Senin, 01 Juli 2019

[Book Tour] Bajak Laut dan Mahapatih

Judul Buku : Bajak Laut dan Mahapatih
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 292 Halaman
Terbit : Mei 2019

Jaka Kelana: bajak laut yang konyol, tapi pintar (terkadang). Cita-citanya kali ini bukan terkenal dan disegani, simpel saja, gimana sih caranya biar nggak jomlo lagi? Dia pengin banget melamar Galuh, sang pujaan hati. Namun, apa profesi bajak laut—yang jadi buronan banyak orang—bisa memiliki masa depan bagus? Gajah Mada: panglima perang Kerajaan Majapahit. Cita-cita Mahapatih adalah menyatukan Nusantara, menaklukkan beberapa daerah. Sumpah Palapa pun ia ucapkan, yang merupakan janji setia kepada kerajaan. Tentu saja, di setiap perang ada banyak cerita. Drama apakah yang terjadi pada sang Mahapatih dan kisah-kisah perangnya? Lalu, bagaimana cerita Jaka Kelana bisa terkait dengan Mahapatih Gajah Mada yang hidup puluhan tahun lalu? Apakah Jaka berhasil membuktikan bahwa ia ganteng dan tidak jomlo selamanya? Padahal, kegantengan dirinya itu mutlak menurut Jaka seorang. Petualangan Jaka Kelana adalah novel komedi berlatar sejarah yang pertama di Indonesia! Adhitya Mulya adalah penulis novel bestseller yang dikenal lewat banyak karya, seperti Sabtu Bersama Bapak, Jomblo, Gege Mengejar Cinta. Kali ini, lewat riset sejarah dan komedi khasnya, ia berhasil menulis novel yang diceritakan dengan menarik. Baca juga: Bajak Laut & Purnama Terakhir
------------------------------
Bajak Laut dan Mahapatih merupakan novel sekuel dari Bajak Laut dan Purnama Terakhir. Buat kamu pembaca setia karya Adhitya Mulya, kamu wajib banget baca novel Bajak Laut ini.

Novel Bajak Laut dan Mahapatih ini masih mengangkat genre komedi sejarah. Menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda, sesuatu yang masih jarang diangkat oleh penulis lainnya.

Membaca novel ini memadukan unsur komedi dan sejarah. Masih mengisahkan petualangan Jaka Kelana, sang bajak laut yang konyol. Jika selama ini kita mengenal sosok bajak laut sebagai sosok yang seram dan (mungkin) kejam, hal ini berbeda dengan Jaka Kelana.

Kehadiran Jaka Kelana dengan awak kapal Kerapu Merah benar-benar membuat tersenyum saat membacanya. Apalagi Kak Adit dengan pandainya memadukannya dengan unsur sejarah. Rasanya menyenangkan sekali seakan kembali ke masa lampau saat masa keemasan Kerajaan Majapahit. Sosok seperti Mahapatih Gajah Mada benar-benar terasa nyata disini dan seakan bisa mengenal sosoknya yang luar biasa ini. Yang kusuka, Kak Adit tetap menyelipkan fakta vs fiksi, jadi sejarah yang sesungguhnya tidak blur. Aku juga suka banget dengan ilustrasi dalam novel ini, benar-benar membuatku bisa membayangkan sosok tokoh-tokoh yang ada dalam novel ini.

Menggunakan alur maju dan beberapa flashback membuat aku menikmati kisah Jaka Kelana ini. Semakin lama membaca semakin tak bisa berhenti. Seperti di novel sebelumnya, masih tetap ada twist yang mengejutkan. 

Endingnya juga terasa realistis, walau masih tetap saja ada pertanyaan demi pertanyaan yang belum terjawab. Akankah akan ada novel Bajak Laut selanjutnya?

Aku rekomendasikan banget untuk kamu yang suka membaca kisah novel komedi berbalut sejarah, novel ini bisa menemanimu di kala luang. Tapi, aku sarankan kamu terlebih dahulu membaca kisah Jaka Kelana di Bajak Laut dan Purnama Terakhir ya :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design