Selasa, 25 April 2017

[Book Review] Urgent Wedding ------------------- GIVEAWAY!!!!!

Judul Buku : Urgent Wedding
Penulis : Marlina Lin
Penerbit : Grasindo
Tebal : 184 Halaman
Terbit : Februari 2017


Bagi Song Sun-Hee yang miskin, pernikahan dengan putra konglomerat bernama Kang Ji-Hoon merupakan bencana. Apalagi pernikahan itu dilakukan sebagai bentuk kompensasi sebuah porsche yang tak snegaja ia tabrak dalam keadaan mabuk. Pria itu juga mengatakan ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’ saat melihat kecantikannya. Padahal di malam itu, penampilan Sun-Hee yang sedang mabuk terlihat sangat mengerikan!

Tapi apa benar alasan Ji-Hoon tertarik pada Sun-Hee hanya karena kecantikannya? Atau mungkin karena hal lain yang disembunyikan pria itu? Lalu, setelah Sun-Hee melarikan diri dari rencana pernikahannya, apa benar masalahnya selesai begitu saja? Ternyata tidak, karena pelariannya itu justru menimbulkan masalah yang juah lebih fatal, rumit, serta membuka kembali luka masa lalu Ji-Hoon. 

---------------------
Pernikahan adalah salah satu momen paling membahagiakan sekaligus mengharukan bagi setiap orang. Apalagi jika menikah dengan orang yang kita cintai. Tetapi, apa yang terjadi jika pernikahan itu dilakukan dengan seseorang yang asing? Pernikahan yang dilangsungkan karena "terpaksa" karena utang?

Hal inilah yang menjadi konflik utama kisah Song Sun-Hee. Karena sebuah tabrakan yang dilakukan oleh Sun-Hee terhadap mobil porsche Ji-Hoon, putra seorang konglomerat, Sun-Hee "terpaksa" harus menikah dengan Ji-Hoon.

Sun-Hee yang berasal dari keluarga tidak mampu dan sekarang berstatus sebagai pengangguran, harus menerima kenyataan bahwa dia harus menanggung akibat dari kesalahannya. Sun-Hee yang dalam keadaan mabuk, akhirnya malah menabrak mobil Ji-Hoon. Alih-alih meminta ganti rugi berupa uang, Ji-Hoon malah meminta Sun-Hee untuk menikah dengannya. Ji-Hoon malah mengakui bahwa dia jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Sun-Hee.

Sun-Hee tentu saja kaget dan awalnya terkesan menolak. Semua terlalu mengejutkan, apalagi dia sama sekali tidak mengenal Ji-Hoon. Awalnya Sun-Hee berpikir keluarga Ji-Hoon akan menolak rencana pernikahan Ji-Hoon yang serba mendadak, tetapi mengetahui bahwa Sun-Hee adalah anak dari sahabat ibu Ji-Hoon mereka malah langsung menerima begitu saja.

Segala persiapan pernikahan pun berlangsung begitu cepat. Tahu-tahu saja, pernikahan sudah di depan mata. Apa yang terjadi jika pada hari pernikahan Sun-Hee malah kabur dari pernikahannya? Apa sesungguhnya yang membuat Ji-Hoon begitu cepat ingin menikahi Sun-Hee? Penasaran????

Membaca novel debut Kak Marlina ini membuatku seperti menonton drama korea. Ide yang ringan dan membuatku membaca hanya sekali duduk saja. Aku membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup beberapa jam saja.

Ide ceritanya sederhana, tentang pasangan yang menikah karena keterpaksaan. Diramu dengan rahasia masa lalu para tokoh. Membaca novel ini tidak perlu banyak berpikir, cukup nikmati saja kisahnya.

Awalnya aku juga penasaran kenapa Ji-Hoon begitu cepat memutuskan menikah dan apa rahasia masa lalu Ji-Hoon. Aku pun jika berada di posisi Sun-Hee pasti akan bingung jika harus menikah dengan seseorang yang asing. Sekalipun Ji-Hoon tampan dan kaya raya, tentunya menjadi kejutan tersendiri, seakan mendapatkan 'jack pot' saja.

Aku pun tidak menyalahkan jika Sun-Hee memilih kabur dari pernikahannya. Sayangnya, aku tak menduga kalau rencana pelarian Sun-Hee akan berakibat buruk terhadap orang lain. Apalagi Tae-Woo ini cukup menarik perhatianku daripada Ji-Hoon.

Menjelang ending, aku merasakan bahwa kisah ini terlalu mudah untuk berakhir. Aku juga menemukan banyaknya kebetulan-kebetulan dalam novel ini, tetapi dalam dunia fiksi segala hal mungkin terjadi kan?

Overall, kamu mencari sebuah kisah romansa yang ringan dan menghibur, kamu bisa membaca kisah Sun-Hee dan Ji-Hoon ini.

Selamat jatuh cinta!!!!



-------------------GIVEAWAY TIME----------------





Aku punya 1 eks gratis novel Urgent Wedding untuk 1 (satu) orang yang beruntung. Caranya:

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow instagram @rizkymirgawati dan @inamarlinalin serta cukup reshare/repost info Giveaway yang aku bagikan di akun IGku sertakan hastag #UrgentWedding jangan lupa mention kami :)

3. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar dengan format nama, akun instagram, link share instagram), kota tempat tinggal dan jawabanmu:

Apa yang kamu lakukan jika terpaksa harus menikah dengan seseorang yang asing bagimu? Menerima atau menolak? Share yuk!

5. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 30 April 2017

Semoga beruntung!!!!

32 komentar:

  1. Tary Wilujeng
    IG : @tarywilujeng
    Link share : https://www.instagram.com/p/BTTV9gAjThT/?taken-by=tarywilujeng
    Domisili : Malang
    Jawaban : Pasti aku menolak karena aku nggak kenal. Aku memang tipe pemilih tapi bukan memilih soal materinya, tapi soal aku merasa "nyaman" dan sepandangan nggak. Menurutku pernikahan bukan hal yang gampang, aku nggak mau menerima resiko harus hidup dengan orang yang salah seumur hidup dan harus menderita seumur hidup. Lebih baik telat menikah daripada cepat menikah tapi dengan orang yang salah. Kata orang menikah manisnya hanya 3 bulan pertama selebihnya keburukan-keburukan pasangan, oleh karena itu dalam menikah tidak hanya butuh cinta melainkan pengertian dan saling sepaham, ditambah lagi sepemikiran (visi, misi serta cara pandang yang sama). Setelah menikah dia adalah teman hidupku, yang namanya teman lebih enak jika sepemikiran, itu bisa memperkecil cekcok dan juga mudah dalam bahu-membahu dan saling menopang untuk mencapai tujuan bersama.

    BalasHapus
  2. Nama : Ira Rizvi
    Akun Instagram : @irarizvi_
    link share : https://www.instagram.com/p/BTTVzrWFJF5/?taken-by=irarizvi_
    kota : Karawang - Jawa Barat
    Jawaban :
    Pasti menolak, itu naluriah sih soalnya pasti kaget kalo ada cowok yang mendadak mau nikahin aku padahal aku sendiri gatau siapa itu. tapi kalo misalkan ada tahap pdkt nya dulu kenapa enggak wakaka (ampun deh labil) apalagi kayaknya kalo yang ngajak Ji Hoon (dibayanganku tuh ganteng) adek rela oppa dipersunting oppa hahahah.

    yup! semoga aku berhasil meluk Urgent Wedding, selain butuh yang sweet sweet terus aku pengen visualin Sun Hee sama Ji Hoon lewat sketch hehehe.
    dan selamat buat kak Ina atas debutnya dan makasih buat kak Rizky dan kak Ina atas GA nya wkwkwk

    BalasHapus
  3. Nama : Ika Mayang
    Akun Instagram : https://www.instagram.com/dumzcharming/
    Link share : https://www.instagram.com/p/BTTXUAdAzS3/
    Kota : Cileungsi - Bogor

    Apa yang kamu lakukan jika terpaksa harus menikah dengan seseorang yang asing bagimu? Menerima atau menolak? Share yuk!

    Hmm.. pertanyaannya dengan jawaban sederhana.. Menerima atau menolak, tapi ternyata banyak yang harus dipikirkan untuk menjawabnya..

    Kalau hal ini terjadi padaku, dan benar-benar harus terpaksa menikah dengan seseorang yang asing bagiku, yang akan aku lakukan adalah Menerima dengan syarat :
    1. Ada waktu untuk mempelajari karakter si pria itu (mulai dari bibit bebet bobotnya).
    2. Mempelajari latar belakang dari keluarga si pria (karena menikah bukan hanya saya dan pria itu tapi 2 keluarga besar).
    3. Minta waktu untuk persiapan mental
    4. Pria itu harus se-agama sama saya.

    Pengen ikutan GA ini karena pengen seseruan bareng kak rizky untuk #ObrolinBuku novel #UrgentWedding dan mau mengucapkan selamat untuk debutnya kak Ina..

    Semoga novel ini jadi milikku karena aq lagi koleksi novel bernuansa Wedding seperti Online Wedding by vicantika, Oriana's Wedding Diary by ayanakamila, Wedding Crasher by Astrid Zheng.

    BalasHapus
  4. Nama : Agnes Margaretha
    Akun ig : @margaretha_ag07
    Link share : https://www.instagram.com/p/BTTntqTlm4N/
    Kota : Medan, sumatera utara

    Apa yang kamu lakukan jika terpaksa harus menikah dengan seseorang yang asing bagimu? Menerima atau menolak? Share yukss

    Pertama aku harus mengetahui asal usulnya ,bebet bobot dari laki-laki itu jika dia lelaki yang baik , keluarga dan latar belakangnya ,aku akan berusaha menerima dan mulai mengenal dia , meminta waktu untuk mempersiapkan diri dan menerima dia sebagai suamiku

    Dari sinopsis novel urregent wedding diatas jadi penasaran nih sama kisah cintanya sun hee dan ji hoon :) , pengen milikin bukunya haaa . Wish me luck :)

    BalasHapus
  5. Nama : Hamdatun Nupus
    Akun IG : @hamdatunnupus
    Link Share : https://www.instagram.com/p/BTTr7F2hwx2/
    Domisili : Depok, Jawa Barat

    Menikahi orang asing ?

    Hmm, yang kulakukan pertama kali yaitu tidak langsung menerimanya dan juga menolaknya.

    Akan kuajukan penangguhan waktu untuk memutuskan pilihan mana yang paling baik/bijaksana.

    Di dalam agama islam ada istilah Ta'aruf, orang yg akan mengkhitbah kita sudah pasti asing. Tapi disini sebelum menyetujui sebuah pernikahan, kita juga diberi waktu mengenal calon suami dengan data2 yang sudah disediakan, dan bisa meminta untuk mengobrol secara langsung utk menemukan kecocokan (meski tetap harus ada pendampingan).

    Waktu yg kubutuhkan disini selain mencari tahu lebih banyak info mengenai si calon, ku butuh waktu untuk istikharah. Karena sebaik2nya pemberi jalan dan keputusan bagiku ya cuma ada di Allah semata.

    Mungkin terdengar klise, masa mau sih misalkan dapet jawaban IYA gitu dari Allah (melalui pertanda) trus langsung setuju "ayok ku mau nikah sama kamu". Tapi kan di dunia ini gak ada yg gak mungkin, kun fa ya kun juga bagi Allah.

    Karena pada dasarnya, hadirnya seseorang di dunia ini bukan tanpa sebab. Laki2 yg dihadirkan untukmu dgn niat menikahimu juga bukan lelaki sembarangan. Bukankah bosan juga, menjalin hubungan dgn laki2 bertahun-tahun tapi tak jelas mau dibawa kemana hubungannya ?.

    Apalagi jika dijodohkan oleh orangtua, karena ku yakin pilihan beliau adalah yg terbaik karena include restu di dalamnya.

    Karena cinta sesungguhnya bisa tumbuh jika dipupuk dgn baik. Bisa dimulai meski dari sebutir benih. Jadi bagiku tidak alasan untuk tidak bisa mulai belajar mencintai seseorang dari nol.

    BalasHapus
  6. Nama : Liana Safitri
    Akun IG: @leeaenasian
    Link share: https://www.instagram.com/p/BTU9XloDAyo/?hl=id
    Domisili: Sleman, Yogyakarta

    Menikahi orang asing? TIDAK!
    Biar dipaksa seperti apa pun aku tidak akan mau menikah dengan orang asing. Alasannya, pertama, aku adalah orang yang sangat tertutup. Berkenalan dengan orang baru saja butuh waktu cukup lama untuk bisa menjadikannya teman akrab, apalagi menjadikannya pasangan hidup (suami). Kedua, menikah adalah menyangkut urusan seumur hidup, tidak bisa mengabaikan perasaan sama sekali, tidak bisa dipaksa-paksa, apalagi atas kehendak orang lain (keluarga atau orangtua). Yang mau menikah kan, aku, jadi pendapatku sendiri juga harus menjadi pertimbangan. Ketiga, yang namanya DIPAKSA itu pasti bukanlah hal yang bagus, rasanya tidak enak, dalam hal apa pun, apalagi menikah. Jadi jawabannya jelas, TIDAK!

    BalasHapus
  7. Nama : Lely Fitriana
    Akun instagram : @KyuLelGan93
    Link share instagram : https://www.instagram.com/p/BTVFVHWj3GD/
    kota tempat tinggal : Bekasi

    Apa yang kamu lakukan jika terpaksa harus menikah dengan seseorang yang asing bagimu?
    Jawaban :
    Menerimanya, karena udah deadline umur nih,, umurku udah 24 tahun ahhahahahahahaha.....

    Sebenernya gampangnya kayak gini yah,,, terpaksa dalam hal apa dulu???
    kalo contohnya masalah keluarga, keluargaku punya hutang, orang tua yang kebelet pengen punya cucu atau masalah karma yg kalo tolak lamaran orang itu ga baik hehhe..
    Intinya apapun alasan kalo udah menyangkut keluarga, saya akan menerima pernikahan dengan label keterpaksaan itu. Kenapa??? karena saya pribadi seumur hidup belum pernah pacaran, dan kepengen itu jatuh cinta kepada yang halal2 aja, jadi walaupun berawal dari keterpaksaan, apabila seseorang itu sudah mengucapkan janji dan semua orang bilang "SAH" mulai detik itu juga saya akan menerima segala macamkelebihan maupun kekurangan dari pasangan saya kelak...
    Moto hidup saya,, saya hidup di dunia ini untuk beribadah kepada Allah dan berbakti kepada kedua orang tua, apapun pilihan keluarga, saya terima dengan tangan terbuka apapun konsekuensinya....InsyaAllah , Allah tidak akan menguji hambaNya melebihi kemampuannya. Ridho nya orang tua, ridhonya Allah juga.
    Pernikahan membawa ketentraman hidup, melengkapi sunnah Rasul, dan tambah lagi pahala kepada Allah apabila kita berbakti kepada suami kelakk..

    #Maaf ngaco jawabannya,,, baru pertama kali ikutan GA ini ^_^

    BalasHapus
  8. Nama:cicilia manurung
    https://www.instagram.com/p/BTTUJNVl6nk/ IG:@minta_uli
    Domisili: P Siantar, Sumatra Utara

    Apa yg kau lakukan jika kau terpaksa menikah dengan orang yg asing bagimu?

    Jawaban nya
    Aku akan menikah dengannya, meski itu bukan hal yg mudah, tapi aku percaya dia adalah takdirku,yg dipertemukan denganku dengan cara seperti itu.
    Bagiku pernikahan itu suci,sakral,sekali seumur hidup, jadi meski dia orang asing, aku akan belajar mengenalinya,menyayangi, mencintainya,karna dia ditakdirkan bersamaku, kerna menikah dengannya,berarti aku akan menghabiskan sisa hidupku bersamanya, jadi untuk membuat pernikahan kami bertahan sampai maut memisahkan, harus saling memahami,menerima,apapun itu masalalu nya, karna kami ditakdirkan bersama untuk masa depan
    Ini keputusan yg sulit memang, kerna mungkin saja saat itu ada orang yg mencintai, dan kucintai,
    Begitu pula dengan dia, tapi terkadang untuk melanjutkan hidup, untuk meraaih kebahagian dibutuhkan pengorbanan, kerna untuk mendapat buah terbaik aku harus merelakan bibit terbaik yg kumiliki.
    Jadi intinya aku akan menikah dengannya, dan menerima konsekuensi dari keputusanku

    BalasHapus
  9. Aku menerima, karena aku pengen cerita hidup ku kayak novel ini. Enggak enggak becanda kok 😂😂😂, peace✌



    Tapi, aku tetap menerima sekali pun orang itu tidak ku kenal, yang penting orang itu adalah pilihan orang tua ku, ku pikir pilihan orang tua ku adalah yang terbaik untukku. Dan tuhan pasti punya rencana yang baik untuk ku walaupun dengan awal yang tidak ku duga dan mungkin juga aku sangat membencinya. Hidup itu tantangan bukan stay di titik aman.

    Anggap aja, hal itu adalah tantangan buat aku, tinggal serumah ama orang asing yang berstatus suami ku, kan lucu gitu. Hahaha

    BalasHapus
  10. Nama : Karina Utari
    akun : Twitter : karinaautari
    Instagram : Kyliin_
    domisili : Bandung


    menerima atau menolak, tergantung gimana first Impression dia, sejujurnya ga masalah toh kalo kita menikah juga pasti akan tinggal dengan orang asing mean orang baru yang bakal nemenin kita sampe nantinya. sama sama aja jalanin aja ntaran juga bakal jadi terbiasa

    BalasHapus
  11. Nama: Wirda Nissa
    Akun Instagram: @wirdaniss
    Link share: https://www.instagram.com/p/BTWf_vUhWIp/

    Kota: Padang, Sumbar.

    Menerima atau Menolak? Aku akan Menolaknya terlebih dahulu. Namanya suatu pernikahan tidak dapat dibuat main main semuanya harus butuh pemikiran. Jangan sekarang kita Bahagia dekat dengannya tetapi ketika sudah menikah kita sendiri yang menjadi menyesal. Jangan sampai itu terjadi. Semuanya harus dibawa dengan serius apalagi ini akan berlangsung sampai anak cucu nantinya.

    BalasHapus
  12. Nama: devira belin
    Instagram: @viscnd
    Link share: https://www.instagram.com/p/BTW83d3FmMM/
    Domisili: Semarang-jawa tengah
    Jawaban:
    menolak jika hal yg memaksa kita tidak penting, karena pernikahan itu sakral. kenapa kita harus menikah jika kita terpaksa? yg ada hanya tinggal menunggu goyahnya aja:) kecuali pernikahan tersebut adalah wasiat dari orang tuaku, apapun itu asal menurutku dia baik, aku terima. karena aku percaya pilihan orang tua tidak akan salah. walaupun awalnya asing bagiku, aku akan coba untuk mencintainya demi membahagiakan orang tuaku:)

    BalasHapus
  13. Ig : @chocoqueeny

    Link : https://www.instagram.com/p/BTXXSBBl1zm/?hl=id

    Domisili : Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

    Answer :
    Aku akan menolaknya sebab ini "menikah" loh bukan "pacaran". Setidaknya aku akan minta waktu beberapa minggu untuk mengenal lebih detail mengenai dirinya. Baru kalau aku ngerasa nyaman meski tanpa cinta, aku akan menerimanya. Sebab satu kata itu, "CINTA" bisa tumbuh seiring berjalannya waktu karena terbiasa bersama.

    Satu pertanyaan, bagaimana seandainya kalau hubungan kalian tidak berhasil dan CINTA itu tidak tumbuh?? jawabanku adalah mempertahankan dirinya jika dia masih sama sikapnya terhadapku sampai dia sendiri yg menyuruhku pergi dengan bersikap berbeda padaku. :)

    Sisanya its based on destiny.

    BalasHapus
  14. Elsita F. Mokodompit
    Ig @sitasiska95
    Https://www.instagram.com/p/BTWUOvQB9yD/
    Morowali, Sulawesi Tengah

    Menolak. Menikah adalah hak yang sakral buat saya, sekali seumur hidup. Saya nggak mau mengambil resiko menikah dengan orang asing yang tidak saya kenal lalu kemudian menyesal karena saya tidak suka. Orang bilang cinta bisa bertumbuh karena terbiasa. Buat saya, tumbuhnya cinta itu bukan berarti tidak ada faktor pendukungnya. Minila harus ada hal yang membuat kita nyaman dengan orang tersebut. Nah kalau ke depannya nggak nyaman juga? Kan bahaya.
    Kalau ada yang tanya: misal ini pilihan orang tua? Saya tetap akan menolak. Minimal beri saya waktu untuk mengenalnya, karena menikah dengan orang yang kt kenal baik sekalipun sama tidak ada jaminan bahagianya dengan org yang sama sekali asing. Jadi, saya pilih yang aman. Resiko pernikahan gagal adalah hal yang akan sulit saya tanggung

    BalasHapus
  15. nama: Aulia
    instagram: @nunaalia
    link share: https://www.instagram.com/p/BTYlZ2EAd3F/
    kota tempat tinggal: Serang

    Apa yang kamu lakukan jika terpaksa harus menikah dengan seseorang yang asing bagimu? Menerima atau menolak? Share yuk!

    Buatku untuk memutuskan menikah itu harus ada keikhlasan, penerimaan, dan rasa nyaman dalam hatiku.
    Jika aku merasa tidak sreg dan merasakan hatiku tidak bisa menerimanya, maka aku akan mengikuti kata hatiku, dan menolak pernikahan itu.
    Namun jika hatiku merasa mau beradaptasi, bertoleransi, dan berkompromi hingga merasa bisa menerima dia, sekalipun dia orang yang asing, mungkin aku akan menerimanya. Tapi tentu saja dengan pengenalan lebih jauh terlebih dulu.

    Pokoknya untuk menikah dibutuhkan pertimbangan terutama tentang hati, karena jika hati tidak merasa nyaman, seumur hidup kita akan tersiksa dengan hidup yang dijalani. Karena semua orang pasti berharap hanya menikah sekali seumur hidup, dan merasa bahagia dengan pernikahan itu.

    BalasHapus
  16. Nama : Kathy
    IG : @katzdebora90
    Link share : https://www.instagram.com/p/BTYWvqrFF_N/
    Kota tempat tinggal : Jakarta

    Jawaban :

    Pertama dari aku sendiri pasti menolak, menolak untuk dinikahkan secara langsung namun tidak menolak jika diberikan waktu untuk mengenal sosok tersebut karena pernikahan bagiku adalah acara yang sakral dan hanya dilakukan sekali seumur hidup. Bagiku kehidupan rumah tangga adalah komitmen seumur hidup di mana sepasang manusia mengikat janji untuk bersama selamanya baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin sampai maut yang memisahkan. Tidak ada kata terpaksa dalam pernikahan karena pernikahan memiliki sebuah dasar yang kuat dan komitmen untuk hidup bersama dalam 1 atap.

    BalasHapus
  17. Nama: Shinta
    Domisili: Jember
    IG : @Sinn10
    Link Share: https://www.instagram.com/p/BTY-jcTAcp7/?taken-by=sinn10

    Jawabanya:

    Menerima dan jalan secara perlahan, karena kita tidak akan tahu jika tidak mencobanya, memang terdengar sedikit tidak masuk akal, karena menikah adalah impian sekali seumur hidup terus kenapa harus coba-coba?, Ya karena jodoh siapa yang tahu, bisa jadi itu dia kan, maka dari itu aku akan beranggapan bahwa ini adalah jalan tuhan untuk mempertemukan jodohku entah itu dalam keadaan terpaksa atau tidak.

    Berhubung nantinya memang bukan jodoh maka bakalan ada jalannya yang lain kok, percaya aja Tuhan itu tahu yang terbaik.


    Apa yang kamu lakukan jika terpaksa harus menikah dengan seseorang yang asing bagimu? Menerima atau menolak? Share yuk!

    BalasHapus
  18. nama: insan gumelar ciptaning gusti
    akun instagram: @callmeinsan
    link share: https://www.instagram.com/p/BTarYYCAMe7/
    kota tempat tinggal: surakarta

    Apa yang kamu lakukan jika terpaksa harus menikah dengan seseorang yang asing bagimu? Menerima atau menolak?

    Menolak. Aku ingin menikah bukan karena suatu keterpaksaan. Entah itu padaku, dia, atau kami berdua. Buat aku, menikah itu komitmen. Bukan untuk satu-dua hari, bulan, atau tahun tapi untuk selamanya sampai Tuhan yang memisahkan. Aku juga percaya apapun yang didasari dengan suka, cinta, sayang, dan kasih akan berjalan dan berakhir bahagia pula. Misalkan, aku menyukai fashion dan aku bekerja dibidang fashion, pasti aku akan nyaman dan enggak akan bosan. Beda halnya jika aku justru bekerja di industri makanan. Kan tidak nyambung. Maka aku akan bosan.
    Pernikahan juga begitu, ketika didasari rasa saling suka dan sayang, pernikahan diharapkan akan 'abadi'. Namun kalau dilandasi dengan paksaan, baru hari pertama saja mungkin sudah ada pertengkaran.
    Jadi, aku akan menolak.

    BalasHapus
  19. Nama: Catrin Braja
    IG: pena.ctr
    Link: https://www.instagram.com/p/BTctueylyl1/
    Domisili: Semarang
    Jawaban:
    Saya langsung refleks menolaknya. Karena itu merupakan reaksi ilmiah wanita kalau di ajak menikah oleh orang asing. Walaupun ada istilah tak kenal maka tak sayang. Tetapi bagaimana lagi seorang wanita membutuhkan rasa nyaman, kita kan nggak tau dia bisa memberikan rasa nyaman atau tidak.

    BalasHapus
  20. Intan Hidayanti Nursalam
    IG: @Intanhidayantin
    Link share: https://www.instagram.com/p/BTVhy60Dt5z/
    Kota: Semarang

    Apa yang kamu lakukan jika terpaksa harus menikah dengan seseorang yang asing bagimu?
    Jawabannya: Menerima.


    Menikah tanpa cinta memang menyakitkan. Sama saja menyiksa diri dengan berkorban perasaan. Namun, ketika kedua orangtua merestui, kita lebih baik menerima. Toh, sebagai bentuk pengabdian kita kepada orangtua. Kita tidak boleh mengecewakan mereka.

    Lagipula, perasaan seseorang itu mudah berubah. Jika tanpa cinta, yakinlah bahwa dengan bantuan waktu, perasaan itu akan terbentuk. Menerima pasangan apa adanya, dengan ikhlas, dan percaya bahwa dialah jodoh yang terbaik yang dipilihkan Tuhan.

    Apalagi, orangtua dari kedua masing-masing calon setuju, ‘kan?


    Bukankah, Jihoon mengatakan jika dia mencintai Sunhee? Sejatinya, dicintai lebih baik daripada mencintai. Daripada kita mencintai orang yang tidak mencintai kita lalu terluka. Lebih baik dicintai dan larut dalam putaran waktu yang membuat kita juga memupuk perasaan secara perlahan.

    Wiwiting tresno jalaran soko kulino.


    Dan sesungguhnya, Tuhan lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya. Berbaik sangkalah pada Tuhan, karena Dia tidak akan membebankan hambanya dengan perkara-perkara yang kita tidak mampu melaksanakannya.


    So, Sunhee ... harusnya kau menerima Jihoon :)

    BalasHapus
  21. Nama : Julia Sipahutar
    Akun : Dhi Lians (facebook)
    Domisili : Medan, Sumatera Utara.
    Link Share : http://I. facebook.com./.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rizkymirgawati.com%2F2017%2Fbook-review-urgentwedding



    jawabannya..
    "Realistis saja, mungkin pada awalnya saya akan menolak pernikahan ini, karena pernikahan adalah hubungan yang sangat sakral dan menyangkut kehidupan saya di masa depan. namun jika dibalik pernikahan ini ada kompensasi tertentu seprti yg dialami oleh Sun-Hee, mungkin dengan pemikiran yang sangat panjang dan dengan pertimbangan yang matang, maka saya akan menerima pernikahan ini. bukan apa-apa, pernikahan itu bukan hanya masalah hati, cinta ataupun orang asing. akan tetapi, se-asing apapun orang itu, jika ia adalah takdir kita, maka sampai langit terbelah dua-pun, dia tetap jodoh kita. serumit apapun kehidupan berumah tangga dengan orang yang masih sangat asing bagi kita, maka berdamailah dengan kenyataan. karena cinta, akan hadir seiring berjalannya waktu. jangan permasalahkan, soal hati, cinta dan orang asing, tapi percayalah bahwa kesabaran akan menuntunmu pada kebahagiaan. Dan ketulusanmu akan membawa hubunganmu dalam kelanggengan. meski pun pernikahan itu berawal dari sebuah keterpaksaan.

    BalasHapus
  22. Nama : Lhia Nur Mauliani
    Instagram : @lhiasyrf
    Link share : https://www.instagram.com/p/BTfTBMBgvLXL1Rros2PBKgcEb3IMHnpGT18mIQ0/
    Domisili : Watampone, Sulawesi selatan
    Jawaban : Aku.. Mungkin akan memilih sesuai hatiku. Ya. Tergantung bagaimana inginnya hatiku. Sebab, memang, hati tidak akan pernah berbohong. Sekalipun hatiku berkata ya, maka aku akan setuju untuk menikah dengan orang asing. Jika tidak, ya tidak aku lakukan.

    Pernikahan memang hal yang sakral. Tapi, aku yakin, jika memang itu orang asing, namun jika memang itu adalah jodohku, why not.. Gak ada yang tahu apa yang akan terjadi di keesokan hari. Yang jelas, intinya, semua sesuai apa yang dikatakan hatiku, dan aku sama sekali tidak menentang untuk itu.


    BalasHapus
  23. Nama: Mudrikah Hayati
    Instagram: @mudrikahhayati
    Domisili: Selong -Lombok Timur
    Jawaban:
    Awalnya saya mungkin tidak terima menikah dengan orang asing. Namun akan memberi waktu kepada diri sendiri untuk menerima kenyataan yang ada. Memberikan kesempatan kepada calon suami untuk saling bertukar pikiran sebelum menikah. Tidak ada manusia yang sempurna. Hidup bersuami istri dijalankan oleh 2 kepala yang pasti berbeda watak dan keinginan. Saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing adalah inti dari berkeluarga. Meyakinkan hati bahwa niat menikah semata-mata hanya karena Alloh SWT. Saya percaya cinta akan tumbuh dengan sendirinya.

    BalasHapus
  24. Nama:Rosyidatul Munawaroh
    IG:@rosyidatulmunawaroh
    Link share: https://www.instagram.com/p/BTfsTxpgkBj/
    Domisili: Cianjur

    Sebagai muslim, saya mungkin mencari petunjuk dulu kepada Allah dengan jalan istikhoroh.

    Siapa yang bisa menerima orang asing apalagi untuk urusan hati dan hidupnya? Pernikahan itu sesuatu yang sakral. Di mana semua orang berharap hanya akan menjalaninya sekali seumur hidup. Maka dari itu, islam sendiri mengajarkan ta'aruf untuk saling mengenal satu sama lain sebelum datang masanya pernikahan itu.

    Sikap saya pribadi, mungkin jika dihadapkan dengan situasi seperti yang terjadi pada Sun-Hee, pertama syok. Pasti. Tentunya setelah meminta petunjuk yang maha kuasa, maka akan mempertimbangkan juga kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika saya menerima (atau tidak) pernikahan tersebut.

    Menerima atau menolak, tergantung keadaan apa yang akan terjadi setelahnya. Jika memang banyak hal baik yang terjadi jika pernikahan itu berlangsung, saya akan menerimanya. Perihal cinta dan rasa, biarlah dia tumbuh dengan sendirinya. Asal kita ikhlas menjalaninya semata karena ibadah, maka keromantisan mungkin akan lebih dahsyat dibanding mereka yang menikah karena sudah saling mengenal. Atau mereka yang menikah dengan jalan pacaran. Kan siapa yang tahu itu? Jadi ya ikuti alur yang Allah ciptakan. Kita mah berusaha terbaik aja. Hehe *maaf yang terakhir apaan sih nggak nyambung banget 😆*

    BalasHapus
  25. Nama: Nurul prahesti
    Ig: Bluelight7899
    Domisil: Tangerang barat
    Jawaban: 1. Saya akan melakukan hal yang sama seperti kak Rosyidatul Munawaroh sebagai muslin yaitu istikhoroh dan ta'aruf.
    2. Pernikahan adalah hal yang sakral dan bukan hal main - main. Saya ingin menikah sekali seumur hidup.
    3. Jika posisi saya seperti sun hee maka saya akan mempertimbangkan dulu sebelum menjawab, dan melakukan pengenalan satu sama lain. Jika saya menjawab tidak CINTA itu berarti belum mencintai (akan).
    4. Jika ji hoon adalah jodoh saya maka saya akan menerimanya, karena sekuat apapun kamu mencari jika ji hoon adalah jodoh saya maka dia akan kembali.
    Dalam pernikahan dua orang harus saling menerima kelebihan dan kekuraangan dari pasangannya, jika saya yakin bahwa dia adalah joodoh saya namun fikiran kita berbeda dengan hati, maka pilihlah hatimu. Kesetiaan, kejujuran, kenyamanan adalah pondasi rumah tangga.

    BalasHapus
  26. Bismillah. Wish me Luckkk >...<

    Nama: Fathiyah Muinah
    ID IG: @fatimuin
    Link share: https://www.instagram.com/p/BTgAMe-Dqdo/
    Domisili: Makassar


    Terpaksa di sini berarti ada sesuatu yang menyebabkan keterpaksaan tersebut. Ya aku terima aja. XD (Selama itu direstui Mama, Papa) :)
    Cinta memang nggak harus dipaksakan. Tapi, ingat kan? Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha? Nabi Yusuf yang awalnya nggak suka sama Zulaikha akhirnya mencintai wanita itu dan menikahinya.Kita nggak bakal tahu jodoh datang dari mana. Bisa dari Sepupu, tetangga, teman kantor/kuliah/sekolah, bahkan orang asing pun.

    Love is coming with unexpected way.

    Tak kenal maka tak sayang.
    Tapi, meskipun begitu, kita juga harus lihat dari latar belakang orang asing itu ya ... kalau dia orangnya saleh (untuk cewek) atau salehah (untuk cowok), why not? Cinta akan datang seiring berjalannya waktu.

    BalasHapus
  27. Nama saya : Latifah
    Id IG : @iffahviyay
    Link share IG : https://www.instagram.com/p/BTgIeGglasB/
    Domisili : Cirebon

    Jawaban : Menikah adalah sesuatu yang sakral. Untuk jawaban pribadi aku, mengenai keterpaksaan dalam pernikahan, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya perlu dipikirkan secara hati-hati.

    Aku pribadi, dalam hal pasangan, sebenarnya menginginkan pasangan yang mempunyai satu visi dan misi. Jika umpamanya, aku diminta menikah dengan orang asing oleh orang tuaku maka aku akan menerima. Setelah aku memikirkannya terlebih dulu pastinya.

    Ada beberapa hal yang mesti aku pastikan sebelum menerima orang asing itu.

    Aku akan memastikan dulu, apakah orang asing itu sedang mencintai seseorang atau tidak. Aku akan membicarakan dari hati ke hati dengan orang asing tersebut. Bagaimana perasaan orang asing itu terhadapku? Jika dia tidak keberatan atas pernikahan itu dan apabila sikapnya baik maka aku akan menerimanya dengan ikhlas dan berusaha menjalin hubungan yang serius. Menghargai hubungan itu. Tentu saja, hal itu aku lakukan setelah memastikan di antara kita berdua tidak ada yang sedang mencintai siapapun. Baik dari pihakku atau dia. Aku tidak mau memisahkan cinta seseorang.

    Untukku, sebuah hubungan yang dibangun dengan niat baik, Insya Allah akan berjalan baik. Aku sendiri, selalu percaya pada kedua orang tuaku. Jikalau mereka sudah merasa orang asing itu pantas untukku, maka tidak ada salahnya menerima hal itu. Karena, dalam setiap langkah hidupku, aku ingin selalu direstui orang tuaku. Dengan restu mereka, aku bisa menerima apapun meskipun di awalnya aku tidak menyukainya. Karena aku tahu, suatu saat nanti aku pun bisa menikmati pilihan mereka.

    Menerima dan berusaha menciptakan hubungan yang baik di antara kita berdua.

    Sekian dan terima kasih :)

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  29. Nama: Theresia
    Instagram: @theresiaa.v
    Link share: https://www.instagram.com/p/BTgaeKGFp3o/
    Domisili : Trenggalek, Jatim

    Jawaban :
    Hhm. Pernikahan. Menurutku itu sesuatu yang sangat mendebarkan hanya dengan memikirkannya. Terkadang ketika aku melihat orang menikah, sedang melakukan janji suci di gereja, rasanya aku ingin menangis haru. Bagaimana mungkin dua orang yang sebelumnya tidak kenal, akhirnya dipersatukan dalam janji suci pernikahan. Memikirkannya saja sudah membuatku pusing.

    Lalu bagaimana jika itu sebuah paksaan? Bukankah setiap orang yang menikah karena saling mencintai?

    Bagiku itu sesuatu yang menyakitkan. Sebagai seorang wanita, aku tidak ingin menyerahkan hidupku dengan menikah secara paksa. Apapun alasannya. Karena pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Tidak mungkin jika suatu saat aku disuruh menikah secara paksa bahkan ketika aku tidak mengenal siapa calon suamiku. Aku tidak mungkin menjawab, "Ya. Aku bersedia mencobanya. Jika nanti aku tidak kunjung mencintainya biarlah kita akhiri pernikahan dengan bercerai."

    Oh what? Cerai?

    Apa lagi ini. Pernikahan paksa yang hanya akan berujung dengan perceraian? Agama saja sudah melarang untuk bercerai. Karena apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan, tidak boleh dipisahkan oleh manusia. Kecuali maut yang memisahkan. Nah kan sudah jelas.

    Meskipun ada pula orang yang dengan rela menerima pernikahan secara paksa tanpa tau siapa orang yang akan menikahinya. Dan berakhir dengan bahagia pula. Namun tak banyak orang yang seperti ini.

    Jadi, inti dari semuanya. Aku akan menolak jika disuruh untuk menikah paksa. Aku ingin menikmati cinta yang jujur. Merasakan kebahagiaan pernikahan. Dan bagiku pernikahan bukanlah sebuah permainan. Yang jika sudah bosan maka bercerai. Bukan. Pernikahan bukan seperti pacaran, yang jika sudah bosan maka putus hubungan. Jadi semuanya harus dimulai dengan bahagia dan diakhiri dengan bahagia juga, tanpa paksaan.

    Terimakasih :)

    BalasHapus
  30. Nama: Siti Nihlatul Fuadah
    Instagram: @nihlafuadah
    Link Share: https://www.instagram.com/p/BTgmxbRgHtz/
    Domisili: Tangerang

    Jawaban:
    Buat aku pribadi, kalau ngomongin tentang pernikahan tuh rasanya WOW banget gitu. Dan kalau harus menikah karna terpaksa? Itu gak pernah ada dalam fikiran aku. Tapi, setelah dapet pertanyaan gini dari ka Rizky juga banya review dari buku Urgent Wedding aku jadi mikir, kalau terjadi beneran ke aku kayak gimana yah?

    Yang pertama aku lakuin ketika harus menikah dengan terpaksa adalah liat keadaan dan sebab musababnya dulu, kenapa aku harus nikah? Iya kan, gak mungkin dong aku main tolak atau terima gitu aja?

    Yang kedua liatsiapa yg jadi calonnya. Kalau bener-bener orang asing, yah liat dulu aja latar belakangnya, keadaannya sekarang, juga keluarganya yang penting. Karna dalam pernikahan itu bukan cuma nyatuin dua tubuh manusia tapi dua keluarga.

    Yang ketiga, tergantung orang tua. Dan aku manut sama keputusan orang tua, yang sejatiunya mengerti juga faham akuy apadanya. Yah walaupun terkadang orang tua juga salah. Tpi menurutku, jika tentang pernikahan semua kembali lagi sama restu orang tua. Udah sih gitu aja, aku gak mau nolak atau nerima terlalu cepat yang pasti!

    BalasHapus
  31. Nama : Laela Khikmawati
    Instagram : @astroella_
    Link share :
    https://www.instagram.com/p/BTbZWwrFiud/
    Domisili : Pekalongan


    Apa yang kamu lakukan jika terpaksa harus menikah dengan seseorang yang asing bagimu? Menerima atau menolak? Share yuk!


    Terpaksa harus menikah, ya? Kalau terpaksa berarti harus menerima dong? Kalaupun menolak ujung²nya pasti nanti akan dipaksa lagi. Kabur? Hidup ga sedrama itu, kalaupun kabur nantinya yg akan menanggung malu adalah keluarga kita.
    Kalau memang harus menerima, jalan satu-satunya ya berusaha menjalani dg ikhlas aja.
    Tak kenal maka tak sayang, jadi untuk langkah awal adalah berusaha untuk mengenal dan memahami karakter satu sama lain dulu, pendekatan dulu lah.
    Karena bagiku pernikahan itu sekali seumur hidup, jadi langkah selanjutnya adalah berusaha untuk mencintai dia. Witing tresno jalaran soko kulino, cinta tumbuh karena terbiasa, aku yakin cinta bisa hadir saat kita sudah terbiasa dg seseorang, apalagi kalau kita sudah merasakan kenyamanan bersama dia.
    Last but not least, selalu bersyukur dan berdoa. Bersyukur sudah diberi pasangan, daripada jomblo terus *eh* dan berdoa agar kehidupan pernikahan kedepannya bisa berjalan dg baik, bisa happy ending.

    BalasHapus
  32. Nama : Amalia
    Ig : @ailamaa__
    Link share :https://www.instagram.com/p/BTdi8AijlqT/
    Domisili : Ciamis, Jawa Barat

    Jawaban :
    Hal pertama yang bakal aku lakuin adalah shalat istikharah minta petunjuk kepada Allah. Apa pun itu keputusannya, aku akan selalu berusaha menerima karena aku yakin itu adalah pilihan terbaik dari yang terbaik.

    Jika diharuskan menerima. Maka dengan senang hati aku bakal menerima dia, memberi dia kesempatan untuk mengenal satu sama lain. Lagipula, Bukankah cinta datang karena terbiasa?

    Jika petunjuk itu mengharuskan aku menolak? Tentu saja, aku akan menolak hal itu secara halus dan ngomong secara baik-baik. Toh kalo kita bener-bener jodoh gak bakal kemana..

    Sebenernya, untuk menjawab pertanyaan ini, balik kediri kita sendiri lagi sih.. Gimana cara kita menghadapi situasi seperti ini. Kalo aku, sih Lebih ikuti kata hati, karna hati gak bisa dibohongi 👌
    Dengan meyakini bahwa apapun keputusan yang akan aku ambil adalah keputusan yang baik dari yang terbaik dan percaya bahwa Allah sudah menyiapkan takdir yang indah untuk aku itu sudah lebih dari cukup. 👌

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design