu ada. Tapi segala sesuatu yang menyakitka lebih cepat diketahui lebih baik, supaya hati saya juga bisa menyembuhkan diri dengan lebih cepat.

    BalasHapus
  33. Nama: Rinita
    Akun twitter: @Rinitavyy
    Link share: https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/848552425183100928?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C6149308002
    Kota tempat tinggal: kediri
    Jika kamu menyukai sahabatmu,kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu? Share yuk!

    Menyatakan perasaan itu butuh keberanian ekstra, sedangkan aku nggak ada keberanian senekad itu, sekalipun untuk orang yang aku sukai.
    Menyatakan perasaan, juga harus lihat situasi kondisi dulu dong ya. Tergantung dulu, sahabatku atau cowok itu sudah memiliki orang yang disukai atau belum. Kalau sudah, ya pasti perasaanku padanya bakal aku pendam. Kalau pun belum punya, emm, kan sudah ku bilang di awal aku nggak punya keberanian senekad itu. Ya Jadi intinya, tetep bakal aku pendam diam-diam. hehe.

    Menurut sudut pandangku nih ya, memendam perasaan bukan sesuatu yang buruk-buruk amat kok. Karena yang sedang aku bicarakan ini tuh perasaan. Yang mana, perasaan tiap-tiap orang tuh berbeda-beda dan nggak bisa di paksakan.

    Sekedar dipikirkan pakai logika, gimana jadinya kalau aku ngungkapin perasaanku ke Dia, apa nggak malah memperkeruh keadaan. Dimana 'dia' ini statusnya udah ada yang punya. Kalau dia nolak pun, apa aku juga nggak sakit hati. Nah kan, malah makin rumit aja ujungnya. Makanya, Aku bakal ambil cari jalan tengahnya yaitu dengan Memendam Perasaanku. Dijamin aman kalau aku pilih opsi itu. Ya, meskipun konsekuensinya aku nggak bisa mengungkap isi hatiku. Tapi biarlah, namanya juga hidup itu pilihan, dan setiap pilihan harus ada konsekuensinya.

    Dari pada menanggung konsekuensi merusak persahabatan kerena keegoisan demi cinta dan dianggap jadi perusak hubungan orang, lebih baik mana hayo? hehe.

    BalasHapus
  34. nama : Venta Verina
    akun twitter:@venverina
    link share : https://twitter.com/venverina/status/848787930223058944
    kota tempat tinggal : Medan, Sumatera Utara


    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu?
    Jawaban aku :
    Aku akan memilih buat jujur dan ungkapin perasaan yang aku punya. Karena menurutku, aku akan sangat egois kalau aku cuma memendam dan menikmati rasa sayang yang aku punya sendirian. Kenapa aku ngga boleh ngungkapin perasaan aku ke orang yang aku sayang? Semua orang berhak kok untuk dicintai, dan menyatakan perasaan kepada orang lain itu indah banget loh :)
    Salah satu perasaan paling menyenangkan di dunia ini adalah saat kita tau ada orang yang sayang sama kita.
    Jadi kalau sayang sama orang lain kenapa ngga diungkapin aja?

    Ungkapkan....
    Biarkan orang yang kita sayang itu tau perasaan kita.
    Ungkapkan....
    Biarkan orang yang kita sayang itu bahagia karena tau kalau selama ini ada orang yang mencintainya.
    ungkapkan....
    Karena kita juga ngga pernah tau kalau aja ternyata orang yang kita cintai juga punya perasaan sama ke kita.

    Kenapa harus dipendam? :)
    Jangan pernah menganggap bahwa mencintai sahabat sendiri itu salah, dan karena merasa perasaan itu salah kita justru memendam perasaan tersebut.
    Jujurlah pada diri dan perasaan kita.
    Menyatakan semua perasaan yang kita miliki itu tidak pernah salah.
    Inilah diri kita, inilah perasaan kita.
    Kalau kita ngga bisa jujur sama perasaan kita sendiri, menurutku itu sama aja artinya kita hidup dalam kebohongan.
    Ngga ada untungnya kan? Malah banyak ruginya :)

    Kalau kata quotes-quotes tumblr sih.....
    Never apologize for saying what you feel. It's like saying sorry for being real.

    Dan aku, setuju banget!
    Gitu sih menurutku kak :)

    BalasHapus
  35. Nama : vena dwi masfiyah
    Akun : @venadwim
    Alamat : tulungagung - jatim
    Link :
    https://twitter.com/venadwim/status/848798007210295296
    Jawaban :
    Aku memilih memendam perasaanku. Karena aku cewek dan aku tidak berani mengutarakan perasaan cinta sama cowok apalagi sama sahabat sendiri yang bener2 deket sama aku. Aku takut bila aku jujur dengan bilang cinta ke dia, dia malah menjauhiku, terus jadi canggung-canggungan gitu. Kan enggak enak. Lagipula sebagai seorang cewek aku sangat berharap bahwa cowoklah yang bilang cinta duluan padaku.

    BalasHapus
  36. Twitter: rie_bundaAzka
    Instagram: rie_bundaazka
    Link Share twitter: https://twitter.com/rie_bundaAzka/status/848707494067159044
    Link Share IG:https://www.instagram.com/p/BSZ4T2njj2C/?taken-by=rie_bundaazka
    Domisili: Bogor

    Mau dipendam atau diungkapin semua ada resikonya. Tapi menurut saya apapun alasan dan resiko yang akan kita hadapi bersikap jujur tetap lebih baik. Karena semakin dipendam perasaan yang kita alami akan semakin sulit dikendalikan, jadi lebih baik sih jujur aja daripada tersiksa karena siang malem nahan rasa lama-lama bisa bikin sakit hati sendiri.

    Mungkin beberapa saat setelah itu persahabatan yang selama ini terjalin akan terasa hambar karena ada perasaan kikuk diantara kita berdua. Tapi saya yakin semua akan kembali normal setelah rasa shocknya hilang, toh pengungkapan perasaan kan bukan berarti ada maksud untuk memaksakan kehendak, memaksakan perasaan kita supaya diterima atau dibalas dan merubah status sahabat menjadi pacar. kalau memang kita ditakdirkan untuk jadi sahabat sejati saya yakin bisa move on bahkan bisa mempererat jalinan persahabatan itu sendiri walaupun mungkin semuanya butuh waktu. Tapi kalau Tuhan memang ingin kita bersama bukan hanya untuk menjalin persahabatan saya juga yakin suatu hari nanti Tuhan akan memberikan jalan walaupun entah bagaimana caranya agar kita bisa bersatu.

    Saya sadar bahwa dalam mencari pasangan tidak hanya untuk mencintai saja, tetapi yang lebih penting adalah dicintai pasangan. Sehingga kita bisa mencintai dan juga dicintai, dan hiduppun akan terasa sempurna ditengah ketidaksempurnaan yang kita miliki kalau keduanay salaing mencintai.

    BalasHapus
  37. Nama : Aya Hans
    Akun : @venadwimjeruknipisanget
    Alamat : Tangerang

    Aku memilih untuk memendamnya saja. Rasanya jika aku mengatakan secara tidak langsung sahabatku bisa mengira aku menuntut jawaban dan kepastian. Padahal kenyataannya suka dan cinta tidak harus dipaksa untuk memiliki. Kalau sekadar mengatakan rasanya cukup setelah kami llulus dari kuliah dan tumbuh jadi orang-orang sukses. Biarlah perasaan tetap jadi perasaan, mungkin disitu indahnya ketika cinta cukup dipendam dalam hati saja.

    BalasHapus
  38. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/848800842408878080
    kota tinggal: Serang

    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu? Share yuk!

    Menyukai sahabat memang akan rumit. Kalo jujur mengatakan perasaan sementara dia tidak punya perasaan yg sama, hubungan persahabatan kami pasti tidak akan sama lagi. Tapi memendam perasaan akan menyiksa diri sendiri, dan terkadang juga memunculkan rasa penasaran juga penyesalan.

    Jadi aku memilih untuk jujur akan perasaanku.

    Hidup dalam rasa penasaran dan menyiksa diri sendiri dengan memendam perasaan itu sangat tidak mengenakkan. Dan aku tidak ingin hidup dengan menyiksa diri sendiri. Menyatakan perasaan akan membuatku merasa lega dan tidak lagi merasa penasaran dengan yang dirasakan sahabatku. Jika dia ternyata memiliki perasaan yang sama, kan alhamdulillah, sehingga nggak akan menyesal jika tahu belakangan setelah sekian lama menyiksa diri memendam perasaan.
    Tapi kalau dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku, ya tidak apa, setidaknya aku mendapatkan kepastian dari rasa penasaranku. Dengan begitu aku menganggap kalau kami tidak berjodoh, dan aku akan bisa merasa lebih ikhlas menerimanya. Tentang persahabatan kami yang mungkin tidak akan bisa seperti dulu lagi, aku akan menghadapi resikonya. Pada dasarnya aku bisa kok tetap menganggap dia sebagai sahabat seperti sebelumnya. Untung-untung dia juga bisa bersikap sama. Namun jika dia jadi merasa canggung padaku, aku akan memberikannya waktu supaya dia bisa kembali dari rasa shocknya atas pengakuan perasaanku, dan bisa bersikap seperti dulu lagi.

    Hidup hanya sekali, jadi ungkapkan saja apa yg kita rasakan. Dari pada menyesal kemudian karena tidak berani bertindak. Toh kita pun punya hak untuk merasakan dan memiliki cinta. Jika semuanya tidak sesuai harapan, ya ikhlaskan. Dan yakin saja akan ada yang lebih baik untuk kita nantinya.

    BalasHapus
  39. Nama : susiam ayu lestari
    Instagram : @aku_jadi_duta_salep_lain
    Link share Instagram : https://www.instagram.com/p/BSD1AfGgp4L/

    Alamat : Depok

    Jawaban :

    Jika saya menyukai sahabat saya sendiri sudah pasti saya akan jujur atas perasaan saya sendiri, karena saya banyak melihat hubungan persahabatan hancur bukan di karenakan perasaan suka ,justru ketidakjujuran saat mempunyai perasaan tersebutlah yang menghancurkan persahabatan. Jika memendam perasaan suka adalah terasa aman, lain halnya dengan jujur atas perasaan sendiri, merasa lebih ringan dan tidak terbebani oleh perasaan yang menggebu,bagaimana jika persahabatan hancur karena kita jujur dengan perasaan? Bangun saja lagi, walau berat dan susah, bukannya setiap perjuangan selalu ada rintangan?

    Dan saya memilih jujur dengan perasaan suka saya terhadap sahabat

    BalasHapus
  40. Nama : Siti Nurhasanah
    Twitter : @nde_NRH
    Domisili : Sukabumi
    Link share : https://twitter.com/nde_NRH/status/849024251734540288

    Jawaban : aku akan lebih memilih untuk memendam perasaanku dengan alasan aku bukan tipe cewek yang gampang mengungkapkan rasa suka, apalagi sama sahabat aku sendiri. Toh kalau pun aku bilang suka sama dia, perasaan aku belum tentu terbalas dan memendam pun udah pasti gak tau bakal terbalas atau nggak, jadi daripada udah ngungkapin terus dianya gak bisa bales perasaan aku lebih baik aku diem sampai aku tau siapa cewek yang dia sukai, kalau dia punya rasa sama, baru aku akan jujur. Selain itu aku juga takut kalau persahabatan kami gak seasyik dulu karena dia tau kalau suka sama dia. Banyak persahabatan cewek dan cowok yang akhirnya putus gara-gara satu hati punya rasa suka. Dan menurut aku, jika mengungkapkan perasaan malah menjauhkan aku dengan dia, aku akan lebih memilih untuk memendamnya. Gakpapa harus sakit karena mendam rasa yang penting aku dekat dengan dia.

    BalasHapus
  41. Nama: Rina Fitri
    Twitter: @Rinafiitri
    Link Share:
    https://twitter.com/Rinafiitri/status/849081275101085700
    Domisili: Banda Aceh

    Mungkin jika aku suka kepada orang yang tidak dekat denganku, bahkan mungkin tidak mengenalku sama sekali, aku akan memilih memendam perasaanku. Tapi beda ceritanya kalau aku jatuh cinta kepada sahabatku sendiri, aku akan lebih memilih menyatakan meskipun dengan resiko persahabatan kami akan renggang jika dia tidak memiliki perasaan yang sama. Setidaknya dengan menyatakan maka perasaanku akan lebih lega, karena rasanya tidak sanggup melihat dia setiap hari sementara ada rasa yang mengganjal di hati. Lebih-lebih jika dia menyukai orang lain dan menjadikan aku sebagai tempat ia bercerita tentang orang yang dia sukai tersebut. Dan menurutku lebih baik kita sendiri yang menyatakan bagaimana perasaan kita sebenarnya, karena jika dia tau hal itu dari orang lain, mungkin dia akan merasa sangat bersalah sehingga menyebabkan dia menjauh. Menurutku itu hak yang sangat menyakitkan bila benar-benar terjadi. Jadi sebelum terlambat dan menjadi semakin rumit, nyatakanlah perasaan yang sebenarnya selagi kita bisa.

    BalasHapus
  42. Nama : Martina Ermakova Sabina
    IG : baddassgurl_
    Link share : https://instagram.com/p/BSdS2bal0nm/
    Domisili : Solo

    Memendam atau mengungkapkan? Hal itu sama-sama menyakitkan bagi saya. Jika memendam, maka saya harus bersiap dengan rasa sakit setiap kali melihat dia dekat dengan gadis lain. Jika mengungkapkan, maka saya harus siap atas konsekuensi yang akan saya dapatkan: hubungan kami akan berubah drastis.

    Kalau ditanya memilih yang mana, saya akan memilih memendam.

    Why?

    Banyak orang bilang bahwa hal yang sebaiknya tidak diungkapkan, bahwa ada hal yang sebaiknya disimpan rapat-rapat, bahwa ada yang hal sebaiknya dipendam sendiri. Termasuk perasaan. That's why i choose to hide it. I mean, saya belum siap untuk kehilangan sahabat terbaik saya untuk kedua kalinya, hanya karena keegoisan saya. I was lose my bestfriend once, fyi. Karena saya egois. Karena saya lebih mementingkan perasaan saya daripada persahabatan kita. Karena saya menyukainya, and i don't know how to stop this shitty feeling. Saya kira, setelah saya mengungkapkan perasaan saya padanya, dia akan mengatakan bahwa dia juga menyukai saya.

    But i was wrong.

    He doesn't love me like I do. In his eyes, i'm not more than "bestfriend". Dia menjauh, menganggap seolah-olah nggak pernah mengenal saya. Makanya, sejak saat itu, saya lebih memilih untuk memendam perasaan saya setiap kali saya menyukai sahabat saya sendiri. I know it hurts ketika saya ngeliat dia dekat dengan cewek lain, but, kehilangan sahabat karena keegoisan saya lebih sakit daripada melihatnya bersama orang lain.

    Saya memilih menyimpannya rapat-rapat. Saya percaya kalau memang dia ditakdirkan untuk saya, maka Tuhan akan mendekatkan kami, bagaimanapun caranya. Tapi, kalau memang kami nggak ditakdirkan bersama, Tuhan juga punya cara untuk membuat kami bahagia tanpa harus bersama.

    But... just once... let me say this;

    I love you more than you think, A.

    BalasHapus
  43. Nama: julia dwi
    Twitter: @juliakartika326
    Link share: https://twitter.com/juliakartika326/status/849213377842774016
    Domisili: nganjuk, jatim
    Jawaban:
    Kalau aku lebih milih memendam. Sekarang ya, emang kita bisa bilang aku pilih jujur, karena jujur itu bla bla bla, tapi dalam realitanya keputusan untuk jujur itu sulit banget! Terlalu banyak pertimbangan dan resiko kalau kita jujur. Dan resiko itu bukan hanya berdampak pada kita sendiri tapi juga sahabat yang kita suka itu. Sebaliknya, kalau memendam maka resikonya hanya ada pada diri kita masing-masing. Yang sakit hati diri sendiri bukan orang lain. Berbeda jika kita jujur, gimana pun, hubungan persahabatan nggak bakal normal lagi kalau salah satunya udah ungkapin kalau dia suka. Pasti ada rasa nggak enak ketika orang yang kita suka itu mau cerita orang yang dia suka ke kita. Padahal kalau milih memendam, dia bakal enjoy banget cerita gimana hidupnya. Kita pasti senenglah bisa dipercaya sama orang yang kita suka.

    Kalau disini masalahnya kita memendam itu nyesek dan bikin sakit hati, ada solusinya kok. Dulu, sebelum kita suka sahabat kita pasti itu karena adanya proses mencintai perlahan. Nggak mungkin kan bisa suka sahabat sendiri dengan tiba-tiba gitu aja? Pasti ada langkah demi langkahnya gimana kita bisa suka dia. Maka dari itu, sekarang, kita juga bisa lakuin itu, dengan cara menunggu orang yang mencintai kita, lalu belajar perlahan untuk mencintainya sebesar dia mencintai kita. Karena kita tahu rasanya cinta sepihak itu menyakitkan, maka dari itu kita bakal sangat menghargai orang yang mencintai kita. Karena saat itu terjadi, kita berperan jadi sahabat yang pernah kita cintai dan orang yang mencintai kita adalah pencerminan diri kita sendiri. Ada pepatah: jodoh itu nggak kemana. Kita juga harus percaya itu. Rencana tuhan nggak ada yang tahu loh! Kita juga nggk boleh tutup mata dengan cuma lihat dan yakini bahwa kita cuma bisa jatuh cinta sama sahabat kita itu.

    Dengan cara seperti ini kita akan mendapat semua kebahagiaan dalam porsi seimbang. Kita masih bersahabat dengan orang yang pernah kita suka, kita mencintai orang yang mencintai kita, dan semua berjalan normal. Seandainya kita putus sama orang yang mencintai kita, kita masih punya sandaran, tempat curhat, dia adalah sahabat kita. Sebaliknya, andai kita jujur, lalu perasaan dibalas, kemudian jadian, tiba-tiba ada masalah terus putus, rugi banyak kan?! Kalau kita mau bersandar atau curhat sama siapa coba? Kalau udah putus bakal susah nyambungnya. Atau malah bisa nggak nyambung lagi.

    Maaf kepanjangan, sekian, terima kasih atas GA nya๐Ÿ˜„

    BalasHapus
  44. Nama : Laela Khikmawati
    Twitter : @elaaakk
    Link share :
    https://twitter.com/Elaaakk/status/849228312790523904
    Domisili : Pekalongan

    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu? Share yuk!

    Aku sih belum pernah ngerasain, tapi kalau misal hal itu terjadi aku akan memilih untuk jujur ke dia.
    Alasannya simple, karena memendam perasaan itu rasanya sesak. Ngga enak. Banget.
    Tentang bagaimana tanggapan dia nantinya, itu urusan belakangan. Kalau beruntung ya alhamdulillah perasaanku bisa terbalas.
    Kalaupun tidak beruntung, paling ngga aku akan merasa lebih lega karena tidak ada yang aku pendam dalam hati. Dan dia pasti akan berusaha menghargai perasaanku dan berusaha untuk tidak membuatku sakit hati lebih dalam lagi.

    BalasHapus
  45. nama: famia kamilia
    twitter: @amifamia
    link share: https://mobile.twitter.com/amifamia/status/849287138046640130?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3747348451
    domisli: Bangkalan, jawa timur

    jawaban:
    memendam perasaan. karena aku bukan tipe orang yang suka mengumbar perasaan, apalagi terhadap sahabat sendiri.

    BalasHapus
  46. nama : riska budiarti
    twitter :@riskabudiarti3
    domisili : patianrowo, nganjuk
    link share : https://twitter.com/RiskaBudiarti3/status/849381252406890497
    jawaban : aku memilih jujur. karena jujur itu lebih baik. mungkin saja dengan aku yang jujur, dia bisa membuka hatinya untukku.

    BalasHapus
  47. Nama lengkap : Veronika Septi Rahayu
    Twitter: @ayu_vero29
    Instagram: @ayuvero

    Link share twitter: https://twitter.com/ayu_vero29/status/849260789986873349

    Link share instagram: https://www.instagram.com/p/BSd8DBjDuT6/

    Kota tempat tinggal/ domisili: Yogyakarta


    Jawaban:
    Jika aku menyukai sahabatku aku lebih memilih untuk menyimpan/memendam perasaan itu, karna yg namanya sahabat ya tetaplah sahabat. Meski yang namanya sahabatan antara cewek dan cowok sudah pasti ada rasa sayang diantara keduanya, tapi misal perasaan ini terjadi padaku....aku harus lebih memahami apakah ini rasa sayang yang tumbuh karna sayang dan care sebagai kawan saja atau emang rasa sayang karna benar-benar ingin memiliki. Yaaa...terasa susah sih buat nutupin perasaan kalo ternyata rasa sayang kita karna emang bener-bener ingin memilikinya, apalagi kalo diangan-angan kita udah terpikirkan bisa memiliki sahabat kita itu hingga hari tua nanti....bisa jadian dan bahkan married ama dia, kita bakal punya sahabat seumur hidup rasanya karna pernikahan kita rasa sahabat.


    Tapi bayangkan saja jika kita pede mengutarakan perasaan kita ke sahabat dan akhirnya jadian tapi ujung-ujungnya putus khan gak enak banget. Karna kebanyakan orang setelah putus seakan saling tak mengenal, acuh bahkan jika putusnya nggak baik-baik malah bisa jadi musuhan. Padahal dulunya sahabatan, dan akhirnya kita kehilangan sahabat kita.


    Hmmm itulah dampak positif dan negatifnya semisal kita suka ama sabahat dan menyatakannya. Jadi aku lebih memilih memendam perasaan saja, bukan takut akan konsekuensi buruk dari yang kulakukan tapi biarlah sahabat tetap sahabat. Meski sakit sih melihat sahabat kita berujung dengan orang lain bukan berujung dengan kita yang ternyata menyayanginya.


    Kisah Anaya ini sama seperti yang kualami, aku punya sahabat kecil dan menyukainya tapi emang aku lebih memilih diam.
    Sekarang dia telah berkeluarga dan kadang ada sedikit rasa iri sih ketika ia mempost foto2 bersama istri dan si kecilnya :'(((. Sedih aja dan menyesal...rasanya terlambat kenapa dulu gak nyatain perasaan. Tapi nggak apa-apa, karna udah jadi keputusanku untuk menyimpan rasa itu. Toh aku juga akhirnya menemukan tambatan hatiku, meski bukan "dia" sahabatku.

    Bagiku sahabat tetap sahabat dan aku bahagia jika melihat sahabat ku bahagia.

    BalasHapus
  48. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Domisili: Bekasi
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/849450244949643265

    Suka sama sahabat sendiri? Udah ngalamin dua kali nih๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    Saya memilih untuk memendam sendiri, terlebih saya tau dy sudah mencintak orang lain. Saya tidak ingin membingungkan dy dgn pernyataan cinta saya. Dan saya tidak ingin membuat hubungan kami menjadi kikuk karena pernyataan cinta saya. Mungkin akan lain ceritanya jika dy tidak mencintai orang lain, tp karena pengalaman saya mengatakan hal yng lain, jadi ya... aku memilih untuk memendam sambil berusaha mengikhlaskan, dan harus puas dgn keakraban kami sebatas sahabat.

    BalasHapus
  49. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/848572950856871937?p=v
    Kota Tempat Tinggal : Purwakarta
    Jawaban :

    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu? Share yuk!


    Aku tidak pernah bisa mengungkapkan perasaanku kepada orang yang aku sukai, siapa pun itu apalagi ini sahabatku sendiri, dan aku pernah merasakannya. Aku ga pernah bisa dan berani untuk mengucapkannya, hanya bisa menyimpannya diam-diam dan mengaguminya. Aku terlalu pengecut dan takut terluka karena kehilangan,terlebih untuk seorang sahabat. Aku tau jika persahabatan beda gender itu selalu punya resiko, rasanya aneh dan ga mungkin jika salah satunya ga punya perasaan lebih setelah banyak waktu yang dihabiskan bersama. Aku terlalu takut ditolak dan mendapati kondisi diantara kami yang akhirnya berubah dan berbeda dari sebelumnya. Aku bukan orang yang dengan gampang menunjukkan rasa sukaku pada seseorang, jadi aku memendamnya. Menyimpannya rapat-rapat dan mengaguminya dari dekat dengan tameng persahabatan. Terluka pasti, apalagi ketika orang yang aku sukai itu curhat mengenai perasaan dan rasa sukanya kepada perempuan lain, aku hanya bisa mendengar sambil mengurut dada dan menangis sendirian. Biar hati aku aja yang terombang-ambing dengan perasaan yang tak jelas, asal jangan hubungan aku dan sahabatku yang terganggu. Meski akhirnya kita tetap bersahabat dengannya setelah aku mengungkapkan perasaanku, pasti ada masa-masa canggung setelahnya dan kemungkinan besar kami tidak akan bisa sedekat dulu, akan ada hal-hal yang tak bisa diungkapkannya lagi padaku. Karena pada prakteknya mendapatkan seorang sahabat yang dekat dan selalu ada dalam keadaan apapun itu sangat lah sulit. Aku takut kehilangan orang yang menjadi sahabat dan orang yang aku cintai sekaligus, terlalu beresiko. Tapi aku tidak tidak siap menghadapi resiko terburuk dengan kehilangan seseorang yang memiliki 2 peran di dalam hidup juga hatiku.

    BalasHapus
  50. Nama: Ratih Rahma
    Twitter: @Ratih0201
    Domisili: Kota Banjar, Jawa Barat
    LInk Share: https://twitter.com/ratih0201/status/849508479110983681

    aku pribadi, lebih memilih memendam perasaan sendiri dari pada harus mengungkapkannya. karena, persahabatan yang sudah terjalin lama tak ingin hancur oleh yang namanya perasaan, hati, dan cinta. biarkan semuanya menjadi rahasia, meskipun harus selamanya. perasaan itu akan terhapus seiring dengan berjalannya waktu dan hati menemukan pengganti yang lain. persahabatan sejati lebih indah.

    BalasHapus
  51. Nama : Alvanesya
    Domisili : Jawa timur
    Twitter : @vanesyakeiko
    Link Share : https://mobile.twitter.com/Vanesyakeiko/status/849518039129260032?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4345149154

    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu?

    nggak mungkin jujur kalau sama sahabat sendiri. pastinya nggak mungkin dong mengungkapkan perasaannya, apalagi takut adanya cekcok sama persahabatan. biasanya kalau diungkapin perasaannya, rasanya bakal aneh kayaknya. makanya nggak mau deh kalo ada rasa canggung diantara kami. oleh karena itu, lebih baik aku memendam perasaanku saja padanya.

    BalasHapus
  52. Nama : Khaerunnisa
    Twitter : @NhisaMinoz75
    Link Share : https://mobile.twitter.com/NhisaMinoz75/status/849117591771729923?p=v
    Domisili : Kolaka, Sulawesi Tenggara.
    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu? Lebih memilih memendam, karena pada dasarnya wanita itu di kejar bukan mengejar, di lamar bukan melamar, hehehe, iya benarkan. Masa iya wanita yang harus jujur duluan tentang perasaannya malu dong, walau cintanya sama sahabat sendiri *kita juga harus punya malu untuk mengungkapin*, kita sebagai wanita harus menjunjung tinggi harga diri, ntar kalau jodoh gak kemana kok. Apa lagi kalau sahabat yang dicintai itu tidak mencintai kita, ntar malah ada jarak yang terjadi. Si cewek yang mengungkapan cintanya ke cowok jadi malu ketemu dan bertegur sapa ke si cowok karena pernyataan cinta yang tidak terbalas itu padahal si cowok menganggap biasa-biasa saja hal itu, atau posisi dimana si cowok yang malah menghindar karena alasan nggak mau ada cinta diantara persahabatan dan itu membuat persahabatan menjadi retak. Dan yah pada akhirnya wanita yang selalu tersakiti, mencintai dalam diam adalah cara terbaik buat ngejaga harga di wanita, cepat atau lambat, pelan tapi pasti bakalan ada yang ngejar kok, jadi kita sebagai wanita tinggal duduk dan tunggu waktu yang tepat saja. Hehehe.

    BalasHapus
  53. Nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye
    link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/849599095421272064
    domisili: Sidoarjo

    Jika sahabat saya orangnya yg easy going dan tidak banyak menuntut saya memilih mengatakan. karena apa? karena meskipun dia tidak memiliki perasaan yg sama kita tetep bisa jadi sahabat. walaupun rasa canggung menghantui, ttep saya pilih mengatakan. karena sahabt yg easygoing tidak akan merusak persahabatan hanya karena confession saya.

    soal hasilnya diterima atau enggak itu urusan dia dan saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. karena saya gak mau jadi orang bego yg nyesel belakangan, gak mau jadi orang yg diam dalam mncintai, karena saya tahu meskipun demi persahabatn, mencintai dalam diam cukup sulit. selalu dekat dalam raga, jauh dalam jiwa. saya orangnya blak blakan, kalau A ya A, sulit utk membelokkan diri ke arah B.

    kalaupun hasilnya ditolak ya gpp itu udah jadi resiko mencintai, harus siap terluka ketika kita menjatuhkan hati, terlebih lagi terhadap sahabat yg lebih dekat dari keluarga. Dan jikapun diterima, pasti senang dong tetap masih bersahabat dalam rasa pacar. karena aturan takdir selalu berjalan beriringan dg keputusan yg kita ambil.

    BalasHapus
  54. Nama: Monica Karnailia
    Twitter: @monicakar014
    Domisili: Lampung
    Link: https://twitter.com/monicakar014/status/849611086655389699

    Jawaban:
    tergantung cowok itu sih, kalau dia tipe yg terbuka dan bisa menghargai org lain, aku bakal ungkapin. Jujur aku tipe yg gak bisa mendam perasaan, apalagi sama sahabat. Sebisa mungkin aku jujur ttg perasaan aku, walaupun konsekuensinya kalo dia gak punya perasaan yg sma ya mungkin kita bakal jauh.

    Bakal ada kemungkinan buruk dari setiap hal, dan gk menutup kemungkinan jga ada kemungkinan baik. Siapa tau ternyata dia punya perasaan yg sama kaya kita tpi dia gak bisa ngungkapin itu, siapa tau yaa siapa tauu :)) atau dia jadi kepikiran terus timbul rasa muehehe. Intinya sih aku bakal jujur gitu:)) dan semoga gak bertepuk sebelah tangan hehe

    BalasHapus
  55. Nama: Lina Ernawati
    Twitter: @Linaernaw
    Instagram: @tinkeirbell
    Link share:
    https://twitter.com/Linaernaw/status/849610965884600320
    https://www.instagram.com/p/BSgUXkclpof/
    Domisili: Tangerang

    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu? Share yuk!

    Jujur itu indah, jujur itu membawa berkah. Jadi, saya akan memilih untuk jujur.
    Sebagian orang yang terjebak friendzone, pasti sangat takut untuk mengungkapkan perasaan. Mereka selalu berasumsi bahwa jujur itu dapat membuat persahabatan hancur. Padahal mereka belum mencoba sama sekali.

    Saya memilih jujur, karena saya tipe perempuan yang tidak bisa memendam sesuatu. Setidaknya, saya tidak akan dihantui rasa gelisah atas hati saya sendiri.

    saya akan berusaha untuk menonjolkan perbedaan hubungan. Yaitu, dengan cara mengungkapkan perasaan secara langsung.

    Jika ternyata dia juga mempunyai perasaan yang sama dengan saya, mungkin kami berdua bisa lebih enak dan nyaman berbicara dari hati ke hati mengenai status yang tengah kami jalani saat ini.
    Namun, jika ternyata dia memang hanya menganggap saya sebagai teman saja dan tidak lebih dari itu, kami berdua juga bisa meng-clear-kan hal ini.
    Tapi jika ternyata dia masih ragu dengan perasaannya terhadap saya, maka saya akan lebih giat lagi melakukan pendekatan untuk membuat perasaannya yakin.

    BalasHapus
  56. Nama : Putri Adika Lestari
    Instagram : @putriofficialb
    Twitter : @putriofficialB
    Link Share : https://www.instagram.com/p/BSgROrJhz6n/
    https://twitter.com/putriofficialB/status/849570140500840449
    Domisili : Makassar
    Jawaban :

    Bagiku memilih antara kedua pilihan tersebut tidaklah mudah. Karena jujur ataupun memendam pasti mempunyai sisi positif dan negatifnya masing-masing. Namun, bukankah cinta tak pernah salah? Kita hanya tak tahu kapan cinta itu akan datang dan kepada siapa cinta itu akan tumbuh. Menyukai dan mencintai seseorang bukanlah sebuah kesalahan. Jadi, kenapa kita harus takut dan justru lebih memilih memendam suatu perasaan yang pada akhirnya hanya akan menyiksa diri kita sendiri? Bukankah ini perasaan kita? Entah bagaimana orang lain akan menyikapinya, yang terpenting adalah kita mengungkapkannya terlebih dahulu dan tidak berharap lebih bahkan memaksa orang tersebut untuk turut membalas perasaan kita.

    Jika kita dan seseorang itu memang benar-benar hanya ditakdirkan menjadi sepasang sahabat, apapun masalah yang ada, baik itu ungkapan perasaan sekalipun, pasti tak akan mengganggu persahabatan kita asalkan kita dapat memahami dan menyikapinya dengan baik. Dan sebaliknya, jika kita dan dia memang ditakdirkan menjadi lebih dari sepasang sahabat, bukan tidak mungkin ia juga mempunyai perasaan yang sama dengan kita. Nah, jadi apa salahnya mengungkapkannya terlebih dahulu? Cukup ingat dua hal ini; (1) Kita tak akan tahu jika kita tak pernah mencoba. (2) Penyesalan selalu ada dibelakang. :)

    BalasHapus
  57. Nama: Lynn Melody
    Akun twitter: @justlynn23
    Link share: https://mobile.twitter.com/justlynn23/status/849556571872952323
    Domisili: Banjarmasin
    Jika kamu menyukai sahabatmu, kamu memilih jujur akan perasaanmu atau memendam perasaanmu? Share yuk!
    Kalau aku menyukai sahabatku aku akan memilih jujur akan perasaanku. Karena kalau aku jujur aku akan tau apa jawaban darinya dan apakah dia juga memiliki perasaan yang sama atau tidak. Untuk urusan diterima atau tidak itu urusan belakangan. Yang penting aku sudah jujur dengan dia tentang perasaanku terhadapnya. Setidaknya aku tidak akan menyesal di kemudian hari karena aku sudah mengatakannya. Siapa tau kan dia juga suka sama aku tapi dia tidak berani mengatakannya. Memang sih ada kemungkinan kalau persahabatan kita akan berantakan kalau misalkan dia tidak memiliki perasaan yang sama. Tapi kalau aku hanya memendamnya itu akan sangat menyakitkan, apalagi melihat dia bersama yang lain. Kalau memang kita berjodoh, kita pasti akan bersatu pada akhirnya kan walaupun tidak saat ini.

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design