Rabu, 25 Agustus 2021

Menelusuri Kisah Olive Kitteridge

 

                    
Judul Buku : Olive Kitteridge
Penulis : Elizabeth Strout
Penerbit : Sheila (imprint Penerbit Andi)
Tebal : 366 Hlm
Terbit : Cetakan ke-10, 2020


Olive Kitteridge pensiunan guru matematika yang menyabet gelar sarjana dengan prestasi Cumlaude. Pada usianya yang beranjak tua, ia banyak menemui perubahan di tempat tinggalnya di pesisir pantai negara bagian Maine. Olive benci perubahan dan selalu berjuang untuk menciptakan kehidupan bahagia bersama suami dan anaknya. Sayangnya, apa yang ada dibenaknya selalu berlawanan dengan suami dan anaknya. Karakternya yang keras, sinis, tidak mau meminta maaf, serta emosi yang meledak-ledak sering membawa Olive dalam masalah. Ajaibnya, banyak orang yang kagum dan simpati pada sosok Olive.

Novel ini dikemas dalam 13 cerita pendek. Setiap peristiwa saling terkait satu dengan lainnya. Karakter para tokoh bisa dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Novel ini akan membawa kita dalam dunia yang begitu dekat dengan kita, terutama para lansia. Bahwa dunia mereka tidak sesederhana yang diduga. Dunia mereka rumit, serba salah, namun tetap memiliki humor cerdas yang menggelitik. Juga, masih ada kisah cinta yang jauh lebih manis dibandingkan kisah cinta orang muda.

-----------------------------

Olive Kitteridge merupakan buku Elizabeth Strout pertama yang kubaca. Buku yang kubaca ini merupakan terjemahan cetakan ke-10, buku ini pertama kali diterbitkan terjemahannya di tahun 2011.

Jujur membaca buku ini membutuhkan waktu beberapa hari untuk membacanya. Tidak, bukan berarti buku ini tidak bagus, tapi aku membutuhkan waktu membaca tersendiri untuk meresapi kisah Olive Kitteridge secara lebih mendalam.

Buku ini terdiri dari 13 kisah di dalamnya dengan Olive Kitteridge sebagai tokoh sentralnya. Kisah yang dirangkai sedemikian rupa yang menjalin kisah tentang kehidupan Olive Kitteridge, kehidupan keluarganya, tetangga, mantan muridnya, teman-teman hingga orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Olive Kitteridge merupakan seorang pensiunan guru matematika yang menyabet gelar sarjana dengan prestasi sangat memuaskan. Sosok Olive disini digambarkan sebagai sosok wanita tua yang ketus, sinis, keras, mudah emosi dan berpendirian teguh. Olive disini sangat dominan sekali dalam kehidupan keluarganya. Terlihat sekali dari sikapnya terhadap suami dan putra satu-satunya. Tapi disinilah yang menarik, kehadiran suami dan anaknya menjadi penyeimbang bagi Mrs.Kitteridge.

Beranjak dewasa dan semakin menua, Olive pun harus merasakan banyak perubahan dalam lingkungan tempat tinggalnya, mulai dari keluarga, pertemanan hingga kehidupan orang-orang di sekelilingnya. Perubahan yang aku pahami sebagai bentuk ketakutan bagi Olive sendiri.

Membaca lembar demi lembar buku ini, aku merasa lebih dekat dengan sosok Olive Kitteridge. Aku bisa merasakan pergolakan hati dan pikiran Olive. Hal ini yang kurasa membuat dia sering bertentangan dengan suami dan putra satu-satunya. Yang menarik dalam buku ini kita tidak hanya bisa mengintip kehidupan Olive tapi kehidupan orang-orang di sekelilingnya. Banyak hal mengejutkan terjadi, dan aku cukup terkejut dengan perkembangan ceritanya, terutama menjelang beberapa kisah terakhir, khususnya hubungannya dengan suami dan anaknya.

Terjemahannya sendiri memang agak terasa kaku, dengan gaya bahasa yang memang agak sulit dicerna dan ceritanya memang kompleks sekali walau terasa dekat dengan kehidupan nyata. Tokoh dalam buku ini pun cukup banyak, yang lumayan membuatku bingung, terutama buat aku yang susah menghafal nama tokoh 😅 aku hanya mengingat nama tokoh yang berkesan saja.

Namun, semakin lama membaca kisah ini, aku jatuh simpati dengan Olive. Semakin lama membaca aku merasa semakin mengenal sosoknya. Aku bisa memahami karakternya lebih dekat dan bagaimana kehidupan kerasnya sejak kecil membentuk pribadinya saat ini.

Membaca kisah Olive Kitteridge dalam buku ini membuatku menyadari bahwa menua itu pasti, tidak bisa kita hindari. Ada saatnya nanti keluarga yang kita sayangi akan meninggalkan kita. Sebagai orang tua, aku bisa memahami perasaan Olive ketika putra satu-satunya memutuskan menikah kemudian pergi jauh dari tempat tinggal mereka, alih-alih tinggal di rumah yang telah dipersiapkan didekat rumah kedua orang tuanya. Aku pun bisa memahami bagaimana Olive merasa kesepian di hari tuanya, apalagi anaknya seakan tidak peduli dengan keberadaannya. Olive merasa tersaingi dengan menantunya sendiri. Sebagai seorang anak, aku pun kembali diingatkan juga sesibuk apapun kita, jangan pernah lupa untuk berkomunikasi dengan orang tua, memberikan mereka perhatian, cinta dan kasih sayang selagi mereka masih hidup. Sebuah buku yang mengharukan sekali.

Aku menutup buku ini dengan perasaan puas sekali. Aku jadi penasaran untuk membaca kisah Elizabeth Strout lainnya. Pantas saja buku ini banyak mendapatkan penghargaan. Rekomen banget.

Buku ini bisa kamu dapatkan di toko buku online andi publisher dengan kata kunci novel olive kitteridge

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design